Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
Pengaruh Tingkat Kepuasan Wisatawan terhadap Fasilitas Umum Wisata Grand Pathek, Bumdes Desa Gelung, Kabupaten Situbondo Tahun (2024)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan wisatawan terhadap fasilitas umum di destinasi wisata Grand Pathek, Kabupaten Situbondo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan dan kualitas fasilitas umum seperti toilet, area parkir, musala, tempat sampah, serta sarana pendukung lainnya, memiliki pengaruh signifikan terhadap kenyamanan dan kepuasan pengunjung. Namun, beberapa fasilitas masih belum memenuhi ekspektasi, terutama dalam aspek kebersihan, ketersediaan, dan perawatan. Faktor-faktor seperti kebersihan lingkungan, kemudahan akses, keamanan, dan pelayanan petugas terbukti menjadi determinan utama dalam membentuk kepuasan wisatawan. Kurangnya fasilitas berdampak negatif terhadap kenyamanan dan potensi kunjungan ulang, serta dapat merusak citra Grand Pathek sebagai destinasi wisata unggulan. Oleh karena itu, peningkatan kualitas dan kuantitas fasilitas umum perlu menjadi prioritas pengelola wisata, dalam hal ini BUMDes Grand Pathek. Rekomendasi yang diajukan mencakup pemeliharaan rutin fasilitas, pembangunan fasilitas baru yang inklusif, kolaborasi dengan sektor swasta dan komunitas lokal, serta penguatan peran masyarakat dalam pengelolaan wisata. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan yang memperhatikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Kata Kunci: Kepuasan wisatawan, fasilitas umum, Grand Pathek, BUMDes, pariwisata berkelanjutan
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI LARUTAN NaOH DAN WAKTU FERMENTASI TERHADAP PEMBUATAN BIOETANOL DARI SERBUK TONGKOL JAGUNG
Krisis energi global dan kecenderungan penggunaan bahan bakar fosil yang
tidak berkelanjutan mendorong pencarian alternatif energi terbarukan, salah
satunya bioetanol. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh variasi konsentrasi
larutan NaOH dan waktu fermentasi terhadap produksi bioetanol dari serbuk
tongkol jagung. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan tahapan
delignifikasi menggunakan larutan NaOH (5%, 10%, dan 15%), hidrolisis asam
dengan H2SO4 1 N, fermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae selama 72,
96, dan 120 jam, serta distilasi untuk memperoleh produk bioetanol yang
dimurnikan. Pengujian dilakukan untuk mengukur kadar glukosa sebagai hasil
hidrolisis, rendemen bioetanol, kadar bioetanol, dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi NaOH berbanding lurus dengan
peningkatan kadar glukosa (dari 4% hingga 19%), dan waktu fermentasi yang lebih
lama secara signifikan meningkatkan rendemen serta kualitas bioetanol. Kondisi
optimum dicapai dengan penggunaan larutan NaOH 15% dan fermentasi selama
120 jam, yang menghasilkan kadar bioetanol sebesar 80%, rendemen 17%, dan nilai
kalor tertinggi sebesar 1560,37 Cal/gram. Temuan ini menegaskan potensi tongkol
jagung sebagai bahan baku bioetanol yang efisien dan ramah lingkungan
Penerapan Metode Torefaksi dalam Pembuatan Biopelet Sekam Padi dengan Penambahan Zeolit Alam
Penelitian ini mengevaluasi pengaruh variasi massa zeolit alam dan ukuran partikel sekam padi terhadap nilai kalor dan laju pembakaran biopelet yang diproduksi melalui proses torefaksi. Biopelet dibuat dari sekam padi berukuran 60 mesh dan 80 mesh, dengan penambahan zeolit alam berukuran 100 mesh pada variasi konsentrasi 0%, 5%, 10%, dan 15%, serta menggunakan tepung tapioka sebagai bahan perekat. Proses torefaksi dilaksanakan pada suhu 200°C selama 60 menit dalam kondisi oksigen terbatas. Pengujian nilai kalor dilakukan menggunakan alat bomb kalorimeter, sedangkan laju pembakaran ditentukan berdasarkan waktu habis terbakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel berukuran 60 mesh dengan penambahan 5% zeolit menghasilkan nilai kalor tertinggi sebesar 4517,14 Kal/g. Adapun laju pembakaran tercepat tercatat pada sampel berukuran 80 mesh dengan penambahan 10% zeolit, yaitu 411 detik. Penambahan zeolit dalam jumlah yang moderat mampu meningkatkan efisiensi pembakaran, sementara penggunaan zeolit berlebih cenderung menurunkan nilai kalor akibat meningkatnya kadar abu. Dengan demikian, penelitian ini membuktikan bahwa kombinasi ukuran partikel sekam dan kadar zeolit yang tepat dapat meningkatkan mutu biopelet sekam padi sebagai sumber energi terbarukan.
Kata Kunci : Biopelet, Sekam Padi, Torefaksi, Nilai Kalor, Laju Pembakaran, Zeolit Ala
Pengaruh Locus Of Control, Motivasi Kerja dan Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan CV.Multi Bangunan Jember
Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh locus of control, motivasi kerja, dan kompensasi terhadap kinerja karyawan CV Multi Bangunan Jember. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh locus of control, motivasi kerja, dan kompensasi terhadap kinerja karyawan secara parsial. Teori yang dipakai pada penelitian ini adalah teori manajemen sumber daya manusia, locus of control, motivasi kerja, kompensasi dan kinerja karyawan. Penelitian dilakukan pada karyawan CV Multi Bangunan Jember. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode sensus dengan sampel 140 orang responden. Adapun sifat dari penelitian adalah penjelasan (explanatory). Alat uji yang digunakan adalah regresi linier berganda, dengan perangkat lunak SPSS versi 20.00. Hasil uji Locus Of Control mempunyai nilai signifikansi hitung sebesar 0,004 dan lebih kecil dari 0,05 dan t hitung (2,936) > t tabel (1,6602) yang berarti bahwa hipotesis Locus Of Control mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan diterima. Hal ini juga menunjukkan bahwa Locus Of Control mempengaruhi kinerja karyawan yang berarti semakin baik Locus Of Control akan berdampak pada semakin baiknya kinerja karyawan. Hasil uji motivasi kerja mempunyai nilai signifikansi sebesar 0,001 dan lebih kecil dari 0,05 dan t hitung (3,473) > t tabel (1,6602) yang berarti bahwa hipotesis motivasi kerja mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan diterima. Hal ini juga menunjukkan bahwa motivasi kerja mempengaruhi kinerja karyawan yang berarti semakin baik motivasi kerja akan berdampak pada semakin baiknya kinerja karyawan. Hasil uji kompensasi mempunyai nilai signifikansi sebesar 0,000 dan lebih kecil dari 0,05 dan t hitung (5,302) > t tabel (1,6602) yang berarti bahwa hipotesis kompensasi mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan diterima. Hal ini juga menunjukkan bahwa kompensasi mempengaruhi kinerja karyawan yang berarti semakin baik kompensasi akan berdampak pada semakin baiknya kinerja karyawan. Kata Kunci: locus of control, motivasi kerja, kompensasi dan kinerja karyawa
Efektivitas Pekerjaan Beton Precast dan Konvensional pada Pekerjaan Struktur Bangunan 2 Lantai (Studi Kasus Pembangunan Ruang Kelas MTSN 2 Jember)
Metode beton konvensional yang dikerjakan langsung di lokasi konstruksi masih banyak digunakan oleh pelaku konstruksi. Namun, metode ini memiliki keterbatasan, seperti waktu pengerjaan yang lebih lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi biaya (material, upah tenaga kerja, dan peralatan) serta efektivitas waktu antara metode konstruksi beton Precast dan konvensional, sekaligus menganalisis perbedaan keduanya secara statistik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan perhitungan biaya dan durasi pada kedua metode. Hasil menunjukkan bahwa biaya material beton Precast lebih efisien 41,95% dan biaya upah tenaga kerja lebih efisien 52,63% dibandingkan metode konvensional. Namun, dari sisi peralatan, beton konvensional lebih efisien 91,89%. Durasi pengerjaan metode Precast memerlukan 32 hari, sedangkan metode konvensional membutuhkan 55 hari, sehingga metode Precast lebih efektif secara waktu dengan selisih 23 hari (41,82%). Meski total biaya metode konvensional lebih efisien 11,70%, metode Precast unggul dari sisi waktu. Hasil uji statistik non-parametrik wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua metode dalam aspek biaya material, tenaga kerja, dan peralatan.
Kata Kunci: Efektivitas; Efisiensi; Konvensional; Precast; Wilcoxo
GAMBARAN TINDAKAN FOTOTERAPI PADA BAYI DENGAN HIPERBILIRUBIN DI RUANG PERINATOLOGI RSUD dr. H. KOESNADI BONDOWOSO
Latar Belakang: Hiperbilirubinemia neonatal ditandai dengan ikterus pada kulit dan sklera akibat penumpukan bilirubin >10 mg%. Fototerapi efektif mengubah bilirubin menjadi bentuk yang mudah dikeluarkan. Perawat berperan penting dalam efektivitas terapi, seperti pemantauan suhu, kadar bilirubin, pemberian ASI, dan perlindungan mata serta genitalia Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan studi kasus pada bayi usia 8 hari. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, studi dokumen, dan pengkajian. Pelaksanaan pada 26– 28 Juni 2025. Hasil: Bayi Ny. H mengalami ikterus derajat Kramer 3, kadar bilirubin total 17,79 mg/dL (direk 1,33 mg/dL, indirek 16,46 mg/dL), bayi tampak lemah dan kesadaran menurun. Fototerapi dilakukan selama 2 × 24 jam menggunakan Phototherapy Bilisphere 360 LED (panjang gelombang 430–490 nm, intensitas 35 µW/cm²/nm). Bayi dalam inkubator tanpa pakaian (hanya popok dan pelindung mata), posisi dirotasi tiap 2 jam, ASI diberikan teratur. Suhu tubuh dipantau tiap 2 jam, sempat naik sesaat lalu normal kembali. Setelah fototerapi, kadar bilirubin total menurun menjadi 2,96 mg/dL (direk 1,55 mg/dL, indirek 1,41 mg/dL), derajat ikterus turun ke Kramer 1, responsivitas dan aktivitas meningkat. Kesimpulan: Fototerapi dapat menurunkan kadar bilirubin dan derajat ikterus pada hiperbilirubinemia neonatal. Peran aktif perawat dalam pelaksanaan, pemantauan, dan dukungan nutrisi berkontribusi besar terhadap keberhasilan terapi dan pencegahan komplikasi.
Kata Kunci: Hiperbilirubinemia Neonatal, Fototerapi, Bilirubin, Ikterus, Perawatan Bay
Hubungan Screen Time Dengan Pola Makan Pada Anak Usia Sekolah Di SDN Mrawan 02
Abstrak
Selama beberapa dekade terakhir, waktu yang dihabiskan anak-anak
menggunakan perangkat elektronik telah meningkat secara signifikan.
Kebiasaan menonton screen time dan perilaku makan yang tidak sehat sangat
umum terjadi pada anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
menganalisis hubungan screen time dengan pola makan pada anak usia sekolah.
Penelitian ini menggunakan design cross sectional. Populasi pada penelitian ini
adalah anak usia sekolah dengan melibatkan sebanyak 114 partisipan. Partisipan
dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi.
Data diambil menggunakan kuesioner yang dilaporkan oleh orang tua. Data
dianalisis menggunakan uji chi square dan odd ratio. Hasil penelitian
menunjukan anak usia sekolah sebagian besar sebagian besar menggunkan
screen time tidak wajar (55,3%), dan memilik pola makan tidak baik (52,6%).
Bukti empiris menunjukkan adanya hubungan antara screen time dengan pola
makan pada anak usia sekolah. Anak usia sekolah yang menggunakan screen
time secara tidak wajar 4,30 kali memiliki pola makan yang tidak baik
dibandingkan dengan anak yang menggunakan screen time secara wajar (p-
value: <0,001; OR:4,30). Adanya hubungan antara screen time dengan pola
makan memberikan dasar dalam mengendalikan praktik yang tidak sesuai pada
penggunaan screen time sehingga berdampak pada kebiasaan makan yang tidak
tepat
Kata kunci : Screen Time, Pola Makan, Anak Usia Sekolah
Daftar Pustaka : 54 (2020-2024
Asuhan Keperawatan Jiwa pada Klien Isolasi Sosial dengan Peningkatan Kemampuan Interaksi terhadap Sesama Anggota Keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Sukorambi Kabupaten Jember
Pendahuluan : Gangguan jiwa adalah gambaran kondisi dimana seseorang mengalami respons maladaptif terhadap stressor, baik dari dalam maupun luar dirinya. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil kemampuan interaksi terhadap sesama anggota keluarga. Metode : Desain dari penelitian ini adalah studi kasus pada ketiga klien yang mengalami isolasi sosial di Wilayah Kerja Puskesmas Sukorambi. Peneliti menggunakan tiga klien gangguan jiwa dengan isolasi sosial sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan analisis data. Hasil : Analisis intervensi terapi strategi pelaksanaan pada Ny. M, Ny. N, Ny.U, memberikan peningkatan yang signifikan pada kemampuan interaksi berkenalan, menyapa, bertanya, mengungkapkan perasaan dan memulai pembicaraan terhadap sesama anggota keluarga. Kesimpulan : Setelah dilakukan peningkatan kemampuan interaksi pada ketiga klien maka klien mampu menunjukkan kemampuan dalam berinteraksi
Pengaruh Pengetahuan Kewirausahaan, Motivasi Berwirausaha, dan Kreativitas Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember
Minat mahasiswa dalam berwirausaha sangat penting untuk menghasilkan generasi muda yang kreatif dan mandiri. Meskipun demikian, tingkat minat tersebut masih tergolong rendah, yang sering kali disebabkan oleh kurangnya dana, rasa takut gagal, dan waktu yang dibutuhkan untuk meluncurkan dan mengoperasikan perusahaan sangatlah singkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana minat berwirausaha mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Jember dipengaruhi oleh pengetahuan, motivasi, dan kreativitas kewirausahaan mereka. Dengan menyebarkan kuesioner, penelitian ini menggunakan teknik pendekatan kuantitatif. Prosedur pengambilan sampel purposif dan pengambilan sampel acak berstrata proporsional digunakan untuk memilih 200 responden sebagai sampel dari total populasi sebanyak 8.362 mahasiswa. Regresi linier berganda digunakan untuk memeriksa data setelah asumsi klasik diuji. Menurut hasil penelitian, minat mahasiswa dalam berwirausaha di Universitas Muhammadiyah Jember dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh tiga variabel independen yaitu pengetahuan kewirausahaan, motivasi kewirausahaan, dan kreativitas
PENERAPAN KOMPRES HANGAT SEBAGAI PENATALAKSANAAN HIPERTERMIA PADA ANAK DENGAN DEMAM TYPHOID DI RUMAH SAKIT BALADHIKA HUSADA (DKT) JEMBER
Demam typhoid masih menjadi masalah kesehatan yang umum terjadi terutama pada anak-anak dan ditandai dengan gejala hipertermia akibat respon inflamasi tubuh terhadap infeksi bakteri Salmonella typhi. Penatalaksanaan hipertermia umumnya menggunakan antipiretik namun intervensi non-farmakologis seperti kompres hangat dinilai efektif dalam membantu menurunkan suhu tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan kompres hangat sebagai penatalaksanaan hipertermia pada anak dengan demam typhoid. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan subjek satu anak laki-laki usia 8 tahun yang dirawat di RS Baladhika Husada Jember dengan diagnosis demam typhoid dan mengalami hipertermia. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik selama tiga hari berturut-turut. Intervensi yang diberikan berupa kompres hangat di area aksila dan dahi menggunakan hot water bag bersuhu 32–34°C selama ±10 menit tiga kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan suhu tubuh pasien sebelum intervensi tercatat 38,4°C. Setelah pemberian kompres hangat, terjadi penurunan suhu tubuh secara bertahap menjadi 37,5°C pada hari pertama, 37,0°C pada hari kedua dan mencapai suhu normal 36,5°C pada hari ketiga. Tanda-tanda lain seperti kulit memerah, pucat, dan akral hangat juga menunjukkan perbaikan klinis. Kompres hangat efektif sebagai intervensi non-farmakologis dalam penatalaksanaan hipertermia pada anak dengan demam typhoid. Mekanisme kerja kompres hangat membantu vasodilatasi dan meningkatkan evaporasi, sehingga mendukung proses termoregulasi tubuh. Temuan ini sejalan dengan teori dan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa kompres hangat dapat menurunkan suhu tubuh secara fisiologis dan aman