Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
Exploring Oral Personalized Feedback Affects the Impovement of English-Speaking Proficiency (TABS)
This study delves into the crucial role of oral personalized feedback in
enhancing spoken English proficiency. It explores the profound
connection between individualized feedback and the journey towards
mastering English as a spoken language. This research highlights the
multifaceted benefits of personalized feedback, not only offering visible
benefits but also highlighting aspects that may often be overlooked. In
doing so, this article aims to provide a holistic perspective on the
complex relationship between oral personalized feedback and spoken
language proficiency. The researcher used classroom observation and
student rhetorical analysis methods. Classroom observations reveal that
the teacher actively engaged students in honing their speaking abilities
through a structured approach involving two distinct speaking
performances. In the first performance, the teacher offers personalized
feedback to each student, intending to foster improvements in their
speaking skills for the subsequent week's performance. In the study, it
was found that this personalized feedback was able to improve several
aspects of speaking skills, including refining pronunciation, and aiding
students in speaking more fluently
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL MELALUI APLIKASI CANVA PADA MATERI BANGUN RUANG PADA JENJANG SMP
Penelitian ini dilakukan untuk memberikan motivasi dan meningkatkan pemahaman
pembelajaran dengan penggunaan media ajar audio visual yang dirancang melalui
aplikasi canva untuk materi bangun ruang. Peneliti ini mengimplementasikan media
ajar audio visual melalui canva pada kelas VII diharapkan para siswa mendapatkan
pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Metodologi yang digunakan
adalah deskriptif kualitatif dengan subjek kelas VII SMPN 1 Tegalsari sebanyak 32
siswa. Pengambilan data dilakukan melalui berbagai metode dengan angket, tes
pemahaman konsep meliputi pretest dan posttest, wawancara, dan dokumentasi. Hasil
penelitian menunjukkan minat tinggi dalam pembelajaran dengan bantuan media
audio visual melalui aplikasi canva. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil angket respon
siswa serta hasil tes belajar siswa melalui pretest dan posttest. Angket siswa
menunjukkan hasil dalam kategori tinggi dapat dikatakan siswa dapat meningkattkan
motivasi, hasil belajar siswa juga terlihat adanya peningkatan melalui pretest dan
posttest. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat peningkatan motivasi belajar
siswa dan pemahaman siswa melalui penerapan media pembelajaran interaktif
berbentuk audio visual melalui aplikasi canva
Analisis Pengaruh Daya Tarik, Aksesbilitas, Harga, dan Fasilitas Terhadap Kepuasan Wisatawan Pada Pulau Merah Kabupaten Banyuwangi
Pulau Merah merupakan obyek wisata alam berupa pantai yang bertempat pada wilayah
Kabupaten Banyuwangi, tepatnya ada di Kecamatan Pesanggaran. Namun, terdapat
permasalahan tentang kepuasan wisatawan yang perlu diatasi seperti pengelolaan sampah
yang kurang optimal dan dampak negatif dari pengunjung yang membawa makanan sendiri
terhadap pendapatan penyediaan jasa selain itu ancaman terhadap lingkungan akibat
aktivitas penambangan di sekitar lokasi juga menjadi perhatian. Pantai ini merupakan salah
satu dari beberapa destinasi wisata di Banyuwangi. Yang mana wisata ini yang cukup
diminati, karena menawarkan pesona alam yang menarik banyak wisatawan. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh daya tarik, aksesbilitas, harga, dan fasilitas terhadap
kepuasan wisatawan di Pulau Merah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
survei dengan Populasi dalam penelitian ini adalah 150.479 wisatawan pada Pulau Merah
pada tahun 2024 bulan januari sampai november dan cara pengambilan sampel
menggunakan rumus slovin terhadap 100 wisatawan yang mengunjungi Pulau Merah. Data
yang diperoleh dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk mengindentifikasi
hubungan antara variabel independen daya tarik, aksesbilitas, harga, fasilitas dan variabel
independen memilki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan wisatawan. Hasil
dari penelitian ini menunjukan bahwa hipotesis satu variabel Daya tarik berpengaruh poisitif
terhadap kepuasan wisatawan, dan hipotesis dua variabel aksesbilitas berpengaruh poisitif
terhadap kepuasan wisatawan, hipotesis tiga variabel harga berpengaruh poisitif terhadap
kepuasan wisatawan, hipotesis empat variabel fasilitas berpengaruh poisitif terhadap
kepuasan wisatawa
EXPLORING STUDENTS' PERSEPTIONS AND EXPERIENCE OF GOOGLE TRANSLATE TEXT-TO-SPEECH FEATURE IN ENGLISH PRONUNCIATION LEARNING AT SMA 4 JEMBER
Learning, English Language Learning, Qualitative Descriptive Design. This study investigated students' perceptions and experiences regarding the use of Google Translate's Text-to-Speech (TTS) feature for English pronunciation learning among tenth-grade students at SMA Negeri 4 Jember. Utilizing a descriptive qualitative research design, data was collected through semi-structured interviews and observations conducted from February 24 to February 26, 2025. The research aimed to explore students' usage patterns, perceived benefits, and the challenges they encountered, as well as the influence of TTS on their pronunciation confidence.
The findings indicate that students generally hold positive perceptions of Google Translate's TTS feature, viewing it as a useful and accessible tool for independent pronunciation practice. Participants highlighted the ease of use and mobility of the feature, which allowed for repeated listening and practice outside the classroom. These perceptions align with the Technology Acceptance Model (TAM), where perceived usefulness and ease of use significantly influence technology adoption. The TTS feature also served as a mediating artifact, consistent with Vygotsky's Sociocultural Theory, by providing consistent auditory input that students might not otherwise access.
However, the study also revealed significant challenges. Students reported limitations such as the robotic tone and flat intonation of the TTS voice, the inability to adjust playback speed for difficult words, and the absence of phonetic symbols or articulatory explanations. The lack of interactive feedback and real-time correction was also a major drawback, leading to uncertainty about pronunciation accuracy. Despite these limitations, students noted that private practice with TTS reduced anxiety and increased their willingness to speak English. Nevertheless, the persistent need for teacher support and personalized feedback for refining pronunciation, especially for complex features like intonation and stress, underscores that TTS is best utilized as a supplementary tool rather than a standalone replacement for traditional instruction. This research emphasizes the importance of a balanced, pedagogically sound integration of technology into pronunciation instruction, addressing both its strengths and weaknesses within the learning environmen
Implementasi Kompres Hangat Pada Lansia TN.M Dengan Nyeri Kronis Di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jember
Lanjut usia (lansia) merupakan dimana seorang yang mencapai usia lebih dari 60 tahun keatas. Gangguan pada system muskuloskeletal yang ditandai dengan munculnya nyeri sendi dan kekakuan yang mengakibatkan penurunan kemampuan fisiologis atau kualitas hidup lansia. Tujuan dari studi kasus ini untuk menurunkun skala nyeri pada lansia Tn.M melalui implementasi kompres hangat pada lansia Tn.M dengan nyeri kronis di UPT Pelayanan Tresna Werdha Jember. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif dengan bentuk studi kasus mendalam untuk mengesplorasi masalah keperawatan nyeri kronis yang dialami oleh Tn M. Pengumpulan data dilakukan dnegan cara wawancara, observasi, pemerikasaan fisik studi dokumentasi dan pemberian kompres selama 5 menit dalam 1 sesi dan diulang 3 sesi, terapi kompres hangat dilakukan 4 kali sehari selama 2 minggu. Setelah dilakukan tindakan terapi kompres hangat, menunjukkan bahwasanya hasil implementasi kompres hangat skala nyeri yang di alamai oleh Tn.M mengalami penurunan, dimana sebelum diberikan terapi skala nyeri yang dialami 5 dan setelah diberikan terapi kompres hangat skala nyeri yang di alami menurun menjadi skala 3.
Kata kunci : Lansia, nyeri kronis, terapi kompres hanga
PENGARUH PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN, SERTA MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA APARATUR DESA DI DESA PONTANG KECAMATAN AMBULU KABUPATEN JEMBER
Latar Belakang Spesifik: Seiring berkembangnya waktu persaingan antar perusahaan semakin tajam, sehingga sumber daya manusia dituntut untuk terus-menerus mampu mengembangkan diri. Pelatihan, pengembangan dan motivasi berdampak pada kinerja aparatur desa. Aparatur desa masih mengalami kendala dalam memberikan layanan administrasi yang cepat dan tepat kepada masyarakat. Aparatur desa cenderung masih bekerja secara konvensional dan belum memanfaatkan teknologi secara optimal. Fenomena yang terjadi di Desa Pontang Kecamatan Ambulu adalah pada variabel Pelatihan dan pengembangan, Banyak aparatur desa masih kurang mendapatkan pelatihan formal yang relevan dengan tugas dan tanggung jawab mereka. Tujuan: PPenelitian ini menguji kombinasi pengaruh pelatihan dan pengembangan serta motivasi kerja terhadap kinerja aparatur desa di Desa Pontang, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan jenis data kuantitatif. Sampel pada penelitian berjumlah 128 responden. Hasil: Memanfaatkan SPSS untuk analisis data, penelitian ini menemukan bahwa pelatihan tidak berpengaruh terhadap Kinerja Aparatur, dan variabel pengembangan karir, dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja aparatur desa. Kebaruan: Penelitian ini menekankan pada aparatur desa yang memiliki tantangan unik, seperti keterbatasan anggaran, rendahnya akses terhadap pelatihan berkualitas, serta faktor motivasi yang berbeda dengan pekerja di sektor swasta atau pemerintahan pusat
PERAN DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, PERLINDUNGAN ANAK, DAN KELUARGA BERENCANA (DP3AKB) DALAM UPAYA PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI DI TIGA KECAMATAN (KECAMATAN SUKORAMBI, KECAMATAN PAKUSARI, KECAMATAN MAYANG) KABUPATEN JEMBER
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Peran Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Dan Keluarga Berencana (Dp3akb) Dalam Upaya Pencegahan Pernikahan Dini Di Tiga Kecamatan (Kecamatan Sukorambi, Kecamatan Pakusari, Kecamatan Mayang) Kabupaten Jember. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peran DP3AKB dalam mencegah pernikahan dini di Kabupaten Jember. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi non partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa DP3AKB memiliki peran penting sebagai perencana, pelaksana, dan evaluator program-program yang bertujuan untuk edukasi masyarakat tentang dampak neagtif pernikahan dini.
Kata Kunci: Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Keluarga Berencana, pernikahan dini, Kabupaten Jember, Edukasi, Pencegahan
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MAHASISWA DALAM BERKARIR DI PERBANKAN SYARIAH (STUDI KASUS MAHASISWA PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH DI KABUPATEN JEMBER)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat
mahasiswa dalam berkarier di perbankan syariah. Penelitian ini dilakukan terhadap
mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah semester tujuh di Kabupaten Jember,
yang meliputi Universitas Muhammadiyah Jember, Universitas Islam Jember, dan
Universitas Jember. Riset ini menggunakan pendekatan kuantitatif, berbasis studi
kasus dengan model analisis regresi linier berganda. Adapun instrument yang
digunakan adalah kuisoner, dengan jumlh responden 91 mahasiswa dari tiga perguruan
tinggi di kabupaten Jember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial
variabel magang tidak berpengaruh, sedangkan variabel motivasi, dan lingkungan
sosial berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa berkarier di perbankan
syariah. Secara simultan, ketiga variabel tersebut juga berpengaruh signifikan. Temuan
ini menegaskan pentingnya pengalaman magang, dorongan internal, dan dukungan
lingkungan sosial dalam membentuk preferensi karier mahasiswa di sektor perbankan
syariah
Pengaruh Work Life Balance dan Kompensasi terhadap Kinerja Melalui Kepuasan Kerja sebagai Variabel Mediasi (Studi pada Tim Pendamping Keluarga di Dinas Pemberdayaan Perempuan,Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Jember)
Penelitian ini mengkaji pengaruh work-life balance dan kompensasi terhadap kinerja pegawai Tim Pendamping Keluarga Berisiko Stunting (TPK) di Kabupaten Jember, dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Dalam konteks ini, tujuan penelitian adalah untuk menganalisis bagaimana work-life balance dan kompensasi dapat mempengaruhi kinerja pegawai, baik secara langsung maupun melalui kepuasan kerja. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Squares (PLS-SEM) dengan sampel 373 responden diambil dengan teknik proportional stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance dan kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kepuasan kerja. Kepuasan kerja berperan sebagai mediator yang menghubungkan kedua variabel independen dengan kinerja pegawai. Penelitian ini memberikan rekomendasi penting bagi pengelolaan sumber daya manusia, khususnya dalam konteks peningkatan kinerja TPK untuk mendukung percepatan penurunan angka stunting di Indonesia
EKSPLORASI KEMAMPUAN METAKOGNITIF SISWA BERDASARKAN ADVERSITY QUOTIENT
Latar belakang penelitian ini diantaranya adalah karena pentingnya kemampuan metakognitif dalam proses pemecahan masalah matematika terutama dalam merencanakan strategi, memantau proses berpikir, mengevaluasi hasil akhir. Selain itu, terdapat perbedaan respon siswa terhadap tantangan belajar berdasarkan tingkat Adversity Quotient (AQ). Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan metakognitif siswa dalam menyelesaikan masalah Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV) berdasarkan Adversity Quotient (AQ). Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan metakognitif siswa dengan adversity quotient (AQ) tinggi (Climber), sedang (Camper), rendah (Quitter) pada materi PLSV kelas VIII? Terdapat tiga tujuan penelitian yaitu untuk mendeskripsikan kemampuan metakognitif siswa dengan adversity quotient (AQ) tinggi (Climber), sedang (Camper), rendah (Quitter) pada materi PLSV kelas VIII. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek 6 siswa kelas VIII-C di SMP Negeri 1 Puger yang telah diklasifikasikan ke dalam tiga kategori tipe AQ yaitu Climber, Camper, dan Quitter. Data dikumpulkan melalui tes AQ, tes kemampuan metakognitif, wawancara, dan observasi kemudian dianalisis melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta untuk menguji keabsahan datanya menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan AQ Climber memiliki kemampuan metakognitif tinggi, mampu merencanakan langkah-langkah, memantau proses, dan mengevaluasi hasil akhir dengan baik serta memiliki rencana cadangan. Siswa dengan AQ Camper memiliki kemampuan metakognitif sedang, mampu merencanakan langkah-langkah dengan baik namun masih terbatas dalam memantau proses dan mengevaluasi hasil akhir dengan baik serta tidak memiliki rencana cadangan ketika mengalami kesulitan. Siswa dengan AQ Quitter memiliki kemampuan metakognitif rendah, perencanaan kurang jelas, tidak memantau proses, dan tidak mengevaluasi hasil akhir dengan baik serta cenderung mudah menyerah dan bergantung pada bantuan teman. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara tingkat Adversity Quotient (AQ) dengan kemampuan metakognitif siswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Semakin tinggi Adversity Quotient (AQ) siswa, semakin tinggi pula kemampuan metakognitif yang ditunjukkan dalam proses pemecahan masalah