Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PERUNDUNGAN DENGAN KESEHATAN MENTAL SISWA SMP RAJAMUKTI KOSGORO DI KABUPATEN BANYUWANGI
Perundungan adalah pengalaman ketika seseorang merasa terluka akibat tindakan orang lain dan merasa takut jika hal tersebut terjadi lagi. Korban umumnya merasa tidak memiliki kekuatan untuk menghentikan tindakan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perundungan dengan kesehatan mental siswa SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan metode cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX di SMP Prajamukti Kosgoro, Kabupaten Banyuwangi, yang berjumlah 109 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode probability sampling dengan proportional simple random sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 86 siswa. Penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat perundungan dan kondisi kesehatan mental siswa. menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami perundungan dengan tingkat sangat rendah, yaitu 34 siswa (39,5%), sedangkan sebanyak 35 siswa (40,7%) memiliki kesehatan mental yang baik. Uji korelasi Spearman Rank (Rho) menunjukkan bahwa nilai p-value adalah 0,000, yang lebih kecil dari tingkat signifikansi α (0,000 < 0,05), dan nilai koefisien korelasi r adalah 0,380. Tingkat perundungan yang lebih tinggi cenderung berhubungan dengan kondisi kesehatan mental yang lebih rendah pada siswa. Hasil ini menegaskan pentingnya perhatian terhadap perundungan di lingkungan sekolah sebagai faktor yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis siswa. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat perundungan dengan kesehatan mental siswa SMP
Intervensi Penguatan Quadriceps Isometrik Terhada Kekuatan Otot Pada Pasien Post TKR Di Ruang Orthopedi Rsd Dr. Soebandi
Pendahuluan : Osteoartritis (OA) adalah penyakit sendi yang dapat menyebabkan kerusakan lutut berat, yang sering ditangani dengan prosedur Total Knee Replacement (TKR). Salah satu tantangan utama pasien pasca-TKR adalah lemahnya otot quadriceps, yang menghambat pemulihan dan menjadikan mobilisasi dini sebagai bagian penting dari rehabilitasi. Namun, banyak pasien mengalami ketakutan psikologis terhadap mobilisasi dini, seperti takut nyeri atau kegagalan implan, yang dapat menghambat kesiapan mereka untuk bergerak lebih lanjut meskipun kondisi fisik sudah memungkinkan. Penguatan quadriceps isometrik merupakan salah satu pelatihan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kekuatan otot tanpa melibatkan gerakan besar.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penguatan quadriceps isometrik terhadap kekuatan otot pada pasien post TKR di Ruang Orthopedi RSD dr. Soebandi.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi kasus pada 3 pasien post TKR yang mengalami gangguan mobilitas fisik didapatkan berdasarkan hasil pengukuran Manual Muscle Testing (MMT). Intervensi penguatan quadriceps isometrik diberikan selama 3 hari dengan latihan bertahap.
Hasil : Hasil penelitian dari 3 pasien post TKR menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot setelah diberikan intervensi penguatan quadriceps isometrik, dengan peningkatan skor MMT 1 hingga 2 poin. Selain itu 3 pasien juga mengatakan merasa lebih berani melakukan mobilisasi dini dengan menerapkan latihan penguatan quadriceps isometrik.
Diskusi : Latihan Penguatan Quadriceps Isometrik terbukti efekif dalam peningkatan kekuatan otot pada pasien post TKR dengan gangguan mobilitas fisik.
Kata kunci : Latihan penguatan quadriceps isometrik, intervensi post TKR, Total Knee Replacement, Osteoarthritis
IMPLEMENTASI ALGORITMA BREADTH FIRST SEARCH UNTUK PENENTUAN CCTV MENGGUNAKAN TEORI BASIS DIMENSI METRIK LOKAL DOMINASI
Penempatan CCTV yang efisien dan strategis sangat penting dalam sistem pengawasan untuk menghindari adanya area yang tidak terpantau. Penelitian ini mengusulkan penerapan teori basis dimensi metrik lokal dominasi pada graf lintasan (Pₙ) untuk menentukan posisi optimal pemasangan CCTV. Konsep ini mengombinasikan dua prinsip utama dalam teori graf, yaitu resolving set dan dominating set, guna menjangkau seluruh simpul secara efisien berdasarkan jarak dan keterhubungan lokal. Algoritma Breadth First Search (BFS) diimplementasikan untuk menghitung jarak minimum dari setiap simpul terhadap himpunan dominasi yang telah ditentukan. Sistem dirancang berbasis web menggunakan framework Django, dengan NetworkX sebagai representasi struktur graf dan Plotly untuk visualisasi interaktif. Pengguna dapat menginput jumlah simpul (n), dan sistem secara otomatis menentukan basis lokal dominasi, menghitung dimensi metrik lokal dominasi, serta menampilkan hasil visualisasi graf lintasan beserta jarak antar simpul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kamera dapat diminimalkan tanpa mengurangi cakupan pengawasan, sehingga efektif dari segi biaya dan operasional
SISTEM MONITORING TEGANGAN CHARGING PADA BATERAI WAYSTATION TIPE VRLA SL12-12 DENGAN ANALISIS TEGANGAN OPTIMAL
Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang sistem monitoring tegangan pengisian
pada baterai VRLA tipe SL12-12 pada sistem waystation berbasis IoT. Sistem ini
memanfaatkan ESP32 sebagai pengendali utama, dilengkapi sensor INA219 untuk
mengukur tegangan dan arus, serta sensor DHT22 untuk memantau suhu. Data
dikirim secara real-time ke aplikasi Telegram yang memungkinkan pemantauan
jarak jauh. Pengujian dilakukan dengan variasi tegangan pengisian 12V hingga
16V untuk menentukan tegangan optimal berdasarkan durasi pengisian dan
kenaikan suhu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tegangan 16V mampu
mengisi baterai hingga penuh dalam waktu tercepat (70 menit), tetapi
menyebabkan suhu meningkat hingga 31,3°C yang melebihi batas aman.
Sementara itu, tegangan 12V memerlukan waktu lebih lama (154 mrnit) dengan
kenaikan suhu minimal (0,7°C). Tegangan 14V menjadi pilihan optimal dengan
durasi pengisian 112 menit dan kenaikan suhu hanya 0,8°C, menyeimbangkan
kecepatan dan keamanan. Sistem monitoring juga terbukti akurat dengan error
pengukuran tegangan 1,06% dan suhu 0,48%, serta delay notifikasi rata-rata 4,6
detik. Kesimpulannya, sistem ini efektif untuk memantau kondisi baterai secara
real-time dan menentukan tegangan pengisian optimal. Tegangan 14V
direkomendasikan karena efisiensi waktu dan stabilitas suhu. Penelitian ini
memberikan kontribusi praktis dalam meningkatkan keandalan sistem waystation
dan dapat dikembangkan dengan integrasi algoritma Coulomb Counting untuk
akurasi lebih tinggi
PENGARUH MEDIA SOSIAL, PENGALAMAN KEWIRAUSAHAAN, DAN KETERAMPILAN MANAJERIAL DENGAN MOTIVASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING TERHADAP KEBERHASILAN USAHA PADA PENGUSAHA CAFE UNGGULAN DI JEMBER
Dalam situasi persaingan bisnis yang semakin intens dan pertumbuhan UMKM di era digital, jumlah cafe di Kabupaten Jember terus menunjukkan peningkatan yang pesat. Hal ini mencerminkan bahwa bisnis kuliner, khususnya cafe, semakin menjamur di wilayah tersebut, memberikan peluang besar serta pasar yang luas bagi para pelaku usaha. Kafe-kafe ini tersebar di berbagai kecamatan di Jember. Penelitian ini memfokuskan perhatian pada pentingnya media sosial sebagai sarana promosi dan interaksi dengan pelanggan, pengalaman kewirausahaan yang membentuk kemampuan pelaku usaha dalam menghadapi berbagai tantangan, serta keterampilan manajerial yang sangat penting untuk pengelolaan bisnis yang optimal. Selain itu, motivasi berwirausaha juga dianalisis sebagai faktor yang dapat memperkuat pengaruh ketiga aspek utama tersebut terhadap keberhasilan usaha. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda untuk mengidentifikasi hubungan antar variabel. Survei ini melibatkan 100 pemilik cafe di Jember. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa media sosial, pengalaman kewirausahaan, dan keterampilan manajerial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi serta keberhasilan usaha. Motivasi juga terbukti berperan sebagai variabel intervening yang memperkuat dampak ketiga faktor utama tersebut terhadap kesuksesan bisnis cafe
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN RESILIENSI IBU YANG MEMILIKI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SLB NEGERI JEMBER
Pendahuluan: Ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK) sering
mengalami tekanan psikologis dan sosial yang memengaruhi kemampuan mereka
dalam mengasuh anak. Resiliensi menjadi faktor penting untuk menghadapi
tekanan tersebut, dan dukungan sosial diduga memiliki peran dalam membentuk
ketahanan psikologis ibu. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan desain korelasional dan metode cross-sectional. Sampel terdiri
dari 65 ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Jember, yang
dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui
kuesioner dengan hasil uji validitas skala dukungan sosial 0,374-0,743 dan untuk
skala resiliensi 0,349-0,751 dan dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil:
Hasil uji Spearman menunjukkan nilai p = 0,000 dan koefisien korelasi sebesar
0,432 yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan sosial
dan resiliensi. Analisis: Dukungan sosial berperan dalam memperkuat mekanisme
koping ibu untuk menghadapi tekanan pengasuhan. Pembahasan: Berdasarkan
hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial berperan penting dalam
meningkatkan resiliensi ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Dukungan
dari lingkungan sekitar membantu ibu dalam mengelola tekanan psikologis dan
memperkuat kemampuan adaptif mereka. Oleh karena itu, penting bagi sekolah,
tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk terus menyediakan dukungan
berkelanjutan agar ibu dapat menjalankan perannya dengan lebih baik
Hubungan Response Time Perawat dengan Outcome Functional Pasien di IGD Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember
Latar Belakang: Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan bagian penting dari
rumah sakit yang memberikan pelayanan cepat kepada pasien dengan kondisi
darurat. Response time perawat menjadi indikator penting dalam menentukan
keberhasilan penanganan awal pasien. Namun, outcome functional pasien tidak
hanya dipengaruhi oleh kecepatan tindakan awal, melainkan juga proses
pemulihan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan
response time perawat dengan outcome functional pasien di IGD Rumah Sakit
Tingkat III Baladhika Husada Jember. Metode: Desain penelitian ini menggunakan
observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam
penelitian ini adalah pasien di IGD pada bulan Desember 2024 yaitu 356 pasien,
pengambilan sampel menggunakan rumus slovin dan didapatkan sampel sejumlah
188 responden. Sampling yang digunakan yaitu non-probability dengan jenis
purposive sampling. Data response time dikumpulkan melalui observasi dan data
outcome functional dikumpulkan menggunakan skala guttman. Analisis data
menggunakan Spearman Rho dengan ketentuan α ≤ 0,05. Hasil: didapatkan hasil
bahwa response time perawat sebagian besar ≤ 5 menit (99,5%) dan outcome
functional pasien sebagian besar dalam kategori fungsi cukup dengan persentase
(86,7%). Hasil analisis menunjukkan nilai signifikan (p value) 0,703 dengan
koefisien korelasi sebesar 0,028. Kesimpulan: tidak ada hubungan antara response
time perawat dengan outcome functional pasien di IGD Rumah Sakit Tingkat III
Baladhika Husada Jember. Saran: Peneliti selanjutnya disarankan menggunakan
pendekatan yang lebih komprehensif serta fokus pada kasus traumatic, dan
melakukan pengukuran outcome functional pada waktu yang seragam untuk hasil
yang lebih objektif
Efektivitas Terapi Murottal Surah Al Mulk Terhadap Tekanan Darah Lansia Dengan Hipertensi Di Posyandu Lansia Kelurahan Kebonsari
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami
oleh lansia dan dapat meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular.
Salah satu terapi nonno farmakologis yang dipercaya efektif adalah terapi
murottal Surah Al-Mulk, yang memberikan efek relaksasi spiritual dan
dapat membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui efektivitas terapi murottal Surah Al-Mulk terhadap
tekanan darah lansia dengan hipertensi di Posyandu Lansia Kelurahan
Kebonsari. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif
kuantitatif dengan pendekatan one group pre and post test design.
Sampel penelitian ini sebanyak 52 lansia yang diambil menggunakan
teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui
observasi tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian terapi murottal
surah Al-Mulk. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan
tekanan darah yang signifikan sebelum dan sesudah terapi murottal (p =
0,034 < 0,05), dengan penurunan rata-rata tekanan darah sistolik dari
153,46 mmHg menjadi 144,69 mmHg. Hasil ini menunjukkan bahwa
terapi murottal Surah Al-Mulk efektif dalam menurunkan tekanan darah
pada lansia dengan hipertensi. Terapi ini dapat dijadikan intervensi non
farmakologis yang praktis dan mudah diterapkan
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DESA KEMUNINGSARI KIDUL DALAM PEMENUHAN HAK DISABILITAS PADA PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR DESA KEMUNINGSARI KIDUL
Pelayanan publik di kantor desa mencakup berbagai layanan administratif yang penting bagi warga desa, seperti pendaftaran administrasi kependudukan, pengajuan surat-surat, konsultasi dengan perangkat desa, serta berbagai layanan sosial lainnya. Bagi penyandang disabilitas, keterbatasan fisik maupun mental bisa menjadi hambatan signifikan dalam mengakses layanan ini. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah desa untuk mengevaluasi dan memperbaiki kebijakan yang ada, serta memastikan bahwa kantor desa menyediakan fasilitas dan layanan yang mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas sebagaimana diatur dalam Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Adapun signifikasi dari penelitian ini adalah untuk memberikan kontribusi dalam memperbaiki sistem pelayanan publik yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas, serta membantu pemerintah desa dalam merancang kebijakan yang lebih efektif dalam memenuhi hak-hak penyandang disabilitas di tingkat desa. Salah satu kajian dalam penelitian ini adalah di Kantor Desa Kemuningsari Kidul, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jembe
PENGARUH COACHING KELUARGA TERHADAP KEMAMPUAN KELUARGA MERAWAT ANGGOTA KELUARGA YANG MENGALAMI STROKE DI DESA PANTI KECAMATAN PANTI
Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan
di dunia, termasuk di Indonesia. Pasien pascastroke memerlukan perawatan jangka panjang yang sebagian besar dilakukan oleh keluarga di rumah. Namun, banyak keluarga belum memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan dalam menjalankan perawatan tersebut secara optimal, sehingga dapat memperburuk kondisi pasien. Salah satu pendekatan yang dinilai efektif untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam perawatan pasien stroke adalah coaching keluarga.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh coaching keluarga terhadap kemampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang mengalami stroke.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan subjek tiga keluarga yang memiliki anggota keluarga penyintas stroke di Dusun Prapah, Desa Panti, Kabupaten Jember. Intervensi dilakukan selama dua minggu dengan empat sesi coaching menggunakan pendekatan GROW (Goal, Reality, Options, Will). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner FAFHES, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana.
Hasil: Sebelum intervensi, ketiga keluarga menunjukkan keterbatasan dalam hal pengetahuan, keterampilan, dan perencanaan perawatan pasien stroke. Setelah diberikan coaching keluarga, terjadi peningkatan signifikan pada skor FAFHES serta kemampuan keluarga dalam melaksanakan perawatan dasar, menyusun jadwal harian, membagi peran, dan memantau kondisi pasien secara mandiri.
Diskusi: Intervensi coaching keluarga terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas keluarga dalam merawat pasien stroke di rumah. Pendekatan GROW tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga memberdayakan keluarga untuk lebih terlibat secara aktif dan terstruktur dalam proses perawatan. Temuan ini mendukung pentingnya pemberdayaan keluarga sebagai bagian integral dalam manajemen pasien stroke di komunitas