Repository unigiri (Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro)
Not a member yet
    5611 research outputs found

    EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APLIKASI FIKIH MOBILE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN FIKIH SISWA KELAS IX DI MTS SA SIROJUL HIKMAH BENDO BOJONEGORO

    No full text
    Skripsi ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen untuk mengetahui efektivitas penggunaan aplikasi Fikih Mobile dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fikih kelas IX di MTs SA Sirojul Hikmah Bendo Bojonegoro. Penelitian ini juga menguji apakah terdapat pengaruh signifikan antara penggunaan aplikasi tersebut terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain pretestposttest control group. Sampel terdiri dari 25 siswa yang terbagi menjadi kelompok eksperimen (13 siswa) dan kelompok kontrol (12 siswa). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar (pretest dan posttest), angket, dan dokumentasi. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji normalitas, uji homogenitas, serta uji-t untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Secara simultan, penggunaan aplikasi Fikih Mobile berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai t-hitung (2,429) > t-tabel (1,711) pada taraf signifikansi 0,05. 2) Secara parsial, terdapat peningkatan rata-rata nilai posttest kelompok eksperimen (83,00) yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (68,33), dengan selisih sebesar +10,77 (eksperimen) dan +7,08 (kontrol). 3) Variabel Fikih Mobile memiliki pengaruh dominan terhadap hasil belajar, ditunjukkan oleh koefisien determinasi (R²) sebesar 61,1%. Simpulan penelitian ini membuktikan bahwa aplikasi Fikih Mobile efektif dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif, meningkatkan partisipasi siswa, dan relevan dengan karakteristik generasi digital

    PENERAPAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF TALK UNTUK MEREDUKSI BURNOUT AKADEMIK SISWA KELAS X

    No full text
    Burnout adalah suatu kondisi dimana fisik, mental dan emosional mengalami kelelahan akibat aktivitas belajar yang sangat berlebihan sehingga muncul rasa stress, putus asa, menunda-nunda pekerjaan atau malas, menurunnya prestasi, bahkan muncul gejala depresi. Layanan konseling kelompok adalah kegiatan yang memanfaatkan dinamika kelompok untuk membantu mengentaskan masalah dan teknik self-talk termasuk kedalam pendekatan kognitif perilaku yang artinya adalah berbicara pada diri sendiri tepatnya pada pikiran-pikiran maka dari itu layanan konseling kelompok teknik self-talk dianggap peneliti efektif untuk digunakan pada kejenuhan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pre eksperimental yang menggunakan penelitian one group pretest-posttest design. Uji ahli dilakukan oleh 2 orang dosen bimbingan konseling. Dilakukan pada siswa dan siswi SMKN 4 bojonegoro kelas X. Berdasarkan hasil penelitian terkait penerapan layanan konseling kelompok dengan teknik self talk untuk mereduksi burnout akademik siswa kelas X SMKN 4 Bojonegoro, dapat ditarik kesimpulan bahwa teknik self talk terbukti efektif untuk menurunkan burnout akademik siswa. Terdapat perbedaan penurunan burnout akademik siswa sebelum diberikan treatment menggunakan teknik self talk. Sebelum diberikannya treatment hasil presentase sebesar 71,8% dengan kategori tinggi. Setelah diberikan treatment dengan teknik self talk hasil presentase sebesar 42,1% dengan kategori rendah. Sehingga tampak perbedaan nilai sebelum dan sesudah diberikan treatment yaitu sebesar 29,7%. Berdasarkan dari penelitian ini diharapkan peneliti selanjutnya mampu menjadikan bahan referensi serta mengembangkan penelitian tentang “Penerapan Layanan Konseling Kelompok demgam Teknik Self Talk untuk Mereduksi Burnout Akademik Siswa” ditingkat SMK/SMA sederajat

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS THUNKABLE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 TUBAN

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang ditemukan di lapangan, yaitu hasil pembelajaran siswa yang kurang maksimal dan pembelajaran yang sering menggunakan metode konvesional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran berbasis teknologi, yaitu Thunkable guna meningkatkan hasil pembelajaran siswa. Pengembangan media thunkable ini tergolong kedalam penelitian dan pengembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kevalidan dari pengembangan media berbasis thunkable untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam sejarah pembelajaran kebudayaan islam di Madrasah Aliyah Negeri 2 Tuban. Dalam penelitian ini, model pengembanganya mengacu pada model pengembangan R&D, dengan tahapan-tahapanya yaitu: (1) Analisis; (2) Desain; (3) Pengembangan; (4) Implementasi; (5) Evaluasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu instrumen validasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar validasi dengan menggunakan skala likert. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik deskriptif. Tahap analisis, peneliti melakukan analisis situasi pendidikan dan wawancara, lalu mengumpulkan data yang berkaitan dengan potensi dan masalah. Setelah itu peneliti merancang desain produk media pembelajaran. Hasil validasi media pembelajaran sebesar 95% yaitu kategori cukup valid. Hasil Validasi materi sebesar 84% . Hasil pre test diperoleh rata-rata sebesar 64% sedangkan hasil posttest diperoleh 84% , hasil menunjukan bahwa ada peningkatan hasil belajar. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis android teruji valid dan berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar

    INTEGRASI PENGEMBANGAN KURIKULUM PESANTRAN BERBASIS BILINGUAL DALAM MENINGKATKAN SOFT SKIIL, LIFE SKILL & KECAKAPAN BERBAHASA SANTRI DI PONPES DARUL FALAH AL WASILAH MEDALEM-SENORI-TUBAN

    No full text
    Penelitian ini berfokus pada pengembangan kurikulum yang berbasis bilingual (tiga bahasa) untuk mengevaluasi keterampilan berbahasa di pembelajaran kelas bilingual. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi program-program pengembangan kurikulum di Ponpes Darul Falah Al-Washilah yang berbasis bilingual dan dalam meningkatkan mutu pendidikan. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu berbentuk observasi, wawancara, dan dokumentasi. Studi kasus yaitu di Ponpes Darul Falah Al-Washilah Medalem-Senori-Tuban

    ANALISIS PROGRAM ANUGERAH MADRASAH INOVASI (AMI) DALAM MEMBANGUN EKOSISTEM LITERASI SISWA DI MI NURUL YAQIN DAN MI MUSTHOFAWIYAH KECAMATAN SOKO KABUPATEN TUBAN

    No full text
    Terlaksananya sebuah program pada lembaga pendidikan dapat dilakukan dengan mempersiapkan kemampuan pendidik. Jika tenaga pendidik memiliki kualitas yang mendukung, maka cukup mudah untuk membuat inovasi-inovasi dilingkungan madrasah demi tercapainya siswa yang berkualitas. Oleh sebab itu salah satu program yang dilaksanakan yaitu Anugerah Madrasah Inovasi (AMI). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam konsep, implementasi, dan hasil dari Program Anugerah Madrasah Inovasi (AMI) kategori literasi dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi siswa di MI Nurul Yaqin dan MI Musthofawiyah, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Latar belakang penelitian ini didasari oleh urgensi penguasaan literasi dasar di Abad ke-21 yang menjadi modal penting bagi peserta didik untuk mengembangkan critical thinking (berpikir kritis), analitis, dan reflektif. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan jenis penelitian lapangan (field research), yang dilaksanakan di dua lokasi: MI Nurul Yaqin dan MI Musthofawiyah. Teknik pengumpulan data utama melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Konsep Program AMI di kedua madrasah berakar pada upaya peningkatan mutu pendidikan melalui pengembangan budaya literasi yang terintegrasi.MI Nurul Yaqin berfokus pada inovasi berbasis penguatan sarana fisik dan literasi dasar, diwujudkan melalui pengembangan fasilitas perpustakaan yang lebih terfasilitasi dan pengaktifan Majalah Dinding (Mading) sebagai media kreasi.MI Musthofawiyah berfokus pada inovasi yang terintegrasi kurikulum dan pembiasaan karakter melalui klasifikasi tiga tahapan (Pembiasaan, Pengembangan, dan Pembelajaran), yang menekankan pada praktik literasi aktif seperti Membaca Nyaring (Reading Aloud) dan penguatan literasi digital melalui Komunitas Wartawan Cilik.(2)Implementasi program melibatkan strategi penciptaan lingkungan fisik yang kaya teks di seluruh area sekolah (kelas, kantin, UKS, kebun), pembiasaan membaca 15 menit sebelum pelajaran, dan penerapan strategi pembelajaran bervariasi seperti SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) dan Membaca-Tanya Jawab (Reading-Question). Kesimpulan: Implementasi Program AMI kategori literasi terbukti memberikan dampak positif yang signifikan. Program ini berhasil meningkatkan minat dan motivasi baca siswa, menumbuhkan budaya menulis (yang melahirkan karya otentik siswa dan guru), serta berkontribusi nyata dalam pengembangan kemampuan berpikir kritis, budaya dialogis, dan mendukung tercapainya mutu lulusan unggulan madrasah. Kata Kunci: Anugerah Madrasah Inovasi (AMI), Budaya Literasi, Madrasah Ibtidaiyah

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN CALBOX JURANG MATA PELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN NUMERASI KELAS I MI AL FALAH KEBONAGUNG PADANGAN

    Get PDF
    Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya kemampuan numerasi siswa dan minimnya penggunaan media pembelajaran, khususnya media pembelajaran konkret dalam mata pelajaran matematika materi penjumlahan dan pengurangan. Penelitian ini juga didasari oleh kesenjangan dari penelitian terdahulu yang mana penelitian terdahulu hanya berfokus pada penyelesaian materi penjumlahan dan pengurangan dan belum menekankan pada kemampuan numerasi siswa. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran konkret yaitu media Calbox Jurang untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembagan (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang memiliki lima tahapan yaitu, Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas I MI Al Falah Kebonagung Padangan. Hasil validasi media pembelajaran Calbox Jurang menunjukkan bahwa validasi ahli desain mendapatkan skor keseluruhan 82,5%, ahli materi mendapatkan skor 87,5%, ahli bahasa mendapatkan skor 85%. Dari ketiga hasil validasi dapat dikategorikan “Layak”. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan media pembelajaran Calbox Jurang mampu meningkatkan kemampuan numerasi siswa kelas I MI Al Falah Kebonagung, khususnya pada mata pelajaran matematika materi penjumlahan dan pengurangan sampai dengan 20. Media konkret ini dapat dijadikan alat bantu alternatif dalam menyampaikan materi pada mata pelajaran matematika

    PENGARUH KONTEN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI MEDIA SOSIAL TERHADAP PERSEPSI PERNIKAHAN (STUDI FENOMENOLOGI PEMUDA DESA NGRANCANG TAMBAKREJO BOJONEGORO)

    Get PDF
    Fenomena maraknya konten Kekerasan dalam Rumah Tangga di media sosial, baik dari kalangan publik figur maupun masyarakat umum, memunculkan beragam reaksi emosional dan perubahan cara pandang terhadap pernikahan, khususnya di kalangan pemuda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konten Kekerasan dalam Rumah Tangga yang tersebar di media sosial memengaruhi persepsi pemuda Desa Ngrancang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Partisipan dipilih secara purposive dengan kriteria pemuda Desa Ngrancang yang berusia 16 hingga 30 tahun, belum menikah, aktif menggunakan media sosial, memiliki pengalaman melihat konten yang memuat unsur Kekerasan dalam Rumah Tangga di media sosial, serta bersedia menjadi informan dalam wawancara mendalam. Kriteria konten Kekerasan dalam Rumah Tangga dalam penelitian ini mencakup unggahan berbentuk video, curahan pengalaman pribadi, maupun pemberitaan di media sosial yang menampilkan kekerasan fisik, verbal, atau psikologis dalam rumah tangga dan mendapatkan perhatian luas dari publik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh partisipan hingga mencapai titik saturasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan konten Kekerasan dalam Rumah Tangga menimbulkan respons emosional seperti rasa takut, cemas, dan kehati-hatian dalam memandang pernikahan. Sebagian besar partisipan mengalami perubahan persepsi, dari yang sebelumnya memaknai pernikahan secara idealis menjadi lebih realistis dan waspada. Namun, terdapat pula partisipan yang tetap memandang pernikahan sebagai hal positif meskipun dengan sikap yang lebih kritis. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial berperan dalam membentuk dan mempengaruhi persepsi pernikahan pada kalangan pemuda

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF SCRAMBLE TERHADAP KEMAMPUAN BERKOLABORASI PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI KELAS VIII SMP NEGERI 2 SOKO TUBAN

    Get PDF
    Era globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, menjadikan pembelajaran kooperatif sebagai salah satu pendekatan yang relevan untuk diterapkan dalam dunia pendidikan. Model ini menekankan kerja sama antar peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran, sehingga mampu mengembangkan keterampilan sosial dan kolaborasi yang sangat dibutuhkan di abad ke-21. Selain itu, pembelajaran kooperatif mendorong partisipasi aktif, tanggung jawab individu dan kelompok, serta meningkatkan pemahaman terhadap materi secara lebih mendalam. Keterlibatan peserta didik dalam proses belajar yang kolaboratif juga berdampak positif terhadap motivasi dan kemampuan berkolaborasi. Oleh karena itu, pembelajaran kooperatif merupakan strategi yang efektif untuk membentuk karakter dan meningkatkan kemampuan berkolaborasi peserta didik secara menyeluruh. Kolaborasi merupakan suatu proses kerja sama yang melibatkan interaksi dan koordinasi antar individu untuk mencapai tujuan bersama secara efektif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif scramble terhadap kemampuan berkolaborasi pada mata pelajaran PAI dan budi pekerti kelas VIII SMPN 2 Soko Tuban. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain eksperimental yang berarti menggunakan 2 kelas yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan Mei tahun 2025. Jumlah sampel yang digunakan yaitu 64 yang ditentukan menggunakan teknik random sampling dari jumlah populasi 185. Hasil penelitian menunjukkan pada kelas eksperimen nilai rata-rata pretestnya adalah 59,063 dan nilai rata-rata posttest nya sebesar 65,438 dari hasil tersebut menunjukkan bahwa ada kenaikan sebesar 12,9%, yang menunjukkan adanya pengaruh kemampuan berkolaborasi peserta didik setelah diberikan perlakuan model pembelajaran kooperatif scramble. Berdasarkan hasil uji-t terhadap nilai posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol yang memiliki nilai rata-rata 65,438 untuk kelas eksperimen dan 59,75 untuk kelas kontrol menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,009 yang berarti 0,009 lebih kecil daripada 0,05. Dengan demikian, hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima, yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe scramble

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF AR PADA MATERI EKOSISTEM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA PESERTA DIDIK KELAS V MI AL-MA’HAD ROUDLOTUL HUDA

    Get PDF
    Kurangnya penggunaan media pembelajaran berbasis digital menyebabkan proses pembelajaran IPAS kurang optimal, selain itu dalam penelitian awal kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas V MI Al-Ma’had Roudlotul Huda rendah sehingga peneliti mengembangkan media pembelajaran augmented reality. Tujuan dari penelitian ini untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis digital AR pada mata pelajaran IPAS guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas V MI Al-Ma’had Roudlotul Huda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE, yaitu: analyz (analisis), design (Desain), development (pengembangan), implementation (Implementasi), evaluation (evaluasi). Penelitian ini melibatkan 20 peserta didik kelas V MI Al-Ma’had Roudlotul Huda sebagai sampel. Pengumpulan data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, tes, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa media pembelajaran augmented reality yang dikembangkan layak digunakan untuk menunjang proses pembelajaran IPAS di MI Al-Ma’had Roudlotul Huda. Dibuktikan hasil validasi ahli materi sebesar 93% dan ahli media sebesar 91%. Hasil uji coba produk pada tahap pre-test menunjukkan persentase sebesar 63,3% dengan kategori “sedang”, sedangkan pada tahap post-test menunjukkan persentase 92% dengan kategori “tinggi”. Selanjutnya hasil pre-test dan post-test, dianalisis tingkat keefektifitasannya dengan rumus N-Gain, dan didapatkan hasil sebesar 0,74 dengan kategori “peningkatan tinggi”. Berdasarkan hasil tersebut menyatakan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis AR memiliki dampak yang signifikan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada materi ekosistem mata pelajaran IPAS peserta didik kelas V MI Al-Ma’had Roudlotul Huda. Kesimpulannya bahwa proses pengembangan media pembelajaran interaktif AR pada materi ekosistem untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis berlangsung secara sistematis dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Media pembelajaran augmented reality menunjukkan sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Selain itu media pembelajaran augmented reality terbukti sangat efektif untuk membantu peserta didik dalam memahami, menganalisis, dan menarik kesimpulan dengan mengaitkan pada pengalaman sehari-hari

    PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN IPAS BERBASIS AUGMENTED REALITY (AR) DENGAN KONSEP EDUTAINMENT UNTUK PENGOPTIMALAN PEMAHAMAN SISWA MATERI METAMORFOSIS KELAS III MI

    No full text
    Pemahaman konsep sangat penting dalam pembelajaran IPAS agar siswa dapat menyelesaikan masalah kontekstual. Di MI Al Ulum Kabalan, pembelajaran masih didominasi buku teks yang kurang menarik, padahal integrasi teknologi dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan modul pembelajaran IPAS berbasis augmented reality dengan konsep edutainment di MI Al-Ulum Kabalan. Metode penelitian yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE, yang terdiri dari lima tahap, yaitu: Analisis, Design, Development, Implementation, Evaluation dengan jumlah sampel 20 anak. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, dan tes. Analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Analisis deskriptif kualitatif dilakukan dengan mengolah data yang diperoleh melalui observasi di kelas dan wawancara dengan guru. Sedangkan data kuantitatif dianalisis menggunakan uji pre-tes dan pos-tes pada siswa, angket respon siswa dan hasil validasi dari ahli media, ahli bahasa dan ahli materi. Penelitian ini menghasilkan modul pembelajaran IPAS berbasis augmented reality dengan konsep edutainment. Modul disajikan dalam bentuk buku berisi materi metamorfosis, dilengkapi kode QR yang terhubung dengan objek 3D dan permainan edukatif. Hasil uji coba kelompok besar menunjukkan pre-test, presentase nilai siswa adalah 45%, sedangkan pada post-test meningkat menjadi 85%, peningkatan sebesar 40%. Validasi dari para ahli menunjukkan ahli media pada tahap kedua memberikan skor 92% kategori "sangat layak", ahli bahasa pada tahap kedua memberikan skor 94% kategori "sangat layak", dan ahli materi memberikan skor 94,2% kategori "sangat layak". Hal ini menunjukkan bahwa Modul Pembelajaran IPAS berbasis augmented reality dengan konsep edutainment memberikan kontribusi positif terhadap pengoptimalan pemahaman siswa

    3,300

    full texts

    5,611

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository unigiri (Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇