E-Jurnal Universitas Swadaya Gunung Jati
Not a member yet
3467 research outputs found
Sort by
Aplikasi MyPertamina Sebagai Sistem Elektronik Ditinjau dari Ketentuan UU ITE
Society 5.0 dalam revolusi industri 4.0 menawarkan suatu masyarakat yang berorientasi atau berpusat pada keseimbangan antara manusia dalam memanfaatkan kemajuan teknologi untuk beraktivitas melalui sistem yang mengintegrasikan dunia maya dengan dunia fisik. Salah satunya dalam mensukseskan kebijakan Pemerintah dimana mensejahterakan seluruh lapisan masyarakat dengan mengeluarkan aplikasi MyPertamina untuk pembelian BBM bersubsidi agar tepat sasaran. Tujuan penulisan ini untuk menganalisa aspek hukum dari aplikasi MyPertamina ditinjau dari ketentuan UU ITE sbagai pedoman peraturan hukum di bidang Informasi dan Teknologi Elektronik. Metode pendekatan yang digunakan adalah metode penelitian hukum normatif, mengingat penulis hanya memperoleh data sekunder yang ada hubungannya dengan permasalahan yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian, aplikasi MyPertamina termasuk suatu Sistem Elektronik sesuai rumusan Pasal 1 angka 5 UU ITE yang menyimpan dan mengirimkan data elektronik terkait pembelian BBM bersubsidi. Selanjutnya MyPertamina dibuat dan diselenggarakan oleh PT. Pertamina Patra Niaga sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dalam lingkup publik sesuai rumusan Pasal 1 angka 6a UU ITE juncto Pasal 2 ayat (2) PP PSTE Nomor 71 Tahun 2019. Dengan demikian pembelian BBM bersubsidi melalui aplikasi MyPertamina dianggap sebagai transaksi elektronik sesuai rumusan Pasal 1 angka 2 UU ITE. Kemudian dari peristiwa yang dialami oleh salah satu SPBU, maka dapat disimpulkan bahwa perbuatan tersebut telah melanggar salah satu ketentuan mengenai perbuatan yang dilarang yaitu Pasal 35 UU ITE dengan ancaman hukuman ditetapkan dalam Pasal 53 ayat (1) UU ITE
Pemanfaatan Boardgame Geometry At Home Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Geometri Siswa SMP
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh boardgame terhadap hasil belajar geometri siswa. Penelitian ini dikategorikan penelitian eksperimental. Populasi yang digunakan adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ngargoyoso tahun ajaran 2021/2022. Sampel yang digunakan adalah kelas VIII A dengan jumlah siswa 30 dan kelas VIII B dengan jumlah siswa 29. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Teknik Pengumpulan data yang digunakan berupa metode tes untuk mengukur hasil belajar siswa dan metode angket untuk mengukur level keaktifan belajar siswa. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas metode Liliefors bertujuan untuk mengetahui sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal, uji homogenitas metode Bartlett bertujuan untuk menguji populasi mempunyai variansi yang sama, kemudian analisis variansi dua jalan sel tak sama, dilanjutkan uji pasca anava dengan uji komparasi ganda metode Scheffe.Kata Kunci: Boardgame, Hasil Belajar, Geometri
Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik dalam Pendekatan Comprehensive Mathematics Instruction
Abstrak. Rendahnya kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah melatarbelakangi dilakukannya penelitian ini. Alternatif upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut salah satunya dengan menerapkan pendekatan Comprehensive Mathematics Instruction (CMI). Tujuan dari penelitian ini yaitu pengaruh pendekatan CMI terhadap pemecahan masalah peserta didik. Digunakan metode pre-eksperimen dengan populasi yang diambil adalah peserta didik kelas V SD di Kabupeten Sumedang. Teknik pengambilan sampel melalui teknik purposive sampling, digunakan satu kelas sebagai sampel penelitian yang berjumlah 28 orang. Tes kemampuan pemecahan masalah adalah instrument yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan pendekatan CMI memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik.Kata Kunci: Pemecahan Masalah, Comprehensive Mathematics Instruction (CMI), Peserta Didik
Pengembangan Instrumen Tes Kemampuan Translasi Representasi Matematis Mahasiswa Pada Materi Program Linear
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan tes kemampuan translasi representasi matematis mahasiswa pendidikan matematika pada materi program linear. Metode penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan instrumen menggunakan tujuh langkah dalam mengembangkan tes. Tahapan penelitian yang terdiri dari preliminer, evaluasi dan revisi, serta konfirmasi merupakan adaptasi dari tujuh langkah tersebut. Tahap preliminer memuat empat langkah pertama, yaitu mendefinisikan konstruk yang diukur, mendefinisikan populasi target, mengkaji tes-tes yang berkaitan, dan mengembangkan prototipe. Tahap kedua memuat langkah ke lima dan ke enam; mengevaluasi prototipe, memperbaiki tes. Tahap konfirmasi memuat langkah ketujuh, mengumpulkan bukti yang mendukung reliabilitas dan validitas instrumen. Pada tahap evaluasi dan revisi terdapat validasi dari ahli yang data kuantitatifnya dianalisis dengan metode Gregory dan data uji coba lapangan diolah dengan aplikasi winstep. Pengolahan data dari uji lapangan menghasilkan satu indikator tidak dapat digunakan untuk mengukur kemampuan translasi pada indikator dari representasi verbal ke representasi simbolis. Produk akhir berupa instrumen kemampuan translasi representasi matematis mahasiswa yang terdiri dari empat buah soal uraian. Materi program linear mencakup pemodelan program linear, penyelesaian program linear menggunakan metode grafik dan simpleks, primal dan dual, serta kasus khusus pada program linear dengan delapan indikator.Kata Kunci: Translasi Representasi, Instrumen Representasi, Program Linear, Pengembangan Tes
PENGARUH EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP PERTUMBUHAAN FOLIKEL RAMBUT PADA LUKA INSISI TIKUS PUTIH JANTAN
Latar Belakang : Batang rambut merupakan struktur keratin keras yang dihasilkan oleh bangunan epitelial berbentuk kantung yaitu folikel rambut. Rambut yang tebal, panjang, hitam, berkilau dan sehat merupakan keinginan setiap orang, namun tidak semua orang dapat memilikinya. kebotakan juga dapat terjadi apabila kulit mengalami jejas. Pada kondisi ini, kulit akan kehilangan struktur folikel rambut, sehingga pertumbuhan rambut menjadi bermasalah. Salah satu tanaman yang diduga mampu meningkatkan pertumbuhan rambut adalah daun kelor (Moringa oleifera). Tanaman kelor mengandung gizi yang sangat tinggi yang mampu menjadi terapi fitofarmaka. Tujuan : Untuk membuktikan pengaruh ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) terhadap pertumbuhan folikel rambut pada luka insisi pada tikus putih jantan. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian post test only control group design. Menggunakan 24 ekor tikus putih jantan (Rattus norvegicus) Galur Sprague dawley yang dikelompokan menjadi empat perlakuan berbeda. Perlakuan dibagi atas kelompok K: kontrol negatif (tidak diberi apa-apa), P1: ekstrak kelor 50%, P2: ekstrak kelor 75%, P3: ekstrak kelor 100%. Hasil : Hasil dari penelitian ini adalah pemberian ekstrak kelor 100% berpengaruh terhadap pertumbuhan budding folikel rambut pada luka insisi tikus putih jantan. Simpulan : Terdapat perbedaan hasil dari tiap-tiap kelompok perlakuan dari masing-masing dosis ekstrak daun kelor dan yang paling berpengaruh terhadap jumlah budding folikel pada luka insisi tikus putih jantan adalah dosis 100%
PENGEMBANGAN MEDIA MULTIMODALITAS BERBASIS WEB DALAM MENGENAL BENTUK BANGUN DI KELAS RENDAH JENJANG SEKOLAH DASAR
Pembelajaran di sekolah mulai disesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi. Sejalan dengan tuntutan pendidikan saat ini yang mengarah pada pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi, pendidik harus mampu atau memiliki keterampilan dalam pemanfaatan tekhnologi. Salah satu cara pengembangan media pembelajaran agar dapat menarik motivasi belajar peserta didik yakni penggunaan media multimodalitas berbasis web dalam mengenal bentuk bangun. Media pembelajaran multimodalitas dapat menyajikan media audio, media video, media buku elektronik dan media dalam bentuk aplikasi permainan dalam satu waktu. Namun, dari pemanfaatan website masih belum maksimal dan masih banyak pendidik yang mengabaikannya. Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti bertujuan untuk mengembangan media pembelajaran multimodalitas berbasis web di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Model UTAUT2 menunjukkan bahwa behavior intention, use behavior, performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions, hedonic motivation, price value, dan habit. Penelitian dilakukan di Kabupaten Cirebon dengan populasi 90 guru sekolah dasar dan jumlah sampel minimal 80. Penelitian dilakukan dengan analisis jalur struktur model persamaan (SEM) PLS. Hasil peneliitian menunjukkan bahwa Faktor Effort Expectancy, Hedonic Motivation, dan Percive Learning Oportunitis merupakan variabel yang berpengaruh besar. ICT Usage Habists merupakan variabel yang memiliki pengaruh sedang. Variabel Facilitating Conditions, Performance Expectancy, dan Social Influence merupakan faktor yang memiliki pengaruh yang sangat minim bahkan tidak berpengaruh
VILLAGE GOVERNMENT IMPLEMENTATION BASED ON LAW NUMBER 6 OF 2014
The purpose of this research is to find out how the village government functions in carrying out village autonomy. Based on Law no. 6 of 2014 concerning Village Autonomy and how the concept of village financial management is based on Law no. 6 of 2014 concerning Village Autonomy. This study uses normative legal research methods so that it can be concluded: 1. The government and BPD are village administrations that have a very important role in administering village governance. With the existence of Law Number 6 of 2014 in its implementation it reflects village genuine autonomy, democratization, participation and diversity as the foundation of village thinking. The village government is the village head and village apparatus as elements of village administration. Meanwhile, village officials consist of a village secretariat led by a village secretary, field technical implementers and regional elements adapted to the needs and conditions of the local region. 2. The concept of village finance is almost the same as the concept of state finance, carried out through the Village Revenue and Expenditure Budget mechanism, which consists of the village revenue, expenditure and financing sections, which are carried out by the Village Head and his apparatus which are discussed jointly with the Village Consultative Body. Village financial management has juridical implications for the Village Head and the Village Consultative Body to be able to compile, authorize, implement, supervise and be accountable for village financial management. If there is negligence or intentional action, it will result in accountability both administratively and criminally. Regency/City Governments are obliged to allocate a budget for village finances, as well as provide guidance and supervision
THE JURIDICAL ASPECT OF THE PROTECTION OF TRADEMARK RIGHTS AGAINST HOMONYMOUS SIMILARITY IS LINKED TO THE ONLINE TRADEMARK REGISTRATION SYSTEM
For producers, brands are used as a sign of identity or self-description for their products which can be a differentiator for one product and another as well as leg earrings used by songbird breeders which can be a differentiator between one songbird and another, because the brand can be a differentiator, actually the brand can be a deterrent to unhealthy business competition, Because consumers can also distinguish the source or origin of a product seen from one brand to another based on the taste, quality, quantity, and superiority of each brand with the goods or services offered The development of the times in the era of globalization makes level 7 buyer satisfaction not only determined by the quality of the goods or services used, but also seen from the satisfaction of one\u27s prestige in using famous brands. Not infrequently in people\u27s social life there is an assumption that the brand of goods or services used can show the social status of the brand user.1 so that the brand finally has valuable commercial capabilities for producers. Although there are laws governing this trademark right, there are still many individuals who unlawfully imitate or plagiarize other people\u27s brands. Many trademarks of trade products, especially those that are well known in the community, are plagiarized, imitated, made to resemble both in terms of writing and pronunciation, or even blatantly used unlawfully, so that this causes harm to producers and consumers who think the goods they buy are genuine goods, but it turns out to be fake
LEGAL ASPECT OF DOCTORS\u27 RESPONSIBILITY IN PRESCRIPTION
Indonesia is a country of laws so that to run a country and protect human rights must be based on law where the basic rules are regulated in the 1945 Constitution. This becomes a guideline for making regulations under it.Formulated in Article 4 of Law 36/2009 which states that "Everyone has the right to health". This concept of the right to health refers to the meaning of the right to obtain health services from health facilities in order to realize the highest degree of health..The profession of a doctor is related to the safety and health of other people, the main basis for doctors to be able to perform medical actions on other people is knowledge, technology and competence. lead to errors in therapy to the detriment of other people and institutions
Implementasi Kerangka Aksi Mitigasi Bencana Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Dasar Penyelenggara Pendidikan Inklusif
Abstrak. Pelaksanaan program mitigasi bencana bagi peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah inklusi perlu mendapatkan perhatian serius. Anak berkebutuhan khusus merupakan kategori rentan dalam suatu bencana. Kegiatan mitigasi bencana di sekolah inklusi idealnya memuat persiapan prabencana, ketika terjadi bencana, hingga pasca bencana dan adanaya evaluasi yang komprehensif yang melibatkan seluruh warga sekolah dan pemangku kepentingan dalam situasi kebencanaan dalam mempersiapkan warga sekolah termasuk siswa berkebutuhan khusus dalam menghadapi bencana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesiapan sekolah inklusi dalam rangka mempersiapkan siswa berkebutuhan khusus saat terjadinya bencana di sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif di sekolah dasar penyelengara program pendidikan inklusif di Klaten Jawa Tengah terhadap kesiapsiagaan bencana. Sebanyak 8 guru dan 4 siswa menjadi responden dalam penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar guru dan siswa berkebutuhan khusus telah memiliki kecakapan dalam perencanaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana di lingkungan sekolah. Kata Kunci: Mitigasi Bencana, Sekolah Inklusi, Siswa Berkebutuhan Khusus