Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
Implementasi Pasal 37 Huruf h Tugas Badan Permusyawatan Desa dalam pemilihan kepala desa antar waktu berdasarkan peraturan daerah kabupaten Bondowoso nomor 02 tahun 2020 Tentang Badan Permusyawatan Desa
Abstract
This study examines the implementation of Article 37 letter h of the Bondowoso
Regency Regional Regulation Number 2 of 2020 concerning the duties of the Village
Consultative Body (BPD) in holding special village deliberations for the Election of
the Interim Village Head (PAW). The background of this research departs from the
gap between the normative framework that requires inclusive, democratic, and
representative participation and the empirical reality that often shows the dominance
of local elites and the lack of community involvement at large. The purpose of this
study is to analyze the extent to which BPD's duties in PAW are carried out
effectively in accordance with regulatory provisions, as well as to identify obstacles
faced in their implementation. This study uses a normative juridical method
combined with historical and conceptual approaches. The normative approach is
carried out through the study of relevant laws and regulations, a historical approach
tracing the development of PAW governance, and a conceptual approach examining
academic views and participatory democratic theory. The findings of a case study in
Pelalangan Village, Cermee District, show that although procedurally the
implementation of PAW has been in accordance with applicable regulations, it still
substantially does not meet the principle of fair representation. Village deliberative
forums are dominated by certain community leaders, while women's groups, youth,
marginalized communities, and the general public are less involved. The causative
factors include low public legal literacy, the absence of clear technical guidelines
regarding the composition of representation, and the lack of public information
disclosure. This study concludes that the implementation of PAW requires regulatory
reform, the preparation of technical guidelines for inclusive participation, and
sustainable community empowerment to ensure democratic legitimacy.
Strengthening structural and cultural aspects is the key to realizing a fair,
participatory, and reflective PAW that reflects the aspirations of the entire
community
Hubungan Self esteem Dengan Perilaku Asertif Pada Siswa Di SMAN Arjasa Jember
Remaja sebagai individu yang sedang berada pada tahap perkembangan identitas sangat membutuhkan kemampuan asertif agar dapat beradaptasi secara positif di lingkungan sosialnya. Self esteem diprediksi dapat meningkatkan perilaku asertif pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self esteem dengan perilaku asertif pada siswa SMA Arjasa Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Instrumen yang digunakan adalah skala self esteem dan skala perilaku asertif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 270 siswa yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Berdasarkan hasil uji korelasi pearson product moment, diketahui bahwa tidak ada hubungan antara self esteem dengan perilaku asertif pada siswa dengan nilai koefisien sebesar -0.070 dengan signifikasi 0.252 (p < 0.05). Hal ini bermakna bahwa hipotesis H0 dalam penelitian ini diterima dan H1 ditolak. Hasil dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwa jeis kelamin juga dapat mempengaruhi perilaku asertif siswa. Hasil yang didapat yaitu perilaku asertif dengan nilai dengan persentase 55.6% adalah perempuan, begitu juga dengan self esteem yang tinggi adalah perempuan dengan persentase 55%
EVALUASI TINGKAT KESUBURAN TANAH PADA DUA SISTEM BUDIDAYA DI KAWASAN PERTANIAN, DESA NGADISARI, KECAMATAN SUKAPURA, KABUPATEN PROBOLINGGO
Penelitian ini bertujuan untuk menyebarkan status kesuburan tanah di lahan pertanian Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, mengingat kekurangan data terbaru mengenai kesuburan tanah di wilayah tersebut. Penurunan kesuburan tanah dapat mempengaruhi produktivitas pertanian, sehingga penambahan unsur hara melalui pemupukan menjadi penting.Penelitian dil-aksanakan pada Desember 2024 hingga Februari 2025 dengan pengambilan sampel tanah menggunakan teknik purposive sampling di delapan titik. Pengambilan sampel dilakukan pada kedalaman lapisan olah dengan metode grid sampling, diulang tiga kali di setiap titik. Analisis sifat tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah, Universitas Muhammadiyah Jember. Hasil menun-jukkan bahwa sistem budidaya polikultur memiliki rata-rata kadar udara, nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) yang lebih tinggi dibandingkan sistem monokultur. Namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam kandungan bahan organik dan tingkat kesuburan tanah antara kedua sistem budi-daya. Temuan ini memberikan wawasan bagi konservasi kesuburan tanah yang lebih baik dan berkelanjutan, serta rekomendasi untuk melakukan praktik budidaya yang dapat meningkatkan hasil pertanian di Desa Ngadisari. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan untuk kajian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas pertanian.
Kata kunci: Kesuburan tanah, Monokultur, Polikultu
HUBUNGAN TUGAS KESEHATAN KELUARGA DENGAN MANAJEMEN DIRI PADA KLIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS MAESAN KABUPATEN BONDOWOSO
Latar belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan kerja insulin. Pengelolaan diabetes sangat membutuhkan manajemen diri yang baik, seperti pengaturan diet, aktivitas fisik, kepatuhan terapi, dan pemantauan kadar gula darah. Namun, keberhasilan manajemen diri klien juga dipengaruhi oleh dukungan dan peran keluarga dalam melaksanakan tugas kesehatan keluarga. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tugas kesehatan keluarga dengan manajemen diri pada klien diabetes melitus di Puskesmas Maesan Kabupaten Bondowoso. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian sebanyak 367 klien diabetes melitus, dengan sampel 193 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Instrumen penelitian berupa kuesioner tugas kesehatan keluarga (20 item) dan kuesioner manajemen diri (35 item) yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tugas kesehatan keluarga dan manajemen diri dalam kategori baik. Hasil uji Spearman’s Rho menunjukkan nilai p = 0,000; r = 0,938, yang berarti terdapat hubungan positif dengan kekuatan korelasi sangat kuat antara tugas kesehatan keluarga dan manajemen diri klien diabetes melitus. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara tugas kesehatan keluarga dengan manajemen diri pada klien diabetes melitus. Semakin baik pelaksanaan tugas kesehatan keluarga, semakin baik pula manajemen diri klien. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya optimalisasi peran keluarga dalam mendukung keberhasilan manajemen diri penderita diabetes melitus.
Kata Kunci: tugas kesehatan keluarga, manajemen diri, diabetes melitu
PENGARUH PERSEPSI BRAND IMAGE PADA KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SKINCARE MELALUI E-COMMERCE OLEH MAHASISWA PEREMPUAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi brand image terhadap keputusan pembelian produk skincare melalui e-commerce. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh pesatnya perkembangan industri perawatan kulit di kalangan mahasiswa perempuan, yang didukung oleh kemudahan akses melalui platform e-commerce. Kehadiran beragam pilihan produk di pasar daring menjadikan persepsi konsumen terhadap citra merek sebagai faktor krusial yang dapat memengaruhi keputusan pembelian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatif. Sampel penelitian diambil dari 223 mahasiswa perempuan, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur persepsi brand image dan keputusan pembelian. Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dan positif antara persepsi brand image terhadap keputusan pembelian, dibuktikan dengan nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,000 (< 0,05). Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,111 menunjukkan bahwa 11,1% variasi keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh persepsi brand image, sedangkan sisanya sebesar 88,9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini. Hasil uji reliabilitas skala keputusan pembelian item 22 valid dengan nilai Croonbach’s Alpha sebesar 0,843. Sedangkan pada hasil reliabiltas brand image dengan item 8 mendapat nilai Croonbach’s Alpha sebesar 0,589
Pengaruh Family Functioning Terhadap Tingkat Loneliness Pada Tingkat Mahasiswa Dengan Keluarga Broken Home
Loneliness merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan perasaan kesepian, keterasingan, dan tidak terpenuhinya kebutuhan akan hubungan emosional yang hangat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Family Functioning terhadap tingkat Loneliness pada mahasiswa yang berasal
dari keluarga Broken Home . Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian berjumlah 150 mahasiswa dari berbagai fakultas yang memenuhi kriteria berasal dari keluarga Broken Home .
Alat ukur yang digunakan adalah Skala Family Functioning berdasarkan model McMaster dan Skala Loneliness dari UCLA. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara Family Functioning terhadap Loneliness (p
< 0,05) dengan nilai R² sebesar 0,123. Artinya, Family Functioning mampu menjelaskan 12,3% variasi Loneliness, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun fungsi
keluarga dinilai masih berjalan secara struktural, mahasiswa tetap dapat mengalami kesepian apabila kebutuhan akan kelekatan dan dukungan emosional tidak terpenuhi. Oleh karena itu, aspek emosional dalam keluarga memiliki peran
penting dalam mengurangi rasa kesepian pada mahasiswa dari keluarga Broken Home.
Pengaruh Self Efficacy Terhadap Work Readiness Siswa SMK jurusan Agribisnis di Jember
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-efficacy terhadap work readiness pada
siswa SMK jurusan agribisnis di Kabupaten Jember. Latar belakang penelitian ini adalah masih
tingginya angka pengangguran lulusan SMK, termasuk di bidang agribisnis, yang
menunjukkan adanya kesenjangan antara kompetensi siswa dengan kebutuhan dunia kerja.
Self-efficacy dipahami sebagai keyakinan individu terhadap kemampuan diri, sedangkan work
readiness merupakan kesiapan mental, keterampilan, dan sikap yang diperlukan siswa untuk
memasuki dunia kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi
linier sederhana. Populasi penelitian berjumlah 120 siswa kelas XII SMK jurusan
agribisnis/pertanian, dengan sampel 90 siswa yang dipilih melalui teknik simple random
sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala self-efficacy (Arista, 2020) dengan 14 item
valid (α = 0,771) dan skala work readiness (Caballero, 2011) dengan 45 item valid (α = 0,960).
Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan self-efficacy terhadap work
readiness (F = 18,9; p < 0,001). Koefisien korelasi (R) sebesar 0,420 menunjukkan hubungan
positif sedang, sedangkan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,177 berarti self-efficacy
memberikan kontribusi 17,7% terhadap work readiness. Temuan ini menunjukkan bahwa
semakin tinggi self-efficacy siswa, semakin tinggi pula kesiapan kerja mereka. Oleh karena itu,
sekolah diharapkan dapat meningkatkan self-efficacy siswa melalui program pelatihan,
bimbingan karier, dan pengalaman praktik kerja
PENGARUH KOMITMEN ORGANISASIONAL, BUDAYA ORGANISASI DAN ETOS KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI BANK BTN SYARIAH KCS JEMBER
Penelitian ini mengkaji pengaruh komitmen organisasional, budaya organisasi, dan etos kerja terhadap kinerja karyawan di Bank BTN Syariah KCS Jember. Penelitian ini dilatar belakangi oleh perbedaan pola kerja antar karyawan, dimana sebagian dari mereka masih mengandalkan bantuan rekan kerja untuk menyelesaikan tanggung jawab pribadi. Peningkatan signifikan volume pekerjaan akibat program strategis daerah tidak diimbangi dengan penambahan jumlah pegawai, sehingga beban kerja menjadi tinggi dan berlapis. Kondisi ini menunjukkan kurangnya internalisasi nilai-nilai kerja profesional dalam budaya organisasi. Metode yang digunakan penelitian adalah kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada seluruh karyawan Bank BTN Syariah KCS Jember yaitu 40 karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) komitmen organisasional (X1) thitung > ttabel dan nilai signifikansi ttabel dan nilai signifikansi ttabel dan nilai signifikansi < 0,05 artinya variabel etos kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini berarti bahwa 88,6 % perubahan variabel yang diamati dapat dijelaskan oleh variabel lomitmen organisasional, budaya organisasi, dan etos kerja, sedangkan sisanya 12% dijelaskan oleh variabel lain di luar model
PENGARUH KEPEMIMPINAN INKLUSIF DAN PERILAKU KERJA INOVATIF TEHADAP KINERJA GURU DI WILAYAH TIMUR KABUPATEN JEMBER MELALUI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH SEBAGAI INTERVENING
Pendidikan dipandang sebagai suatu aspek yang mempunyai peran penting dalam
mempersiapkan dan membentuk generasi muda dimasa mendatang. Dengan melalui
pendidikan, suatu bangsa dapat menjadi bangsa yang tangguh, berkarakter, mandiri serta
berdaya saing. Penelitian ini bertujuan unutk menganakisis pengaruh kepemimpinan inklusif
dan perilaku kerja inovatif tehadap kinerja guru melalui manajemen berbasis sekolah sebagai
intervening. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan verifikatif dengan
menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode deskriptif dan verifikatif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif . Teknik
pengambilan sampel yang diambil adalah dengan metode cluster sampling dan jumlah sampel
ditentukan sebanyak 216 responden. Analisis Structural Equation Modelling (SEM). Hasil
penelitian menyatakan bahwa kepemimpinan inklusif dan perilaku kerja inovatif berpengaruh
positif dan signifikan terhadap manajemen berbasis sekolah di SD Wilayah Timur Kabupaten
Jember; kepemimpinan inklusif berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja
guru di SD Wilayah Timur Kabupaten Jember; perilaku kerja inovatif berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kinerja guru di SD Wilayah Timur Kabupaten Jember; Manajemen berbasis
sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru di SD Wilayah Timur
Kabupaten Jember; serta kepemimpinan inklusif dan perilaku kerja inovatif berpengaruh positif
dan signifikan terhadap kinerja guru dengan intervening manajemen berbasis sekolah di SD
Wilayah Timur Kabupaten Jember
Klasifikasi Citra Penyakit Daun Pepaya dengan Ensemble Learning
Penyakit daun pepaya, seperti Papaya Ringspot Virus dan Begomovirus, berdampak signifikan terhadap produksi dan kualitas pepaya. Identifikasi manual sering kali tidak efektif dikarenakan adanya kemiripan gejala secara visual. Pada penelitian ini diusulkan sebuah sistem untuk mengklasifikasikan penyakit daun pepaya menggunakan Convolutional Neural Network (CNN) dengan metode ensemble learning yang bertujuan meningkatkan akurasi dan memberikan prediksi yang akurat dan stabil pada data baru yang belum pernah dilihat saat training. Tiga arsitektur CNN, yaitu VGG16, ResNet-34 dan MobileNetV2 dilatih secara individual dengan hyperparameter optimization menggunakan grid search. Setelah pelatihan model individual, ketiga model tersebut digabungkan (ensemble) dengan metode soft voting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model individual terbaik adalah MobileNetV2, meraih 98% pada semua metrik accuracy, precision, recall dan f1-score, namun model dengan performa paling optimal diraih oleh model ensemble. Model ensemble meraih accuracy 99%, precision 98%, recall 99%, dan f1-score 99%, menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan ketiga model individu yang telah dilatih dan model ResNet-152v2 pada penelitian oleh Nasution dkk., (2025)