Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Perilaku Memaafkan pada Individu yang Mengalami Dating Violence
Hubungan pacaran adalah bentuk kedekatan umum pada fase dewasa muda awal. Namun, kekerasan dalam hubungan pacaran memengaruhi banyak individu di seluruh dunia, terutama perempuan. Di Indonesia, angka kekerasan dalam hubungan pacaran juga tergolong tinggi. Kecerdasan emosional (KE) berperan penting dalam mengelola dinamika hubungan interpersonal, dan penelitian menunjukkan bahwa tingkat KE yang lebih tinggi dapat meningkatkan kemampuan memaafkan pada individu yang terdampak dating violence, mendukung pemulihan emosional. Namun, hasil penelitian sebelumnya menunjukkan temuan yang beragam mengenai hubungan antara KE dan memaafkan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara KE dan perilaku memaafkan pada individu yang mengalami dating violence. Data dikumpulkan dari 388 partisipan yang terdiri atas 8,8% pria dan 91,2% wanita, berusia 18–25 tahun, yang berdomisili di wilayah Jabodetabek. Seluruh partisipan merupakan individu yang telah mengalami dating violence dalam kurun waktu 6 bulan hingga 1 tahun setelah berakhirnya hubungan. Pengukuran KE menggunakan Alat Ukur Kecerdasan Emosional milik Bagian Riset dan Pengukuran Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara (2013), sementara perilaku memaafkan diukur dengan Heartland Forgiveness Scale (Indonesian Translated). Menggunakan uji korelasi Spearman, hasil menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara KE (M = 3,96, SD = 0,99) dan memaafkan (M = 3,11, SD = 0,74), dengan nilai r = 0,587, p = 0,000 < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa individu dengan KE tinggi cenderung memiliki kemampuan memaafkan yang lebih tinggi. Penelitian ini menyarankan eksplorasi dampak faktor pendidikan, keluarga, dan sosial dalam membentuk KE dan kemampuan memaafkan
Hubungan Kronotipe Malam dengan Burnout yang Dialami oleh Mahasiswa Kelas Reguler
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kronotipe malam dan tingkat burnout pada mahasiswa kelas reguler di Universitas X. Kronotipe malam mengacu pada preferensi individu untuk beraktivitas paling optimal pada sore hingga malam hari, sedangkan kelas reguler umumnya dijadwalkan pada pagi hingga siang hari. Ketidaksesuaian antara waktu optimal aktivitas dan jadwal kuliah berpotensi menyebabkan kesulitan adaptasi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko burnout akademik. Burnout akademik adalah kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental yang dialami mahasiswa akibat tuntutan akademik yang berlebihan, yang dapat berdampak pada performa akademik dan psychological well-being. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional untuk melihat hubungan antara kedua variabel. Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah 204 mahasiswa aktif berusia 17-22 tahun dari Universitas X yang menghadiri kelas reguler dan memiliki kronotipe malam. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan dua alat ukur, yaitu Composite Scale of Morningness (CSM) dan Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kronotipe malam dan burnout akademik pada mahasiswa kelas reguler di Universitas X. Temuan ini mengindikasikan bahwa terdapat faktor-faktor lain yang mungkin berperan lebih dominan dalam menyebabkan burnout akademik pada mahasiswa kelas reguler. Implikasi dari penelitian ini mencakup pentingnya institusi pendidikan untuk memberikan edukasi kepada mahasiswa mengenai pengelolaan waktu yang sesuai dengan ritme biologis mereka, serta meningkatkan kesadaran akan cara mengatasi tekanan akademik. Selain itu, mahasiswa diharapkan dapat lebih memahami preferensi waktu aktivitas mereka dan mengadopsi strategi manajemen waktu yang lebih baik untuk mengurangi risiko burnout. Penelitian ini juga membuka peluang untuk studi lanjutan yang mengintegrasikan variabel lain, memperluas jangkauan subjek, atau diterapkannya pendekatan lain untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai burnout akademik
PENGARUH BIAYA AUDIT, SISTEM AKUNTANSI KLIEN, DAN TEKANAN ANGGARAN WAKTU TERHADAP KUALITAS AUDIT
Penelitian ini mengkaji pengaruh biaya audit, sistem akuntansi klien, dan tekanan
anggaran waktu terhadap kualitas audit. Data dikumpulkan melalui survei yang
melibatkan 59 auditor yang bekerja di kantor akuntan publik di Jakarta. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa sistem akuntansi klien dan tekanan anggaran waktu memiliki
pengaruh signifikan terhadap kualitas audit, sedangkan biaya audit tidak memiliki
dampak yang signifikan. Sistem akuntansi klien yang kuat meningkatkan efektivitas
prosedur audit dengan menyediakan data keuangan yang akurat dan andal bagi auditor.
Sebaliknya, tekanan anggaran waktu dapat meningkatkan kualitas audit melalui efisiensi
atau justru menurunkannya dengan mengabaikan langkah-langkah penting, tergantung
pada pengalaman dan keterampilan manajemen waktu auditor. Menariknya, penelitian ini
menemukan efek positif tekanan anggaran waktu terhadap kualitas audit, yang
menunjukkan peran fokus yang lebih baik dan alokasi sumber daya yang efektif di bawah
tenggat waktu yang ketat. Hasil ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam
tentang interaksi dinamis antara faktor eksternal dan kompetensi internal auditor,
sekaligus menekankan pentingnya pelatihan dan pengembangan profesional di bidang
audit.
Kata kunci: kualitas audit, biaya audit, sistem akuntansi klien, tekanan anggaran waktu
This study examines the influence of audit fees, client accounting systems, and time
budget pressure on audit quality. Data were collected through a survey involving 59
auditors working at public accounting firms in Jakarta. The findings revealed that client
accounting systems and time budget pressure significantly affect audit quality, while
audit fees have no significant impact. A robust client accounting system enhances the
effectiveness of audit procedures, providing auditors with accurate and reliable financial
data. Conversely, time budget pressure can either improve audit quality through
efficiency or compromise it by neglecting important steps, depending on the auditor's
experience and time management skills. Surprisingly, the study found a positive effect of
time budget pressure on audit quality, suggesting the role of enhanced focus and resource
allocation under strict deadlines. These results contribute to a deeper understanding of the
dynamic interactions between external factors and internal auditor competencies,
emphasizing the need for effective training and professional development in the audit
field.
Keywords: audit quality, audit fees, client accounting system, time budget pressur
PENGARUH PROFITABILITAS, SOLVENSI, UKURAN PERUSAHAAN, UKURAN KAP, DAN OPINI AUDIT TERHADAP AUDIT DELAY (STUDI PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DI BEI 2021-2023)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh profitabilitas, solvensi,
ukuran perusahaan, ukuran KAP, dan opini audit terhadap audit delay. Penelitian ini
dialkukan dengan mengambil 37 sampel perusahaan pertambangan yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia selama periode 2021-2023 yang diolah menggunakan program
EViews 12. Hasil uji secara parsial (uji t) menunjukkan bahwa variabel solvensi dan
opini audit mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap audit delay. Sedangkan,
profitabilitas, ukuran perusahaan, dan ukuran KAP tidak mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap audit delay.
Kata kunci: Profitabilitas, Solvensi, Ukuran Perusahaan, Ukuran KAP, Opini Audit,
Audit Delay
The aim of this research is to analyze the influence of profitability, solvency, company
size, audit firm size, and audit opinion on audit delay. The study was conducted by
taking 37 samples from mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange
during the 2021-2023 period, and the data was processed using the EViews 12
program. The partial test results (t-test) indicate that the variables of solvency and
audit opinion have a significant effect on audit delay. Meanwhile, profitability,
company size, and audit firm size do not have a significant effect on audit delay.
Key words: Profitability, Solvency, Company Size, Audit Firm Size, Audit Opinion,
Audit Dela
IMPLEMENTASI PERAN AUDITOR INTERNAL DALAM PEMENUHAN KARAKTERISTIK KUALITATIF LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN MUNA
Penelitian ini mengulas peran auditor internal dalam pemenuhan karakteristik
kualitatif Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Peran auditor internal dalam
pemenuhan karakteristik kualitatif Laporan Keuangan Pemerintah Daerah yang
diulas pada penelitian ini adalah Inspektorat Daerah Kabupaten Muna. Metode
penelitian ini menggunakan studi lapangan melalui wawancara kepada narasumber
yang merupakan penyusun laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Muna
dan narasumber dari Inspektorat Daerah Kabupaten Muna sebagai auditor internal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Inspektorat Daerah Kabupaten Muna
melalui pelaksanaan fungsi assurans dan konsultasi berpengaruh dalam pemenuhan
karakteristik kualitatif laporan keuangan yaitu relevan, andal, dapat dibandingkan,
dan dapat dipahami.
Kata kunci: Auditor Internal, Laporan Keuangan Pemerintah Daerah,
Karakteristik Kualitatif, Assurans dan Konsultasi.
This research examines the role of internal auditor in fulfilling the qualitative
characteristics of regional government financial statement. The role of internal
auditors in fulfilling the qualitative characteristics of the Regional Government
Financial Statements discussed in this study is the Regional Inspectorate of Muna
Regency. The research method used is a field study through interviews with sources
person who are responsible for preparing the regional government financial
reports of Muna Regency and sources person from the Regional Inspectorate of
Muna Regency as internal auditors. The research findings indicate that the role of
the Regional Inspectorate of Muna Regency, through the implementation of
assurance and consulting functions, influences the fulfillment of the qualitative
characteristics of financial statements, namely relevance, reliable, comparable,
and understandable.
Keywords: Internal Auditor, Regional Government Financial Statement,
Qualitative Characteristics, Assurance and Consulting
PENGARUH ROTASI AUDITOR DAN KUALITAS AUDITOR TERHADAP AUDIT DELAY (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN PROPERTI DAN REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA)
This study aims to examine the impact of auditor rotation and auditor quality on audit
delay in property and real estate companies listed on the Indonesia Stock Exchange
(IDX) during the 2021-2023 period. Audit delay, which refers to the delay in the
submission of financial reports, is an important issue as it can affect the transparency
and credibility of a company’s financial statements. Factors influencing audit delay
include auditor rotation and auditor quality. This study uses secondary data from
financial reports of companies, with purposive sampling method, resulting in 177
company samples. The data were analyzed using logistic regression to assess the
relationship between auditor rotation, auditor quality, and audit delay. The results
show that auditor rotation has a positive and significant effect on audit delay, meaning
that auditor changes can cause delays in financial report submission. Furthermore,
auditor quality, measured by the use of Big 4 accounting firms, also has a positive
impact on audit delay, although this finding contradicts previous studies that suggest
Big 4 firms typically accelerate the audit process. This study recommends extending
the research period and adding other variables, such as economic conditions, for
future studies.
Keywords: Auditor Rotation, Auditor Quality, Audit Delay, Property, Real Estate,
Indonesia Stock Exchange.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh rotasi auditor dan kualitas auditor
terhadap audit delay pada perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di BursaEfek Indonesia (BEI) selama periode 2021-2023. Audit delay, yang merupakan waktu
keterlambatan dalam penyampaian laporan keuangan, menjadi perhatian pentingkarena dapat memengaruhi transparansi dan kredibilitas laporan keuangan perusahaan.Faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay antara lain rotasi auditor dan kualitasauditor. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari laporan keuangan perusahaan
dengan metode purposive sampling, menghasilkan 177 sampel perusahaan. Datadianalisis menggunakan regresi logistik untuk melihat hubungan antara rotasi auditor,
kualitas auditor, dan audit delay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rotasi auditor
berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit delay, yang berarti pergantian
auditor dapat menyebabkan keterlambatan dalam penyampaian laporan keuangan.
Selain itu, kualitas auditor, yang diukur dengan penggunaan KAP Big 4, jugaberpengaruh positif terhadap audit delay, meskipun temuan ini bertentangan denganpenelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa KAP Big 4 justru dapat mempercepat
proses audit. Penelitian ini menyarankan untuk memperpanjang periode penelitian danmenambah variabel lain seperti kondisi ekonomi untuk studi selanjutnya.
Kata Kunci: Rotasi Auditor, Kualitas Auditor, Audit Delay, Properti dan Real
Estate, Bursa Efek Indonesia
PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE DAN FIRM SIZE TERHADAP FINANCIAL PERFORMANCE PADA PERUSAHAAN BUMN DI INDONESIA
Riset ini menyelidiki pengaruh ukuran perusahaan dan tata kelola perusahaan kepada kinerja
keuangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia. Dengan memakai pendekatan
kuantitatif, data dikumpulkan dari 13 BUMN selama tiga periode, menghasilkan total sampel
ada 39 observasi. Hasil penelitian memperlihatkan yaitu ukuran dewan direksi berdampak
negatif kepada kinerja keuangan, sementara independensi dewan dan kepemilikan dewan
berdampak positif secara signifikan. Selain itu, ukuran perusahaan memengaruhi negatif
kepada kinerja keuangan. Temuan ini mengindikasikan yaitu BUMN perlu mempertimbangkan
pengurangan ukuran dewan direksi, meningkatkan independensi dewan melalui penunjukan
direktur independen, dan meningkatkan kepemilikan dewan. Selain itu, efisiensi operasional
perlu diperhatikan untuk mengurangi inefisiensi. Penelitian selanjutnya disarankan untuk
memperluas ukuran sampel dan periode penelitian serta memasukkan variabel tambahan seperti
Economic Value Added (EVA) guna memberikan analisis yang lebih komprehensif.
Kata Kunci: Ukuran Perusahaan, Tata Kelola Perusahaan, Kinerja Keuangan, BUMN
This research looks at how SOEs in Indonesia do financially and how factors like company size
and corporate governance play a role. Thirteen state-owned enterprises (SOEs) were surveyed
three times using a quantitative methodology, yielding a total of thirty-nine observations. Board
size has a detrimental impact on financial performance, according to the research. On the other
hand, board independence and board ownership have strong beneficial benefits. In addition,
financial performance is impacted adversely by the size of the business. These results suggest
that SOEs should consider reducing board size, increasing board independence through the
inclusion of independent directors, and enhancing board ownership. Furthermore, operational
inefficiencies should be addressed to improve overall performance. Future research should
expand the sample size and study period while incorporating additional variables such as
Economic Value Added (EVA) to provide a more comprehensive analysis.
Keywords: Firm Size, Corporate Governance, Financial Performance, SO
PENGARUH KOMPETENSI DAN INDEPENDENSI PEMERIKSA BPK PERWAKILAN PROVINSI SULAWESI TENGAH TERHADAP KUALITAS HASIL AUDIT LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kompetensi dan independensi
Pemeriksa BPK Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah terhadap kualitas hasil audit
Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Data penelitian ini diperoleh dari pembagian
kuesioner yang disebar ke 53 responden. Responden pada penelitian ini ada Pemeriksa
pada BPK Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kompetensi dan independensi berpengaruh terhadap kualitas audit laporan keuangan
pemerinah daerah.
Kata Kunci: Kompetensi, Independensi, Kualitas Audit
This research aims to examine the influence of the competence and
independence of auditor at the BPK Representative Office of Central Sulawesi on the
audit quality of local government financial statements. This research data was
obtained through the distribution of questionnaires to 53 respondents. Respondents of
this research are auditors at BPK Representative Office of Central Sulawesi. The
method used in this research is multiple regression analysis. The results of the research
show that competence and independence influence audit quality of local government
financial statements.
Keywords: Competence, Independence, Audit Qualit
PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH, OPINI AUDIT, DAN UKURAN PEMERINTAH DAERAH TERHADAP KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH
Kinerja keuangan pemerintah daerah merupakan salah satu indikator kemampuan
daerah dalam mengelola keuangan secara mandiri, yang berimplikasi pada
peningkatan kapasitas fiskal untuk mendorong pembangunan daerah. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), opini audit,
dan ukuran pemerintah daerah terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah di
kabupaten/kota Provinsi Jawa Barat. Data yang digunakan adalah data sekunder dari
Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2021–2023, yang mencakup
27 kabupaten/kota di Jawa Barat dengan total 81 data observasi. Teknik analisis yang
diterapkan adalah regresi berganda untuk menguji hubungan antara variabel
independen (PAD, opini audit, dan ukuran pemerintah daerah) dan variabel dependen
(kinerja keuangan) yang diukur menggunakan rasio kemandirian. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa PAD berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja
keuangan pemerintah daerah. Opini audit memiliki pengaruh positif tetapi tidak
signifikan terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah. Sedangkan Ukuran
pemerintah daerah berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja
keuangan pemerintah daerah.
Kata Kunci: Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah; Pendapatan Asli Daerah (PAD); Opini
Audit; Ukuran Pemerintah Daerah
Financial performance of regional governments is an indicator of regional ability to
manage finances independently, which has implications for increasing fiscal capacity
to encourage regional development. This research aims to analyze the influence of
Original Local Government Revenue, audit opinions, and regional government size
on the financial performance of regional governments in districts/cities of West Java
Province. The data used is secondary data from the 2021–2023 Regional
Government Financial Report, which covers 27 Regencies/cities in West Java with a
total of 81 observation data. The analysis technique applied is multiple regression to
test the relationship between the independent variables (Original Local Government
Revenue, audit opinions, and regional government size) and the dependent variable
(financial performance) which is measured using the independence ratio. The
research results show that Original Local Government Revenue has a positive and
significant effect on financial performance of regional governments. Audit opinions
have a positive but insignificant influence on financial performance of regional
governments. Meanwhile, regional government size has a insignificant negative
effect on financial performance of regional governments.
Keywords: Financial performance of regional governments; Original Local
Government Revenue; Audit Opinion; regional government size
DAMPAK PEMAHAMAN PAJAK PERUSAHAAN NIRLABA TERHADAP PERHITUNGAN DAN PELAPORAN PAJAK KINI (STUDI KASUS PT ABC)
Perusahaan nirlaba memiliki peran penting dalam memberikan kontribusi sosial,
namun sering kali menghadapi tantangan dalam memahami dan memenuhi kewajiban
perpajakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana dampak
pemahaman pajak terhadap perhitungan dan pelaporan pajak pada perusahaan nirlaba
dengan fokus pada PT ABC. Perusahaan nirlaba sering kali menghadapi tantangan
dalam memenuhi kewajiban perpajakan akibat kurangnya pemahaman yang memadai
mengenai aturan perpajakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif,
dengan data yang diperoleh melalui pengumpulan data sekunder, observasi, dan
wawancara mendalam dengan para pengelola perusahaan nirlaba.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya pemahaman pajak di kalangan
perusahaan nirlaba berpotensi menyebabkan kesalahan dalam perhitungan dan
pelaporan pajak, serta berdampak pada ketidakpatuhan terhadap peraturan pajak.
Wawancara mendalam mengungkapkan bahwa kurangnya edukasi dan dukungan
terkait perpajakan menjadi faktor utama dalam terbatasnya pemahaman pajak di sektor
ini. Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih lanjut, baik dari pihak internal perusahaan
maupun pemerintah, untuk meningkatkan pemahaman pajak dalam rangka mendorong
kepatuhan yang lebih baik.
Kata kunci: Pemahaman pajak, perusahaan nirlaba, perhitungan pajak, pelaporan
pajak.
This study aims to explore the impact of tax understanding on tax calculation and
reporting in non-profit organizations in Indonesia. Non-profit organizations often face
challenges in fulfilling tax obligations due to insufficient knowledge of tax regulations.
This research employs a descriptive qualitative method, with data collected through
secondary data, observations, and in-depth interviews with non-profit organization
managers.
The findings show that low tax understanding among non-profit organizations
potentially leads to errors in tax calculation and reporting, and affects compliance
with tax regulations. In-depth interviews reveal that a lack of tax education and
support is a major factor contributing to limited tax understanding in this sector.
Therefore, further efforts are needed, both from the internal organization and the
government, to improve tax understanding and promote better compliance.
Keywords: Tax understanding, non-profit organizations, tax calculation, tax reporting