Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
    43693 research outputs found

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPATUHAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENINDAKLANJUTI REKOMENDASI BPK: STUDI KASUS DI KABUPATEN ENDE

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan Pemerintah Kabupaten Ende dalam menindaklanjuti rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai hambatan dan tantangan dalam implementasi rekomendasi tersebut. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara dengan pejabat Inspektorat dan SKPD terkait, serta analisis dokumen Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor utama memengaruhi kepatuhan, termasuk sumber daya manusia, sistem pengawasan internal, regulasi dan kebijakan, komitmen SKPD, serta hambatan eksternal. Meskipun regulasi dianggap cukup jelas, implementasinya sering kali terhambat oleh kompleksitas birokrasi dan kurangnya relevansi rekomendasi dengan kebutuhan lokal. Hambatan eksternal seperti keterbatasan anggaran dan koordinasi lintas lembaga juga menjadi kendala signifikan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas sumber daya manusia, optimalisasi pengawasan internal, dan peningkatan komitmen lintas instansi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas tindak lanjut rekomendasi BPK. Kata Kunci: Rekomendasi BPK, Kepatuhan Pemerintah Daerah, Tindak Lanjut Audit, Pengawasan Internal, Kabupaten Ende This study aims to analyze the factors influencing the compliance of the Ende Regency Government in following up on the recommendations of the Audit Board of the Republic of Indonesia (BPK). A qualitative approach with a case study design was employed to gain an in-depth understanding of the obstacles and challenges in implementing these recommendations. Data were collected through questionnaires, interviews with officials from the Inspectorate and related Regional Work Units (SKPD), and an analysis of the Audit Report (LHP) from BPK. The findings reveal several key factors affecting compliance, including human resources, internal control systems, regulations and policies, SKPD commitment, and external barriers. Although regulations are deemed sufficiently clear, their implementation is often hindered by bureaucratic complexities and the lack of alignment between recommendations and local needs. External obstacles, such as budget constraints and inadequate interagency coordination, also pose significant challenges. This study recommends strengthening human resource capacity, optimizing internal supervision, and enhancing inter-agency commitment as strategic steps to improve the effectiveness of implementing BPK recommendations. Keywords: BPK Recommendations, Local Government Compliance, Audit Follow-Up, Internal Supervision, Ende Regenc

    ANALISIS EFEKTIVITAS SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH PEMERINTAH PROVINSI MALUKU UTARA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Sistem Pengendalian Internal (SPI) terhadap pengelolaan keuangan daerah di Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel menjadi kunci utama dalam mewujudkan pemerintahan yang baik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, SPI yang efektif sangat diperlukan untuk memastikan bahwa pelaporan keuangan, pengelolaan anggaran, dan aset daerah dilakukan dengan benar sesuai dengan peraturan yang berlaku. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan triangulasi data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Pemerintah Provinsi Maluku Utara telah menerapkan SPI sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008, efektivitasnya masih jauh dari optimal. Terdapat kelemahan pada lima komponen SPI, yaitu lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan. Temuan-temuan tersebut mencakup ketidakcocokan kualifikasi pegawai dengan tugasnya, ketidakmampuan dalam mengelola risiko anggaran, serta kurangnya rekonsiliasi dan pengendalian fisik atas aset daerah. Selain itu, kurangnya komunikasi yang efektif antara pejabat lama dan penggantinya serta ketidaktuntasan dalam menindaklanjuti rekomendasi audit BPK juga menjadi kendala. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan SPI yang lebih baik sangat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan daerah dan meningkatkan akuntabilitas publik. Kata kunci: Sistem Pengendalian Internal, pengelolaan keuangan daerah, efektivitas, Pemerintah Provinsi Maluku Utara This study aims to analyze the effectiveness of the Internal Control System (ISC) on regional financial management in the North Maluku Provincial Government. Transparent and accountable regional financial management is the main key to realizing good governance and improving public welfare. In order to achieve these goals, effective ISC is needed to ensure that financial reporting, budget management, and regional assets are carried out properly in accordance with applicable regulations. This study uses a qualitative descriptive approach with triangulation of data obtained through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that although the North Maluku Provincial Government has implemented ISC in accordance with Government Regulation Number 60 of 2008, its effectiveness is still far from optimal. There are weaknesses in the five ISC components, namely the control environment, risk assessment, control activities, information and communication, and monitoring. These findings include the mismatch of employee qualifications with their duties, inability to manage budget risks, and lack of reconciliation and physical control of regional assets. In addition, the lack of effective communication between the old officials and their replacements and the failure to follow up on the BPK audit recommendations are also obstacles. This study concludes that better implementation of SPI is needed to improve the effectiveness of regional financial management and increase public accountability. Keywords: Internal Control System, regional financial management, effectiveness, North Maluku Provincial Governmen

    PERAN MODERASI AUDIT QUALITY PADA PENGARUH FINANCIAL DISTRESS TERHADAP EARNINGS MANAGEMENT

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh financial distress terhadap earnings management dengan audit quality sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan perusahaan consumer cyclicals terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2021 - 2023 sebagai sampel penelitian. Terdapat 294 sampel penelitian yang diperoleh melalui purposive sampling dengan kriteria tertentu Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Analisis regresi linear sederhana dan analisis regresi moderasi digunakan, dan pengujian dijalankan dengan SPSS 25. Financial distress diproksikan dengan Altman Z Score, earnings management diproksikan dengan discretionary accrual modified jones, sedangkan audit quality diproksikan dengan reputasi auditor (KAP BigFour) Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial distress berpengaruh positif terhadap earnings management. Artinya, semakin besar financial distress yang dialami perusahaan, maka semakin tinggi earnings management yang dilakukan perusahaan. Audit quality sebagai variabel moderasi memperlemah pengaruh financial distress terhadap earnings management. Kata Kunci: Audit Quality, Financial Distress dan Earnings Management This study uses audit quality as a moderating variable to investigate how financial distress affects earnings management. The study uses consumer cyclicals companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2021 to 2023 as the research sample. A total of 294 research samples were obtained through purposive sampling with specific criteria. A quantitative method was employed in this study. Simple linear regression analysis and moderation regression analysis were used, and the testing was conducted using SPSS 25. Financial distress is proxied by the Altman Z Score, earnings management is proxied by discretionary accruals using the modified Jones model, while audit quality is proxied by auditor reputation (Big Four audit firms). The results show that financial distress has a positive effect on earnings management. In other words, the greater the financial distress experienced by the company, the higher the earnings management performed by the company. Audit quality as a moderating variable weakens the effect of financial distress on earnings management. Keywords: Audit Quality, Financial Distress dan Earnings Managemen

    ANALISA VALUASI PT GOTO GOJEK TOKOPEDIA TBK.

    No full text
    GOTO merupakan salah satu perusahaan startup terbesar di Indonesia yang menunjukkan penurunan saham yang besar setelah IPO, yakni 73%. GOTO juga melakukan PHK besar pada tahun 2023 dan 2024. Pada Januari 2024, GOTO kemudian diakuisisi oleh TikTok Nusantara (SG) Pte. Ltd. dengan investasi sebesar USD 1,5 miliar atau memiliki saham GOTO sebesar 75%. GOTO sendiri memiliki kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, salah satunya dengan memberikan nilai tambah 1,8 hingga 2,2% GDP Indonesia. Secara keseluruhan menunjukkan bahwa GOTO menunjukkan kinerja saham yang mengalami penurunan besar namun memberikan kontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja keuangan GOTO berdasarkan analisis rasio keuangan secara komparatif, yakni membandingkan kinerja keuangan sebelum diakuisisi dan setelah diakuisisi oleh TikTok Nusantara (SG) Pte. Ltd. Periode penelitian adalah kuartal I hingga III tahun 2023 dan 2024. Rasio keuangan yang diteliti adalah rasio solvabilitas, profitabilitas, dan likuiditas. Hasil penelitian menunjukkan rasio solvabilitas dan profitabilitas cenderung lebih rendah setelah diakuisisi, namun pada rasio likuiditas semakin tinggi setelah diakuisisi. Kata kunci: analisis rasio keuangan, kinerja keuangan, solvabilitas, profitabilitas, likuiditas, GOTO GOTO is one of the largest startup companies in Indonesia that showed a large decline in shares after the IPO, namely 73%. GOTO also carried out major layoffs in 2023 and 2024. In January 2024, GOTO was then acquired by TikTok Nusantara (SG) Pte. Ltd. with an investment of USD 1.5 billion or owning 75% of GOTO shares. GOTO itself has a positive contribution to Indonesia's economic growth, one of which is by providing added value of 1.8 to 2.2% of Indonesia's GDP. Overall, it shows that GOTO shows stock performance that has experienced a large decline but has made a major contribution to Indonesia's economic growth. This study aims to analyze GOTO's financial performance based on a comparative financial ratio analysis, namely comparing financial performance before being acquired and after being acquired by TikTok Nusantara (SG) Pte. Ltd. The research period is the first to third quarters of 2023 and 2024. The financial ratios studied are solvency, profitability, and liquidity ratios. The results of the study show that the solvency and profitability ratios tend to be lower after being acquired, but the liquidity ratio is higher after being acquired. Keywords: financial ratio analysis, financial performance, solvency, profitability, liquidity, GOT

    PENGARUH REPUTASI AUDITOR, REPUTASI UDERWRITER DAN PRICE TO BOOK VALUE TERHADAP IPO UDERPRICING DI BURSA EFEK INDONESIA

    No full text
    Penelitian ini menyelidiki pengaruh reputasi auditor, reputasi underwriter, dan Price to Book Value (PBV) terhadap underpricing pada penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) di perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis bagaimana faktor-faktor tersebut memengaruhi underpricing selama IPO. Analisis dilakukan dengan menggunakan model regresi linier berganda menggunakan perangkat lunak EViews 12. Sampel penelitian, yang dipilih melalui metode purposive sampling, terdiri atas 173 perusahaan yang melakukan IPO di BEI antara tahun 2022 hingga Agustus 2024, di mana 131 perusahaan mengalami underpricing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reputasi auditor memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap underpricing IPO, sedangkan reputasi underwriter dan PBV tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa auditor dengan reputasi yang kuat dan pengalaman luas dalam menangani IPO dapat secara tidak langsung berkontribusi terhadap meningkatnya underpricing. Hal ini mungkin mencerminkan ketergantungan berlebih investor pada harga saham yang ditawarkan selama IPO, yang berpotensi berasal dari keterbatasan kompetensi dalam mengevaluasi kinerja perusahaan. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi investor, sebagai referensi untuk mendukung pengambilan keputusan investasi yang lebih terinformasi. Kata Kunci: Reputasi Auditor, Reputasi Underwriter, Price to Book Value (PBV), Teori Sinyal, dan Underpricing IPO This study investigates the impact of auditor reputation, underwriter reputation, and Price to Book Value (PBV) on IPO underpricing among companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The primary objective is to analyze how these factors influence underpricing during initial public offerings (IPOs). The analysis employs a multiple linear regression model using EViews 12. The sample, selected through purposive sampling, consists of 173 companies conducting IPOs on the IDX between 2022 and August 2024, of which 131 exhibited underpricing. The findings indicate that auditor reputation has a significant positive effect on IPO underpricing, while underwriter reputation and PBV do not exhibit any significant influence. The results suggest that auditors with strong reputations and extensive IPO experience may inadvertently contribute to heightened underpricing. This may reflect investors’ overreliance on offered stock prices during IPOs, potentially stemming from limited competence in evaluating firm performance. This study offers valuable insights for investors, serving as a reference to support more informed investment decisions. KEYWORDS: Auditor’s Reputation, Underwriter’s Reputation, Price to Book Value (PBV), Signalling Theory and IPO Underpricin

    PENGARUH PROFITABILITAS, UKURAN PERUSAHAAN, DAN TAX AGGRESSIVENESS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA SEKTOR INFRASTRUKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2021- 2023

    No full text
    Perusahaan infrastruktur merupakan semua struktur dan fasilitas dasar, baik fisik maupun sosial, yang diperlukan untuk operasional kegiatan Masyarakat, contohnya adalah, bangunan, jalanan, dan pasokan listrik. Sektor ini menjadi sektor yang penting bagi Masyarakat, karena, komponen-komponen dari sektor ini diperlukan untuk kegiatan operasional sehari-hari. Semua perusahaan mempunyai keinginan yang sejalan dengan Masyarakat yaitu meningkatkan perusahaan, salah satunya dengan cara meningkatkan nilai perusahaan. Nilai perusahaan kerap digunakan sebagai alat untuk pengukur keberhasilan suatu perusahaan, karena, meningkatnya nilai perusahaan sama juga dengan meningkatnya kemakmuran pemilik dan pemegang saham. Peningkatan nilai perusahaan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, contohnya adalah profitabilitas, ukuran perusahaan, dan tax aggressiveness. Perusahaan yang dapat mengelola sumber daya perusahaan dan merubahnya menjadi keuntungan yang besar dapat memberikan kemakmuran kepada pemegang saham sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan.Kemudian, perusahaan yang mempunyai ukuran perusahaan yang besar mampu mengendalikan perusahaannya sendiri dan mempunyai kuasa atas seluruh asetnya sehingga mampu meningkatkan nilai perusahaan. Perusahaan yang tidak terlibat adanya kecurangan pajak, juga dapat meningkatkan nilai perusahaan dimata investor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan, dan tax aggressiveness terhadap nilai perusahaan pada sektor infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2023. Pemilihan sampel ini dilakukan dengan metode purposive sampling dan diperoleh sebanyak 19 perusahaan sampel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah hypothetico-deductive method. Pengolahan data pada penelitian ini dilakukan menggunakan program Eviews versi 14. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ukuran perusahaan secara parsial berpengaruh terhadap nilai perusahaan, namun, profitabilitas dan tax aggressiveness tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Selain itu, penelitian ini juga menunjukan bahwa profitabilitas, ukuran perusahaan, dan tax aggressiveness tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan secara simultan. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat meneliti dengan menambahkan variabel lain yang mungkin dapat mempengaruhi nilai perusahaan. Kata kunci: Profitabilitas, ukuran perusahaan, tax aggressiveness, nilai perusahaan. Infrastructure companies are all basic structures and facilities, both physical and social, that are needed for the operation of community activities, for example, buildings, roads and electricity supplies. This sector is an important sector for society, because the components of this sector are needed for daily operational activities. All companies have desires that are in line with society, namely improving the company, one of which is by increasing the value of the company. Company value is often used as a tool to measure the success of a company, because increasing company value also equals increasing prosperity of owners and shareholders. An increase in company value can be caused by several factors, for instance, profitability, company size, and tax aggressiveness. Companies that can manage company resources and turn them into large profits can provide prosperity to shareholders so that they can increase the value of the company. Then, companies that have a large company size can control their own company and have power over all its assets so that they can increase the value of the company. Companies that are not involved in tax fraud can also increase the company's value in the eyes of investors. This research aims to determine the effect of profitability, company size, and tax aggressiveness on the value of companies in the infrastructure sector listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2021-2023 period. This sample selection was carried out using a purposive sampling method and a total of 19 sample companies were obtained. The method used in this research is the hypothetico-deductive method. Data processing in this research was carried out using the Eviews version 14 program. The results of this research show that company size partially influences company value, however, profitability and tax aggressiveness do not influence company value. Apart from that, this research also shows that profitability, company size, and tax aggressiveness do not simultaneously influence company value. It is hoped that future research can examine by adding other variables that might influence company value. Keywords: Profitability, company size, tax aggressiveness, value of companie

    ANALISIS KINERJA KEUANGAN DAN PREDIKSI KEBANGKRUTAN (STUDY KASUS PADA PT BAKRIE TELECOM Tbk PERIODE 2019-2023)

    No full text
    Penelitian ini menganalisis kinerja keuangan dan prediksi kebangkrutan PT BAKRIE TELECOM Tbk Periode 2019-2023 menggunakan rasio keuangan dan Altman Z-score. Laporan keuangan menunjukkan fluktuasi signifikan dalam rasio profitabilitas, likuiditas, aktivitas, dan solvabilitas. Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) mengalami variasi dari tahun ke tahun, mencerminkan efisiensi dan tantangan dalam pengelolaan aset dan ekuitas. Likuiditas perusahaan juga berfluktuasi, dengan cash ratio dan current ratio yang bervariasi setiap tahun. Rasio aktivitas menunjukkan peningkatan efisiensi penggunaan aset dan manajemen persediaan. Sementara itu, Debt to Total Assets Ratio (DTAR) mengindikasikan ketergantungan signifikan pada hutang. Prediksi kebangkrutan menggunakan Altman Z-score menunjukkan peningkatan kondisi keuangan perusahaan dari 2019 hingga 2023, dengan risiko kebangkrutan yang menurun. Kata Kunci: Kinerja Keuangan, Prediksi Kebangkrutan, Rasio Keuangan, Altman Z-score, Profitabilitas, Likuiditas, Aktivitas, Solvabilitas. This study analyses the financial performance and bankruptcy prediction of PT BAKRIE TELECOM Tbk for the 2019-2023 period using financial ratios and Altman Z-score. The financial statements show significant fluctuations in profitability, liquidity, activity, and solvency ratios. Return on Assets (ROA) and Return on Equity (ROE) experienced variations from year to year, reflecting the efficiency and challenges in managing assets and equity. The company's liquidity also fluctuated, with the cash ratio and current ratio varying each year. that varied each year. Activity ratios show improvements in the efficiency of asset utilisation and inventory management. Meanwhile, the Debt to Total Assets Ratio (DTAR) indicates a significant reliance on debt. Prediction of bankruptcy using the Altman Z-score shows an improvement in the company's financial condition from 2019 to 2023, with a decreasing risk of bankruptcy. Keywords: Financial Performance, Bankruptcy Prediction, Financial Ratios, Altman Z-score, Profitability, Liquidity, Activity, Solvency

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA SISA LEBIH/KURANG PEMBIAYAAN ANGGARAN PADA PEMERINTAH KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT TAHUN ANGGARAN 2019-2023

    No full text
    Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat melaporkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) pada Tahun Anggaran (TA) 2019 s.d. 2021 dan TA 2023 serta Sisa Kurang Perhitungan Anggaran (SiKPA) pada TA 2022. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar perencanaan anggaran surplus atau defisit, faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya SiLPA/SiKPA, serta pengaruh SiLPA/SiKPA terhadap perencanaan anggaran pada tahun anggaran berikutnya. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif, dengan sumber data primer melalui wawancara dan data sekunder diperoleh dari Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat TA 2019 s.d. 2023. Analisis data yang digunakan yaitu analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi perencanaan anggaran surplus atau defisit pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) meliputi kondisi ekonomi dan sosial, insentif fiskal daerah, serta kurang salur dan keterlambatan Dana Bagi Hasil (DBH). SiLPA pada TA 2019 s.d. 2020 dan 2023 dipengaruhi oleh pelampauan pendapatan, efisiensi belanja, dan penerimaan pinjaman, sementara SiKPA pada TA 2022 disebabkan oleh tidak tersalurkannya DBH Provinsi dan kendala penyerapan pendapatan. Penurunan SiLPA pada TA 2021 terjadi karena tidak adanya realisasi pinjaman daerah. SiLPA/SiKPA mempengaruhi perencanaan anggaran tahun berikutnya, yakni digunakan dalam APBD Perubahan dengan fokus pada belanja publik, infrastruktur, dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kata Kunci: Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA), Sisa Kurang Perhitungan Anggaran (SiKPA), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) The Regional Government of Tulang Bawang Barat reported a Budget Surplus (SiLPA) for Fiscal Years (FY) 2019 to 2021 and 2023, as well as a Budget Deficit (SiKPA) for FY 2022. This study aims to analyze the basis of surplus or deficit budget planning, the factors causing SiLPA/SiKPA, and the influence of SiLPA/SiKPA on budget planning for subsequent fiscal years. The research employs a qualitative descriptive method, utilizing primary data obtained through interviews and secondary data derived from The Audit Board of The Republic of Indonesia (BPK) Audit Reports on the Financial Statements of Tulang Bawang Barat Regency for FY 2019 to 2023. Data analysis was conducted using interactive data analysis techniques. The findings indicate that factors influencing surplus or deficit budget planning in the Regional Revenue and Expenditure Budget (APBD) include economic and social conditions, regional fiscal incentives, as well as under-disbursement and delays in Revenue Sharing Funds (DBH). SiLPA in FY 2019 to 2020 and 2023 was influenced by revenue overachievement, spending efficiency, and loan receipts, while SiKPA in FY 2022 resulted from the non-disbursement of provincial DBH and revenue absorption constraints. The decline in SiLPA in FY 2021 occurred due to the absence of regional loan realization. SiLPA/SiKPA affects the following year’s budget planning, in the Revised APBD with a focus on public spending, infrastructure development, and increasing Local Own-Source Revenue (PAD). Keywords: Budget Surplus, Budget Deficit, Local Government Budge

    ANALISIS PEMAHAMAN AUDITOR KAP XYZ TERHADAP PENERAPAN SAK ENTITAS PRIVAT (SAK EP)

    No full text
    Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Entitas Privat disusun untuk memenuhi kebutuhan pelaporan keuangan entitas privat. Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK EP) yang akan diberlakukan pada tahun 2025 menuntut auditor untuk memiliki pemahaman yang mendalam mengenai standar tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman auditor di Kantor Akuntan Publik (KAP) XYZ terhadap SAK EP. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Kuesioner disebarkan kepada auditor untuk mengukur tingkat pengetahuan mereka tentang konsep dasar, prinsip, dan penerapan SAK EP dalam proses audit laporan keuangan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kesiapan auditor dalam menghadapi penerapan SAK EP serta menjadi dasar untuk merancang program pelatihan yang lebih efektif di masa mendatang. Kata Kunci: Pemahaman auditor, SAK Entitas Privat, Kantor Akuntan Publik, laporan keuangan, metode kuantitatif. Private Entity Financial Accounting Standards (SAK) are prepared to meet the financial reporting needs of private entities. The implementation of Private Entity Financial Accounting Standards (SAK EP) which will come into effect in 2025 requires auditors to have a deep understanding of these standards. This research aims to analyze the level of understanding of auditors at the XYZ Public Accounting Firm (KAP) regarding SAK EP. The research method used is a quantitative approach using a questionnaire as a data collection instrument. Questionnaires were distributed to auditors to measure their level of knowledge regarding basic concepts, principles and application of SAK EP in the financial statement audit process. It is hoped that this research can provide an overview of auditors' readiness in facing the implementation of SAK EP and become a basis for designing more effective training programs in the future. Keywords: Auditor's understanding, Private Entity SAK, Public Accounting Firm, financial reports, quantitative methods

    0

    full texts

    43,693

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇