Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
Faktor Resiliensi Wanita Penyintas Kanker Payudara : a scoping review
Kanker menempati urutan kedua sebagai penyebab kematian manusia. Di Indonesia, kanker menempati peringkat keenam sebagai penyebab kematian utama setelah penyakit infeksi, penyakit kardiovaskular, kecelakaan lalu lintas, defisiensi nutrisi, dan penyakit kongenital. Wanita rawan mengalami penyakit ini, salah satunya adalah kanker payudara. Wanita yang mengalami situasi tidak menyenangkan (terpuruk) akan berupaya dan mengatasi hal tersebut, hal ini disebut resiliensi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang membentuk resiliensi pada wanita yang menjadi penyintas kanker payudara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu studi literatur dengan metode scoping review. Pencarian artikel menggunakan beberapa kata kunci, yaitu “Resilience”, “Breast Cancer Survivor”, “Resiliensi”, dan “Penyintas kanker payudara” dan ditemukan 917 artikel yang terkait dengan kata kunci. Selanjutnya data yang telah ditemukan tersebut, dilakukan ekstraksi dan screening secara manual dengan bantuan Rayyan AI. Hasil yang diperoleh disajikan dalam bentuk diagram alur PRISMA-ScR (Preferred Reporting Items for Sistematic Review and Meta-Analyses extension for Scoping Review). Terdapat 5 artikel yang lolos dari proses screening lanjutan dan sesuai dengan kriteria. Hasil analisis atas 5 artikel tersebut yaitu menilik pada faktor-faktor yaitu: dukungan sosial, spiritualitas, keyakinan pribadi, optimisme, dan religiusitas sebagai faktor pelindung. Adapun faktor resiko, yaitu kurangnya informasi, isolasi sosial, sikap pesimis, dan kondisi fisik yang buruk. Temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat protective factor (pelindung) dan risk factor (resiko) resiliensi pada wanita penyintas kanker payudara. Pendekatan intervensi yang komprehensif dan terintegrasi sangat dianjurkan untuk mendukung wanita penyintas kanker payudara dalam meningkatkan resiliensi
Gambaran Psychological Well- Being pada Anak Sulung Perempuan Dewasa Awal
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kondisi Psychological well-being (PWB) pada anak sulung perempuan di awal masa dewasa, dengan fokus pada dampak peran dan tanggung jawab yang dilakukan dalam keluarga. Psychological well-being (PWB) pada anak sulung perempuan ini menjadi penting, karena anak sulung perempuan sering kali menghadapi beban tambahan, seperti tuntutan dari orang tua serta tanggung jawab dalam pengasuhan adik-adiknya, yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis mereka. Penelitian ini berdasarkan teori Psychological well-being (PWB) dari Ryff (1989) dan Urutan kelahairan Adler (1927). Dengan pendekatan kualitatif melalui Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), wawancara mendalam dengan jumlah peserta 5 partisipan yang berusia 19-25 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun semua peserta adalah anak perempuan sulung, pengalaman mereka dalam menghadapi tekanan dan harapan keluarga sangat beragam. Berbagai faktor, seperti pengasuhan anak, hubungan dengan anggota keluarga, serta dukungan emosional, memainkan peran penting dalam membentuk kesejahteraan psikologis mereka. Temuan dalam penelitian ini menyoroti bahwa kesejahteraan psikologis anak sulung perempuan dewasa awal sangat dipengaruhi oleh peran mereka dalam keluarga, dukungan sosial yang mereka terima, dan kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan berbagai tantangan hidup, serta urutan kelahiran sebagai anak sulung turut memengaruhi tekanan psikologis, tanggung jawab keluarga, dan kemampuan beradaptasi
Hubungan Interaksi Sosial dalam Kelompok dan Tingkat Stress Akademik Siswa SMA X
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara interaksi sosial dalam kelompok dan tingkat stres akademik siswa SMA, dengan studi kasus pada siswa SMA X. Interaksi sosial dalam kelompok dipandang sebagai faktor penting yang dapat memiliki hubungan dengan kondisi psikologis siswa, terutama dalam menghadapi tekanan akademik. Tekanan ini dapat muncul akibat tuntutan prestasi, hubungan antar teman, dan lingkungan belajar yang kompetitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan 209 siswa sebagai responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier melalui software JASP untuk menguji ada atau tidaknya hubungan antara variabel independen (interaksi sosial) dan variabel dependen (tingkat stres akademik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial dalam kelompok tidak berhubungan terhadap tingkat stres akademik siswa
Peranan Keterikatan Hewan Peliharaan dan Dukungan Sosial terhadap Kesejahteraan Psikologis Individu Dewasa
Dalam penelitian ini, keterikatan hewan peliharaan dan dukungan sosial akan menjadi peranan kesejahteraan psikologi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan partisipan sebanyak 386 orang yang memiliki hewan peliharaan mulai dari anjing, kucing, dan hewan peliharaan lainnya. Intstrumen yang digunakan mencakup Psychological Well-Being Scale (PWBS), Lexington Attachment to Pets Scale (LAPS), dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Hasil analisis menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki peranan signifikan terhadap kesejahteraan psikologis dalam meningkatkannya. Selain itu, keterikatan hewan peliharaan memberikan peran yang sangat kuat, di mana keterikatan emosional dengan hewan peliharaan mampu meningkatkan rasa nyaman, dukungan emosional, dan penerimaan diri. Kedua variabel ini bersama-sama memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kesejahteraan psikologis. Dalam penelitian ini, kesejahteraan psikologis dengan keterikatan hewan peliharaan memperoleh nilai (p=.00; p<.05) dan nilai r=.55, sedangkan kesejahteraan psikologis dengan dukungan sosial memperoleh nilai (p=.00; p<.05) dan nilai r=.02. Artinya peranan keterikanan hewan peliharaan lebih tinggi di bandingkan dengan dukungan sosial
PENGARUH SISTEM INFORMASI, PENGENDALIAN INTERNAL DAN TEMUAN PEMERIKSAAN TERHADAP OPINI AUDIT (LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH TA 2019-2023 SE-PROVINSI XYZ)
Desentralisasi memberikan ruang kendali lebih bagi Pemerintah Daerah untuk
mengelola urusan-urusan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat. Atas kewenangan
yang diberikan tersebut, Pemerintah Daerah memiliki kewajiban untuk
mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas tersebut. Salah satu bentuk
pertanggungjawaban tersebut adalah Laporan Keuangan Pemerintah Daerah.
Pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntanbel dapat dilihat dari opini
laporan keuangan pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan
secara empiris pengaruh sistem informasi, pengendalian internal dan temuan
pemeriksaan terhadap opini laporan keuangan pemerintah daerah. Penelitian ini
menggunakan struktur data panel dari 23 pemerintah daerah se-Provinsi XYZ selama
lima tahun (2019-2023). Hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa sistem
informasi, pengendalian internal dan temuan pemeriksaan secara parsial maupun
bersama-sama memiliki pengaruh terhadap opini laporan keuangan pemerintah
daerah.
Kata Kunci: sistem informasi, pengendalian internal, temuan pemeriksaan dan opini
laporan keuangan pemerintah daerah.
Decentralization provides more control space for Regional Governments to manage
affairs given by the Central Government. With the authority given, Regional
Governments have an obligation to be accountable for the implementation of these
tasks. One form of accountability is the Regional Government Financial Report.
Transparent and accountable regional financial management can be seen from the
opinion of the regional government's financial report. This study aims to empirically
prove the influence of information systems, internal control and audit findings on the
opinion of regional government financial reports. This study uses a panel data
structure from 23 regional governments in XYZ Province for five years (2019-2023).
The results of statistical tests show that information systems, internal control and
audit findings partially or together have an influence on the opinion of regional
government financial reports.
Keywords: information systems, internal control, audit findings and opinions on
regional government financial reports
Gambaran Big Five Personality Pada Wanita Dewasa Awal Yang Mengalami Parasocial Relationship
Menjalin relasi dengan sesama merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, khususnya pada tahap usia dewasa awal. Perkembangan teknologi di era digital telah menciptakan media sosial yang mempermudah individu untuk berinteraksi dan menjalin relasi secara jarak jauh. Hal tersebut telah memunculkan fenomena hubungan parasosial. Hubungan parasosial merupakan hubungan sosial yang bersifat satu arah, dimana seorang individu yang merupakan seorang penggemar dari seorang figur media terkenal dapat merasakan keterikatan emosional terhadap figur media tersebut walaupun mereka saling tidak mengenal dan tidak ada interaksi timbal balik dalam hubungan tersebut. Kecenderungan seorang individu untuk menjalin hubungan parasosial dapat dipengaruhi oleh aspek – aspek kepribadian yang dimiliki oleh individu tersebut. Model The Big Five Personality menggambarkan kelima dimensi kepribadian yaitu Openness To Experience, Conscientiousness, Extraversion, Agreeableness dan Neuroticism. Penelitian ini bertujuan untuk memahami gambaran The Big Five Personality pada perempuan berusia dewasa awal yang sedang mengalami hubungan parasosial dengan figur media yang diidolakannya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan alat ukur berupa alat ukur berupa Preliminary Multiple Parasocial Relationship Scale (MMPR) dan The Big Five Inventory (BFI – 10). Partisipan penelitian merupakan wanita berusia 18 – 25 tahun yang telah mengalami hubungan parasosial selama lebih dari 9 bulan dengan seorang figur media terkenal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas partisipan mengalami hubungan parasosial dalam tingkat kategori sedang dan sebagian besar juga menunjukkan dimensi kepribadian Openness To Experience sementara minoritas partisipan menunjukkan dimensi kepribadian Neuroticism. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak dan penyebab hubungan parasosial serta mendukung mereka untuk membangun batasan yang sehat
PENGARUH TEMUAN KERUGIAN DAERAH, TINDAK LANJUT HASIL PEMERIKSAAN, DAN KINERJA KEUANGAN DAERAH TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT (STUDI PADA KABUPATEN DAN KOTA DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh temuan kerugian daerah, tindak
lanjut hasil pemeriksaan, dan kinerja keuangan daerah terhadap kesejahteraan
masyarakat pada kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) selama
periode 2018–2022. Penelitian ini menggunakan metode regresi data panel yang
memungkinkan analisis simultan antara variabel independen dan dependen serta
mengurangi bias variabel. Variabel independen terdiri dari temuan kerugian daerah,
tindak lanjut hasil pemeriksaan, dan kinerja keuangan daerah, sedangkan variabel
dependen adalah kesejahteraan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
temuan kerugian daerah dan tindak lanjut hasil pemeriksaan memiliki pengaruh
signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat dengan arah hubungan positif.
Sebaliknya, kinerja keuangan daerah tidak berpengaruh signifikan terhadap
kesejahteraan masyarakat, yang mengindikasikan bahwa tata kelola keuangan saat ini
belum memberikan dampak langsung pada masyarakat. Secara simultan, ketiga
variabel tersebut memengaruhi kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini
menggarisbawahi pentingnya pengelolaan keuangan daerah yang lebih efektif dan
transparan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci: Temuan Kerugian Daerah, Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan, Kinerja
Keuangan Daerah, Kesejahteraan Masyarakat
This study aims to analyze the effect of regional loss findings, implementation of audit
recommendations, and regional financial performance on public welfare in regencies
and cities in East Nusa Tenggara Province (NTT) during the 2018–2022 period. The
research employs a panel data regression method, which enables simultaneous
analysis between independent and dependent variables while reducing variable bias.
The independent variables consist of regional loss findings, implementation of audit
recommendations, and regional financial performance, while the dependent variable
is public welfare. The results indicate that regional loss findings an implementation of
audit recommendations have a significant and positive influence on public welfare.
Conversely, regional financial performance does not significantly affect public
welfare, suggesting that the current financial management has not directly impacted
the public. Simultaneously, these three variables affect public welfare. This study
underscores the importance of more effective and transparent financial management
to enhance public welfare.
Keywords: Regional Loss Findings, Implementation of Audit Recommendations,
Regional Financial Performance, Public Welfar
ANALISIS PENERAPAN RBA DAN PERSIAPAN PROGRAM PEMERIKSAAN PADA PEMERINTAH KABUPATEN SIKKA
Risk Based Audit (RBA) merupakan metode pemeriksaan yang melakukan penerapan
pendekatan risiko dalam pelaksanaan pemeriksaan. Penerapan metode RBA dilakukan
supaya pemeriksaan dapat terlaksana secara efektif dan efisien, pemeriksaan yang efektif
dan efisien akan menghasilkan laporan pemeriksaan yang memadai. Penelitian ini
bertujuan untuk melakukan analisis penerapan RBA atas hasil pemeriksaan yang
dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara
Timur. Penelitian ini juga melakukan analisis persiapan program pemeriksaan agar sejalan
dengan RBA yang telah ditetapkan sebelumnya. Penelitian ini menggunakan teori
keagenan dimana menekankan hubungan antara pihak manajemen dan pemilik (prinsipal)
dalam Organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kualitatif
dengan studi kasus di BPK Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Peneliti berharap
dapat menggali penerapan RBA di lingkungan BPK Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara
Timur melalui pendekatan studi kasus didukung dengan dokumen hasil pemeriksaan dan
permintaan keterangan kepada Tim Pemeriksa terkait kesesuaian dengan pedoman atau
standar yang telah ditetapkan oleh BPK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tim
Pemeriksa BPK dalam menerapkan, melaksanakan dan melakukan monitoring Risk Based
Audit telah sesuai dengan panduan dan pedoman yang telah ditetapkan oleh BPK.
Kata Kunci:
Risk based audit; teori keagenan; BPK; program pemeriksaan
Risk Based Audit (RBA) is an audit method that implements a risk approach in the
implementation of the audit. The application of the RBA method is carried out so that theaudit can be carried out effectively and efficiently, an effective and efficient audit willproduce an adequate audit report. This study aims to analyze the application of RBA on
the results of the audit conducted by the Audit Board of Indonesia (BPK) RepresentativeOffice of East Nusa Tenggara Province. This study also analyzes the preparation of theaudit program so that it is in line with the previously established RBA. This study usesagency theory which emphasizes the relationship between management and owners(principals) in the Organization. This study uses a qualitative research method approach
with a case study at the BPK Representative Office of East Nusa Tenggara Province.Researchers hope to explore the application of RBA in the BPK Representative Office of
East Nusa Tenggara Province through a case study approach supported by audit resultdocuments and requests for information from the Audit Team regarding compliance withthe guidelines or standards set by the BPK. The results of the study indicate that the BPK
Audit Team in implementing, implementing and monitoring Risk Based Audit has been in
accordance with the guidelines and guidelines set by the BPK.
Keywords:
Risk based audit; agency theory; BPK; audit progra
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIVITAS AUDITINTERNAL PERUSAHAAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiris mengenai
variable yang mempengaruhi efektivitas audit internal Perusahaan. Variabel
independent yang digunakan dalam penelitian ini adalah independensi,
kompetensi, dan pengalaman auditor. Metode penelitian yang digunakan adalah
metode kualitatif dan kajian Pustaka atau library research, salah satu alasan utama
penelitian kualitatif yaitu bahwa penelitian bersifat eksploratif. Hasil empiris
menunjukan bahwa Independensi, kompetensi, dan pengalaman auditor
berpengaruh terhadap efektivitas audit internal Perusahaan.
Kata kunci: Efektivitas Audit Internal, Independensi, Kompetensi, Pengalaman
Auditor.
The purpose of this research is to get an empirical evidence about the variables
that affect the effectiveness of the company’s internal audit. Independent variables
which used in this research are independency, competency, and auditor’s
experience. The research method used is a qualitative method and a literature
review or library research. One of the main reasons for conducting qualitative
research is that the research is explanatory in nature. The empirical results
indicates that Independency, competency and auditor experience have influence
toward company’s internal audit effectiveness.
Keywords – Internal Audit Effectiveness, Independency, Competency, and Auditor
Experience
PENGARUH TEMUAN SPI, TEMUAN KEPATUHAN, TINDAK LANJUT HASIL PEMERIKSAAN DAN JUMLAH PEMERIKSA TERHADAP OPINI AUDIT
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh temuan sistem pengendalian
internal (SPI), temuan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, tindak
lanjut hasil pemeriksaan, dan jumlah pemeriksa terhadap opini audit Badan
Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Papua Barat. Data yang digunakan
dalam penelitian ini berupa laporan hasil pemeriksaan (LHP) dari Badan
Pemeriksa Keuangan (BPK) serta dokumen terkait dari instansi pemeriksa di
Perwakilan Provinsi Papua Barat. Metode analisis yang digunakan adalah
Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji
hubungan antara variabel independen (temuan SPI, temuan kepatuhan, tindak
lanjut hasil pemeriksaan, dan jumlah pemeriksa) terhadap variabel dependen (opini
audit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa temuan spi dan tindak lanjut hasil
pemeriksaaan tidak signifikan terhadap opini audit, sementara temuan kepatuhan
dan jumlah pemeriksa memiliki pengaruh negatif signifikan. Model penelitian
memiliki kemampuan prediktif dengan nilai R-square 0,541, menjelaskan 54,1%
variasi opini audit. Temuan ini memperkaya literatur audit sektor publik dengan
menyoroti pentingnya pengelolaan temuan kepatuhan dan optimalisasi tim audit.
Penelitian selanjutnya disarankan memperluas cakupan data dan
mempertimbangkan variabel lain untuk pemahaman lebih komprehensif.
Kata Kunci: Temuan SPI, Temuan Kepatuhan, Tindak Lanjut Hasil
Pemeriksaan, Jumlah Pemeriksa, Opini Audit
This study aims to examine the effects of internal control system audit findings,
compliance audit findings, follow-up on audit recommendations, and the number
of auditors on the audit opinion of The Audit Board of The Republic of Indonesia
(BPK) in the provinces of West Papua. The data used in this study consist of audit
reports from The Audit Board of The Republic of Indonesia (BPK) and related
documents from audit institutions in the West Papua Province Representative
Office. The analytical method employed is Structural Equation Modeling-Partial
Least Squares (SEM-PLS) to assess the relationships between the independent
variables (internal control system aufindings, compliance findings, follow-up
actions, and the number of auditors) and the dependent variable (audit opinion).
The results indicate that internal control system findings and follow-up actions on
audit recommendations are not significantly related to the audit opinion, while
compliance findings and the number of auditors have a significant negative effect.
The research model demonstrates predictive capability with an R-square value of
0.541, explaining 54.1% of the variation in audit opinions. These findings contribute to the public sector audit literature by emphasizing the importance of
managing compliance findings and optimizing audit team composition. Future
research is suggested to expand the scope of data and consider additional variables
for a more comprehensive understanding.
Keywords: Internal Control System Audit Findings, Compliance Audit
Findings, Follow-Up on Audit Recommendations, The Number Of
Auditors, Audit Opinio