Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
Perlindungan Hukum PPAT Penerima Protokol Sebagai Turut Tergugat dalam Perkara Akta yang Digugat di Pengadilan
Tesis ini menganalisi terkait tanggung jawab PPAT Penerima Protokol sebagai turut tergugat dalam sengketa yang melibatkan akta yang disimpannya dan bentuk perlindungan hukum yang dapat diberikan kepadanya, khususnya dengan menganalisis putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 254/Pdt.G/2023/PN Mdn. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif atau disebut hukum doktirnal dengan memanfaatkan berbagai sumber hukum dalam menjawab permasalahan hukum yang diangkat dalam tesis ini, termasuk melakukan wawancara dengan unsur hakim, PPAT dan Majelis Pembina dan Pengawas PPAT, serta Notaris sebagai informasi pendukung dalam penelitian ini.
Berdasarkan prinsip tanggung jawab berdasarkan kesalahan (liability based on fault), PPAT Penerima Protokol tidak seharusnya bertanggung jawab terhadap isi akta yang menjadi obyek gugatan. Pertanggungjawaban PPAT Penerima Protokol hanya sebatas pada penyimpanan dan menjaga protokol yang diterimanya. Sementara itu, Bentuk perlindungan hukum yang tepat bagi PPAT Penerima Protokol terhadap digugatnya akta yang disimpannya di pengadilan dapat dilakukan dengan cara preventif dengan pembentukan peraturan yang mengatur tanggung jawab PPAT Penerima Protokol yang hanya sebatas administratif dan secara represif dengan melibatkan peran MPPP dan IPPAT untuk turut mengawasi dan memberikan pendampingan terhadap PPAT dalam menghadapi perkara hukum
Tanggung Jawab Hukum Notaris Dan Peran Majelis Pengawas Daerah (MPD) Terhadap Konflik Kepentingan Klien Dalam Pembuatan Akta
Penelitian ini mengkaji tanggung jawab hukum notaris serta peran Majelis
Pengawas Daerah (MPD) dalam konteks konflik kepentingan dalam pembuatan akta. Notaris memiliki kewajiban hukum untuk bersikap independen, jujur, dan tidak berpihak dalam menjalankan tugas jabatannya. Apabila notaris menyusun akta demi kepentingan sepihak klien yang memberikan keuntungan pribadi, dan tindakan tersebut mengandung konflik kepentingan yang melanggar hukum serta kode etik, maka notaris dapat dikenai sanksi administratif, termasuk pemberhentian tidak hormat. Selain itu, jika akta tersebut menyebabkan kerugian bagi pihak lain, notaris dapat dimintai pertanggungjawaban secara perdata berdasarkan asas perbuatan melawan hukum. Pelanggaran terhadap prinsip formalitas, seperti kehadiran para pihak dan lokasi pembuatan akta, dapat melemahkan kekuatan hukum akta autentik. Di sisi lain, MPD berperan strategis dalam pengawasan etik dan administratif terhadap notaris yang diduga melakukan pelanggaran akibat konflik kepentingan. MPD tidak hanya menindaklanjuti laporan masyarakat, tetapi juga melakukan pengawasan proaktif melalui klarifikasi dan pemeriksaan. Melalui fungsinya, MPD berkontribusi penting dalam menegakkan integritas profesi, menjamin keabsahan akta autentik, serta menjaga kepercayaan publik terhadap layanan kenotariatan sesuai dengan ketentuan UU Jabatan Notaris dan Kode Etik Notaris
Penguasaan Objek Sengketa Tanah Transmigrasi yang Dijadikan Sebagai Objek Lelang (Studi Putusan Nomor 7/Pdt.G/2020/PN. SBW)
Kawasan transmigrasi dibentuk sebagai kawasan yang dapat dihuni oleh masyarakat pendatang dengan tujuan kawasan tersebut dikelola dan dikembangkan menjadi wilayah yang maju dan modern serta menjadi wilayah yang dapat menghidupi masyarakat di wilayah tersebut. Di zaman yang semakin modern ini banyak masyarakat yang membutuhkan tanah akan tetapi kebutuhan tersebut tidak sebanding dengan jumlah lahan atau tanah yang disediakan sehingga menyebabkan permasalahan dari berbagai pihak yang menginginkan tanah tersebut mulai dari individu, instansi pemerintah maupun badan usaha. Dari permasalahan tersebut timbul suatu sengketa yang menyebabkan ketidakpastian hukum terhadap ruang di atas suatu kawasan atau tanah yang menjadi objek sengketa berada dalam status quo sehingga tidak dapat dimanfaatkan. Sengketa tanah yang terjadi dimana tanah yang statusnya milik masyarakat transmigrasi dijadikan sebagai objek lelang di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang. Sedangkan lelang merupakan penjualan barang yang terbuka untuk umum dengan penawaran harga secara tertulis dan/atau lisan yang semakin meningkat atau menurun untuk mencapai harga tertinggi dan didahului dengan pengumuman lelang. Metode yang digunakan peneliti merupakan penelitian hukum normatif yang berarti analisis berdasarakan berbagai data sekunder seperti peraturan perundang-undangan, teori hukum, dan putusan pengadilan. Dalam penyelesaian sengketa tersebut,
Peneliti menggunakan teori perlindungan hukum, teori kepastian hukum, serta teori keadilan sebagai perisai masyarakat dalam menguasai tanah mereka kembali. Hasil dari penelitian tersebut meliputi bahwa seharusnya tanah tersebut tidak dapat dilelangkan meskipun tanah tersebut sempat tidak diurus oleh masyarakat transmigrasi, akan tetapi tanah tersebut seharus kembali menjadi tanah negara yang dimana seharusnya negara yang berhak mengelola lahan atau tanah tersebut
Akibat Hukum Terhadap Notaris Melakukan Pelanggaran Etika Profesi (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 578/Pid/2021/PT.SMG)
Notaris yang melanggar etika jabatan saat membuat akta autentik yang menyebabkan kerugian akan memiliki konsekuensi hukum. Akta autentik yang mereka buat akan menyebabkan klien dirugikan. Pelanggaran etika notaris tidak hanya memengaruhi citra profesi tetapi juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum berupa sanksi pidana maupun administratif ditegaskan dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 578/Pid/2021/PT.SMG. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis masalah hukum yang berkaitan dengan konsekuensi hukum yang timbul dari peraturan perundang-undangan dan keputusan Mahkamah Agung terhadap notaris yang melakukan pelanggaran etika profesi. Studi ini juga akan melihat bagaimana kasus-kasus ini berdampak pada praktik kenotariatan di Indonesia.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris, yang menggabungkan kajian normatif terhadap aturan hukum terkait pelanggaran etika notaris dengan penelitian empiris melalui pengumpulan data lapangan berupa wawancara dan studi dokumen kasus. Data primer diperoleh dari putusan Mahkamah Agung dan wawancara dengan praktisi hukum, sedangkan data sekunder berasal dari literatur hukum, jurnal, dan dokumen terkait.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbuatan notaris yang melanggar etika jabatan dalam pembuatan akta autentik merupakan pelanggaran Kode Etik Notaris dan UUJN. Hal demikian mendasarkan Pasal 3 dan Pasal 4 Kode Etik Notaris mengatur kewajiban dan larangan notaris yang dapat ditafsirkan UUJN juga merupakan bagian Kode Etik Notaris. Akibat hukum terhadap akta autentik yakni akta autentik terdegradasi sebagai akta di bawah tangan sedangkan akibat hukum bagi notaris, yakni dapat dikenai sanksi sebagai profesi dan atau sebagai individu masyarakat berupa sanksi administratif berupa teguran lisan, teguran tertulis, pemberhentian sementara, pemberhentian dengan hormat, pemberhentian dengan tidak hormat, sanksi perdata berupa ganti kerugian dan sanksi pidana berupa pidana dan atau denda
Akibat Hukum Pembuatan Akta Notaris Tanpa Kehadiran Saksi Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 Tentang Jabatan Notaris (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 1266 K/PDT/2022)
Dalam praktik kenotariatan, keaslian dan keabsahan suatu akta merupakan unsur fundamental yang menentukan kekuatan pembuktian akta tersebut sebagai alat bukti autentik. Salah satu syarat formil dalam pembuatan akta autentik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris adalah kehadiran dua orang Saksi pada saat akta dibuat. Kehadiran Saksi bukan semata-mata formalitas, melainkan berfungsi untuk menjamin objektivitas dan kebenaran proses pembuatan akta yang dilakukan di hadapan notaris. Namun dalam praktiknya, masih ditemukan penyimpangan terhadap ketentuan ini, salah satunya adalah pembuatan akta tanpa kehadiran Saksi, sebagaimana terjadi dalam kasus yang diputuskan Mahkamah Agung melalui Putusan Nomor 1266 K/Pdt/2022. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akibat hukum terhadap akta notaris yang dibuat tanpa kehadiran saksi serta mengkaji bentuk pertanggungjawaban notaris atas pelanggaran prosedur tersebut menurut Undang- Undang Jabatan Notaris. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif dengan studi kasus sebagai bahan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akta yang dibuat tanpa memenuhi syarat formil, khususnya tanpa kehadiran Saksi, tidak dapat dikualifikasikan sebagai akta autentik, sehingga kekuatan pembuktiannya setara dengan akta di bawah tangan. Hal ini menimbulkan akibat hukum berupa turunnya kekuatan pembuktian akta serta terbukanya kemungkinan Pembatalan atau pengingkaran isi akta di kemudian hari. Adapun notaris yang terbukti melakukan pelanggaran terhadap ketentuan formal tersebut dapat dimintai pertanggungjawaban hukum, baik secara etik melalui Majelis Pengawas, secara administratif, maupun secara perdata apabila menimbulkan kerugian bagi pihak. Oleh karena itu, ketaatan terhadap ketentuan formil dalam proses pembuatan akta menjadi tanggung jawab mutlak bagi setiap notaris guna menjamin kepastian hukum dan perlindungan hak-hak para pihak
Pengaruh Personal Branding Aeronshiki Terhadap Loyalitas Penggemar Scene MPL ID di Tiktok
ABSTRAK
(A) ALESSANDRO ANGELO TEDJO/915190255
(B) Pengaruh Personal Branding Aeronshiki Terhadap Loyalitas Penggemar Scene
MPL ID di TikTok
(C) 17+ 70 hlm, Tahun 2024, tabel 13 gambar 12, Lampiran 16
(D) PUBLIC RELATIONS
Abstrak: Media sosial menjadi platform utama dalam membangun interaksi antara
penggemar dan figur publik, termasuk dalam industri E-sports. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh citra pribadi Aeronshiki terhadap loyalitas
penggemar di TikTok. Menggunakan teori citra pribadi sebagai landasan, penelitian
ini mengkaji dimensi kualitas, asosiasi, kepercayaan, dan nilai emosional sebagai
faktor pembentuk loyalitas penggemar. Metode penelitian yang digunakan adalah
pendekatan kuantitatif dengan teknik survei, di mana data dikumpulkan melalui
kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden menggunakan teknik purposive
sampling. Responden adalah para pengikut akun Aeronshiki di Tiktok. Data
dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra pribadi Aeronshiki memiliki pengaruh
signifikan terhadap loyalitas penggemar, dengan kontribusi utama berasal dari
dimensi kepercayaan dan kualitas. Koefisien determinasi sebesar 48%
menunjukkan bahwa variabel citra merek mempengaruhi loyalitas penggemar,
sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Penelitian ini menegaskan
pentingnya pengelolaan citra pribadi melalui media sosial seperti TikTok untuk
meningkatkan loyalitas penggemar di industri E-sports.
Kata Kunci: Citra Pribadi, Loyalitas Penggemar, E-sports, TikTok, MPLID
(E) DAFTAR PUSTAKA: 1 (buku), 17 (jurnal)
(F) Sisca Aulia S.I.Kom., M.Si
Perbandingan unjuk kerja mesin 1KR-VET pada variasi laju udara masuk (TM - 1407)
Penelitian ini menyelidiki pengaruh filter udara terbuka terhadap performa mesin 1KR-VET. Dengan membandingkan filter udara standar tertutup dengan dua konfigurasi filter udara terbuka yang berbeda, kami bertujuan untuk menentukan dampaknya terhadap output daya, torsi, konsumsi bahan bakar spesifik, dan efisiensi termal. Pengujian menggunakan dynamometer dilakukan pada Toyota Raize yang dilengkapi dengan setiap konfigurasi filter. Hasil menunjukkan bahwa meskipun filter udara terbuka sedikit meningkatkan torsi, filter tersebut menyebabkan penurunan output daya secara moderat dibandingkan filter standar. Konsumsi bahan bakar spesifik dan efisiensi termal juga dianalisis untuk menilai dampak keseluruhan terhadap efisiensi mesin. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa manfaat filter udara terbuka dalam hal peningkatan aliran udara dapat diimbangi oleh faktor lain seperti peningkatan suhu udara masuk dan potensi kerugian akibat udara yang tidak terfilter. Penelitian di masa depan dapat mengeksplorasi efek dari desain dan bahan filter udara terbuka yang berbeda terhadap performa mesin
Business intelligence prediksi penjualan, analisis inventori dan maintenance di perusahaan garment (T. Ind - 877)
Industri garmen, yang ditandai dengan tren pasar yang dinamis dan fluktuasi musiman, menghadapi tantangan yang signifikan dalam prediksi permintaan dan manajemen inventaris. Metode tradisional sering gagal dalam mengatasi kompleksitas dan volatilitas yang melekat pada sektor ini. Makalah ini mengeksplorasi penerapan teknologi Business Intelligence (BI) untuk meningkatkan prediksi permintaan dan analisis inventaris dalam industri garmen. Dengan menerapkan analitik data progresif, algoritme pembelajaran mesin, dan pemrosesan data waktu nyata, sistem BI dapat memberikan perkiraan yang lebih akurat dan mengoptimalkan tingkat inventaris. Studi ini menunjukkan bagaimana mengintegrasikan alat BI dapat meningkatkan pengambilan keputusan, mengurangi situasi kehabisan stok dan kelebihan stok, dan meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan. Studi kasus dari berbagai perusahaan garmen menyoroti manfaat praktis dan peningkatan nyata yang dicapai melalui implementasi BI. Dengan menganalisis data konsumen secara mendalam, perusahaan dapat memahami pola belanja dan preferensi pelanggan secara lebih rinci. Ini memungkinkan mereka untuk membuat penawaran produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar, sekaligus mengurangi ketergantungan pada perkiraan berbasis intuisi. Selain itu, integrasi BI dengan sistem manajemen rantai pasokan yang ada membantu perusahaan merespons perubahan permintaan dengan lebih cepat dan efisien, mengurangi lead time, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Peningkatan responsivitas dan akurasi prediksi yang dihasilkan dari BI juga berkontribusi pada keberlanjutan operasional, karena perusahaan dapat meminimalkan limbah dan penggunaan sumber daya yang berlebihan