Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
Peran Afek Positif Sebagai Mediator Hubungan Antara Kualitas Kehidupan Kerja Dengan Flourishing
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran afek positif sebagai mediator dalam hubungan antara kualitas kehidupan kerja dengan flourishing pada karyawan di PT. X. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non eksperimental dengan menggunakan kuesioner yang disebar pada 153 karyawan di PT. X. Pada penelitian ini terdapat tiga alat ukur yang digunakan, yaitu alat ukur variabel flourishing, kualitas kehidupan kerja, dan afek positif. Seluruh data yang diperoleh akan diolah menggunakan Statistical Product and Service Solution (SPSS). Pengolahan data pada penelitian ini terdiri dari uji asumsi (uji normalitas, linearitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas), uji korelasi, dan uji mediasi. Hasil penelitian yang didapatkan adalah kualitas kehidupan kerja memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan flourishing (r = .448, p = .000), kualitas kehidupan kerja memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan afek positif (r = .562, p = .000), dan afek positif memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan flourishing (r = .554, p = .000). Selain itu, berdasarkan hasil uji mediasi diketahui bahwa afek positif memiliki peran sebagai mediator penuh (full mediation) dalam hubungan antara kualitas kehidupan kerja dengan flourishing (p = .142 > 0.05)
Hubungan Stres dan Emotional Eating pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Jakarta
Mahasiswa merupakan salah satu kelompok masyarakat yang tidak terhindar dari stres. Hal ini juga dirasakan oleh mahasiswa tingkat akhir yang memiliki tanggung jawab untuk belajar, menuntaskan beban sks, dan menyelesaikan skripsi atau tugas akhir sebagai salah satu syarat kelulusan. Dalam menjalani tanggung jawab tersebut tentunya tidak terhindar dari kesulitan maupun tantangan yang dapat menimbulkan stres. Cara individu dalam menghadapi dan merespons stres pun berbeda-beda, salah satunya yaitu dengan mengonsumsi makanan secara kurang terkendali sebagai respons terhadap emosi negatif seperti depresi, cemas, marah atau frustasi, stres, dan bosan yang disebut sebagai emotional eating. Perilaku ini dalam jangka panjang dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. Dengan mempertimbangkan dampak buruk yang dapat ditimbulkan oleh emotional eating, maka penulisan skripsi ini memiliki tujuan untuk mengetahui kedua hubungan tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik nonprobability sampling, yaitu convenience sampling dan pengambilan sampel dilakukan secara daring. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 231 mahasiswa dan mahasiswi di perguruan tinggi negeri dan swasta di Jakarta dengan rentang usia 20 - 24 tahun. Adapun alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Perceived Stress Scale (PSS) yang dikembangkan Cohen et al. (1983) dan Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ) yang dikembangkan Van Strien et al. (1986). Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara stres dan emotional eating dengan nilai r =
.409, p = .000 < .01. Hal ini berarti semakin tinggi stres, maka semakin tinggi pula emotional eating
Blok M connecting hub: regenerasi terminal Blok M sebagai penghubung titik-titik aktivitas di kawasan Blok M (ARS - 5310)
Jakarta merupakan sebuah kota yang sangat maju. Tingginya aktivitas tersebut dapat membantu beberapa titik untuk memiliki kemajuan pesat, salah satu titik tersebut yaitu kawasan Blok M. Bertepat di Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Terdapat banyak gedung-gedung pencakar langit yang berfungsi sebagai perkantoran, tempat hiburan, hingga keberagaman moda transportasi umum yang melayani kawasan Blok M. Tingginya aktivitas di Blok M menambah nilai potensial yang dimiliki kawasan tersebut di setiap bidang di dalamnya. Tetapi ditengah-tengah tingginya kawasan tersebut terdapat satu titik dimana tidak bisa menyeimbangkan keadaan kawasan Blok M. Dengan kondisi usang dan tidak terawat, Terminal Blok M terhimpit akan kemajuan Blok M dan berusaha menyeimbangkannya. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah perancangan dalam metode Urban Akupuntur agar mengurangi kondisi segregasi yang ada dan dapat menyeimbangkan tanpa menyaingi titik-titik di kawasan tersebut. Pengaturan ulang sirkulasi akan Terminal Blok M, penambahan program ruang, dan aksesbilitas terhadap sesama titik TOD merupakan perancangan yang dapat membantu pemaksimalan fungsi dari Terminal Blok M. Kata Kunci: Aktivitas; Penumpang; Sirkulasi; Terminal Bus; Transit Oriented Development; Urban Akupuntu
Pohon urban Blora: ruang rehat untuk komuter di jalan Blora (ARS - 5313)
Jalan Blora merupakan jalan yang berada di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Jalanan ini terkenal dengan pertokoannya yang berjejer di sepanjang Jalan Sudirman. Namun karena adanya perubahan konfigurasi Kawasan Jalan Blora, maka pergerakan yang terjadi pun kian berubah, dan mengakibatkan Kawasan tersebut tidak lagi ramai layaknya waktu dahulu. Untuk itu pendekatan arsitektural dengan cara akupuntur urban digunakan untuk mencoba menghidupkan Kembali Kawasan yang semakin lama semakin hilang keramaiannya. Proyek ini berlokasi di salah satu lahan kosong yang ada di strip pertokoan jalan Blora. Proyek ini mengusulkan pembangunan ruang rehat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan ruang terbuka serta ruang singgah bagi masyarakat untuk istirahat sejenak dari pekerjaan serta gaya hidup komuter yang selalu mereka lakukan. Proyek ini bertujuan untuk memberikan sebuah ruang bagi masyarakat untuk “bernafas” di tengah kota Jakarta dengan gaya hidup yang terpacu oleh waktu. Kata kunci: Jalan Blora, Singgah, Rehat, Komuter
Olympia s.p.a.c.e: rekonstruksi memori kolektif bangunan olympia plaza Medan (ARS - 5324)
Olympia Plaza terletak di kawasan Pusat Pasar Kota Medan, dimana kawasan ini merupakan sebuah kawasan perdagangan yang vital karena letaknya yang tidak berjauhan dari pusat kota (<1 km). Olympia Plaza sendiri terkenal sebagai mal paling lengkap pada masanya (1980), sehingga sangat wajar tempat tersebut ramai dikunjungi dan sebagai mal favorit semua kalangan. Hal ini tentu juga membuat Olympia memiliki dampak dan pengaruh yang besar pada kawasan Pusat Pasar. Akan tetapi, masa-masa kejayaan Olympia perlahan memudar setelah menginjaki selama kurang lebih satu dekade. Akibat terdegradasinya Olympia Plaza, Kawasan Pusat Pasar mengalami 'kelumpuhan' dimana kawasan ini masih tetap ada tetapi dirasakan berbeda yang disebabkan oleh menurunnya pergerakan atau "movement" pada kawasan. Oleh karena itu, proyek "Olympia S·P·A·C·E" ini bertujuan untuk menjadi titik pemulihan pada Kawasan Pusat Pasar. Dengan demikian, proyek dapat dikatakan sebagai proyek akupunktur perkotaan. Adapun metode yang digunakan dalam proyek ini yaitu menggunakan metode Urban Acupuncture sebagai pedoman dasar riset, kemudian metode Heritage Future dan metode kontekstual sebagai pedoman dasar perancangan. Proyek juga tergolong dalam intervensi minim karena tidak adanya pembongkaran total yang dilakukan, melainkan hanya sekadar revitalisasi. Kondisi bangunan eksisting yang perlu diperbaiki dan dipertahankan juga dianalisis agar mendapatkan sebuah sintesis desain yang akan menjadi bagian dari konsep dan strategi desain. Kesimpulannya, dengan hadirnya proyek Olympia S.P.A.C.E diharapkan dapat menjadi titik intervensi yang tepat bagi kawasan Pusat Pasar, juga dapat menjadi salah satu studi kasus proyek akupunktur perkotaan di Kota Medan. Kata kunci: akupunktur perkotaan; pelestarian; bangunan bersejarah; revitalisasi; memori kolekti
Perancangan interior perpustakaan umum daerah provinsi DKI Jakarta (DI - 2369)
Perpustakaan merupakan suatu ruangan, gedung atau bangunan tersendiri yang berisi buku koleksi, yang diatur dan disusun menurut sistem tertentu atau keperluan pemakai dan juga merupakan pusat informasi yang informatif dan akurat. Kondisi new normal menjadi tantangan bagi perpustakaan untuk meningkatkan dan mengutamakan layanan, baik pegawai maupun masyarakat. Hal ini memberikan tantangan bagi penyelenggaraan layanan perpustakaan sehingga diperlukan inovasi dan kreativitas serta penyesuaian pasca pandemi. Dalam perancangan interior perpustakaan umum daerah Provinsi DKI Jakarta menerapkan konsep desain modern kontemporer,dengan tema The Cultural of Indonesia yaitu Pada Interior perpustakaan ini akan diterapkan pada beberapa ruang dengan menggunakan elemen- elemen dekoratif aneka ragam budaya indonesia pada perancangan ceiling, dinding, maupun lantai. Metode yang digunakan dalam perancangan interior perpustakaan umum daerah Provinsi DKI Jakarta yaitu melakukan studi literatur, observasi lapangan, wawancara, dan melakukan dokumentasi, yang diikuti dengan pengolahan data melalui proses analisis. Kata Kunci: Inovasi, Modern Kontemporer, Perancangan Interior, Perpustakaa
Perancangan desain interior museum seni rupa dan keramik (DI - 2383)
Museum tidak hanya sebagai tempat berekreasi tetapi juga bisa sebagai sarana pendidikan atau mencari ilmu dan pengetahuan dikarenakan banyak sekali peninggalan prasejarah yang bisa ditemukan di museum. 66 Tahun 2015 tentang Museum, yang dikeluarkan oleh International Council of Museums (ICOM), museum merupakan lembaga bersifat tetap, tidak memandang menguntungkan, melayani kepada masyarakat dan perkembangannya, terbuka bagi umum, memperoleh, menghubungkan, memelihara dan menampilkan artefak yang berkaitan dengan identitas manusia dan lingkungan bertujuan untuk studi, pendidikan, dan rekreasi. Museum Seni Rupa dan Keramik hadir untuk mengunjungi dan mempelajari peninggalan sejarah. Bertempat di museum menggunakan fasilitas modern sebagai sarana penyampaian informasi dan edukasi yang diterima dengan baik oleh masyarakat. Museum Seni Rupa dan Keramik dibangun menggunakan gaya arsitektur neoklasik di Kota Tua, Taman Fatahillah. Di era modernisasi ini, agar tetap kompetitif dan menggairahkan minat masyarakat untuk berkunjung ke museum, maka Museum Seni Rupa dan Keramik lebih memperhatikan, meningkatkan fasilitas dan pelayanan di dalam museum. Agar dapat menarik minat pengunjung untuk berkunjung kembali, maka keberadaan museum harus diperhatikan terutama masalah peletakan dan sirkulasi lukisan pada museum, tanpa menghilangkan citra bangunan. Kata Kunci: Desain Interior, Fasilitas, Modernisasi, Museu
Perancangan interior Ananta Legian hotel Bali (DI - 2398)
Bali sebagai salah satu kepulauan di Indonesia masih menjadi destinasi utama bagi wisatawan asing maupun domestik. Masyarakat Bali yang masih memegang teguh budaya dan agama kepercayaan Hindu dengan segala upacara adatnya, menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk berkunjung. Ditunjang dengan keindahan alam laut maupun pegunungan, kesenian, arsitektur dan interior mampu menarik minat para wisatawan untuk datang berlibur ke pulau Bali. Jumlah wisatawan yang terus meningkat setiap tahunnya menuntut adanya fasilitas akomodasi sebagai tempat menginap, salah satunya adalah hotel Ananta Legian Bali. Perancangan interior hotel Ananta Legian Bali menggunakan konsep yang dapat mencermin keindahan pantai Bali dengan desain yang natural tetapi tetap modern. Hasil akhir yang diharapkan adalah hotel yang dapat memenuhi fungsi serta kenyamanannya sebagai sarana komodasi menginap dan menghadirkan keindahan kebudayaan Bali, sehingga menjadi identitas dan ciri khas tersendiri bagi hotel Ananta Legian. Desain hotel yang memiliki ciri dan identitas khas Bali akan mampu memberikan pengalaman hotel yang mengesankan para tamu, sehingga membuat para tamu datang kembali untuk menginap. Kata Kunci: Natural, Modern, Bal