Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
PENGARUH KARAKTERISTIK WIRAUSAHA DAN ENTREPRENEURIAL PASSION TERHADAP RESILIENSI UMKM F&B DI JAKARTA BARAT DENGAN DUKUNGAN KELUARGA SEBAGAI VARIABEL MODERASI
(A) LIDYA (115210280)
(B) THE EFFECT OF ENTREPRENEURIAL CHARACTERISTICS AND
ENTREPRENEURIAL PASSION ON THE RESILIENCE OF F&B UMKM IN WEST
JAKARTA WITH FAMILY SUPPORT AS A MODERATING VARIABLE
(C) xvi + 103 pages, 2024, 30 tables, 20 pictures, 11 attachments
(D) ENTREPRENEURSHIP MANAGEMENT
(E) Abstract: This study aims to analyze and determine the influence of entrepreneurial
characteristics, entrepreneurial passion, and family support on the business resilience
of F&B MSME in West Jakarta, as well as to analyze the influence of family support as
a moderating variable. The sampling technique in this study was non-probability
sampling with a purposive sampling technique. The research instrument used in this
study was a questionnaire using a google form containing statements based on the
variables and indicators studied. The sample in this study were F&B (Food &
Beverage) MSME owners in West Jakarta with a total of 75 respondents. The data
analysis technique used was the SEM method with the SmartPLS 4.0 program. The
results of the study showed that entrepreneurial characteristics and family support had
a positive and significant effect on business resilience, entrepreneurial passion had a
positive but not significant effect on business resilience, entrepreneurial characteristics
had a positive and significant effect on business resilience moderated by family support,
and entrepreneurial passion had a negative and not significant effect on business
resilience moderated by family support.Keywords: Entrepreneurial characteristics,
entrepreneurial passion, family support, business resilience
(F) References: 53 (2019-2024)
(G) Dr. Mei Ie, S.E., M.M.
(A) LIDYA (115210280)
(B) PENGARUH KARAKTERISTIK WIRAUSAHA DAN ENTREPRENEURIAL
PASSION TERHADAP RESILIENSI UMKM F&B DI JAKARTA BARAT DENGAN
DUKUNGAN KELUARGA SEBAGAI VARIABEL MODERASI
(C) xvi + 103 halaman, 2024, 30 tabel, 20 gambar, 11 lampiran
(D) MANAJEMEN KEWIRAUSAHAAN
(E) Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh
karakteristik wirausaha, entrepreneurial passion, dan dukungan keluarga terhadap
resiliensi usaha UMKM F&B di Jakarta Barat, serta menganalisis pengaruh dukungan
keluarga sebagai variabel moderasi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini
adalah non probability sampling dengan teknik pemilihan sampel purposive sampling.
Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kuesioner dengan
menggunakan google form yang berisi pernyataan-pernyataan yang berdasarkan
variabel dan indikator yang diteliti. Sampel dalam penelitian ini adalah pemilik UMKM
F&B (Food & Beverage) di Jakarta Barat dengan total sebanyak 75 responden. Teknik
analisis data yang digunakan merupakan metode SEM dengan program SmartPLS 4.0.
Hasil pada penelitian menunjukkan bahwa karakteristik wirausaha dan dukungan
keluarga berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap resiliensi usaha,
entrepreneurial passion berpengaruh secara positif namun tidak signifikan terhadap
resiliensi usaha, karakteristik wirausaha berpengaruh secara positif dan signifikan
terhadap resiliensi usaha dengan dimoderasi oleh dukungan keluarga, serta
entrepreneurial passion berpengaruh secara negatif dan tidak signifikan terhadap
resiliensi usaha dengan dimoderasi oleh dukungan keluarga.
(F) Kata kunci: karakteristik wirausaha, entrepreneurial passion, dukungan keluarga,
resiliensi usaha
(G) Daftar Pustaka: 53 (2019-2024)
(H) Dr. Mei Ie, S.E., M.M
Pengaruh kompetensi kewirausahaan dan kreativitas usahaterhadap minat berwirausaha mahasiswa di Jakarta Barat dengan motivasi sebagai variabel moderasi
The purpose of this study was to examine the effect of entrepreneurial competence and business creativity on entrepreneurial interest with motivation as a moderating variable Entrepreneurial Competence and Business Creativity on Entrepreneurial Interest. The population of this study were students at the University of West Jakarta area. The population used in this study were 200 respondents. This study uses the Probability Sampling method with the Random Sampling method in collecting online through g-form and then processed using smartPLS- SEM. The results of this study are Entrepreneurial Competence and Business Creativity can affect Entrepreneurial Interest, Entrepreneurial Competence and Business Creativity can affect Motivation and Motivation can moderate Entrepreneurial Competence and Business Creativity on Entrepreneurial Interest.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji Pengaruh kompetensi kewirausahaan dan kreativitas usaha terhadap minat berwirausaha dengan motivasi sebagai variabel moderasi Kompetensi Kewirausahaan dan Kreativitas Usaha terhadap Minat Berwirausaha. Populasi dari penelitian ini adalah Mahasiswa di Universitas daerah Jakarta Barat. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 200 responden. Penelitian ini menggunakan metode Probability Sampling dengan metode Random Sampling dalam mengumpulkan secara online melalui g-form lalu diolah menggunakan smartPLS-SEM. Hasil dari penelitian ini adalah Kompetensi Kewirausahaan dan Kreativitas Usaha dapat mempengaruhi Minat Berwirausaha, Kompetensi Kewirausahaan dan Kreativitas Usaha dapat mempengaruhi Motivasi dan Motivasi dapat memoderasi Kompetensi Kewirausahaan dan Kreativitas Usaha terhadap Minat Berwirausaha
Pengaruh pembelajaran kewirausahaan beerbasis praktik terhadap perilaku mahasiswa dalam berwirausaha dengan intensi kewirausahaan sebagai variabel mediasi
ABSTRACT:
This study aims to evaluate the influence of practice-based entrepreneurship education on students' entrepreneurial behavior, with entrepreneurial intention serving as a mediating variable. The sampling technique used in this study is Non-Probability sampling, specifically a purposive sampling method based on predetermined criteria. The respondents consist of 110 management students who have taken or are currently taking an entrepreneurship concentration at Tarumanagara University. The data collected was analyzed using the SmartPLS 4.0 application. The findings indicate that practice-based entrepreneurship learning has a positive and significant influence on students' entrepreneurial behavior, and entrepreneurial intention, as a mediating variable, also positively influences students' behavior.
ABSTRAK :
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pendidikan kewirausahaan berbasis praktik terhadap perilaku mahasiswa dengan intensi kewirausahaan sebagai variabel mediasi. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik Non-Probability, Yaitu metode pemilihan sampel yang berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan. Responden dalam penelitian ini berjumlah 110 mahasiswa/i manajemen yang sudah pernah atau sedang mengambil konsentrasi kewirausahaan di Universitas Tarumanagara. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan bantuan aplikasi SmartPLS versi 4.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran kewirausahaan berbasis praktik memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku mahasiswa, serta intensi kewirausahaan berperan sebagai variabel mediasi juga memberikan pengaruh positif terhadap perilaku mahasiswa
Penegakan Hukum Pada Tindak Pidana Penampungan Dana Yang Berasal Dari Perintah Transfer Dana Secara Melawan Hukum (Studi Putusan PN Jakarta Pusat Nomor 321/Pid.Sus/2023/PN. Jkt.Pst)
Cyber crime terjadi seiring dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi, termasuk pada sektor perbankan. Salah satu cyber crime yang terjadi adalah penampungan dana yang berasal dari perintah transfer secara melawan hukum, sehingga dengan manipulasi website dan call center yang mirip seperti bank aslinya membuat korban menjadi percaya bahwa perintah transfer tersebut sah secara hukum, sehingga akibatnya dana di rekening korban diambil oleh pelaku tindak pidana, seperti dalam Putusan PN Jakarta Pusat Nomor 321/Pid.Sus/2023/PN. Jkt.Pst. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-normatif yang memadukan antara pendekatan undang-undang dan pendekatan kasus. Hasil dari penelitian ini adalah : Dampak dari kejahatan siber di Indonesia sangat besar dan merugikan, terutama karena lemahnya penegakan hukum terkait UU Transfer Dana dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik. Penelitian menunjukkan upaya penyidikan terhadap kejahatan siber masih menghadapi banyak hambatan. Majelis Hakim kesulitan dalam menentukan langkah konkrit untuk melindungi korban berdasarkan UU RI No. 19 Tahun 2016 yang merupakan perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008. Selain itu, perlindungan hukum mengenai penampungan dana perintah transfer yang melawan hukum masih kurang memadai, sehingga kepentingan hukum korban tidak terakomodir dengan baik. Hal ini menyebabkan tidak tercapainya keseimbangan antara hukuman pidana dan kerugian masyarakat. Pasal 35 jo. Pasal 51 UU No. 19 tahun 2016 yang mengatur tindak pidana transfer dana belum efektif dalam memberantas kejahatan ini, seperti terlihat dalam Putusan PN Jakarta Pusat Nomor 321/Pid.Sus/2023/PN. Jkt.Pst
Serba Serbi Hukum Waris: The Law of Inheritance
In the Civil Code (Civil Code), there are three principles that explain who the heirs are entitled to and can receive the division of inheritance according to the inheritance system established in the Civil Code. The items inherited by a testator can be valuable property, tangible objects, intangible objects, or simply a testamentary message transmitted. This division of inheritance led to family quarrels, led to family discord. The government allows lawsuits related to inheritance if there areproblems that can lead to family quarrels. In addition to the Civil Code, it regulates three principles that govern heirs: the personal principle, the bilateral principle, and the principle of succession. Besides that, it also regulates the elements ofinheritance law, such as heirs, testators, and inheritance property as property given by the heir to the heir. The civil code also divides heirs into four groups: Group I, Group II, Group III, and Group I
Pertanggungjawaban BPN Dalam Hal Terjadinya Hak Atas Tanah Tumpang Tindih (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 309 PK/PDT/2021)
Pendaftaran Tanah bertujuan untuk mewujudkan kepastian hukum melalui pemberian tanda bukti hak atas tanah (sertifikat). Sistem pendaftaran negatif yang bertendensi positif terkadang menimbulkan terjadinya sengketa sertifikat ganda seperti dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 309 PK/PDT/2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji tentang tanggung jawab pihak BPN atas sertifikat ganda serta menganalisa pertimbangan hukum Mahkamah Agung dalam hal timbulnya tumpang tindih dalam Putusan Nomor: 309 PK/PDT/2021. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang dilakukan dengan metode conceptual approach dan statute approach, dengan metode analisis data secara kualitatif, serta didukung dengan sumber data dari hasil wawancara narasumber. BPN bertanggung-jawab secara langsung atas terjadinya sengketa kepemilikan sertifikat hak milik tupang tindih. BPN wajib melaksanakan putusan pengadilan sebagai pemenuhan pertanggungjawaban baik keperdataan yakni ganti kerugian terhadap pihak yang dirugikan, pemidanaan terhadap pihak yang apabila terbukti melakukan tindak pidana pemalsuan surat, serta tanggungjawab administratif berupa pembatalan sertifikat hak atas tanah yang tumpang tindih. Adapun dasar pertimbangan Majelis Hakim pada Putusan Peninjauan Kembali Nomor 309 PK/Pdt/2021 adalah gugatan oleh Penggugat, Eksepsi yang diajukan oleh Para Tergugat, serta pertimbangan-pertimbangan hukum Majelis Hakim Judex Factie berdasarkan fakta-fakta hukum di persidangan mengenai alat-alat bukti yang dihadirkan, serta yurisprudensi tetap bahwa “jika terdapat sertifikat ganda di atas tanah yang sama dan kedua sertifikat sama-sama otentik, maka bukti hak yang paling kuat adalah sertifikat yang terbit lebih dahulu
Pelaksanaan Kewenangan Badan Promosi Pariwisata Daerah Bali Dalam Melakukan Pengembangan Industri Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal
Badan Promosi Pariwisata Daerah Bali yang dibentuk berdasarkan Undang- Undang Nomor 10 Tahun 2009 disebutkan sebagai koordinator kepromosian pariwisata di Bali berdasarkan konsep pariwisata budaya, namun dalam pelaksanaannya terdapat tumpang tindih kewenangan (overlapping) dengan pelaku pariwisata di Bali dalam hal kepromosiannya. Terkait dengan hal tersebut, permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini yaitu pertama bagaimana hakekat pengaturan promosi pariwisata Badan Promosi Pariwisata Daerah berbasis kearifan lokal, kedua bagaimana pelaksanaan kewenangan Badan Promosi Pariwisata Daerah untuk pengembangan industri pariwisata Indonesia yang berbasis kearifan lokal ke depan, dan ketiga bagaimana reformulasi kebijakan Badan Promosi Pariwisata Daerah Bali dalam pengembangan industri pariwisata. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum empiri dengan sifat penelitiannya eksplanatif serta spesifikasi penelitian deskriptif analisis. Adapun sumber data hukum yang digunakan adalah data primer yang berupa data-data yang didapat di lapangan, data sekunder dari berbagai kepustakaan hukum dan data tersier berupa kamus hukum. Pengumpulan data menggunakan teknik kepustakaan, wawancara dan pengamatan serta analisis data menggunakan analisis data kualitatif. Hasil pembahasan yang didapat yaitu pertama hakekat pengaturan promosi pariwisata Badan Promosi Pariwisata Daerah berbasis kearifan lokal secara filosifis disebabkan trend perkembangan dunia pariwisata berkembang sangat pesat dari tahun ke tahun dengan begitu urgensi dari pembentukan Badan Promosi Pariwisata Daerah di Bali adalah dimana badan tersebut akan memiliki tanggung jawab untuk merancang dan melaksanakan strategi promosi yang tepat guna memperluas jangkauan pasar dan menarik lebih banyak wisatawan ke Bali selain itu pembentukan Badan Promosi Pariwisata Daerah dapat meningkatkan koordinasi dan kolaborasi antara berbagai pihak terkait di Bali, termasuk pemerintah daerah, pelaku pariwisata, dan komunitas lokal. Kedua terkait dengan pelaksanaan kewenangan Badan Promosi Pariwisata Daerah Bali untuk pengembangan industri pariwisata Indonesia yang
berbasis kearifan lokal dimana Badan Promosi Pariwisata Daerah Bali sehubungan dengan industri pariwisata di Bali dilakukan dengan menerapkan konsep Community Based Tourism yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan juga tahap pengambilan manfaat. Ketiga mengenai feformulasi kebijakan Badan Promosi Pariwisata Daerah Bali dalam pengembangan industri pariwisata, Langkah-langkah yang diambil yaitu analisis kebijakan saat ini, identifikasi kebutuhan dan tantangan, penekanan pada kearifan lokal, pemanfaatan teknologi dan media sosial, kolaborasi dengan pihak terkait, keberlanjutan dan tanggungjawab lingkungan serta monitoring dan evaluasi, dengan langkah- langkah tersebut akan terlihat hasil evaluasi terkait dengan tugas dan fungsi Badan Promosi Pariwisata Daerah sehingga dalam mengatasi permasalahan terkait overlapping kewenangan dibutuhkan suatu harmonisasi kewenangan yang membuat pelaksanaan kepromosian sesuai dengan konsep pariwisata budaya di Bali
Pengaruh kedalam penanam angkur adhesif terhadap kapasitas tarik dengan midas fea nx (TS - 2673)
Angkur adalah salah satu metode penghubung yang umum digunakan, tujuannya untuk menghubungkan elemen struktural dengan beton atau material lainnya dan digunakan bukan hanya pada struktur baru tetapi juga pada struktur yang sudah ada. Sistem pemasangannya dapat dilakukan sebelum (cor di tempat) ataupun sesudah beton mengeras (pasca pasang). Salah satu tipe angkur pasca pasang adalah angkur adhesif yang saat ini banyak digunakan dalam perkuatan struktur beton karena pemasangannya lebih efisien. Angkur adhesif memanfaatkan zat adiktif dalam penanamannya sebagai penambah kekuatan sehingga angkur yang dipasang dapat lebih kuat menahan beban tarik. Salah satu pengaruh kuat tarik angkur adalah berdasarkan dari kedalaman penanaman angkur, dimana angkur menyalurkan gaya dari atau menuju beton di sekelilingnya. Penelitian dilakukan dengan metode elemen hingga menggunakan Midas FEA NX. Pemodelan dibuat dengan diameter angkur 10 mm, 12 mm, 16 mm, 19 mm, mutu beton 20 MPa, 25 MPa, 30 MPa, 35 MPa, serta kedalaman penanaman angkur sebesar 3d, 6d, 105 mm, 150 mm. Setelah itu dilakukan pengujian tarik pada angkur untuk mendapatkan nilai kapasitas tarik masing-masing angkur. Analisis dalam Midas FEA NX dilakukan secara nonlinear statik dengan beban secara vertikal menggunakan pendekatan perpindahan dan meninjau jenis keruntuhan yang terjadi. Berdasarkan hasil analisis, semakin dalam penanaman angkur maka semakin besar pula kapasitas tarik angkur
Pengaruh jarak tepi angkur adhesif terhadap kapasitas tarik dengan midas fea nx (TS - 2674)
Angkur merupakan alat sambung berupa batang yang berbentuk tabung dan memiliki ulir yang salah satu ujung batang tabung tersebut dibuat penampang berbentuk segi enam yang berfungsi sebagai kepala angkur. Berdasarkan cara pemasangan, angkur dapat diklasifikasikan menjadi 2 kelompok yaitu angkur cor di tempat (cast in place) dan angkur pasca cor (post installed). Berdasarkan mekanisme transfer beban, angkur pasca pasang dapat dikategorikan menjadi dua yaitu, angkur mekanikal dan angkur adhesif. Sistem angkur adhesif terdiri dari batang baja atau berulir yang dimasukkan ke dalam lubang yang dibor pada beton, dengan perekat struktural sebagai agen perekat angkur antara beton dan baja. Waktu curing angkur adhesif relatif cepat, sehingga ideal untuk situasi yang membutuhkan waktu kering yang cepat. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kekuatan angkur yang tertanam pada beton yaitu seperti diameter serta jarak tepi angkur dan mutu bahan dari beton yang digunakan. Penelitian ini dilakukan dengan membuat permodelan angkur pasca pasang adhesif yang ditanam ke beton kemudian diberi gaya tarik untuk mengetahui pengaruh penggunaan jarak tepi angkur dengan diameter angkur dan mutu beton yang bervariasi terhadap kapasitastarik angkur berdasarkan perhitungan teoritis dan permodelan Midas FEA NX. Permodelan yang akan diteliti sebanyak total 64 sampel, yang terdiri dari variasi diameter angkur sebesar 10 mm, 12 mm, 16 mm, 19 mm, variasi jarak tepi angkur sebesar 60 mm, 75 mm, 130 mm, 250 mm, dan variasi mutu beton sebesar 20 MPa, 25 MPa, 30 MPa, 35 MPa