STT SAAT Institutional Repository
Not a member yet
1252 research outputs found
Sort by
Baptisan Ulang : Isu Teologis yang Miring
Sepanjang sejarah gereja, masalah baptisan terus diperdebatkan, bahkan mengakibatkan perpecahan seperti Anabaptis dengan Reformed. Problem baptisan yang dipertentangkan menyangkut dua segi yaitu, konsepsi dan praktika. Konsepsi yang salah akan mengakibatkan penyelewengan praktek. Hal ini dapat digambarkan seperti orang yang membuat bangunan di atas pondasi yang tidak mengikuti tali sipat, alias miring. Sehingga kemiringan bangunan di atasnya semakin nyata. Ada beberapa gereja di Indonesia yang mempraktekkan baptisan ulang. Baptisan ulang yang dimaksud, bukan baptisan Roh Kudus sebagai "berkat kedua" setelah orang menerima Yesus (dalam hal ini kita juga menolaknya), tetapi praktek membaptiskan kedua kali (atau lebih) bagi jemaat yang sudah dibaptis. Artikel ini akan menjelaskan secara ringkas konsep yang melatarbelakangi praktek baptisan ulang, dan bagaimana seharusnya baptisan itu dilakukan. Bagian akhir artikel ini akan berisi implikasi dan kesimpulan tentang problem ini
Kristologi Dalam Kitab Mazmur (Pengharapan Tentang Kristus)
Tradisi Yahudi dan Kristen meyakini bahwa banyak pasal-pasal dalam kitab Mazmur berbicara tentang Kristus. Pasal-pasal tersebut digolongkan dalam mazmur-mazmur mesianis. Dalam mazmur-mazmur tersebut, pengharapan tentang pribadi dan karya Kristus dinyatakan. Ada penafsir (mis. T. K. Cheyne) yang berpendapat bahwa nubuatan tentang Kristus tidak terdapat dalam kitab Mazmur, la berkata bahwa mazmur-mazmur yang digolongkan sebagai mazmur mesianis hanyalah benar secara psikologis. Jadi mazmur-mazmur tersebut bukanlah nubuatan kepada Kristus. Jika anggapan Cheyne ini benar, maka rasul-rasul dan pemberita Injil Perjanjian Baru tidak dapat mendasarkan pandangan mereka pada kitab Mazmur. Alhasil, kutipan-kutipan mazmur dalam PB harus dibuang.^ J. B. Payne, I. L. Jensen, E. W. Hengstenberg dan F. Delitzsch mengakui bahwa dalam kitab Mazmur terdapat nubuatan tentang Kristus, walaupun jumlah perhitungan mereka berbeda-beda. Kesaksian Tuhan Yesus sendiri menyatakan bahwa kitab Mazmur berbicara tentang Dia. Di samping itu, penulis-penulis PB mensahkan nubuatan-nubuatan tentang Kristus dalam Mazmur, sehingga bagi orang Kristen masakini tinggal mencocokkannya