Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
    43693 research outputs found

    Perancangan sistem instalasi fluida pada mesin pembersih tangki dengan metode CFD (TM - 1396)

    No full text
    Dalam dunia industri yang berorientasi pada manufaktur makanan, minuman, dan obat-obatan kebersihan peralatan produksi sangatlah penting agar setiap hasil produksi memiliki hasil yang baik. Salah satu peralatan produksi yang wajib memiliki Tingkat kebersihan yang tinggi adalah Tangki penampungan bahan baku atau tangka produksi, dalam penelitian ini dilakukan perancangan sistem instalasi fluida pada mesin pembersih tangki untuk membersihkan tangki dari debu, partikel, dan zat-zat yang tidak diperlukan. Perancangan ini dilakukan dengan membuat perbandingan delapan model uji guna menentukan penyebaran tekanan fluida pada setiap outlet nozzle rata pada saat membersihkan tangki. Dalam menentukan kualitas sebaran fluida pada setiap nozzle dilakukan simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) dimana dengan menggunakan simulasi CFD dapat memperlihatakn fenomena aliran pada ring pembersih tangki dan dapat menampilkan data kecepatan dan tekanan fluida pada setiap nozzle. Hasil penelitian menggunakan simulasi didapatkan model uji Circular Close Loop With Tee (Ca) dengan persentase penyebaran tekanan fluida pada setiap nozzle sebesar 10% dan persentase penyebaran kecepatan fluida setiap nozzle sebesar 6%.fenomena yang terjadi pada komponen Tee dan Tee Y dalam sistem instalasi dapat mengakibatkan penurunan dan peningkatan aliran fluida dikarenakan letak dan besar pusaran fluida yang terjadi dalam komponen. Berdasarkan data yang dikumpulkan dapat ditentukan pemilihan spesifikasi pompa yang didapat dengan minimum debit yang dihasilkan pompa sebesar 2,66x103 m3/s dan head yang dapat dihasilkan pompa setinggi 58,621 meter

    Analisis pengukuran kinarja perusahaan dengan metode balanced scorecard pada PT ATP (T. Ind - 839)

    No full text
    PT ATP sebuah perusahaan yang bergerak pada bidang bahan dan jasa konstruksi. Perusahan belum sepenuhnya melakukan perhitungan kinerja. Perusahaan hanya melakukan penilaian yang berfokus pada sektor keuangan. Hal ini menyebabkan perusahaan hanya terfokus pada keuntungan jangka pendek. Selain itu, perusahaan merasa bahwa perkembangan keuangan mereka tergolong lambat. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan analisis dan mengidentifikasi pengukuran kinerja perusahaan secara keseluruhan untuk mengetahui penyebab permasalahan yang ada. Penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan metode Balanced Scorecard (BSC). Data primer dalam penelitian ini diambil dari hasil observasi, wawancara dan diskusi dengan pihak perusahaan serta dengan mengisi kuesioner bersama pihak perusahaan. Data sekunder seperti data pendapatan perusahaan, data penjualan, data jumlah pelanggan berasal dari data yang dimiliki perusahaan selama 6 tahun terakhir. Berdasarkan pengukuran kinerja yang telah dilakukan dengan menggunakan OMAX dapat diambil kesimpulan hasil kinerja perusahaan secara keseluruhan mempunyai bobot sebesar 5,118 yang menunjukkan bahwa kinerja perusahaan sudah cukup namun perusahaan masih perlu memperbaiki kinerjanya karena belum mencapai target yang direncanakan. Hasil perhitungan dengan menggunakan Objective Matrix (OMAX) dan Traffic Light System (TLS), diketahui terdapat 3 indikator berwarna hijau yang kinerjanya baik, 5 indikator berwarna kuning yang kinerjanya cukup namun masih di bawah target, dan 4 indikator berwarna merah mengartikan kinerja masih jauh dibawah target

    Perancangan dan modifikasi alat panjat ergonomis pada pemanenan bunga cengkeh (Syzygium Aromaticum) dengan metode scamper (T. Ind - 840)

    No full text
    Sebagai negara yang agraris, pertanian di Indonesia merupakan salah satu sektor perekonomian yang sangat penting dalam perekonomian nasional, salah satu nya ada pertanian cengkeh. Penelitian dilakukan di sebuah kebun pohon cengkeh yang terletak di daerah Purwakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan memberikan kuesioner Nordic Body Map kepada para petani cengkeh. Pengumpulan data ini ditujukan pada 5 responden dengan tujuan untuk mengetahui keluhan dan beberapa usulan dari para petani cengkeh. Hasil data Kuesioner Nordic Body Map, didapatkan hasil rank tertinggi yaitu sakit pada telapak kaki kiri dan kaki kanan dengan jumlah 3 orang menjawab sakit sekali dan 2 orang menjawab sakit, sampai terendah yaitu sakit pada punggung, pinggang atas dan pinggang bawah dengan jumlah 4 orang menjawab sakit dan 1 orang menjawab agak sakit. Setelah didapatkan keluhan fisik dengan Nordic Body Map, selanjutnya melakukan Analisis REBA guna mengetahui skor REBA saat petani memanjat pohon cengkeh dan memanen bunga cengkeh. Hasil REBA yang didapat adalah 8 yang berarti memiliki tingkat risiko yang tinggi dan diperlukan investigasi serta perubahan implementasi untuk mengurangi risiko keluhan fisik pada petani, sementara untuk skor dari memanen bunga cengkeh adalah 12 yang berarti memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi dan diperlukan perubahan implementasi untuk mengurangi risiko keluhan fisik pada petani. Untuk ukuran dimensi produk yaitu produk tangga panjat pohon cengkeh memiliki tinggi 500 cm. Untuk jarak per anak tangga memiliki tinggi 35 cm. Untuk panjang pijakan tangga memiliki ukuran 50 cm. Untuk batang bambu pengunci tangga atas memiliki panjang 93 cm, sementara yang bagian bawah memiliki panjang 155 cm. Untuk batang bambu penyangga tangga memiliki tinggi 500 cm. Tangga sendiri menggunakan engsel pada bagian ujung atas dan pada batang bambu pengunci agar dapat dilipat dan diatur ketinggian sesuai keinginan pengguna

    Interpretasi Sunda Kelapa: sebuah pengalaman arsitektur di Pelabuhan Tua Jakarta

    No full text
    Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan salah satu pelabuhan bersejarah Indonesia yang terletak di kawasan Jakarta Utara. Pelabuhan ini sudah beroperasi sejak abad ke-4 di bawah kepemimpinan Kerajaan Tarumanagara. Pelabuhan ini terus berkembang hingga mencapai kejaayaannya pada abad ke-18 sebagai pelabuhan utama dalam jalur perdagangan internasional yang terletak di pulau Jawa. Pada abad ke-19 pelabuhan ini mengalami pendangkalan sehingga pelabuhan ini mulai tergantikan dan kesibukan aktivitas masyarakat di Pelabuhan Sunda Kelapa mulai menurun dan nilai pelabuhan ini sebagai 'tempat' mulai memudar. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menemukan solusi arsitektural melalui pengalaman ruang yang disertai dengan fasilitas penunjang yang dapat mengembangkan potensi Pelabuhan Sunda Kepala berserta konteks lingkungan sekitarnya. Tujuan yang ingin dicapai dalam proyek kali ini adalah untuk mengembalikan Pelabuhan Sunda Kelapa sebagai tempat yang bersejarah yang mengandung banyak memori dan cerita dari masa ke masa, serta memberikan dampak positif untuk lingkungan sekitar Pelabuhan Sunda Kelapa dengan memberikan wadah komunitas serta UMKM dalam sektor kuliner dan cinderamata. Perancangan dilakukan dengan metode desain multisensori yang melibatkan teknologi sebagai perantara dalam mencapai pengalaman ruang arsitektur yang lebih holistik dalam interpretasi sehingga pengalaman indera manusia dapat lebih menarik dan interaktif

    Redevelopment mall Golden Truly Gunung Sahari dengan pendekatan placemaking

    No full text
    Golden Truly Mall merupakan sebuah tempat rekreasi, tempat makan, tempat berkumpulnya berbagai kalangan masyarakat baik dari daerah sekitar maupun dari luar karena lokasinya yang strategis, berada di pusat kota, dan dekat dengan transportasi TransJakarta. Berdasarkan hasil survey kualitatif terhadap masyarakat sekitar, masih banyak yang merasa kehilangan “Mall Golden Truly”. Dalam menciptakan sebuah titik pertemuan yang baru, maka perlu mempertimpangkan kebutuhan masyarakat daerah tersebut. Sehingga dengan metode arsitektur keseharian, proyek ini berfokus pada kebutuhan dan kebiasaan masyarakat dalam menggunakan ruang publik. Selain mempertimbangkan berbagai macam kebutuhan mereka, juga mempertimbangkan beberapa aspek perekonomian modern sederhana yang bisa mendukung usaha masyarakat dalam bidang perdagangan secara daring, serta meningkatkan produktifitas mereka sebagai pelajar dan pekerja. Karena masyarakat sekitar terdiri dari berbagai kelompok usia, maka titik temu ini juga memiliki berbagai titik dan fungsi ruang yang sudah dipertimbangkan untuk kebutuhan mereka berdasarkan usianya. Dengan demikian, diharapkan tempat ini bisa menjadi rumah bersama, terutama bagi masyarakat sekitar. Dimana segala kebutuhan mereka dapat terpenuhi di tempat ini

    Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Psychological Well-Being Remaja Generasi Z

    No full text
    Terdapat empat kategori pola asuh orang tua, yaitu pola asuh otoritatif, pola asuh otoriter, pola asuh permisif, dan pola asuh pengabaian. Pola asuh orang tua sepanjang tumbuh kembang anak akan mempengaruhi kualitas anak di kemudian hari. Oleh karena itu, agar seseorang dapat bertumbuh dengan baik, mereka memerlukan arahan dan bantuan yang baik. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara perbedaan gaya pengasuhan orang tua dan psychological well-being remaja generasi Z. Penelitian ini menggunakan convenience sampling dan snowball sampling, dua strategi pengambilan sampel non-probabilitas, untuk mengumpulkan data secara online sebagai bagian dari desain penelitian kuantitatif. Penelitian ini melibatkan 371 remaja dari berbagai rumah di Indonesia, berusia 18 dan 19 tahun. Instrumen pengukuran yang digunakan dalamipenelitian ini adalah Adolescent ParentingiAttitude Four Factor Questionnare dari Shyny Y. (2017) dan Psychological Well-Being Scale dari Ryff. Keduanya diterjemahkan ke dalam bahasaiIndonesia setelah berkonsultasi dengan ahlinya. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara ciri-ciri psikologis masyarakat umum dengan ciri-ciri psikologis generasi Z, dengan r = 0.524 dan p = 0.000 < 0.05. Secara umum, semakin besar nilai pola asuh yang di terima individu, maka akan semakin tinggi psychological well-being individu tersebut dan berlaku sebaliknya

    Gambaran Makna Cinta yang Dipahami oleh Remaja Madya yang Sudah Terlanjur Melakukan Hubungan Seksual Pranikah

    No full text
    Pada masa remaja, hubungan intim dilakukan oleh kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk memahami tentang makna cinta dan aktivitas seksual pranikah yang dilakukan oleh remaja , naluri kebutuhan seks dan untuk memenuhi kebutuhan gairah/libido yang mengarah pada keadaan saling memberi dan saling menerima dengan mengtas namankan “Cinta”. aktivitas seksual bagi remaja dalam berpacaran yaitu pacaran bukanlah hanya sebagai simbol untuk mengenal karakter seseorang karena pada dasarnya karakter seseorang bisa digali dekat dengan pacar. Melainkan melakukan hubungan seks sebagai pelampiasan dari rasa rindu terhadap seseorang yang dicintainya, bukti kasih sayang terhadap pasangan dan sebagai bukti cinta yang valid bagi remaja yang melakukannya Remaja adalah masa transisi dari masa anak ke masa dewasa. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan gambaran cinta yang dipahami oleh remaja yang sudah terlanjur melakukan hubungan seksual pranikah. Penelitian dilakukan dengan 4 orang partisipan berusia 15 – 18 tahun yang sedang duduk dibangku SMP dan SMA, dan sudah pernah melakukan hubungan seksual pranikah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data diperoleh melalui wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, cinta yang dipahami keempatan subjek adalah pengorbanan, keseriusan kenyamanan, takut kehilangan, dan keterbukaan dengan pacar. Keempat subjek memiliki memiliki latar belakang keluarga yang hampir sama, yaitu kurang terjalinnya kelekatan dengan orang tua

    0

    full texts

    43,693

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇