Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
Analisis Yuridis Putusan Mahkamah Agung Nomor 845 K/PDT/2024 Tentang Sengketa Pembagian Harta Warisan: Perspektif Hukum Waris Perdata di Indonesia
The Decision of the Indonesian Supreme Court Number 845 K/Pdt/2024 addresses
crucial aspects of inheritance law in Indonesia, particularly the division of inheritance
assets. In its considerations, the Supreme Court referred to civil inheritance law as regulated
by the Indonesian Civil Code (KUHPerdata) and, when applicable, Islamic inheritance law.
The division of inheritance involves not only legal aspects but also ethical, social, and
religious values. The Supreme Court ensures that the distribution of inheritance is carried
out fairly and in accordance with the rights of each heir, while also providing legal certainty
for the parties involved. As part of its effort to achieve justice, the Supreme Court assesses
the evidence presented by the parties claiming inheritance rights. In this case, the principle of
legal certainty is fulfilled by applying clear and consistent legal provisions. The principle of
utility is also maintained by considering the social impact of the decision, although there may
be dissatisfaction from parties who feel their share is inadequate. Thus, this ruling not only
reflects adherence to legal regulations but also efforts to achieve justice, legal certainty, and
utility in the resolution of inheritance disputes
Analisis perbandingan biaya permesinan ekonomis pada proses pembubutan material JIS SKD 11 menggunakan mata pahat carbide coated (TM - 1410)
Proses pembubutan merupakan salah satu teknik pemesinan yang banyak digunakan dalam industri manufaktur untuk membentuk dan menghaluskan permukaan benda kerja, khususnya material baja keras seperti JIS SKD 11. Material ini sering digunakan dalam aplikasi dengan tuntutan ketahanan yang tinggi, namun juga membutuhkan metode pemesinan yang efisien untuk menekan biaya permesinan. Biaya permesinan ini mencakup biaya upah operator, biaya mata pahat, umur mata pahat, biaya listrik, biaya mesin dan pemeliharaan mesin. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruf faktor parameter proses pemotongan yang bervariasi seperti kecepatan potong terhadap biaya permesinan terhadap biaya permesinan ekonomis dengan menggunakan material JIS SKD 11 dengan menggunakan 2 jenis mata pahat karbida yang berbeda yaitu TiCN+Al2O3 dan AlTIN. Metode penelitian yang digunakan dalam eksperimental dengan menggunakan mesin bubut konvensional, jangka sorong dan stopwatch. Variasi yang dilakukan pada parameter kecepatam pemotongan yaitu 78.5 (m/min), 94.2 (m/min), 141.3 (m/min), 222.9 (m/min), 351.6 (m/min) untuk keceptan pemotongan dengan laju pemakanan dan kedalaman pemotongan konstan. Data yang di ambil saat pembuatan spesimen menggunakan mesin pembubutan adalah waktu produktif dan umur mata pahat dari proses manufaktur. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa biaya total pembubutan tertinggi pada kecepatan 351,6 (m/min) pada mata pahat TiCN+AL2O3 sebesar Rp.28.200 dan pada mata pahat A/TIN sebesar Rp.50.415 dan biaya pembubutan terendah pada kecepatan 141,3 (m/min) pada mata pahat TiCN+AL2O3 sebesar Rp.11.577 dan pada mata pahat AITIN sebesar Rp.9.953
Rancang bangun alat pembuatan filament 3D printer berbasis limbah botol plastik PET (Polyethylene Terephthalate) dengan metode VDI 2221 (TM - 1408)
Sampah plastik, khususnya botol PET (Polyethylene Terephthalate), menjadi salah satu masalah lingkungan signifikan yang sulit terurai secara alami. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun alat pembuat filamen 3D printer berbasis limbah botol plastik PET menggunakan metode VDI 2221. Teknologi ini mendukung upaya daur ulang dengan mengolah botol plastik menjadi produk bernilai tinggi, yaitu filamen untuk 3D printing. Dalam prosesnya, alat ini memanfaatkan elemen pemanas, motor stepper, dan sistem kontrol berbasis Arduino untuk memastikan temperatur dan kecepatan yang tepat guna menghasilkan filamen berkualitas dengan konsistensi diameter 1,75 mm toleransi ±0,05 mm. Alat ini dirancang untuk menghasilkan potongan plastik yang konsisten dengan lebar 10 mm dan toleransi ±1 mm, menggunakan pisau pemotong yang mudah didapatkan. Potongan tersebut kemudian diproses menjadi filamen untuk printer 3D, mengkonfirmasi potensi alat ini untuk mengubah limbah PET menjadi bahan yang berguna. Pembuatan filamen menggunakan temperatur 240°C dengan kecepatan penggulungan 0,8 rpm dapat menghasilkan filamen yang konsisten namun memiliki beberapa titik yang permukaan filamen tidak halus. Hasil cetak 3D dari bahan botol plastik memiliki karakteristik yang semi transparan dan mengkilap pada bagian sisinya
Perbandingan metode naive bayes, GBM dan KNN terhadap pasien penyakit ISPA studi kasus: rumah sakit Royal Taruma
Perkembangan teknologi informasi membawa dampak besar pada berbagai bidang termasuk kedokteran. Penyakit yang banyak diderita masyarakat adalah Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) yang dapat menyerang saluran pernafasan atas dan bawah. Penggunaan teknologi dalam klasifikasi penyakit penting untuk memudahkan pengambilan keputusan medis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja tiga algoritma klasifikasi: Naive Bayes, Gradient Boosting Machine (GBM), dan K-Nearest Neighbor (K-NN) dalam mengklasifikasikan pasien ISPA di Rumah Sakit Royal Taruma. Metrik yang digunakan untuk evaluasi meliputi accuracy, precision, recall, f1-score, dan confusion matrix. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah klasifikasi yang menggunakan uji hipotesis Kruskal-Wallis untuk menguji perbedaan signifikan antar algoritma berdasarkan keakuratannya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (H1) diterima untuk metrik accuracy, precision, dan recall, yang menunjukkan bahwa algoritma Naive Bayes, K-Nearest Neighbor (KNN), dan Gradient Boosting Machine (GBM) memiliki perbedaan yang signifikan dalam kinerja mereka pada metrik tersebut. Sementara itu, hipotesis nol (HO) tidak dapat ditolak untuk F1-Score, yang menunjukkan bahwa algoritma tidak memiliki perbedaan yang signifikan dalam kinerja mereka pada metrik. Berdasarkan hasil eksperimen, GBM mencapai performa terbaik dengan accuracy 0.98, precision 0.99, recall 0.83, dan f1-score 0.90 pada skenario data latih dan data uji 70:30. Di sisi lain, Naive Bayes menunjukkan nilai accuracy 0.91, yang merupakan performa terburuk. precision 0.56, recall 0.66, f1-score 0.58. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Gradient Boosting Machine merupakan algoritma yang paling efektif untuk klasifikasi pasien ISPA, sedangkan Naive Bayes kurang direkomendasikan karena kinerjanya yang buruk. Penelitian ini memberikan kontribusi penting untuk menentukan algoritma optimal untuk diagnosis otomatis ISPA dalam praktik klinis