Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
STRATEGI KOMUNIKASI CHANNEL YOUTUBE KATA ALFA SHORTS DALAM MENCARI SUBSCRIBER
ABSTRAK
(A)KENDI WIKASA TIKTA (915210244)
(B) STRATEGI KOMUNIKASI CHANNEL YOUTUBE KATA ALFA SHORTS
DALAM MENCARI SUBSCRIBER
(C) 95 halaman, Tahun 2024
(D)PERIKLANAN
Abstrak:
Dalam era digital saat ini, akses internet telah menjadi kebutuhan yang sangat
penting bagi masyarakat, jumlah pengguna internet di Indonesia pada tahun 2024
mencapai lebih dari 221 juta orang, YouTube telah menjadi salah satu platform
media sosial yang paling berpengaruh di dunia saat ini. Dengan lebih dari 2,49
miliar pengguna aktif setiap bulannya. Channel YouTube Kata Alfa
Shorts merupakan contoh nyata dari keberhasilan dalam menarik perhatian banyak
penonton dengan konten-konten yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan. Hal ini
dapat dibuktikan dengan jumlah subscriber yang mencapai 434 ribu subscriber di
tahun 2024 dengan strategi komunikasi. Penelitian ini membahas bagaimana
strategi komunikasi channel YouTube Kata Alfa Shorts dalam mencari subscriber
menggunakan teori agenda setting. Metode penelitian yang digunakan adalah
fenomenologi dengan pendekatan kualitatif. Inforrman pada penelitian ini adalah
pemilik channel YouTube Kata Alfa Shorts dan 4 orang subscriber channel
YouTube Kata Alfa Shorts. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang
digunakan adalah dengan memperhatikan pemilihan topik konten dan memperkuat
hubungan dengan subscriber.
Kata Kunci: Komunikasi, Strategi, Youtube.
(E) DAFTAR PUSTAKA: 13 buku, 16 jurnal
(F) Dr. Muhammad Adi Pribadi, S.E., M.I.B., M.Com., C.P
Penyelesaian Perselisihan Para Buruh Terkait Pemutusan Hubungan Kerja Secara Sepihak Oleh PT. Tandan Sawita Papua
Pertanggungjawaban Pelaku Tindak Pidana Korporasi Terhadap Tindak Pidana Pertambangan Mineral dan Batubara (Studi Putusan Nomor: 41/Pid.B/LH/2021/PN. Lss)
Perkembangan tindak pidana menambang tanpa izin seiring dengan perkembangan zaman semakin marak terjadi salah satunya peristiwa direktur perusahaan melakukan tindak pidana menambang tanpa izin kejahatan yang terjadi saat ini khususnya pertambangan mineral dan batubara, seperti pada perkara Nomor 41/Pid.B/LH/2021/PN Lss. Pokok permasalahan yang diteliti dalam tesis ini adalah bagaimana pertanggungjawaaban pelaku tindak pidana korporasi terhadap tindak pidana pertambangan mineral dan batu bara dan apakah akibat hukum Perusahaan PT. Mega Buana Mineral Yang Tidak Memiliki IUP dalam Tindak Pidana melakukan Penambangan Tanpa Izin? Metode penelitian hukum yang digunakan adalah metode penelitian hukum yuridis normatif yaitu penelitian hukum yang menggunakan data sekunder atau sumber data yang berasal dari bahan kepustakaan (library research), yakni penelitian yang dilakukan dengan cara melakukan penelitian terhadap berbagai sumber bacaan seperti buku-buku, berbagai literatur, peraturan perundang-undangan serta melalui media elektronik (internet). Pertanggungjawaban pelaku tindak pidana korporasi terhadap tindka pidana pertambangan mineral dan batubara pada perkara Nomor 41/Pid.B/LH/2021/PN. Lss. berdasarkan keterangan saksi-saksi dan Terdakwa serta memperhatikan barang bukti yang diajukan di persidangan dan dakwaan oleh Penuntut Umum, pertimbangan majelis hakim, maka dinyatakan bahwa Sukarman terbukti bersalah melakukan tindak pidana “menambang tanpa izin” sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam dakwaan tunggal Pasal 158 Jo Pasal 33 Undang-Undang Mineral dan Batubara. Akibat Hukum Perusahaan PT. Mega Buana Mineral Yang Tidak Memiliki IUP dalam Tindak Pidana melakukan Penambangan Tanpa Izin Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan beserta keterangan- keterangan dari para saksi – saksi dan keterangan Terdakwa sendiri serta barang bukti yang diajukan ke persidangan bersesuaian sehingga Majelis Hakim berkesimpulan bahwa unsur-unsur dalam pasal yang didakwakan tersebut telah terpenuhi oleh perbuatan terdakwa. Dengan terpenuhinya semua unsur-unsur dalam Pasal 158 Jo Pasal 33 Undang-Undang Mineral dan Batubara, tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dalam diri terdakwa, Majelis Hakim tidak menemukan adanya alasan pemaaf/pembenar yang dapat menghapus sifat melawan terdakwa, dengan demikian perbuatn terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana seperti dakwaan tersebut
PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, KOMISARIS INDEPENDEN, DAN LEVERAGE TERHADAP KINERJA KEUANGAN SEKTOR KEUANGAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemilikan
manajerial, komisaris independen, dan leverage terhadap kinerja keuangan
perusahaan sektor keuangan di Indonesia, dengan pertumbuhan suku bunga Bank
Indonesia sebagai variabel moderasi. Sektor keuangan memiliki peran strategis
dalam mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama dalam
menghadapi tantangan global seperti pandemi COVID-19 dan ketidakpastian
geopolitik. Dengan menggunakan data panel dari 27 perusahaan sektor keuangan
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019–2023,
penelitian ini mengadopsi analisis regresi linier berganda untuk menguji
hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan
manajerial dan komisaris independen berpengaruh positif signifikan terhadap
kinerja keuangan perusahaan, sementara leverage menunjukkan pengaruh yang
kompleks tergantung pada pertumbuhan suku bunga BI. Selain itu, pertumbuhan
suku bunga BI terbukti memoderasi hubungan antara variabel independen dan
kinerja keuangan. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan tata kelola
perusahaan yang baik serta kebijakan manajemen risiko yang adaptif terhadap
dinamika makroekonomi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dengan
memperkuat penerapan Agency Theory dan Stewardship Theory dalam konteks
pasar berkembang seperti Indonesia. Secara praktis, hasil penelitian ini
menawarkan wawasan bagi perusahaan, investor, dan regulator untuk
meningkatkan strategi tata kelola, leverage, dan adaptasi terhadap kebijakan
moneter guna memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan di sektor keuangan.
Kata Kunci —— Kepemilikan Manajerial, Komisaris Independen, Leverage,
Kinerja Keuangan, Pertumbuhan Suku Bunga Bank Indonesia.
This study aims to analyze the impact of managerial ownership, independent
commissioners, and leverage on the financial performance of companies in
Indonesia’s financial sector, with the growth of Bank Indonesia's interest rate as
a moderating variable. The financial sector plays a strategic role in supporting
Indonesia's economic stability and growth, particularly in facing global
challenges such as the COVID-19 pandemic and geopolitical uncertainties. Using
panel data from 27 financial sector companies listed on the Indonesia Stock
Exchange (IDX) for the period 2019–2023, this study employs multiple linear
regression analysis to examine the relationships among the variables. The results
reveal that managerial ownership and independent commissioners have a
significant positive impact on financial performance, while leverage exhibits a
complex influence depending on changes in interest rates. Additionally, the
growth of Bank Indonesia's interest rate significantly moderates the relationships
between the independent variables and financial performance. These findings
underscore the importance of sound corporate governance and adaptive risk
management policies to navigate macroeconomic dynamics. The study contributes
theoretically by reinforcing the application of Agency Theory and Stewardship
Theory in the context of emerging markets like Indonesia. Practically, it provides
insights for companies, investors, and regulators to enhance governance
strategies, leverage management, and adaptability to monetary policies, ensuring
sustainable growth in the financial sector.
Keywords —— Managerial Ownership, Independent Commissioners, Leverage,
Financial Performance, Bank Indonesia Interest Rate Growth