E-Jurnal Universitas Swadaya Gunung Jati
Not a member yet
3467 research outputs found
Sort by
ETHNOMATHEMATICS: EXPLORATION IN KAJANG LAKO HOUSE
This study aims to identify and describe the mathematical concepts contained in the Kajang Lako Jambi House. This research is a qualitative research using an ethnographic approach. The instruments used in this study were humans as the main instrument, observation guidelines, interview guidelines, documentation, and field notes. Collecting data in this study using observation, interviews, documentation, and field notes. Data analysis techniques were carried out by data reduction, data presentation, and Conclusion Drawing/Verification of Data. The results of this study describe the architectural design of Kajang Lako Jambi House. In the architecture of the Kajang Lako Jambi House, many geometric shapes are applied, including the heads of the stairs on the Kajang Lako Jambi House stairs in the form of cubes, handrails on the stairs, krawo, and Jambi traditional aisle chairs in the house in the form of blocks, the roof of the house as a whole is in the form of triangular prisms, the roof Jambi traditional aisles are in the form of a rectangular pyramid, square windows, doors, carved frames, and the sloping sides of a rectangular roof, then a roof covering called tedeng/tebarlayar which is triangular in shape. Apart from that, the counting of the steps on the steps of the Kajang Lako House applies the concept of a number pattern, as well as the carvings on the house, doors and window screens using the concept of reflection. These are all mathematical concepts that can introduce mathematics learning through local culture.Keywords: Ethnomathematics, Mathematics, Kajang Lako Hous
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA TEDHAK SITEN ADAT JAWA
Perkembangan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut peran aktif matematika dalam berbagai bidang. Namun, matematika sering dianggap abstrak dan tidak langsung terkait dengan kehidupan sehari-hari. Metode etnomatematika menghubungkan budaya dengan matematika dan bisa menjadi solusi untuk meningkatkan pemahaman siswa. Studi ini berfokus pada eksplorasi etnomatematika dalam upacara tradisional Jawa "Tedhak Siten" di Sumatera Utara. Menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi, prosesi dan konsep matematika dalam upacara ini dijabarkan dan dianalisis. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa ada berbagai aplikasi konsep ilmu matematika seperti menghitung waktu pelaksanaan Tedhak Siten, konsep peluang dalam salah satu tahapannya, dan konsep geometri dalam alat yang digunakan dalam tahapannya. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat membantu guru mengajar matematika dengan cara yang lebih kontekstual dan menarik. Siswa juga dapat lebih mudah menghubungkan konsep matematika dengan kehidupan sehari-hari mereka, memahami relevansi dan kegunaan matematika dalam kehidupan nyata, dan siswa dapat menghargai dan melestarikan budaya bangsa
KEDUDUKAN ORGANISASI ADVOKAT DALAM SISTEM KEKUASAAN KEHAKIMAN
Profesi advokat dikenal sebagai profesi yang mulia (officium nobile). Disebutnya advokat sebagai profesi yang mulia karena advokat mengabdikan dirinya serta kewajibannya kepada kepentingan masyarakat dan bukan semata-mata karena kepentingannya sendiri. Namun harus diakui, bahwa kenyataannya saat ini advokat yang merupakan officium nobile sepertinya hanya tinggal masa lalu, terlebih setelah terbitnya SKMA Nomor 73/KMA/ HK.01/IX/ 2015 yang secara jelas seolah mengubah single bar system sebagaimana diamanatkan UU Advokat, menjadi multi bar system. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif. Hasil penelitian menunjukan Kedudukan hukum organisasi advokat pasca terbitnya SKMA Nomor 73/KMA/ HK.01/IX/2015 menunjukkan bahwa secara de facto organisasi advokat direpresentasikan dalam model multi bar oleh PERADI dan Kongres Advokat Indonesia (KAI) serta banyaknya organisasi advokat baru, sedangkan secara de jure merepresentasikan model single bar oleh Perhimpunan Organisasi Advokat (dalam hal ini oleh PERADI). Terbitnya SKMA Nomor 73/KMA/ HK.01/IX/2015 menimbulkan pro dan kontra serta memunculkan dampak positif dan negatif, di satu sisi tersebar dan meratanya profesi advokat di seluruh wilayah Indonesia sehingga kebutuhan masyarakat terhadap jasa advokat dalam mencari keadilan akan bisa didapat dengan mudah. Namun di sisi lain, justru masyarakat menjadi lebih tidak terlindungi karena seolah-olah Advokat tidak lagi terikat pada UU Advokat dan Kode Etik yang telah memberikan standarisasi tersendiri bagi Advokat
SOSIALISASI SISTEM ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN PADA MASYARAKAT DESA MONCONGLOE LAPPARA
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan mengatur bahwa setiap penduduk mempunyai hak untuk memperoleh dokumen kependudukan. Negara hadir dengan pengadaan sistem administrasi kependudukan untuk memberikan perlindungan dan pemenuhan hak asasi setiap penduduk yang berada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia tanpa diskriminasi pelayanan publik. Adapun permasalahan di Desa Moncongloe Lappara, Kecamatan Moncongloe, kabupaten Maros, yaitu cakupan kepemilikan KTP-el yang belum merata dan masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam melaporkan peristiwa pencatatan sipilnya maupun setiap perubahan data pribadi kependudukannya. Kegiatan sosialisasi hukum ini merupakan solusi terbaik yang dapat ditawarkan, sehingga metode pelaksanan yang digunakan adalah ceramah dan diskusi interaktif antara narasumber dan masyarakat desa. Disdukcapil Maros, membuat terobosan baru dalam pelayanan administrasi kependudukan berupa aplikasi: pertama, pelayanan Administrasi Kependudukan Terintegrasi Keliling (Pakintaki) yaitu pelayanan yang diperuntukkan bagi desa-desa pelosok dan desa yang memiliki berbagai ragam lapis masyarakat yang menghadapi kesukaran dalam pengurusan dokumen catatan sipil di waktu kerja serta masyarakat desa terkena bencana alam yang menyebabkan kehilangan dokumen kependudukannya; kedua, Program Tanggap Dukcapil (Tandu) yaitu pelayanan bagi masyarakat yang menghadapi kesulitan karena faktor lansia, kesehatan, disabilitas, dan lain-lain berupa perekaman KTP dan KK; ketiga, Pelayanan Ojek Melayani Dokumen Kependudukan (OM Duk) yaitu dokumen kependudukan yang telah dicetak oleh Tim Tandu akan dibawa oleh OM Duk
TINJAUAN HUKUM PENERAPAN SERTIFIKASI HALAL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 33 TAHUN 2014 TENTANG JAMINAN PRODUK HALAL
Sertifikasi halal memiliki peran penting dalam suatu produk sebagai bukti bahwa produk tersebut tidak mengandung bahan-bahan yang dilarang dan telah memenuhi syarat pengolahan sesuai dengan Syariat Islam. Keberadaan sertifikasi halal akan meningkatkan minat konsumen muslim dengan label halal pada kemasan produk yang mereka pilih sebagai jaminan mutu dan kualitas dari produk tersebut sehingga dapat memberi keamanan, kenyamanan, keselamatan, dan kepastian bagi masyarakat. Selain itu, sertifikasi halal sebagai jaminan produk halal menjadi Unique Selling Point bagi pelaku usaha sehingga dapat meningkatkan nilai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Negara menyiapkan regulasi Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal yang disempurnakan lagi dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja. Perincian produk hukum ini selanjutnya melalui Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal dan Keputusan Menteri Agama Nomor 982 Tahun 2019 tentang Layanan Sertifikasi Halal. Kurangnya informasi dan pemahaman hukum masyarakat perihal kebijakan pemerintah tentang kewajiban sertifikasi halal, di Kecamatan Soreang, Kota Parepare merupakan masalah dan tantangan tersendiri guna mewujudkan program Pemerintah Kota Parepare dalam pengembangan Kawasan Wisata Kuliner Halal. Metode pelaksanaan kegiatan adalah ceramah dan diskusi interaktif antara masyarakat, pelaku UMKM, perangkat pemerintah kota, dan narasumber. Sertifikat halal merupakan garansi kepastian atas kehalalan produk yang diperjualbelikan. Apabila produk yang diperdagangkan tersebut adalah halal, maka wajib bersertifikat halal, terkecuali bagi pelaku usaha yang memproduksi barang dengan unsur-unsur yang dianggap haram menurut syariat Islam, maka wajib mencantumkan keterangan tidak halal (label non-halal) berupa gambar, tanda, dan/atau tulisan
MODEL PENYELESAIAN PERKARA KECELAKAAN LALU LINTAS KORBAN MENINGGAL DUNIA DAN LUKA BERAT
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Untuk mengetahui dan menganalisis faktor penyebab Kecelakaan lalu lintas korban Meninggal Dunia Dan Luka Berat di Kabupaten Pohuwato dan upaya penyelesaian yang sesuai Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22 Tahun 2009 serta model penyelesaian perkara kecelakaan lalu lintas korban meninggal dunia dan luka berat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah normative. Dalam penelitian ini, digunakan beberapa pendekatan, yaitu pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan kasus, dan pendekatan sosiologi hukum (yuridis sosiologis). Hasil penelitian (1) Upaya penyelesaian Perkara kecelakaan lalu lintas Korban Meninggal Dunia Dan Luka Berat sesuai Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 235 ayat (1) UU LLAJ yang berbunyi: Jika korban meninggal dunia akibat Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (1) huruf c. (2) Model penyelesaian perkara kecelakaan lalu lintas korban meninggal dunia dan luka berat perdamaian menjadi alternatif penyelesaian kasus kecelakaan lalu lintas karena adanya kesadaran dari kedua pihak untuk menjalin hubungan baik antara keluarga pelaku maupun korban kecelakaan
PENGARUH PROMOSI DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN PADA JAJANAN KAKI LIMA DI DAERAH TANGERANG MELALUI PESAN ANTAR ONLINE (GO FOOD, GRAB FOOD, SHOPEE FOOD, DAN TRAVELOKA FOOD)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh promosi dan harga terhadap keputusan pembelian pada jajanan kaki lima melalui pesan antar online di daerah citra raya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data yang digunakan berasal dari kuisioner yang berjumlah 102 responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda menggunakan software SPSS statistic 26 for windows. Dari hasil penelitian yang didapatkan bahwa promosi dan harga mempengaruhi keputusan pembelian pada jajanan kaki lima melalui pesan antar online. Hal ini dapat diketahui berdasarkan nilai uji T (Parsial) yang diperoleh dari nilai signifikasi sebesar 0.000. Berdasarkan hasil analisis uji F dapat diketahui bahwa Promosi (X1) dan Harga (X2) secara simultan berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian pada jajanan kaki lima melaui pesan antar online. Hasil yang didapatkan sebesar 0.000 < 0.05
PERTUMBUHAN EKONOMI, INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DAN KEMISKINAN : BUKTI DARI PROVINSI BENGKULU
This study aims to investigate relationship economic growth and the human development index and poverty in Bengkulu Province between 2011 and 2021. Associative descriptive research techniques use secondary data from the Central Bureau of Statistics. The material breakdown employed Eviews 12 application is panel data regression analysis. The study\u27s findings demonstrate how poverty in Bengkulu Province is both directly impacted. In the partial, poverty in Bengkulu Province is positively and insignificantly impacted by Economic Growth. Than, poverty in Bengkulu Province is negatively and significantly impacted by Human Development Index. In the simultaneously, poverty in Bengkulu Province is significantly impacted by both the economic growth and human development index
DESAIN BAHAN AJAR BERORIENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH
This study aims to determine the development of teaching materials oriented to problem-based learning models to improve problem-solving skills. To find out student responses to module teaching materials that are oriented to problem-based learning models. Knowing the increase in students\u27 problem-solving skills after using module teaching materials in the learning process. The sample in the study was IPS class X students at SMAN 1 Tukdana, Indramayu Regency with a total of 24 students. This research is a product development research or Research and Development (R&D). The research design that the authors use is the ADDIE development model. The results of the feasibility test showed that the module teaching materials were suitable for use in the learning process by obtaining a percentage of 89%, including the very valid category. The results of student responses to the module teaching materials were good, with a percentage of 83.38%. The N-gain results of the use of teaching materials in the learning process can increase students\u27 problem-solving abilities by 0.49, included in the medium category, the t-test results show t_count≥t_table or 13.482 ≥ 2.093 then Ha is accepted and Ho is rejected, thus the teaching material is oriented problem-based learning can improve the problem-solving skills of class X IPS SMA Negeri 1 Tukdana, Indramayu Regency
Komik Digital Berbasis Keberagaman Budaya Indonesia Sebagai Media Literasi Siswa Sekolah Dasar
Abstrak. Penelitian ini bertujuan menyusun  komik digital berbasis keberagaman budaya Indonesia sebagai media literasi siswa sekolah dasar. Hal ini dilakukan karena berdasarkan hasil analisis awal membuktikan bahwa media yang digunakan oleh guru masih tradisional. Guru hanya memanfaatkan media pembelajaran seadanya, seperti penggunaan media gambar atau media tradisional lainnya, bahkan tekadang dalam proses pembelajaran guru tidak menggunakan media. Kondisi tersebut menyebabkan siswa merasa jenuh dalam proses pembelajaran. Kejenuhan yang dialami oleh siswa berpengaruh juga terhadap hasil dan motivasi siswa dalam pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut, peneliti merancang media pembelajaran berupa komik digital. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pengembangan (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Data penelitian diperoleh dengan menggunakan angket. Adapun hasil validasi terhadap media komik digital mendapatkan skor rata-rata 93,96% dengan kategori sangat valid, dan hasil kelayakan yang dilakukan oleh validator materi terhadap materi komik digital yang terdiri 2 aspek penilaian yaitu mendapatkan skor rata-rata 98,07%. Validasi yang dilakukan oleh ahli media I mendapatkan skor 93,63%, validasi yang dilakukan oleh ahli media II mendapatkan skor 94,29, validasi yang dilakukan oleh ahli materi I mendapatkan skor 97,57%, validasi yang dilakukan oleh ahli materi II mendapatkan skor 98,57% Subjek dari penelitian ini yaitu siswa kelas IV sekolah dasar di SDN 1 Jatipiring. Hasil dari uji coba terbatas dengan penyebaran kuesioner mendapatkan tanggapan bahwa siswa menyatakan sangat setuju bahwa komik digital dapat memudahkan siswa memahami materi pembelajaran, meningkatkan minat baca dan keterampilan literasi siswa. Hasil respon guru terhadap penerapan komik digital berbasis Keberagamaan Budaya Indonesia pada siswa kelas IV SD mendapatkan skor rata-rata 88% dengan kategori sangat layak. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa media komik digital berbasis Keberagaman Budaya Indonesia sebagai media literasi pada siswa kelas IV layak digunakan untuk siswa Sekolah Dasar.Kata Kunci: Media Pembelajaran, Komik Digital, Literas