Repository unigiri (Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro)
Not a member yet
5611 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI IURAN SNACK HARIAN TERHADAP PERKEMBANGAN NILAI KARAKTER KEJUJURAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK ISLAM AN-NUUR PURWOSARI BOJONEGORO
Karakter kejujuran merupakan hal yang penting ditanamkan dalam diri peserta
didik. Oleh karena itu, sekolah sebagai media pembinaan untuk peserta didik dan
sebagai lembaga pendidikan yang dianggap paling strategis dan mampu
membangun karakter kejujuran anak, wajib sekali untuk membekali anak dengan
pendidikan akhlaq dan juga moral kebaikan. Karakter kejujuran harus ditianamkan
karena dengan memiliki karakter jujur akan membawa kehidupan yang baik bagi
peserta didik. Di TK Islam An-Nuur ini pendidik membangun karakter jujur pada
diri peserta didik dengan mengajak peserta didik untuk melakukan pembiasaan
yang di lakukan setiap hari yaitu iuran snack, kegiatan iuran snack ini tercantum di
SOP pembiasaan dilakukan setiap hari sebelum masuk ke dalam ruang kelas.
Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan sampel
penelitian anak usai 5-6 tahun di TK Islam An-Nuur Purwosari Bojonegoro. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara, observasi, serta
dokumentasi dari kegiatan yang berlangsung. Untuk mengecek keabsahan data
menggunakan triangulasi yaitu triangulasi sumber, teknik dan waktu.
Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) implementasi kegiatan
iuran harian dilakukan oleh peserta didik setiap hari sebelum melakukan
pembelajaran. Dari kegiatan iuran snack harian ini peserta didik sudah terlihat
dalam peningkatan karakter kejujuran pada diri peserta didik. 2) adapun faktor
penghambat dari iuran snack harian ini adalah faktor peserta didik yang lupa
memasukkan iuran kedalam box yang disediakan pendidik dan orangtua yang lupa
membawakan uang saku karena kegiatan di pagi hari yang serba terburu-buru. dan
faktor pendukung adalah faktor lingkungan di sekolah dan lingkungan keluarga
yang baik, serta adanya mitra untuk kerjasama yang memadai
EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN BOOKLET DALAM METODE ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATA PELAJARAN FIKIH KELAS XI MA AL-KHOIRIYAH BALEN BOJONEGORO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media pembelajaran booklet dalam metode role playing guna meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran Fikih kelas XI di MA Al-Khoiriyah Balen Bojonegoro. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap materi pernikahan dalam Islam akibat metode pembelajaran yang masih didominasi ceramah, yang kurang melibatkan keaktifan siswa secara langsung. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang inovatif dan menarik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental tipe pretest-posttest with control group design. Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas XI MA Al-Khoiriyah Balen yang berjumlah 33 siswa, dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa soal pilihan ganda sebanyak 25 butir untuk mengukur pemahaman siswa sebelum dan sesudah perlakuan.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman siswa setelah menggunakan media booklet dalam metode role playing. Hal ini terlihat dari perbandingan skor pretest dan posttest antara kelompok eksperimen dan kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media booklet dalam metode role playing efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pernikahan dalam Islam pada mata pelajaran Fikih
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENENTUAN MAHAR BAGO BERDASARKAN STATUS SOSIAL ORANG TUA (STUDI KASUS DESA KATERBAN KECAMATAN SENOTI KABUPATEN TUBAN)
Tradisi pernikahan di Indonesia sering kali dipengaruhi oleh kearifan lokal, salah satunya adalah praktik Mahar Bago di Desa Katerban, Kecamatan Senori. Dalam Islam, mahar merupakan kewajiban yang diberikan calon suami kepada calon istri sebagai bentuk kesungguhan. Sedangkan secara adat, bago merujuk pada tambahan mahar yang menyesuaikan status sosial keluarga mempelai perempuan. Gabungan keduanya membentuk praktik Mahar Bago yang memiliki muatan budaya dan berdampak pada tekanan ekonomi bagi calon mempelai pria. Permasalahan muncul ketika pelestarian adat tersebut tidak sejalan dengan prinsip hukum Islam yang mengedepankan kemudahan dan kesederhanaan dalam pernikahan. Hingga saat ini, belum banyak penelitian yang secara spesifik mengkaji praktik Mahar Bago dalam konteks lokal serta analisisnya berdasarkan hukum Islam, sehingga diperlukan kajian lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik Mahar Bago ditentukan berdasarkan status sosial orang tua mempelai di Desa Katerban serta bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap praktik tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana mekanisme penentuan Mahar Bago di Desa Katerban? dan (2) Apakah praktik tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip hukum Islam?
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif lapangan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelaku adat dan tokoh masyarakat. Data dianalisis secara deskriptif-analitis dengan pendekatan normatif yang mengacu pada mazhab Syafi’i dan prinsip syariah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan Mahar Bago menurut hukum islam sudah sesuai dengan syarat mahar dalam islam, jika pihak calon mempelai merasa keberatan maka dianjurkan untuk berpuasa sesuai dengan hadist bukhari bahwa puasa bisa menekan gejolak syahwat
PENERAPAN TEKNIK PENGELOLAAN EMOSI OLEH GURU DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK DHARMA WANITA BAKALAN BOJONEGORO
Perkembangan kecerdasan emosional pada anak usia dini merupakan aspek penting yang menjadi dasar bagi kemampuan sosial, pembentukan karakter, dan kesiapan belajar di jenjang selanjutnya. Pada usia 5–6 tahun, anak mulai menunjukkan pemahaman terhadap emosi, namun masih membutuhkan pendampingan dalam mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosinya. Dalam hal ini, guru memiliki peran strategis melalui penerapan teknik pengelolaan emosi yang sesuai dengan kebutuhan anak. Pentingnya teknik tersebut mendorong perlunya kajian lebih lanjut mengenai bagaimana guru menerapkannya dalam konteks pembelajaran, serta faktor-faktor yang dapat mendukung maupun menghambat pelaksanaannya di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk menggambarkan secara mendalam proses penerapan teknik pengelolaan emosi oleh guru dalam meningkatkan kecerdasan emosional anak usia dini. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru kelas, anak usia 5–6 tahun, dan orang tua/wali murid, serta dokumentasi aktivitas pembelajaran. Subjek penelitian terdiri dari guru TK Dharma Wanita Bakalan, anak usia 5–6 tahun, orang tua/wali murid sebagai informan tambahan, serta kepala sekolah. Data dianalisis secara kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan model analisis dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di TK Dharma Wanita Bakalan Bojonegoro menerapkan berbagai teknik pengelolaan emosi seperti bercerita, latihan pernapasan, permainan peran, dan penguatan positif, yaitu bentuk apresiasi dari guru seperti pujian verbal, pelukan hangat, senyuman, atau pemberian reward sederhana untuk memperkuat perilaku positif anak ketika mereka mampu mengelola emosinya dengan baik. Teknik-teknik pengelolaan emosi efektif dalam membantu anak mengenali, mengekspresikan, dan mengendalikan emosinya. Anak-anak mengalami peningkatan dalam hal kesadaran diri, kontrol emosi, empati, serta keterampilan sosial. Penerapan ini didukung oleh kompetensi guru dan lingkungan yang kondusif. Namun, terdapat faktor penghambat dalam pelaksanaannya, seperti keterbatasan waktu, perbedaan karakter anak, dan kurangnya media pembelajaran emosi
EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN BERBANTUAN BENIME WHITEBOARD ANIMATION UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA MATERI MAKANAN HALAL DAN HARAM KELAS VIII DI MTS HIDAYATUL ISLAMIYAH BUMIREJO KEPOHBARU BOJONEGORO
Perkembangan teknologi informasi berdampak besar pada berbagai bidang, termasuk pendidikan. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), penyesuaian terhadap kemajuan teknologi menjadi penting untuk menciptakan proses belajar yang lebih efektif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan siswa di era digital. Salah satu bentuk inovasi yang dapat diterapkan adalah penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis teknologi seperti Benime. Penelitian ini bertujuan mengukur efektivitas media pembelajaran berbantuan Benime Whiteboard Animation dalam meningkatkan pemahaman siswa materi makanan halal dan haram di kelas VIII MTs Hidayatul Islamiyah Bumirejo Kepohbaru Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis pre-eksperimental desain one group pre-test and post-test. Subjek penelitian terdiri dari 30 siswa kelas VIII MTs Hidayatul Islamiyah Bumirejo Kepohbaru Bojonegoro. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pre-test dan post-test. Intrumen tes yang digunakan berupa soal pilihan ganda yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas, uji-hipotesis dan uji N-Gain dengan bantuan software SPSS 30. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penggunaan media Benime efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Hal tersebut dibuktikan melalui perhitungan uji-hipotesis yang menghasilkan nilai t hitung sebesar -39,046, lebih kecil dari t tabel sebesar 2,045, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Selain itu, perolehan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,6584 atau setara dengan 65,84% termasuk dalam kategori cukup efektif. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis Benime terbukti mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa serta mendukung keterlibatan aktif mereka selama proses pembelajaran berlangsung
TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PEMBATALAN JUAL BELI BARANG SECARA SEPIHAK OLEH PENJUAL DI PASAR KOTA BOJONEGORO
Chozainul Choiriyah, (20040876) Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Pembatalan Penawaran Barang Secara Sepihak Oleh Penjual di Pasar Kota Bojonegoro.
Dalam Islam, muamalah mencakup seluruh interaksi antar manusia, termasuk jual beli (al-bai’u) yang merupakan bagian penting dalam memenuhi kebutuhan hidup dan membangun hubungan sosial. Jual beli dalam Islam harus dilakukan secara adil, transparan, dan sesuai syariat. Salah satu permasalahan yang muncul dalam praktik jual beli adalah pembatalan sepihak oleh penjual, yang menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaiannya dengan prinsip hukum ekonomi syariah.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan hukum Islam terhadap pembatalan jual beli barang secara sepihak oleh penjual serta implikasinya bagi perlindungan konsumen dan penjual. Penelitian juga mengkaji bagaimana praktik pembatalan sepihak tersebut terjadi dalam transaksi jual beli, serta dampaknya bagi kedua belah pihak. Lokasi penelitian difokuskan pada praktik di Pasar Kota Bojonegoro.
Metode yang digunakan adalah pendekatan lapangan (field reseach) dan menerapkan metode kualitatif, dimulai dari teori-teori umum hukum ekonomi syariah hingga penerapannya dalam kasus konkret. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara terhadap pelaku pasar, serta dianalisis secara normatif dan deskriptif dengan teori akad Luzum dan Lazimatun Minat Thorofain.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam beberapa kasus, praktik jual beli di Pasar Bojonegoro tidak sepenuhnya sesuai dengan prinsip akad Luzum dan Lazimatun Minat Thorofain karena tidak adanya kesepakatan kuat dari kedua belah pihak. Penjual kerap membatalkan kesepakatan dengan pembeli pertama demi keuntungan dari pembeli kedua, yang membeli dengan harga lebih tinggi. Tindakan ini menyebabkan kerugian dan ketidakpastian hukum bagi pembeli pertama, serta menandakan kurangnya keadilan dan transparansi. Namun, terdapat pula kesesuaian dengan prinsip syariah, seperti tidak adanya unsur riba atau penipuan. Faktor relasi sosial seperti kedekatan keluarga juga memengaruhi keputusan penjual. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang lebih mendalam terhadap prinsip keadilan dan keterikatan dalam akad jual beli, serta perlunya edukasi dan penguatan perlindungan hukum bagi konsumen agar transaksi tetap berlangsung sesuai dengan nilai-nilai Islam
SISTEM SELEKSI ATLET PENCAK SILAT PAGAR NUSA MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEANS DENGAN PENDEKATAN FUNGSI JARAK EUCLIDEAN DISTANCE
Miko Cahyono 211101116, Sistem Seleksi Atlet Pada Pencak Silat Pagar Nusa Menggunakan Algoritma K-Means dengan Pendekatan Fungsi Jarak Euclidean Distance.
Pencak silat merupakan cabang olahraga yang berpusat dari seni bela diri yang diwariskan oleh nenek moyang terdahulu yang perlu kita jaga dan lestarikan. Pencak Silat sudah diakui di mata dunia dan terbukti sudah terdapat sekolah Pencak Silat di beberapa cabang di seluruh dunia. Olahraga ini juga merupakan bela diri tradisional asli produk kepulauan Nusantara yang tersebar dan dikenal luas di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Singapura dan Thailand. Misalnya dalam seleksi atlet pencak silat Pagar Nusa dalam Kejurda (Kejuaraan Daerah) akan menghasilkan data baru berupa profil dari atlet pencak silat Pagar Nusa. Hal seperti ini akan terjadi secara berulang pada setiap tahunnya. Jika dilakukan pengolahan data pada sumber data tersebut maka dapat diketahui berbagai informasi yang bermanfaat dalam membantu menentukan seleksi atlet pada pencak silat Pagar Nusa tahun berikutnya. Pengolahan data tersebut dilakukan dengan menggunakan metode Data Mining yaitu dengan algoritma K-Means Clustering sebagai pembanding hasil data. Hasil dari pengolahan data tersebut akan sangat membantu pihak pelatih pencak silat Pagar Nusa. Penentuan jumlah cluster terbaik menggunakan bantuan software RapidMiner dengan menghitung rata-rata dalam jarak centroid pada setiap cluster dan disimulasikan pada excel sehingga mendapatkan nilai penurunan paling tinggi dan membentuk elbow atau siku pada cluster 3, sehingga 3 cluster menjadi pilihan yang terbaik untuk penelitian ini. Hasil cluster akhir yang diperoleh dari perhitungan menggunakan metode ini yaitu pada C1 menggambarkan atlet yang sangat layak mengikuti kejuaraan ada 8 atlet, C2 menggambarkan atlet yang layak mengikuti kejuaraan ada 23 atlet, dan C3 menggambarkan atlet yang tidak layak mengikuti kejuaraan ada 19 atlet
PENGARUH PERTUNJUKKAN WAYANG KULIT TOKOH YUDISTIRA UNTUK MENSTIMULASI KARAKTER KEPEMIMPINAN PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI RA FATTAHUL HUDA PUNGPUNGAN BOJONEGORO
This study is motivated by the importance of instilling leadership character from an early age, particularly through relevant local cultural media. RA Fattahul Huda Pungpungan Bojonegoro, as an early childhood education institution based on Islamic values and local wisdom, views wayang kulit (shadow puppetry), particularly the character of Yudhistira, as an effective tool for instilling leadership values such as honesty, justice, and responsibility. Wayang kulit is chosen not only as entertainment but also because it contains strong moral messages, making it an engaging educational medium for children aged 5-6 years. This study used a quantitative experimental method with a one-group pretest-posttest design. Data collection techniques were conducted through observation, teacher questionnaires, and documentation. The research sample consisted of 14 children aged 5-6 years at RA Fattahul Huda. Data were analyzed using SPSS version 25 with a paired sample t-test to measure differences in leadership character before and after the Yudhistira wayang kulit intervention. The validity and reliability of the instruments were tested using Cronbach’s Alpha with a value of α > 0.60, indicating reliable instruments. The analysis showed a significant influence of using Yudhistira wayang kulit (shadow puppets) on stimulating children's leadership character. The sig. (2- tailed) value of 0.000 (< 0.05) proves that the hypothesis is accepted. The average posttest score (85.3) was higher than the pretest score (62.1), indicating an improvement in children's understanding of leadership values such as honesty, role modeling, and cooperation. The implications of this research support the use of wayang kulit as a character learning medium in early childhood education (PAUD), while simultaneously strengthening the preservation of local culture in educational environments
INOVASI PEMBELAJARAN BAHASA JAWA DENGAN TEMBANG DOLANAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA JAWA ANAK USIA 5 – 6 TAHUN TK PKK TANJUNGHARJO KECAMATAN KAPAS BOJONEGORO
Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan tembang dolanan sebagai upaya mengembangkan kemampuan berbahasa Jawa anak usia dini, yang memanfaatkan lagu-lagu tradisional yang syarat makna budaya sebagai media pembelajaran yang menyenangkan dan kontekstual. Keunikan terletak pada nilai lokal yang terkandung dalam tembang dolanan, sehingga mampu menumbuhkan kecintaan anak terhadap bahasa dan budaya daerah sejak usia dini. Selain itu, penelitian ini membantu anak memperkaya kosakata, memahami struktur bahasa, serta mengekspresikan diri dengan lebih baik melalui kegiatan bernyanyi yang interaktif.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kulitatif deskriptif, dengan subjek anak usia 5–6 tahun di TK PKK Tanjungharjo, Kecamatan Kapas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi teknik dan sumber.
Hasil penelitian menunjukkan anak-anak menunjukkan peningkatan minat belajar, partisipasi aktif, serta kemampuan memahami dan menggunakan kosakata Jawa dalam kehidupan sehari-hari. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa tembang dolanan merupakan media pembelajaran inovatif yang tidak hanya mendukung perkembangan bahasa secara optimal, tetapi juga memperkuat identitas budaya anak sejak dini. Dengan demikian, pendekatan ini dapat menjadi kontribusi berarti dalam pengembangan metode pembelajaran di PAUD sekaligus pelestarian bahasa daerah
PENGARUH VARIASI ARUS PENGELASAN SMAW TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN BENDING BAJA ST 37 DENGAN ELEKTRODA E7016
Paddock merupakan komponen opsional yang digunakan untuk menopang sepeda motor agar tetap stabil saat tidak digunakan. Namun, paddock yang terbuat dari baja karbon rendah seperti ST 37 masih berisiko mengalami kegagalan struktural, seperti patah atau bengkok, akibat kualitas sambungan las yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik dan bending maksimal sambungan las baja ST 37 untuk aplikasi paddock. Metode eksperimen untuk menganalisis pengaruh variasi arus pengelasan SMAW terhadap kekuatan tarik dan bending sambungan las pada baja ST 37. Penelitian menggunakan variasi arus 90 A, 100 A, dan 110 A, dengan elektroda E7016 berdiameter 3,2 mm, kampuh tipe V 60°, jenis sambungan butt joint, posisi pengelasan 1G, pengujian tarik standar ASTM E8, struktur mikro dan pengujian bending standar ASTM E290. Hasil data eksperimen dianalisa dengan metode One Way Anova dan uji Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi arus berpengaruh signifikan terhadap kekuatan tarik dan bending. Kekuatan tarik tertinggi diperoleh pada arus 110 A dengan nilai rata-rata tegangan 433,59 N/mm, regangan 25% dan modulus elastisitasya 1770,08 N/mm², Arus 110 A menghasilkan struktur mikro terbaik dengan distribusi acicular ferrite yang dominan dan merata, ukuran butir yang lebih halus, serta fusi logam yang optimal struktur ini meningkatkan kekuatan mekanik yang menghasilkan patahan ulet, sedangkan kekuatan bending tertinggi juga dicapai pada arus 110 A dengan nilai rata-rata 1657,75 N/mm²