Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
Kewajiban Kurator Yang Hanya Membayarkan Sebagian Atas Upah Pekerja Debitur Pailit Yang Tidak Dikategorikan Sebagai Perbuatan Melawan Hukum (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 232 K/Pdt.Sus- Pailit/2021)
(E) Kepailitan berguna mengatur keseimbangan kepentingan kreditur, pengusaha, dan debitor yang mengalami kesulitan keuangan. Agar prosesnya berjalan adil dan efisien, perlu seorang profesional yaitu kurator yang ditunjuk pengadilan untuk mengelola aset-aset debitor pailit. Terjadi pada kasus Putusan Mahkamah Agung No. 232 K/Pdt.Sus-Kepailitan/2021, pihak Pemohon Kasasi melayangkan kasasi kepada Endang Suharta, S.H., M.H selaku kurator kasus perkara kepailitan yang ditangani Bank Mandiri kota Semarang. Endang Suharta, terindikasi melakukan perbuatan melawan hukum dalam proses pemberian upah pekerja debitur pailit pada pihak-pihak terkait. Setelah dilakukan permohonan, Ratio Decidendi majelis hakim yang menyetujui kurator hanya membayarkan sebagian dari hak pekerja Woerjono Widjaja selaku debitor pailit adalah menyatakan bahwa biaya upah pekerja debitur pailit tidak termasuk dalam kategori biaya kepailitan yang harus dibayarkan
Efektivitas Pemberlakuan Batas Eksekusi Putusan Nomor 59/Pdt.G/2021/Pn Yyk tentang Wanprestasi Jual Beli
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dan menganalisis secara mendalam efektivitas pemberlakuan batas eksekusi putusan Nomor 59/Pdt.G/2021/PN YYK yang mengatur kasus wanprestasi dalam transaksi jual beli. Wanprestasi, sebagai permasalahan yang sering terjadi dalam praktek hukum perdata, menjadi fokus utama penelitian ini. Jual beli merupakan salah satu transaksi ekonomi yang umum terjadi dalam masyarakat, dan wanprestasi merupakan permasalahan serius yang sering terjadi dalam konteks tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analisis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pihak yang memiliki kewenangan untuk membahas suatu produk perundang-undangan. Hasil dari penelitian akan memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang tantangan dan hambatan dalam implementasi batas eksekusi putusan, termasuk kendala hukum dan faktor- faktor eksternal yang memengaruhi prosesnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemberlakuan batas eksekusi putusan memiliki implikasi yang signifikan dalam menegakkan keadilan dan memfasilitasi penyelesaian sengketa secara efisien. Dalam hal ini, batas eksekusi memainkan peran penting dalam memberikan kepastian hukum bagi para pihak yang terlibat dalam transaksi jual beli. Pengaturan batas eksekusi di dalam putusan memberikan landasan yang lebih jelas dan pasti bagi pihak-pihak yang terlibat dalam kontrak jual beli, meningkatkan kepastian hukum, dan mendorong penegakan kepatuhan terhadap putusan pengadilan. Melalui analisis yang komprehensif, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi penting dalam memperbaiki sistem hukum terkait penyelesaian sengketa jual beli di Pengadilan Negeri Yogyakarta maupun konteks yang lebih luas
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENDETEKSIAN FRAUD PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2021 - 2024
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendeteksian fraud melalui fraudulent
financial reporting dalam laporan keuangan perusahaan pertambangan yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021 – 2024 menggunakan pendekatan
formula Beneish M-Score. Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan
purposive sampling dan didapatkan 105 data sampel melalui 35 perusahaan
horizontal selama 3 periode (2021 – 2024) yang memenuhi kriteria sampling
perusahaan pertambangan yang secara lengkap mempublikasikan laporan
keuangannya di BEI. Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain penelitian
kuantitatif dan pengolahan data dilakukan dengan menggunakan aplikasi E-Views.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif untuk variabel
DSRI, GMI, AQI, SGI, DEPI, TATA, serta pengaruh negatif untuk SGAI dan
LVGI.
Kata kunci: Fraud, Laporan Keuangan, Beneish M-Score
This study aims to analyze fraud detection through fraudulent financial reporting in
the financial statements of mining companies listed on the Indonesia Stock
Exchange (Bursa Efek Indonesia) for the 2021–2024 period using the Beneish MScore
formula.
The
research
sample
was
determined
using
purposive
sampling
and
obtained
105
sample
data
from
35
horizontal
companies
over
three
periods
(2021–
2024)
that met the sampling criteria of mining companies that fully publish their
financial statements on the IDX. The study was conducted using a quantitative
research design and data processing was carried out using the E-Views
application. The results showed a positive effect for the variables DSRI, GMI, AQI,
SGI, DEPI, TATA, and a negative effect for SGAI and LVGI.
Keyword: Fraud, Financial Statement, Beneish M-Scor
ANALISIS HUKUM BENFORD DALAM MENDETEKSI EARNINGS MANIPULATIONS LAPORAN KEUANGAN STUDI EMPIRIS PADA BUMN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2018 - 2023
This study aims to detect potential earnings manipulation in the financial
statements of State-Owned Enterprises (SOEs) listed on the Indonesia Stock
Exchange (IDX) during the 2018–2023 period by applying a forensic statistical
approach using Benford’s Law. The research subjects consist of 34 active SOEs
that have been listed since before 2018 and remained active through 2023. The
sampling technique used is purposive sampling, with criteria including the
completeness of audited annual financial reports. The dataset comprises 204
observations for total revenue and 172 observations for net income, with negative
values excluded in accordance with Benford’s Law application guidelines.
This research employs a descriptive quantitative method with an archival
research strategy. The analysis is conducted through the First Digit Test, Second
Digit Test, and First-Two Digit Test to assess the conformity of digit distribution in
revenue and net income accounts with the expected distribution outlined by
Benford’s Law. The analysis tools used include Microsoft Excel and IDEA
Analytics software. The statistical tests applied are the Chi-Square test, Z-test, and
Mean Absolute Deviation (MAD).
The results show that, in general, the digit distributions are statistically
consistent with Benford’s Law based on Chi-Square tests (H₀ accepted). However,
the MAD results in most tests indicate non-conformity, signaling potential
anomalies in specific digits. These findings imply the necessity for further
investigation and highlight the importance of Benford’s Law as an early warning
tool for auditors, regulators, and users of financial statements in identifying
potential financial manipulation within Indonesian SOEs.
Keywords: Benford’s Law, Earnings Manipulation, State-Owned Enterprises,
Forensic Accounting, Digit Distribution
Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi potensi earnings manipulation
dalam laporan keuangan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)
selama periode 2018–2023 menggunakan pendekatan statistik forensik melalui
Benford’s Law. Subjek penelitian terdiri dari 34 BUMN aktif yang terdaftar
sebelum tahun 2018 dan masih eksis hingga 2023. Teknik pengambilan sampel
yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria kelengkapan laporan
keuangan tahunan yang telah diaudit. Total data yang dianalisis mencakup 204
observasi untuk akun pendapatan dan 172 observasi untuk akun laba bersih, dengan
data negatif dieliminasi sesuai pedoman penerapan Benford.
Metode penelitian ini bersifat kuantitatif deskriptif dengan pendekatan
archival research. Analisis dilakukan menggunakan First Digit Test, Second Digit
Test, dan First-Two Digit Test untuk mengukur kesesuaian distribusi digit pada
akun pendapatan dan laba bersih terhadap distribusi yang diharapkan menurut
hukum Benford. Proses analisis didukung oleh perangkat lunak Microsoft Excel
dan IDEA Analytics. Uji statistik yang digunakan mencakup Chi-square, Z-Test,
dan Mean Absolute Deviation (MAD).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, distribusi digit dari
laporan keuangan yang dianalisis masih tergolong sesuai dengan Benford’s Law
berdasarkan uji Chi-square (H₀ diterima). Namun, nilai MAD pada sebagian besar
pengujian menunjukkan status non-conformity, yang mengindikasikan adanya
potensi penyimpangan pada digit tertentu. Implikasi dari temuan ini penting bagi
auditor internal dan eksternal, investor, serta regulator untuk melakukan investigasi
lebih lanjut sebagai bentuk deteksi dini terhadap manipulasi keuangan di sektor
BUMN.
Kata kunci: Benford’s Law, Earnings Manipulation, BUMN, Forensik Akuntansi,
Distribusi Digi
PENGARUH GOVERNMENT SIZE, INTERGOVERNMENTAL REVENUE, DAN CAPITAL EXPENDITURE TERHADAP KINERJA KEUANGAN DAERAH
Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis
apakah government size, intergovernmental revenue, dan capital expenditure
berpengaruh terhadap kinerja keuangan daerah. Data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah data sekunder dari laporan keuangan audited Tahun 2019-2023
yang dikeluarkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Statistik Keuangan
Pemda Tahun 2019-2023 yang dipublikasikan dalam website Badan Pusat Statistik
(BPS). Penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh yaitu menggunakan
keseluruhan populasi. Data yang diolah dengan menggunakan Eviews 12. Hasil yang
ditemukan dalam penelitian ini bahwa government size memiliki pengaruh positif dan
signifikan terhadap kinerja keuangan daerah sedangkan intergovernmental revenue
dan capital expenditure tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan
daerah. Peniliti selanjutnya diharapkan memperluas objek penelitian hingga
kabupaten, kota maupun desa, selain itu mengeksplorasi variabel independent lain
termasuk yang dapat memediasi variabel independen terhadap kinerja keuangan
daerah.
Kata kunci: Kinerja Keuangan Daerah, Government Size, Intergovernmental
Revenue Capital Expenditure
The objective of this study is to examine and analyze the effect of government size,
intergovernmental revenue, and capital expenditure on regional financial
performance. The data used in this research are secondary data derived from audited
financial reports for the period 2019–2023 issued by the Audit Board of Indonesia
(BPK) and the Regional Financial Statistics for 2019–2023 published by the Central
Bureau of Statistics (BPS). This study employs a saturated sampling technique, using
the entire population. Data were processed using EViews 12. The results reveal that
government size has a positive and significant effect on regional financial
performance, whereas intergovernmental revenue and capital expenditure do not
have a significant effect. Future research is recommended to expand the research
objects to include regencies, cities, and villages, and to explore other independent
variables, including potential mediating variables, that may influence regional
financial performance.
Keywords: Regional Financial Performance Government Size, Intergovernmental
Revenue Capital Expenditur
MEMAKSIMALKAN POTENSI KINERJA KEUANGAN, PENERIMAAN PASAR DAN NILAI PERUSAHAAN DENGAN STRUKTUR MODAL BERBASIS GOLDEN RATIO: STUDI PADA SEKTOR INDUSTRI INDONESIA
Optimal capital structure is a critical issue in corporate financial management,
especially in industrial sectors that require large financing. The concept of the
golden ratio (61.8% debt and 38.2% equity) adapted from the Fibonacci
mathematical principle began to be applied in corporate finance because it was
believed to create an ideal balance between risk and return. This study aims to
examine the effect of a capital structure that utilizes the ideal golden ratio
proportion (61.8%) on financial performance (revenue and profit/loss), market
acceptance (stock price and EV/EBIT ratio), and firm value (Tobin’s Q). The data
used in this research are annual report data from industrial sector companies listed
on the Indonesia Stock Exchange during the period 2014 to 2023. The sample was
selected using a purposive sampling technique, resulting in a total of 11 companies.
The data were processed using GRETL and EViews 12 software. The findings
indicate that a golden ratio-based capital structure has a positive and significant
effect on firm value as measured by Tobin’s Q, but has a negative and significant
effect on revenue and stock price. Furthermore, it has no significant effect on
profit/loss and the EV/EBIT ratio. These findings confirm that the application of the
golden ratio in capital structure needs to consider the context of emerging markets
such as Indonesia.
Keywords: Golden Ratio, Capital Structure, Financial Performance, Market
Acceptance, Tobin’s Q.
Struktur modal optimal merupakan isu kritis dalam manajemen keuangan
perusahaan, khususnya di sektor industri yang membutuhkan pembiayaan besar.
Konsep golden ratio (61.8% utang dan 38.2% ekuitas) yang diadaptasi dari prinsip
matematika Fibonacci mulai diaplikasikan dalam keuangan perusahaan karena
diyakini dapat menciptakan keseimbangan ideal antara risiko dan return. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh struktur modal yang memanfaatkan
proporsi ideal golden ratio (61,8%) kepada kinerja keuangan (pendapatan dan
laba/rugi), penerimaan pasar (harga saham dan rasio EV/EBIT), serta nilai
perusahaan (Tobin’s Q). Data yang digunakan adalah data laporan tahunan dari
perusahaan sektor industri yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia periode tahun 2014 s.d. 2023. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling sehingga
total sampel perusahaan adalah 11 perusahaan. Data diolah menggunakan aplikasi
GRETL dan Eviews 12. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa
struktur modal berbasis golden ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap
nilai perusahaan yang diukur dengan Tobin’s Q, namun berpengaruh negatif dan
signifikan terhadap pendapatan dan harga saham, serta tidak berpengaruh terhadap
laba/rugi dan rasio EV/EBIT. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan golden
ratio dalam struktur modal perlu mempertimbangkan konteks pasar berkembang
seperti Indonesia.
Kata Kunci: Golden Ratio, Struktur Modal, Kinerja Keuangan, Penerimaan Pasar,
Tobin’s Q
PENGARUH PROFITABILITAS, LIKUIDITAS DAN LEVERAGE, TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN SEKTOR KONSUMEN PRIMER SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2021-2023.
Penelitian ini dilakukan guna menganalisis pengaruh profitabilitas,
likuiditas, dan leverage terhadap nilai perusahaan pada emiten yang bergerak di
sektor konsumen primer, khususnya subsektor makanan dan minuman yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama rentang waktu 2021 sampai 2023.
Penilaian terhadap perusahaan dilakukan melalui pendekatan nilai perusahaan
diukur melalui rasio Price to Book Value (PBV). Sementara itu, indikator
profitabilitas menggunakan Return on Assets (ROA), likuiditas diwakili oleh
Current Ratio (CR), dan leverage Pengukuran leverage dalam penelitian ini
menggunakan rasio Debt to Asset (DAR). Pendekatan yang digunakan bersifat
kuantitatif, dengan dukungan analisis deskriptif serta regresi linier berganda.
Pemilihan sampel dilakukan secara purposive, mencakup 12 perusahaan yang
sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa
variabel profitabilitas, likuiditas, dan leverage memiliki pengaruh yang positif dan
signifikan terhadap valuasi perusahaan.
Kata kunci: Nilai perusahaan, Profitabilitas, Likuiditas dan Leverage.
This research investigates how profitability, liquidity, and leverage
influence firm value among issuers in the primary consumer sector, with a
particular focus on the food and beverage subsectors listed on the Indonesia Stock
Exchange (IDX) during the period 2021 to 2023. Firm value is assessed using the
Price to Book Value (PBV) ratio. Profitability is measured by Return on Assets
(ROA), liquidity by the Current Ratio (CR), and leverage by the Debt to Asset
Ratio (DAR). The study employs a quantitative approach, utilizing descriptive
statistics and multiple linear regression analysis. Purposive sampling technique
was used in selecting 12 companies that meet certain criteria. The results of the
study indicate that profitability, liquidity, and leverage each have a positive and
statistically significant effect on company value.
Keywords: Company Value, Profitability, Liquidity and Leverage
PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN SUSTAINABILITY REPORT PADA PERUSAHAAN TAMBANG YANG TERDAFTAR DI BEI
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh dari profitabilitas, leverage,
serta ukuran perusahaan terhadap tingkat pengungkapan sustainability report pada
perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling,
dan diperoleh sebanyak 18 perusahaan yang dijadikan objek observasi selama
periode 2021 hingga 2023. Sumber data diperoleh melalui laporan tahunan yang
dipublikasikan oleh masing-masing perusahaan. Pengolahan data dilakukan
dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Temuan penelitian ini mengindikasikan
bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability
report. Sementara itu, variabel leverage dan ukuran perusahaan tidak
menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap praktik pengungkapan
laporan keberlanjutan.
Kata Kunci: Profitabilitas, Leverage, Ukuran Perusahaan, pengungkapan
sustainability report
This study aims to evaluate the influence of profitability, leverage, and firm size on
the level of sustainability report disclosure among mining companies listed on the
Indonesia Stock Exchange (IDX). The sample was selected using a purposive
sampling technique, resulting in 18 companies observed over the 2021–2023 period. The research data were obtained from the companies’ published annual
reports. Data processing was conducted using the SPSS software. The findings
indicate that profitability has a positive influence on the disclosure of
sustainability reports. In contrast, leverage and firm size do not exhibit a
significant effect on sustainability report disclosure practices.
Keywords: Profitability, Leverage, Firm Size, Disclosure of Sustainability Repor
ANALISIS MARKETING PUBLIC RELATIONS DALAM MEMBANGUN HUBUNGAN DENGAN PELANGGAN DI CHONGQING HOTPOT
ABSTRAK
(A) CECYLIA AGATHA PUTRI/915210010
(B) ANALISIS MARKETING PUBLIC RELATIONS DALAM MEMBANGUN
HUBUNGAN DENGAN PELANGGAN DI CHONGQING HOTPOT.
(C) xvii +84.hlm, Tahun 2024, 1 Tabel, 2 Gambar, 8 Lampiran
(D) PUBLIC RELATIONS
Abstrak: Di era globalisasi saat ini, industri bisnis sedang mengalami
perkembangan yang sangat pesat. Perusahaan yang ingin maju harus dapat
memberikan layanan yang baik kepada para pelanggan, produk berupa barang
dan jasa yang berkualitas, dan pengiriman yang cepat Untuk tetap bersaing,
Public Relations sangat dibutuhkan untuk terus berinovasi dalam sektor bisnis.
Public Relations dibutuhkan di sebuah perusahaan agar bisa terus menjaga
hubungan dengan para konsumen. Agar dapat menjaga hubungan yang baik
dengan para pelanggan terdapat strategi Public Relations yaitu kegiatan
Marketing Public Relations (MPR). Marketing Public Relations (MPR) dapat
diartikan juga sebagai kegiatan terencana dan usaha terus menerus yang
dilakukan dengan itikad baik untuk memperoleh kesepahaman antara
perusahaan dengan khalayak. Penelitian ini bertujuan untuk membahas
mengenai Marketing Public Relations yang diterapkan oleh Chongqing Hotpot
untuk menjaga hubungan baik dengan para pelanggan. Penelitian ini
dilaksanakan melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, hasil
penelitian menunjukkan bahwa Chongqing Hotpot menerapkan Marketing
Public Relations yang mencakup strategi push, pull, dan pass dalam menjaga
hubungan baik nya dengan para pelanggan.
Kata Kunci: Marketing Public Relations, restoran, membangun hubungan
dengan pelanggan.
(E) DAFTAR PUSTAKA: 21 (buku), 17 (jurnal)
(F) Dr. Yugih Setyanto S.Sos., M.
MOTIF DAN KEPUASAN PENDENGAR PODCAST RINTIK SEDU PADA GENERASI Z
ABSTRAK
(A) NUR WULAN/915210014
(B) MOTIF DAN KEPUASAN PENDENGAR PODCAST RINTIK SEDU
PADA GENERASI Z
(C) xvii+62 hlm, Tahun 2024, tabel 14, gambar 4, Lampiran 6
(D) PUBLIC RELATIONS
Abstrak: Podcast salah satu platform digital paling populer di dunia. Setiap
podcast atau podcaster memiliki gaya yang berbeda dalam menyampaikan
informasi. Salah satu contoh podcaster yang terkenal dan digemari oleh
Generasi Z adalah podcast “Rintik Sedu”. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk memahami dan menjelaskan motif dan kepuasan pendengar podcast
“Rintik Sedu” di kalangan Generasi Z. Penelitian ini menggunakan metode
kuantitatif, yang berfokus pada pengukuran dan analisis hubungan sebab-akibat
antara beberapa variabel. Data yang dikumpulkan berasal dari sampel. Untuk
melakukan survei, para peneliti menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil
penelitian dan pembahasan yang telah disampaikan pada bab sebelumnya, yang
mengaitkan teori Uses and Gratifications untuk menganalisis motif dan
kepuasan pendengar podcast Rintik Sedu di kalangan Generasi Z, penulis dapat
menarik kesimpulan bahwa dalam teori ini terdapat dua aspek utama, yaitu
Gratification Sought (GO) dan Gratification Obtained (GO). Kesimpulan dari
penelitian mengenai Motif dan Kepuasan Pendengar podcast “Rintik Sedu” di
Kalangan Generasi Z ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa motif utama
yang mendorong pendengar Generasi Z untuk berinteraksi dengan podcast ini.
Generasi Z cenderung tertarik dengan tema-tema yang menyentuh emosi dan
relevan dengan kehidupan mereka. Selain itu, pendengar merasa bahwa podcast
“Rintik Sedu” memberikan kenyamanan dan refleksi diri, sehingga
menciptakan pengalaman mendengarkan yang memuaskan.
KataKunci: Motif, Kepuasan, Podcast, Rintik Sedu
(E) DAFTAR PUSTAKA: 2 buku, 13 jurnal, Website 6
(F) Dr. Wulan Purnama Sari, S.I.Kom., M. Si