Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
Kepastian Hukum Pembebanan Pajak Penghasilan Atas Jual Beli Tanah Yang Belum Bersertifikat Di Kabupaten Tangerang
Pada proses pendaftaran tanah terdapat kewajiban pembayaran pajak yang harus dijalankan oleh para pihak baik itu penjual ataupun pembeli sebelum memperoleh sertifikat yang dikeluarkan oleh Kantor Pertanahan. Pajak Penghasilan Final atas Pengalihan Hak Atas Tanah dan Bangunan (PPh F PHTB) merupakan kewajiban yang harus dibayarkan oleh pemilik tanah. Pada kasus tanah yang belum bersertifikat, PPh F PHTB dikenakan kepada pemilik tanah sebanyak dua kali. Selain itu, pemilik tanah juga dibebankan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebanyak satu kali. Rumusan Masalah yang dibahas pada penelitian ini adalah bagaimana pengaturan dasar pengenaan pajak penghasilan atas jual beli tanah yang belum bersertifikat di Kabupaten Tangerang dan bagaimana kepastian hukum pembebanan pajak penghasilan atas transaksi jual beli tanah yang belum bersertifikat di Indonesia dengan menggunakan metode pendekatan yuridis normatif untuk memecahkan permasalahan dengan cara meneliti data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, buku-buku serta dokumen-dokumen terkait. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa pengaturan dasar pembebanan pajak penghasilan atas jual beli tanah yang belum bersertifikat di Kabupaten Tangerang berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2016 serta Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 sebagaimana telah diharmonisasikan dalam Undang-Undang nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Sementara itu, pembebanan pajak penghasilan final atas pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan (PPh F PHTB) yang belum bersertifikat di Indonesia belum memenuhi asas kepastian hukum dan keadilan. Hal ini dikarenakan belum terdapat aturan yang secara jelas mengatur perihal siapa subjek hukum yang dibebankan pajak penghasilan ganda. Karena dalam pelaksanaannya pemungutan PPh F PHTB akan diadakan pengenaan pajak berlapis-lapis untuk suatu objek dan subjek pajak yang sama
Perlindungan Hukum Hak Ulayat Masyarakat Adat Awyu Terhadap Kegiatan Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Boven Digoel Papua
Masyarakat adat di Boven Digoel adalah kelompok atau individu masyarakat yang tak mendapat rasa adil terhadap akibat rusaknya wilayah kehidupan mereka yang disebabkan oleh aktivitas perekonomian (bisnis). Disamping akibat sosial, akibat kesejahteraan dan kesehatan, akibat keamanan, dan kesulitan mendapatkan udara bersih, air bersih dan SDA (Sumber daya Alam) yang baik (sehat) merupakan penderitaan dan akibat yang haruslah didapatkan para korban-korban pengrusakan lingkungannya.
Tesis ini menggunakan metode penelitian yuridis normative dalam menjawab isu hukum yang dirumuskan. Pengaturan Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat Menurut Hukum Positif Indonesia telah dijamin dari UUD 1945, Undang-Undang hingga peraturan pada tingkat daerah. Pengaturan Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat di Papua secara umum sudah diatur melalui Peraturan Daerah di masing-masing Kabupaten/Kota dan merujuk pada Perda provinsi Perda Provinsi Papua Nomor 5 tahun 2022 tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat di Provinsi Papua, menjadi pembeda berkaitan dengan pengaturan mengenai pengakuan hak ulayat Masyarakat Hukum Adat di Papua adalah tindak lanjut dari Peraturan Daerah di masing-masing Kabupaten/Kota yang berbeda-beda sesuai dengan kebijakan daerah.
Terkait Perlindungan Hukum Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat Awyu sehubungan dengan adanya kegiatan Perkebunan Kelapa Sawit Di Kabupaten Boven Digoel dapat dilakukan dengan dua cara yakni melalui jalur non litigasi yakni melakukan banding administrasi atau keberatan terhadap KTUN perizinan yang dikeluarkan oleh pemerintah Provinsi Papua terhadap PT. Indo Asiana Lestari dan melalui jalur litigasi dengan hak gugat ke pengadilan. Selain itu, perlu perlindungan hukum secara preventif atas pengakuan tanah dan hutan adat
PENGARUH PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, DAN LEVERAGE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2022-2024 PADA SEKTOR NON CYCLICAL
Tujuan penelitian ini yakni guna mengetahui pengaruh profitabilitas, likuiditas, dan leverage terhadap nilai perusahaan pada sektor non cyclical yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia pada tahun 2022-2024. Penelitian ini menerapkan metode purposive sampling sebanyak 72 sampel dengan 24 perusahaan. Pendekatan pengolahan data menerapkan analisis regresi berganda yang dibantu oleh program EViews 13 dan Microsoft 365. Penelitian ini membuahkan hasil yakni profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Likuiditas berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Leverage berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini membuahkan implikasi bahwa profitabilitas yang tinggi menciptakan yang memberikan daya tarik kuat bagi investor dikarenakan perusahaan dapat menghasilkan laba yang konsisten. Perusahaan harus waspada terhadap pengeloaan utang agar tidak menimbulkan risiko keuangan jangka panjang. Likuiditas yang tinggi dapat mengindikasikan kelebihan kas yang tidak digunakan secara produktif, sehingga bisa mengurangi efisiensi penggunaan aset.
Kata Kunci: Nilai Perusahaan, Profitabilitas, Likuiditas, Leverage
The purpose of the study was determine the effect of profitability, liquidity, and leverage on firm value in the non-cyclical sector listed on the Indonesia Stock Exchange in 2022-2024. This study applied a purposive sampling method of 72 samples with 24 companies. The data processing method uses multiple regression analysis assisted by the EViews 13 and Microsoft 365 programs. This study produces results, namely profitability has a positive and significant effect on firm value. Liquidity has a negative and insignificant effect on firm value. Leverage has a negative and insignificant effect on firm value. This research has implications that high profitability creates high trust for investors because companies can generate consistent profits. Companies must be vigilant about managing debt so as not to cause long-term financial risk. High liquidity can indicate excess cash that is not used productively, so it can reduce the efficiency of asset use.
KeyWords: Firm Value, Profitability, Liquidity, Leverag
PENGARUH LEVERAGE, INTENSITAS MODAL DAN PROFITABILITAS TERHADAP AGRESIVITAS PAJAK DENGAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA PERUSAHAAN CONSUMER NON-CYCLICALS YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2020-2023
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh leverage, intensitas modal, dan profitabilitas terhadap agresivitas pajak dengan tanggung jawab sosial perusahaan sebagai variabel moderasi. Objek penelitian ini adalah perusahaan sektor consumer non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020–2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan purposive sampling untuk memperoleh data sekunder dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Analisis data dilakukan menggunakan moderated regression analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa leverage dan profitabilitas berpengaruh positif terhadap agresivitas pajak, sementara intensitas modal tidak berpengaruh signifikan. Selanjutnya, tanggung jawab sosial perusahaan terbukti memoderasi secara negatif hubungan antara leverage dan profitabilitas terhadap agresivitas pajak, namun tidak memoderasi hubungan antara intensitas modal dengan agresivitas pajak. Temuan ini mengindikasikan bahwa komitmen terhadap tanggung jawab sosial dapat meredam kecenderungan perusahaan untuk melakukan penghindaran pajak yang agresif. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan literatur akuntansi perpajakan serta implikasi praktis bagi pengambil kebijakan dan manajemen perusahaan dalam merancang strategi perpajakan yang etis dan berkelanjutan.
Kata-kata kunci: leverage, profitabilitas, agresivitas paja
Tanggung Jawab Notaris Dalam Pemalsuan Akta Autentik (Studi Kasus Putusan Nomor 35/Pid/2020/Pt Dps)
Notaris merupakan pejabat umum yang memiliki wewenang dalam pembuatan akta autentik yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris (UUJN). Pembuatan akta autentik erat kaitannya dengan keabsahan surat yang dimiliki oleh para pihak dalam melakukan perjanjian. Salah satu tindak pidana yang dapat dilakukan yaitu pemalsuan surat. Tindak pidana pemalsuan surat pada akta autentik yang dibuat oleh Notaris haru memenuhi unsur subyektif dan obyektif. Unsur subyektif melihat dari adanya perbuatan Notaris yang berperan aktif dan menampikan mekanisme dalam pembuatan akta autentik sehingga menimbulkan substansi akta tersebut menjadi palsu atau tidak benar. Unsur obyektif dari perbuatan Notaris dilihat dari adanya sifat melanggar hukum yang tertuang dalam KUHP serta kualitas dari pelaku ini dapat dilihat dari adanya kewenangan atau jabatan serta perbuatan tersebut dengan keadaan sadar dan tanpa terpaksa hal tersebut dapat dilihat dari adanya suatu permufakatan jahat (samenspanning). Sehingga pada putusan Nomor 35/Pid/PT DPS/2020 Terdakwa selaku Notaris dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana permufakatan jahat memalsukan akta autentik
Pelanggaran Hak Moral Dan Hak Ekonomi Terhadap Klaim Hak Cipta Dari Karya Musik Menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014
Penelitian ini membahas pelanggaran hak moral dan hak ekonomi dalam karya musik, terutama ketika privasi pencipta dilanggar. Hak moral melindungi integritas dan identitas pencipta, sementara hak ekonomi memberikan hak eksklusif untuk memanfaatkan karya secara komersial. Dalam kasus pelanggaran hak cipta mengklaim kepemilikan karya musik orang lain untuk tujuan komersial, pencipta dapat mengajukan tuntutan hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Sanksi hukum, baik pidana maupun perdata, diatur secara rinci untuk memberikan perlindungan kepada pencipta, termasuk ganti rugi dan penghentian aktivitas pelanggaran. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis empiris untuk menganalisis penerapan hukum dalam masyarakat. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan, observasi, dan wawancara, yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran hak cipta, terutama dalam konteks digital seperti platform YouTube karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang hak cipta. Hal ini menyebabkan kerugian hak moral dan hak ekonomi pencipta. UUHC menetapkan kewajiban pembayaran royalti sebagai bentuk perlindungan hak ekonomi. Setiap pelanggaran, baik berupa penggandaan tanpa izin maupun klaim atas karya orang lain, dapat dikenai sanksi hukum berupa denda hingga Rp 4 miliar atau pidana penjara hingga 10 tahun. Pencipta dapat menuntut pelaku baik secara moral maupun ekonomi melalui jalur hukum, Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menghormati hak cipta sangat diperluka nuntuk mengurangi pelanggaran di masa depan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penghormatan terhadap hak moral dan hak ekonomi pencipta sangat penting untuk menjaga keadilan dalam pemanfaatan karya musik
Implikasi Hukum Terhadap Akta Autentik yang Dinyatakan Palsu Dalam Putusan Nomor 2370/Pid.B/2021/PN.Sby
Pemalsuan tidak hanya melanggar norma hukum, tetapi juga mencerminkan hilangnya kesadaran moral pelaku. Dengan sengaja membuat keterangan palsu dalam suatu dokumen resmi menunjukkan adanya niat jahat untuk menipu dan merugikan orang lain. Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana tanggung jawab atas terjadinya pemalsuan isi akta dan tanda tangan yang dilakukan para pihak oleh notaris dan penghadap pada Putusan PN Surabaya No. 2370/Pid.B/2021/PN.Sby dan bagaimana implikasi hukum terhadap akta otentik yang dinyatakan palsu dalam Putusan PN Surabaya No. 2370/Pid.B/2021/PN.Sby. Metode penelitiannya adalah penelitia hukum yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Notaris, sebagai pejabat publik yang diberi wewenang untuk menyusun akta otentik sesuai dengan ketentuan dalam undang-undang, memiliki tanggung jawab atas akta yang dibuatnya. UUJN memang tidak secara khusus mengatur sanksi pidana bagi notaris yang melakukan pelanggaran. Namun, hal ini tidak berarti bahwa seorang notaris kebal hukum. Jika perbuatan yang dilakukan oleh seorang notaris memenuhi unsur-unsur suatu tindak pidana, misalnya dengan sengaja mencantumkan keterangan palsu dalam akta yang dibuatnya, maka ia dapat dijerat dengan sanksi pidana sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Sebagai pejabat umum yang diberi kewenangan untuk membuat akta otentik, notaris memiliki tanggung jawab yang besar untuk memastikan kebenaran dan keabsahan dari setiap akta yang dibuatnya. Pelanggaran terhadap kewajiban ini tidak hanya berdampak pada sanksi administratif atau sanksi kode etik, tetapi juga dapat berujung pada tuntutan pidana. Akibat hukum terhadap akta otentik yang sengaja mencantumkan keterangan palsu adalah bahwa akta tersebut akan batal demi hukum melalui putusan pengadilan, dan akta tersebut akan kehilangan kekuatan pembuktian sebagai akta otentik, berubah menjadi akta di bawah tangan
ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS DAN SOLVABILITAS PADA BADAN USAHA MILIK NEGARA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL TAHUN 2012-2020
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris terkait pengaruh profitabilitas dan solvabilitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terhadap pertumbuhan ekonomi nasional di Indonesia pada periode 2012 hingga 2020. Indikator profitabilitas yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE), dan Net Prodit Margin (NPM), sementara solvabilitas diukur dengan Debt to Asset Ratio (DAR). Pertumbuhan ekonomi nasional direpresentasikan oleh Produk Domestik Bruto (PDB). Pengujian hipotesis dilakukan dengan metode data panel dinamis dengan pendekatan Generalized Method of Moments (GMM). Hasil analisis menunjukkan bahwa ROE berpengaruh negatif signifikan dan NPM berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, ROA dan DAR tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Temuan ini mengindikasikan bahwa orientasi keuntungan yang tidak dibarengi dengan reinvestasi produktif cenderung menghambat kontribusi korporasi terhadap ekonomi makro. Sebaliknya, efisiensi operasional yang menghasilkan margin laba bersih yang sehat berperan penting dalam mendorong pertumbuhan output nasional. Hal ini menggarisbawahi pentingnya transformasi manajemen keuangan BUMN agar tidak sekadar mengejar kinerja jangka pendek, melainkan juga mendukung fungsi strategisnya sebagai penggerak pembangunan nasional. Penelitian ini diharap mampu memberikan kontribusi bagi perumusan kebijakan fiskal dan korporasi yang lebih adaptif dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Kata Kunci: Profitabilitas, Solvabilitas, BUMN, Pertumbuhan Ekonomi, Generalized Method of Moments.
This study aims to provide empirical evidence on the impact of profitability and solvency of State-Owned Enterprises (SOEs) on Indonesia's national economic growth during the period 2012 to 2020. The profitability indicators used in this research include Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), and Net Profit Margin (NPM), while solvency is measured by the Debt to Asset Ratio (DAR). National economic growth is represented by Gross Domestic Product (GDP). The hypothesis testing is conducted using a dynamic panel data method with the Generalized Method of Moments (GMM) approach. The results reveal that ROE has a significant negative effect and NPM has a significant positive effect on economic growth. Conversely, ROA and DAR do not exhibit significant influence. These findings suggest that a profit-oriented approach without productive reinvestment tends to limit corporate contributions to macroeconomic expansion. In contrast, operational efficiency that generates healthy net profit margins plays a critical role in stimulating national output growth. This highlights the importance of financial management transformation in SOEs—shifting from a short-term performance focus toward fulfilling their strategic function as drivers of national development. This research is expected to contribute to the formulation of more adaptive and sustainable fiscal and corporate policies, in line with the long-term vision of Indonesia Emas 2045, where SOEs are envisioned to serve as key agents in achieving inclusive, stable, and globally competitive economic growth.
Keywords: Profitability, Solvency, State-Owned Enterprises, Economic Growth, Generalized Method of Moment
PENGARUH KINERJA LINGKUNGAN, SALES GROWTH, DAN INVENTORY TURNOVER TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGE YANG TERDAFTAR DI BEI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja lingkungan, sales growth, dan inventory turnover terhadap profitabilitas pada industri food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2021-2023. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling dan data yang valid adalah 25 perusahaan. Teknik pengolahan data menggunakan uji hipotesis menggunakan software E-Views 12 dan Google Spreadsheets. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sales growth, dan inventory turnover mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas secara simultan. Namun secara parsial hanya sales growth yang berpengaruh. Implikasi dari penelitian ini adalah kinerja lingkungan, sales growth, dan inventory turnover merupakan hal yang penting untuk diperhatikan, namun secara parsial kinerja lingkungan dan inventory turnover belum dapat berdampak secara langsung terhadap profitabilitas perusahaan seperti sales growth. Kata kunci: Kinerja Lingkungan, Sales Growth, Inventory Turnover, Profitabilitas, Food and Beverage
This study aims to examine the impact of environmental performance, sales growth, and inventory turnover on profitability in the food and beverage industry listed on the Indonesia Stock Exchange during 2021-2023. The sample was selected using the purposive sampling method, with 75 companoes meeting the criteria. Data processing techniques involved hypothesis testing using E-Views 12 software and Google Spreadsheets. The results of this study indicate that environmental performance, sales growth, and inventory turnover have a significant effect on profitability simultaneously. However, partially, only sales growth has a significant effect. The implication of this study is that while environmental performance, sales growth, and inventory turnover are important factors to consider, only sales growth that has a direct impact.
Keywords: Environmental Performance, Sales Growth, Inventory Turnover, Profitability, Food and Beverag
PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, LEVERAGE, DAN PROFITABILITAS TERHADAP MANAJEMEN LABA YANG DIMODERASI DENGAN KALITAS AUDIT
Tujuan utama penelitian berikut ialah guna menguji efek kualitas audit selaku variabel moderasi pada pengaruh kepemilikan institusional, leverage, dan profitabilitas terhadap manajemen laba pada perusahaan sektor konsumen primer subsektor makanan serta minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Populasi penelitian ini adalah dari periode 2019-2023. Studi berikut memanfaatkan 109 titik data yang dikumpulkan dari 23 perusahaan di sektor konsumen primer subsektor makanan serta minuman. Perusahaan dipilih dengan memakai teknik sampel purposif. Untuk penelitian berikut, peneliti memilih memakai SPSS 26. Berlandaskan penelitian kami, kepemilikan institusional serta leverage tidak mempunyai pengaruh negatif terhadap manajemen laba. Profitabilitas mempunyai pengaruh negatif terhadap manajemen laba. Kualitas audit mampu memoderasi hubungan antara kepemilikan institusional dengan manajemen laba, kualitas audit tidak mampu memoderasi hubungan antara leverage dengan manajemen laba, dan profitabilitas dengan manajemen laba.
Kata kunci: manajemen laba, kepemilikan institusional, leverage, profitabilita