OJS STIKes Santa Elisabeth Medan
Not a member yet
    52 research outputs found

    EDUKASI KESEHATAN TENTANG CORE STABILITY EXERCISE PADA LANSIA DI KLINIK PRATAMASANTA ELISABETH MEDAN

    Full text link
    Lansia merupakan usia yang rentan terhadap jatuh akibat perubahan fisik seperti penurunan fungsi pada semua sistem dalam tubuh terutama fungsi sistem saraf sensorik dan muskuloskletal. Terganggunya fungsi muskuloskletal mempengaruhi fungsi dan kerja otot atau kelemahan otot sehingga dapat mengakibatkan ketidakseimbangan pada lansia. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisa Pengaruh edukasi terhadap peningkatan pemahaman lansia terhadap  Core Stability Exercise di klinik Pratama Santa Elisabeth Medan. Metode  yang dilakukan observasi: Persiapan, Pelaksanaan dan Evaluasi. Hasil yang diperoleh dari 15 responden terdapat adanya peningkatan pemahaman  Core Stability Exercise  dengan hasil obesrvasi dedapatkan responden mampu melakasanakan Stability Exercise dengan baik dan merasa nyaman serta  kekakuan pada otot otot tangan menjadi rileks

    PENINGKATAN PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR (WUS) TENTANG KELUARGA BERENCANA

    No full text
    Pengetahuan tentang keluarga berencana (KB) merupakan hal yang esensial bagi wanita usia subur yang telah menikah. Informasi tentang KB penting dalam mendukung penentuan keputusan reproduksi secara mandiri oleh wanita. Perlu dilakukan penyuluhan atau pendidikan kesehatan sebagai upaya peningkatan pengetahuan tentang keluarga berencana sehingga minat WUS dalam menggunakan kontrasepsi juga meningkat. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat khususnya wanita usia subur yang telah menikah tentang pentingnya program keluarga berencana di Kelurahan Pantai Amal Kota Tarakan. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada 35 wanita usia subur. Sebelum dilakukan penyuluhan, peserta masih belum mengetahui terkait tentang jenis-jenis kontrasepsi dan manfaatnya. Setelah dilakukan penyuluhan peserta memahami tentang keluarga berencana. Pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan baik. Peserta juga sangat antusias saat sesi diskusi dengan pemateri. Adanya kegiatan penyuluhan ini diharapkan tidak hanya terjadi peningkatan pengetahuan tapi juga dapat memotivasi peserta menjadi akseptor KB

    PENYULUHAN HIPERTENSI DAN DIABETES MELITUS SERTA PEMERIKSAAN GRATIS KADAR GULA DARAH, HIPERTENSI DAN KADAR ASAM URAT DI DUSUN IV DESA TANJUNG ANOM KEC.PANCUR BATU

    No full text
    Pelaksanaan penyuluhan kesehatan masyarakat terfokus pada peningkatan kesehatan dalam kelompok masyarakat. Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dapat dimulai dari individu, kelompok sampai tingkat RT dan RW. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan penyuluhan tentang hipertensi dan diabetes melitus serta melakukan pemeriksaan kadar gula daralı, hipertensi dan kadar asam urat. Pengabdian masyarakat dilaksanakan kepada masyarakat dusun IV sebanyak 38 orang. Sebelum dilakukan penyuluhan peserta belum mengetahui tentang hipertensi dan diabetes melitus. Setelah dilakukan penyuluhan, peserta mengetahui dan akan memilih jenis makanan yang rendah gula dan rendah garam. Pelaksanaan kegiatan berlangsung lancar dan kondusif, peserta dan kepala dusun IV sangat antusias apalagi saat melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Kegiatan pengabdian ini juga membuat peserta senang, memahami tentang hipertensi, diabetes melitus dan mengetahui kadar guladarah, hipertensidan asam urat masing-masing peserta

    Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan Dengan Tingkat Kepuasan Pasien BPJS Rawat Jalan Di Puskesmas Padang Bulan

    No full text
    Latar Belakang : Muetue peelayanan keeseehatan adalah tingkat layanan keeseehatan bagi Masyarakat yang dimana uentuek meeningkatkan keeseehatan yang optimal, seesueai deengan standar peelayanan, dan peerkeembangan ilmue peengeetahuean teerkini, seerta uentuek meemeenuehi hak dan keewajiban pasieen sehingga dengan adanya keepueasan ataue keetidakpueasan yang dimana adalah reespon peelanggan teerhadap eevalueasi keetidak seesueaian (disconfirmation) yang dipeerseepsikan antara harapan awal dan kineerja aktueal yang dirasakan. Banyak faktor peenyeebab keetidak pueasan pasieen salah satuenya adalah faktor komuenikasi dari dokteer dan peerawat, hal ini sangat meempeengaruehi tingkat keepueasan pasieen kareena deengan ini dapat meemeenuehi harapan-harapan meereeka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan Dengan Tingkat Kepuasan Pasien BPJS Rawat Jalan di Puskesmas Padang Bulan Tahun 2024.Metode : Rancangan penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 95 responden. Instrument yang digunakan yaitu lembar kuesioner mutu pelayanan Kesehatan dan kepuasan pasien.Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa  mutu pelayanan Kesehatan mayoritas tertinggi sebanyak 73 responden (76,8%). Dan kepuasan pasien pada kategori puas sebanyak 63 orang (66,3%). Uji Chis Square diperoleh nilai p value 0,000 (p<0,05).Kesimpulan : Uji statistic Chisquare diperoleh nilai p-value 0,000 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan terdapat Hubungan mutu pelayanan Kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien BPJS. Peneliti menyarankan agar peneliti selanjutnya lebih memperhatikan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat kepuasan pasien BPJS

    Pengetahuan Bantuan Hidup Dasar Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan

    No full text
    Latar Belakang : Bantuan hidup dasar adalah serangkaian usaha penyelamatan hidup yang dilakukan kepada korban yang mengalami henti jantung dan henti nafas baik yang terjadi di rumah sakit maupun yang terjadi di luar rumah sakit.Metode : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan mahasiswa Prodi S1 Keperawatan tentang bantuan hidup dasar (BHD) di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan mahasiswa yang belum mendapatkan mata kuliah gawat darurat mayoritas pengetahuan cukup sebanyak 68 responden (68.0%), pengetahuan baik sebanyak 12 responden (12.0%) dan pengetahuan kurang sebanyak 20 responden (20.0%). Pada mahasiswa yang sudah mendapatkan materi gawat darurat mayoritas pengetahuan baik sebanyak 70 responden (71.4%) dan pengetahuan cukup minoritas sebanyak 28 responden (28.6%).Kesimpulan : Diharapkan hasil penelitian ini responden yang belum mendapatkan materi gawat darurat berusaha meningkatkan pengetahuannya dengan baik dari penerimaan pembelajaran dari perkuliahan, mengikuti seminar tentang bantuan hidup dasar tugas utama responden sebagai calon perawat. Diharapkan pada mahasiswa yang sudah mendapatkan mata kuliah gawat darurat agar mahasiswa aktif dalam mengikuti seminar kegawatdaruratan seperti ini dan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan

    EDUKASI CUCI TANGAN DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT KECACINGAN PADA ANAK SD NEGERI 101822 PANCUR BATU

    No full text
    Anak Sekolah Dasar diketahui masih memiliki kebiasaan kurang memperhatikan perilaku mencuci tangan. Kebiasaan mencuci tangan yang baik dapat menghalangi masuknya parasit berupa telur cacing sehingga dapat terhindar dari penyakit kecacingan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada anak-anak Sekolah Dasar tentang pentingnya mencuci tangan dan bagaimana metode mencuci tangan. Kegiatan ini dilakukan di SD Negeri 101822 Pancur Batu. Metode pengabdian yang dilakukan adalah edukasi langsung bertatap muka dengan anak-anak di lapangan sekolah melalui nyanyian lagu cuci tangan, media power point, leaflet. Hasil yang diperoleh adalah peserta dapat melakukan demonstrasi cuci tangan dengan baik melalui lagu beserta gerakannya. Ditemukan sebanyak 60% peserta berpengetahuan baik dan 25% berpengetahuan cukup, serta 15% peserta berpengetahuan kurang. Edukasi cuci tangan dapat menambah informasi atau pengetahuan baru bagi peserta dan peserta secara umum dapat mempraktekkan metode cuci tangan dengan bernyanyi lagu cuci tangan

    SOSIALISASI PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK USIA DINI DI DESA BARINGIN JAYA MANDAILING NATAL

    No full text
    Stunting menjadi isu yang mendesak untuk diselesaikan karena berdampak pada kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Sumber daya manusia adalah faktor utama penentu kesuksesan sebuah negara. Artikel pengabdian ini bertujuan mensosialisasikan pencegahan stunting di Desa Baringin Jaya Mandailing Natal. Dalam rangka pencegahan dan penanganan Stunting maka diadakannya sosialisasi dan penerapan kembali program jum\u27at bersih yang diharapkan dapat berjalan dan dilakukan secara maksimal meskipun terdapat beberapa kendala yang menghambat. Masyarakat berpartisipasi aktif hadir dalam kegiatan penyuluhan kesehatan yang diadakan oleh petugas kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat itu sendiri. Dilakukan sosialisasi komunitas dan sosialisasi dengan kemitraan (instansi kesehatan) dalam mengsosialisasikan pencegahan dan penanganan stunting di desa tersebut. Hasil dari sosialisasi tersebut menjadikan warga dapat lebih memahami seputar stunting dan bagaimana langkah pencegahan dan penanganannya. Selain itu, beberapa program kembali diaktifkan dan ditekankan seperti jum\u27at bersih dan untuk selalu rutin membawa anak melakukan pemeriksaan ke instansi kesehatan terdekat di desa. tersebut. Diharapkan untuk lebih meningkatkan promosi kesehatan berupa penyuluhan terkait penyebab dan pencegahan stunting guna peningkatan pengetahuan ibu mengenai stunting serta pencegahan yang terkait dengan penyakit infeksi dalam menurunkan angka morbiditas yang dapat berdampak menjadi stunting

    BAKTI SOSIAL PEMERIKSAAN KESEHATAN, PENYULUHAN, DAN SENAM LANSIA DI PAROKI SANTO PETRUS CINTA DAMAI

    No full text
    Lansia atau lanjut usia adalah kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupannya. Secara alamiah semua orang akan mengalami proses menjadi tua dan tidak dapat dicegah. Pertambahan usia mengakibatkan fungsi fisiologis mengalami penurunan akibat proses degeneratif (penuaan), sehingga penyakit tidak menular banyak diderita oleh lansia. Tujuan kegiatan ini adalah sebagai upaya pemeliharaan kesehatan lansia untuk tetap hidup sehat dan produktif. Kegiatan bakti sosial ini bekerja sama dengan tenaga kesehatan dokter dan perawat. Metode pelaksanaan dimulai dengan pemeriksaan kesehatan seperti pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi penyuluhan kesehatan, lalu kegiatan senam lansia. Lansia cukup antusias mengikuti rangkaian kegiatan, baik saat penyuluhan dan senam dilakukan. Kegiatan ini memberikan manfaat yang positif bagi lansia diantaranya lansia dapat mengetahui kondisi tubuhnya melalui pemeriksaan kesehatan, meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang penyakit yang dialami, serta menjaga kesehatan jasmani dengan senam. Diharapkan kegiatan ini dapat dilakukan secara rutin sehingga pemeliharaan kesehatan lansia dapat lebih optimal

    Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di SDN 3 Lalonggasumeeto Desa Watunggarandu Kecamatan Lalonggasumeeto Kabupaten Konawe Tahun 2024

    No full text
    Sekolah merupakan salah satu tatanan Perilaku Hidup bersih dan Sehat (PHBS) yang perlu diperhatikan dalam penerapan PHBS. Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah serangkaian program yang bertujuan agar terjadi adanya perubahan dari perilaku tidak bersih dan sehat menjadi perilaku bersih dan sehat pada siswa kelas 4 dan 5 SD. Tujuan kegiatan ini adalah mengedukasi siswa SD untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat yang dimulai dari diri sendiri, keluarga hingga masyarakat. Kegiatan ini dilakukan di SDN 3 Lalonggasumeeto Desa Watunggarandu, Kecamatan Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe, pada murid kelas 4 dan 5 berjumlah 24 murid pada tanggal 21 Mei 2024. Pada awal penyuluhan peserta diberikan pre-test kemudian pada akhir kegiatan peserta diberikan post-test untuk melihat adanya peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan. Berdasarkan hasil data yang diperoleh, data nilai pre-test dan post-test 1 yakni p-value (0,001), nilai post-test 1 dan post-test 2 yakni p value (0,000) dan nilai pre-test dan post-test 2 yakni p value (0,000) yang mana p lebih kecil dari α (0,05) maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dimana ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) yang dilakukan, sehingga  dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan pada siswa SDN 3 Lalonggasumeeto setelah dilakukan Penyuluhan PHBS

    MANAJEMEN KESEHATAN KELUARGA DENGAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT DI DESA SEI MENCIRIM TAHUN 2023

    No full text
    ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut adalah penyakit yang dapat diderita dari kalangan usia, dimana penyakit ini merupakan infeksi akut yang disebabkan oleh virus, jamur dan bakteri. Ispa tidak hanya disebabkan oleh infeksi bakteri saja melainkan dapat disebabkan oleh inhalasi bahan- bahan organic atau uap kimia dan inhalasi bahan- bahan debu yang mengandung allergen. Penyakit yang saat ini  menyerang masyarakat Desa sei mencirim dalam 6 bulan terakhir ini adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Dimana berdasarkan data yang di dapat Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif berhubungan dengan ketidakefektifan pola perawatan kesehatan keluarga ditandai dengan keluarga mengakan penyakit yang diderita keluarga selama 6 bulan terakhir adalah batuk, pilek dan demam. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah kesehatan keluarga di perlukan manajemen kesehatan keluarga yang baik dan tepat guna meningkatkan derajat kesehatan keluarga. Manajemen kesehatan keluarga adalah cara untuk menyesuaikan dan mengintengrasikan proses keluarga, pengobatan penyakit, dan gejala sisa untuk mencapi tujuan kesehatan tertentu di sector keluarga. Berdasarkan data yang di dapat dari Keluarga menunjukkan upaya peningkatan status kesehatan yang minimal seperti membeli obat bebas di warung/apotik sebelum ke faskes sebanyak 208 kk (72,2 persen), keluarga yang menderita batuk, pilek dan demam selama 6 bulan terkahir sebanyak 172 kk (59,7 persen). Berdasarkan masalah yang dialami oleh masyarakat desa sei mencirim, maka solusi atau intervensi yang diberikan Penyuluhan tentang penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dan Membagikan masker dan vitamin C (berkoordinasi dengan pihak puskesmas)

    9

    full texts

    52

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS STIKes Santa Elisabeth Medan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇