Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
Un Livre: pusat fasilitas literasi dan rekreasi di Kwitang, Jakarta Pusat
Identitas adalah konsep yang merujuk pada karakteristik, sifat, atau ciri-ciri unik yang membedakan seseorang atau sesuatu dari yang lain. Identitas ini bisa melekat pada individu atau bahkan suatu kawasan. Identitas kawasan mengacu pada karakteristik yang membedakan satu daerah dari daerah lainnya. Hilangnya identitas pada suatu kawasan atau bangunan bisa disebut sebagai placeless, dan hal ini dapat mengakibatkan berkurangnya atau hilangnya lokalitas di kawasan tersebut. Salah satu tempat yang mengalami fenomena placeless adalah Kawasan Kwitang. Dahulu, Kawasan Kwitang sangat erat kaitannya dengan kehidupan literasi, yang ditandai dengan banyaknya toko buku. Salah satu toko buku yang memiliki peran penting di kawasan ini adalah Toko Buku Gunung Agung Kwitang, yang juga menjadi pelopor toko buku modern di Indonesia. Namun, seiring waktu dan perubahan tren membaca, eksistensi Toko Buku Gunung Agung menurun, hingga akhirnya toko buku tersebut ditutup pada tahun 2023. Saat ini, bangunan tersebut mengalami placeless dan tidak dapat difungsikan. Oleh karena itu, masalah yang dihadapi adalah bagaimana arsitektur dapat mengembalikan nilai dari Toko Buku Gunung Agung. Tujuannya adalah untuk memberikan usulan desain yang dapat meningkatkan nilai toko buku tersebut. Pendekatan desain yang digunakan adalah Arsitektur Naratif, yang menceritakan sejarah perkembangan Kawasan Kwitang, menunjukkan bagaimana literasi eksis di kawasan tersebut, dan kaitannya dengan Toko Buku Gunung Agung. Arsitektur naratif ini diterapkan dalam urutan aktivitas pada bangunan, yaitu zona literasi, zona wisata sejarah, dan zona rekreasi
Mall olahraga dan hiburan di Pluit
Mall Pluit Village, yang didirikan pada tahun 1996 dan memiliki luas 86.691 meter persegi, dulunya merupakan pusat hiburan utama di kawasan Pluit. Namun, jumlah pengunjung terus berkurang setiap tahunnya. Mall Pluit Village tidak mengantisipasi perubahan zaman yang mengakibatkan perubahan pola aktivitas. Fasilitasnya yang tetap sama, gaya arsitekturnya yang tertinggal, dan kurangnya inovasi membuat masyarakat Pluit meninggalkan mal ini.
Untuk menentukan faktor-faktor yang menyebabkan penurunan jumlah pengunjung di Mall Pluit Village, penulis menggunakan metode penelitian komparatif, kualitatif, dan observasi langsung. Data yang dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk jurnal dan internet, dibandingkan dengan temuan teori saat ini. Hasil komparasi menunjukkan bahwa bangunan tambahan yang menawarkan berbagai fasilitas baru yang berbeda dengan yang lama diperlukan untuk kembali menarik pengunjung dan meningkatkan kualitas Mall Pluit Village.
Konsep fasilitas pendukung "Sportstainment" diusulkan untuk menghubungkan Mall Pluit Village dengan Waduk Pluit. Diharapkan ini akan menjadi strategi yang berhasil untuk menarik lebih banyak pengunjung, baik dari penduduk Pluit maupun dari seluruh Jakarta Utara. Mall Pluit Village dapat berubah menjadi destinasi baru yang diminati berbagai kalangan dengan menghadirkan fasilitas baru dan menarik. Tidak hanya generasi baru yang mencari pengalaman berbelanja dan hiburan yang lebih beragam dan dinamis, tetapi pengunjung lama juga ingin menarik kembali pembaruan ini. Di tengah persaingan ketat dengan mal-mal lainnya di Jakarta, menggabungkan elemen olahraga dan hiburan dalam satu tempat dapat menjadi kunci sukses dalam mengembalikan kualitas Mall Pluit Village
Kolaboratif memori Harmoni
Kawasan Harmoni merupakan daerah yang semakin ramai setiap hari dan merupakan area komersial yang aktif. Wilayah ini memiliki sekumpulan sejarah yang tidak dapat dirasakan oleh generasi saat ini. Beberapa titik di tempat ini sangat gelap dan rawan pada saat semua perkantoran dan toko tutup di malam hari. Banyak bangunan lama yang kosong dan terbengkalai. Wilayah ini berpotensi menjadi kawasan kota lama yang memberikan perasaan ruang nostalgia baru bagi setiap generasi dan juga dapat berfungsi sebagai tempat hiburan bagi komunitas sekitar dan luar. Nilai sejarah dari wilayah ini semakin tergerus, yang seharusnya dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat tentang bagaimana kota Jakarta sampai di sini. Penelitian ini membahas tentang upaya untuk melestarikan wiyalah bersejarah yang telah ditinggalkan melalui pemulihan yang berkesinambungan sesuai dengan kemajuan teknologi dan zaman agar sesuai dengan generasi sekarang dengan cara melakukan observasi, mengumpulkan dan menganalisis data pada lokasi. Dengan mengadaptasi aktivitas-aktivitas pada tempat- tempat yang pernah dilakukan sebelumnya seperti memasukan ruang publik, tempat berkumpul, atau tempat berpesta serta memanfaatkan potensi dari kawasan yang memiliki aksesibilitas yang baik mengingat kawasan ini memiliki titik transit terbesar di Jakarta sehingga kawasan dapat mengikuti perkembangan zaman. Aktivitas ini dterapkan dalam lahan kosong yang berlokasi di Jalan Juanda yang berada dalam radius 150 meter dari simpul Harmoni. Penerapan ini bertujuan untuk mengembalikan kembali karakter kawasan yang telah mengalami degradasi agar kembali hidup dan ramai pengunjung
Merubah citra little Tokyo Blok M, Jakarta
Blok M merupakan salah satu kawasan komersil pada daerah Jakarta Selatan yang cukup berpengaruh besar pada daerah tersebut. Salah satu tempat yang terkenal pada Kawasan Blok M adalah Little Tokyo Blok M. Kawasan ini dulu merupakan kawasan yang di bangun untuk orang-orang Jepang yang bekerja pada daerah Sudirman. Dengan ciri khas kawasan yang memiliki konsep kebudayaan Jepang yang diharapkan dapat memberi kenyamanan bagi para orang-orang Jepang tersebut. Namun kawasan ini sekarang mulai ditinggalkan oleh orang-orang Jepang hal ini dapat terjadi karena, orang-orang Jepang yang merupakan user utama kawasan ini mulai berpindah dari Blok M ke tempat lain seperti Karawaci. Hal ini menyebabkan kawasan Little Tokyo Blok M mulai sepi pengunjung. Sedangkan kawasan lain pada daerah Blok M masih ramai dikunjungi namun dengan mayoritas pengunjung adalah remaja. Oleh karena itu agar kawasan Little Tokyo Blok M juga dapat tetap ramai dikunjungi diperlukan perubahan pada kawasan ini. Menerapkan konsep baru dengan tidak berpatokan pada user orang-orang Jepang lagi sebagai target utama namun mulai berganti menjadi anak-anak muda. Peneliti meyakini dengan merombak ulang kawasan ini adalah salah satu metode yang tepat. Dengan memberikan fungsi baru pada kawasan seperti shopping center, cafe, Club, Karaoke dan area olahraga untuk menarik minat kaum muda seperti Gen Z yang lahir pada tahun 1997 hingga 2012 Dengan demikian diharapkan fungsi baru ini dapat menciptakan kehidupan baru yang dapat mengembalikan Little Tokyo Blok M kembali ramai dikunjungi
Kala commercial space: redevelopment bangunan komersial terintegrasi stasiun Kebayoran
Kelurahan Kebayoran Lama Utara memiliki berbagai macam fasilitas, contohnya seperti Pasar Kebayoran Lama dan Stasiun Kebayoran. Pada masa lalu, kawasan ini menjadi wilayah pusat perdagangan bagi masyarakat sekitar dan terus berkembang. Pada masa kini, fenomena degradasi fisik (perubahan kondisi kawasan dan adanya bangunan terbengkalai) dan degradasi fungsi lahan (aktivitas perdagangan di sekitar kawasan) mulai terjadi di kawasan ini. Dampaknya, bangunan komersial di sekitarnya mengalami penurunan dan kawasan Kebayoran mulai kehilangan identitasnya sebagai wilayah pusat perdagangan. Berdasarkan data dan studi, hal ini disebut dengan placeless place di mana tempat tidak memiliki sense of place yang mencakup identitas atau karakter khusus dari place itu sendiri. Oleh karena itu, arsitektur hadir sebagai intervensi terhadap fenomena dan isu kawasan yang ada. Salah satu bentuknya yaitu strategi desain untuk memperkuat identitas kawasan Kebayoran Lama. Metode penelitian kualitatif didukung pengumpulan data primer maupun sekunder digunakan untuk mendapatkan strategi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi desain yang dapat dilakukan yaitu melalui metode redevelopment bangunan komersial terintegrasi Stasiun Kebayoran. Pembangunan kembali dilakukan dengan membongkar keseluruhan bangunan untuk mengoptimalkan program fungsi dan tujuan untuk memperkuat identitas kawasan. Usulan program fungsi yang dapat menjadi solusi isu placeless place meliputi supermarket, department store, foodcourt, dan tenant. Kemudian fungsi tersebut juga berperan sebagai fungsi pendukung dari aktivitas perdagangan yang sudah ada