E-Jurnal Universitas Swadaya Gunung Jati
Not a member yet
    3467 research outputs found

    JURIDICAL ANALYSIS FOR LEGAL HOLDERS OF PROPERTY RIGHTS CERTIFICATES IN CASES OF OVERLAPPING OF LAND

    No full text
    In living in society in modern times which are increasingly developing without limits, various kinds of inventions and innovations have touched everyday life, giving rise to various problems such as the right to own land. In regulating land ownership, the state must be present to overcome concerns about injustice in the acquisition and use of natural resources by the community. The state\u27s actions in supervising the use of natural resources are carried out by issuing a number of statutory regulations, namely Law Number 6 of 1960 concerning the Principles of Agrarian Affairs. The aim of the research is to find out how to prevent land overlapping cases that occur in people\u27s lives. The method used in this research is to use normative juridical research which is carried out by examining library materials or secondary materials. The conclusion of this study is that preventing land overlap is by improving the performance of good land administration, especially on land registration maps

    LEGAL ASPECTS OF CONVECTION-BASED MSME B3 WASTE MANAGEMENT VALUES OF LEGAL JUSTICE

    No full text
    Environmental pollution which can result further because in addition to environmental damage it also poses a hazard, namely specifically the presence of known hazardous and toxic waste. in Sukaraos Village, Cikijing District, Majalengka Regency, which can result in B3 waste pollution in its business so this needs attention from the central government and local governments. The author will review this research to find out related to legal studies in B3 waste management to realize legal justice and aspects of law enforcement carried out by the Majalengka Regency Environmental Service. the analysis is qualitative analysis. Majalengka Regency Regent Regulation Number 33 of 2019 related to the management of hazardous and toxic waste does not reflect legal justice for MSME business actors Convection this is due to the absence of obligations from the local government for the allocation of B3 waste management for business actors, difficult permits and management fees waste that is charged to business actors and is expensive. The aspects of law enforcement carried out by the Majalengka Regency Environmental Service are still not effective because there are factors in law enforcement itself, including legal factors, law enforcement factors, facilities factors, community factors and legal culture factors that have not been realized by the community. The conclusion of this study is that the existing regulations in Majalengka Regency and other regulations have not created legal justice for the perpetrators themselves because environmental law enforcement and protection of business actors have not been maximized due to several law enforcement factors that do not run optimally

    Pengembangan Media Powtoon dalam Pembelajaran IPA Sekolah Dasar

    No full text
    Abstrak. Tujuan Penelitian dalam penelitian ini adalah untuk mengembangkan media powtoon dalam pembelajaran IPA kelas IV SDN Krowe 1. Jenis penelitian ini adalah penelitian Research & Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Sampel dalam penelitian ini adalah 20 siswa kelas IV SD Negeri . Teknik pengumpulan data penelitian diperoleh melalui wawancara, angket validasi, angket respon dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media powtoon dalam pembelajaran IPA valid berdasarkan hasil penilaian ahli materi sebesar 86% (sangat valid), ahli media sebesar 84% (sangat valid), ahli bahasa sebesar 88% (sangat valid). Persentase keseluruhan dari ketiga ahli validasi tersebut adalah 86% yang dapat disimpulkan bahwa media powtoon sangat layak diuji cobakan pada siswa kelas IV. Tingkat kelayakan media powtoon dalam pembelajaran IPA berdasarkan penilaian angket respon siswa mendapatkan persentase 94% dengan kategori "sangat valid". Penilaian angket respon guru mencapai persentase 90% dengan kategori "sangat valid". Tingkat kelayakan media powtoon dalam pembelajaran IPA berdasarkan hasil tes evaluasi siswa setelah uji coba produk memperoleh rata-rata 83. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa dalam pembelajaran IPA menggunakan media powtoon dapat mempermudah siswa memahami materi.Kata kunci: Media Powtoon, Pembelajaran IPAÂ

    Menelaah Adaptasi Kebiasaan Baru Siswa Sebagai Wujud Perubahan Sosial Di Lingkungan Sekolah Dasar (penelitian di SD Negeri Sindang 1 Kabupaten Sumedang)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adaptasi dan kebiasaan baru yang dilakukan dilingkungan sekolah dasar dimasa pandemik Covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan melakukan wawancara kepada responden yang sesuai dengan persyaratan. Teknik yang digunakan yaitu teknik dokumentasi untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber dan informasi. Jenis data berupa data sekunder hasil penelitian terdahulu dan informasi yang bersumber dari media dan berita. Ditemukan bahwa Pandemi Covid-19 berhasil mengubah kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari baik di rumah, di sekolah, di tempat kerja, di jalan, di tepat ibadah dan dimanapun. Kebiasaan baru untuk hidup lebih sehat harus terus menerus dilakukan  di  masyarakat  dan  setiap  individu,  sehingga  menjadi  norma  sosial  dan  norma  individu  baru  dalam kehidupan  sehari  hari.  Maka  adaptasi  kebiasaan  baru yang dilakukan di lingkungan  SD Negeri Sindang 1 Kabupaten Sumedang adalah dengan  tetap  memakai  masker,  jaga  jarak  dan  rajin  mencuci tangan.Kata Kunci:Adaptasi kebiasaan baruPerubahan sosialSekolah Dasa

    MARKETING COMMUNICATION STRATEGY OF AIRPLANE TICKET SALES AT PT.TX TOUR AND TRAVEL GORONTALO BRANCH

    No full text
    Communication in the business world is significantly considered capable of overcoming various problems faced by a company.  Various strategies are needed to survive every business challenge today.  Communication strategies play a significant role in marketing goods or services. This study aims to find and analyze the marketing communication strategy of airplane ticket sales at PT TX Tour and Travel Gorontalo Branch. This study applies a descriptive qualitative method. Data collection is done through observation and interviews. The result of this study is that the owner and employees of the company have carried out some marketing communication strategies (Morissan, 2010), namely: 1) Direct marketing through direct offers to potential customers of products or services. 2) Sales promotion is carried out through discounts for a minimum purchase of 20 airplane tickets. 3) Advertising is carried out actively in the form of promotions on social media. 4) Personal selling carried out is in the form of face-to-face communication with customers walking in directly. 5) Public Relations is only carried out through public relations activities with a general pattern because PT TX Tour and Travel Gorontalo Branch does not have a special public relations division. Marketing communication applied by PT TX Tour and Travel Gorontalo Branch has the strength to survive amid development and competition. However, PT TX Tour and Travel Gorontalo Branch still has weaknesses that need to be improved again with new, more innovative strategic planning techniques to face competition in the travel tourism business. Keywords: marketing communication, airplane ticket sale

    PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MELENGKAPI MEDIA PEMBELAJARAN SERBANEKA DI SEKOLAH

    No full text
    Media pembelajaran serbaneka di sekolah-sekolah di setiap daerah di Indonesia tentu dapat terpenuhi jika daerah-daerah tersebut dengan kota, atau terletak di ibukota provinsi, hal ini menjadi kendala tersendiri bagi sekolah-sekolah yang ada di pelosok atau masuk kategori 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria kelengkapan media pembelajaran serbaneka di sekolah dan upaya yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah dalam melengkapi media pembelajaran serbaneka di sekolah. Tipe peneltian ini menggunakan penelitian deskriptif yakni suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, berupa bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena lainnya. Fenomena tersebut kemudian disajikan secara apa adanya dan diuraikan secara jelas dan gamblang tanpa manipulasi, hasil penelitian kemudian dilakukan proses pengolahan data menjadi suatu informasi baru, agar karakteristik data tersebut menjadi lebih mudah dimengerti dan berguna dalam mencari solusi permasalahan dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria kelengkapan media pembelajaran serbaneka di sekolah adalah dengan adanya ketersediaan papan dan display, media tiga dimensi, media teknik dramatisasi, adanya akses ke sumber belajar pada masyarakat, serta adanya media belajar terprogram (media yang tidak memerlukan keahlian khusus misalnya, media yang memerlukan keahlian khusus misalnya, dan media yang tidak bergantung kehadiran guru misalnya). Adapun upaya yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah dalam melengkapi media pembelajaran serbaneka di sekolah adalah pemerintah daerah dapat berkolaborasi dengan pemerintah pusat dalam mewujudkan pendidikan yang dapat diakses masyarakat, media pembelajaran (serbaneka) yang lengkap guna menunjang kegiatan pembelajaran, serta pemerataan kualitas Pendidikan di setiap wilayah yang ada di Indonesia, tentunya dengan lebih memberikan perhatian terhadap wilayah 3T sehingga 62 daerah (kabupaten) dapat merasakan akses yang sama di sektor Pendidikan, khususnya sasaran dana operasional sekolah harus tepat digunakan untuk memenuhi sarana dan prasarana pembelajaran dalam menunjang kegiatan pembelajaran

    MODAL SOSIAL MASYARAKAT KOMUNITAS ADAT TERPENCIL GORONTALO

    No full text
    Penelitian ini ingin mengurai kehidupan masyarakat Komunitas Adat Terpencil dengan melihat kekuatan modal social mereka, Peneliti melihat modal social sebagai sumber kekuatan masyarakat Adat Terpencil dapat menjadi wadah dalam mengatur untuk kepentingan bersama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data utama adalah wawancara mendalam. Selain itu, peneliti juga menggunakan teknik pengumpulan observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori modal social Putnam sebagai pisau analisis. Penelitian ini menemukan bahwa masyarakat komunitas adat terpencil memiliki modal social yakni kepercayaan, jaringan dan norma. Pada kepercayaan masyarakat berusaha membangun kepercayaan antar masyarakat karena merasa merupakan satu kesatuan yang tentunya di dukung dengan jaringan yang dibangun dengan kerabat dekat. Mereka lebih memilih untuk berkomunikasi atau berjejaring dengan orang-orang yang sudah dikenal karena memudahkan mereka dalam bekerjasama. Terakhir norma yang dibangun yakni ada kesepakatan timbal balik antar masyarakat, yakni untuk saling membantuk yang dikenal dengan sistim huyula

    INEFEKTIVITAS PROGRAM FOOD ESTATE KABUPATEN GUNUNG MAS: SEBUAH ANALISIS DIAGRAM POHON

    No full text
    The Indonesian government has made efforts to create food security to ensure that all people obtain food in the appropriate quantity and quality, such as through the Food Estate Program. One of the food estate programs is carried out in Gunung Mas Regency, Central Kalimantan. However, in practice, the food estate in Gunung Mas Regency still experiences various ineffectiveness in its implementation. Based on these problems, this article aims to analyze the implementation of the Gunung Mas Regency food estate program as an effort to realize the sustainability of food security. The article uses a qualitative descriptive analysis method. Data collection techniques were carried out with document studies in the form of secondary data derived from various sources such as online media news, electronic publication data, and other credible sources. Data analysis was carried out using the tree diagram method to identify the cause and effect of the food estate program. The results of this paper conclude that there are still several ineffectiveness problems in the food estate program in Gunung Mas Regency, such as the top-down approach in program implementation, limited agricultural supporting facilities and infrastructure, and efforts to proletarize farmers. Therefore, a collaboration-based approach is key in achieving sustainable food security

    ANALISIS PENGARUH KONFLIK TERHADAP PSIKOLOGIS TOKOH UTAMA AGNES DALAM NOVEL MY IDIOT BROTHER KARYA AGNES DAVONA

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya ketertarikan dan bertujuan untuk mengetahui lebih dalam kepribadian Angel dan pengaruh konflik yang dialaminya sebagai tokoh utama dalam novel My Idiot Brother karya Agnes Davonar. Penelitian ini menggunakan teori psikoanalisis Sigmud Freud dengan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berupa alur cerita dalam novel, yaitu novel My Idiot Brother karya Agnes Davonar. Kemudian data dalam penelitian ini berupa paragraf-paragraf yang menunjukan aktivitas, perbuatan dan perilaku tokoh yang terdapat dalam novel. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kartu data. Teknik pengumpulan data dengan cara membaca, mencatat, dan memahami suatu kondisi kepribadian tokoh utama dalam novel tersebut. Teknik yang digunakan peneliti untuk menganalisis data adalah teknik analitis dengan pendekatan psikolog. Hasil penelitian ini yaitu (1) kepribadian tokoh utama Angel meliputi; Id (berani, ketus, pemalas, pelupa, sabar, egois, penyayang), Ego (pemarah, angkuh, kekanak-kanakan, tidak percaya diri), Superego (pemaaf dan pembohong). (2) pengaruh konflik yang dialami tokoh utama meliputi; konflik internal (pertentangan batin, amarah yang terpendam, kesedihan, dan emosi terpendam), konflik eksternal (Penindasan, perundungan, perkelahian, dan pengroyokan)

    ANALISIS SOCIOMATHEMATICAL NORM PESERTA DIDIK TINGKAT SMP BERDASARKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah mengungkap sociomathematical norm peserta didik SMP berdasarkan kemampuan pemecahan masalah matematis. Sociomathematical norm yaitu peserta didik dapat memahami dan membangun pengetahuan serta dapat menyesuaikan diri ketika interaksi sosial. Sociomathematical norm itu erat kaitannya dengan kepercayaan diri atau keyakinan peserta didik terhadap aktivitasnya disaat pembelajaran matematika berlangsung. Oleh karena itu sociomathematical norm perlu diungkap. Dalam pembelajaran matematika tentu adanya permasalahan matematis yang harus diselesaikan, seperti soal-soal yang diberikan. Kemampuan pemecahan masalah matematis itu adalah kemampuan yang digunakan untuk menyelesaikan suatu permasalahan dengan menggunakan strategi yang didapatkan. Ketelitian dan keuletan peserta didik pun menjadi pemicu utamanya. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pemilihan subjek penelitian didasarkan pada kemampuan pemecahan masalah matematis pada tingkat tinggi, sedang dan rendah. Selanjutnya instrumen yang digunakan untuk mengungkap sociomathematical norm yaitu menggunakan angket sociomathematical norm. Analisis data sociomathematical norm menggunakan teknik triangulasi metode yaitu, angket, observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian bahwa peserta didik dengan kemampuan pemecahan masalah tinggi memiliki sociomathematical norm tinggi, peserta didik dengan kemampuan pemecahan masalah sedang memiliki sociomathematical norm sedang. Peserta didik yang memiliki tingkat tinggi dan sedang mencakup semua indikator sociomathematical norm. Sedangkan peserta didik dengan kemampuan pemecahan masalah rendah memiliki sociomathematical norm rendah yang mencakup satu indikator.Kata Kunci: Sociomathematical Norm, Kemampuan, Pemecahan Masalah Matematis, Sekolah Menengah Pertama

    0

    full texts

    3,467

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal Universitas Swadaya Gunung Jati
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇