Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
    43693 research outputs found

    Prediksi harga bahan pangan pokok pada pasar tradisional kota bandung dengan metode gated recurrent unit

    No full text
    Masalah pangan sering terjadi dikalangan masyarakat, hal ini terjadi karena kurangnya prediksi yang dilakukan untuk menentukan harga pangan di masa yang akan datang. Harga pangan dapat tercapai apabila pemerintah dapat menyediakan pasokan pangan yang cukup baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Ketersediaan pangan yang cukup merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Namun, tingginya fluktuasi harga bahan makanan pokok di pasar tradisional berdampak negatif terhadap ketersediaan dan kualitas bahan pangan bagi masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti kenaikan harga bahan baku, pengaruh faktor cuaca, dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Pada penelitian ini terdapat 5 jenis komoditas yang digunakan yaitu beras, daging ayam, telur ayam, bawang merah, dan bawang putih. Proses pelatihan data menggunakan 80% dari total dataset dan pengujian menggunakan 20% dari total dataset. Seluruh dataset yang digunakan diambil dari website Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSNasional, https://www.bi.go.id/hargapangan). Nilai MAE, MSE, RMSE, MAPE untuk komditas beras masing -masing yaitu 4.3, 242.1, 15.5, 0.03. Nilai MAE, MSE, RMSE, MAPE untuk komoditas daging ayam masing - masing yaitu 133.1, 50125, 223.8, 0.3. Nilai MAE, MSE, RMSE, MAPE untuk komoditas telur ayam masing - masing yaitu 118.3, 46161.7, 214.8, 0.4. Nilai MAE, MSE, RMSE, MAPE untuk komoditas bawang merah masing – masing yaitu 341.8, 775483.5, 880.6, 0.7. Nilai MAE, MSE, RMSE, MAPE untuk Komoditas bawang putih masing – masing yaitu 338.1, 846253.1, 919.9, 0.7. Kata kunci: Gated Recurrent Unit, Harga Pangan Bandung, Mean Squared Error, Mean Absolute Error, Root Mean Squared Error, Mean Absolute Percentage Error, Prediks

    Tanggung Jawab Debitor (Dalam PKPU Sementara) Dalam Pelaksanaan Pembayaran Utang (STUDI PUTUSAN PENGADILAN NIAGA SURABAYA NOMOR 26/Pdt.sus-PKPU/2022/PN Niaga Sby)

    No full text
    Pandemi Covid-19 di Indonesia memberikan efek besar untuk kondisi ekonomi masyarakat dan Negara. Sejumlah perusahaan yang rugi dan Mengalami Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Yang mana dijelaskan pada Kasus Posisi saya disini PT Meratus Line selaku (Debitor) dan Bahana Line selaku (Kreditor), PT Bahana Line (Pemohon) keduanya melakukan Perjanjian Jasa angkut dan Jual Beli Bahan Bakar Minyak (BBM) berjalan dengan baik. Namun pada saat memasuki Pengiriman (Supply) yang terjadi di bulan Desember 2021 tidak memenuhi kewajiban pembayaran Utang, lalu juga terdapat Kreditor lain yakni PT Bahana Ocean Line (Kreditor) hal ini sudah memenuhi Kewajiban Pembayaran Utang. Penulis disini mengambil Metode Normatif Empiris dengan bahan hukum primer sekunder, Wawancara

    Tinjauan Kedudukan Iktikad Baik Dalam Pendaftaran Merek Terkenal Acer Incorporated (Studi Putusan Nomor 1146 K/Pdt.Sus-Hki/2020)

    No full text
    Merek merupakan tanda yang terdapat pada suatu produk dengan tujuan untuk membedakan antara suatu barang dengan barang jenis lainnya. Terdapat banyak manfaat dari penggunaan merek dalam arus perdagangan. Hak tersebut terutama berlaku pada merek-merek terkenal, sehingga membuat banyak oknum-oknum beritikad tidak baik yang ingin mencari jalan pintas menuju kesuksesan dengan cara plagiat merek terkenal. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah kedudukan Iktikad Baik pada Pendaftaran Merek “PREDATOR” yang dilakukan oleh Wijen Chandra Tjia menurut Undang-Undang Merek, dan 2) Bagaimanakah Tanggung jawab Ditjen HKI terhadap Pendaftaran Merek “PREDATOR” yang dilakukan oleh Wijen Chandra Tjia. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian hukum normatif. Penerapan asas iktikad baik dalam pendaftaran merek dagang sesuai dengan Pasal 21 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, pendaftaran merek “PREDATOR” milik Wijen Chandra Tjia seharusnya ditolak karena telah memenuhi unsur iktikad tidak baik pada Pasal 20 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis. Namun pada praktiknya, Ditjen HKI tetap menerima pendafataran merek “PREDATOR” milik Wijen Chandra Tjia karena sudah mendaftarkan terlebih dahulu. Dapat dinyatakan bahwa benar telah terjadi adanya iktikad tidak baik terhadap merek terkenal “PREDATOR” milik Penggugat karena pada kenyataannya Penggugat sudah sempat mendistribusikan di Indonesia pada tahun 2008 sebelum Wijen Chandra Tjia Mendaftarkan mereknya, Bentuk tanggung jawab Ditjen HKI pada pendaftaran merek “PREDATOR” milik Wijen Chandra Tjia seharusnya adalah membatalkan merek tersebut yang mempunyai persamaan pada pokoknya dengan merek terkenal pihak ke 3 (tiga). Dari kesimpulan tersebut maka perlu untuk meningkatkan kualitas pengetahuan Pemeriksa Merek agar putusan pemeriksa merek memiliki ketetapan dan kecermatan yang tinggi. Selain itu, Ditjen HKI perlu menciptakan sistem jaringan dokumentasi dan informasi merek yang bersifat Internasional

    Analisis pengaruh tanah timbunan terhadap penurunan dan stabilitas tanah pada suatu proyek di daerah Cengkareng Jakarta Barat

    No full text
    Dalam membangun suatu proyek memperhatikan tanah pendukung dari lokasi tersebut. Tanahpendukung yang bermasalah akan menghambat proses pembangunan dari proyek tersebut. Denganadanya tanah timbunan pada lokasi proyek akan memberikan pengaruh-pengaruh yang dapat mempengaruhi berjalannya proyek tersebut. Tekanan air pori dikarenakan adanya tanah timbunandapat mengakibatkan berbagai macam peristiwa yang mempengaruhi proses pembangunan. Tujuan dari penyusunan skripsi ini adalah untuk menganalisis pengaruh apa yang akan terjadi dari adanya tanah timbunan pada lokasi proyek tersebut dari hasil penelitian di laboratoriumditambahmelihat tekanan air pori yang di sebabkan dari tanah timbunan yang ada. Apabila tanah timbunanmenimbulkan hal buruk, maka akan ditemukan solusi atau cara menanggulanginya. Kata kunci: tanah pendukung, tanah timbunan, tekanan air por

    Analisis daya dukung dan penurunan fondasi bored pile pada suatu proyek di provinsi Aceh

    No full text
    Fondasi adalah bagian dari konstruksi yang berfungsi untuk menahan suatu bangunan dan meneruskan bangunan ke atas (struktur atas). Fondasi menyalurkan beban ke dalam tanah untuk menentukan kokoh suatu bangunan. Jika tanah pendukung mampu menerima beban dari fondasi, bangunan tersebut dianggap stabil. Selama berdirinya suatu fondasi, kondisi tanah dan beban terpikul di lapangan harus disesuaikan. Dua jenis tiang berbeda yang dapat dipilih berdasarkan kemampuan mereka untuk mendukung beban. Tiang end bearing diletakkan pada ujung atau pada posisi lapisan tanah keras. Tiang friction diletakkan apabila tanah keras sangat dalam dan meneruskan beban. ke tanah melalui gesekan antar dinding tiang dengan tanah disekitarnya. Namun Penelitian pada skripsi ini bertujuan untuk menganalisis efisien penggunaan tiang fondasi friction pile. Dalam penelitian pada jurnal ini akan menganalisis fondasi tiang bor menggunakan tiang gesek (friction pile) dengan tujuan menganalisis tiang fondasi tersebut akan mengalami differential settlement atau tidak dan daya dukung yang diperoleh dari tiang tersebut. Dalam hasil akhir penelitian ini bahwa tiang akan mengalami differential settlement pada kedalaman < 14 m dikarenakan nilai tekanan konsolidasi tanah lebih besar daripada tegangan efektif di lapangan dan mencapai optimum serta efisien dari tiang bor terserbut ada pada kedalaman 21 m dengan diameter tiang 60 cm dan penurunan tanah sebesar 12,8 cm. Kata kunci : Fondasi, daya dukung, penurunan, tiang ujung, friction pil

    Fashion Funland: fashion kalangan remaja Bandung

    No full text
    Pembahasan dimulai dengan fokus pada periode transisi remaja, yang merupakan fase peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa. Selama masa ini, remaja mencari identitas, kebiasaan, dan minat pribadi, sehingga muncul minat dalam membeli pakaian atau fashion. Terlihat pada remaja usia 16-21 tahun yang menghabiskan lebih banyak uang untuk kebutuhan penampilan, terutama dalam hal fashion atau mode. Penelitian ini berfokus pada perilaku konsumtif remaja di Bandung, yang dipilih karena jumlah dan penyebaran toko fashion yang cukup banyak. Perilaku konsumtif remaja terhadap benda berkembang dikarenakan pakaian yang bukan lagi dari kebutuhan melainkan hasrat atau keinginan pengaruh lainnya dari arus globalisasi ekonomi yang masuk ke Indonesia. Selain itu perilaku konsumtif dikalangan remaja dilakukan karena dianggap sebagai wadah rekreasi atau kesenangan mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana arsitektur dapat mengakomodasi dan merespons kebutuhan wadah rekreasi remaja Bandung untuk menjawab perilaku konsumtif yang dilakukan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan fokus pada pengumpulan deskripsi tentang masalah dan solusi yang berkaitan. Dalam konteks banyaknya toko fashion yang memengaruhi perilaku konsumtif remaja, ada kebutuhan untuk mengembangkan empati terhadap ruang yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Wadah rekreasi yang tetap ada namun dimasukan edukasi sehingga bisa mengubah atau membatasi perilaku konsumtif ini. Oleh karena itu, pencampuran ruang untuk adanya kegiatan perdagangan dengan adanya ruang yang berisikan informasi yang berguna bagi remaja. Kata kunci: Bandung, Fashion, Perilaku konsumtif, Rekreasi, Remaj

    Wadah pelatihan dan pendampingan kerja pemuda tidak sekolah di kecamatan Jatiuwung

    No full text
    Pemuda yang tidak berkesempatan sekolah telah menjadi masalah yang meluas dalam sistem pendidikan di seluruh dunia. Sementara putus sekolah dapat mengakibatkan tingginya angka pengangguran, terutama di Indonesia. Menanggapi tantangan isu ini, diperlukan sebuah strategi baru dalam mencapai tujuan yaitu mengurangi angka pengangguran sekaligus angka putus sekolah yang berkaitan erat dengan bersikap empati terhadap hal tersebut.Tujuan dari perancangan penelitian strategi ini adalah untuk memberdayakan pemuda tidak sekolah untuk dapat merencanakan karir dengan memanfaatkan kebutuhan urgensitas di industri manufaktur dengan dasar empati sebagai perencanaan ruang yang menyesuaikan dengan kebutuhan aktivitas di dalamnya. Dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif, mengumpulkan data melalui survey terhadap subjek empati yaitu pemuda putus sekolah. Maka dapat dihasilkan sebuah strategi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah merancang sebuah wadah pelatihan dan pendampingan yang merangkul bidang dengan kebutuhan proporsi tenaga kerja tinggi

    Perancangan wadah pemulihan dan pembinaan anak terlantar

    No full text
    Anak-anak merupakan investasi dan harapan bagi masa depan bangsa, karena mereka akan menjadi generasi penerus. Masa usia produktif merupakan fase penting dalam pertumbuhan dan perkembangan manusia yang akan menentukan masa depan mereka. Namun, jika terjadi pengabaian di masyarakat, anak-anak akan hidup tanpa mendapatkan hak-hak mereka dan terpisah dari kesejahteraan yang seharusnya mereka terima. Selama proses pertumbuhan mereka, setiap anak membutuhkan dukungan dan bantuan dari orang tua dan lingkungan sekitar untuk mencapai pertumbuhan yang optimal. Beberapa faktor yang menyebabkan anak terlantar termasuk pola pengasuhan, sistem pendidikan, dan masalah keuangan. Anak-anak terlantar sering kali terpaksa melakukan tindakan meminta-minta, menyanyi di jalanan, atau bahkan terlibat dalam tindak kejahatan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menunjukkan empati terhadap kondisi anak-anak terlantar ini dan memberi mereka kesempatan untuk mandiri, sehingga generasi penerus dapat mengatasi keterbelakangan dan memperoleh keterampilan dasar dalam aspek personal dan sosial. Dalam rangka mendukung kemandirian anak-anak terlantar, implementasi metode transprogramming menjadi solusi yang efektif. Metode ini dapat disiasati dengan merancang rumah singgah melalui program pemulihan, pelatihan, dan ekspresif. Dengan demikian, tercipta lingkungan baru yang mendukung proses perkembangan mereka. Pendekatan desain yang berorientasi pada komunitas dengan pendekatan spasial yang ekspresif juga perlu diterapkan. Dalam merancang rumah singgah untuk anak-anak terlantar, pendekatan desain yang berorientasi pada komunitas perlu diterapkan. Rumah singgah tersebut harus dirancang sebagai lingkungan yang inklusif dan ramah anak. Ruang-ruang dalam rumah singgah dapat dirancang agar mendukung interaksi sosial dan kolaborasi antara anak-anak. Selain itu, penggunaan elemen-elemen desain yang ekspresif, seperti warna-warna cerah dan mural, dapat menciptakan suasana yang menyenangkan dan mendorong kreativitas anak-anak. Kata Kunci: anak terlantar; rumah singgah; pemulihan; kemandirian; keterampila

    Reup-perca: inovasi perca sebagai simbol revolusi dalam industri kreatif fashion

    No full text
    Aktivitas dunia fashion semakin berkembang dan berubah, menjadikannya sebagai sarana untuk mengekspresikan diri seseorang kepada dunia luar. Sebelum masa pandemi covid berlangsung, terjadi fenomena fast-fashion trend yang mencuat, dimana produksinya telah berkontribusi pada peningkatan dan menyisakan limbah kain perca yang tidak dapat digunakan kembali. Tahun 2019 di DKI Jakarta, limbah perca berdampak ke lingkungan Pantai Timur Ancol, Pademangan yang ditemukan di bibir dan perairan pantai. hal ini mengkhawatirkan karena dampak negatifnya terhadap ekosistem lingkungan dan kesehatan manusia yang tinggal disekitarnya. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, program arsitektur menginisiasi penggunaan kain perca sebagai sumber daya melalui pengolahan, produksi, dan penjualan pakaian. Program ini bertujuan untuk mengubah limbah perca menjadi bahan yang memiliki nilai tambah. Melalui metode perancangan kualitatif dan pendekatan edukatif, program arsitektur ini dibentuk untuk memberikan pemahaman serta inspirasi kepada generasi muda dalam berinovasi menciptakan produk unik melalui pemanfaatan limbah perca. Keberadaan program ini, diharapkan adanya kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah perca menjadi sebuah kebaharuan. Program juga bertujuan untuk membangkitkan semangat inovasi dan kreativitas di kalangan masyarakat. Pemanfaatan limbah perca sebagai sumber daya yang berharga dengan mendorong adopsi praktik ramah lingkungan dalam industri fashion. Melalui kolaborasi antara generasi muda dan masyarakat sebagai produsen dan konsumen, tercipta kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian lingkungan dan menciptakan sebuah industri fashion yang bertanggung jawab dan berwawasan masa depan. Kata kunci: Edukasi; Fashion; Inovasi; Limbah; Perc

    Membuat sistem basis data berbasis web untuk kalkulasi biaya laundry

    No full text

    0

    full texts

    43,693

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇