OJS STIKes Santa Elisabeth Medan
Not a member yet
    52 research outputs found

    Pemanfaatan Bahan Alam dan Budaya Minum Jamu Sebagai Solusi Kesehatan Alami untuk Masyarakat Modern

    Full text link
    Berkembangnya zaman dan meningkatnya kesibukan masyarakat, kebiasaan minum jamu mulai terpinggirkan, digantikan oleh penggunaan obat-obatan kimia yang lebih praktis. Meski demikian, dalam beberapa tahun terakhir, terjadi kebangkitan minat terhadap jamu, terutama di kalangan masyarakat urban yang mulai sadar akan pentingnya kesehatan alami dan pengobatan holistik. Tujuan umum kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang bahan alam dan budaya minum jamu sebagai solusi kesehatan alami untuk masyarakat modern. Sedangkan tujuan khusus adalah memberikan pengetahuan bagi masyarakat tentang bahan alam yang berpotensi untuk kesehatan, memberikan pemahaman bagi masyarakat tentang zat khasiat yang terkandung pada bahan alam, manfaat/khasiat mengkonsumsi jamu. Sasaran pengabdian masyarakat adalah sekumpulan warga Kudus yang melakukan CFD. Kegiatan pengabdian ini terbagi menjadi beberapa tahapan dalam mencapai target dan luaran, yaitu tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan hingga tahapan monitoring dan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa masyarakat telah memahami dengan baik materi yang disampaikan dan masyarakat mengikuti kegiatan tampak sangat antusias, yang terlihat dari partisipasi aktif dan keterlibatan mereka sepanjang acara

    PELAKSANAAN INTEGRASI LAYANAN PRIMER  (ILP) PADA MASYARAKAT DI DESA HIYANG BANA PALANGKARAYA

    Full text link
    Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan pendekatan komprehensif dalam sistem kesehatan yang bertujuan mengintegrasikan berbagai layanan dasar untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat secara holistik. Tingginya angka morbiditas dan mortalitas pada kelompok rentan di daerah pedesaan menunjukkan perlunya implementasi ILP sebagai upaya preventif dan promotif yang terintegrasi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan implementasi ILP bagi dua kelompok rentan di Desa Hiyang Bana, Kabupaten Katingan, Kota Palangka Raya, yaitu lansia dan ibu hamil. Metode yang digunakan adalah pendampingan berkelanjutan melalui pemeriksaan kesehatan komprehensif, edukasi kesehatan, dan pemberdayaan kader desa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan akses pelayanan kesehatan bagi kedua kelompok rentan tersebut, pendeteksian dini faktor risiko kesehatan, peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan rutin, serta penguatan sistem rujukan kesehatan desa. Melalui pendekatan ILP yang berkelanjutan, kegiatan ini berhasil mengintegrasikan berbagai aspek pelayanan kesehatan primer untuk meningkatkan status kesehatan kelompok rentan di wilayah pedesaan. Model pendampingan berkelanjutan ini dapat menjadi referensi bagi pengembangan program ILP di wilayah serupa lainnya

    UPAYA MAHASISWA KKN MENGEDUKASI SISWA GENERASI ALPHA TENTANG DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)

    Full text link
    DBD merupakan penyakit endemis yang masih menjadi masalah serius di Indonesia, terutama pada kelompok usia anak-anak yang memiliki tingkat kekebalan tubuh rendah dan rentan terhadap infeksi virus dengue. Data menunjukkan bahwa angka kejadian dan kematian tertinggi akibat DBD terjadi pada anak-anak, terutama yang berusia 1–14 tahun. Lingkungan sekolah merupakan salah satu faktor risiko penyebaran penyakit ini, sehingga diperlukan intervensi edukatif untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap pencegahan DBD. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian siswa Sekolah Dasar (SD) tentang bahaya Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), sekaligus mengenalkan tindakan pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini. Selain itu, kegiatan ini juga mengenalkan peran apoteker kepada anak-anak melalui program edukasi yang dikemas secara menarik dan interaktif. Kegiatan edukasi dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Program Studi S-1 Farmasi melalui rangkaian penyuluhan interaktif di SD Negeri 02 dan 04 Kandangmas, Kudus. Edukasi meliputi penjelasan tentang gejala, penularan, dan cara pencegahan DBD dengan metode ceramah, diskusi interaktif, video animasi, dan permainan edukatif. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab untuk mengukur pemahaman mahasiswa terhadap materi yang disampaikan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mahasiswa dan partisipasi aktif selama proses edukasi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang menarik dapat memberikan dampak positif dalam membentuk perilaku preventif pada anak usia sekolah

    EDUKASI HIPERTENSI & PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH GRATIS DI LINGKUNGAN I KELURAHAN ΚΕΜΕΝΑNGAN TANIKECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN

    No full text
    Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang ≥140 mmHg (sistolik) dan/atau ≥ 90 mmHg (diastolik)... Hipertensi disebut sebagai the silent killer karena pengobatannya seringkali terlambat. Hampir 1 miliar orang atau 1 dari 4 orang dewasa menderita tekanan darah tinggi.. Prevalensi hipertensi di Sumatera Utara sebesar 29,19% tetapi yang terdiagnosis oleh tenaga kesehatan dari riwayat minum obat hanya sebesar 5,52%. Prevalensi hipertensi di Medan sebesar 25,21% dan yang terdiagnosis oleh tenaga kesehatan dari riwayat minum obat hanya sebesar 4,97%, Penatalaksanaan hipertensi meliputi terapi non farmakologi dan terapi farmakologi. Terapi non farmakologi berupa modifikasi gaya hidup meliputi pola diet, aktivitas fisik, larangan merokok dan pembatasan konsumsi alkohol. Upaya untuk meningkatkan pemahaman penderita mengenai penyakit hipertensi dan komplikasinya salah satunya dapat dilakukan melalui kegiatan Pendidikan Kesehatan Masyarakat. Pemberian edukasi yang dilakukan kepada masyarakat diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk mengikuti manajemen hipertensi yang disarankan sehingga diharapkan tekanan darah dapat tetap terkontrol dan terhindar dari terjadinya komplikasi. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan di Lingkungan 1 Kelurahan Kemenangan Tani Kecamatan Medan Tuntungan menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan peserta tentang hipertensi setelah dilakukan penyuluhan kesehata

    PENYULUHAN, SENAM LANSIA DAN PEMBERIAN JUS TIMUN DALAM MENANGANI MASALAH HIPERTENSI DI DESA PALUH SIBAJI KECAMATAN PANTAI LABU

    No full text
    Hipertensi lebih dikenal dengan istilah penyakit tekanan darah tinggi. Batas tekanan darah yang dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan normal atau tidaknya tekanan darah adalah tekanan sistolik dan diastolik. Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastolik diatas 90 mmHg. Pada populasi lanjut usia, hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. Adapun tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu untuk Kegiatan tridarma perguruan tinggi yang merupakan aktivitas wajib dilaksanakan oleh suatu perguruan tinggi, selain itu desa Dusun I Desa Paliuh Sibaji masih penting untuk diperhatikan atau pentingnya diberikan edukasi kesehatan khususnya penyuluhan tentang hipertensi dan metode yang digunakan adalah tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Dusun I Desa Paliuh Sibaji Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang jumlah kepala keluarga sebanyak 120 KK. Sampel yang diambil dalam kegiatan ini adalah 120 KK menggunakan cara Total Sampling, dimana seluruh populasi diambil sebagai sampel. Dari hasil pengamatan, sebanyak 9 responden (30%) di Dusun I Desa Paluh Sibaji yang melaksanakan indikator keluarga sehat (IKS) yaitu keluarga yang malakukan pengobatan hipertensi dan ada 23 responden (70%) yang tidak melaksanakan indikator keluarga sehat yaitu tidak melakukan pengobatan hipertensi secara rutin. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah penyuluhan dihadiri oleh lansia sebanyak 37 orang, senam lansia dihadiri sebanyak 37 orang dan pemberian jus timun diberikan kepada 56 orang lansia. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada hari pertama dan senam lansia dilaksanakan pada hari kedua sekaligus pemberian jus timun pada lansia. Kegiatan berjalan dengan lancer dan tidak ada kendala yang ditemukan pada saat melakukan kegiatan

    EDUKASI KESEHATAN TENTANG PENANGANAN PERTAMA KEGAWATDARURATAN KEJANG DEMAM PADA ANAK

    Full text link
    Edukasi kesehatan memiliki peran penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat tentang tindakan awal kegawatdaruratan kejang karena demam pada buah hati. Pendidikan kesehatan yang diberikan kepada orang tua dapat meningkatkan pemahaman mereka untuk mengatasi kejang demam pada anak. Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2023 terdapat lebih dari 18,3 juta kasus kejang dengan lebih dari 154 ribu kematian di Asia, prevalensi kejang demam mencapai 8,3–9,9% pada tahun yang sama. Prevalensi kejang demam pada anak di Indonesia mengalami peningkatan dari 3,5% pada tahun 2013 menjadi 5% pada tahun 2023. Tujuan diskusi dalam ruang kesehatan ini memberikan informasi dan pendidikan kesehatan mengenai tindakan awal kegawatdarurarat kejang demam pada anak kepada masyarakat. Sasaran kegiatan ini adalah setiap orang yang mendengar Radio Maria Indonesia dan sekitarnya. Metode yang digunakan adalah diskusi serta tanya jawab secara langsung melalui siaran Radio Maria. Hasil dari kegiatan ini 4 orang yang bertanya tentang kejang demam yang pernah dialami dikehidupan sehari-hari, dan setelah diberikan penjelasan oleh narasumber pendengar radio maria merasa puas dengan jawaban yang telah diberikan. Penanganan kejang demam harus segera dilakukan adalah menjaga keamanan anak, membaringkannya ditempat yang aman dan datar, serta memiringkan tubuhnya untuk mencegah tersedak

    EDUKASI PENCEGAHAN RESIKO KOMPLIKASI GOUT ARTRITISKELUARGA KOMUNITAS GEMA KASIH GALANG

    No full text
    Gout artritis merupakan serangan inflamasi akut menyerang daerah persendian serta membran sinovial sendi, faktor pencetus pola makan konsumsi bahan makanan (JAS-BUKKET) Jeroan, alkohol, sarden, burung, unggas, kaldu, emping, tape. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi pencegahan resiko resiko komplikasi gout artritis di Rehabilitasi Gema Kasih Galang Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang. Metode yang digunakan wawancara, pemeriksaan fisik, ceramah dan konseling, sampel 40 dengan pembagian laki-laki 10, perempuan 30. Hasil Pengabdian Masyarakat: Asesmen penderita gout artritis berjumlah 40 orang karakteristik, paling banyak perempuan 30 (75%), usia 61-70 tahun 12 (30%), IMT tergolong normal 27 (67.5%), Pola makanan sehat seimbang kurang 22 (55%). Komplikasi ditemukan tphus/tophi 4(10%), range of motion (ROM)/move) terganggu 2(5%). Pengetahuan penderita goutartritis cara pencengahan resiko komplikasi gout kurang 20 (50%). Setelah kegitan penyuluhan dalam cara sehatkan persendianm, perlu hindari (JAS-BUKKET), dan (TEK-KUK-CS2). Simpulan Penderita gout berjumlah 40 orang jenis kelamin laki-laki (25%), perempuan 30 (75%), 51-60 tahun berjumlah 18 (45 indeks massa tubuh dikategorikan kurus normal 27 (67.5%), pola konsumsi makanan tidak sehat tak seimbang dapat dikategorikan baik kurang 22 (55%), komplikasi adalah tphus/tophi 4(10%) range of motion (ROM)/move), 2(5%). Lamanya penderitan menyandang penyakit gouti- 10 tahun sebanyak 18(45%), 11-20 tahun 16 (40%) dan 21-30 tahun, 6(15%) Pengetahuan penderita gout artritis dalam pengendalian, pencengahan resiko komplikasi gout tergolong kurang 20(50%)

    KELUARGA SEHAT DENGAN MASALAH KB DENGAN INTERVENSIPENYULUHAN KEPADA MASYARAKAT, PEMBAGIAN PIL KB KONDOM, DAN PEMBAGIAN BROSUR DI DUSUN I DESA SAITAGARAMBA KECAMATAN SOGAEADU KABUPATEN NIAS

    No full text
    Keluarga berencana merupakan salah satu program pelayanan kesehatan yang preventif yang paling dasar dan paling utama bagi wanita. Peningkatan dan perluasan pelayanan keluarga berencana merupakan salah satu usaha menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu yang sedemikian tinggi akibat kehamilan yang dialami oleh wanita. Banyak wanita yang harus menentukan pilihan kontrasepsi yang sulit, tidak hanya karena terbatas jumlah metode-metode tertentu mungkin tidak dapat diterima sehubungan dengan kebijakan nasional KB, kesehatan individual dan seksualitas wanita atau biaya untuk memperoleh kontrasepsi. Desa Saitagaramba merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Sogaeadu, Kabupaten Nias. Desa ini merupakan salah satu desa yang tidak mencapai program keluarga berencana (KB). Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya keluarga berencana (KB) dan untuk memenuhi tridarma bagi dosen. Metode yang digunakan adalah tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan di hadiri oleh pasangan usia subur sebanyak 58 orang, kegiatan penyuluhantentang keluarga berencana (KB) dilakukan pada hari pertama, pada saat melakukan penyuluhan tidak ditemukan masalah ataupun kendala. Pasangan usia subur sangat merespon penyuluhan yang disampaikan, Untuk pembagian brosur tidak ditemukan masalah apapun, PUS sangat tertarik untuk membaca brosur yang dibagikan. Sedangkan untuk pembagian pil dan kondom masih ada ditemukan masalah dimana masih ada PUS yang tidak menerima pil tersebut. Pengetahuan seseorang mempengaruhi tindakan seseorang dalam melakukan sesuatu hal yang positif, semakin baik pengetahuan PUS terhadap sesuatu maka semakin baik tindakannya dalam melakukan hal yang baik

    EDUKASI PERAN SUAMI SEBAGAI SUAMI SIAGA UNTUK MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN KELUARGA DI KAMPUNG PUAY DISTRIK SENTANI TIMUR

    Full text link
    Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih menjadi perhatian serius. Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, mencatat jumlah AKI di Indonesia sebesar 189 per 100.000 kelahiran hidup, yang masih jauh dari target Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu kurang dari 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Keterlibatan suami dalam kehamilan, persalinan, dan masa nifas yang dikenal dengan istilah Suami Siaga (Siap Antar, Siap Dana, dan Siap Donor Darah) merupakan pendekatan strategis dalam menurunkan AKI. Peran suami tidak hanya sebagai pencari nafkah namun juga sebagai pendamping yang siap siaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan selama kehamilan dan persalinan. tetapi, implementasi program Suami Siaga di beberapa daerah belum optimal. Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi tentang peran suami sebagai suami siaga untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan keluarga dengan pendekatan Hukum Perkawinan dan Hukum Kesehatan. Hasilnya adalah pengetahuan suami tentang suami siaga rendah yakni sebesar 65%. Sedangkan pemahaman suami di Kampung Puay terkait hukum perkawinan dan hukum kesehatan masih sangat rendah, hal ini bisa dilihat dari hasil analisis kuesioner sebesar 60%. Dengan adanya pengabdian kepada masyarakat ini, harapannya kepada suami sebagai kepala keluarga diharapkan peran aktif dan keterlibatan suami dalam kehamilan, persalinan, dan masa nifas yang dikenal dengan istilah Suami Siaga (Siap Antar, Siap Dana, dan Siap Donor Darah) selama masa kehamilan, persalinan sampai pada pasca kehamilan

    EDUKASI DAMPAK PENGGUNAAN GADGET TERHADAP INTERAKSI SOSIAL ANAK USIA DINI DI LINGKUNGAN PAUD

    Full text link
    Pesatnya perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan anak-anak, termasuk pada aspek interaksi sosial. Anak usia dini, khususnya usia 5-6 tahun, kini semakin akrab dengan penggunaan gadget dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, penggunaan yang berlebihan dan tanpa pengawasan dapat berdampak negatif pada kemampuan anak dalam membangun hubungan sosial, seperti menurunnya empati, keterampilan komunikasi dan kecenderungan menjadi individualis. Berdasarkan fenomena tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan memberikan edukasi kepada orang tua dan guru PAUD mengenai dampak penggunaan gadget terhadap interaksi sosial anak usia dini serta cara mengelola penggunaan secara bijak. Kegiatan ini menggunakan metode pemberian edukasi dimana sebelumnya akan dikaji terlebih dahulu melalui artikel terkait, dilanjutkan dengan penyusunan materi dan pelaksanaan pemberian edukasi kepada guru dan orangtua. Hasil dari kegiatan edukasi ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran peserta tentang pentingnya pembatasan dari penggunaan gadget serta perlunya memberikan stimulasi sosial yang seimbang melalui aktivitas bermain bersama, komunikasi langsung dan keterlibatan anak dalam kegiatan kelompok

    9

    full texts

    52

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS STIKes Santa Elisabeth Medan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇