Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Not a member yet
180 research outputs found
Sort by
DAMPAK LATAR BELAKANG SOSIAL EKONOMI TERHADAP AKSES PENDIDIKAN DI PONDOK PESANTREN MUHAMMADIYAH BOARDING SCHOOL KUTAI TIMUR DAN PONDOK PESANTREN DARUL IKHLAS
Stratifikasi sosial adalah pembagian Masyarakat kedalam kelas-kelas berdasarkan status sosial yang mereka punya bukan hanya dilihat dari segi pekerjaan akan tetapi dari segi Pendidikan juga menjadi salah satu hal yang saat ini diperhatikan. Oleh karena itu Peneliti berusaha menyuguhkan hasil penelitian tentang bagaimana dampak latar belakang sosial ekonomi keluarga dalam mempengaruhi akses Pendidikan pada siswa di pondok pesantren, hambatan apa yang saat ini dihadapi oleh siswa dari segi status sosial ekonomi rendah dalam mengakses Pendidikan pada pondok pesantren, dan bagaimana pandangan orang tua terhadap pengaruh latar belakang sosial ekonomi terhadap kesempatan pendidikan di pondok pesantren. Metode yang digunakan dilakukan adalah survey pada salah satu orang tua siswa dari Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School Kutai Timur dan pada salah satu orang tua siswa dari Pondok Pesantren Darul Ikhlas . Dan dampak dari status sosial dari keluarga menjadi hal yang paling diperhatikan dan hal ini juga berdampak pada kenyamanan anak dalam menuntut ilmu. status sosial yang dimiliki keluarga menjadi tolak ukur status sosial ekonomi dalam segi Pendidikan. hambatan yang saat ini dihadapi dari segi ekonomi orang tua adalah penghasilan yang tidak konsisten dan hal ini mengakibatkan Pendidikan anak biasanya terhambat apalagi mereka didukung dengan kegiatan ekstrakurikuler yang pembiayaannya diluar dari anggaran yang telah direncanakan dan ini mengakibatkan akan ada uang tambahan diluar uang bulanan mereka. pandangan dari kedua orang tua siswa mengatakan bahwa latar belakang sosial dari keluarga menjadi salah satu tolak ukur suksesnya Pendidikan anak apalagi dibangku sekolah swasta yang Dimana keuangan Pendidikan dibayar perbulan dan hal ini dapat mempermudah dan mengakses Pendidikan di Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School Kutai Timur dan Pondok Pesantren Darul Ikhlas yang notabenenya sekolah swasta. apabila status sosial ekonomi keluarga mendukung maka tidak akan sulit bagi anak untuk masuk kesekolah swasta yang dalam hal ini pondok pesantren
PERAN DAN TANGGUNG JAWAB KEPALA SMK ISLAM CIPASUNG DALAM MENINGKATKAN KUALITAS AKHLAK PESERTA DIDIK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan tanggung jawab kepala sekolah SMK Islam Cipasung dalam meningkatkan kualitas akhlak peserta didik. Masalah yang dihadapi dalam dunia pendidikan saat ini termasuk degradasi moral dan akhlak peserta didik yang memerlukan perhatian lebih dari para pemimpin institusi pendidikan. Penelitian ini difokuskan pada tiga rumusan masalah: (1) Bagaimana peran dan tanggung jawab kepala sekolah terhadap peserta didik? (2) Bagaimana cara meningkatkan kualitas akhlak peserta didik di SMK Islam Cipasung? dan (3) Bagaimana hubungan antara peran dan tanggung jawab kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas akhlak peserta didik? Melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, penelitian ini menggali pandangan dan praktik kepala sekolah SMK Islam Cipasung dalam pembinaan akhlak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter dan moralitas peserta didik. Kepala sekolah tidak hanya bertanggung jawab sebagai manajer administrasi, tetapi juga sebagai pemimpin spiritual yang menciptakan lingkungan Islami dan mendorong integrasi nilai-nilai moral dalam kurikulum. Dengan demikian, peran dan tanggung jawab kepala sekolah SMK Islam Cipasung berkorelasi langsung dengan peningkatan kualitas akhlak peserta didik
PENGARUH SUDUT BACA TERHADAP BUDAYA LITERASI SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
Budaya literasi adalah suatu kemampuan membaca menulis yang digunakan untuk menyampaikan dan mendapatkan informasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui adanya pengaruh sudut baca terhadap budaya literasi siswa kelas V SDN Bandungrejosari 2 Malang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen jenis non-equivalent control group design. Hasil penelitian ini adalah nilai uji T-test yang diperoleh yaitu 0,000 lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh sudut baca terhadap budaya literasi siswa dengan rata-rata nilai pre-angket 63,51 dan post-angket 66,41. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yaitu terdapat pengaruh pemanfaatan sudut baca terhadap budaya literasi siswa kelas V SDN Bandungrejosari 2 Malang
PEMAHAMAN KONSEP BELAJAR MANDIRI MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI DI UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pemahaman dan penerapan konsep pembelajaran independen di antara mahasiswa pendidikan ekonomi di Universitas Sriujaya, serta tantangan yang dihadapi dalam proses tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan pengamatan oleh empat siswa yang secara aktif berpartisipasi dalam kuliah. Temuan studi menunjukkan bahwa siswa umumnya menafsirkan pembelajaran independen sebagai proses yang melibatkan tanggung jawab pribadi, termasuk penggunaan sumber belajar seperti buku, internet, dan diskusi kelompok. Namun, mereka juga terpapar berbagai hambatan, seperti B. Kurangnya motivasi, sulit untuk memahami bahan yang kompleks tanpa bantuan instruktur. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran independen sangat penting, tetapi tetap saja, dukungan pelajaran yang lebih terstruktur diperlukan untuk mengoptimalkan aplikasinya. Studi ini memberikan wawasan tentang bagaimana siswa mengelola proses pembelajaran mereka secara mandiri satu sama lain, dan menawarkan tantangan yang memengaruhi keberhasilan pelatihan
PENANAMAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK MELALUI KEGIATAN SHALAT DHUHA DAN BTQ (BACA TULIS QUR’AN)
Penelitian ini menyelidiki implementasi kegiatan shalat dhuha dan Baca Tulis Qur'an (BTQ) dalam mengembangkan karakter religius di SD Negeri Gading Kasri. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Kepala sekolah, guru pendamping shalat dhuha, guru BTQ, dan siswa menjadi sumber data. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan karakter religius difasilitasi dengan pembiasaan berdoa sebelum dan sesudah melakukan berbagai kegiatan, keterlibatan aktif dalam kegiatan shalat dhuha dan BTQ pada jam pembelajaran pertama, menyiapkan alat ibadah tanpa bantuan, dan menunjukkan perilaku yang dapat diteladani yang selaras dengan nilai-nilai agama. Penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan yang teratur di sekolah dasar memberikan manfaat bagi kepribadian religius anak-anak. Oleh karena itu, sekolah harus merefleksikan dan meninjau kembali kegiatan keagamaan semacam itu dari waktu ke waktu sebagai bagian dari pelaksanaan kurikulum
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PELAKSANAAN FIELD TRIP BIOLOGI FKIP UIR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap pelaksanaan field trip Biologi FKIP UIR.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif . Metode penelitian ini menggunakan metode survey. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket, wawancara, observasi dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 39 orang, diambil dari angkatan 2022 dengan 3 matakuliah. Angket yang disebarkan terdiri dari 34 item pernyataan yang terdiri dari 5 indikator. Hasil penelitian pada 5 indikator yang terdapat pada 3 matakuliah tersebut di dapat persentase sebagai berikut :Zoology invertebrata dengan persentase 80,67 % memiliki kategori sangat baik,Botani Phanerogame dengan persentase 80,82 % memiliki kategori sangat baik serta pada matakuliah Ekologi Tumbuhan dengan persentase 78,43 % memiliki kategori baik, dengan rata rata keseluruhan berjumlah 80,00 % dengan kategori sangat baik. Jadi hal ini dapat disimpulkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap pelaksaan field trip Biologi FKIP UIR berada pada kategori sangat baik
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS WEB SITE PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESI DI MI/SD KOTA PALANGKA RAYA
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berbasis website pada mata pelajaran Bahasa Indonesia SDIT Alam IKM Kota Palangka Raya. Di era digital saat ini, pemanfaatan teknologi informasi dalam pendidikan sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE dengan lima tahap yaitu analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan angket. Hasil angket dari ahli materi, desain dan uji coba lapangan memperlihatkan bahwa media pembelajaran interaktif ini sangat sesuai, dengan skor persentase mencapai 98% termasuk Kualifikasi "Sangat Layak" menurut ahli materi 95%, menurut ahli desain 98%, penilaian guru sebesar 76%, hasil uji coba lapangan 89%, Hasil Uji T 0,47 bahwa bahan ajar sangat signifikan dalam meningkatkan hasil belajar, dan Analisis N-gain sebesar 0,64 dengan kriteria tinggi. Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. Diharapkan pengembangan bahan ajar ini dapat menjadi referensi untuk inovasi dalam pendidikan di MI/SD lainnya
PENERAPAN MODEL PHENOMENON BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PESERTA DIDIK PADA MATERI TERMOKIMIA DI KELAS XI SMAN 15 PEKANBARU
Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experiment dengan desain Nonequivalent Control Group Pretest-Posttest yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep peserta didik pada materi termokimia kelas XI MIPA SMAN 15 Pekanbaru Sampel penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas XI MIPA D sebagai kelas eksperimen yang menerima perlakuan model pembelajaran phenomenon based learning dan kelas XI MIPA E yang tidak menerima perlakuan. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji parametrik, meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji N-Gain, dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil uji hipotesis data N-gain menggunakan independent sample t-test diperoleh nilai thitung > ttabel, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima, artinya penerapan model pembelajaran phenomenon based learning dapat meningkatkan pemahaman konsep peserta didik pada materi termokimia di kelas XI SMA Negeri 15 Pekanbaru.
Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experiment dengan desain Nonequivalent Control Group Pretest-Posttest yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep peserta didik pada materi termokimia kelas XI MIPA SMAN 15 Pekanbaru Sampel penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas XI MIPA D sebagai kelas eksperimen yang menerima perlakuan model pembelajaran phenomenon based learning dan kelas XI MIPA E yang tidak menerima perlakuan. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji parametrik, meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji N-Gain, dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil uji hipotesis data N-gain menggunakan independent sample t-test diperoleh nilai thitung > ttabel, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima, artinya penerapan model pembelajaran phenomenon based learning dapat meningkatkan pemahaman konsep peserta didik pada materi termokimia di kelas XI SMA Negeri 15 Pekanbaru.
Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experiment dengan desain Nonequivalent Control Group Pretest-Posttest yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep peserta didik pada materi termokimia kelas XI MIPA SMAN 15 Pekanbaru Sampel penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas XI MIPA D sebagai kelas eksperimen yang menerima perlakuan model pembelajaran phenomenon based learning dan kelas XI MIPA E yang tidak menerima perlakuan. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji parametrik, meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji N-Gain, dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil uji hipotesis data N-gain menggunakan independent sample t-test diperoleh nilai thitung > ttabel, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima, artinya penerapan model pembelajaran phenomenon based learning dapat meningkatkan pemahaman konsep peserta didik pada materi termokimia di kelas XI SMA Negeri 15 Pekanbaru
PERAN BIMBINGAN KONSELING DALAM MENDUKUNG KESEJAHTERAAAN SISWA DI MTSN 5 TANGERANG
Bimbingan dan konseling memiliki peran strategis dalam mendukung kesejahteraan siswa, khususnya di tingkat Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN). Layanan ini dirancang untuk membantu siswa mengatasi berbagai permasalahan, baik akademik, emosional, sosial, maupun personal, sehingga mereka dapat mencapai potensi optimalnya. Dalam lingkungan pendidikan MTsN, peran bimbingan konseling semakin penting karena siswa berada pada fase perkembangan remaja yang rentan terhadap tekanan internal maupun eksternal. Melalui pendekatan yang sistematis, bimbingan konseling memberikan dukungan berupa pendampingan, pemecahan masalah, dan pengembangan keterampilan hidup. Selain itu, konselor memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan mendukung, sehingga siswa merasa dihargai dan diterima. Kesejahteraan siswa yang terwujud melalui keberhasilan akademik, hubungan sosial yang harmonis, serta keseimbangan emosional menjadi indikator utama efektivitas layanan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai upaya yang dilakukan dalam pelaksanaan bimbingan konseling di MTsN dan dampaknya terhadap kesejahteraan siswa. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan panduan bagi konselor sekolah dalam mengembangkan program yang lebih efektif dan relevan sesuai dengan kebutuhan siswa. Purpose: Tujuan pembuatan artikel ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang peran dan pentingnya bimbingan konseling di MTsN (Madrasah Tsanawiyah Negeri). Artikel ini bertujuan menjelaskan bagaimana layanan bimbingan konseling membantu siswa dalam mengatasi permasalahan akademik, sosial, dan pribadi, serta mendukung pengembangan karakter dan potensi mereka agar sukses dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Methodology/approach: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memahami peran bimbingan konseling dalam mendukung kesejahteraan siswa di MTsN 5 Tangerang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan berbagai informan, termasuk konselor sekolah, guru, siswa, dan orang tua siswa. Teknik purposive sampling digunakan untuk memastikan informan yang dipilih memiliki pengetahuan dan pengalaman relevan terkait topik penelitian. Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur, memungkinkan fleksibilitas dalam menggali informasi lebih mendalam sesuai dengan dinamika percakapan. Data yang diperoleh dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola, persepsi, dan pengalaman terkait efektivitas layanan bimbingan konseling dalam mendukung kesejahteraan siswa. Validitas data dijamin melalui triangulasi sumber, dengan membandingkan informasi dari berbagai pihak untuk memastikan konsistensi dan akurasi temuan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai peran bimbingan konseling dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan siswa secara akademik, emosional, dan sosial. Results/findings: Penelitian ini menemukan bahwa layanan bimbingan konseling di MTsN 5 Tangerang memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan siswa, baik dalam aspek akademik, sosial, maupun emosional. Layanan ini terbukti membantu siswa mengatasi berbagai permasalahan belajar, meningkatkan motivasi akademik, serta mengembangkan keterampilan sosial dan karakter. Selain itu, bimbingan konseling juga memberikan dukungan emosional bagi siswa yang mengalami tekanan psikologis, sehingga mereka dapat lebih fokus dalam belajar dan berinteraksi secara positif di lingkungan sekolah. Namun, penelitian ini juga mengungkapkan adanya tantangan dalam pelaksanaannya, seperti keterbatasan waktu dan fasilitas, serta stigma negatif terhadap layanan konseling, yang memengaruhi partisipasi siswa dan efektivitas program. Limitations: Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, di antaranya keterbatasan waktu dalam pelaksanaan layanan bimbingan konseling yang menyebabkan tidak semua siswa dapat terlayani secara optimal. Selain itu, kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung, seperti ruang konseling yang memadai, menjadi hambatan dalam menciptakan lingkungan yang nyaman bagi siswa. Stigma negatif terhadap layanan bimbingan konseling juga masih ditemukan di kalangan siswa dan orang tua, sehingga partisipasi dalam program ini belum maksimal. Selain itu, penelitian ini hanya dilakukan di satu sekolah, yaitu MTsN 5 Tangerang, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan untuk sekolah lain dengan kondisi yang berbeda. Contribution: Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan layanan bimbingan konseling untuk meningkatkan kesejahteraan siswa, berguna bagi konselor, pendidik, serta bidang studi pendidikan dan psikologi
BIMBINGAN KONSELING SEBAGAI UPAYA LAYANAN PENDIDIKAN DI SMAN 3 TANGERANG
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan efektivitas layanan bimbingan konseling (BK) di SMAN 3 Tangerang sebagai bagian integral dari sistem pendidikan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan guru BK dan siswa kelas 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan BK di SMAN 3 Tangerang mencakup empat bidang utama: pribadi, belajar, sosial, dan karir. Program BK telah disesuaikan dengan Kurikulum Merdeka, termasuk pemetaan kelas berdasarkan minat siswa. Guru BK menghadapi tantangan dalam memahami karakter siswa yang beragam, yang dipengaruhi oleh latar belakang keluarga dan lingkungan sekolah sebelumnya. Persepsi siswa terhadap layanan BK umumnya positif, terutama ketika guru BK menerapkan pendekatan yang ramah dan empatik. Meski demikian, terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan, seperti keterbatasan waktu layanan dan kebutuhan untuk meningkatkan kompetensi konselor. Penelitian ini merekomendasikan evaluasi berkelanjutan melalui forum diskusi, peningkatan kompetensi guru BK melalui pelatihan profesional, dan pengembangan strategi kolaboratif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan layanan BK