Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN OPTIMISME DENGAN KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PEMULUNG DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) PAKUSARI JEMBER
Pemulung di TPA Pakusari Jember menghadapi kondisi kerja yang penuh tantangan dan risiko, namun pemulung tetap menunjukkan perasaan puas, bersyukur dan keyakinan poitif dalam kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan optimisme dengan kesejahteraan subjektif pemulung di tempat pembuangan akhir Pakusari Jember. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel dalam penelitiann ini adalah 112 pemulung. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling insidental. Alat ukur yang digunakan adalah satisfaction with life scale (SWLS) yang digunakan untuk mengukur aspek kognitif dalam kesejahteraan subjektif; scale of positive and negative experience (SPANE) untuk mengukur aspek afektif dalam kesejahteraan subjektif dan life orientation test-revised (LOT-R) untuk mengukur optimisme. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan optimisme dengan kesejahteraan subjektif pemulung di tempat pembuangan akhir Pakusari Jember. Hubungan yang positif mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat optimisme pemulung maka semakin tinggi kesejahteraan subjektif yang pemulung rasakan. Hasil penelitian ini didukung oleh temuan bahwa mayoritas pemulung di tempat pembuangan akhir Pakusari Jember memiliki tingkat kesejahteraan subjektif tinggi (79,5%) dan tingkat optimisme yang tinggi (58%). Pemulung di tempat pembuangan akhir Pakusari Jember merasa lebih nyaman bekerja memulung sampah dibandingkan pekerjaan informal lain dikarenakan fleksibilitas kerja, penghasilan harian yang lebih stabil, serta tidak ada mandor kerja. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya optimisme sebagai faktor yang berkontribusi pada kesejahteraan subjektif bahkan pada lingkungan kerja yang menantang seperti tempat pembuangan akhir.
Kata kunci: Kesejahteraan subjektif, optimisme, pemulung
PERAN KELEKATAN ORANG TUA TERHADAP HOMESICKNESS PADA SANTRI BARU DI MTS “UNGGULAN” NURUL ISLAM JEMBER
Homesickness merupakan fenomena umum yang dialami santri baru ketika harus beradaptasi dengan kehidupan berasrama di pesantren. Kondisi ini sering ditandai dengan perasaan rindu rumah, kesulitan menjalin relasi sosial, serta gangguan konsentrasi belajar. Salah satu faktor yang diduga berperan
dalam homesickness adalah kelekatan dengan orang tua, yaitu hubungan emosional yang terbentuk antara anak dan orang tua, yang ditandai dengan rasa percaya, komunikasi yang hangat, serta perasaan aman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahu apakah terdapat peran kelekatan orang tua terhadap
homesickness pada santri baru di MTs “UNGGULAN” Nurul islam Jember. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan dua variabel, yakni kelekatan orang tua sebagai variabel independen dan homesickness sebagai variabel dependen. Populasi penelitian mencakup seluruh santri baru MTs, dengan jumlah sampel 152 orang yang ditentukan melalui teknik propotional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala kelekatan orang tua yang disusun oleh Hawa Raoushotul (2023) berdasarkan teori Thurber & Walton, skala homesickness yang disusun oleh Hayatul Nufus (2023) dengan mengacu pada teori Armsden & Greenberg dan telah dimodifikasi. Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa kelekatan orang tua tidak berpengaruh signifikan terhadap homesickness (p = 0,146; p > 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor lain, seperti
kemampuan adaptasi sosial dan dukungan lingkungan pesantren, lebih dominan dalam memengaruhi tingkat homesickness santri baru
NERS
Abstrak
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
Karya Ilmiah Akhir, 2025
Novita Eka Sulistiana, S.Kep
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Post Operasi Fraktur Femur Dengan Diberikan
Teknik Relaksasi Napas Dalam Dan Genggam Jari Terhadap Penurunan Nyeri
X + 86 halaman + 33 Tabel+ 6 Lampiran
ABSTRAK
Latar Belakang: Dampak Setelah dilakukan tindakan pembedahan pada pasien
dengan diagnosa medis fraktur femur yaitu terdapat luka pada tubuh pasien,
menimbulkan nyeri, resiko infeksi, gangguan rasa nyaman. Pada periode pasca
operasi, pasien umumnya akan merasakan nyeri pasca operasi yang parah dalam
waktu 2 jam pasca operasi karena efek obat anestesi mulai hilang, sehingga pada
masa post operasi diperlukan upaya pemenuhan kebutuhan kenyamanan pasien.
Tujuan Penelitian: Tujuan dari karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui dampak
dari pemberian terapi relaksasi napas dalam dan genggam jari dalam mengurangi
nyeri post operasi. Metode: metode karya ilmiah ini adalah studi kasus. Hasil dan
Pembahasan: setelah dilakukan terapi, 3 pasien mengatakan nyeri berkurang.
Setelah dilakukan implementasi selama 3 hari mulai tanggal 24 Februari 2025
sampai dengan tanggal 27 Februari 2025 pada pasien Ny. N dengan menggunakan
teknik relaksasi napas dalam selama 15 menit dengan dikombinasi teknik genggam
jari yang diberikan setelah 15 menit pemberian obat analgesik. Efektifitas dari
farmakologi menjadi lebih kuat dengan diberikan tambahan terapi non farmakologi
sehingga skala nyeri dari awal pengkajian 5-6 (sedang) NRS tutrn menjadi 3-4
NRS. Kesimpulan: Nyeri post operasi berkurang setelah pemberian relaksasi
napas dalam dan terapi genggam jari
Kata kunci Nyeri post op, relaksasi napas dalam, teknik genggam jari
Abstrct
UNIVERSITY OF MUHAMMADIYAH JEMBER
NERS PROFESSIONAL STUDY PROGRAM
FACULTY OF HEALTH SCIENCES
Final Scientific Paper, 2025
Novita Eka Sulistiana, S.Kep
Nursing Care for Post-Femur Fracture Surgery Patients with Deep Breathing
and Finger Holding Relaxation Techniques to Reduce Pain
x + 86Pages + 33tables + 6 appendices
ABSTRACT
Background: The impact of post-surgical procedures on patients diagnosed with femoral fractures
is the presence of wounds on the patient's body, causing pain, risk of infection, and impaired comfort.
In the post-operative period, patients generally experience severe post-operative pain within 2 hours
of surgery as the effects of the anesthetic begin to wear off. Therefore, efforts to meet the patient's
comfort needs are necessary during the post-operative period. Research Objective: The purpose of
this research paper is to determine the impact of deep breathing relaxation therapy and finger
holding techniques on reducing post-operative pain. Method: This research paper uses a case study
method. Results and Discussion: After the therapy, three patients reported reduced pain. After 3
days of implementation, from February 24, 2025, to February 27, 2025, on Mrs. N, using deep
breathing relaxation techniques for 15 minutes combined with finger-holding techniques,
administered 15 minutes after analgesic medication. The effectiveness of pharmacology was
enhanced by the addition of non-pharmacological therapy, resulting in a pain scale of 5-6
(moderate) on the initial assessment scale (NRS) to 3-4. Conclusion: Postoperative pain was
reduced after deep breathing relaxation and finger-holding therapy.
Keywords: Postoperative pain, deep breathing relaxation, finger-holding technique
xi
Evaluasi Usability Website TI Universitas Muhammadiyah Jember menggunakan metode Heuristic Evaluation, System Usability Scale dan Usability Testing
Website merupakan media penting dalam mendukung penyebaran informasi akademik, sehingga diperlukan evaluasi untuk memastikan kualitas pengalaman pengguna. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana hasil evaluasi usability website Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Jember ketika diuji menggunakan beberapa metode evaluasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai tingkat usability website dengan pendekatan Heuristic Evaluation (HE), System Usability Scale (SUS), dan Usability Testing (UT). Metode penelitian dilakukan melalui observasi oleh evaluator ahli serta penyebaran kuesioner kepada 30 responden pengguna. Hasil pengujian SUS menunjukkan skor rata-rata 61,5 yang berada pada kategori Marginal High. Evaluasi HE berhasil mengidentifikasi 12 permasalahan usability, di antaranya ikon yang tidak berfungsi, ketiadaan fitur pencarian, serta informasi yang tidak diperbarui. Pada pengujian UT, skenario pencarian informasi pendaftaran membutuhkan waktu terlama, yaitu 1,43 menit, yang menunjukkan navigasi masih kurang efisien. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa website masih memerlukan peningkatan, khususnya pada aspek navigasi, tampilan visual, dan fungsionalitas. Penelitian ini memberikan rekomendasi konkret sebagai dasar pengembangan website yang lebih baik
TINJAUAN STUDI KASUS:PENGKAJIAN DAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN SYNDROM GERIATRI PADA LANJUT USIA DENGAN GANGGUAN SENSORIS (IMPAIRMENT OF SENSORY)
Gangguan sensorik, sebagai kondisi patologis awal, dapat menyebabkan
keterbatasan fungsional (seperti penurunan kemampuan aktivitas harian), yang
pada gilirannya menyebabkan disabilitas, membatasi kemampuan individu untuk
menjalankan peran sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
pengkajian dan diagnosis keperawatan syndrom geriatri pada lanjut usia dengan
gangguan sensoris. Penelitian ini menggunakan design studi kasus menggunakan
pendekatan proses keperawatan dengan pengkajian berbasis pada ICOPE.
Partisipan dalam studi ini sebanyak tiga orang lanjut usia. Analisis menggunakan
pendekatan kualitatif secara tematik. Hasil pengkajian menunjukkan ketiga klien
mengalami penurunan fungsi intrinsik mencakup penurunan penglihatan,
pendengaran, peraba dan perasa yang berdampak pada cedera dan penurunan
kognisi dan perubahan status mental. Hasil diagnosis yang didapat dari lanjut usia
dengan gangguan sensoris (impairment of sensory) terdapat satu domain masalah
keperawatan yang teridentifikasi terdampak sehingga menimbulkan potensi utama
munculnya diagnosis keperawatan. Domain tersebut yaitu domain keamanan dan
proteksi yang mencakup risiko cidera (D. 0136). Gangguan sensorik pada lanjut
usia bukan merupakan kondisi yang mengancam jiwa, namun, gangguan ini dapat
menyebabkan keterbatasan psikologis, psikososial, dan fungsional dalam mobilitas,
aktivitas kehidupan sehari-hari, dan aktivitas sosia
studi perencanaan struktur overpass pada persimpangan 4 mangli-jember dalam arangka mengatasi kemacetan lalu lintas
Negara Indonesia adalah negara yang menduduki urutan ke-30 yang dijuluki negara
termacet di dunia. Permasalahan tersebut disebabkan pertumbuhan penduduk yang
sangat pesat dan berada di perkotaan. Khususnya pada permasalahan kemacetan
pemerintah harus turun tangan agar pada daerah yang terjadi kemacetan segera teratasi.
Overpass merupakan salah satu penyelesaian masalah kemacetan lalu lintas dan juga
sebagai penunjang kebutuhan masyarakat Indonesia. Sarana transportasi tidak boleh
dipandang rendah, oleh karena itu tujuan dibangunnya Overpass sebagai pendukung
perkembangan ekonomi masyarakat. Tujuan pada penelitian tersebut guna mengatasi
kemacetan lalu lintas yang berada pada simpang 4 Mangli-Jember. Perencanaan
Overpass berfungsi sebagai jalur perlintasn kendaraan bermotor, roda empat atau lebih
dengan dua jalur satu lajur dan dua arah. Pembangunan Overpass memerlukan
perencanaan yang sangat baik dalam bidang rekayasa dan juga menggunakan bahan
material yang kuat, ekonomis, dan mudah digunakan. Metode penelitian yang saya
gunakan adalah yang pertama melakukan survei volume lalu lintas (LHR) pada
persimpangan 4 Mangli dengan menggunakan aplikasi Traffic Counting, yang kedua
melakukan uji tes DCPT pada persimpangan 4 Mangli untuk mendapatkan kekuatan
tanah dasar (CBR), dan yang terakhir melakukan perhitungan pada stabilitas dinding
penahan tanah. Hasil dari penelitian menunjukkan perencanaan pembangunan Overpass
yang efisien dan aman sebagai memfasilitasi lalu lintas yang sangat padat ialah dari tata
letak lokasi pembangunan Overpass dimana memiliki nilai LOS (Level Of Service) 1,61
yang dimana nilai tersebut melebihi kapasitas sehingga pada daerah tersebut layak
direncanakan pembanguna Overpass. Agar dapat menangani beban lalu lintas yang
beragam pada kontruksi Overpass menggunakan beton prategang. Data kontruksi
Overpass memilki bentang 50 m, lebar 8 m, lebar jalur 2 x 2,5m, trotoar 2 x 1m, lebar
pagar beton 2 x 50cm, dan lebar median 1 m. Perencanaan Overpass menggunakan
pondasi tapak yang dimana ukuran lebar atas 0,40 m, Lebar bawah 3,90 m, tinggi
pondasi 1,00 m dan tinggi dinding pondasi 5,20 m
STUDI KASUS NEONATE GASTROINTESTINAL BLEEDING: PENDEKATAN HOLISTIK DALAM KEPERAWATAN ANAK
Bayi baru lahir dengan gastrointestinal bleeding memerlukan pendekatan sinergis dalam merawat. Studi yang mendalam mengenai pola pengkajian dan diagnosis dapat memberikan wawasan baru untuk mengembangkan praktik keperawatan yang lebih responsif dan berbasis bukti. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil pengkajian dan diagnosis keperawatan pada neonatus dengan gastrointestinal bleeding berdasarkan pendekatan holistik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus berbasis proses keperawatan. Partisipan dalam studi ini sebanyak tiga neonatus yang ditentukan dengan purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Data diperoleh melalui proses wawancara, observasi dan studi dokumen. Data dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif secara tematik. Hasil pengkajian menunjukkan keluhan utama berupa hematemesis dan melena dengan onset awal kurang dari 24 jam pasca dilahirkan, memiliki risiko maternal dan abnormalitas profil hematologi dan koagulasi. Teridentifikasi tiga domain utama diagnosis keperawatan yakni (1) nutrisi, (2) hubungan peran, (3) keamanan dan proteksi. Teridentifikasi 3 diagnosis aktual yaitu diskontinuitas pemberian ASI (D.00105); ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh (D.00002); ikterus neonatal (D. 00194). Serta teridentifikasi 4 diagnosis risiko yaitu risiko ketidakstabilan kadar glukosa darah (D.00179); risiko gangguan perlekatan (D.00058); Risiko infeksi (D.00004); Risiko perdarahan (D. 00206). Diagnosis keperawatan sejalan dengan masalah kesehatan yang disebutkan untuk neonatus dengan gastrointestinal bleeding dalam literatur medis dan keperawatan. Terdapat kebutuhan untuk meningkatkan dan memvalidasi item-item yang termasuk dalam taksonomi NANDA Internasional (NANDA-I) guna meningkatkan generalisasi, kemampuan prediktif, dan reliabilitasnya dalam proses inferensi diagnostik
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN SELF EFFICACY PADA PASIEN POST STROKE DI RUMAH SAKIT TINGKAT III BALADHIKA HUSADA JEMBER
Pendahuluan: Pasien post-stroke sering mengalami penurunan
self-efficacy yang dapat menghambat proses rehabilitasi.
Dukungan sosial dipandang sebagai faktor penting yang
berkontribusi terhadap peningkatan self-efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan self-efficacy pada pasien post-stroke di Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember. Metode: Desain penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional.Sampel sebanyak 62 responden dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) dan Stroke SelfEfficacy Questionnaire (SSEQ), serta dianalisis dengan Uji Korelasi Spearman Rank. Hasil: Penelitian menunjukkan dukungan sosial berada pada kategori tinggi dan sedang 48,4%,sedangkan self-efficacy tinggi 72,6% dan sedang 24,2%. korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat antara dukungan sosial dengan self-efficacy pasien post-stroke (r= 0,740; p < 0,01). Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang diterima pasien, maka semakin tinggi pula self-efficacy pasien stroke dalam menjalani proses pemulihan.
Kesimpulan: Terdapat hubungan dukungan sosial dengan selfefficacy pasien post-stroke di Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember. Pasien dengan dukungan sosial dan self-efficacy yang baik cenderung lebih mampu beradaptasi, mandiri, serta konsisten mengikuti program rehabilitasi, mempercepat proses
pemulihan dan meningkatkan kualitas hidup pasien post-stroke
Penerapan terapi gastro hepatic pack pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan diagnosa keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah di ruang anturium rsd dr. Soebandi
Pendahuluan : Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang
ditandai dengan gangguan regulasi kadar glukosa darah. Salah satu masalah
keperawatan utama pada pasien DM adalah ketidakstabilan kadar glukosa darah,
yang dapat memicu komplikasi akut maupun kronis. Terapi non-farmakologis
seperti Gastro Hepatic Pack (GHP) mulai dikembangkan untuk membantu
stabilisasi glukosa darah secara holistik. Tujuan : Menganalisis efektivitas
penerapan terapi Gastro Hepatic Pack terhadap kestabilan kadar glukosa darah pada
pasien diabetes melitus tipe 2 dengan masalah keperawatan ketidakstabilan kadar
glukosa darah di Ruang Anturium RSD dr. Soebandi Jember. Metode : Penelitian
ini menggunakan desain deskriptif studi kasus terhadap tiga pasien DM tipe 2 yang
mengalami ketidakstabilan kadar glukosa darah di Ruang Anturium RSD dr.
Soebandi Jember. Intervensi berupa terapi GHP diberikan selama tiga hari berturut
turut. Data dikumpulkan melalui pengkajian keperawatan, observasi, pemeriksaan
fisik, dan dokumentasi medis. Analisis dilakukan secara kualitatif deskriptif untuk
menggambarkan perubahan kondisi pasien sebelum dan sesudah intervensi. Hasil :
Ketiga pasien menunjukkan perubahan positif terhadap kestabilan kadar glukosa
darah. Pasien pertama mengalami peningkatan kadar glukosa darah dari 25 mg/dL
menjadi 138 mg/dL. Pasien kedua mengalami penurunan dari 231 mg/dL menjadi
165 mg/dL, dan pasien ketiga dari 210 mg/dL menjadi 178 mg/dL. Selain itu, terjadi
penurunan gejala subjektif seperti lemas, mual, dan pusing. Kesimpulan :
Penerapan terapi Gastro Hepatic Pack efektif dalam membantu menstabilkan kadar
glukosa darah pada pasien DM tipe 2. Intervensi ini dapat dijadikan alternatif
komplementer yang aman dan mudah diterapkan dalam praktik keperawatan, serta
berpotensi meningkatkan kualitas hidup pasien
Analisa Kinerja Ruas Jalan Akibat Adanya Parkir Pada Badan Jalan Di Jalan Raya Nasional Rambipuji Kabupaten Jember
Penurunan kinerja ruas jalan akibat adanya parkir di badan jalan merupakan permasalahan yang sering terjadi pada Jalan Nasional Rambipuji, Kabupaten Jember. Parkir di badan jalan menyebabkan berkurangnya lebar efektif jalan sehingga kapasitas dan kecepatan arus lalu lintas menurun, yang berpotensi menimbulkan kemacetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kinerja ruas jalan saat terdapat dan tidak terdapat aktivitas on-street parking menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997, serta untuk membandingkan kecepatan rata-rata kendaraan pada kondisi dengan dan tanpa kegiatan parkir menggunakan simulasi perangkat lunak PTV-Vissim. Selain itu, penelitian ini juga menyajikan solusi alternatif untuk mengatasi penurunan kinerja ruas Jalan Nasional Rambipuji. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberadaan parkir di badan jalan menurunkan kapasitas dari 3.769 pcu/jam menjadi 2.465 pcu/jam, meningkatkan derajat kejenuhan dari 0,55 menjadi 0,85, serta menurunkan Tingkat Pelayanan (LoS) dari kategori C menjadi E. Simulasi PTV-Vissim menguatkan hasil ini dengan menunjukkan penurunan kecepatan rata-rata kendaraan hingga 39% saat terdapat parkir. Oleh karena itu, disarankan untuk memindahkan aktivitas parkir ke area off-street dan mengembangkan fasilitas parkir bertingkat, serta menerapkan manajemen parkir yang efektif sebagai upaya mengembalikan kelancaran lalu lintas di ruas jalan tersebut