Sabda: Jurnal Sastra dan Bahasa
Not a member yet
    33 research outputs found

    BAD LANGUAGE IN THE PERSPECTIVE OF LANGUAGE AND CULTURE: A SOCIOLINGUISTIC STUDY

    No full text
    Bad language, often referred to as profanity or swearing, carries significant implications for cultural and linguistic studies due to its dual role as taboo and self-expression. This paper examines sociolinguistic aspects of bad language by analyzing its historical evolution, cultural variations, and social functions. Case studies from Indonesia, the United States, and Japan highlight how cultural norms shape profanity, while empirical data from social media platforms reveal its prevalence in digital communication. Moreover, the study explores ethical dilemmas, societal impact, and technological challenges associated with bad language in the modern era

    The Comparative Study of English Slang in Ariana Grande Song Lyrics on “Thank U Next and Position” Album with Rich Brian Song Lyrics on “1999” Album.

    No full text
    The use of slang has developed in various literary works, one of which is in song lyrics. This study examines the word formation of slang in Ariana Grande's song lyrics from the album "Thank U Next and Positions" with Rich Brian's from "1999". The focus of the study is the type of word formation in slang and the comparison between the two singers. This study uses a descriptive qualitative method in analyzing song lyrics as the object of study. The theory used is George Yule's word-formation theory to describe the type of slang and Diane Borstein's theory to describe the relationship between slang and song lyrics through a tree diagram. The study results showed that there were 22 slang data categorized based on the type of word formation. In Ariana Grande's song lyrics the dominant type of word formation is blending with 4 data because it is more popular and efficient to use in the United States. Meanwhile, in Rich Brian's song lyrics there is no dominant type of word formation because rappers tend to use various forms of slang. &nbsp

    NILAI SOSIAL DALAM NOVEL ‘TAPAK JEJAK’ KARYA FIERSA BESARI DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai sosial yang terkandung dalam novel Tapak Jejak karya Fiersa Besari. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dimana metode ini berisi kutipan-kutipan data dalam memberi gambaran terhadap penyajian hasil penelitian. Penelitian ini menggunakan teknik baca, simak, dan catat. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku tertulis hasil kesusastraan yaitu satuan bahasa berupa kata, kalimat, dan kutipan dialog maupun narasi dengan memfokuskan kepada permasalahan yang berhubungan dengan nilai sosial yang terkandung dalam novel Tapak Jejak karya Fiersa Besari. Sumber data yang digunakan adalah novel Tapak Jejak Karya Fiersa Besari. Hasil penelitian terdapat 7 nilai sosial yaitu Tolong Menolong, Kasih Sayang, Kerja Keras, Empati, Kekeluargaan, Menghargai Sesama, Keakraban. Hasil penelitian ini dapat diterapkan pada siswa SMA kelas X dan XI. Kompetensi Dasar yang digunakan yaitu : Menganalisis pesan dari satu buku fiksi yang dibaca, Menyusun ulasan terhadap pesan dari satu buku fiksi yang dibaca dan  Menganalisis isi dan kebahasaan novel. Nilai-nilai sosial dalam novel Tapak Jejak karya Fiersa Besari dapat dijadikan sebagai bahan ajar bahasa Indonesia di SMA, yakni menyadarkan peserta didik mengenai sikap nilai sosial yang dapat diambil sebagai contoh untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyaraka

    IMPERATIVE SENTENCE IN “CALL OF DUTY BLACK OPS 6 CAMPAIGN”

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kalimat imperatif Call of Duty Black Ops 6 Campaign. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori yang dikemukakan oleh Quirk et. Al. (1985) dalam bukunya yang berjudul A Comprehensive of English Language tentang jenis-jenis kalimat imperatif yang terdiri dari lima jenis kalimat imperatif dalam penelitian ini, yaitu Imperatif tanpa subjek, imperatif dengan subjek, imperatif dengan let, imperatif negatif, dan imperatif dengan do, dan untuk menentukan struktur penyusunnya dengan menggunakan diagram pohon berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Brown dan Miller (1991). Hasil data disajikan dalam metode formal presentasi temuan. Metode formal diterapkan melalui tabel dan diagram pohon dan metode informal diterapkan melalui penjelasan kata untuk menjelaskan struktur penyusun kalimat imperatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 401 kalimat yang dikategorikan ke dalam jenis kalimat imperatif, terdapat 4 jenis kalimat imperatif yang ditemukan, yaitu 272 (67,83%) kalimat imperatif tanpa subjek, 58 (14,46%) kalimat imperatif dengan subjek, 42 ​​(10,47%).) imperatif dengan let, dan 29 (7,23%) imperatif negatif dengan do

    BENEFITS OF BILINGUALISM ON COGNITIVE DEVELOPMENT AND ACADEMIC ACHIEVEMENT OF ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN

    No full text
    Language is a communication skill that children have had since birth. Over time, children will often hear new words or sentences from their environment and children will try to imitate them. Children’s language is usually simple and related to their environment, especially the family environment. Children’s language will continue to develop through their experiences. Through this language, children can express their feelings and communicate with others. Many children use more than one language in themselves, for example, at home children use Indonesian and at school children are required to know English. From this we can see children’s language skills and this will have a very good impact on children. Therefore, bilingual education has the potential to develop children’s cognitive and social abilities, especially elementary school children. For example, English has been taught in elementary schools, even since kindergarten and the family environment. This bilingual education adds to children’s cognitive development, memory, and problem-solving abilities. This shows that bilingual education fosters children’s cognitive abilities and social interactions. This insight emphasizes the importance of language learning from an early age which shows that it can provide long-term benefits for children’s academic and social journeys

    NILAI RELIGI DAN NILAI MISTIS DALAM NOVEL KKN DI DESA PENARI KARYA SIMPLEMAN

    No full text
    Sebuah karya memiliki eksistensi yang khas dengan memperlihatkan hal-hal yang mencerminkan kehidupan sehari-hari manusia, yaitu tentang agama dan kepercayaan terhadap hal-hal tertentu. teori mimetis digunakan untuk menganalisis poin-poin tersebut. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana Nilai religi dan nilai mistis dalam novel KKN Di Desa Penari karya Simpleman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai religi dalam novel KKN Di Desa Penari karya Simpleman. Peneltian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik analisis baca, teknik yang digunakan dengan cara membaca novel secara berulang-ulang, selanjutnya mengidentifikasi nilai religi dan nilai mistis yang terkandung dalam novel KKN Di Desa Penari karya Simpleman. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa nilai religi. yang paling dominan adalah nilai religi: Bersyukur, salat, dan berdoa, dan nilai mistis yang paling dominan dalam novel KKN Di Desa Penari karya Simpleman adalah nilai mistis: Gaib, ritual, penampakan dan kerasukan. Adapun manfaat penelitian yaitu memperkaya refrensi tentang nilai religi dan nilai misti

    ANALYING LANGUAGE PRODUCTION IN BILINGUAL SPEAKERS: A CASE STUDY OF INDONESIAN -ENGLISH BILINGUALS

    No full text
    This research investigates the processes involved in language production for those who speak two languages, focusing specifically on individuals w ho are bilingual in Indonesian and English. Utilizing a qualitative case study approach, the aim of the study is to explore the structural, lexical, and pragmatic aspects of how bilingual individuals produce speech. The data was gathered from various sources, including informal conversations, semi-structured interviews, and narrative tasks, engaging ten individuals who are fluent in both languages. The findings reveal notable trends, such as the regular occurrence of code-switching, borrowing of vocabulary, and examples of interference between the languages, which illustrate the fluid interaction of the two languages. Factors in the environment, like the participants' language proficiency, the social atmosphere, and their purpose in communication, were noted to impact their language choices and usage patterns. In addition, the research highlights the influence of sociocultural factors on bilingual interactions, showcasing techniques used by bilinguals to maneuver through linguistic and cultural differences. The outcomes of this study add valuable insights to the existing literature on bilingualism by clarifying the cognitive and social processes that govern how bilinguals produce language. This research holds practical relevance for areas such as language teaching, cross-cultural dialogue, and studies focused on the psychology of language, especially in diverse linguistic environments like Indonesia

    Fenomenologi Pembelajaran Bahasa Arab Pada Mahasiswa Lulusan Non Pondok Pesantren di STAI Balikpapan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fenomenologi pembelajaran bahasa Arab pada mahasiswa lulusan non pondok pesantren di STAI Balikpapan. Penguasaan bahasa Arab sangat penting dalam pendidikan tinggi berbasis Islam, karena bahasa ini merupakan kunci untuk memahami ajaran Islam secara mendalam. Mahasiswa non pondok pesantren sering menghadapi tantangan dalam belajar bahasa Arab, terutama karena kurangnya dasar pendidikan sebelumnya. Metode pengajaran yang tidak fleksibel juga menyulitkan mereka untuk beradaptasi dengan kurikulum yang ada. Dengan pendekatan fenomenologis, penelitian ini menggali pengalaman subjektif mahasiswa dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan mereka dalam menguasai bahasa Arab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada kesulitan, mahasiswa memiliki potensi yang besar untuk berkembang jika diberikan dukungan yang tepat. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengembangan kurikulum dan metode pengajaran yang lebih adaptif di institusi pendidikan tinggi Islam

    CODE-SWITCHING ANALYSIS FROM IDONESIAN TO ENGLISH IN @NGOBROLSORESEMAUNYA TIKTOK ACCOUNT

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jenis dan faktor terjadinya alih kode. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menganalisis alih bahasa pada vidio akun tiktok @ngobrolsoresemaunya sebagai objek penelitian. Penelitian ini menggunakan teori Popplack dan teori Fishman untuk menganalisis data. Hasil penelitian ini terdapat 49 data dari 23 vidio, yang termasuk jenis alih kode  yaitu peralihan antar kalimat 6 data, peralihan intra kalimat 39 data dan peralihan tag 4 data. Faktor penyebabnya terjadi alih kode yaitu, penutur 12 , lawan penutur 25, dan bergengsi 12. jenis alih kode yang paling dominan digunakan dalam video tersebut adalah peralihan intra kalimat dengan jumlah kemunculan sebanyak 39 kali, dan faktor alih kode yang paling dominan terjadi pada faktor lawan tutur dengan jumlah kemunculan sebanyak 25 kali. Hal ini membuktikan bahwa kemampuan berbicara terlibat dalam penggunaan bahasa dengan sengaja hanya dalam jangka pendek.Peralihan antar kalimat, artinya mereka melakukannya bukan hanya untuk berbicara bahasa Inggris tetapi untuk menunjukan identitas seseorang pada akun tiktok @ngobrolsoresemaunya

    AN ANALYSIS OF POLITENESS STRATEGY USED BY RECEPTION AT BALI GARDEN BEACH HOTEL

    No full text
    Politeness strategies play a crucial role in the hospitality industry, where service quality directly impacts customer loyalty. This study investigates the implementation of politeness strategies by front office receptionists at Bali Garden Beach Hotel using a descriptive qualitative approach. Five receptionists were observed to identify the types and frequencies of politeness strategies employed during interactions with guests, based on Brown and Levinson’s (1987) politeness theory. Data were collected through observation, interviews, note-taking, and document study, using instruments such as observation sheets, interview guides, and field notes. The analysis focused on 107 receptionist utterances. Findings revealed the use of all four politeness strategies: negative politeness, positive politeness, bald on record, and off-record. Negative politeness was the most frequently used (44.9%), indicating efforts to show respect, minimize imposition, and maintain professionalism. Positive politeness (22.4%) reflected attempts to build rapport, while bald on record (21.5%) was used for directness and efficiency. Off-record strategies (11.2%) appeared in more ambiguous or indirect situations. The study contributes both practically and theoretically by highlighting how politeness enhances service interactions and offers insights for English for Specific Purposes (ESP) and pragmatic studies in hospitality contexts

    0

    full texts

    33

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sabda: Jurnal Sastra dan Bahasa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇