Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
PENGARUH KEPEMIMPINAN INOVATIF DAN BUDAYA KERJA MELALUI MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING TERHADAP KINERJA PEGAWAI (STUDI GURU SMP NEGERI DI WILAYAH UTARA KABUPATEN JEMBER)
Keberhasilan sistem pendidikan nasional dilihat dari kinerja guru.
Kinerja guru pada dasarnya merupakan kinerja atau unjuk kerja yang dilakukan
oleh guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik. Sumber daya manusia
guru akan sangat menentukan pada kualitas hasil pendidikan, karena guru
merupakan pihak yang paling banyak bersentuhan langsung dengan siswa dalam
proses pendidikan atau pembelajaran di lembaga pendidikan sekolah. Tujuan
penelitian untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan inovatif dan budaya kerja
melalui motivasi kerja sebagai variabel intervening terhadap kinerja pegawai pada
guru SMP Negeri di wilayah utara Kabupaten Jember. Jumlah sampel penelitian
ini adalah 194 responden dengan menggunakan teknik proportional stratified
random sampling. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian yang
menggunakan metode kuantitatif dengan dengan pendekatan deskriptif
(correlational research study). Teknis analisis yang digunakan dalam penelitian
ini adalah Structural Equation Model (SEM) dengan menggunakan WarpPLS 8.0.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) kepemimpinan inovatif tidak
berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja, (2) budaya kerja berpengaruh
signifikan terhadap motivasi kerja, (3) motivasi kerja berpengaruh secara
signifikan terhadap kinerja pegawai (guru), (4) kepemimpinan inovatif tidak
berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (guru), (5) budaya kerja
berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (guru), (6) kepemimpinan
inovatif tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (guru) melalui
motivasi kerja, dan (7) budaya kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja
pegawai (guru) melalui motivasi kerja
Pengaruh Penerapan Terapi Relaksasi Benson Terhadap Tingkat Kecemasan Lansia di PSTW Jember
Kecemasan merupakan salah satu kesehatan jiwa yang paling sering muncul pada
lansia. Lansia lebih rentan mengalami kecemasan akibat kehilangan atau penurunan
harga diri, berkurangnya aktifitas dan stimulasi, kehilangan kerabat, kehilangan
kemandirian fisik dan penyakit kronis. Penatalaksanaan terapi cemas dapat
menggunakan terapi nonfarmakologi yaitu menggunakan terapi relaksasi benson.
Terapi relaksasi benson merupakan salah satu intervensi non farmakologi yang
dapat diberikan untuk mengatasi kecemasan yang menggabungkan relaksasi
dengan melibatkan faktor keyakinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh penerapan terapi relaksasi benson terhadap tingkat kecemasan lansia di
PSTW Jember. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pra experimental
design tipe one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah lansia di PSTW
Jember yang tercatat 140 lansia dengan besar sampling 52 responden. Teknik
sampling simple random sampling, besar sampling di hitung dengan rumus slovin.
Instrumen penelitian menggunakan SOP dan skala ordinal. Dari hasil uji wilcoxon
didapat nilai signifikan p value 0,000 atau α< 0,05, dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa ada pengaruh penerapan terapi relaksasai benson terhadap
tingkat kecemasan lansia. Lansia yang sedang mengalami cemas diharapkan dapat
mempertimbangkan teknik relaksasi benson ini sebagai salah satu metode alternatif
untuk menurunkan tingkat kecemasan karena dapat diterapkan secara mandiri dan
mudah
Hubungan Motivasi dengan Kepatuhan Perawat dalam Pendokumentasian Early Warning Score System di Rawat Inap RSUD Dr.Soebandi Jember
Latar Belakang: Salah satu sistem deteksi dini yang dapat dilakukan di rumah sakit untuk mendeteksi perburukan pasien yaitu dengan menggunakan Early Warning Score System (EWSS). Keberhasilan Early Warning Score System dalam menurunkan angka kejadian henti jantung dipengaruhi oleh kepatuhan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan dalam pendokumentasian Early Warning Score System adalah motivasi. Motivasi inilah yang mendukung perawat sehingga dapat melakukan tindakan pendokumentasian Early Warning Score System sesuai dengan prosedur yang sudah diajarkan. Metode: Desain penelitian ini adalah desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 133 responden. Analisis data yang digunakan yaitu uji statistik Spearman Rank. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa motivasi perawat di ruang rawat inap memiliki motivasi yang tinggi dalam pendokumentasian Early Warning Score System sebanyak 85 responden (63,9%), dan tingkat kepatuhan perawat di ruang rawat inap memiliki tingkat kepatuhan mayoritas patuh sebanyak 130 responden (97,7%). Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji Spearman Rank menunjukkan nilai p value = 0,020. Simpulan: Maka dapat disimpulkan H1 diterima, yang berarti terdapat hubungan antara motivasi dengan kepatuhan perawat dalam pendokumentasian Early Warning Score System di rawat inap RSUD dr. Soebandi Jember. Optimalisasi dalam pendokumentasian EWSS dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan, diskusi, serta melakukan monitoring dan evaluasi
Hubungan Dukungan Keluarga Dan Mekanisme Koping Dalam Menghadapi Kejadian Bullying di SMP Negeri 10 Jember
Pendahuluan: Kasus bullying banyak terjadi di lingkungan sekolah terutama pada masa remaja. Dukungan keluarga terutama orang tua dapat mempengaruhi jati diri seorang anak yang dapat meningkatkan kemampuannya dalam beradaptasi terhadap suatu masalah yang dapat meningkatkan mekanisme koping pada remaja. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan mekanisme koping remaja dalam mengahadapi kejadian bullying di SMP Negeri 10 Jember. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan Cross Sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan mekanisme koping remaja dalam menghadapi kejadian bullying di SMP Negeri 10 Jember. Sampel: Sampel pada penelitian ini adalah siswa-siswi SMP Negeri 10 Jember dengan jumlah 226 responden yang diperoleh dengan teknik random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga memberikan dukungan tinggi 147 responden dan remaja memiliki mekanisme koping adaptif yaitu 154 responden. Uji statistic yang digunakan adalah spearman rho. Berdasarkan hasil uji statistic di dapatkan nilai p value = 0,001 < 0,05. Kesimpulan: ada hubungan dukungan keluarga dan mekanisme koping remaja dalam menghadapi kejadian bullying di SMP Negeri 10 Jember semakin tinggi dukungan keluarga maka semakin adaptif mekanisme koping remaja dalam menghadapi kejadian bullying
HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN KEBERHASILAN MENYUSUI PADA IBU 40 HARI PERTAMA POST PARTUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAYANG
Menyusui pada 40 hari pertama post partum merupakan proses yang tidak mudah, karena ibu akan menghadapi berbagai permasalahan, salah satunya self efficacy. Self efficacy yang tinggi pada ibu akan mempengaruhi proses menyusuinya.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan keberhasilan menyusui pada ibu 40 hari pertama post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Mayang. Desain penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan crosssectional dengan jumlah sampel 49 reponden yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah spearman rho dengan α = 0,05. Hasil yang didapatkan responden sebanyak 41 orang (83,7%) memliliki self efficacy dalam kategori tinggi dan sebanyak 39 orang (79,6%) berada dalam kategori berhasil menyusui 40 hari pertama post partum. Hasil uji statistik didapatkan hasil p value (0,001) sehingga H1 diterima, yang berarti terdapat hubungan self efficacy dengan keberhasilan menyusui pada ibu 40 hari pertama post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Mayang dengan angka koofisien korelasi sebesar r = (0,454) yang berarti termasuk hubungan moderat, dengan hubungan kedua variabel bersifat positif. Diharapkan dengan self efficacy yang tinggi akan meningkatkan keberhasilan dalam menyusui 40 hari pertama post partum
PENGARUH KNOWLEDGE MANAGEMENT DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KINERJA PEGAWAI ADMINISTRASI MELALUI KOMPETENSI SEBAGAI VARIABEL MEDIASI STUDI PADA RSD dr. SOEBANDI JEMBER
Suatu organisasi pemerintahan harus dapat mengoptimalkan sumber daya manusia
yang ada. Pencapaian kinerja pegawainya berpengaruh pada baik buruknya
kesuksesan dan kinerja organisasinya secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh knowledge management dan pengembangan sumber
daya manusia terhadap kinerja pegawai administrasi melalui kompetensi sebagai
variabel mediasi studi pada RSD dr. Soebandi Jember. Penelitian ini menggunakan
jenis penelitian explanatory research. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai
administrasi RSD dr Soebandi. yang berjumlah 123 pegawai. Dalam mengambil
sampelnya menerapkan metode Sampel Jenuh/Metode Sensus, yakni teknik dalam
menentukan sampel dengan seluruh anggota populasinya dipilih menjadi sampel.
Alasan pemakaian metode ini dikarenakan jumlah pegawai administrasi RSD dr
Soebandi. yang berjumlah 123 pegawai. Metode analisis data yang digunakan
dalam penelitian ini yaitu Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan
warpPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi Knowledge
Management akan meningkatkan Kompetensi, semakin tinggi pengembangan
sumber daya manusia akan meningkatkan kompetensi, semakin tinggi knowledge
management akan meningkatkan kinerja pegawai, semakin tinggi pengembangan
sumber daya manusia akan meningkatkan kinerja pegawai, semakin tinggi
kompetensi akan meningkatkan kinerja pegawai, knowledge management
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pegawai administrasi
melalui kompetensi. Pengembangan sumber daya manusia berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kinerja pegawai administrasi melalui kompetensi
PENGARUH KETERLIBATAN ORANG TUA (KELUARGA MADURA) TERHADAP PRESTASI AKADEMIK REMAJA PADA SISWA DI SMPN 1 SUKOWONO
Keterlibatan orang tua orang tua adalah pastisipasi dalam proses kegiatan belajar anaknya yang mencakup pemenuhan kebutuhan sarana prasarana anak dalam belajar, aktifitas belajar anak di sekolah dan di rumah, dan pemberian motivasi kepada anaknya. Sedangkan prestasi belajar adalah penilaian hasil usaha individu yang disajikan dalam bentuk simbol maupun angka yang mencerminkan hasil belajar dalam suatu periode tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh keterlibatan orang tua terhadap prestasi belajar anaknya dengan menggunakan metode kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah siswa SMPN 1 Sukowono. Populasi penelitian sebanyak 322 siswa dengan jumlah sampel 191 siswa. Teknik sampel yang digunakan adalah stratified random sampling. Skala yang digunakan yaitu skala keterlibatan orang tua yang dimodifikasi dari penelitian Ristianti (2015) berdasarkan teori Schunk dan dokumentasi hasil belajar siswa. Hasil uji validitas skala keterlibatan orang tua, nilai validitas yang berkisar diantara -0,6 sampai dengan 0,538, dan nilai Croonbach’s Alpha sebesar 0,824 yang berarti skala keterlibatan orang tua sangat reliabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara variabel keterlibatan orang tua (X) dengan prestasi belajar (Y) (p = 0,00 < 0,05), sebesar 10,7% (r = 0,107). Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak yang berarti bahwa ditemukan pengaruh yang signifikan antara keterlibatan orang tua dan prestasi akademik remaja
Eco-Friendly Magnumcrete Innovation With Rice Husk Ash And Clam Shell Waste For Right Quality Structure Concrete
Penelitian ini membahas tentang proporsi yang tepat untuk menghasilkan beton tepat mutu dengan menjadikan limbah abu sekam padi dan limbah cangkang kerang sebagai pengganti sebagian semen pada beton. Beton merupakan campuran antara agregat halus, agregat kasar, semen dan air. Semen merupakan salah satu material yang berpengaruh terhadap kuat tekan beton, namun ketersedian bahan penyusun semen semakin menipis seiring produksi dan kebutuhan konstruksi. Pada penelitian ini limbah abu sekam padi dan cangkang kerang diberikan perlakuan sebagai pengganti semen. Terdapat 4 variasi yang digunakan yaitu variasi 1 (10% ASP dan 2,5% CK), variasi 2 (12,5% ASP dan 2,5% CK),
variasi 3 (10% ASP, 2,5% CK dan 0,25% Sika VZ), dan variasi 4 (12,5%, 2,5% CK dan 0,25% Sika VZ). ASP sendiri adalah Abu Sekam Padi dan CK adalah Cangkang Kerang. Cetakan yang digunakan adalah silinder diameter 10 cm dan tinggi 15 cm. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh variasi 1 (10% ASP dan 2,5% CK) dapat menghasilkan beton tepat mutu dengan kuat tekan sebesar 35,141 MPa dengan slump yang dihasilkan sebesar 12 cm.
Kata Kunci : Beton tepat mutu, abu sekam padi, cangkang kerang, semen
Hubungan Motivasi dengan Kepatuhan Menjalankan Kemoterapi pada Pasien Kanker Payudara di Rumah Sakit Baladhika Husada Jember
Kemoterapi merupakan alternatif pengobatan yang sering digunakan bagi penderita kanker. Pasien yang menjalani pengobatan kemoterapi dalam jangka panjang cenderung lebih rentan terhadap masalah kepatuhan, karena mereka sering merasa jenuh untuk terus menerus menjalani pengobatan dan akhirnya tidak patuh terhadap pengobatan tersebut. Kepatuhan pasien kanker dalam menjalani kemoterapi berhubungan erat dengan motivasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi dengan kepatuhan kemoterapi pada pasien kanker payudara di Rumah Sakit Baladhika Husada Jember. Desain penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan crosssectional. Populasi penelitian ini 166 pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi dengan sampel 117 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling dengan pendekatan simple random sampling. Instrumen pada penelitian ini berupa kuesioner motivasi dan kepatuhan kemoterapi dengan menggunakan uji statistic Spearman’s Rho. Hasil analisis data menunjukkan bahwa responden yang memiliki motivasi tinggi sebanyak 88% dan patuh terhadap kemoterapi sebanyak 84,6%. Hasil uji statistic Spearman's Rho didapatkan p value=0,000 dan r=0,719 yang artinya motivasi memiliki hubungan dalam kategori kuat dengan kepatuhan kemoterapi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar reponden memiliki motivasi tinggi dalam menjalankan kemoterapi. Penelitian ini menghasilkan korelasi yang kuat antara motivasi dengan kepatuhan kemoterapi, sehingga motivasi yang tinggi pada pasien kanker payudara dapat menentukan tingkat kepatuhan kemoterapi yang dijalani
UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENANGANI KENAKALAN SISWA DI SMP MUHAMMADIYAH 15 AMBULU
Kenakalan siswa merupakan masalah yang sering muncul di lingkungan Pendidikan, media masa akhir-akhir ini menunjukkan kenakalan remaja di Indonesia semakin meningkat dan dapat berdampak negatif pada kualitas pembelajaran serta suasana di sekolah. Guru Pendidikan Agama Islam mempunyai tugas tidak hanya mengajarkan agama kepada siswa tetapi juga membantu mereka dalam pertumbuhan psikologis, sosial, dan moral. Penelitian ini diharapkan memberikan pengetahuan yang berharga tentang peran atau upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kenakalan siswa di SMP. Hasil skripsi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi sebagai bahan yang dapat dimanfaatkan pendidik untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan wawasan dalam menyikapi masalah dan menambah pengetahuan menganalisis masalah-masalah di dunia Pendidikan.. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan mengumpulkan data melalui wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam dan Siswa yang teridentifikasi melakukan pelanggaran. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa peran guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi dan mencegah kenakalan siswa di SMP Muhammadiyah 15 Ambulu sudah berlangsung secara maksimal. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang strategi yang efektif, sekolah dan pendidik dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman, mendukung, dan memfa-silitasi perkembangan positif siswa. Penelitian lebih lanjut dapat memperdalam pemahaman tentang tantangan yang dihadapi guru dalam menghadapi kenakalan siswa dan cara untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam mengatasi masalah ini