Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGANAN STUNTING DI DESA WRINGIN KECAMATAN WRINGIN KABUPATEN BONDOWOSO
Penelitian ini berjudul tentang Implementasi Kebijakan Penanganan
Stunting di Desa Wringin Kecamatan Wringin Kabupaten Bondowoso.
Penelitian ini dilakukan di Desa Wringin Kecamatan Wringin Kabupaten
Bondowoso, tepatnya di Kantor Desa Wringin dan Puskesmas Desa Wringin.
Alasan penulis mengambil judul Implementasi Kebijakan Penanganan Stunting
di Desa Wringin dan lokasi di Desa Wringin Kecamatan Wringin Kabupaten
Bondowoso ini adalah karena adanya faktor pengetahuan ibu dan kondisi
perekonomian keluarga yang kurang bisa memenuhi dan memahami pentingnya
gizi baik serta nutrisi di masa kehamilan dan balita sehingga menyebabkan
masih terjadinya stunting di Desa Wringin Kecamatan Wringin Kabupaten
Bondowoso. Dalam penelitian didapat bahwa implementasi kebijakan
penanganan stunting diimplementasikan melalui program-program seperti
penyuluhan terkait pernikahan dini, pemerataan peningkatan akses sanitasi air
bersih, dan pemberian makanan tambahan (PMT). Penelitian ini dilakukan
menggunakan metode kualitatif dan teori model implementasi oleh Merilee S.
Grindle dengan indikator isi kebijakan dan lingkungan implementasi. Sehingga
berdasarkan teori oleh Merilee S. Grindle isi kebijakan, kebijakan penanganan
stunting di Desa Wringin menuju kepada ibu hamil, balita, remaja, dan keluarga
miskin. Manfaatnya berupa pemenuhan gizi, peningkatan kualitas SDM pada
pengetahuan mengenai pentingnya gizi. Perubahan yang diharapkan mencakup
perilaku dan pola hidup sehat. Keputusan diambil oleh pemerintah desa, bekerja
sama dengan Puskesmas dan bidan. Sumber daya yang digunakan mencakup
tenaga kesehatan, dana desa, APBD, dan dukungan kelembagaan. Sedangkan
pada sub lingkungan implementasi, hasil penelitian menunjukkan Pemdes dan
Puskesmas Wringin berperan utama dalam penanganan stunting, dengan
kekuasaan, strategi, dan kepentingan yang saling mendukung. Pemdes fokus
pada kebijakan dan infrastruktur, Puskesmas pada pelayanan kesehatan.
Keduanya responsif, dengan bidan aktif mendatangi warga sebagai bentuk
kepatuhan dan kepedulian.
Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Penanganan Stuntin
KINERJA RELAWAN PAJAK DALAM PELAYANAN PEMADANAN NIK TAX CENTER UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER: PERSPEKTIF WAJIB PAJAK
Peraturan terbaru mengenai pemadanan NIK menjadi NPWP telah mewajibkan wajib pajak untuk
menyesuaikan data identitas mereka. Di tengah tuntutan kebijakan ini, Tax Center Universitas
Muhammadiyah Jember berperan melalui program Relawan Pajak yang memberikan layanan
asistensi kepada dosen dan staf. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja relawan pajak
dalam pelayanan pemadanan NIK menjadi NPWP ditinjau dari kualitas pelayanan, kuantitas
pelayanan, dan ketepatan waktu berdasarkan perspektif wajib pajak. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wajib
pajak Universitas Muhammadiyah Jember (dosen dan karyawan) sebanyak 451 orang, dan teknik
pengambilan sampel menggunakan metode sensus. Instrumen pengumpulan data berupa
kuesioner dengan skala Likert dan analisis dilakukan menggunakan metode Structural Equation
Modeling (SEM) dengan bantuan software SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kualitas pelayanan, kuantitas pelayanan, dan ketepatan waktu berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kinerja relawan pajak dalam pelayanan pemadanan NIK. Ketiga variabel tersebut
berkontribusi dalam membentuk persepsi positif wajib pajak terhadap pelayanan yang diberikan
oleh relawan pajak di Tax Center. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kinerja relawan
pajak di Tax Center Universitas Muhammadiyah Jember dinilai cukup baik oleh wajib pajak.
Peningkatan pada kualitas, jumlah layanan, serta ketepatan waktu dapat lebih mengoptimalkan
peran relawan pajak dalam mendukung kebijakan pemadanan NIK menjadi NPWP.
Kata Kunci: Kinerja, Relawan Pajak, Pemadanan NI
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA HIPERTENSI DENGAN INTERVENSI KEPERAWATAN PEMBERIAN JUS SEMANGKA DI DESA PLALANGAN KALISAT JEMBER
Hipertensi atau darah tinggi merupakan suatau keadaan dimana terjadi peningkatan
tekanan darah secara terus menerus sehingga melebihi batas normal. Tekanan darah
yang dikatakan tinggi dimana tekanan sistolik lebih dari 140mmHg dan tekanan
diastolik lebih dari 90 mmHg. Darah tinggi yang diatas normal akan berdampak
pada fisiologis dan psikologis. Dalam keluarga Hipertensi pada usia produktif
diperlukan untuk melakukan pencegahan yang menimbulkan resiko pada
peningkatan tekanan darah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif
dengan penelitian kasus jama’ yang merupakan pendekatan studi kasusyang bersifat asuhan keperawatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa klien dan keluarga mampu kooperatif dalam proses pendidikan kesehatan. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu klien mampu memahami tentang Hipertensi dan menerapkan tehnik non-farmakologis berupa Jus semangka, sehingga tekanan darah mampumendekati angka normal. Rekomendasi dalam peneliti selanjutnya untuk melakukan pendampingan keluarga dan memberikan dukungan kepada anggota keluarga terutama yang mengalami penyakit Hipertensi
ANALISIS PEMASARAN DURIAN(Durio zibenthinus Murr) DI DESA PATEMON KECAMATAN TANGGUL KABUPATEN JEMBER
Durian merupakan salah satu komoditas unggulan yang mempunyai
keunggulan gizi dan prospek pasar yang baik. Tujuan penelitian ini yaitu (1)
Untuk mengetahui saluran pemasaran durian di Desa Patemon Kecamatan
Tanggul Jember; (2) Untuk menghitung margin pemasaran dari masing-masing
saluran pemasaran durian; (3) Untuk menganalisis efisiensi pemasaran dari setiap
pola saluran pemasaran durian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah deskriptif kuantitatif. Penentuan lokasi peneltian dilakukan secara sengaja
(purposive sample) yaitu di Desa Patemon Kecamatan Ajung Kabupaten Jember.
Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan
analisa saluran pemasaran, kemudian dilanjutkan dengan analisis margin
pemasaran dan farmer’s share untuk mengetahui efisiensi saluran pemasaran.
Hasil penelitian menunjukkan; (1) Terdapat tiga pola saluran pemasaran durian
yaitu, saluran pemasaran 0 tingkat, I tingkat, dan II tingkat; (2) Margin pemasaran
pada saluran 0 tingkat sebesar Rp. 0/unit, pada saluran I tingkat sebesar Rp.
14.666/unit; dan saluran pemasaran II tingkat sebesar Rp. 22.666/unit; (3) Saluran
pemasaran yang paling efisien adalah 0 tingkat dengan nilai farmer’s share 100%,
pada saluran I tingkat nilai farmer sharenya adalah 50,2% yang berarti efisien,
dan saluran II tingkat tidak efisien karena nilai farmer’s sharenya sebesar 22,72%.
Kata Kunci: Durian; Saluran Pemasaran; Margin Pemasaran; Farmer’s Share;
Efisiensi Pemasara
ANALISIS INTERVENSI SENAM KAKI DIABETES PADA PASIEN DM DENGAN KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH DI RSU UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan produksi atau kerja insulin. Ketidakstabilan kadar glukosa darah dapat meningkatkan risiko komplikasi serius seperti nefropati, retinopati, dan neuropati. Intervensi nonfarmakologis, seperti senam kaki diabetes, dapat membantu menstabilkan kadar gula darah dengan meningkatkan sirkulasi perifer dan metabolisme glukosa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas intervensi senam kaki diabetes dalam membantu menurunkan dan menstabilkan kadar glukosa darah pada pasien DM dengan ketidakstabilan glukosa darah di RSU Universitas Muhammadiyah Jember. Desain penelitian menggunakan studi kasus deskriptif terhadap tiga pasien dengan diagnosis DM. Intervensi senam kaki diabetes diberikan selama tiga hari berturut-turut, masing-masing selama 30 menit. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi tanda vital, pemeriksaan fisik, serta pengukuran kadar glukosa darah sebelum dan sesudah intervensi. Terdapat penurunan kadar glukosa darah yang signifikan pada ketiga pasien setelah dilakukan intervensi. Gejala klinis seperti lelah, haus berlebihan, dan mukosa kering juga menunjukkan perbaikan. Senam kaki diabetes terbukti memberikan manfaat fisiologis dalam menurunkan kadar glukosa darah melalui peningkatan aktivitas otot dan sirkulasi darah. Intervensi ini direkomendasikan sebagai strategi keperawatan nonfarmakologis yang aman, murah, dan mudah diterapkan bagi pasien DM yang mengalami ketidakstabilan glukosa darah
Hubungan Religiusitas dengan Kualitas Hidup Lansia di Desa Klatakan Kabupaten Situbondo
Pendahuluan Lansia menghadapi berbagai tantangan akibat proses penuaan,
termasuk penurunan kondisi fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi, yang seringkali
menyebabkan kesulitan beradaptasi, stres, kecemasan, dan perasaan kehilangan
makna hidup, berujung pada penurunan kualitas hidup secara menyeluruh.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan religiusitas dengan kualitas
hidup lansia di Desa Klatakan Kabupaten Situbondo. Metode Penelitian ini
menggunakan desain kuantitatif korelasional cross-sectional. Populasi dan sampel
penelitian adalah seluruh lansia di Dusun Krajan, Desa Klatakan, Kabupaten
Situbondo, berjumlah 153 responden, menggunakan teknik multistage random
sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner religiusitas dan kualitas hidup
lansia, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji
Spearman Rho dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil Ditemukan bahwa 94,8%
lansia berada pada kategori tinggi, sedang 2,6%, sangat tinggi 2%, dan rendah 0,7%,
sementara 79,7% memiliki kualitas hidup tinggi, 18,3% sedang, dan 2% sangat
tinggi. Uji Spearman Rho menunjukkan nilai p-value 0,001 (<0,05), menandakan
adanya hubungan. Kesimpulan Terdapat hubungan positif yang sangat signifikan
antara religiusitas dengan kualitas hidup lansia di Desa Klatakan Kabupaten
Situbondo. Peningkatan religiusitas berkorelasi dengan peningkatan kualitas hidup
lansia
Respon pertumbuhan dan hasil tanaman bunga kol ( Brassica oleraceae var. botrytis L.) terhadap konsentrasi PGPR (Plant growth promoting rhizobacteria) dan komposisi media tanam
Figo Mubdi Alif. “RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN
BUNGA KOL (Brassica oleracea var. botrytis L.) TERHADAP
KONSENTRASI PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria ) DAN
KOMPOSISI MEDIA TANAM”. Di bawah bimbingan Ir. Iskandar Umarie,
M.P., selaku dosen pembimbing utama dan Ir. Bejo Suroso, MP., selaku dosen
pembimbing anggota.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui respon pertumbuhan dan
hasil tanaman bunga kol terhadap pemberian beberapa konsentrasi PGPR. (2)
Mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman bunga kol terhadap komposisi
media tanam. (3) Mengetaui interaksi antara konsentrasi PGPR dan komposisi
media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bunga kol. Penelitian
dilaksanakan pada bulan Juli - September 2024, dilakukan di lahan Dusun krajan,
Desa Bukor, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur dengan
ketinggian 500 mdpl. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak
Kelompok Faktorial (RAK) terdapat dua faktor, faktor pertama adalah konsentrasi
PGPR yang terdiri dari 4 taraf : (P0 = 0 ml/L, P1 = 50 ml/L, P2 = 75 ml/L. P3 =
100 ml/L). Faktor kedua yaitu komposisi media tanam yang terdiri dari 3 taraf :
(K0 = Tanpa pupuk kandang kambing, K1 = Pupuk kandang kambing 1 : 1 Tanah,
K2 = Pupuk kandang kambing 1 : 2 Tanah).
Hasil penelitian menunjukkan pemberian konsentrasi PGPR berpengaruh
nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 14, 21, 28 dan 35 hst, Diameter batang
21, 28 dan 35 hst, berat bunga, diameter bunga, berat berangkasan, dan panjang
akar. Pemberian komposisi media tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi
tanaman 21, 28 dan 35 hst, Jumlah daun 21 hst, Diameter batang 14, 21, 28 dan
35 hst, umur berbunga, umur panen, berat bunga, diameter bunga, berat
berangkasan dan panjang akar. Perlakuan interaksi antara konsentrasi PGPR dan
komposisi media tanam berpengaruh terhadap diameter batang 21, 28 dan 35 hst,
berat bunga, diameter bunga, berat berangkasan dan panjang akar. Perlakuan
interaksi P3K1 (PGPR 100 ml/L dan pupuk kandang 1: 1 tanah) merupakan
interaksi terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman bunga kol
STUDI KETEPATAN METODE ANALISA STATIK EKIVALEN TERHADAP ANALISIS STRUKTUR METODE NILAI D PADA STRUKTUR SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN DENGAN PENINJAUAN BEBAN GEMPA MENGGUNAKAN RESPONS SPEKTRA DESAIN SESUAI SNI 1726-2012
Building development in Indonesia, including in Banyuwangi Regency, requires structural planning that ensures earthquake resistance. The equivalent static analysis method is widely used due to its simplicity, particularly for low-rise buildings. However, regulatory changes from PPTIUG 1981 to SNI 1726:2012 have reclassified some structures—previously considered regular—into irregular categories. This shift necessitates a reassessment of the accuracy of using the equivalent static method. This study aims to evaluate the accuracy of the D-Value method on the 3-story hospital building of Al-Huda, focusing on three key parameters: inter-story drift, natural period, and structural stability (P-Δ effect). Calculations were conducted based on existing project data, structural analysis methods, and the requirements outlined in SNI 1726:2012. The analysis results indicate that the structure satisfies the criteria for a Type D structure. The values of inter-story drift, period, and stability remain within acceptable limits according to seismic design standards. Therefore, the use of the D-Value method within the framework of equivalent static analysis is still considered appropriate for this building
KAJIAN STRUKTUR PONDASI TERBANGUN RUMAH SUSUN PONDOK PESANTREN MABADI'UL IHSAN
Struktur pondasi merupakan elemen penting dalam mendukung beban bangunan secara menyeluruh. Penelitian ini membahas kajian struktur pondasi terbangun pada rumah susun Pondok Pesantren Mabadi’ul Ihsan dengan fokus pada analisis kekuatan pile cap menggunakan perangkat lunak SAP2000. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja struktur pondasi eksisting serta memberikan rekomendasi teknis apabila ditemukan ketidaksesuaian desain. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa pada pile cap As D-10 dengan dimensi 1,6 m × 1,6 m dan tebal 0,7 m, terjadi tegangan tarik pada tiang pancang, yang menunjukkan ketidaksesuaian terhadap prinsip perencanaan pondasi, di mana gaya seharusnya berada dalam kondisi tekan. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan rekomendasi peningkatan dimensi pile cap menjadi 2,4 m × 2,4 m dengan mempertahankan tebal 0,7 m. Hasil analisis ulang menunjukkan bahwa tegangan pada tiang pancang berubah menjadi tekan, sesuai dengan prinsip dasar pondasi dalam menahan beban struktur atas. Penelitian ini menekankan pentingnya evaluasi struktur pondasi terbangun, khususnya pada bangunan publik, untuk menjamin keamanan dan stabilitas struktur secara menyeluruh. serta mencegah potensi kegagalan konstruksi di masa mendatang
OPTIMALISASI PRODUKSI DAN VIGOR BENIH TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) MELALUI TEKNIK PEMANGKASAN DAN PEMBERIAN PUPUK MONOAMMONIUM PHOSPHATE (MAP)
Produksi mentimun di Jawa Timur mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir, yang diperkirakan disebabkan oleh penggunaan benih bermutu rendah. Penyediaan benih berkualitas masih tergantung pada produsen benih, sementara penggunaan benih hasil tanam sendiri sering menghasilkan kualitas yang buruk. Untuk meningkatkan produksi, penting untuk memperhatikan teknik budidaya yang tepat. Pemangkasan, baik pada cabang maupun pucuk, dapat meningkatkan jumlah benih yang dihasilkan, sementara pemberian pupuk MAP berperan penting dalam pembentukan bunga, buah, dan vigor benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemangkasan dan pemberian pupuk MAP terhadap produksi dan vigor benih tanaman mentimun.
Penelitian ini merupakan percobaan 2 faktor yang dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 3 ulangan. Faktor pertama pemangkasan (P) yang terdiri dari P0: Tanpa pemangkasan, P1: Pemangkasan cabang pada ruas ke-1 sampai ruas ke-5, P2: Pemangkasan pucuk pada ruas ke-12, dan P3: Pemangkasan cabang pada ruas ke-1 sampai ruas ke-5 dan pemangkasan pucuk pada ruas ke-12. Sedangkan faktor kedua pemberian pupuk MAP (M) yang terdiri dari M0: Tanpa pemberian pupuk MAP, M1: 5 gr/tanaman, M2: 15 gr/tanaman, dan M3: 25 gr/tanaman.
Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pemangkasan berpengaruh sangat nyata terhadap parameter umur berbunga, jumlah buah per tanaman, bobot 100 benih dan berpengaruh nyata terhadap parameter panjang buah per tanaman dan berat buah pertanaman. Pada perlakuan pemberian pupuk MAP berpengaruh sangat nyata terhadap parameter berat buah per tanaman, bobot 100 benih, dan berpengaruh nyata pada parameter umur berbunga dan jumlah buah per tanaman. Sedangkan pada interaksi perlakuan pemangkasan dan pemberian pupuk MAP tidak berpengaruh pada semua parameter