Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
KONFLIK SOSIAL PASCA PEMILIHAN KEPALA DESA (PILKADES) DI DESA RANDUAGUNG KECAMATAN RANDUAGUNG KABUPATEN LUMAJANG
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konflik sosial pasca Pemilihan Kepala
Desa (Pilkades) di Desa Randuagung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten
Lumajang. Konflik yang terjadi meliputi berbagai bentuk, seperti money politics,
kerusuhan, pengancaman, dan pencurian hewan ternak. Metode penelitian yang
digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui
wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa konflik pasca-Pilkades disebabkan oleh faktor-faktor seperti ketidakpuasan
terhadap hasil pemilihan, praktik kecurangan, polarisasi politik, serta lemahnya
penegakan hukum. Teori konflik Lewis A. Coser digunakan untuk menganalisis
dinamika konflik, yang mengungkapkan bahwa konflik tersebut bersifat realistis
(berbasis kepentingan politik) dan non-realistis (dipicu oleh emosi dan balas
dendam). Dampak konflik meliputi terganggunya keharmonisan sosial, trauma
psikologis, dan kerugian ekonomi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan
mekanisme pengawasan Pilkades, pendidikan politik berbasis kearifan lokal, serta
pendekatan rekonsiliasi untuk memulihkan hubungan sosial di masyarakat.
Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pemahaman tentang dinamika
konflik politik di tingkat desa dan upaya resolusi konflik yang berkelanjutan
PENGARUH CONTENT MARKETING GRATIS ONGKIR DAN ONLINE CUSTOMER REVIEW TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SKINCARE SOMETHINC PADA MARKETPLACE SHOPEE (STUDI KASUS MAHASISWA KOTA JEMBER)
Seiring dengan adanya perkembangan teknologi dan internet yang berdampak pada perubahan perilaku konsumen salah satunya perilaku pembelian, yaitu berbelanja secara online. Adanya perubahan perilaku pembelian membuat platform marketplace berkembang pesat, salah satu marketplace yang menjadi pilihan konsumen dalam membeli produk adalah Shopee. Faktor-faktor seperti content marketing, gratis ongkir, dan online customer review diyakini dapat mempengaruhi keputusan pembelian secara online. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh content marketing, gratis ongkir, dan online customer review terhadap keputusan pembelian skincare Somethinc pada marketplace Shopee dengan studi kasus mahasiswa Kota Jember. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui kuesioner dengan total sampel 190. Hasil penelitian menunjukkan content marketing berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian(sig.0,001, thitung 4,440> t tabel 1,972), gratis ongkir berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian (sig.0,001, t hitung 4,380> t tabel 1,972), dan online customer review berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian (sig. 0,000, t hitung 3,692> t tabel 1,972). Hasil uji determinasi sebesar 67,6% yang berarti 67,6% perubahan pada variabel keputusan pembelian dapat dijelakan oleh ketiga variabel. Hasil penelitian dapat memberikan kontribusi bagi produk skincare Somethinc dalam menentukan strategi marketing guna meningkatkan penjualan
Pengaruh Pelayanan, Citra Merek, dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian pada Cake Tiga Cahaya Jember.
Penelitian ini merumuskan masalah tentang pengaruh pelayanan, citra merek, dan pemasaran terhadap pilihan pembelian Kue Tiga Cahaya Jember. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menguji pengaruh pelayanan, citra merek, dan pemasaran terhadap pilihan pembelian Kue Tiga Cahaya Jember secara terpisah. Penelitian ini menggunakan teori manajemen pemasaran, teori kualitas pelayanan, teori citra merek, teori promosi ruangan, dan teori kepuasan pelanggan. Penelitian ini dilakukan terhadap pelanggan Kue Tiga Cahaya Jember. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Penelitian ini bersifat eksplanatori. Instrumen analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda, dengan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 20.00. Hasil uji t menunjukkan bahwa pelayanan (0,013), citra merek (0,008), dan promosi (0,000) secara signifikan berpengaruh terhadap pilihan pembelian.
Kata Kunci: pelayanan, citra merek, promosi, dan keputusan pembelia
PENGARUH KULIT KOPI SEBAGAI SUBSTRAT TAMBAHAN UNTUK PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) SEBAGAI SUMBER BELAJAR BERUPA ATLAS
Jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur yang banyak dibudidayakan di Indonesia karena dapat tumbuh dalam berbagai macam substrat. Adapun media tanam yang sering digunakan yaitu seperti serbuk gergaji dan sekam padi dengan campuran bahan lainnya seperti dolomit, bekatul, gips, dan air. Kulit kopi merupakan bagian terluar dari buah kopi yang seringkali dibuang begitu saja atau digunakan secara terbatas sebagai pakan ternak dan pupuk organik yang memiliki potensi sebagai sumber nutrisi bagi budidaya jamur tiram. Proses dan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai kajian sumber belajar biologi berupa Atlas untuk kelas XII SMA/MA pada materi Inovasi Bioteknologi.
Permasalahan yang muncul dalam latar belakang ini yaitu (1) Bagaimana pengaruh kulit kopi sebagai substrat tambahan dapat mempengaruhi pertumbuhan jamur tiram (Pleurotus ostreatus)? (2) Bagaimana pengaruh kulit kopi sebagai
substrat tambahan dapat mempengaruhi produksi jamur tiram (Pleurotus ostreatus)? (3) Bagaimana validitas hasil penelitian berupa atlas? Tujuan penelitian ini adalah (1)
Mengetahui pengaruh kulit kopi sebagai substrat tambahan terhadap pertumbhan jamur tiram (Pleurotus ostreatus). (2) Mengetahui pengaruh kulit kopi sebagai substrat tambahan terhadap produksi jamur tiram (Pleurotus ostreatus). (3) Mengatahui validitas hasil penelitian berupa atlas.
Jenis penelitian ini yaitu penelitian eksperimen murni dengan metode kuantitatif dan dilanjutkan ke penelitian pengembangan produk. Rancangan pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Analisis data
menggunakan Uji Normalitas, Uji Homogenitas, Uji One-Way Anova dan dilajutkan dengan Uji Tukey. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-April 2025 yang dilaksanakan di Desa Sukoreno, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa penambahan kulit kopi sebagai substrat tambahan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan miselium jamur tiram (Pleurotus ostreatus). Perlakuan dengan komposisi kulit kopi 80% + media tanam 20% (P4) menunjukkan pertumbuhan miselium yang paling optimal dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Namun, pada parameter berat basah jamur tiram, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar perlakuan, yang kemungkinan disebabkan oleh adanya kompensasi antara jumlah tudung dan ukuran tudung jamur. Meskipun demikian, perlakuan P4 tetap memberikan hasil terbaik pada jumlah tudung dan diameter tudung yang terbentuk
ANALYSIS OF CODE MIXING PHENOMENA DURING STUDENTS' SPEAKING PRACTICE AN EFL CLA
This study investigates the phenomenon of code mixing in English as a Foreign Language (EFL) classrooms at Universitas Muhammadiyah Jember. It focuses on identifying the types of code mixing used by students, the contexts in which they use it, and the reasons behind its usage. Adopting a qualitative descriptive approach, data were collected through classroom observations and semi-structured interviews with students participating in speaking practice.
The results indicate that students frequently employ code mixing during presentations and informal conversations to facilitate communication and reduce anxiety. The analysis identified four primary types of code mixing: word insertion, phrase insertion, hybrid forms, and clause mixing. These strategies help students express themselves more clearly, especially when encountering vocabulary limitations.
The study concludes that code mixing plays a supportive role in EFL learning by enhancing students’ confidence and improving understanding between peers and instructors. These findings directly address the research questions and emphasize the pedagogical value of code mixing in developing students’ speaking skills
IMPLEMENTASI PASAL 9 AYAT (1) BERDASARKAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN LUMAJANG NOMOR 10 TAHUN 2016 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH TERKAIT PENANGANAN SAMPAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Pasal 9 Ayat (1) Peraturan Daerah Kabupaten Lumajang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Sampah, khususnya terkait penanganan sampah di Kecamatan Tempeh. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya timbulan sampah yang tidak sebanding dengan kapasitas pengelolaan oleh Dinas Lingkungan Hidup. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis empiris dan pendekatan konseptual, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara kepada Dinas Lingkungan Hidup, petugas TPS/TPA, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pengelolaan sampah belum optimal, dengan hanya 75 ton dari total 200 ton sampah per hari yang dapat ditangani. Faktor utama penghambat adalah keterbatasan armada pengangkut, sarana prasarana, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah. Selain itu, hanya satu dari empat TPA yang berfungsi maksimal, yaitu TPA Lempeni. Hal ini menyebabkan penumpukan sampah berlebihan yang berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Simpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan fasilitas, edukasi masyarakat, dan sistem insentif-disinsentif guna mendukung efektivitas pengelolaan sampah berbasis regulasi daerah
IMPLEMENTASI KOMPRES HANGAT PADA PASIEN TYPHOID DENGAN GEJALA HIPERTERMIA DI RS TK.III BALADHIKA HUSADA JEMBER
Typhoid merupakan infeksi saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi dan ditandai dengan demam yang berkepanjangan. Salah satu gejala utama yang sering muncul adalah hipertermia. Hipertermia terjadi akibat respon inflamasi tubuh terhadap infeksi yang memicu peningkatan suhu tubuh. Intervensi non-farmakologis seperti kompres hangat dinilai efektif dalam membantu menurunkan suhu tubuh pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kompres hangat pada pasien typhoid dengan gejala hipertermia di RS TK.III Baladhika Husada Jember. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan subjek seorang pasien dewasa yang mengalami hipertermia akibat typhoid. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik selama tiga hari berturut-turut. Intervensi berupa pemberian kompres hangat di area aksila dan dahi dilakukan selama 15 menit, sebanyak satu kali per hari, dengan mempertimbangkan waktu kerja puncak antipiretik, yaitu diberikan 6 jam setelah konsumsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah pemberian kompres hangat, terjadi penurunan suhu tubuh pasien dengan rata rata penurunan 0,6°C secara bertahap dalam tiga hari. Selain itu, terdapat perbaikan kondisi umum atau gejala lain seperti kenyamanan meningkat, gelisah dan lemas menurun. Hasil ini menguatkan bahwa mekanisme kerja kompres hangat merangsang vasodilatasi dan meningkatkan evaporasi sehingga membantu pelepasan panas tubuh. Temuan ini sejalan dengan teori termogulasi tubuh serta mendukung bahwa kompres hangat merupakan metode efektif dan aman sebagai terapi pendamping farmakologis pada pasien typhoid dengan hipertermia
Desain Rancang Bangun dan Analisis Aerodinamik Bodi Kendaraan Mobil Listrik 2KW dengan Metode Computational Fluid Dinamics (CFD)
Seiring berkembangnya zaman teknologi otomotif menjadi salah satu produk andalan didunia pada saat ini, terutama pada kendaraaan roda 4 salah satunya mobil listrik sebagai penggerak utama. Banyak cara bisa ditempuh untuk dapat mewujudkan hal tersebut seperti menurunkan beban kendaraan. Tujuan dari penelitan ini adalah mencari nilai koefisien drag, koefisien lift, dan tampilan kontur, velocity vektor dan pathilne yang melintasi bodi kendaraan mobil listrik 2KW. Metode yang dilakukan adalah dengan menggunakan pendekatan simulasi numerik dengan metode elemen hingga. Dalam penelitian ini dilakukan simulasi bodi standar serta modifikasi kendaraan mobil listrik 2KW menggnakan Sofware Ansys 2022 R2. Setelah dilakukan simulasi mendapat nilai aliran fluida dapat dilhat nilai koefisien drag bodi standar dengan kecepatan 5,56 m/s adalah 0,4610, kecepatan 8,33 m/s adalah 0,4408, kecepatan 11.11m/s adalah 0,3738. Nilai koefisien lift pada kecepatan aliran fluida 5,56 m/s adalah 0,3738, kecepatan 8,33 m/s adalah 0,3746, kecepatan 11,11 m/s adalah 0,3766 dan maksimum velocity fluida pada kecepatan 5,56 m/s adalah 9,4106, kecepatan 8,33 m/s adalah 14,2886, kecepatan 11,11 m/s adalah 19,206 hasil minimumnya adalah o m/s. Tekanan maksimum pada kecepatan 5,56 m/s adalah 23,0059 Pa, kecepatan 8,33 m/s adalah 51,5166 Pa, kecepatan 11.11 m/s adalah 91,5642 Pa. Sedangkan pada bodi modifikasi menghasilkan nilai koefisien drag dengan kecepatan 5,56 m/s adalah 0,3820, kecepatan 8,33 m/s adalah 0,3841, kecepatan 11,11 adalah 0,3820. Nilai koefisien lift pada kecepatan 5,56 m/s adalah -0,3343, kecepatan 8,33 m/s adalah -0,3372, kecepatan 11,11 m/s adalah -0,3393 dan maksimum fvelocity fluida pada kecepatan 5,56 m/s adalah 8.5309, kecepatan 8,33 m/s adalah 12,8015, kecepatan 11,11 m/s adalah 17,172 hasil minimumnya adalah 0 m/s. Tekanan maksimum pada kecepatan 5,56 m/s adalah 21,126 Pa, kecepatan 8,33 m/s adalah 47,2228 Pa, kecepatan 11.11 m/s adalah 83.9571 Pa. Berdasarkan hasil simulasi nilai koefisien drag, koefisien lift, maksimum velocity dan tekanan maksimal bodi modifikasi lebih kecil dibandingkan bodi standar. Dapat di simpulkan bodi modifikasi lebih baik.
Kata kunci: Aerodinamik; Koefisien drag; Koefisien lift; Koefisien pressure; Velocit
STUDI PERKUATAN DINDING BATA MERAH DENGAN TEKNOLOGI FERROCEMENT YANG TAHAN TERHADAP GEMPA MENENGAH
Indonesia merupakan negara yang rawan gempa karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik. Salah satu permasalahan utama dalam konstruksi bangunan tahan gempa adalah ketidakpedulian terhadap elemen non-struktural seperti dinding bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas teknologi ferosemen dalam memperkuat dinding bata merah agar lebih tahan terhadap gempa dengan intensitas menengah. Metode penelitian ini meliputi pengujian kuat geser pada lima sampel penelitian, yaitu dinding bata merah tanpa perkuatan dan dinding dengan wiremesh berdiameter 1 mm serta 1,5 mm dengan variasi posisi paku tegak lurus dan diagonal. Pengujian dilakukan dengan metode uji geser diagonal untuk menentukan kapasitas gaya geser serta pola retak yang terjadi pada dinding bata merah yang diperkuat dengan ferosemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ferosemen dengan wiremesh meningkatkan kapasitas geser dinding bata merah dibandingkan dengan dinding tanpa penguatan. Dinding dengan wiremesh 1,5 mm dan posisi paku tegak lurus menunjukkan kinerja terbaik dengan daya tahan geser maksimum sebesar 12 ton. Pola retak yang terbentuk juga lebih terkendali pada dinding dengan perkuatan dibandingkan dengan dinding tanpa perkuatan. Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa teknologi ferosemen dapat menjadi alternatif efektif dalam meningkatkan ketahanan dinding bata merah terhadap gempa menengah
Tanggung Jawab Pemerintah Daerah Lumajang dalam Merekontruksi Ketentuan Batas Hak Milik Tanah Pasca Bencana Alam
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggung jawab Pemerintah Daerah Lumajang dalam merekontruksi ketentuan batas hak milik tanah pasca bencana alam, khususnya akibat erupsi Gunung Semeru, guna menjamin kepastian hukum bagi masyarakat terdampak dan mencegah timbulnya konflik pertanahan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Daerah Lumajang memiliki peran strategis dalam proses rekonstruksi batas tanah, antara lain melalui inventarisasi ulang bidang tanah, pemetaan dan pengukuran ulang, validasi data kepemilikan, serta fasilitasi relokasi warga terdampak ke lokasi hunian yang baru. Pemerintah daerah juga dituntut untuk mengintegrasikan kebijakan pertanahan dengan rencana tata ruang wilayah agar sejalan dengan prinsip mitigasi risiko bencana dan pembangunan berkelanjutan. Tantangan utama yang dihadapi mencakup hilangnya dokumen pertanahan, kerusakan fisik wilayah, perubahan struktur pemanfaatan lahan, dan keterbatasan kapasitas teknis di tingkat lokal. Oleh karena itu, tanggung jawab pemerintah daerah perlu dijalankan secara kolaboratif melalui koordinasi lintas sektor, penyusunan regulasi teknis yang adaptif, serta pelibatan aktif masyarakat. Hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip otonomi daerah, perlindungan hak konstitusional warga negara, kepastian hukum, dan keberlanjutan pengelolaan tata ruang pasca bencana