Repository unigiri (Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro)
Not a member yet
5611 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MEDIA E-LEARNING BERDIFERENSIASI MENGGUNAKAN GOOGLE SITES TERINTEGRASI QUIZIZZ PADA PEMBELAJARAN IPAS MATERI SISTEM TATA KELAS VI DI SDN BRANGKAL I KEPOHBARU
Pembelajaran IPAS di SDN Brangkal I mengandalkan metode konvensional, yang terbatas dalam media, waktu, serta belum mampu mengakomodasi perbedaan gaya belajar siswa secara interaktif. Belum ada media e-learning yang mengintegrasikan Google Sites dan Quizizz secara berdiferensiasi sesuai karakteristik gaya belajar siswa. Ketidaksesuaian gaya belajar dan metode guru dapat menurunkan pemahaman siswa. Media yang sebelumnya cenderung fokus pada satu aspek, baik platform atau diferensiasi tanpa integrasi evaluasi interaktif, sehingga kebutuhan siswa yang beragam belum terpenuhi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan media e-learning berdiferensiasi menggunakan Google Sites yang terintegrasi dengan Quizizz pada pembelajaran IPAS materi Sistem Tata Surya, serta menganalisis hasil penggunaannya untuk menyesuaikan gaya belajar siswa kelas VI SDN Brangkal I Kepohbaru Bojonegoro. Metode pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development , Implementation, Evaluation). Model ini meliputi 5 tahap yaitu analisis kebutuhan dan materi, perancangan media, proses pengembangan, penerapan, hingga evaluasi terhadap hasil yang di peroleh. Hasil validasi ahli media 85%, ahli materi 93,33%, ahli bahasa 91,43% dengan kategori sangat layak semua. Respons siswa yang sangat positif, dengan uji coba skala kecil 74%, kategori menarik dan skala besar 90%, kategori sangat menarik. Media e-learning ini terbukti layak dan mampu meningkatkan motivasi, pemahaman konsep, serta keterlibatan siswa dalam pembelajaran daring dan luring. Integrasi Quizizz juga efektif dalam memperkaya evaluasi formatif yang adaptif terhadap gaya belajar. Inovasi media ini menjadi solusi terhadap keterbatasan pembelajaran konvensional dan direkomendasikan untuk pengembangan pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dasar, khususnya dalam mata pelajaran IPAS
IMPLEMENTASI METODE SMOTE DAN RANDOM OVERSAMPLING PADA ALGORITMA MACHINE LEARNING UNTUK PREDIKSI CUSTOMER CHURN DI SEKTOR PERBANKAN
The ability to anticipate unsubscribed customers is a challenge in the competitive banking industry, where it is more efficient to retain customers than to attract new ones. The purpose of this study is to improve the effectiveness of churn prediction by overcoming data imbalances using SMOTE (Synthetic Minority Oversampling Technique) and Random Over-sampling. The data set used consists of 10. 000 bank customer data, with 12 important attributes, including churn indicators as targets. The machine learning algorithms used are Random Forest and Neive Bayes, evaluated based on accuracy, precision, recall, and F1 scores. The results of the experiment showed that the highest accuracy of 87.13% could be achieved with the Random Forest algorithm without using the oversampling method, but its effectiveness in detecting churn customers was slightly limited. The use of SMOTE and Random Over-sampling methods has improved the model's performance in identifying churn patterns, although it has led to a decrease in accuracy to 86.20% for Random Over-sampling and 81.47% for SMOTE. Nevertheless, the Neive Bayes algorithm showed the best accuracy rate of 79.20% without oversampling, although it was still slightly lacking in optimal churn handling. The study underscores the importance of using oversampling methods to improve prediction balance in minority classes, which is often overlooked in conventional models. It is hoped that the results of this research can be used as a guide in improving strategies to maintain customer trust that are more up-to-date and efficient
ANALISIS KLASTER DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA GAUSSIAN MIXTURE MODELS TERHADAP HASIL PRODUKSI PERTANIAN KABUPATEN BOJONEGORO
Pertanian merupakan sektor vital yang memainkan peran penting dalam mendukung ekonomi, ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan. Kabupaten Bojonegoro, sebagai salah satu daerah dengan potensi pertanian besar di Jawa Timur, menghasilkan berbagai komoditas unggulan seperti padi, jagung, cabai, tembakau, dan tanaman lainnya. Namun, pengelolaan data hasil produksi pertanian yang besar dan kompleks sering menjadi tantangan, terutama dalam memanfaatkan data untuk mendukung pengambilan keputusan strategi yang lebih tepat. Untuk itu, penelitian ini menerapkan Algoritma Gaussian Mixture Models (GMM) sebagai metode yang digunakan dalam Clustering untuk menganalisa hasil produksi pertanian di wilayah tersebut. Algoritma GMM dipilih karena kemampuan memodelkan distribusi data yang kompleks, dengan membagi data ke dalam beberapa kelompok atau klaster berdasarkan karakteristik yang serupa. Dalam penelitian ini, dataset yang digunakan mencakup hasil produksi dari tahun 2016 hingga 2024. Pengujian dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa faktor seperti Jenis-jenis tanaman, tingkat produktivitas, dan faktor geografis. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap penerapan teknologi data mining dalam sektor pertanian,khususnya di Kabupaten Bojonegoro, dengan melihat bagaimana Algoritma GMM dapat meningkatkan akurasi klasterisasi serta membantu pengambilan keputusan berbasis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Algoritma GMM dapat membantu mengidentifikasi pola produksi dan meningkatkan efisiensi pengolahan data. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi landasan untuk pengembangan sistem informasi pertanian yang lebih terintegrasi untuk meningkatkan daya saing pada sektor pertanian Indonesia
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SELF-DIRECTED LEARNING BERBASIS EXPERIENTIAL LEARNING UNTUK MENCEGAH PERILAKU MENYIMPANG DI MTS ISLAMIYAH UNGGULAN BALEN BOJONEGORO
Perilaku menyimpang siswa seperti kurang disiplin dan tidak sopan masih terjadi di MTs Islamiyah Unggulan Balen. Untuk mengatasinya, diterapkan model Self Directed Learning berbasis Experiential Learning guna menumbuhkan kesadaran, tanggung jawab, dan keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar serta membentuk perilaku positif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Self Directed Learning berbasis Experiential Learning dalam mencegah perilaku menyimpang siswa di MTs Islamiyah Unggulan Balen. Latar belakang penelitian ini adalah masih ditemukannya perilaku menyimpang di kalangan siswa, seperti melanggar tata tertib, kurangnya sopan santun, serta rendahnya kesadaran tanggung jawab pribadi.
Hasil uji menunjukkan bahwa Model pembelajaran Self-Directed Learning berbasis Experiential Learning terbukti berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pemahaman siswa tentang pencegahan perilaku menyimpang di MTs Islamiyah Unggulan Balen. Hasil uji Independent sample T-Test dengan nilai 0,000 < 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Ini menandakan adanya pengaruh signifikan dari model tersebut. Selain itu, hasil wawancara dan observasi menunjukkan perubahan sikap positif: siswa menjadi lebih aktif, reflektif, bertanggung jawab, serta memahami pentingnya menghindari perilaku menyimpang
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS LINKTREE DENGAN INQUIRY PADA MATERI TUMBUHAN DALAM MENGIDENTIFIKASI BAGIAN BUNGA PADA PELAJARAN IPAS KELAS 4 DI MI AZ-ZAHRO PANUNGGALAN
Salah satu pilah utama dalam membangun generasi yang maju dan beradap adalah adanya Pendidikan yang berkualitas. Di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Az-Zahro Panunggalan, pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) menjadi salah satu elemen penting dalam pengembangan pengetahuan dasar siswa. Namun, hasil observasi awal menunjukkan bahwa siswa kelas 4 mengalami kesulitan dalam memahami materi tentang tumbuhan, terutama dalam mengenali bagian-bagian bunga dan fungsinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan Media Berbasis Linktree pembelajaran IPAS dengan Inquiry, khususnya pada materi tumbuhan untuk siswa kelas 4 di MI Az-Zahro Panunggalan. Pengembangan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan bahan ajar yang lebih berbasis dan sesuai
dengan era digital, menggantikan media cetak konvensional yang dirasa kurang efektif. Metode pengembangan yang digunakan adalah model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Pada tahap Define, dilakukan analisis kebutuhan melalui wawancara dengan guru dan siswa, yang mengungkapkan bahwa 75% siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi IPAS secara konvensional. Tahap Design melibatkan perancangan Media Berbasis Linktree dengan berbagai aplikasi lain, seperti canva,youtube, google drive dan wordwall untuk menciptakan tampilan yang menarik dan berbasis. Pada tahap Develop, Media berbasis Linktree divalidasi oleh ahli materi (97%), ahli media (90%), dan ahli bahasa (96%), menunjukkan bahwa media tersebut sangat layak digunakan. Respon siswa terhadap Media berbasis Linktree ini juga sangat positif, dengan rata-rata nilai angket sebesar 91%, mengindikasikan bahwa Media Berbasis Linktree ini sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman dan minat belajar siswa. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan sebelumnya yang menunjukkan bahwa penggunaan Media Berbasis Linktree berbasis teknologi dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Fisika. Dengan demikian, pengembangan Media Berbasis Linktree dengan Inquiry ini merupakan solusi inovatif yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS di era digital
PENGARUH MODEL VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE (VCT) TERHADAP PEMAHAMAN NILAI-NILAI SEJARAH PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN SKI DI MA SIROJUL HIKMAH BOJONEGORO
Model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) merupakan pendekatan yang berfokus pada pengembangan nilai dan karakter peserta didik melalui proses klarifikasi terhadap nilai-nilai yang berkaitan dengan persoalan benar/salah atau baik/buruk, sehingga nilai tersebut dapat tertanam dan membentuk karakter. Pemahaman terhadap nilai-nilai sejarah sangat penting agar peserta didik tidak hanya menguasai aspek kognitif, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai moral dan spiritual yang terkandung di dalamnya. Karakter merupakan nilai dasar yang membentuk kepribadian peserta didik dan tercermin dalam perilaku sehari-hari.Namun demikian, masih terdapat kesenjangan dalam penerapan model VCT secara sistematis pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), khususnya dalam konteks pendidikan madrasah aliyah. Banyak peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami nilai-nilai sejarah secara mendalam karena pendekatan pembelajaran yang belum sepenuhnya berorientasi pada internalisasi nilai. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengisi kekosongan tersebut dan mengevaluasi efektivitas model VCT dalam meningkatkan pemahaman nilai-nilai Sejarah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe One-Group Pretest-Posttest. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistics versi 29.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) memberikan dampak positif terhadap hasil belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MA Sirojul Hikmah Bojonegoro. Model ini diterapkan melalui enam tahap pembelajaran, dimulai dari persiapan perangkat hingga penutupan sesi. Berdasarkan data yang diperoleh, terjadi peningkatan rata-rata nilai sebesar 24,69 poin, yaitu dari nilai pretest 61,56 menjadi 86,25 pada posttest. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,544 atau 54,4%, yang termasuk kategori pengaruh sedang. Dengan demikian, penerapan model VCT memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran SKI
ANALISIS JUAL BELI ROKOK ECERAN PADA ANAK DI BAWAH 18 TAHUN PERSPEKTIF PERATURAN PEMERINTAH NO. 109 TAHUN 2012 DAN HUKUM EKONOMI SYARIAH
Beberapa tahun ini penjualan rokok pada anak di usia 18 tahun (10 tahun–18 tahun) merupakan sesuatu yang semakin mendesak karena tingginya angka perokok di Desa Pilanggede. Di Desa Pilanggede, Balen, Bojonegoro mengalami kenaikan angka perokok pada anak-anak karena banyaknya jual beli rokok eceran secara bebas kepada anak-anak, sehingga adanya kebiasaan merokok yang dilakukan anak-anak tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 yang telah menetapkan batas usia.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk menjawab permasalahan yang meliputi: bagaimana praktik jual beli dalam penjualan rokok eceran, bagaimana tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap jual beli, dan bagaimana tinjauan Peraturan Pemerintah No. 109 Tahun 2012 terhadap praktik penjualan rokok eceran pada anak di bawah umur 18 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik jual beli rokok eceran pada anak di bawah umur 18 tahun perspektif hukum ekonomi syariah dan Peraturan Pemerintah No. 109 Tahun 2012.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research), dengan sumber data yang terdiri atas dua, yakni sumber data primer dari hasil observasi melalui wawancara dan data sekunder yang berasal dari laporan-laporan penelitian terdahulu, jurnal, buku-buku, dan internet. Dari data yang telah diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif, yang didasarkan pada teori ba’i dan Peraturan Pemerintah No. 109 Tahun 2012 Pasal 25.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: penjualan rokok eceran di bawah umur 18 tahun di Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro masih marak terjadi. Hal ini dipengaruhi oleh kebiasaan di masyarakat setempat, mereka dengan mudah mendapatkan rokok eceran di toko-toko atau warung. Dalam hukum ekonomi syariah, jual beli rokok eceran kepada anak di bawah umur 18 tahun tidak memenuhi syarat sah ba’i, yaitu pada objek akad jual beli yang diperjualbelikan tidak memiliki kemanfaatan. Dalam Peraturan Pemerintah No. 109 Tahun 2012 Pasal 25 dan 28 dijelaskan bahwa setiap orang dilarang menjual produk tembakau secara eceran kepada perorangan yang belum berusia 18 tahun
ANALISIS HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI BIJI PLASTIK DAUR ULANG BARANG YANG TERKONTAMINASI NAJIS DI GUMULUNG TONGGOH PUNYA
Pengelolaan limbah plastik melalui proses daur ulang menjadi solusi strategis dalam menghadapi krisis lingkungan. Namun, dalam perspektif hukum, muncul permasalahan apabila bahan daur ulang tersebut terkontaminasi oleh zat najis pada perusahaan Gumulung Tonggoh Punya (GTP) di Cirebon, fenomena penggunaan limbah plastik yang berasal dari tempat pembuangan akhir dan sumber-sumber tidak terkontrol, yang kerap tercampur dengan zat najis seperti sisa makanan, minyak, dan kemasan produk haram. Rumusan masalah pada penelitian ini untuk menjawab permasalahan berikut, Bagaimana praktik jual beli barang daur ulang plastik yang terkontaminasi najis di Gumulung Tonggoh Punya, Bagaimana analisis Hukum Ekonomi Syariah terhadap jual beli barang daur ulang plastik yang terkontaminasi Najis Gumulung Tonggoh Punya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Untuk menjelaskan praktik jual beli barang daur ulang plastik yang terkontaminasi najis di Gumulung Tonggoh Punya, Untuk menganalisis keabsahan Jual beli barang daur ulang plastik yang terkontaminasi najis menurut hukum ekonomi syariah. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research) sumber data primer diperoleh dari wawancara, dan data sekunder diperoleh dari buku, skripsi, jurnal, kitab fiqih, undang-undang dan internet. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Seluruh data dianalisis dengan metode deskriptif analisis menggunakan pendekatan kualitatif, dengan dasar teori jual beli dalam islam, konsep najis dalam Islam, mutanajjis Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik GTP belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip syariah, terutama dalam penyucian mutanajis dan pemahaman pekerja tentang najis. Tidak adanya standar operasional untuk memastikan kesucian plastik sebelum dijual menimbulkan potensi unsur syubhat dan fasid. Oleh karena itu, diperlukan pedoman syariah yang lebih spesifik dan edukasi bagi pelaku usaha tentang kebersihan dan kehalalan, agar industri daur ulang dapat berkembang tanpa melanggar nilai-nilai syariah
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT JERUK MENJADI BIOETANOL DENGAN PROSES SIMULTANEOUS SACCHARIFICATION AND FERMENTATION (SSF) SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF
Kebutuhan energi yang terus meningkat telah mendorong para ahli energi untuk menciptakan sumber energi baru dan terbarukan. Sampai saat ini, di daerah Jawa Timur khususnya di Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya, limbah seperti kulit
jeruk masih belum banyak di manfaatkan dan hanya dianggap sebagai limbah. Tetapi limbah kulit jeruk sendiri memiliki kandungan karbohidrat dan selulosa yang dapat difermentasi dan di manfaatkan untuk bahan penghasil etanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar etanol tertinggi dan karakteristik bioetanol dari limbah kulit jeruk. Metode pembuatan bioetanol pada penelitian ini menggunakan
proses simultaneous saccharification and fermentation (SSF) bisa disebut juga sakarifikasi dan fermentasi simultan dengan variasi lama waktu fermentasi dan Jumlah ragi (saccharomyces cerevisiae). Pada penelitian ini limbah kulit jeruk di sakarifikasi dengan menggunakan bantuan enzim selulase dan di diamkan dalam botol selama 4 jam dengan suhu normal 30ºC. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin banyak ragi dan semakin lama waktu fermentasi maka kadar etanol yang dihasilkan juga lebih tinggi. Pada variasi lama waktu 3 hari dan dengan jumlah ragi 15 gram dihasilkan kadar etanol tertinggi yaitu 34%. Pada 4 hari dengan ragi 15 gram menghasilkan 43%, dan pada 5 hari dengan ragi 15 gram mendapatkan kadar etanol tertinggi yaitu 51%. Kemudian kadar etanol tertinggi pada sampel A3 yang memperoleh 51% didestilasi ulang bertingkat hingga 4 kali yang memperoleh
kadar sebesar 93%
ANALISIS MUNCULNYA TAGIHAN CICILAN DI FITUR DANA CICIL PADA E-WALLET DANA PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN KONSUMEN NO. 8 TAHUN 1999 DAN HUKUM EKONOMI SYARIAH
Perkembangan teknologi digital mendorong maraknya penggunaan dompet digital seperti E-wallet DANA. Salah satu fitur yang ditawarkan adalah DANA Cicil, layanan pembiayaan yang memungkinkan pengguna melakukan transaksi secara cicilan di berbagai merchant, baik online maupun offline. Dalam menjaga data pribadi konsumennya masih terdapat kelemahan sistem atau kebocoran data yang menyebabkan beberapa pengguna mengalami kerugian secara finansial. Rumusan masalah pada penelitian ini untuk menjawab permasalahan berikut, bagaimana praktik munculnya tagihan cicilan di fitur DANA Cicil pada E-wallet DANA, bagaimana tinjauan undang-undang perlindungan konsumen terhadap praktik munculnya tagihan cicilan di fitur DANA Cicil pada E-wallet DANA serta bagaimana tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap praktik munculnya tagihan cicilan di fitur DANA Cicil pada E-wallet DANA. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui praktik munculnya tagihan cicilan di fitur DANA Cicil pada E-wallet DANA, untuk mengetahui bagaimana tinjauan undang-undang perlindungan konsumen terhadap praktik munculnya tagihan cicilan di fitur DANA Cicil pada E-wallet DANA, dan untuk mengetahui bagaimana tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap praktik munculnya tagihan cicilan di fitur DANA Cicil pada E-wallet DANA.
Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research) sumber data primer diperoleh dari wawancara, dan data sekunder diperoleh dari buku, skripsi, jurnal, kitab fiqih, undang-undang dan internet. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Seluruh data dianalisis dengan metode deskriptif analisis menggunakan pendekatan kualitatif, dengan dasar teori undang-undang perlindungan konsumen no. 8 tahun 1999, Riba dan Al-Ashlu Bara’atu Al-dzimmah.
Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik munculnya tagihan cicilan tanpa sepengetahuan pengguna yang diakibatkan oleh record yang terhapus menyebabkan sistem secara otomatis melakukan pemotongan terhadap saldo yang tersedia ketika tagihan tidak dibayar tepat waktu. Dalam UUPK No. 8 Tahun 1999, layanan yang diberikan oleh E-wallet DANA belum sepenuhnya memenuhi hak-hak konsumen, khususnya terkait jaminan kenyamanan, keamanan, keselamatan, serta penanganan keluhan yang disampaikan oleh pengguna. Tinjauan hukum ekonomi syariah, praktik tersebut mengandung unsur riba nasi’ah di karnakan terdapat tambahan 0,27% perhari ketika melewati batas tempo. Berdasarkan kaidah Al-Ashlu Bara’atu Adz-dzimmah di temukan adanya bukti transaksi, maka pengguna harus melunasi tagihan tersebut, akan tetapi kasus transaksi tersebut dikarenakan record yang terhapus.
Kata kunci: UUPK, E-wallet DANA, Hukum Ekonomi Syaria