Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
Analisis waste material pada proyek rumah tinggal x di Serang (TS - 2627)
Waste material adalah salah satu aspek penting dalam manajemen proyek konstruksi yang sering diabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan menganalisis waste material pada proyek rumah tinggal X di Serang guna mengerti penyebab masalah yang terjadi. Metode penelitian ini melibatkan penggunaan Excel untuk menghitung nilai material sisa, diagram pareto untuk mengidentifikasi biaya sisa material dari yang terbesar hingga terkecil, serta untuk menentukan langkah preventif atau solusi dan penyebab guna meminimalkan nilai waste material. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih baik mengenai masalah waste material dalam proyek konstruksi dan membantu praktisi meningkatkan efisiensi serta mengurangi pemborosan dalam pengelolaan material konstruksi. Dari hasil penelitian, biaya waste terbesar adalah cat sebesar Rp. 1.802.823. Kata kunci; sisa material, material, manajemen proyek, konstruksi, paret
Model perhitungan prediksi durasi konstruksi dengan metode earned schdule untuk bangunan tinggi (TS - 2628)
Earned Value Management (EVM) adalah sistem manajemen yang membahas mengenai biaya, jadwal dan kinerja teknis. Hal ini memungkinkan perhitungan varian biaya dan varian jadwal dan indeks kinerja (performance index) dan perkiraan biaya proyek (estimated cost) serta durasi jadwal (schedule duration). Dikarenakan system EVM yang memiliki masalah dalam menghitung durasi maka Lipke memperkenalkan konsep Earned Schedule (ES). Dalam metode ini, nilai yang diperoleh pada titik waktu (tinjauan) tertentu ditelusuri maju atau mundur ke garis dasar kinerja (kurva S) atau PV. Berbeda dengan SV, SV(t) dinyatakan dalam satuan waktu, sehingga lebih mudah untuk dilakukan penafsiran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh model perhitungan prediksi durasi dari model ini dapat dilihat apakah metode ES dapat digunakan untuk memprediksi durasi proyek bangunan tinggi. Prosedur analisis data melalui tahapan pengumpulan data durasi proyek nyata maupun berjalan dengan perhitungan metode ES, validasi data dengan metode uji selisih rata-rata, dan data dianalisis dengan pendekatan uji statistik yaitu uji t dan uji z. Hasil analisis menunjukkan bahwa Uji t sebesar 0,663 (batas ±2,045) dan Uji Z sebesar 0.67121 (batas ±1,96), maka uji hipotesis H0 dapat diterima yang berarti perhitungan durasi dengan metode ES dapat digunakan untuk memprediksi durasi proyek bangunan tinggi. Kata Kunci: Bangunan Tinggi, Earned Value Management, Earned Schedule, Uji
Studi analisis stabilitas lereng galian dan daya dukung fondasi dangkal di atasnya (TS - 2633)
Penelitian ini mengkaji stabilitas lereng galian dan daya dukung fondasi dangkal di atasnya, yang penting untuk keamanan dan efisiensi proyek infrastruktur. Stabilitas lereng yang tidak memadai dapat menyebabkan longsor, sementara fondasi dangkal di atas lereng galian menghadapi tantangan khusus terkait stabilitas tanah. Metode penelitian meliputi analisis karakteristik geoteknik tanah, identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas lereng, serta analisis pengaruh geometri lereng, kondisi tanah, dan beban eksternal. Pendekatan numerik dan analitis digunakan dalam analisis ini. Hasil menunjukkan bahwa karakteristik tanah, geometri lereng, dan beban eksternal secara signifikan mempengaruhi stabilitas lereng dan daya dukung fondasi. Rekomendasi desain yang diberikan diharapkan dapat diterapkan dalam praktik rekayasa sipil untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi konstruksi. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam bidang geoteknik, khususnya untuk perancangan konstruksi yang lebih aman dan efisien. Kata Kunci: fondasi dangkal, lereng, daya dukung, stabilitas lereng dan analisis geotekni
Analisis perbandingan metode earned value, earned schedule dan three-variance approach dalam pengendalian proyek (TS - 2641)
Dalam pemantauan proyek dapat dilihat dari berbagai aspek seperti aspek waktu dan biaya. Untuk membantu dalam pemantauan proyek ada beberapa metode yang mendukung, antara lain metode Earned Value Management (EVM), Earned Schedule (ES), dan Three Variance Approach (TVA). Metode EVM digunakan untuk mengelola biaya dan waktu pada proyek, metode ES digunakan hanya dalam aspek waktu, sedangkan TVA memisahkan pengukuran pekerjaan dan waktu menjadi tiga yaitu work, time, dan cost. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan metode EVM, ES, dan TVA dalam mengendalikan biaya dan waktu pada suatu proyek. Dari hasil penelitian proyek 1, metode TVA lebih unggul dalam aspek waktu karena dapat memberikan informasi keterlambatan proyek selama 2 minggu, dapat dilihat pada nilai TVs sebesar 2 minggu. Pada proyek 2, pekerjaan proyek berjalan sesuai rencananya, metode TVA tetap lebih unggul karena dapat menunjukkan dalam berbagai aspek. Setelah melakukan pengolahan dari 2 data proyek, metode TVA sejalan dengan metode ES dalam aspek waktu dan sejalan dengan metode EVM dalam aspek biaya. Metode TVA lebih unggul khususnya jika diimplementasikan dalam proyek yang sudah melebihi durasi rencana, terlihat pada proyek 1 TVA dapat menunjukkan keterlambatan dan durasinya, tetapi pada proyek 2 dikarenakan pekerjaan proyek sesuai dengan rencananya, metode TVA kurang lebih sama dengan metode EVM dan ES.Kata Kunci : Earned Value, Earned Schedule, Three Variance Approach, Pengendalian Proyek, Duras
Analisis tingkat kepuasan pengunjung terhadap fasilitas gedung parkir mall kelapa gading 3 (TS - 2648)
Parkir merupakan salah satu fasilitas penting bagi pengunjung mall di Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pengunjung Mall Kelapa Gading terhadap fasilitas parkir di gedung Mall Kelapa Gading 3. Metode penelitian dilakukan dengan penyebaran survei kepuasan pengunjung dan dianalisis dengan metode Importance Performance Anlaysis (IPA). Penelitian tingkat kepuasan dilakukan terhadap 17 komponen pernyataan yang meliputi ketersedian ruang parkir, kebersihan lokasi parkir, kualitas perkerasan pada area parkir, kondisi tingkat pencahayaan pada area parkir, kejelasan rambu tanda zona parkir, kejelasan rambu tanda sirkulasi parkir, lebar gang mobil, luas parkir mobil, penataan ruang parkir mobil, kemudahan memarkir kendaraan, kemudahan melalui tanjangan area parkir mobi, ketersediaan kemudahan informasi melalui petugas parkir, lama antrian masuk dan keluar, kesesuaian tarif dan metode pembayaran, ketersediaan jalur pejalan kaki, CCTV pada area parkir, dan pos keamanan di area parkir. Hasil analisis metode IPA memperlihatkan dominasi presentase kuadran IV yang mencapai 29,5%, disusul dengan kuadran I dan II yaitu sebesar 23,5% dan persentase terendah dari kuadran III yaitu sebesar 18,75%. Berdasarkan posisi kuadran I komponen yang perlu ditingkatkan adalah ketersediaan ruang parkir, kejelasan marka tanda arah sirkulasi parkir, penataan ruang parkir mobil, ketersediaan kemudahan informasi melalui petugas parkir. Adapun komponen yang perlu dipertahankan pada posisi kuadran II meliputi kebersihan lokasi parkir, Kemudahan melalui tanjakan pada area parkir mobil, Lama antrian masuk dan keluar, CCTV pada area parkir. Kata kunci: parkir mobil, kepuasan pengunjung, fasilitas gedung parkir, Mall Kelapa Gading 3, SSSSSSSSS Importance Performance Analysis (IPA)
Analisis kepuasan penumpang terhadap pelayanan dan tarif angkutan kota F03 di Kosambi, Tangerang (TS - 2651)
Transportasi umum merupakan salah satu transportasi yang sampai saat ini masih menjadi andalan bagi masyarakat dalam melakukan mobilitas. Dengan adanya transportasi umum diharapkan dapat mengurangi kemacetan, kepadatan dan juga menjadi salah satu transportasi yang dapat digunakan bagi masyarakat yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Dengan adanya tingkat kepuasan pengguna diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan harga tarif yang sesuai dengan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan mengumpulkan data dari pengguna angkutan kota (angkot) F03 dengan rute Kampung Melayu – Dadap sepanjang 9,1 Km sebanyak 150 responden. Analisis data dilakukan dengan bantuan aplikasi SPSS dengan uji validitas dan reliabilitas dengan 30 responden kemudian uji One Sample T-Test dan Independent Sample T-Test dengan 150 responden. Dari hasil analisis yang dilakukan, perlu dilakukan peningkatan kualitas layanan pada bagian waktu tunggu, kebersihan, kemudahan naik dan turun, kualitas tempat duduk, keamanan/rasa aman dan keselamatan didalam angkot. Pada bagian tarif angkutan kota F03 dapat disimpuklan bahwa responden sudah puas terhadap tarif yang diberlakukan, distribusi informasi tarif dan sistem pembayarannya
Implementasi elemen pengaku pada metode perbaikan tanah deep cement mixing (TS - 2659)
Perbaikan tanah merupakan salah satu cabang geoteknik yang diperlukan dalam bidang konstruksi. Dengan situasi tanah di tiap lokasi proyek konstruksi yang tidak bisa di prediksi diperlukan perkuatan tanah pada lokasi agar dapat menopang beban dari struktur di atasnya. Salah satu cara perbaikan tanah adalah dengan menggunakan metode stiffened deep cement mixing piles atau SDCM piles. Metode ini merupakan penambahan dari metode deep cement mixing yang sudah ada dengan adanya elemen pengaku di inti tiang deep cement mixing. Dalam penulisan penelitian ini tiang stiffened deep cement mixing akan dimodelkan dalam program elemen hingga Midas GTS NX dengan variasi spasi antar tiang, dan diameter tiang. Selain memodelkan dengan beban statis dari bangunan di atas stiffened deep cement mixing juga akan diberi beban dinamis berupa getaran mesin dari alat geothermal powerplant. Hasil yang akan di analisis dari pemodelan ini adalah berupa penurunan dan tegangan yang terjadi
Tanggapan masyarakat mengenai pengaruh faktor demografis dan geografis terhadap moda transportasi Biskita Trans Pakuan di kota Bogor (TS - 2680)
Moda transportasi berperan penting dalam mobilitas perkotaan dan kualitas hidup masyarakat. BisKita Trans Pakuan, sebagai salah satu alternatif transportasi umum di Kota Bogor, telah menjadi fokus perhatian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggapan masyarakat terhadap moda transportasi BisKita Trans Pakuan dengan mempertimbangkan faktor demografis (seperti usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan pendapatan) dan geografis (seperti lokasi tempat tinggal, jarak dari halte, dan ketersediaan infrastruktur) mempengaruhi persepsi moda transportasi BisKita Trans Pakuan di Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan data dari 150 responden melalui kuesioner yang disebar kepada penduduk Kota Bogor secara daring, untuk mengidentifikasi perbedaan signifikan mengenai tanggapan masyarakat berdasarkan faktor demografis dan geografis. Analisis data menggunakan aplikasi SPSS dengan menggunakan uji validitas, reliabilitas, One Sample T-Test, dan Independent Sample T-Test. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa masyarakat sering menggunakan BisKita, tarif yang ditetapkan sudah sepadan, BisKita Trans Pakuan belum memadai untuk melayani Kota bogor, perlu ada penambahan rute dan perbaikan infrastruktur, dan merasa tingkat pelayanan BisKita sudah memuaskan, hanya saja waktu kedatangan yang belum tepat waktu dan lebar jalur belum memadai
Persepsi masyarakat terhadap penutupan kembali perlintasan liar pada perlintasan tidak sebidang jl. Kyai Tapa (TS - 2682)
Perlintasan kereta api tidak sebidang merupakan jalur yang hanya di lalui kereta dan tindak menjadi perpotongan sebidang dengan jalan raya. Perlintasan tidak sebidang Roxy merupakan perlintasan tidak sebidang di Jalan Kyai Tapa, Kec. Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Perlintasan Jalan Kyai Tapa adalah salah satu perlintasan yang telah di tutup PT KAI, tetapi ada beberapa orang yang mengambil kesempatan untuk membuka kembali secara mengalanggar hukum. Penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui pandangan masyarakat terhadap pentupan kembali perlintasanan liar pada perlintasan tidak sebidang tersebut. Penelitian disusun dengan menggunakan studi literatur dan metode kuantitatif dan perolehan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada masyarakat yang beraktivitas dan pengendaran roda dua di sekitar perlintasan liar. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas pengguna perlintasan liar tidak setuju dengan adanya penutupan perlintasan tersebut dan berpendapat bahwa dengan ditutupnya perlintasan liar maka perputaran ekonomi sekitanya juga akan menurun, karena akses jalan hanya terdapat pada flyover. Namun untuk pandangan bahwa pengguna setuju akannya dibuka kembali perlintasan tersebut secara resmi walaupun sudah tertera jelas bahwa perlintasan yang tidak memenuhi syarat harus menjadi perlintasan tidak sebidang