Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
ANALISIS SENTIMEN TERHADAP MASUKNYA STARLINK DI INDONESIA PADA UNGGAHAN MEDIA SOSIAL X MENGGUNAKAN METODE MULTINOMIAL NAÏVE BAYES
Starlink bertujuan untuk menyediakan akses internet berkecepatan tinggi melalui jaringan satelit yang mengorbit bumi pada ketinggian rendah. Masuknya Starlink di Indonesia menjadi perbincangan hangat masyarakat terutama di media sosial X. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis sentimen terhadap masuknya Starlink di Indonesia pada unggahan media sosial X dengan sejumlah 1300 data komentar. Metode yang digunakan yaitu metode Multinomial Naïve Bayes. Namun dalam proses klasifikasi, sering kali terjadi ketidakseimbangan data yang ditemukan oleh peneliti. Oleh karena itu, pada penelitian ini ditambahkan teknik balancing data, Random Oversampling, Random Undersampling dan SMOTE. Teknik balancing diharapkan dapat meningkatkan hasil pada klasifikasi. Seluruh data akan diproses menggunakan metode K-Fold Cross Validation dengan variasi nilai K 2, 5, 10, 13, 20. Hasil pengujian metode Multinomial Naïve Bayes tanpa menggunakan teknik balancing mendapat nilai akurasi tertinggi sebesar 68%, nilai presisi tertinggi sebesar 71%, dan nilai recall tertinggi sebesar 68%. Sedangkan hasil uji menggunakan metode Multinomial Naïve Bayes dengan menambahkan teknik balancing dapat diketahui jika menggunakan Random Oversampling mendapatkan nilai akurasi tertinggi sebesar 81%, nilai presisi tertinggi sebesar 81%, dan nilai recall tertinggi sebesar 82%. Dapat disimpulkan bahwa metode Multinomial Naïve Bayes dengan ditambahkan teknik balancing Random Oversampling pada penelitian ini lebih efektif dibandingkan dengan tanpa menambahkan teknik balancing
ANALISIS MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DISKOMINFO JEMBER DALAM MENYAMPAIKAN INFORMASI PADA MASYARAKAT JEMBER
Melihat perkembangan teknologi semakin laju dan media sosial ialah salah satu saluran interaksi bagi pemerintah yang mencakup jaringan yang cukup luas di berbagai kalangan. Institusi pemerintahan yang mempunyai tanggung jawab sentral
guna memenuhi kebutuhan basis masyarakat tentu patut segera menyesuaikan diri dengan model informasi juga interaksi yang dahulu mempunyai sifat linier beralih menjadi model korelasi serta berkesinambungan. Saat ini, pemerintah kerap
menggunakan Media sosial salah satunya yakni Instagram. Pada penelitian ini, pemanfaatan media sosial Instagram juga menghadapi beberapa kendala juga tantangan, diantaranya ialah hoaks atau disinformasi, kendala teknis, kendala sosial, serta kendala lainnya. Selain itu, terdapat tantangan umum dan tantangan khusus di daerah. Metode penelitian ini menerapkan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan data hasil wawancara informan akan dianalisis menjadi fakta fakta terkait permasalahan yang ada. Penelitian ini hendak membahas media sosial
Instagram Diskominfo Jember dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat Jember dengan memanfaatkan teori New Media. Dimana dalam teori New Media tentang perkembangan media dan akan mengulas tentang pemanfaatan media sosial
Instagram Diskominfo Jember dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat Jember dan memiliki strategi serta langkah-langkah untuk menghadapi berbagai tantangan juga kendala
(TABS) PERCEPTION OF PHYSICAL EDUCATION STUDENTS ON THE INFRASTRUCTURE OF BIG BALL SPORTS
The purpose of this study was to determine the perception of physical education students of the University of muhammadiyah jember class of 2021 on the feasibility of infrastructure for large ball sports, namely football, volleyball and basketball. The research method used is a quantitative descriptive method, the population in this study is all physical education students of the 2021 batch, the sample taken using a total sampling of 21 students. With data collection techniques using questionnaire closed through google form. The questions in questionnaire cover the facilities and infrastructure of big ball sports (football, volleyball, and basketball). The data obtained will be analyzed using descriptive statistical methods in which data analysis includes calculating the frequency, average, and percentage. Based on research that has been conducted 81,55% of respondents considered that the facilities and infrastructure in the Football course in the category of decent, 76,49% of respondents considered that the facilities and infrastructure in the volleyball course in the category of decent, and 77,08% of respondents considered that the facilities and infrastructure in the basketball course in the category decent
ANALISIS STRATEGI GREEN MARKETING MIX TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN SKY FARM GLENMORE BANYUWANGI
Kehidupan yang berkelanjutan sangat penting untuk mengatasi masalah lingkungan dan mempromosikan praktik bisnis yang berkesinambungan. Green marketing atau pemasaran hijau menjadi salah satu upaya penerapan pola pendekatan bisnis dan perekonomian yang lebih ramah lingkungan. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan bauran pemasaran hijau (9P) di Sky Farm Glenmore yang berada di Kabupaten Banyuwangi dan bagaimana green marketing mix terhadap kepuasan konsumen Sky Farm Glenmore, Kabupaten Banyuwangi. Metode yang diterapkan dalam penelitian adalah survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dan accidental sampling. Data diuji melalui uji reliabilitas dan validitas untuk menentukan atribut yang sah serta tingkat keandalannya, kemudian dianalisis dengan menggunakan metode IPA (Importance Performance Analysis) dan analisis kepuasan pelanggan menggunakan CSI (Customer Satisfaction Index). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada analisis kesesuaian antara kinerja dan kepentingan atribut Green Process menjadi pertimbangan utama dalam keputusan konsumen termasuk dalam kriteria sangat puas, serta berdasarkan diagram IPA perbaikan atribut Sky Farm Glenmore yaitu kesesuaian produk, promosi, keandalan staff, fasilitas, informasi pada media influencer, dan dukungan pemerintah. Analisis kepuasan konsumen menghasilkan nilai 88,47%, berarti konsumen merasa sangat puas terhadap penerapan green marketing mix Sky Farm Glenmore
PERBANDINGAN EFISIENSI BIAYA ANTARA PASANGAN BATU KALI DENGAN BETON PADA BENDUNG WRINGIN PANTI KABUPATEN JEMBER
Daerah Irigasi Wringin terletak di Kecamatan Panti Kabupaten Jember, kondisi bendung hancur. Terdapat 400 bendung yang mengalami kerusakan, sedangkan APBD Kabupaten Jember untuk bidang sumber daya air 5 miliar per tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui material yang efisien pada bendung wringin. Penelitian ini menggunakan metode komparatif kuantitatif, yaitu menghitung analisa perbandingan biaya dan analisa ekonomi pada stabilitas bendung yang sama. Hasil stabilitas bendung dengan plaxis 8.2 pada pasangan batu kali faktor keamanan 2,340 > 1,5 (stabil), pada stabilitas bendung beton faktor keamanan 2,342 > 1,5 (stabil). Pada rencana anggaran biaya pasangan batu kali sebesar Rp. 1.497.029.000,00. Untuk biaya material beton sebesar Rp. 1.372.641.000,00. Sedangkan biaya material pasangan batu kali selimut beton sebesar Rp. 1.612.853.000,00. Untuk analisa ekonomi pasangan batu kali BCR = 1,70 > 1, NPV = Rp. 386.166.842,96 > 1, dan IRR = 7,03% > 6,25%. Pada analisa ekonomi material beton BCR = 1,86 > 1, NPV = Rp. 510.734.842,96 > 1, dan IRR = 8,58% > 6,25%. Sedangkan analisa ekonomi pasangan batu kali selimut beton BCR = 1,58 > 1, NPV = Rp. 270.342.842,96 > 1, dan IRR = 5,81% < 6,25%. Sehingga material yang efisien beton, ditinjau dari rencana anggaran biaya dan analisa ekonomi
Asuhan Keperawatan Pada Anak Dengan Pnemonia di Ruang Aster RSD dr Soebandi Jember
Pneumonia adalah infeksi akut yang menyerang parenkim paru-paru dan
menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada berbagai
kelompok usia. Penyakit ini mengganggu fungsi pernapasan akibat adanya cairan
atau nanah di alveoli yang menyebabkan gangguan bersihan jalan napas dan
pertukaran gas.
Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif dengan
metode asuhan keperawatan yang mencakup pengkajian, penetapan diagnosa
keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Asuhan keperawatan
dilaksanakan berdasarkan standar PPNI menggunakan panduan SDKI, SLKI, dan
SIKI.
Diagnosa keperawatan utama pada pasien pneumonia meliputi bersihan
jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, hipertermia, risiko hipovolemia,
dan intoleransi aktivitas. Intervensi keperawatan meliputi pemberian terapi oksigen,
teknik batuk efektif, suction, kompres dingin, dan pemantauan tanda vital. Setelah
dilakukan intervensi selama 3x24 jam, kondisi pasien menunjukkan perbaikan
berupa penurunan sesak napas, suhu tubuh membaik, saturasi oksigen meningkat,
dan toleransi aktivitas meningkat.
Penerapan asuhan keperawatan secara komprehensif dan berbasis bukti
terbukti efektif dalam menangani pasien pneumonia. Penelitian ini menunjukkan
pentingnya peran perawat dalam proses penyembuhan melalui intervensi yang
terarah dan berkelanjutan di ruang rawat inap rumah sakit.
Kata kunci: pneumonia, asuhan keperawatan, bersihan jalan napas tidak efektif,
RSUD Dr. Soebandi, peningkatan kondisi klini
Penerapan Strategi Pelaksanaan 1 Pada Pasien Dengan Masalah Keperawatan Gangguan Persepsi Sensori Pada Pasien Halusinasi Di Desa Kemiri Kecamatan Panti
Halusinasi merupakan pengalaman sensorik palsu tanpa stimulus eksternal nyata yang dapat menimbulkan gangguan psikososial dan membahayakan diri. Gangguan persepsi sensori, khususnya halusinasi auditori, menjadi salah satu masalah utama pada pasien gangguan jiwa. Intervensi keperawatan melalui Strategi Pelaksanaan 1 (SP 1) dengan teknik menghardik merupakan salah satu pendekatan untuk membantu pasien mengontrol halusinasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan SP 1 pada pasien dengan gangguan persepsi sensori di Desa Kemiri, Kecamatan Panti. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus terhadap tiga pasien halusinasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, observasi, dan studi dokumentasi menggunakan instrumen lembar pengkajian dan observasi. Analisis data dilakukan dengan pendekatan naratif dan tabulasi dari proses keperawatan. Ketiga pasien menunjukkan gejala halusinasi auditori, seperti mendengar suara perintah atau bisikan. Setelah penerapan SP 1 yang meliputi identifikasi jenis dan pola halusinasi serta pengajaran teknik menghardik, terdapat penurunan frekuensi halusinasi, peningkatan kesadaran realitas, dan perbaikan kemampuan koping. Intervensi SP 1 terbukti efektif dalam membantu pasien mengenali, mengontrol, dan merespon halusinasinya dengan lebih adaptif. Keterlibatan perawat secara terapeutik serta edukasi kepada pasien dan keluarga menjadi kunci keberhasilan intervensi
ANALISIS STRATEGI PELAKSANAAN (SP1) DENGAN MENERAPKAN KEMAMPUAN POSITIF PADA PASIEN HARGA DIRI RENDAH DI KECAMATAN SUKORAMBI KABUPATEN JEMBER
Harga diri rendah adalah perasaan negatif pada diri sendiri yang mengakibatkan
adanya perasaan kehilangan atas kepercayaan dirinya, munculnya rasa pesimis,
serta perasaan kurang berharga dalam kehidupannya. Tujuan : Menganalisis strategi
pelaksanaan 1 pada pasien dengan Harga Diri Rendah di Kecamatan Sukorambi
Kabupaten Jember. Metode : Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan
studi kasus pada tiga pasien Harga Diri Rendah, menggunakan data wawancara,
observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Hasil : Setelah pelatihan, semua
klien menunjukkan peningkatan kemampuan. Tn. S memerlukan 5 hari untuk
beradaptasi karena tidak ada dukungan keluarga dan tidak rutin mengonsumsi obat.
Tn. H menyelesaikan SP 1 dalam 3 hari, dibantu keberadaan kakak meskipun tidak
patuh obat. Ny. N menunjukkan perkembangan paling cepat dalam 2 hari berkat
dukungan suami dan kepatuhan pengobatan. Kesimpulan : Strategi pelaksanaan 1
terbukti efektif dalam mengatasi masalah harga diri rendah, sehingga diperlukan
adanya dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan untuk pemulihan yang cepat
dan optimal.
Kata Kunci: Harga Diri Rendah, Strategi Pelaksanaan
IMPLEMENTASI PRAKTIK GADAI SAWAH DALAM PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH DI DESA SUMBERANYAR KECAMATAN MAESAN KABUPATEN BONDOWOSO
Abstrak
Muhammad Hendra Aji Lesmana. NIM. 2110921024. Implementasi Praktik Gadai Sawah Dalam Perspektif Ekonomi Syariah Di Desa Sumberanyar Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso Tahun 2025. Skripsi, Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jember. Pembimbing: (I) Muhammad Syafi’i, M.E.I, (II) Istikomah S. H. I. M. S. I.
Kata Kunci: Implementasi Praktik, Gadai, Ekonomi Syariah
Praktik gadai sawah yang dilakukan oleh masyarakat Desa Sumberanyar karena adanya kebutuhan mendesak, kebutuhan untuk pendidikan sekolah anaknya, kekurangan modal untuk usaha dan gadai menjadi solusi utama untuk mendapatkan uang dengan mudah dan cepat. Tujuan dari penelitian ini yaitu
untuk mengetahui sistem pelaksanaan praktik gadai sawah di Desa Sumberanyar dan untuk mengetahui pelaksanaan praktik gadai sawah di Desa Sumberanyar dalam perspektif ekonomi syariah. Metode pengumpulan datanya dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis datanya yaitu melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaanya pihak
penggadai (rahin) ada yang melalui perantara untuk mencari pihak penerima gadai dan ada yang tanpa melalui perantara, jika sudah menemukan pihak yang mau menerima gadai, maka pihak penggadai langsung mendatangi rumahnya untuk meminjam uang guna untuk memenuhi semua kebutuhannya dengan jaminan tanah sawahnya. Dan waktu untuk melunasi hutangnya sesuai dengan perjanjian, apabila hutang tersebut tidak dapat dilunasi maka akan membuat perjanjian yang baru dan tanah sawah tersebut tetap dikelola oleh penerima gadai sampai hutangnya lunas. Pelaksanaan gadai sawahnya masih dijalankan secara tradisional dan informal tanpa pengawasan lembaga resmi serta minim pemahaman terhadap prinsip-prinsip ekonomi syariah. Masyarakat cenderung menjadikan gadai sebagai solusi cepat atas masalah keuangan jangka pendek,
namun tanpa memahami risiko ketimpangan yang terjadi, terutama bagi pihak penggadai (rahin). Ketidakseimbangan posisi tawar antara rahin dan murtahin, serta pengambilan manfaat sawah oleh murtahin tanpa kejelasan akad atau bagi
hasil, mencerminkan praktik yang tidak sesuai dengan prinsip keadilan dalam Islam. Hal ini diperparah dengan rendahnya literasi ekonomi syariah sehingga membuka peluang terjadinya praktik yang mendekati unsur riba.
ABSTRACT
Muhammad Hendra Aji Lesmana. NIM. 2110921024. Implementation of Rice Field Pawning Practices in the Perspective of Sharia Economics in Sumberanyar Village, Maesan District, Bondowoso Regency in 2025. Thesis, Sharia Economics Study Program, Faculty of Islamic Studies, Muhammadiyah University of Jember. Supervisors: (I) Muhammad Syafi’i, M.E.I, (II) Istikomah S. H. I. M. S. I.
Keywords: Implementation of Practice, Pawn, Sharia Economy
The practice of pawning rice fields carried out by the people of Sumberanyar Village is due to urgent needs, the need for their children's school education, lack of capital for business and pawning becomes the main solution to get money easily and quickly. The purpose of this study is to determine the implementation system of the practice of pawning rice fields in Sumberanyar Village and to determine the implementation of the practice of pawning rice fields in
Sumberanyar Village from a sharia economic perspective. The data collection method is carried out through observation, interviews, and documentation. While the data analysis is through data collection, data reduction, data presentation,
drawing conclusions and verification. The results of the study show that in its implementation, some pawners (rahin) go through intermediaries to find pawn recipients and some do not go through intermediaries, if they have found a party
willing to accept the pawn, then the pawner directly comes to their house to borrow money to meet all their needs with their rice field as collateral. And the time to pay off the debt is in accordance with the agreement. If the debt cannot be paid off, a new agreement will be made and the rice field will continue to be managed by the pawnee until the debt is paid off. Pawning of rice fields is still carried out traditionally and informally without supervision from official institutions and with minimal understanding of sharia economic principles. People tend to use pawning as a quick solution to short-term financial problems, but without understanding the risks of inequality that occur, especially for the pawnbroker (rahin). The imbalance in the bargaining position between the rahin and the murtahin, as well as the murtahin taking advantage of the rice fields without clear contracts or profit sharing, reflect practices that are not in accordance with the principles of justice in Islam. This is exacerbated by the low level of sharia economic literacy, which opens up opportunities for practices that approach elements of usury
IMPLEMENTASI PIJAT OKSITOSIN PADA IBU POST PARTUM PRIMIPARA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN MENYUSUI TIDAK EFEKTIF DI RUANG DAHLIA RSD dr. SOEBANDI JEMBER
Latar Belakang: Menyusui tidak efektif merupakan masalah keperawatan yang sering dialami ibu pascapersalinan, ditandai dengan kesulitan pengeluaran ASI, tangisan bayi saat menyusu, dan kecemasan ibu. Salah satu faktor yang memengaruhi ketidaklancaran pengeluaran ASI adalah rendahnya sekresi hormon oksitosin akibat kelelahan dan stres. Pijat oksitosin merupakan intervensi non-farmakologis yang dapat merangsang pelepasan hormon oksitosin untuk meningkatkan kelancaran menyusui.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi pijat oksitosin dalam mengatasi masalah keperawatan menyusui tidak efektif pada ibu post partum primipara di Ruang Dahlia RSD dr. Soebandi Jember.
Metode: Desain penelitian menggunakan pendekatan deskriptif studi kasus yang dilaksanakan di Ruang Dahlia RSD dr. Soebandi Jember, Subjek adalah tiga ibu post partum spontan primipara dengan masalah menyusui tidak efektif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Intervensi pijat oksitosin diberikan selama tiga hari berturut-turut sesuai SOP. Data dianalisis secara deskriptif tekstural.
Hasil: Seluruh klien menunjukkan keluhan ASI tidak keluar, bayi menangis saat menyusu, dan kecemasan terhadap proses menyusui. Setelah implementasi pijat oksitosin, ketiganya mengalami peningkatan produksi dan pengeluaran ASI, penurunan nyeri dan pembengkakan payudara, serta peningkatan kenyamanan dan kepercayaan diri dalam menyusui. Evaluasi menunjukkan bahwa indikator keperawatan "Status Menyusui Membaik (L.03029)" telah tercapai pada seluruh klien.
Diskusi: Pijat oksitosin terbukti efektif dalam mengatasi hambatan fisiologis dan psikologis menyusui tidak efektif. Intervensi ini merangsang refleks let-down melalui peningkatan hormon oksitosin, sekaligus memberikan efek relaksasi pada ibu. Temuan ini sejalan dengan berbagai studi yang menunjukkan pijat oksitosin sebagai intervensi yang sederhana, aman, dan berbasis bukti dalam mendukung keberhasilan menyusui dini