Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
Studi komparasi hasil pengujian pembebanan dinamis dan statis untuk daya dukung aksial dan lateral fondasi tiang (TS - 2657)
Penelitian ini membandingkan hasil pengujian daya dukung aksial dengan pembebanan dinamis dan statis dan hasil pengujian daya dukung lateral dari fondasi tiang. Penelitian ini menggunakan data dari proyek-proyek sebelumnya untuk mengevaluasi hubungan antara hasil pengujian daya dukung melalui metode Pile Driving Analyzer (PDA) dan Reaction Pile. Hasil dari penelitian ini menunjukkan perbandingan hasil pengujian daya dukung aksial dan lateral dengan perhitungan daya dukung. Dari hasil tersebut, kita dapat mencari informasi lebih lanjut tentang kemampuan pengujian aksial dinamis melalui PDA dapat menjadi substitusi untuk pengujian aksial statis. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mencari hubungan antara parameter yang terdapat pada perhitungan teoritis dengan kondisi di lapangan untuk daya dukung aksial maupun lateral yang dapat membantu proses pemilihan metode perhitungan teoritis yang sesuai dengan kondisi lapangan agar perhitungan teoritis dapat menjadi lebih efektif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam bidang geoteknik, serta membantu meningkatkan pemahaman kita tentang perilaku fondasi tiang dalam kondisi pembebanan dinamis dan statis
ANALISIS KECANDUAN MEDIA SOSIAL PADA FENOMENA FEAR OF MISSING OUT (STUDI PADA PENGGUNAAN INSTAGRAM DI KALANGAN PENGGEMAR K-POP INDONESIA)
ABSTRAK
(A) MEIFRANTY MARIA / 915200095
(B) ANALISIS KECANDUAN MEDIA SOSIAL PADA FENOMENA FEAR OF
MISSING OUT (STUDI PADA PENGGUNAAN INSTAGRAM DI KALANGAN
PENGGEMAR K-POP)
(C) 55 hlm, Tahun 2023, table 3, gambar 3, Lampiran 6
(D) JURNALISTIK
Abstrak: Kemudahan akses internet dapat memicu permasalahan fisik maupun
mental seperti kecanduan media sosial. Masalah kecanduan media yang dialami
dapat berpotensi menimbulkan kecemasan sosial atau Fear of Missing Out
(FoMO). Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan kecanduan media
sosial Instagram dan fenomena FoMO di kalangan penggemar K-Pop
Indonesia. Dengan menggunakan metode fenomenologi, penelitian kualitatif ini
melibatkan wawancara dan observasi terhadap pengguna Instagram yang juga
merupakan penggemar K-Pop. Teori ketergantungan media juga konsep media
sosial, kecanduan media sosial, dan penggemar K-Pop digunakan sebagai dasar
untuk mempelajari objek dan subjek penelitian. Hasilnya menunjukkan bahwa
narasumber tidak menunjukkan tanda-tanda kecanduan pada penggunaan
Instagram dalam upaya mencari informasi terkini dan momen-momen penting
yang melibatkan idolanya. Fenomena FoMO juga hanya muncul ketika
penggemar tidak dapat ikut serta dalam acara K-Pop tertentu yang dihadiri oleh
seseorang yang dikenal. Oleh karena itu, penelitian ini dapat memberikan
gambaran penggemar K-Pop yang, jika dinyatakan, tidak menunjukkan tanda-tanda
kecanduan media sosial.
Kata Kunci: Kecanduan, Media Sosial, Fear of Missing Out, Penggemar KPop
(E) DAFTAR PUSTAKA: 1 (artikel), 1 (buku), 35 (skripsi), 38 (jurnal),
(F) Lusia Savitri Setyo Utami, S.Sos., M.Si. mengenai tingkatan penggunaan media sosial bag
PERILAKU KOMUNIKASI VERBAL DAN NON-VERBAL PENGGEMAR BTS DALAM KOLOM KOMENTAR DI TIKTOK (STUDI KASUS PADA AKUN @PEAKABOO__)
ABSTRAK
(A) DENNYS UTAMA/915200124
(B) PERILAKU KOMUNIKASI VERBAL DAN NON-VERBAL PENGGEMAR
BTS DALAM KOLOM KOMENTAR DI TIKTOK (STUDI KASUS PADA
AKUN @PEAKABOO__)
(C) xix+58hlm, Tahun 2023, table 3, gambar 10, Lampiran 4
(D) ADVERTISING
Abstrak: Perkembangan teknologi membawa perubahan pada perilaku
komunikasi verbal dan non-verbal salah satunya memberikan dampak instan bagi
penggemar BTS lebih mudah dalam menyampaikan sesuatu pesan pada idolanya
dengan menggunakan jaringan internet yaitu media sosial. Perkembangan media
sosial membuat penggemar BTS membina komunitas melalui media sosial salah
satunya TikTok. Aplikasi TikTok menawarkan fitur-fitur yang digunakan
penggemar BTS dalam perilaku komunikasi verbal dan non-verbal berupa kolom
komentar yang digunakan untuk saling bertukar pendapat pada video yang
diunggah oleh content creator. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif dengan metode studi kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui dan mendeskripsikan perilaku komunikasi verbal dan non-verbal
penggemar BTS dalam kolom komentar di akun TikTok. Pada penelitian ini
konsep yang digunakan yaitu perilaku komunikasi verbal dan non-verbal. Hasil
dari penelitian ini menunjukkan perilaku komunikasi verbal pada kolom komentar
TikTok dapat terbentuk dari keinginan penggemar dalam menyuarakan setiap
kegiatan yang melibatkan idolanya sedangkan komunikasi non-verbal dapat
diungkapkan dengan bentuk emotikon dimana berbagai emotikon dapat
menunjukkan apa yang dirasakan oleh penggemar ketika berkomentar.
Kata Kunci: Penggemar, Perilaku Komunikasi, Kolom Komentar.
(E) DAFTAR PUSTAKA: 6 (situs online), 17 (jurnal) 15 (skripsi)
(F) Lusia Savitri Setyo Utami, S.Sos., M.Si
Evaluasi fasilitas parkir stasiun kereta rel listrik commuter line (studi kasus: stasiun Tangerang) (TS - 2683)
Evaluasi fasilitas parkir stasiun Kereta Rel Listrik Commuter Line Tangerang ditinjau dengan Pedoman Teknis Penyelenggaraan Fasilitas Parkir dengan pembagian kueisioner kepuasan pelanggan terhadap kinerja dan harapan untuk mendapat data primer lalu diolah dengan metode importance performance analysis (IPA) dan data sekunder didapat dari pengumpulan data karcis parkir kendaraan roda dua dan roda empat untuk mengetahui kapasitas ruang parkir, volume parkir, durasi parkir, indeks parkir, tingkat penggantian (turn over) parkir, akumulasi parkir, dan satuan ruang parkir. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan pelanggan, karakteristik tempat parkir stasiun Kereta Rel Listrik Commuter Line Tangerang.Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, tempat parkir pada tempat penilitian ini pada hari biasa tidak dapat menampung kendaraan roda dua dan berdasarkan persepsi pengguna dengan metode IPA tempat parkir sudah dinilai cukup baik, namun masih terdapat aspek yang harus diperbaiki atau ditingkatkan seperti ketersediaan atap penutup kendaraan dan kebersihan area parkir
Peranan Self-Esteem sebagai Mediator dalam Hubungan antara Impostor Syndrome dan Resiliensi Akademik pada Mahasiswa Berprestasi Tinggi di Jakarta
Mahasiswa merupakan pelajar yang terlibat dalam perguruan tinggi. Seorang mahasiswa yang sukses dilihat berdasarkan prestasi yang diraihnya. Dalam meraih prestasi, mahasiswa yang memiliki self-esteem akan termotivasi untuk mencapai prestasi yang diharapkan. Self-esteem merupakan pandangan
seseorang atas keberhargaan dirinya. Namun, mahasiswa berprestasi bisa mengalami impostor syndrome yaitu ketidak mampuan untuk menerima prestasi yang dicapainya. Fenomena impostor syndrome mulai marak terjadi di kalangan mahasiswa, dan fenomena ini tentunya bertolak belakang dengan self-esteem dan juga dapat mempengaruhi resiliensi akademik mahasiswa. Resiliensi akademik yaitu ketangguhan untuk mengerjakan tugas-tugas akademik yang juga mempengaruhi prestasi mahasiswa. Penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah self-esteem dapat memediasi peranan impostor syndrome terhadap resiliensi akademik. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dan menggunakan purposive sampling. Melibatkan 379 mahasiswa berprestasi tinggi di Jakarta berusia 18-25 tahun. Temuan olah data penelitian menunjukkan uji sobel
sebesar -6.35 yang berarti membuktikan self-esteem dapat memediasi hubungan antara impostor syndrome dengan resiliensi akademik secara parsial. Hal ini dapat memberi pemahaman lebih jauh mengenai hubungan impostor syndrome dan resiliensi akademik, serta peranan self-esteem sebagai mediator
Hubungan Self-disclosure Terhadap Stres Akademik yang dialami oleh Remaja Akhir Pengguna Instagram (Studi pada Mahasiswa Tingkat Pertama)
Perguruan tinggi merupakan satu tahap tingkat pendidikan lanjutan bagi para pelajar yang telah menyelesaikan masa studinya melalui di sekolah menengah atas (SMA). Mahasiswa tingkat pertama diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan dalam sistem pendidikan, seiring dengan peningkatan tugas dan tanggung jawab yang dihadapi di lingkungan perguruan tinggi. Bagi mahasiswa yang mengalami rasa shock karena perubahan yang dia alami dan tidak dapat melewati masa-masa perubahan serta tuntutan tersebut di dalam perkuliahan, akan sangat rentan bagi mereka untuk mengalami stres akademik. Penelitian ini mengenai hubungan self-disclosure dengan stres pada remaja akhir khususnya mahasiswa tingkat pertama yang menggunakan media sosial
Instagram, penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan alat ukur Revised Self-Disclosure Scale (RSDS) dan Perception of Academic Stres Scale (PAS) menghasilkan hubungan positif yang signifikan
antara variabel stres akademik terhadap self-disclosure dengan nilai r (243) = 0.135 dan nilai p = 0.000 < 0.005
Hubungan antara Perilaku Phubbing dan Kecerdasan Emosi pada Remaja Akhir di Jakarta
Beragam sisi positif ponsel pintar menimbulkan masalah baru yang hadir dalam kehidupan nyata, yaitu perilaku phubbing. Perilaku phubbing adalah sikap mengacuhkan individu lain ketika berinteraksi sosial dengan memainkan ponsel pintarnya, hal ini dapat berdampak negatif terhadap hubungan sosial. Kemampuan dalam menjalin hubungan sosial merupakan aspek yang penting dalam kecerdasan emosi. Kecerdasan emosi adalah kemampuan individu dalam memanajamen emosi, memotivasi diri, dapat berempati, dan berkemampuan dalam mengelola hubungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara perilaku phubbing dan kecerdasan emosi pada remaja akhir di Jakarta. Penelitian ini melibatkan 301 responden remaja akhir yang terdiri dari 82 laki-laki dan 219 perempuan. Alat ukur yang digunakan adalah Generic Scale of Phubbing (GSP) oleh Chotpitayasunondh & Douglas (2018) yang telah diadaptasi oleh Isrofin (2020) dan alat ukur kecerdasan emosi Universitas Tarumanagara oleh Wijaya et al. (2017). Hasil analisis data menggunakan teknik korelasi spearman antara perilaku phubbing dan kecerdasan emosi, memperoleh r (301) = -0.404, p = 0.000 < 0.05. Hasil korelasi kedua variabel ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi signifikan dan negatif antara perilaku phubbing dengan kecerdasan emosi
Eksplorasi Faktor dan Dampak Burnout pada Profesi Fisioterapis: Scoping Review
Setiap pekerjaan memiliki tekanan dan tantangannya tersendiri, termasuk fisioterapis yang merupakan salah satu tenaga kesehatan yang membantu orang lain untuk sembuh namun ternyata rentan terhadap burnout. Penulis tertarik untuk mengetahui apakah yang menjadi faktor atau dampak dari burnout pada fisioterapis dan bagaimana langkah preventif yang dapat dilakukan untuk meminimalisir burnout pada fisioterapis. Pada penelitian kali ini terdapat kriteria inklusi yang digunakan dalam memilih penelitian. Beberapa kriteria inklusi adalah: 1) Fokus pada burnout dan fisioterapis, (2) penelitian berupa empiris, (3) Penelitian berupa empiris, (4) Bisa diakses untuk full text dan juga abstrak, dan (5) Menggunakan bahasa Indonesia atau Inggris. Peneliti menggunakan metode Scoping Review dengan panduan yang diusulkan dan akan dilakukan sesuai dengan metodologi PRISMA-ScR. Faktor penyebab burnout di dalam hasil penelitiannya, terdapat aspek sosio demografi, organisasional dan juga personal. Selain itu terdapat juga artikel jurnal yang membahas keterkaitan antara burnout dengan variabel psikologi lainnya yaitu depresi, kecemasan, dan stres. Dalam membahas dampak terdapat dampak internal (bagi fisioterapis) dan juga dampak eksternal (bagi institusi bekerja atau pasien). Tindakan preventif yang dapat mencegah terjadinya burnout pada profesi fisioterapis, di dalamnya terdapat solusi untuk mengembangkan strategi coping, mempunyai sistem pendukung, dan juga tindakan preventif yang dapat dilakukan oleh institusi kesehatan. Berdasarkan hasil pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa burnout memiliki banyak faktor penyebab baik yang berasal dari pribadi, sosio demografis dan juga dari pekerjaan fisioterapis itu sendiri. Namun dapat dilihat bahwa dimensi yang paling dominan dalam burnout yang dialami fisioterapis adalah pada dimensi emotional exhaustion. Burnout juga memiliki dampak yang negatif baik bagi individu fisioterapis maupun pasien yang menerima layanan, sehingga penting bagi para fisioterapis untuk mengenal dirinya sendiri ketika harus menghadapi masalah, sebagai bentuk tindakan preventif burnout
Analisis Yuridis Kriteria Penentuan Daluwarsa Dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 118/PUU-XX/2022
Daluwarsa merupakan suatu aturan yang telah ditetapkan untuk menentukan batas waktu suatu penuntutan. Tujuan dari adanya daluwarsa adalah berguna untuk memberikan rasa keadilan dan kepastian hukum karena melindungi pihak yang dituduh dari penuntutan terus-menerus. Penulisan ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan menggunakan spesifikasi penelitian preskriptif, dengan menggunakan jenis dan sumber data hukum primer, sekunder, serta tersier, pendekatan yang di pakai dalam penelitian ini yaitu pendekatan undang-undang serta pendekatan kasus, kemudian teknik analisis data yang di gunakan yaitu deskriptif dengan cara deduktif. Dengan batas waktu, orang memiliki hak untuk tidak dikejar terus-menerus atas tindakan yang mereka lakukan sebelumnya. Tetapi dengan adanya batas waktu penuntutan tersebut ternyata tidak memberikan kepastian hukum serta keadilan seperti yang dialami oleh Pemohon I Juliana dan Pemohon II Asril yang terdapat dalam Putusan Nomor 118/PUU-XX/ 2022. Para pemohon ternyata merasakan dirugikan karena adanya penafsiran yang berbeda-beda antara para penegak hukum dalam memberikan kejelasan terkait Pasal 79 Ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
Analisis Putusan Pengadilan Agama Jakarta Timur Nomor 635/Pdt.G/2023/Pa.Jt Yang Mengabulkan Permohonan Izin Poligami Atas Dasar Istri Tidak Dapat Melahirkan Keturunan
Manusia dalam kehidupannya untuk menjalankan perintah Allah salah satunya menjalankan perkawinan, dan memiliki tujuan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhannya saja, tetapi tujuannya untuk membangun rumah tangga yang harmonis dan kekal. Dalam melakukan perkawinan hendaknya hanya dilakukan seumur hidup. Menurut undang-undang, poligami terjadi apabila seorang suami/istri melangsungkan perkawinan dengan lebih dari seorang perempuan, dengan mengajukan permohonan kepada pengadilan di tempat kediamannya. Salah satu syarat untuk melakukan poligami adalah dengan mencantumkan surat keterangan yang menyatakan kondisi istri, sehingga tidak dapat melahirkan anak. Hakim mengabulkan permohonan pemohon untuk melakukan poligami dalam Keputusan Permohonan 635/Pdt.G/2023/PA.JT; namun permohonan tersebut tidak disertai dengan surat keterangan ketidaksuburan istri; kelalaian ini menimbulkan ambiguitas hukum dalam pengajuan permohonan poligami. Hasil penelitian ini pada dasarnya Negara Indonesia menganut asas monogami yang tertulis pada pasal 3 ayat (1) tetapi dapat memungkinkan untuk melakukan poligami apabila memenuhi syarat alternatif pada pasal 4 ayat (2) dan syarat kumulatif pada pasal 5 ayat (2)