Repository unigiri (Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro)
Not a member yet
5611 research outputs found
Sort by
TINJAUAN UNDANG-UNDANG THE ANIMAL WELFARE ACT DAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP JUAL BELI FOIE GRAS
Foie gras merupakan menu makanan yang berasal dari hati angsa atau bebek yang diproses melalui metode pemaksaan pemberian makan (force feeding), telah lama menjadi tradisi kuliner di negara tertentu. Namun, kontroversi proses pembuatannya semakin tampak seiring dengan kesadaran akan kesejahteraan hewan. Adanya Tindakan tersebut tidak sejalan dengan undang-undang kesejahteraan hewan, teori ba’i> terkait dengan salah satu rukun pada objek dan tidak sesuai dengan teori kaidah ad}-d}araru yuza>lu. Sehingga dengan adanya permasalahan tersebut, peneliti ingin meninjau jual beli foie gras berdasarkan Undang-undang The Animal Welfare Act dan Hukum Ekonomi Syariah. Rumusan masalah penelitian ini pertama, bagaimana mekanisme pengolahan menu masakan foie gras, kedua bagaimana tinjauan Undang Undang The Animal Welfare Act dan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2009 terhadap jual beli foie gras dan ketiga, Bagaimana tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap jual beli foie gras. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana mekanisme pengolahan menu masakan foie gras, mengetahui bagaimana tinjauan Undang Undang The Animal Welfare Act dan Hukum Ekonomi Syariah terhadap jual beli foie gras melalui teori jual beli dan kaidah d}arar. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan dengan jenis penelitian induktif. Sumber data primer dari hasil wawancara, dan data sekunder berasal dari buku, jurnal, dan internet. Proses pengumpulan data menggunakan metode wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dengan metode deskriptif kualitatif berdasarkan Undang-Undang The Animal Welfare Act, teori jual beli, dan kaidah ad}-d}araru yuza>lu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, pada proses pembuatannya angsa dan bebek melalui proses pemberian makan secara paksa selama 2 minggu dengan cara memasukkan pipa kedalam kerongkongan bebek dan angsa kemudian memompanya dengan makanan dalam jumlah banyak sehingga menyebabkan pembengkakan hati. Kedua, pada proses pembuatannya terdapat tahapan force feeding yang tidak sesuai dengan standarisasi perlakuan terhadap hewan merujuk pada Undang-Undang The Animal Welfare Act, Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2009. Ketiga, dari perspektif hukum ekonomi syariah menggunakan teori jual beli kesimpulannya; bahwa jual beli foie gras adalah jual beli yang tidak sah dikarenakan terdapat salah satu rukun dan syarat jual beli yang tidak terpenuhi pada barang (mabi>’) yaitu barang tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara syar’i, serta karena dampak yang ditimbulkan tergolong d}arar dan harus dihilangkan dengan kaidah ad}-d}araru yuza>lu
DISPARITAS TIMBANGAN SARANG BURUNG WALET TERHADAP GAJI KARYAWAN PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH DI DESA BUTOH KECAMATAN SUMBERREJO KABUPATEN BOJONEGORO
Usaha di rumah walet ini merupakan usaha pengelolaan sarang burung walet. Namun, dalam praktiknya terjadi disparitas timbangan sarang burung walet yang berdampak langsung pada ketidakadilan upah karyawan. Permasalahan ini tidak hanya merugikan pekerja secara finansial, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik dan ketidakpercayaan antara pekerja dan pengelola usaha. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk menjawab permasalahan yang meliputi, praktek disparitas timbangan sarang burung walet di Desa Butoh Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro serta bagaimana perspektif hukum ekonomi syariah tentang disparitas timbangan sarang burung walet pada gaji karyawan. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetauhi bagaimana praktek disparitas timbangan sarang burung walet di Desa Butoh Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro dan Untuk mengetauhi bagaimana perspektif hukum ekonomi syariah tentang disparitas timbangan sarang burung walet pada gaji karyawan
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field Research). Dengan sumber data terdiri dari atas dua, yakni sumber data primer dari hasil wawancara dan observasi, dan data sekunder yang berasal dari buku-buku, jurnal dan internet terkait disparitas timbangan. Pada proses pengumpulan data, metode yang digunakan diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Dari data yang diperoleh dari sumber-sumber data, selanjutnya diolah menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif bedasarkan teori Timbangan dan ijārah. Dalam perspektif hukum ekonomi syariah, rukun timbangan belum terpenuhi karena hasil timbangan yang dicatat mandor tidak sesuai dengan berat sebenarnya, terutama pada hal adanya takaran dan timbangan yang benar, sehingga melanggar syarat timbangan dan mengurangi hak pekerja. Akad kerja (ijārah) memang sah karena memenuhi syarat seperti kerelaan, manfaat yang jelas, dan pembayaran uang. Namun, rukun ujrah tidak sesuai, karena upah yang diberikan tidak sepadan dengan beban kerja yang dilakukan
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM PADA MATA PELAJARAN AL-QUR’AN HADIS KELAS VII DI MTS ULUL ALBAB PLESUNGAN KAPAS BOJONEGORO
Model pembelajaran Flipped Classroom merupakan pendekatan inovatif yang membalik pola pembelajaran tradisional, di mana siswa mempelajari materi di luar kelas melalui media digital, lalu menggunakan waktu tatap muka untuk berdiskusi dan memperdalam pemahaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model ini dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu tahap pra-kelas (penyampaian materi digital melalui WhatsApp), tahap dalam kelas (diskusi dan pemecahan masalah menggunakan pendekatan peer instruction dan problem based learning), serta tahap pascakelas (refleksi dan penguatan nilai-nilai hadis). Pelaksanaan ini terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, partisipatif, dan berpusat pada siswa.
Masalah akademik yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran konvensional, keterbatasan waktu untuk eksplorasi materi secara mendalam di kelas, serta belum optimalnya integrasi teknologi dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis. Kondisi tersebut menuntut strategi pembelajaran yang mampu mendorong keterlibatan siswa dan mengoptimalkan waktu pembelajaran.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Flipped classroom pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadis kelas VII di MTs Ulul Albab Plesungan Kapas Bojonegoro, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat selama proses pelaksanaannya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru, siswa, dan kepala madrasah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ini berhasil mengubah proses pembelajaran menjadi lebih aktif, partisipatif, dan bermakna. Siswa menjadi lebih siap dalam mengikuti pembelajaran di kelas dan lebih mudah menginternalisasi nilai-nilai hadis. Faktor pendukung utama adalah dukungan infrastruktur digital, kesiapan guru, serta kebijakan sekolah. Sementara hambatannya meliputi kedisiplinan belajar mandiri siswa dan potensi distraksi dari penggunaan teknologi
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN SLIDE INTERAKTIF BY CANVA PADA MATA PELAJARAN NAHWU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS 2 PENDIDIKAN DINIYAH FORMAL WUSTHO AL-ISHLAH SOKO TUBAN
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk di lingkungan pesantren. Media pembelajaran digital dianggap mampu mendorong semangat dan motivasi belajar siswa, terutama dalam mata pelajaran yang dianggap sulit. Kurangnya variasi metode dan media pembelajaran di lembaga Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Wustho Al-Ishlah Soko Tuban menjadi permasalahan akademik yang berdampak pada rendahnya motivasi belajar santri, khususnya dalam mata pelajaran Nahwu. Pembelajaran yang masih bersifat monoton menyebabkan kurangnya semangat siswa, bahkan memicu perilaku tidur di kelas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media pembelajaran slide interaktif by Canva dalam pembelajaran Nahwu, mengetahui tingkat motivasi belajar siswa, serta menganalisis pengaruh penggunaan media tersebut terhadap motivasi belajar siswa kelas 2 Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Wustho Al-Ishlah Soko Tuban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-eksperimental. Subjek penelitian adalah siswa kelas 2 PDF Wustho Al-Ishlah. Data dikumpulkan melalui angket dengan 10 pernyataan berbasis skala Likert, dan dianalisis menggunakan uji regresi linier sederhana untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran terhadap motivasi belajar.
Penerapan media pembelajaran slide interaktif by canva dalam pembelajaran Nahwu di kelas 2 Pendidikan Dniyah Formal Al-Ishlah Soko Tuban dilakukan melalui beberapa tahapan strategis untuk menciptakan proses belajar yang menarik, efektif, dan memotivasi siswa. Hasil analisis deskriptif, motivasi belajar siswa berada dalam kategori taraf yang cukup. Serta uji regresi linier sederhana menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan penggunaan media slide interaktif terhadap motivasi belajar siswa
PENGEMBANGAN ASESMEN DIAGNOSTIK KOGNITIF BERBASIS GIMKIT PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI MATERI RUKHSAH KELAS VII DI SMP N 1 SALE REMBANG
Dari hasil penelitian yang dilakukan di SMP N 1 Sale diketahui asesmen diagnostik kognitif pada mata pelajaran PAI & BP menggunakan soal berupa kertas yang di print dimana peserta didik tidak bersemangat mengerjakan soal pilihan ganda karena dirasa kurang efektif untuk mengidentifikasi pemahaman peserta didik. Maka dari itu peneliti berniat untuk mengembangkan asesmen diagnostik kognitif berbasis gimkit pada mata pelajaran PAI & BP materi rukhsah kelas VII di SMP N 1 Sale Rembang. Penelitian ini bertujuan menghasilkan sebuah instrumen asesmen diagnostik kognitif berbasis gimkit yang berbentuk soal pilihan ganda. Penelitian ini merupakan penelitian Research & Development (R & D) dengan menggunakan model ADDIE dimana tahap penelitian meliputi analysis, design, development, implementation, dan evaluation
Pengumpulan data dilakukan melalui proses validasi dan uji coba lapangan. Validasi dilakukan oleh ahli asesmen dan ahli materi rukhsah. Uji coba lapangan bertujuan untuk memperoleh data dari pendidik dan peserta didik terkait kepraktisan penggunaan asesmen diagnostik kognitif, pengelompokan peserta didik berdasarkan asesmen diagnostik kognitif, serta mengukur reliabilitas asesmen. Hasil validasi menunjukkan bahwa ahli asesmen memberikan penilaian sangat layak dengan persentase (92,1%), dan ahli materi memberikan penilaian sangat layak dengan persentase (87,4%). Uji kepraktisan oleh guru memperoleh skor (96,8%) kategori sangat praktis, sedangkan uji kepraktisan oleh peserta didik memperoleh skor (90,6%) kategori sangat praktis. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai (0,760), yang termasuk dalam kategori reliabel. Selain itu, hasil pengelompokan peserta didik berdasarkan asesmen diagnostik kognitif dibagi menjadi 3 kelompok yaitu, kelompok high (1 anak), kelompok middle (13 anak) dan kelompok low (ada 16 anak), menunjukkan bahwa soal-soal tersebut memiliki tingkat kesulitan yang relatif mudah hingga sedang. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa instrumen asesmen diagnostik yang dikembangkan dinyatakan layak dan siap digunakan. Instrumen berbasis gimkit ini terbukti mampu mendiagnosis pemahaman siswa terhadap materi rukhsah, serta memenuhi kriteria validitas, kepraktisan, dan reliabilitas
EDUKASI MITIGASI BENCANA ALAM DENGAN MEDIA VIDEO ANIMASI PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI RA SABILUL HUDA GRABAGAN, TUBAN
Indonesia adalah negara yang rawan bencana alam, seperti gempa bumi, banjir bandang, tanah longsor, dan kebakaran. Anak usia dini, terutama di daerah rawan bencana seperti Kabupaten Tuban, memerlukan edukasi mitigasi bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan mereka. Namun, keterbatasan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa video animasi yang dapat membantu anak usia 5–6 tahun memahami mitigasi bencana secara sederhana dan menyenangkan. .
Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah 28 anak usia 5-6 tahun di RA Sabilul Huda, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, serta validasi dari ahli materi dan ahli media.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa video animasi yang dikembangkan mendapat penilaian sangat baik dari ahli materi (88%) dan ahli media (94%). Uji coba terbatas menunjukkan bahwa 81% anak mengerti dan dapat menerapkan langkah-langkah mitigasi bencana, seperti berlindung saat gempa dan menjauhi pohon besar. Selain itu, hasil angket dari guru menunjukkan 92% respon positif terhadap kepraktisan dan efektivitas media dalam proses pembelajaran.
Video animasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap konsep mitigasi bencana dengan cara yang menarik dan sesuai usia mereka. Hal ini menunjukkan bahwa media visual, terutama video animasi, sangat cocok untuk anak usia dini dalam memahami topik-topik yang bersifat abstrak. Edukasi mitigasi bencana ini dapat diintegrasikan dalam pembelajaran PAUD untuk menumbuhkan kesadaran dan kesiapsiagaan sejak dini.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN GAMIFIKASI BERBASIS QUIZWHIZZER UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN FIKIH DIKELAS VIII MTs AN-NAFI’AH BAURENO
Penelitian ini dilatar belakangi adanya kesulitan siswa dalam menumbuhkan pola berfikir kritis siswa, pengguaan model pembelajaran Gamifikasi berbasis QuizWhizzer diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektifnya model pembelajaran Gamifikasi berbasis Quizwhizzer terhadap kemampuan berfikir kritis siswa pada kelas VIII MTs An-Nafi’ah Baureno. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian Kuantitatif eksperimen dengan desain One Grub Pre-Test Post-Test Design , dalam penelitian ini hanya menggunakan satu kelas. Peneliti dalam penelitian menggunakan pengujian berupa angket. Kemudian dari analisis tersebut dianalisis menggunakan SPSS 29. Hasil uji hipotesis yaitu 0,00<0,5 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Dan hasil tersebut menunjukkan bahwa adanya keefektivan media Gamifikasi berbasis Quizwhizzer terhadap kemampuan berfikir kritis siswa. Hasil uji akhir terdapat peningkatan skor pretest rata-rata 29,10 menjadi 72,20 pada posttest, dengan nilai N-Gain 0,8124 (kategori tinggi) dan uji t menunjukkan p-value 0,000 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan model Quizwhizzer efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, terutama dalam aspek analisis, evaluasi, dan pengambilan keputusan
PENGARUH MEDIA GAME BASED LEARNING BERBASIS GIMKIT PADA PELAJARAN SKI UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS X MA SIROJUL HIKMAH KAPAS BOJONEGORO
Peserta didik Generasi Z saat ini, cenderung kurang tertarik pada pembelajaran konvensional dan lebih menyukai metode interaktif yang berbasis teknologi. Dalam pendidikan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), penerapan metode konvensional seperti diskusi dan tanya jawab tanpa menggunakan media interaktif mengakibatkan rendahnya antusias belajar siswa, yang tampak dari kesulitan mereka dalam memahami dan mengingat materi. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dampak penggunaan media Game Based Learning yang berbasis Gimkit terhadap minat belajar siswa kelas X MA Sirojul Hikmah Kapas Bojonegoro mengenai materi Peradaban Daulah Umayyah di Andalusia. Metode yang diaplikasikan adalah kuantitatif dengan pendekatan pra eksperimen dan desain One Group Pretest-Posttest Design. Sebanyak 30 siswa dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, pretest, posttest, angket, dan dokumentasi. Analisis data mencakup pengujian validitas, reliabilitas, normalitas, serta uji hipotesis dengan menggunakan paired sample t test Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai pretest meningkat dari 51,7 menjadi 77,6 pada posttest. Uji t menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 12,249 yang lebih kecil dari 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Oleh karena itu, pemanfaatan media GBL yang berbasis Gimkit terbukti memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan ketertarikan belajar siswa
RANCANG BANGUN APLIKASI PREDIKSI TAGIHAN AIR PAMSIMAS BERBASIS WEBSITE MENGGUNAKAN METODE REGRESI LINIER BERGANDA
Pengelolaan tagihan air pada layanan PAMSIMAS di Desa Sidobandung masih dilakukan secara manual dan belum menyediakan informasi awal mengenai estimasi tagihan, sehingga seringkali menyebabkan keterlambatan pembayaran oleh pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun aplikasi prediksi tagihan air berbasis website menggunakan metode Regresi Linier Berganda (RLB) yang mampu memberikan estimasi tagihan air secara cepat, akurat, dan dapat diakses oleh masyarakat. Dataset yang digunakan merupakan data historis pemakaian air dan biaya tagihan bulanan pelanggan dari bulan Januari hingga Desember tahun 2024. Tahapan penelitian meliputi preprocessing data, pelatihan model RLB, integrasi model ke dalam sistem web, serta evaluasi hasil prediksi menggunakan metrik Mean Squared Error (MSE) dan R-squared (R²). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model memiliki nilai MSE sebesar 18,882 dan R² sebesar 0,8, yang mengindikasikan performa prediksi yang cukup baik dan stabil. Sistem ini memungkinkan pelanggan untuk login, melihat hasil prediksi tagihan bulan ke-13 berdasarkan data bulan sebelumnya, serta mengakses grafik visualisasi tren pemakaian air dan biaya. Sementara itu, admin dapat mengelola data pelanggan secara efisien melalui dashboard khusus. Dengan adanya aplikasi ini, proses pengelolaan dan prediksi tagihan air menjadi lebih transparan, efisien, dan membantu pelanggan dalam merencanakan pengeluaran air secara lebih terukur
ANALISIS SEWA MENYEWA TANAH BENGKOK PERANGKAT DESA PERSEPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH DAN PERMENDAGRI NOMOR 4 TAHUN 2007 (Studi Kasus di Desa Mojoagung Kecamatan Soko Kabupaten Tuban)
Tanah bengkok adalah aset desa yang seharusnya dikelola berdasarkan prinsip hukum dan kemaslahatan. Namun, di Desa Mojoagung, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, terjadi penyimpangan berupa penyewaan tanah bengkok oleh mantan perangkat desa tanpa izin kepala desa dan BPD setelah masa jabatannya berakhir. Tindakan ini menimbulkan persoalan hukum karena dilakukan tanpa kewenangan, serta bertentangan dengan prinsip keadilan dan akad dalam hukum ekonomi syariah. Permasalahan ini menjadi titik tolak penting untuk mengkaji keabsahan hukum tindakan tersebut dan implikasinya terhadap tata kelola aset desa menurut Permendagri Nomor 4 Tahun 2007 dan hukum ekonomi syariah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk menjawab permasalahan yang meliputi bagaimana praktik sewa menyewa tanah bengkok oleh perangkat desa di Desa Mojoagung Kecamatan Soko Kabupaten Tuban; bagaimana tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap praktik sewa menyewa tanah bengkok, serta bagaimana tinjauan terhadap praktik tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 4 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Kekayaan Desa. Ketiga rumusan masalah ini menjadi dasar dalam mengkaji persoalan penyewaan tanah bengkok secara mendalam dari sisi praktik di lapangan, keabsahan hukum berdasarkan nilai-nilai Islam, serta kesesuaiannya dengan regulasi pemerintah yang berlaku.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research). Dengan sumber data terdiri atas dua, yakni sumber data primer dari hasil wawancara dan observasi, dan data sekunder yang berasal dari buku, kitab fikih, jurnal, dan internet. Pada proses pengumpulan data, metode yang digunakan diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Dari data yang diperoleh dari sumber-sumber data, selanjutnya diolah menggunakan metode deskriptif analisis melalui pendekatan kualitatif bedasarkan teori ijarah, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 4 Tahun 2007.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa telah terjadi penyalahgunaan wewenang oleh mantan perangkat desa dalam praktik sewa menyewa tanah bengkok di Desa Mojoagung. Penyewaan dilakukan setelah masa jabatan berakhir tanpa persetujuan dari Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), sehingga tidak memiliki dasar hukum yang sah. Dalam perspektif Hukum Ekonomi Syariah, Tindakan ini tidak memenuhi rukun dan syarat sah akad ijarah, yaitu tidak terpenuhinya unsur aqidani, karena dilakukan oleh pihak yang tidak sah secara hukum dalam hukum ekonomi syariah. Selain itu, praktik ini juga melanggar ketentuan administratif sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 4 Tahun 2007, khususnya Pasal 1 angka 3, Pasal 4, Pasal 10 ayat (1) dan (2), serta Pasal 15 ayat (1)