Repository unigiri (Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro)
Not a member yet
5611 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF SMART X MENGGUNAKAN SMART APPS CREATOR PADA MATERI ALJABAR
Perkembangan teknologi di era digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk dalam cara guru menyampaikan materi dan siswa memahami konsep pembelajaran. Salah satu tantangan yang masih sering dihadapi adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap materi aljabar, yang merupakan bagian penting dalam pembelajaran matematika. Untuk menjawab tantangan tersebut, dibutuhkan inovasi media pembelajaran yang mampu menyajikan materi secara menarik dan interaktif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Research and Development (R&D) yang bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran matematika interaktif bernama Smart X, yang dibuat menggunakan aplikasi Smart Apps Creator pada materi aljabar. Model pengembangan yang digunakan adalah model Borg and Gall, dibatasi hingga enam tahap awal: pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba awal, revisi produk, dan uji coba lapangan. Media ini berbasis Android, dapat diakses secara offline, dan dilengkapi fitur seperti video pembelajaran, kuis, Game edukatif, serta kalkulator aljabar.
Hasil validasi oleh ahli media dan ahli materi menunjukkan skor rata-rata 4,5 yang dikategorikan “Sangat Valid”. Uji coba lapangan terhadap 30 siswa memperoleh skor rata-rata 4,37 yang termasuk dalam kategori “Sangat Layak Digunakan”. Pengembangan media ini berlandaskan pada teori belajar humanistik, yang menekankan pentingnya pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Oleh karena itu, Smart X dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai media pendukung pembelajaran aljabar di jenjang SMP, baik dalam pembelajaran di kelas maupun secara mandiri
EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK MODELING UNTUK MENINGKATKAN ETIKA BERKOMUNIKASI PADA SISWA SMP NEGERI 5 BOJONEGORO
Etika berkomunikasi merupakan kemampuan seseorang dalam menyampaikan pesan secara sopan, menghargai lawan bicara, dan memahami norma serta nilai yang berlaku dalam interaksi sosial. Dalam masa remaja, kemampuan berkomunikasi yang etis sangat penting untuk dikembangkan agar tercipta hubungan sosial yang harmonis baik di lingkungan sekolah maupun luar sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keefektifan teknik modeling melalui bimbingan kelompok dalam meningkatkan etika berkomunikasi siswa di SMP Negeri 5 Bojonegoro. Teknik modeling dipilih karena memberikan contoh langsung berupa perilaku positif yang dapat ditiru oleh siswa dalam situasi nyata, sehingga siswa lebih mudah memahami dan menginternalisasi nilai-nilai komunikasi etis. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen dengan metode pre-experimental design dan rancangan one group pre-test post-test design, yang melibatkan 14 responden sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat etika berkomunikasi siswa sebelum diberikan treatment sebagian besar berada pada kategori sedang dan rendah. Setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik modeling, terjadi peningkatan yang signifikan dalam skor etika berkomunikasi. Rata-rata skor pre-test sebesar 159 meningkat menjadi 193,5 pada post-test. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Wilcoxon yang menunjukkan nilai signifikan antara nilai pretest dan posttest dengan nilai signifikansi (2-tailed) 0,012< 0,05 dapat diartikan bahwa hipotesis nol (Ha) diterima dan hipotesis (Ho) ditolak, Bimbingan kelompok dengan teknik Modeling efektif untuk meningkatkan perilaku Etika Berkomunikasi pada siswa SMP N 5 Bojonegoro
PENGEMBANGAN MEDIA EDUTOYS HIJAIAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI TANDA BACA AL-QUR’AN PADA SANTRI TPQ AL-FALAHIYAH KENDALREJO
Pendidikan agama terutama mengenal huruf hijaiah yang merupakan dasar-dasar untuk membaca Al-Qur’an menjadi salah satu hal penting yang harus dikenalkan kepada anak-anak sejak dini. Pada proses pengenalan huruf hijaiah membutuhkan waktu yang tidak sebentar, namun daya tangkap anak juga tidak dapat di sama ratakan, masih banyak anak yang kesulitan untuk membedakan masing-masing tanda baca hijaiah. Konsep pembelajaran TPQ Al-Falahiyah Kendalrejo pada kenyataannya hanya menggunakan papan tulis dan buku jilid yang membuat santri kurang termotivasi. Oleh karena itu perlu adanya inovasi media pembelajaran pada materi tanda baca hijaiah, karena media pembelajaran merupakan sarana penunjang tercapainya tujuan pembelajaran.
Berdasarkan uraian diatas maka tujuan pengembangan media pembelajaran ini adalah 1) Mengetahui bagaimana proses pengembangan media edutoys hijaiah untuk meningkatkan kemampuan memahami tanda baca Al-Qur’an pada santri TPQ Al-Falahiyah Kendalrejo Soko Tuban. 2) Mengetahui bagaimana hasil validasi pengembangan media edutoys hijaiah untuk meningkatkan kemampuan memahami tanda baca Al-Qur’an pada santri TPQ Al-Falahiyah Kendalrejo Soko Tuban. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE, Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini adalah wawancara, observasi, tes, dan validasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah validitas oleh ahli materi dan ahli media.
Hasil uji validasi pada media edutoys hijaiah untuk meningkatkan kemampuan memahami tanda baca Al-Qur’an adalah layak hal ini sesuai dengan uji yang dilakukan oleh ahli media memperoleh 93,33% dan uji validasi oleh ahli materi memperoleh hasil 100%. Selain itu, respon santri terhadap penggunaan media edutoys hijaiah juga mendapat respon yang baik. Minat belajar santri meningkat setelah menggunakan media edutoys hijaiah dari pada sebelum menggunakan media. Peningkatan minat tersebut meiputi perasaan senang, ketertarikan, dan keterlibatan
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA ANTIOKSIDAN FLAVANOID EKSTRAK DAUN JELATANG (URTICADIOICAL)
Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan dari ekstrak daun jelatang (Urtica dioica L.). Ekstraksi dilakukan menggunakan metode sokletasi dengan pelarut etanol 96%, kemudian dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan n-heksana, etil asetat, dan etanol-air. Identifikasi senyawa flavonoid dilakukan dengan uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT), pereaksi geser, dan spektrofotometri UV-Vis, sedangkan aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH semprot. Hasil menunjukkan bahwa fraksi etil asetat dan etanol-air memiliki kandungan flavonoid yang dominan, dengan spektrum UV-Vis menunjukkan pita serapan khas pada panjang gelombang 250–280 nm dan 340–380 nm. Perubahan warna kuning hingga jingga pada uji pereaksi geser mendukung keberadaan gugus orto-hidroksil flavonoid. Berdasarkan pola serapan dan pergeseran panjang gelombang, senyawa yang teridentifikasi diduga berupa quercetin, kaempferol, dan luteolin. Hasil ini menunjukkan bahwa daun jelatang berpotensi sebagai sumber senyawa antioksidan alami yang bermanfaat dalam bidang farmasi
"ANALISIS TEORI SUSTAINABLE DAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PEMBAYARAN HUTANG PUPUK DENGAN HASIL PANEN PADA PETANI KECIL"
The agricultural sector plays a strategic role in supporting the economies of developing countries, including Indonesia. However, smallholder farmers, as the main actors, often face limited access to financing, particularly in procuring fertilizers. In Semanding District, the practice of repaying fertilizer debts with crop yields is common. Nevertheless, this practice frequently entraps farmers in prolonged debt cycles due to price fluctuations, uncertain harvests, and unfavorable credit terms. This study aims to analyze the practice of repaying fertilizer debts with harvests as carried out by smallholder farmers in Semanding District, and to examine it from the perspectives of sustainability theory and Islamic economic law, with the goal of formulating a more equitable and sustainable alternative financing model.
This study employs a descriptive qualitative approach, using data collected through in-depth interviews, field observations, and documentation involving smallholder farmers, fertilizer suppliers, and local community figures. The analysis focuses on: (1) how the practice of repaying fertilizer debts with harvests is implemented by smallholder farmers in Semanding; (2) how sustainability theory evaluates the practice from economic, social, and environmental dimensions; and (3) how Islamic economic law assesses the practice through principles such as the prohibition of riba, qardh hasan, and fairness in muamalah contracts.
The findings indicate that the current system of fertilizer debt repayment through harvests does not meet sustainability principles or Islamic economic justice. Farmers are burdened by inflated fertilizer prices and crop prices unilaterally determined by creditors. From a sustainability perspective, this practice lacks economic stability for farmers and encourages land exploitation without environmental consideration. From an Islamic legal standpoint, while the practice may be legally valid, it becomes problematic when elements of gharar (uncertainty) and zulm (injustice) arise in non-transparent and exploitative contracts.
This study recommends the development of a Sharia-based fertilizer financing model with a post-harvest repayment system that is fair, transparent, and agreed upon through a valid Sharia contract. Additional recommendations include: first, the establishment of Sharia Agricultural Cooperatives or Village-Owned Enterprises (BUMDes Syariah) providing fertilizers through murabahah or qardhul hasan contracts; second, involvement of village authorities and agricultural advisors to ensure compliance with sustainability and Sharia principles; and third, implementation of village deliberation oversight to ensure social and economic justice.
Accordingly, it is expected that agricultural financing practices will foster smallholder farmer independence while ensuring long-term social, economic, and ecological sustainability
PENGEMBANGAN VIDEO ANIMASI INTERAKTIF PUNAKAWAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBAHASA JAWA HALUS PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI RA ISLAMIYAH NGAMPAL SUMBERREJO BOJONEGORO
Keterampilan berbahasa, khususnya dalam berbahasa Jawa halus, merupakan bagian penting dalam membentuk karakter dan budaya sopan santun anak sejak usia dini. Dibutuhkan media pembelajaran yang menarik, kontekstual, dan sesuai perkembangan anak agar proses belajar menjadi lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan media video animasi interaktif berbasis tokoh Punakawan guna meningkatkan keterampilan berbahasa Jawa halus pada anak usia 4–5 tahun di RA Islamiyah Ngampal Sumberrejo Bojonegoro.
Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan model ADDIE, yang terdiri dari lima tahapan: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian ini melibatkan 15 anak kelompok A sebagai subjek. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, serta angket validasi yang melibatkan ahli materi, ahli media, dan guru PAUD.
Hasil validasi menunjukkan bahwa media video animasi interaktif yang dikembangkan tergolong dalam kategori “sangat layak”, dengan skor rata-rata 92,5%. Uji coba terbatas menunjukkan adanya peningkatan kemampuan anak dalam menyimak, memperkaya kosakata, serta mengenali dan mengucapkan kata-kata dalam bahasa Jawa halus. Berdasarkan hasil tersebut, media video animasi Punakawan dinilai efektif untuk mendukung pembelajaran bahasa daerah, khususnya dalam pelestarian budaya dan penanaman nilai kesantunan pada anak usia dini
PENGEMBANGAN E- HANDOUT DENGAN APLIKASI KODULAR UNTUK MENGENAL HURUF HIJAIYAH DAN MENGENAL HARAKAT SEDERHANA SURAH AL – FATIHAH KELAS 1 PAI BP DI SDN CENGUNGKLUNG KEC. GAYAM KAB. BOJONEGORO
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa kelas 1 SDN Cengungklung dalam mengenal huruf hijaiyah dan harakat sederhana pada Surah Al-Fatihah. Proses pembelajaran yang masih menggunakan metode ceramah dan buku paket membuat siswa kurang tertarik dan sulit memahami materi, sehingga dibutuhkan inovasi media yang lebih interaktif. Pengembangan e-handout berbasis aplikasi Kodular menjadi solusi, karena media ini dirancang khusus untuk membantu siswa belajar mengenal huruf hijaiyah dan harakat Surah Al-Fatihah secara visual, audio, dan latihan interaktif, dengan harapan dapat meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur’an pada pelajaran PAI BP.
Tujuan penelitian adalah 1) mengidentifikasi proses pengembangan e-handout berbasis aplikasi Kodular pada materi pengenalan huruf hijaiyah dan harakat sederhana Surah Al-Fatihah; 2) mengetahui hasil penggunaan e-handout tersebut pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI BP).
Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket validasi ahli bahasa, desain, materi, dan respon peserta didik. Analisis data observasi dan wawancara dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, sedangkan analisis angket menggunakan teknik kuantitatif. Hasil validasi menunjukkan e-handout sangat layak digunakan dengan persentase validasi ahli bahasa 88%, ahli media 87%, dan ahli materi 88%. Respon peserta didik mencapai 85% dalam kategori sangat layak, dan seluruh validator memberikan penilaian baik. Dengan demikian, e-handout berbasis aplikasi Kodular efektif meningkatkan hafalan dan pengenalan harakat Surah Al-Fatihah pada siswa kelas 1 PAI BP SDN Cengungklung
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING ECOPRINT UNTUK MENSTIMULUS CREATIVE THINKING ANAK USIA 5-6 TAHUN PADA KEGIATAN P5 DI TK DHARMA WANITA VI SUKOREJO PARENGAN TUBAN
Model pembelajaran berbasis proyek merupakan pendekatan yang digunakan pada saat proses pembelajaran dimana melibatkan peserta didik untuk membuat suatu produk yang dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan suatu permasalahan di kehidupan nyata. Kemampuan berpikir kreatif merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia dini. Namun, di TK Dharma Wanita VI Sukorejo, masih ditemukan anak-anak yang mengalami kesulitan dalam mengemukakan ide-ide kreatif selama kegiatan pembelajaran. Salah satu pendekatan yang potensial adalah model Project Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan kegiatan ecoprint sebagai media eksploratif berbasis lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 24 anak di TK Dharma Wanita VI Sukorejo, Parengan, Tuban. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi uji validitas, uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh yang signifikan pada sampel. Semua perhitungan penelitian ini mengguanakan aplikasi SPSS 24. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari pretest sebesar 2,35 menjadi 2,43 pada posttest. hasil uji hipotesis menggunakan uji-t diperoleh nilai 0,000 (kurang dari 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti ada pengaruh yang signifikan dari.penerapan model project based learning ecoprint untuk menstimulus creative thinking anak usia 5-6 tahun pada kegiatan P5 di TK Dharma Wanita VI Sukorejo Parengan Tuban. Kata kunci: Project Based Learning, ecoprint, berpikir kreatif, P5, anak usia din
ANALISIS KECERDASAN INTELEKTUAL DAN INTERAKSI SOSIAL SISWA DI MAN 1 DAN MAN 2 BOJONEGORO
Interaksi sosial yang baik sangat penting dalam pembentukan karakter dan perkembangan siswa di lingkungan madrasah. Dalam hal ini, kecerdasan intelektual dilihat sebagai salah satu unsur yang berkaitan dengan cara siswa membangun dan menjalin hubungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran, hubungan, dan dampak kecerdasan intelektual terhadap kualitas interaksi sosial siswa di MAN 1 dan MAN 2 Bojonegoro.
Penelitian ini fokus pada tiga hal: (1) bagaimana kecerdasan intelektual berperan dalam membentuk kualitas interaksi sosial siswa, (2) bagaimana hubungan antara kecerdasan intelektual dan interaksi sosial, serta (3) bagaimana peran kecerdasan intelektual terhadap hubungan sosial siswa. Ketiga fokus ini diteliti untuk memahami hubungan antara kemampuan berpikir dan kemampuan bersosialisasi siswa.
Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap siswa dan guru di kedua madrasah. Analisis dilakukan secara tematik untuk memahami pengalaman dan pandangan para partisipan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Kecerdasan intelektual berperan sebagai pendukung dalam membentuk interaksi sosial, terutama dalam kemampuan berpikir logis, memahami situasi, dan menyampaikan pendapat dengan baik. Hubungan antara kecerdasan intelektual dan interaksi sosial tidak bersifat langsung; siswa dengan kemampuan intelektual tinggi tidak selalu memiliki kemampuan sosial yang baik. Dampak kecerdasan intelektual terhadap kualitas interaksi sosial bersifat kondisional, bergantung pada faktor lain seperti empati, kestabilan emosi, dan lingkungan belajar yang mendukung.
Kata Kunci: Kecerdasan Intelektual, Interaksi Sosial, Peran, Hubungan, Dampak, Siswa Madrasah, MAN Bojonegor
ANALISIS NILAI KEISLAMAN KEGIATAN NYADRAN DALAM MEWUJUDKAN KESEIMBANAN ALAM DAN SOSIAL DI DESA NAPIS TAMBAKREJO BOJONEGORO
Tradisi Nyadran merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang masih dijaga oleh masyarakat Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro. Latar belakang dari penelitian ini berangkat dari pentingnya memahami nilai-nilai keislaman yang terkandung dalam tradisi lokal, serta bagaimana tradisi tersebut mampu menjadi sarana mewujudkan keseimbangan antara manusia dengan lingkungannya, baik alam maupun sosial. Kegiatan Nyadran tidak hanya dilihat sebagai ritual budaya, tetapi juga sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk menggali informasi secara langsung dari masyarakat pelaku tradisi Nyadran. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memahami makna yang terkandung dalam praktik tradisi secara mendalam, termasuk nilai-nilai keislaman yang terintegrasi dalam kegiatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan Nyadran terkandung berbagai nilai keislaman seperti nilai ukhuwah islamiyah, tauhid, syukur, tawakal, serta kepedulian terhadap lingkungan. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam aktivitas gotong royong membersihkan makam, berbagi makanan, serta doa bersama. Selain itu, Nyadran menjadi wadah untuk mempererat hubungan sosial antarmasyarakat lintas usia dan status sosial, menciptakan keharmonisan, serta menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai bentuk ibadah dan amanah dari Allah SWT. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan Nyadran di Desa Napis tidak hanya berfungsi sebagai pelestarian budaya leluhur, tetapi juga menjadi media aktualisasi nilai-nilai keislaman yang berdampak langsung pada terwujudnya keseimbangan antara alam dan sosial. Nilai spiritual, sosial, dan ekologis yang terkandung dalam Nyadran menjadi bukti bahwa Islam sangat mendukung terciptanya harmoni dalam kehidupan. Tradisi ini layak dijadikan contoh integrasi antara ajaran agama dan budaya lokal yang saling memperkuat