Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPATUHAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENINDAKLANJUTI REKOMENDASI BPK: STUDI KASUS DI KABUPATEN ENDE
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi
kepatuhan Pemerintah Kabupaten Ende dalam menindaklanjuti rekomendasi Badan
Pemeriksa Keuangan (BPK). Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus
digunakan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai hambatan dan
tantangan dalam implementasi rekomendasi tersebut. Data diperoleh melalui
kuesioner, wawancara dengan pejabat Inspektorat dan SKPD terkait, serta analisis
dokumen Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa beberapa faktor utama memengaruhi kepatuhan, termasuk sumber daya
manusia, sistem pengawasan internal, regulasi dan kebijakan, komitmen SKPD, serta
hambatan eksternal. Meskipun regulasi dianggap cukup jelas, implementasinya sering
kali terhambat oleh kompleksitas birokrasi dan kurangnya relevansi rekomendasi
dengan kebutuhan lokal. Hambatan eksternal seperti keterbatasan anggaran dan
koordinasi lintas lembaga juga menjadi kendala signifikan. Penelitian ini
merekomendasikan penguatan kapasitas sumber daya manusia, optimalisasi
pengawasan internal, dan peningkatan komitmen lintas instansi sebagai langkah
strategis untuk meningkatkan efektivitas tindak lanjut rekomendasi BPK.
Kata Kunci: Rekomendasi BPK, Kepatuhan Pemerintah Daerah, Tindak Lanjut
Audit, Pengawasan Internal, Kabupaten Ende
This study aims to analyze the factors influencing the compliance of the Ende Regency
Government in following up on the recommendations of the Audit Board of the
Republic of Indonesia (BPK). A qualitative approach with a case study design was
employed to gain an in-depth understanding of the obstacles and challenges in
implementing these recommendations. Data were collected through questionnaires,
interviews with officials from the Inspectorate and related Regional Work Units
(SKPD), and an analysis of the Audit Report (LHP) from BPK. The findings reveal
several key factors affecting compliance, including human resources, internal control
systems, regulations and policies, SKPD commitment, and external barriers. Although
regulations are deemed sufficiently clear, their implementation is often hindered by
bureaucratic complexities and the lack of alignment between recommendations and
local needs. External obstacles, such as budget constraints and inadequate interagency
coordination, also pose significant challenges. This study recommends
strengthening human resource capacity, optimizing internal supervision, and
enhancing inter-agency commitment as strategic steps to improve the effectiveness of
implementing BPK recommendations.
Keywords: BPK Recommendations, Local Government Compliance, Audit Follow-Up,
Internal Supervision, Ende Regenc
ANALISIS EFEKTIVITAS SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH PEMERINTAH PROVINSI MALUKU UTARA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Sistem Pengendalian
Internal (SPI) terhadap pengelolaan keuangan daerah di Pemerintah Provinsi Maluku
Utara. Pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel menjadi kunci
utama dalam mewujudkan pemerintahan yang baik dan peningkatan kesejahteraan
masyarakat. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, SPI yang efektif sangat
diperlukan untuk memastikan bahwa pelaporan keuangan, pengelolaan anggaran, dan
aset daerah dilakukan dengan benar sesuai dengan peraturan yang berlaku. Penelitian
ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan triangulasi data yang
diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa meskipun Pemerintah Provinsi Maluku Utara telah menerapkan
SPI sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008, efektivitasnya masih
jauh dari optimal. Terdapat kelemahan pada lima komponen SPI, yaitu lingkungan
pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi,
serta pemantauan. Temuan-temuan tersebut mencakup ketidakcocokan kualifikasi
pegawai dengan tugasnya, ketidakmampuan dalam mengelola risiko anggaran, serta
kurangnya rekonsiliasi dan pengendalian fisik atas aset daerah. Selain itu, kurangnya
komunikasi yang efektif antara pejabat lama dan penggantinya serta ketidaktuntasan
dalam menindaklanjuti rekomendasi audit BPK juga menjadi kendala. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa penerapan SPI yang lebih baik sangat diperlukan untuk
meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan daerah dan meningkatkan
akuntabilitas publik.
Kata kunci: Sistem Pengendalian Internal, pengelolaan keuangan daerah,
efektivitas, Pemerintah Provinsi Maluku Utara
This study aims to analyze the effectiveness of the Internal Control System (ISC) on
regional financial management in the North Maluku Provincial Government.
Transparent and accountable regional financial management is the main key to
realizing good governance and improving public welfare. In order to achieve these
goals, effective ISC is needed to ensure that financial reporting, budget management,
and regional assets are carried out properly in accordance with applicable
regulations. This study uses a qualitative descriptive approach with triangulation of
data obtained through observation, interviews, and documentation. The results of the
study indicate that although the North Maluku Provincial Government has
implemented ISC in accordance with Government Regulation Number 60 of 2008, its
effectiveness is still far from optimal. There are weaknesses in the five ISC
components, namely the control environment, risk assessment, control activities,
information and communication, and monitoring. These findings include the mismatch
of employee qualifications with their duties, inability to manage budget risks, and lack
of reconciliation and physical control of regional assets. In addition, the lack of
effective communication between the old officials and their replacements and the
failure to follow up on the BPK audit recommendations are also obstacles. This study concludes that better implementation of SPI is needed to improve the effectiveness of
regional financial management and increase public accountability.
Keywords: Internal Control System, regional financial management, effectiveness,
North Maluku Provincial Governmen
PERAN MODERASI AUDIT QUALITY PADA PENGARUH FINANCIAL DISTRESS TERHADAP EARNINGS MANAGEMENT
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh financial distress terhadap earnings
management dengan audit quality sebagai variabel moderasi. Penelitian ini
menggunakan perusahaan consumer cyclicals terdaftar di Bursa Efek Indonesia
(BEI) tahun 2021 - 2023 sebagai sampel penelitian. Terdapat 294 sampel penelitian
yang diperoleh melalui purposive sampling dengan kriteria tertentu Metode
kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Analisis regresi linear sederhana dan
analisis regresi moderasi digunakan, dan pengujian dijalankan dengan SPSS 25.
Financial distress diproksikan dengan Altman Z Score, earnings management
diproksikan dengan discretionary accrual modified jones, sedangkan audit quality
diproksikan dengan reputasi auditor (KAP BigFour) Hasil penelitian menunjukkan
bahwa financial distress berpengaruh positif terhadap earnings management.
Artinya, semakin besar financial distress yang dialami perusahaan, maka semakin
tinggi earnings management yang dilakukan perusahaan. Audit quality sebagai
variabel moderasi memperlemah pengaruh financial distress terhadap earnings
management.
Kata Kunci: Audit Quality, Financial Distress dan Earnings Management
This study uses audit quality as a moderating variable to investigate how financial
distress affects earnings management. The study uses consumer cyclicals companies
listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2021 to 2023 as the research
sample. A total of 294 research samples were obtained through purposive sampling
with specific criteria. A quantitative method was employed in this study. Simple
linear regression analysis and moderation regression analysis were used, and the
testing was conducted using SPSS 25. Financial distress is proxied by the Altman Z
Score, earnings management is proxied by discretionary accruals using the modified
Jones model, while audit quality is proxied by auditor reputation (Big Four audit
firms). The results show that financial distress has a positive effect on earnings
management. In other words, the greater the financial distress experienced by the
company, the higher the earnings management performed by the company. Audit
quality as a moderating variable weakens the effect of financial distress on earnings
management.
Keywords: Audit Quality, Financial Distress dan Earnings Managemen
ANALISA VALUASI PT GOTO GOJEK TOKOPEDIA TBK.
GOTO merupakan salah satu perusahaan startup terbesar di Indonesia yang
menunjukkan penurunan saham yang besar setelah IPO, yakni 73%. GOTO juga
melakukan PHK besar pada tahun 2023 dan 2024. Pada Januari 2024, GOTO
kemudian diakuisisi oleh TikTok Nusantara (SG) Pte. Ltd. dengan investasi sebesar
USD 1,5 miliar atau memiliki saham GOTO sebesar 75%. GOTO sendiri memiliki
kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, salah satunya dengan
memberikan nilai tambah 1,8 hingga 2,2% GDP Indonesia. Secara keseluruhan
menunjukkan bahwa GOTO menunjukkan kinerja saham yang mengalami penurunan
besar namun memberikan kontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja keuangan GOTO berdasarkan analisis
rasio keuangan secara komparatif, yakni membandingkan kinerja keuangan sebelum
diakuisisi dan setelah diakuisisi oleh TikTok Nusantara (SG) Pte. Ltd. Periode
penelitian adalah kuartal I hingga III tahun 2023 dan 2024. Rasio keuangan yang
diteliti adalah rasio solvabilitas, profitabilitas, dan likuiditas. Hasil penelitian
menunjukkan rasio solvabilitas dan profitabilitas cenderung lebih rendah setelah
diakuisisi, namun pada rasio likuiditas semakin tinggi setelah diakuisisi.
Kata kunci: analisis rasio keuangan, kinerja keuangan, solvabilitas, profitabilitas,
likuiditas, GOTO
GOTO is one of the largest startup companies in Indonesia that showed a large decline
in shares after the IPO, namely 73%. GOTO also carried out major layoffs in 2023
and 2024. In January 2024, GOTO was then acquired by TikTok Nusantara (SG) Pte.
Ltd. with an investment of USD 1.5 billion or owning 75% of GOTO shares. GOTO
itself has a positive contribution to Indonesia's economic growth, one of which is by
providing added value of 1.8 to 2.2% of Indonesia's GDP. Overall, it shows that GOTO
shows stock performance that has experienced a large decline but has made a major
contribution to Indonesia's economic growth. This study aims to analyze GOTO's
financial performance based on a comparative financial ratio analysis, namely
comparing financial performance before being acquired and after being acquired by
TikTok Nusantara (SG) Pte. Ltd. The research period is the first to third quarters of
2023 and 2024. The financial ratios studied are solvency, profitability, and liquidity
ratios. The results of the study show that the solvency and profitability ratios tend to
be lower after being acquired, but the liquidity ratio is higher after being acquired.
Keywords: financial ratio analysis, financial performance, solvency, profitability,
liquidity, GOT
PENGARUH REPUTASI AUDITOR, REPUTASI UDERWRITER DAN PRICE TO BOOK VALUE TERHADAP IPO UDERPRICING DI BURSA EFEK INDONESIA
Penelitian ini menyelidiki pengaruh reputasi auditor, reputasi underwriter, dan Price
to Book Value (PBV) terhadap underpricing pada penawaran umum perdana (Initial
Public Offering/IPO) di perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tujuan
utama penelitian ini adalah menganalisis bagaimana faktor-faktor tersebut memengaruhi
underpricing selama IPO. Analisis dilakukan dengan menggunakan model regresi linier
berganda menggunakan perangkat lunak EViews 12. Sampel penelitian, yang dipilih
melalui metode purposive sampling, terdiri atas 173 perusahaan yang melakukan IPO di
BEI antara tahun 2022 hingga Agustus 2024, di mana 131 perusahaan mengalami
underpricing.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa reputasi auditor memiliki pengaruh positif yang
signifikan terhadap underpricing IPO, sedangkan reputasi underwriter dan PBV tidak
menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa auditor
dengan reputasi yang kuat dan pengalaman luas dalam menangani IPO dapat secara tidak
langsung berkontribusi terhadap meningkatnya underpricing. Hal ini mungkin
mencerminkan ketergantungan berlebih investor pada harga saham yang ditawarkan
selama IPO, yang berpotensi berasal dari keterbatasan kompetensi dalam mengevaluasi
kinerja perusahaan. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi investor,
sebagai referensi untuk mendukung pengambilan keputusan investasi yang lebih
terinformasi.
Kata Kunci: Reputasi Auditor, Reputasi Underwriter, Price to Book Value (PBV), Teori
Sinyal, dan Underpricing IPO
This study investigates the impact of auditor reputation, underwriter reputation, and
Price to Book Value (PBV) on IPO underpricing among companies listed on the Indonesia
Stock Exchange (IDX). The primary objective is to analyze how these factors influence
underpricing during initial public offerings (IPOs). The analysis employs a multiple linear
regression model using EViews 12. The sample, selected through purposive sampling,
consists of 173 companies conducting IPOs on the IDX between 2022 and August 2024,
of which 131 exhibited underpricing.
The findings indicate that auditor reputation has a significant positive effect on IPO
underpricing, while underwriter reputation and PBV do not exhibit any significant
influence. The results suggest that auditors with strong reputations and extensive IPO
experience may inadvertently contribute to heightened underpricing. This may reflect
investors’ overreliance on offered stock prices during IPOs, potentially stemming from
limited competence in evaluating firm performance. This study offers valuable insights for
investors, serving as a reference to support more informed investment decisions.
KEYWORDS: Auditor’s Reputation, Underwriter’s Reputation, Price to Book Value
(PBV), Signalling Theory and IPO Underpricin
PENGARUH PROFITABILITAS, UKURAN PERUSAHAAN, DAN TAX AGGRESSIVENESS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA SEKTOR INFRASTRUKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2021- 2023
Perusahaan infrastruktur merupakan semua struktur dan fasilitas dasar, baik fisik maupun
sosial, yang diperlukan untuk operasional kegiatan Masyarakat, contohnya adalah, bangunan,
jalanan, dan pasokan listrik. Sektor ini menjadi sektor yang penting bagi Masyarakat, karena,
komponen-komponen dari sektor ini diperlukan untuk kegiatan operasional sehari-hari. Semua
perusahaan mempunyai keinginan yang sejalan dengan Masyarakat yaitu meningkatkan
perusahaan, salah satunya dengan cara meningkatkan nilai perusahaan. Nilai perusahaan kerap
digunakan sebagai alat untuk pengukur keberhasilan suatu perusahaan, karena, meningkatnya
nilai perusahaan sama juga dengan meningkatnya kemakmuran pemilik dan pemegang saham.
Peningkatan nilai perusahaan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, contohnya
adalah profitabilitas, ukuran perusahaan, dan tax aggressiveness. Perusahaan yang dapat
mengelola sumber daya perusahaan dan merubahnya menjadi keuntungan yang besar dapat
memberikan kemakmuran kepada pemegang saham sehingga dapat meningkatkan nilai
perusahaan.Kemudian, perusahaan yang mempunyai ukuran perusahaan yang besar mampu
mengendalikan perusahaannya sendiri dan mempunyai kuasa atas seluruh asetnya sehingga
mampu meningkatkan nilai perusahaan. Perusahaan yang tidak terlibat adanya kecurangan
pajak, juga dapat meningkatkan nilai perusahaan dimata investor.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh profitabilitas, ukuran
perusahaan, dan tax aggressiveness terhadap nilai perusahaan pada sektor infrastruktur yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2023. Pemilihan sampel ini dilakukan dengan
metode purposive sampling dan diperoleh sebanyak 19 perusahaan sampel. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah hypothetico-deductive method. Pengolahan data pada
penelitian ini dilakukan menggunakan program Eviews versi 14.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ukuran perusahaan secara parsial
berpengaruh terhadap nilai perusahaan, namun, profitabilitas dan tax aggressiveness tidak
berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Selain itu, penelitian ini juga menunjukan bahwa
profitabilitas, ukuran perusahaan, dan tax aggressiveness tidak berpengaruh terhadap nilai
perusahaan secara simultan. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat meneliti dengan
menambahkan variabel lain yang mungkin dapat mempengaruhi nilai perusahaan.
Kata kunci: Profitabilitas, ukuran perusahaan, tax aggressiveness, nilai perusahaan.
Infrastructure companies are all basic structures and facilities, both physical and social, that
are needed for the operation of community activities, for example, buildings, roads and
electricity supplies. This sector is an important sector for society, because the components of
this sector are needed for daily operational activities. All companies have desires that are in
line with society, namely improving the company, one of which is by increasing the value of
the company. Company value is often used as a tool to measure the success of a company,
because increasing company value also equals increasing prosperity of owners and
shareholders.
An increase in company value can be caused by several factors, for instance,
profitability, company size, and tax aggressiveness. Companies that can manage company
resources and turn them into large profits can provide prosperity to shareholders so that they
can increase the value of the company. Then, companies that have a large company size can
control their own company and have power over all its assets so that they can increase the
value of the company. Companies that are not involved in tax fraud can also increase the
company's value in the eyes of investors.
This research aims to determine the effect of profitability, company size, and tax
aggressiveness on the value of companies in the infrastructure sector listed on the Indonesia
Stock Exchange for the 2021-2023 period. This sample selection was carried out using a
purposive sampling method and a total of 19 sample companies were obtained. The method
used in this research is the hypothetico-deductive method. Data processing in this research
was carried out using the Eviews version 14 program.
The results of this research show that company size partially influences company
value, however, profitability and tax aggressiveness do not influence company value. Apart
from that, this research also shows that profitability, company size, and tax aggressiveness do
not simultaneously influence company value. It is hoped that future research can examine by
adding other variables that might influence company value.
Keywords: Profitability, company size, tax aggressiveness, value of companie
ANALISIS KINERJA KEUANGAN DAN PREDIKSI KEBANGKRUTAN (STUDY KASUS PADA PT BAKRIE TELECOM Tbk PERIODE 2019-2023)
Penelitian ini menganalisis kinerja keuangan dan prediksi kebangkrutan PT BAKRIE
TELECOM Tbk Periode 2019-2023 menggunakan rasio keuangan dan Altman Z-score.
Laporan keuangan menunjukkan fluktuasi signifikan dalam rasio profitabilitas, likuiditas,
aktivitas, dan solvabilitas. Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) mengalami
variasi dari tahun ke tahun, mencerminkan efisiensi dan tantangan dalam pengelolaan aset dan
ekuitas. Likuiditas perusahaan juga berfluktuasi, dengan cash ratio dan current ratio yang
bervariasi setiap tahun. Rasio aktivitas menunjukkan peningkatan efisiensi penggunaan aset
dan manajemen persediaan. Sementara itu, Debt to Total Assets Ratio (DTAR)
mengindikasikan ketergantungan signifikan pada hutang. Prediksi kebangkrutan menggunakan
Altman Z-score menunjukkan peningkatan kondisi keuangan perusahaan dari 2019 hingga
2023, dengan risiko kebangkrutan yang menurun.
Kata Kunci: Kinerja Keuangan, Prediksi Kebangkrutan, Rasio Keuangan, Altman Z-score,
Profitabilitas, Likuiditas, Aktivitas, Solvabilitas.
This study analyses the financial performance and bankruptcy prediction of PT BAKRIE
TELECOM Tbk for the 2019-2023 period using financial ratios and Altman Z-score. The
financial statements show significant fluctuations in profitability, liquidity, activity, and
solvency ratios. Return on Assets (ROA) and Return on Equity (ROE) experienced variations
from year to year, reflecting the efficiency and challenges in managing assets and equity. The
company's liquidity also fluctuated, with the cash ratio and current ratio varying each year.
that varied each year. Activity ratios show improvements in the efficiency of asset utilisation
and inventory management. Meanwhile, the Debt to Total Assets Ratio (DTAR) indicates a
significant reliance on debt. Prediction of bankruptcy using the Altman Z-score shows an
improvement in the company's financial condition from 2019 to 2023, with a decreasing risk of
bankruptcy.
Keywords: Financial Performance, Bankruptcy Prediction, Financial Ratios, Altman Z-score,
Profitability, Liquidity, Activity, Solvency
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA SISA LEBIH/KURANG PEMBIAYAAN ANGGARAN PADA PEMERINTAH KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT TAHUN ANGGARAN 2019-2023
Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat melaporkan Sisa Lebih Perhitungan
Anggaran (SiLPA) pada Tahun Anggaran (TA) 2019 s.d. 2021 dan TA 2023 serta Sisa
Kurang Perhitungan Anggaran (SiKPA) pada TA 2022. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis dasar perencanaan anggaran surplus atau defisit, faktor-faktor yang
menyebabkan terjadinya SiLPA/SiKPA, serta pengaruh SiLPA/SiKPA terhadap
perencanaan anggaran pada tahun anggaran berikutnya. Adapun metode yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif, dengan sumber data
primer melalui wawancara dan data sekunder diperoleh dari Laporan Hasil
Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah
Kabupaten Tulang Bawang Barat TA 2019 s.d. 2023. Analisis data yang digunakan
yaitu analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang
mempengaruhi perencanaan anggaran surplus atau defisit pada Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah (APBD) meliputi kondisi ekonomi dan sosial, insentif fiskal
daerah, serta kurang salur dan keterlambatan Dana Bagi Hasil (DBH). SiLPA pada TA
2019 s.d. 2020 dan 2023 dipengaruhi oleh pelampauan pendapatan, efisiensi belanja,
dan penerimaan pinjaman, sementara SiKPA pada TA 2022 disebabkan oleh tidak
tersalurkannya DBH Provinsi dan kendala penyerapan pendapatan. Penurunan SiLPA
pada TA 2021 terjadi karena tidak adanya realisasi pinjaman daerah. SiLPA/SiKPA
mempengaruhi perencanaan anggaran tahun berikutnya, yakni digunakan dalam
APBD Perubahan dengan fokus pada belanja publik, infrastruktur, dan peningkatan
Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kata Kunci: Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA), Sisa Kurang Perhitungan
Anggaran (SiKPA), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
The Regional Government of Tulang Bawang Barat reported a Budget Surplus
(SiLPA) for Fiscal Years (FY) 2019 to 2021 and 2023, as well as a Budget Deficit
(SiKPA) for FY 2022. This study aims to analyze the basis of surplus or deficit budget
planning, the factors causing SiLPA/SiKPA, and the influence of SiLPA/SiKPA on
budget planning for subsequent fiscal years. The research employs a qualitative
descriptive method, utilizing primary data obtained through interviews and secondary
data derived from The Audit Board of The Republic of Indonesia (BPK) Audit Reports
on the Financial Statements of Tulang Bawang Barat Regency for FY 2019 to 2023.
Data analysis was conducted using interactive data analysis techniques. The findings
indicate that factors influencing surplus or deficit budget planning in the Regional
Revenue and Expenditure Budget (APBD) include economic and social conditions,
regional fiscal incentives, as well as under-disbursement and delays in Revenue
Sharing Funds (DBH). SiLPA in FY 2019 to 2020 and 2023 was influenced by revenue
overachievement, spending efficiency, and loan receipts, while SiKPA in FY 2022
resulted from the non-disbursement of provincial DBH and revenue absorption
constraints. The decline in SiLPA in FY 2021 occurred due to the absence of regional
loan realization. SiLPA/SiKPA affects the following year’s budget planning, in the
Revised APBD with a focus on public spending, infrastructure development, and
increasing Local Own-Source Revenue (PAD).
Keywords: Budget Surplus, Budget Deficit, Local Government Budge
Perancangan sistem informasi penjualan berbasis web pada toko pakaian perempuan Praja.cloth
ANALISIS PEMAHAMAN AUDITOR KAP XYZ TERHADAP PENERAPAN SAK ENTITAS PRIVAT (SAK EP)
Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Entitas Privat disusun untuk memenuhi
kebutuhan pelaporan keuangan entitas privat. Penerapan Standar Akuntansi Keuangan
Entitas Privat (SAK EP) yang akan diberlakukan pada tahun 2025 menuntut auditor
untuk memiliki pemahaman yang mendalam mengenai standar tersebut. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman auditor di Kantor Akuntan Publik
(KAP) XYZ terhadap SAK EP. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan
kuantitatif dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data.
Kuesioner disebarkan kepada auditor untuk mengukur tingkat pengetahuan mereka
tentang konsep dasar, prinsip, dan penerapan SAK EP dalam proses audit laporan
keuangan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kesiapan
auditor dalam menghadapi penerapan SAK EP serta menjadi dasar untuk merancang
program pelatihan yang lebih efektif di masa mendatang.
Kata Kunci: Pemahaman auditor, SAK Entitas Privat, Kantor Akuntan Publik,
laporan keuangan, metode kuantitatif.
Private Entity Financial Accounting Standards (SAK) are prepared to meet the
financial reporting needs of private entities. The implementation of Private Entity
Financial Accounting Standards (SAK EP) which will come into effect in 2025 requires
auditors to have a deep understanding of these standards. This research aims to
analyze the level of understanding of auditors at the XYZ Public Accounting Firm
(KAP) regarding SAK EP. The research method used is a quantitative approach using
a questionnaire as a data collection instrument. Questionnaires were distributed to
auditors to measure their level of knowledge regarding basic concepts, principles and
application of SAK EP in the financial statement audit process. It is hoped that this
research can provide an overview of auditors' readiness in facing the implementation
of SAK EP and become a basis for designing more effective training programs in the
future.
Keywords: Auditor's understanding, Private Entity SAK, Public Accounting Firm,
financial reports, quantitative methods