Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
Pengaruh Jiwa Kewirausahaan, Dukungan keluarga, dan Akses Modal terhadap keberlanjutan usaha pada umkm ritel tradisional di kecamatan Wuluhan
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ritel tradisional memiliki peran penting dalam menopang perekonomian lokal, khususnya di wilayah pedesaan seperti Kecamatan Wuluhan. Namun, keberlanjutan usaha UMKM seringkali menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan kapasitas kewirausahaan, minimnya dukungan keluarga, hingga akses modal yang tidak memadai. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi untuk memahami faktor-faktor internal dan eksternal yang berkontribusi terhadap keberlanjutan usaha UMKM ritel tradisional di tengah tekanan ekonomi yang kompetitif dan dinamis. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh jiwa kewirausahaan, dukungan keluarga, dan akses modal terhadap keberlanjutan usaha UMKM secara parsial maupun simultan di Kecamatan Wuluhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 60 responden pelaku UMKM ritel tradisional. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jiwa kewirausahaan dan akses modal berpengaruh signifikan terhadap keberlanjutan usaha, sedangkan dukungan keluarga tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Namun demikian, secara simultan ketiga variabel tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap keberlanjutan usaha. Temuan ini menegaskan bahwa keberlangsungan UMKM tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu pelaku usaha, tetapi juga oleh ketercukupan modal yang mendukung operasional serta ekosistem sosial yang mendukung. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya penguatan kapasitas kewirausahaan melalui pelatihan berkelanjutan dan akses pembiayaan yang mudah serta terjangkau. Pemerintah daerah dan lembaga terkait diharapkan dapat menyusun kebijakan pemberdayaan UMKM yang menyeluruh dan berorientasi pada keberlanjutan. Bagi akademisi dan peneliti, hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk kajian lanjutan mengenai variabel-variabel lain yang memengaruhi daya tahan UMKM di berbagai sektor dan wilayah yang berbeda
Modul Media Pembelajaran Proyek Sprinkler untuk Anak Usia 5-6 Tahun
ABSTRAK
Santi, S. N. K. E. (2025). Modul Media Pembelajaran Proyek Sprinkler Untuk Anak Usia 5-6 Tahun. TABS. Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Jember. Pembimbing: (1) Dr. Wahju Dyah Laksmi Wardhani,M.Pd. (2) Asti Bhawika Adwitiya, S.Psi., M.A
Kata Kunci: Anak Usia Dini, modul pembelajaran, proyek sprinkler.
Bermain sangat penting untuk tumbuh kembang anak usia dini. Kurikulum PAUD mendorong pembelajaran yang menyenangkan dan berpusat pada anak, salah satunya lewat kegiatan proyek. Proyek sprinkler adalah contoh kegiatan belajar di mana anak-anak usia 5–6 tahun diajak merancang dan membuat alat penyiram air dari bahan sederhana seperti botol bekas dan selang. Anak-anak terlibat langsung dalam setiap langkah, mulai dari mencari bahan, merakit alat, mencoba cara kerja sprinkler, hingga membahas hasilnya bersama. Melalui proyek sprinkler, anak mengembangkan kemampuan motorik halus dan kasar (saat memotong, merangkai, dan memegang alat), kemampuan kognitif (berpikir logis, mencoba-coba, mengenal sebab-akibat), kemampuan bahasa (berdiskusi, menjelaskan hasil kerja), serta kemampuan sosial-emosional (kerja sama, tanggung jawab, percaya diri). Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan pemahaman dasar tentang konsep sains sederhana seperti tekanan air, aliran, dan lubang semprot. Proyek ini tidak hanya seru, tapi juga membantu anak belajar secara menyeluruh. Modul ini diharapkan menjadi ide praktis bagi guru dalam mengajak anak belajar sambil bermain sesuai Kurikulum Merdeka PAUD
ANALISIS PEMASARAN HASIL TANGKAP IKAN LEMURU SEGAR DI PELABUHAN MUNCAR BANYUWANGI
Aspek Pemasaran berperan penting dalam mempengaruhi tinggi rendahnya pendapatan nelayan. Pemasaran ikan lemuru di di Pelabuhan Muncar merupakan hal penting dalam menjalankan sebuah usaha perikanan karena pemasaran merupakan tindakan ekonomi yang berpengaruh terhadap tinggi rendahnya pendapatan nelayan. Produksi yang tinggi tidak mutlak memberikan keuntungan yang tinggi tanpa pemasaran yang baik dan efisien. Tujuan dari penelitian ini untuk: (1) mengidentifikasi pola distribusi pemasaran ikan lemuru di TPI Muncar; (2) mengetahui margin pemasaran pada setiap pola saluran pemasaran; (3) mengetahui efisiensi pada setiap pola distribusi ikan lemuru. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menganalisis dan mendeskripsikan data yang diambil. Pengambilan sampel menggunakan purposive method dengan pertimbangan bahwa pelabuhan tersebut sebagai sentra penghasil ikan lemuru di Banyuwangi. Dari hasil penelitian yang dilakukkan dapat disimpulkan: (1) terdapat tiga (3) pola saluran pemasaran ikan lemuru di Pelabuhan Muncar; (2) margin pemasaran masing-masing pola saluran adalah Rp 0/kg, Rp 2.000/kg, Rp 6.800/kg, dan Rp 2.000/kg; (3) pola distribusi pemasaran paling efisien adalah nol (0) tingkat yang memiliki nilai farmer share 91,61%
DAMPAK TERAPI PIJAT OKSITOSIN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KELANCARAN PENGELUARAN ASI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA DI RSUD DR. H. KOESNADI BONDOWOSO
Latar Belakang : Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi. Fenomena saat ini menunjukkan bahwa ibu post sectio caesarea sering mengalami hambatan dalam pengeluaran ASI akibat nyeri luka, keterbatasan mobilitas, dan stres. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk membantu mengatasi kondisi ini adalah pijat oksitosin. Studi kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan terapi pijat oksitosin sebagai upaya meningkatkan kelancaran pengeluaran ASI pada ibu post sectio caesarea. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif non-analitik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi selama tiga hari berturut-turut pada ibu post sectio caesarea di ruang rawat RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso. Hasil : Penelitian ini menggambarkan adanya perbaikan kelancaran pengeluaran ASI setelah terapi pijat oksitosin. Rembesan ASI mulai tampak pada hari pertama, volume ASI meningkat pada hari kedua, dan ibu dapat melakukan pemerahan mandiri pada hari ketiga. Pasien juga menunjukkan respon emosional positif berupa rasa nyaman, tenang, dan percaya diri dalam proses menyusui. Kesimpulan : Terapi pijat oksitosin dapat diterapkan sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis untuk mendukung proses menyusui pada ibu post sectio caesarea, dengan membantu kelancaran pengeluaran ASI serta meningkatkan rasa nyaman ibu pascaoperasi.
Kata Kunci : Ibu post sectio caesarea, Pengeluaran ASI, Pijat oksitosi
DAMPAK TERAPI PIJAT OKSITOSIN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KELANCARAN PENGELUARAN ASI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA DI RSUD DR. H. KOESNADI BONDOWOSO
Latar Belakang : Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi. Fenomena saat ini menunjukkan bahwa ibu post sectio caesarea sering mengalami hambatan dalam pengeluaran ASI akibat nyeri luka, keterbatasan mobilitas, dan stres. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk membantu mengatasi kondisi ini adalah pijat oksitosin. Studi kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan terapi pijat oksitosin sebagai upaya meningkatkan kelancaran pengeluaran ASI pada ibu post sectio caesarea. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif non-analitik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi selama tiga hari berturut-turut pada ibu post sectio caesarea di ruang rawat RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso. Hasil : Penelitian ini menggambarkan adanya perbaikan kelancaran pengeluaran ASI setelah terapi pijat oksitosin. Rembesan ASI mulai tampak pada hari pertama, volume ASI meningkat pada hari kedua, dan ibu dapat melakukan pemerahan mandiri pada hari ketiga. Pasien juga menunjukkan respon emosional positif berupa rasa nyaman, tenang, dan percaya diri dalam proses menyusui. Kesimpulan : Terapi pijat oksitosin dapat diterapkan sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis untuk mendukung proses menyusui pada ibu post sectio caesarea, dengan membantu kelancaran pengeluaran ASI serta meningkatkan rasa nyaman ibu pascaoperasi.
Kata Kunci : Ibu post sectio caesarea, Pengeluaran ASI, Pijat oksitosi
PENGARUH VARIASI TIPE SAMBUNGAN LAS TERHADAP UJI TARIK DAN UJI IMPACT BAJA KARBON RENDAH PADA PENGELASAN SHIELDED METAL ARC WELDING (SMAW)
Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh berbagai jenis sambungan
peleburan terhadap gaya tarik dan ketangguhan impak logam karbon rendah
SS400 menggunakan metode Shielded Metal Arc Welding (SMAW). Tiga jenis
sambungan yang diuji yaitu alur Bevel ganda, alur V ganda, alur U ganda, dengan
menggunakan arus 100 A dan elektroda E6013 dengan diameter 2,6 mm.
Pengujian dilakukan di Politeknik Negeri Malang. Hasil uji tarik menunjukkan
bahwa sambungan Bevel ganda memiliki kuat tarik tertinggi, dengan nilai
maksimum 11,626 Mpa. Sementara itu, uji benturan menunjukkan penyerapan
energi tertinggi sebesar 127,468 Joule atau 2,12 Joule/mm2 untuk jenis
sambungan yang sama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sambungan alur
Bevel ganda memberikan kinerja mekanis terbaik untuk baja SS400,
menjadikannya pilihan yang paling direkomendasikan untuk aplikasi yang
membutuhkan ketahanan tinggi terhadap beban tarik dan impak
Hubungan Quarter Life Crisis Dengan Risiko Harga Diri Rendah Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember
Quarter life crisis (QLC) merupakan fase krisis perkembangan pada usia dewasa awal yang ditandai dengan kecemasan, kebingungan arah hidup, hingga tekanan sosial, yang dapat berkontribusi pada rendahnya harga diri. Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember juga tidak lepas dari fenomena ini, yang dapat berdampak pada kesejahteraan psikososial dan akademik. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional untuk menganalisis hubungan antara QLC dengan risiko harga diri rendah pada mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa aktif sebanyak 553 orang, dengan jumlah sampel 232 responden yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Quarter Life Crisis Scale dan Rosenberg Self Esteem Scale, kemudian dianalisis dengan uji Spearman Rank (Rho) pada tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas mahasiswa berada pada kategori QLC rendah (46%) dan risiko harga diri rendah kategori sedang (65%). Namun, terdapat kecenderungan bahwa semakin tinggi tingkat QLC, semakin tinggi pula risiko harga diri rendah. Uji Spearman menunjukkan nilai p = 0,000 (<0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,523 yang menandakan terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan korelasi kuat dan arah positif antara QLC dan risiko harga diri rendah. Terdapat hubungan yang signifikan antara quarter life crisis dengan risiko harga diri rendah pada mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember. Hasil penelitian ini merekomendasikan penguatan peran dosen pembimbing akademik dalam memberikan pendampingan psikososial serta keterlibatan aktif orang tua melalui komunikasi dan dukungan emosional guna membantu mahasiswa menghadapi QLC dan mencegah risiko harga diri rendah
(TABS)EFFECTIVENESS OF SPORTS GAME METHODS ON FINE MOTOR DEVELOPMENT OF EARLY CHILDHOOD AT HIDAYAH GRENDEN PUGER KINDERGARTEN
Masa keemasan pada anak sangat penting bagi kehidupan anak di masa depan, dan menjadi dasar untuk mengajarkan keterampilan kognitif, motorik, sosial, dan bahasa. Perkembangan motorik halus sejak usia dini akan memberikan manfaat saat ini dan di masa mendatang. Anak yang memiliki koordinasi motorik halus yang kurang baik atau tidak berkembang secara sempurna cenderung mengalami frustasi, kegagalan, dan penolakan. Keterampilan motorik halus merupakan keterampilan dasar yang perlu dibangun sejak usia dini. Belajar sambil berolahraga dapat membantu anak meningkatkan koordinasi dan keterampilan motorik halus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode bermain olahraga terhadap perkembangan motorik halus anak usia dini. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur studi kasus. Keterampilan motorik halus anak diukur dengan teknik bermain olahraga pada dua responden yang menerima intervensi; data kemudian dievaluasi sebanyak tiga kali, yaitu pada minggu pertama, kedua, dan keempat. Hasil observasi dilakukan selama empat minggu, baik sebelum maupun setelah intervensi. Hasil observasi pasca intervensi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan dan perkembangan motorik halus anak. Kesimpulannya, metode bermain olahraga efektif meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia dini. Diharapkan orang tua dan guru dapat menerapkan teknik bermain olahraga baik di rumah maupun di sekolah
Pengaruh kreativitas inovasi dan media sosial terhadap keberhasilan wirausaha studi kasus pada UMKM food & beverage di jember
Perkembangan industri kuliner di Kabupaten Jember menunjukkan dinamika yang pesat,
dengan semakin ketatnya persaingan antar pelaku usaha UMKM food & beverage. Dalam
kondisi ini, pelaku usaha dituntut untuk memiliki kreativitas yang tinggi, melakukan inovasi,
serta memanfaatkan media sosial secara optimal guna mempertahankan dan meningkatkan
keberhasilan usahanya. Namun, belum semua pelaku UMKM mampu mengintegrasikan ketiga
faktor tersebut secara efektif untuk mendukung pertumbuhan bisnis mereka. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh kreativitas, inovasi, dan media sosial terhadap
keberhasilan wirausaha pada UMKM food & beverage di Kabupaten Jember. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausalitas. Data dikumpulkan
melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang merupakan konsumen UMKM food
& beverage di wilayah Jember. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability
sampling dengan metode accidental sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji
validitas, reliabilitas, asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, dan uji koefisien
determinasi (R²) dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kreativitas dan media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan wirausaha
UMKM food & beverage di Jember, sedangkan inovasi tidak menunjukkan pengaruh yang
signifikan. Temuan ini mengimplikasikan bahwa dalam industri kuliner, kreativitas dalam
penyajian produk serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dan komunikasi
dengan konsumen memiliki peran yang lebih dominan dibandingkan inovasi produk yang
belum tepat sasaran. Oleh karena itu, pelaku UMKM disarankan untuk lebih fokus dalam
mengembangkan ide-ide kreatif dan meningkatkan literasi digital agar dapat memanfaatkan
media sosial secara optimal sebagai strategi pemasaran yang efektif dan efisien
IMPLEMENTASI PASAL 73 TERKAIT MUTASI APARATUR SIPIL NEGARA BERDASARKAN UNDANG UNDANG NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG APARATUR SIPIL NEGARA
Terdapat perbedaan antara idealitas sistem merit dengan realitas praktik mutasi di
lapangan. Sistem merit menghendaki bahwa pengangkatan dan pemindahan
jabatan ASN didasarkan pada kompetensi dan prestasi kerja, namun faktanya
mutasi yang terjadi lebih dipengaruhi oleh pertimbangan politik dan kedekatan
personal dengan kepala daerah. Sebagai contoh, KASN telah menemukan bahwa
beberapa ASN yang dimutasi tidak memenuhi kualifikasi jabatan yang ditempati,
seperti pejabat pemerintahan dan tenaga medis (dokter gigi dan perawat) yang
dipindahkan ke jabatan non- medis tanpa alasan yang jelas dan objektif.
Perbedaan ini juga terlihat dari lemahnya fungsi pengawasan. Meskipun secara
struktural terdapat lembaga pengawas seperti KASN, Inspektorat Daerah, dan
mekanisme pengawasan dari Kementerian Dalam Negeri, namun dalam
praktiknya pengawasan tersebut belum efektif mencegah terjadinya
penyimpangan. Rekomendasi KASN yang menemukan pelanggaran sistem merit
dalam mutasi ASN di Kabupaten Jember justru tidak ditindak lanjuti secara
tegas oleh pihak berwenang, sehingga menciptakan ketidakpastian hukum dan
menurunkan kepercayaan ASN terhadap sistem kepegawaian yang ada