Sustainable Urban Development and Environmental Impact Journal
Not a member yet
    23 research outputs found

    Studi ragam perspektif kebijakan pangan di Indonesia

    Get PDF
    Pendahuluan: Kebijakan pangan yang didasari perspektif ilmu lingkungan berarti berpegang pada prinsip dasar ekologi mengenai keanekaragaman, keterkaitan, kebergantungan, harmoni, dan keberlanjutan setiap komponen pada sistem pangan. Untuk menyelesaikan permasalahan pangan dalam kaidah keberlanjutan, perlu mendorong solusi-solusi yang environmentally non-degrading, technically appropriate, economically viable, dan socially acceptable. Metode: Penelitian dijalankan dengan mengumpulkan berbagai literatur terkait model perspektif pangan Indonesia. Metode yang digunakan adalah literatur review, yaitu proses pembacaan berbagai literatur yang telah dikumpulkan. Temuan: Pengelolaan kelembagaan dan proses kebijakan perlu diselaraskan secara lintas sektor dan lebih sistematis di seluruh sektor pertanian, lingkungan, energi, dan pembangunan, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional. Hal yang perlu diperhatikan adalah ketahanan pangan di Indonesia; ekosistem, sosial dan budaya; nexus air, energi, dan pangan; serta ecological footprint di Indonesia. Kesimpulan: Secara spesifik diperlukan kesadaran bahwa tantangan terbesar ada pada wilayah geografis yang tersebar di 17.000 pulau dengan kondisi fisik dan iklim yang berbeda. Setiap daerah memiliki kondisi daerah terpencil yang berbeda, sarana dan prasarana yang berbeda, cara komunikasi yang berbeda, dan tingkat pendidikan serta ekonomi yang berbeda pula, sehingga perlu untuk peka terhadap keanekaragaman nuansa tersebut dan menyesuaikan implementasi kebijakan terhadapnya

    Environmental carrying capacity modeling using system dynamics in the context of smart sustainable city: Jakarta case study

    Get PDF
    Introduction: In Jakarta, rapid urbanization and population increase have led to serious environmental problems such air pollution, water scarcity, and land degradation. Excessive economic activity and population growth are placing pressure on the city's environmental carrying capacity, which is leading to a decline in living standards and an increase in demand on natural resources. Green open space in Jakarta has decreased significantly, currently at 9.8%, below the minimum requirement of 30%. Methods: This study uses a system dynamics approach to assess Jakarta’s environmental carrying capacity in the context of a sustainable city.  Finding: The study shows that Jakarta’s land carrying capacity has decreased since 2018, with indications that water carrying capacity will decrease by 2032 if Jakarta do business as usual. Future scenario suggest that reducing the rate of land turnover and improving water flow will significantly improve the city’s environmental sustainability. For example, reducing land change by 20-40% can restore land carrying capacity by 2040. Conclusion: By implementing policies that focus on reducing land change and improving water infrastructure, Jakarta can improve the quality of life and quality of life for its residents. The novelty of this study is that it integrates the concept of smart sustainable cities with system dynamics modelling to assess environmental sustainability and provides a comprehensive framework that can be adapted by other cities facing similar challenges. The report highlights gaps in current practices, such as the need to better integrate water and green space infrastructure, advanced technologies for water management, and overall land restoration strategies.

    Peran kebijakan perhutanan sosial dalam penerapan agroforestry lada berkelanjutan di Kabupaten Belitung

    Get PDF
    Pendahuluan: Pengelolaan lahan hutan secara berkelanjutan adalah paradigma baru melalui pendekatan konservatif. Di sisi lain pengelolaan agroforestry lada dapat dikembangkan pada kawasana hutan yang telah dikelola, khususnya pada Kabupaten Belitung yang memiliki komoditas lada cukup besar. Metode: Penulisan ini menggunakan metode studi literatur untuk mendapatkan pemaham terkait peran kebijakan perhutanan sosial dalam penerapan agroforestry lada di Kabupaten Belitung. Metode studi literatur dilaksanakan dengan pengumpulan bahan bacaan yang berkaitan dengan tantangan, peluang, dan prospek agroforestry lada. Temuan: Pemerintah Indonesia berkeinginan agar kebijakan perhutanan sosial dapat mengatasi permasalahan ataupun konflik lahan, mengurangi laju perubahan tutupan lahan hutan, mengurangi kemiskinan sistemik, membangun batas, dan mendaftarkan tanah di kawasan hutan sebagai milik masyarakat. Selanjutnya, pemerintah berkeinginan untuk meningkatkan pengelolaan hutan dan restorasi di zona penyangga di kawasan kritis yang dilindungi. Kesimpulan: Dengan ini kebijakan perhutanan sosial diharapkan dapat membantu mengurangi tekanan dalam mengkonversi hutan menjadi usaha pertanian secara tunggal. Untuk itu, penerapan agroforestry sangat diperlukan, khususnya dalam menghasilkan manfaat lingkungan global lainnya sepertihalnya dalam melakukan konservasi keanekaragaman hayati

    18

    full texts

    23

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sustainable Urban Development and Environmental Impact Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇