Repository unigiri (Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro)
Not a member yet
5611 research outputs found
Sort by
PENGAMBILAN MAHAR DAN SESERAHAN PERNIKAHAN SAAT TERJADI PERCERAIAN MENURUT PRESPEKTIF MASLAHAH MURSALAH (STUDI KASUS DI DESA SOKO KECAMATAN TEMAYANG)
Dalam perkawinan tidak hanya dilakukan dengan tata cara atau peraturan sesuai dengan ketetapan agama. Salah satu yang terpenting dalam sebuah perkawinan adalah adanya mahar. Mahar dan seserahan dibawa ke rumah pihak mempelai wanita pada saat penyelengaraan pernikahan. Setiap pasangan suami istri pada hakikatnya ingin ikatan perkawinan mereka berjalan sepanjang masa, namun ada beberapa hal yang menyebabkan putusnya ikatan perkawinan, meskipun mereka telah berjuang untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga mereka. mahar yang telah diberikan kepada mantan istrinya yang telah bercerai kemudian mantan suaminya meminta mahar untuk dikembalikan. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini adalah bagaimana praktik penarikan mahar di Desa Soko Kecamatan Temayang? Dan bagaimana tinjaun maslahah mursalah terhadap praktik pengambalian mahar dan seserahan pasca perceraian?
Metode penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan (filed research). Bahan hukum yang digunakan yaitu hukum primer, skunder dan tersier. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Observasi, wawancara dan dokumentasi. Dan metode analisis data yang dilakukan yaitu metode analisis deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik penarikan mahar setelah terjadi perceraian di Desa Soko Kecamatan Temayang tidak semua masyarakat melakukan pengambilan mahar tersebut. Proses pengambilan mahar dilakukakan dengan cara pemaksaan, dan ada yang dengan cara kekeluargaan dan musyawarah, dari pihak keluarga suami mendatangi pihak keluarga istri dan membagi mahar dan seserahan. Dalam Kompilasi Hukum Islam pasal 35 ayat 1 di sebutkan apabila suami yang telah mentalak istrinya qobla dukhul wajib membayar setengah mahar yang telah ditentukan dalam akad nikah. Dan menurut imam Abu Hanifah berpendapat bahwasanya istri yang belum digauli berhak mendapatkan mahar mitsil dan warisan, imam Malik bahwasannya suami yang belum mengauli istrinya berhak mendapatkan mut’ah. Sedangkan seserahan berbeda dengan mahar, seserahan disini disamakan dengan pemberian bersyarat, apabila syarat tidak dipenuhi boleh pemberian diminta kembali. Melihat praktik yang demikian maka dapat disimpulkan bahwa praktik yang ada di Desa Soko Kecamatan Temayang tidak boleh dilaksanakan karena bertentangan dengan Teori Mahar dan Teori Maslahah Mursalah yang menjelaskan bahwasannya pengambilan mahar dan seserahan yang ada di Desa Soko Kecamatan Temayang bertentangan dengan hukum syari’at dan mengandung kemadharatan untuk perempuan
EFEKTIFITAS BIMBINGAN KARIER MENGGUNAKAN METODE PORTOFOLIO KARIER UNTUK MENGEMBANGKAN KEMATANGAN KARIER SISWA KELAS X DI SMKN NGAMBON
Kematangan Karier merujuk pada sejauh mana perilaku karier seseorang sesuai dengan harapan yang ada pada berbagai usia sepanjang tahap perkembangan. Kematangan karir menjadi salah satu elemen penting yang diperlukan oleh siswa untuk mendukung karir mereka di masa depan. Riset ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh bimbingan karier menggunakan metode portofolio karier dalam meningkatkan kematangan karier di SMKN Ngambon. Kematangan Karier, yang mencakup aspek-aspek seperti Perencanaan karier, penjelajahan karier, pengetahuan dalam pembuatan keputusan karier, pemahaman mengenai dunia kerja, pengetahuan terkait pilihan kelompok pekerjaan yang diinginkan, dan penerapan keputusan karier merupakan elemen krusial dalam perkembangan kematangan karier bagi siswa. Metode portofolio karier diambil karena cara ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk merenungkan pilihan masa depan mereka setelah menyelesaikan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deskripsi mengenai kematangan karier siswa kelas X di SMKN Ngambon mengindikasikan 0% berada pada kategori rendah, 100% pada kategori sedang, dan 0% pada kategori tinggi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen yang menggunakan metode pre-experimental design, dengan desain yang diterapkan adalah one group pre-test post-test design yang diartikan sebagai perbandingan dari keadaan sebelum dan setelah pemberian layanan. Dimana penelitian ini melibatkan 182 responden sebagai sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan setelah pemberian pre-test bahwasannya skor perilaku prososial mengalami peningkatan yang awalnya 147,1 (kriteria sedang) setelah diberikan layanan menjadi 177 (dengan kriteria tinggi). Meningkatnya sebesar 29,9. dan dari hasil dari uji t menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test dengan nilai signifikansi (2-tailed) p = 0.000 yang lebih kecil dari 0.05. Ini mengindikasikan bahwa hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi perbedaan yang signifikan dalam tingkat kematangan karier siswa sebelum dan setelah mereka mendapatkan treatment bimbingan karier menggunakan metode portofolio karier dapat mengembangkan kematangan karier siswa kelas X di SMKN Ngambon
Seminar Materials International Seminar UNUGIRI
“Global Health Innovation and Collaboration: Harnessing Evidence-Based Medicine
تحليل شخصية شخصية الرئيسية في الرواية چانتينغ canting لأرسويندو اتمويلوتو (دراسة علم الأدب النفسي بنظرية كارل غوستاف يونع)
إيني فوسفيتا ساري( ٢١٠٦٠١٠٠١) تحليل شخصية شخصية الرئيسية في الرواية چانتينغ canting لأرسويندو اتمويلوتو (دراسة علم الأدب النفسي بنظرية كارل غوستاف يونع)
تحتوي رواية چانتينغ لأرسويندو أتماويلوتو على العديد من شخصيات الرئيسية التي تعاني من اضطرابات النفسية تؤثر على الصراع في القصة، حسب وصف أرسويندو. ت"ني"، وهي خريجة صيدلة والابنة الصغرى، عندما تحاول متابعة عمل عائلتها في مجال الباتيك. تصاب ني بالمرض لأنها تضغط على نفسها أكثر من اللازم. في نهاية القصة، تتقبل ني الواقع وتجد مخرجًا من قلقها. يوضح الاضطراب النفسي الذي ينشأ في ني رحلتها العاطفية.
إن صياغة إشكاليات هذا البحث هي ١) كيف هي خصائص شخصية شخصية "ني" في رواية چانتينغ لأرسويندو أتمويلوتو في رواية چانتينغ لأرسويندو أتمويلوتو ٢) كيف هي ديناميكيات الشخصية التي تعيشها شخصية "ني" في رواية چانتينغ لأرسويندو أتمويلوتو. تتمثل أهداف البحث في معرفة خصائص شخصية شخصية الرئيسية "ني" في رواية چانتينغ لأرسويندو أتمويلوتو، ومعرفة ديناميكيات الشخصية التي تمر بها شخصية في رواية چانتينغ لأرسويندو أتمويلوتو.
يستخدم هذا المنهج البحثي المنهج الوصفي النوعي. جاءت البيانات في شكل اقتباسات في رواية چانتينغ تتعلق بشخصية ني. تم تحليل البيانات باستخدام منهج علم الأدب النفسي مع نظرية الشخصية لكارل غوستاف يونغ التي تركز على مفهوم الوعي واللاوعي.
ني شخصية تؤمن بالتفكير الذاتي، وتتحدث بعشوائية، وتحب المزاح، وتهتم بمصير عمال الباتيك. يوجد في شخصية ني عنصران من عناصر الوعي: الوظيفة العقلية والموقف العقلي. في الوظيفة الروحية المهيمنة، طبيعة ني هي من النوع الشعوري، والوظيفة المساعدة لطبيعة ني هي من النوع العقلاني القائم على التفكير. والوظيفة المساعدة القائمة على اللاعقلانية هي الإحساس في الوعي والحدس في اللاوعي. اللاوعيان هما اللاوعي الشخصي واللاوعي الجماعي. تصبح تجربة ني لبعض الأحداث في عائلتها شكلاً من أشكال الاتصال مع إحساسها العاطفي بالرغبة في رد الجميل لعمال الباتيك كتعبير عن اللاوعي الشخصي. أما اللاوعي الجمعي لـ ني فهو النموذج الأصلي المهيمن في شكل ظل، وهو الجانب الذي لا تقبله ني، ويظهر في سلوك ني المكبوت وعواطفها.
الكلمة الرئيسية : علم الأدب النفس، الشخصية، رواية چانتينغ، أرسويندو أتمويلوتو، كارل غوستاف يون
KEEFEKTIFAN PANDUAN PELATIHAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK MELALUI TEKNIK COGNITIVE RESTRUCTURING UNTUK MENINGKATKAN INTERNAL LOCUS OF CONTROL SISWA SMP NEGERI 1 KEDUNGADEM
Siswa dengan tingkat internal locus of control yang rendah biasanya merasa tidak mampu mengendalikan hasil dari tindakan dan keputusan mereka sendiri. Mereka cenderung menyalahkan faktor luar seperti keberuntungan, tekanan dari teman, atau lingkungan sekitar. Kondisi ini membuat motivasi belajar dan rasa tanggung jawab menjadi rendah, bahkan bisa memicu perilaku seperti membolos, mencontek, atau turunnya nilai akademik. Oleh karena itu, dibutuhkan layanan yang tepat untuk membantu meningkatkan internal locus of control siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif panduan pelatihan bimbingan kelompok dengan teknik cognitive restructuring dalam meningkatkan internal locus of control. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif dan menggunakan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel terdiri dari 243 siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Kedungadem, yang dipilih secara purposive dari total 822 siswa. Dari jumlah tersebut, 15 siswa yang memiliki internal locus of control rendah dipilih sebagai kelompok eksperimen. Pelatihan dilakukan selama 8 pertemuan dengan panduan yang telah disusun. Instrumen penelitian terdiri dari 60 pernyataan yang telah terbukti valid (100%) dan reliabel (Cronbach Alpha = 0,961). Hasil uji normalitas dengan Shapiro-Wilk menunjukkan data berdistribusi normal (sig. > 0,05). Rata-rata skor pre-test sebesar 138 meningkat menjadi 190 pada post-test, dengan selisih 57 poin atau naik 42,86%. Uji-t menunjukkan hasil yang signifikan (t = 26.037, sig. = 0.000). Dengan demikian, pelatihan bimbingan kelompok dengan teknik cognitive restructuring terbukti efektif dalam meningkatkan internal locus of control siswa SMP Negeri 1 Kedungadem
IMPLEMENTASI ALGORITMA APRIORI DAN FP-GROWTH UNTUK PENGELOMPOKKAN BARANG BERDASARKAN POLA PEMBELIAN KONSUMEN DI TOKO SEMBAKO ABDUL
Toko sembako adalah tempat di mana Anda dapat membeli kebutuhan sehari-hari. Dengan semakin berkembangnya usaha toko sembako pengelompokkan barang menjadi satu hal yang harus lebih diperhatikan. Ketidakefisienan dalam pengelompokkan barang dapat menyebabkan kesulitan dalam manajemen persediaan stok dan menyebabkan kesulitan pelanggan dalam belanja. Sebagai solusi, pemanfaatan teknologi berbasis data mining, seperti algoritma Apriori dan Fp-growth, dapat membantu mengidentifikasi pola pembelian konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan algoritma Apriori dan fp-growth untuk memberikan rekomendasi pemilik toko dalam pengelompokkan barang sesuai dengan pola pembelian konsumen.Algoritma Apriori dimanfaatkan untuk menghitung nilai support dan confidence dalam pembentukan aturan asosiasi, sementara Fp-growth digunakan untuk membuat Fp-tree serta mengeksplorasi frequent itemset. Studi dilaksanakan dengan memanfaatkan tiga platform: Microsoft Excel, Google Colab, dan Streamlit. Perhitungan menunjukkan bahwa Excel menghasilkan 10 aturan asosiasi yang valid, sementara Google Colab dan Streamlit masing-masing menghasilkan 3 aturan. Selisih ini diakibatkan oleh variasi dalam format pembacaan data serta cara perhitungan support-confidence. Setelah perbaikan dilakukan, hasil dari Colab dan Streamlit hampir sama dengan hasil Excel. Rekomendasi pengelompokan seperti telur dengan cabai (kepercayaan 77,7%) dan masako dengan cabai (kepercayaan 83,3%) disarankan untuk meningkatkan efisiensi penataan produk
PENOLAKAN PEMBATALAN PERKAWINAN SEBAB PAKSAAN DAN SALAH SANGKA TERHADAP DIRI ISTRI (STUDI PUTUSAN NOMOR 1823/Pdt.G/2024/PA.Bla)
Pada dasarnya, perkawinan dapat dibatalkan ketika selama masa pernikahan terdapat hal-hal yang menyalahi aturan hukum. Terdapat satu kasus yang menarik untuk dikaji dan diteliti yaitu pada Putusan Nomor 1823/Pdt.G/2024/PA.Bla di Pengadilan Agama Blora. Permohonan pembatalan diajukan oleh seorang suami yang merasa dipaksa menikahi istrinya oleh keluarga pihak istri untuk menutupi kehamilan sebelum menikah, serta mengalami kesalahan persepsi karena istrinya mengaku masih perawan padahal telah hamil delapan bulan sebelum pernikahan. Dalam gugatan tersebut, penggugat juga menuding pihak KUA lalai dalam menjalankan kewajibannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam menolak permohonan pembatalan tersebut serta menelaah kesesuaian putusan tersebut dengan perspektif hukum Islam dan peraturan perundang-undangan di Indonesia
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan hakim yang menangani perkara, studi dokumen terhadap putusan pengadilan, serta observasi langsung di Pengadilan Agama Blora. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim menolak seluruh gugatan penggugat dengan alasan tidak terpenuhinya unsur pembatalan sebagaimana diatur dalam Pasal 27 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Pasal 72 Kompilasi Hukum Islam. Hakim berpendapat bahwa penggugat telah menerima buku nikah, dan saksi yang diajukan tidak mampu memberikan bukti kuat mengenai unsur paksaan dan salah sangka. Putusan ini menimbulkan pertanyaan mengenai penerapan norma hukum secara substansial terhadap kasus yang mengandung unsur pemaksaan dan penipuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun secara formil gugatan dinilai tidak memenuhi syarat pembatalan menurut hukum positif, dari sisi keadilan substantif dan prinsip maqāṣid al-sharī‘ah dalam hukum Islam, terdapat ruang untuk mempertimbangkan kembali keabsahan perkawinan yang didasarkan pada pemaksaan dan ketidakjujuran. Oleh karena itu, perlu adanya pertimbangan yuridis dan moral yang seimbang dalam memutus perkara serupa agar mampu memberikan rasa keadilan bagi para pihak
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SABUN HERBAL EKSTRAK DAUN BELUNTAS (Pluchea indica L.) TERHADAP BAKTERI PENYEBAB JERAWAT Staphylococcus epidermidis DAN Propionibacterium acnes
Daun beluntas (Pluchea indica L.) diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang memiliki potensi sebagai antibakteri jerawat alami yang disebabkan oleh infeksi bakteri, terutama Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi formulasi dan membandingkan aktivitas antibakteri sabun herbal yang diformulasikan dengan ekstrak daun beluntas terhadap bakteri penyebab jerawat Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes. Ekstrak daun beluntas diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, kemudian diformulasikan ke dalam sediaan sabun padat dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram menggunakan media agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi sabun dengan konsentrasi 5% memiliki rerata zona hambat 15,8 mm dan 22,2 mm terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes, konsentrasi 10% memiliki rerata zona hambat 16,9 mm dan 25,4 mm terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes, dan konsentrasi 15% memiliki rerata zona hambat 20,2 mm dan 26,5 mm terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sabun herbal dengan konsentrasi 15% lebih efektif dalam menghambat bakteri Staphylococcus epidermidis dengan zona hambat 20,2 mm dan Propionibacterium acnes dengan zona hambat 26,5 mm dalam kategori daya hambat sangat kuat dengan efektivitas antibakteri yang lebih tinggi terhadap Propionibacterium acnes dibandingkan dengan Staphylococcus epidermidis yang membuktikan bahwa Propionibacterium acnes lebih rentan terhadap senyawa aktif yang terkandung dalam ekstrak daun beluntas
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN TAPAK DARA (Catharanthus roseus L.) TERHADAP BAKTERI PENYEBAB JERAWAT Propionibacterium acnes DENGAN VARIASI PERBEDAAN PELARUT
Jerawat (Acne vulgaris) merupakan salah satu gangguan kulit yang umum terjadi, terutama pada remaja dan dewasa muda, dengan Propionibacterium acnes sebagai salah satu bakteri penyebab utamanya. Penggunaan antibiotik sintetis dalam jangka panjang dapat memicu resistensi, sehingga diperlukan alternatif pengobatan berbasis bahan alam. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai agen antibakteri adalah Catharanthus roseus (tapak dara), yang mengandung senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi pelarut (etanol 96%, etil asetat, dan n-heksana) terhadap aktivitas antibakteri ekstrak daun tapak dara terhadap P. acnes. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi, sedangkan uji antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pelarut berpengaruh signifikan terhadap efektivitas antibakteri, dengan ekstrak etanol 96% menghasilkan zona hambat terbesar, diikuti oleh etil asetat dan n-heksana. Kesimpulannya, ekstrak daun tapak dara dengan pelarut etanol 96% terbukti paling efektif dalam menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes, sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan aktif antibakteri dalam formulasi sediaan perawatan kulit
PENERAPAN PAUD INKLUSI DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI AGAMA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI ROUDLOTUL ATHFAL HIDAYATUL ISLAM DESA TANJUNGHARJO
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) inklusi adalah layanan pendidikan yang memberikan kesempatan belajar bagi semua anak tanpa terkecuali, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Penanaman nilai-nilai agama sejak dini sangat penting untuk membentuk dasar kepribadian dan akhlak anak. Roudlotul Athfal Hidayatul Islam Desa Tanjungharjo merupakan salah satu lembaga yang menerapkan pembelajaran inklusi dengan mengintegrasikan anak ABK bersama anak reguler melalui penanaman nilai-nilai agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilaksanakan di Roudlotul Athfal Hidayatul Islam. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 1 kepala sekolah, 3 guru, 4 orang tua, dan 20 anak usia 5–6 tahun, yang terdiri dari 15 anak reguler dan 5 anak ABK. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan PAUD inklusi dalam menanamkan nilai agama seperti kejujuran, ketaatan beribadah, dan kasih sayang, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara berkesinambungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai agama diajarkan melalui kegiatan rutin dan keteladanan guru. Anak reguler dan ABK belajar bersama dalam suasana inklusif, dengan pendekatan khusus untuk ABK berupa bimbingan individual, pengulangan, dan penggunaan media visual. Faktor pendukung keberhasilan meliputi kesabaran guru, dukungan orang tua, dan lingkungan sekolah yang ramah. Hambatan utama adalah keterbatasan tenaga pendidik khusus dan kurangnya pelatihan guru. Pendidikan inklusi berbasis nilai agama di lembaga ini efektif membentuk karakter religius anak, baik anak reguler maupun ABK. Dengan pendekatan tepat dan kerja sama semua pihak, PAUD inklusi dapat berjalan baik dan memberikan manfaat optimal