Repository unigiri (Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro)
Not a member yet
5611 research outputs found
Sort by
MULTI PERAN KYAI DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL HUSNA AL ALAWI DAN PONDOK PESANTREN ANNASYIAH ALJADIDAH SENORI TUBAN
Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kemandirian santri. Kyai sebagai figur sentral di pesantren tidak hanya berperan sebagai guru ngaji, tetapi juga menjalankan berbagai fungsi penting lainnya seperti tabib, rois atau imam, pengasuh, motivator, dan orang tua kedua. Di Pondok Pesantren Al Husna Al Alawi dan Pondok Pesantren Annasyiah Aljadidah, multi peran kyai ini menjadi kunci dalam membimbing dan mendidik santri agar memiliki kemampuan mandiri, baik dalam aspek spiritual, sosial, maupun intelektual.
Penelitian ini difokuskan untuk mengkaji tiga hal utama, yaitu: (1) apa saja bentuk multi peran kyai dalam membentuk kemandirian santri di kedua pesantren tersebut, (2) bagaimana implementasi multi peran kyai dalam membentuk kemandirian santri, dan (3) bagaimana hasil implementasi multi peran kyai dalam membentuk kemandirian santri. Ketiga fokus ini diteliti secara mendalam untuk memahami peran strategis kyai dalam mencetak santri yang mandiri melalui pendekatan personal, spiritual, dan sosial di lingkungan pesantren.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, karena berupaya mengungkap pengalaman langsung kyai, ustadz, dan santri dalam menjalani proses pembentukan kemandirian di pesantren. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan menjaga validitas melalui triangulasi sumber dan metode.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kyai di Pondok Pesantren Al Husna Al Alawi dan Pondok Pesantren Annasyiah Aljadidah menjalankan multi peran secara terpadu dan konsisten yaitu tidak hanya sebagai guru ngaji tetapi juga menjalankan berbagai fungsi penting lainnya seperti tabib, rois atau imam, pengasuh, motivator, dan orang tua kedua. Implementasi peran-peran tersebut diwujudkan melalui berbagai program seperti pengajian kitab kuning, pembinaan ibadah berjamaah, pelayanan spiritual, bimbingan pribadi, dan motivasi harian. Adapun hasil implementasi multi peran kyai terbukti mampu membentuk kemandirian santri dalam aspek belajar, beribadah, bermasyarakat, menyelesaikan persoalan pribadi, serta dalam pengambilan keputusan, sehingga para santri dapat menjadi pribadi yang matang, mandiri, dan siap menghadapi tantangan kehidupan di masyarakat
EXPLORING EFL LEARNERS’ PERCEPTIONS ON IMPLEMENTING DOGME ELT IN SPEAKING CLASS
This study aims to explore the perceptions of EFL (English as a Foreign Language) students towards the implementation of Dogme ELT principles in the learning of speaking in university level English classes. As a language teaching approach, Dogme ELT essentially emphasizes direct communication and spontaneous interactions in the classroom, while minimizing reliance on pre-prepared teaching materials. This study specifically focuses on students' experiences of authentic and natural interactions and the challenges they face when lecturers informally integrate key elements of Dogme ELT. These elements include dynamic group discussions, minimalist use of textbooks, and adaptive learning approaches.
This study utilized comprehensive mixed methods, the data for this study was collected through a series of in depth interviews, a structured questionnaire, and an open-ended survey. The data collection aimed to thoroughly investigate the attitudes and authentic experiences of the students. The results clearly indicated that the implementation of Dogme ELT principles has significant potential to effectively increase motivation, foster confidence, and deepen students' engagement in the process of learning to speak. However, the study also identified some crucial challenges that are closely related to lecturers' preparedness and their ability to adapt relevant teaching strategies.
Overall, this study makes a substantial contribution to a richer and deeper understanding of the substantive benefits as well as the essential challenges of communication-based learning in higher education settings. Furthermore, the study offers invaluable insights for the development of English language teaching practices that are not only more interactive but also fundamentally centered on students' needs and potentials, fostering a more responsive and effective learning environment
PENGEMBANGAN INSTRUMEN SUMATIF AKHIR SEMESTER BERBASIS QUIZIZ UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SKI FASE D DI MTS ISLAMIYAH BALEN BOJONEGORO
Penelitian ini di latar belakangi dengan kurangnya minat siswa pada pelajaran sejarah kebudayaan islam dan minimnya kreativitas guru untuk mengembangkan soal soal di web-web yang ada. Penggunaan aplikasi ini sangat menarik untuk siswa karena banyak gambar-gabar interktif dan juga siswa bias langsung melihat nilai assesmen sumatif akhir semester bertujuan untuk mengembangkan instrumen sumatif akhir semester berbasis Quizizz pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Fase D di MTs Islamiyah Balen. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Instrumen yang dikembangkan berupa soal pilihan ganda, isian, dan esai yang diunggah ke aplikasi Quizizz untuk menciptakan evaluasi yang interaktif dan menyenangkan.
Hasil validasi oleh ahli asesmen menunjukkan tingkat kelayakan produk sebesar 71%, termasuk dalam kategori "Layak". Uji coba produk dilakukan terhadap 22 siswa dengan hasil validitas soal yang memenuhi kriteria (r hitung > r tabel) dan reliabilitas tinggi (Cronbach's Alpha > 0,60). Hasil belajar siswa meningkat secara signifikan dengan rata-rata nilai 88, menunjukkan efektivitas instrumen dalam meningkatkan pemahaman kognitif siswa.
Kesimpulan penelitian ini adalah instrumen sumatif berbasis quizizz layak digunakan sebagai alat evaluasi pembelajaran SKI. Hasil dari uji validitas instrument soal dinyatakan semua soal valid di atas 0,432. Hasil dari uji reabilitas dinyatakan bahwa 25 soal pilihan ganda reliabel dengan hasil 0,892 dan 15 soal isian/esai dinyatakan reliabel dengan hasil 0,774. Hasil dari uji normalitas menurut shapiro-wilk instrument soal dinyatakan normal dengan hasil soal pilihan ganda 0,144 dan soal isisn/esai 0,052. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah mengembangkan instrumen serupa untuk fase dan jenjang lainnya serta mengimplementasikannya dalam pembelajaran untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik
IMPLEMENTASI PROGRAM UNGGULAN DALAM KEBERHASILAN ASPEK KOGNITIF, AFEKTIF DAN PSIKOMOTORIK SISWA MTs PLUS SABILUNNAJAH SIMOREJO KANOR BOJONEGORO
Program unggulan adalah sebuah program yang ditampakkan ke khalayak umum dan diterapkan oleh suatu lembaga dengan tujuan meningkatkan kuliatas suatu lembaga. Salah satu lembaga pendidikan di Kabupaten Bojonegoro yang memiliki program unggulan yang diwajibkan dan diterapkan bagi seluruh siswanya adalah MTs Plus Sabilunnajah Simorejo Bojonegoro. Penelitian bertujuan untuk mengungkap program unggulan yang diterapkan dilembaga pendidikan MTs Plus Sabilunnajah Simorejo Bojonegoro dimulai dari konsep perencanaan dari program unggulan dilanjut dengan implementasi atau pelaksanaan dari program unggulan serta terakhir dampak dari program tersebut kepada siswa dan siswi di MTs Plus Sabilunnajah dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yakni dengan metode pengumpulan data dengan melaksanakan wawancara, observasi secara langsung dan dokumentasi program unggulan. Teknik analisis data dengan memberikan interpretasi, diawali dengan reduksi data, penyajian data, interpretasi dan penarikan kesimpulan. Pengecekkan keabsahan temuan dengan cara perpanjangan keikutsertaan peneliti. Hasil dari penelitian ini, diantaranya: 1. Konsep dari program unggulan adalah dengan menerapakan program unggulan tersebut dan menjadikan program unggulan tersebut sebagai syarat kenaikan dan kelulusan bagi siswa dan siswi. 2. Dalam penerapannya program unggulan ini dengan menggunakan dua pendekatan yang berbeda untuk juz amma dilaksanakan dengan melaksanakan sebelum pembelajaran dimulai, untuk arbain nawawi ini dengan dimasukkan kedalam salah satu mata pelajaran lokal atau muatan lokal dimasing-masing kelas. 3. Secara kognitif diketemukan bahwa siswa rata-rata mengalami penambahan pengetahuan. Dari segi afektif nampak kedisipilinan yang cukup baik karena pengajaran dalam kitab arbain an nawawi. Dari psikomorik siswa telah mampu untuk menerapkan program unggulan ini dalam kaitan bersosialisasi dengan masyarakat yang kelak akan berguna bagi kehidupan mereka dimasyarakat
OPTIMASI ALGORITMA RANDOM FOREST UNTUK KLASIFIKASI PENDERITA STROKE PADA DATA IMBALANCED MENGGUNAKAN SMOTE
Stroke merupakan penyakit serius yang memerlukan deteksi dini untuk mencegah kematian. Namun, dataset medis sering mengalami ketidakseimbangan kelas (imbalanced data), di mana jumlah pasien stroke (kelas minoritas) jauh lebih sedikit dibandingkan pasien non-stroke (kelas mayoritas). Hal ini menyebabkan model klasifikasi cenderung bias terhadap kelas mayoritas, sehingga akurasi deteksi stroke menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan mengoptimasi algoritma Random Forest dengan menerapkan teknik Synthetic Minority Over-sampling Technique (SMOTE) untuk mengatasi ketidakseimbangan data dan meningkatkan kinerja klasifikasi.Metode penelitian meliputi pra-pemrosesan data, penerapan SMOTE untuk menyeimbangkan distribusi kelas, pelatihan model Random Forest, dan evaluasi menggunakan metrik akurasi, precision, recall, dan F1-score. Hasil sebelum SMOTE menunjukkan akurasi 94%, tetapi recall hanya 2%, mengindikasikan kegagalan model dalam mendeteksi kasus stroke. Setelah SMOTE, akurasi meningkat menjadi 95%, dengan recall 97% dan F1- score 95%, membuktikan efektivitas SMOTE dalam meningkatkan deteksi kelas minoritas.Kontribusi utama penelitian ini adalah kombinasi SMOTE dan Random Forest yang terbukti optimal untuk klasifikasi data tidak seimbang, khususnya dalam konteks medis. Hasil ini memberikan solusi bagi tantangan ketidakseimbangan data sekaligus rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut, seperti penggunaan cross-validation atau algoritma lain seperti XGBoos
KESEJAHTERAAN EMOSIONAL PADA PEREMPUAN RAWAN SOSIAL EKONOMI (STUDI KASUS DI BOJONEGORO)
Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah rendahnya kesejahteraan emosional pada perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga dalam kondisi ekonomi terbatas. Mereka menghadapi berbagai tekanan psikologis seperti stres, kecemasan, kesepian, hingga kelelahan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perempuan rawan sosial ekonomi dalam kesejahteraan emosional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi, untuk menggali pengalaman subjektif partisipan dalam menghadapi tekanan hidup dan menjaga kesejahteraan emosionalnya. Data dikumpulkan melalui waancara mendalam terhadap empat informan yang memenuhi kriteria perempuan rawan sosial ekonomi berdasarkan Peraturan Menteri Sosial No.8 Tahun 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun berada dalam kondisi sosial ekonomi yang sulit, informan mampu menunjukkan bentuk kesejahteraan emosional melalui sikap optimisme, rasa syukur, hubungan sosial yang kuat, kemampuan mengelola emosi, serta penerapan strategi koping religius dan makna hidup yang diyakini secara pribadi. Penelitian ini menegaskan bahwa kesejahteraan emosional bukan hanya ditentukan oleh kondisi objektif, tetapi juga oleh cara individu memaknai dan merespons situasi hudupnya secara subjektif
EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING UNTUK MENGURANGI PEOPLE PLEASING PADA ANGGOTA PAC IPNU-IPPNU SOKO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan teknik assertive training dalam mengurangi perilaku people pleasing pada anggota PAC IPNU IPPNU Soko. People pleasing adalah kecenderungan untuk selalu menyenangkan orang lain dengan mengorbankan kepentingan pribadi, yang berdampak pada stres, kecemasan, dan rendahnya kepercayaan diri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pre-test post-test. Subjek penelitian sebanyak 92 orang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert yang mencakup lima aspek utama people pleasing. Intervensi dilakukan dalam lima sesi bimbingan kelompok dengan teknik assertive training berupa diskusi, permainan peran, dan latihan komunikasi tegas. Hasil analisis menggunakan paired sample t-test menunjukkan adanya penurunan signifikan skor people pleasing setelah intervensi (p < 0,05). Peserta menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menolak permintaan, menyatakan pendapat, dan menetapkan batasan pribadi secara sehat. Kesimpulannya, layanan bimbingan kelompok dengan teknik assertive training terbukti efektif dalam mengurangi perilaku people pleasing dan meningkatkan keterampilan asertif IPNU IPPNU
IMPLEMENTASI STRATEGI REACT (RELATING, EXPERIENCING, APPLYING, COOPERATING, TRANSFERRING) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SPLDV
Strategi pembelajaran REACT merupakan pendekatan pembelajaran kontekstual yang terdiri dari lima tahap, yaitu mengaitkan (Relating), mengalami (Experiencing), menerapkan (Applying), bekerja sama (Cooperating), dan mentransfer (Transferring). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi strategi pembelajaran REACT terhadap peningkatan pemahaman konsep matematika siswa pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-F SMP Negeri 1 Ngambon yang dipilih secara purposive. Instrumen yang digunakan berupa tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest) yang disusun berdasarkan indikator pemahaman konsep matematis. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep siswa setelah diterapkannya strategi pembelajaran REACT. Rata-rata nilai pretest siswa sebesar 32,88 meningkat menjadi 88,46 pada posttest. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi (Sig.) < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Selain itu, rata-rata nilai N-Gain sebesar 0,83 menunjukkan peningkatan dalam kategori tinggi. Dengan demikian, strategi pembelajaran REACT terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa, khususnya pada materi SPLDV, melalui pendekatan pembelajaran yang kontekstual, aktif, dan kolaboratif
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN EDUTAINMENT MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DI SMP UNGGULAN AL FALAH PACUL BOJONEGORO
Pembelajaran merupakan sebuah proses interaksi antara pendidik dan peserta didik dan pasti ada dalam setiap pendidikan. Pembelajaran yang menyenangkan merupakan dambaan bagi setiap peserta didik. Selama ini, pembelajaran Pendidikan Agama Islam masih dimaknai sebagian orang, merupakan mata pelajaran yang tidak digunakan dalam persaingan dunia kerja dan hanya berkaitan dengan permasalahan yang dari dulu hingga sekarang tidak berkembang.
Edutainment sebagai suatu terapan yang memadukan antara pendidikan dengan hiburan agar pembelajaran menjadi menyenangkan serta mengena. Suasana pembelajaran yang demikian, dapat memicu efektifitas pencapaian tujuan pembelajaran. Terdapat dua aspek yang dibahas dalam penelitian ini yakni aspek humanizing the classroom dan quantum teaching mulai dari penerapan, pelaksanaan, serta hasil.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (fielad research) dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah data redukasi, perfikasi, penyajian data, dan kemudian kesimpulan. Sebelum data disimpulkan, dilakukan pula triangulasi data dengan membandingkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk mengecek kebenaran dan memperkaya data hasil penelitian.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan, dalam kedua aspek memiliki penerapan atau pelaksanaan tersendiri. Aspek humanizing the classroom berkaitan dengan dengan pengaturan ruang kelas dengan komunikasi yang baik. Aspek quantum teaching berupa pelaksanaan konsep TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasi, Ulangi, rayakan). Dari penerapan kedua konsep tersebut, hasil pembelajaran berimbas aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik kearah yang lebih baik. Hal tersebut didukung dari input dan kondisi sekolah yang tergolong baik, hanya saja kendalanya adalah kondisi dan situasi yang terkadang tak terduga. Sebagai solusi, dilakukan pendalaman aspek humanizing the classroom dan komunikasi positif antar pelaksana program pendidikan di sekolah
WRITING ANXIETY ON CREATING DESCRIPTIVE TEXT AMONG EFL SENIOR HIGH SCHOOL: CASE STUDY
Penelitian studi kasus ini mengkaji fenomena kecemasan menulis yang dialami siswa SMA yang belajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) ketika ditugaskan untuk menulis teks deskriptif. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengungkap dua aspek penting: pertama, bagaimana guru mengajar siswa EFL dalam menulis teks deskriptif; dan kedua, tingkat kecemasan menulis yang dirasakan siswa ketika mereka mencoba menghasilkan teks deskriptif. Untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif, kami menggunakan metode kualitatif, mengumpulkan data melalui observasi langsung di kelas selama proses belajar mengajar, wawancara mendalam dengan guru dan beberapa siswa, serta menganalisis secara cermat hasil kuesioner semi-terstruktur. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa kelas sepuluh dari salah satu SMA di SMA Tuban, dengan syarat tidak melanggar privasi. Temuan awal menunjukkan bahwa pendekatan pengajaran guru cenderung bervariasi, mulai dari pengajaran terstruktur hingga metode yang lebih berpusat pada siswa. Namun, kami juga menemukan bahwa banyak siswa menunjukkan tanda-tanda kecemasan yang jelas ketika menulis teks deskriptif. Kecemasan ini sering kali bermanifestasi sebagai kesulitan dalam memulai menulis, kekhawatiran berlebihan tentang kesalahan tata bahasa atau kosakata, kurangnya kepercayaan diri terhadap kemampuan mereka, dan penundaan dalam menyelesaikan tugas. Untuk memperoleh data strategis yang bertujuan mengurangi kecemasan menulis dan solusi untuk meringankan kecemasan siswa EFL terkait tingkat kecemasan mereka dalam menulis teks deskriptif dalam bahasa Inggris, penelitian ini mengungkapkan bahwa siswa kelas sepuluh menggunakan berbagai strategi belajar mandiri. Ini termasuk teknik relaksasi, keterampilan revisi, dan menerima umpan balik sebagai motivasi, serta menumbuhkan pola pikir positif dan meningkatkan hafalan kosakata. Mereka x mencari inspirasi melalui kisah pribadi atau dengan meneliti daring sebagai bahan referensi. Mengatasi tantangan ini melibatkan peningkatan pola pikir mereka dan membangun kepercayaan diri mereka. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan berharga bagi guru dan pendidik dalam merancang strategi pengajaran yang lebih efektif untuk meminimalkan kecemasan menulis dan membantu siswa EFL dalam mengembangkan keterampilan yang lebih baik dalam menulis teks deskriptif