Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Not a member yet
    434 research outputs found

    PEMANFAAT DAUN KELOR MENJADI KELOR CELUP UNTUK KESEHATAN TUBUH

    No full text
    Tujuan kegitan pengabdian ini adalah untuk melatih masyarakat dalam pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera) sebagai kelor celup untuk kesehatan tubuh. Kegitan ini dilaksanakan pada Masyaraat dusun Nangkek di Gili Timur. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Metode ini merupakan upaya melatih  mitra  dalam mengemas daun kelor menjadi minuman. Hasil  dari kegiatan pengabdian ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman mitra tentang manfaat daun kelor, peningkatan keterampilan mitra dalam mengolah daun kelor menjadi kelor celup (teh celup daun kelor), adanya usaha alternative berbasis homemade bagi mitra

    Front Matter

    No full text

    Gelar Teknologi Pengolahan Kotoran Sapi dan Limbah Rumah Tangga Menjadi Eksmecat untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat

    No full text
    Potensi kotoran sapi dan limbah organik rumah tangga yang sangat besar apabila tidak dimanfaatkan secara optimal dapat menimbulkan dampak negatif berupa pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan masyarakat. Gelar teknologi pengolahan kotoran sapi dan limbah organik rumah tangga dengan reaktor cacing tanah Lumbricus rubellus dapat mengasilkan pupuk organik padat eksmecat, meningkatkan pendapatan masyarakat dan sekaligus menjadi solusi untuk mengatasi masalah penanganan limbah organik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan penerapan teknologi pengolahan kotoran sapi dan limbah rumah tangga menjadi eksmecat kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan pendapatannya. Metode yang digunakan dalam mendiseminasikan teknologi ini adalah gelar teknologi (show case technology). Gelar teknologi dilaksanakan oleh tiga orang koperator. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa cacing tanah Lumbricus rubellus mampu mengolah kotoran sapi dan limbah organik menjadi eksmecat 2,463 kali bobot badan per hari. Eksmecat yang dihasilkan rata-rata 2,463 kg/kotak sarang dengan padat penebaran cacing tanah 25 g/kotak sarang dan lama budidaya 40 hari. Melalui penerapan gelar teknologi ini masyarakat pembudidaya cacing tanah dengan sisistem rak bertingkat tiga dapat memperoleh tambahan pendapatan Rp. 2.008.712,- bulan/are lahan budidaya. Simpulannya adalah pengolahan kotoran sapi dan limbah rumah tangga menjadi eksmecat dapat dilakukan menggunakan reaktor cacing tanah dengan sistem rak bertingkat dan dapat meningkatkan pendapatan masyaraka

    DESAIN ALAT PENGOLAHAN AIR SADAH DI DESA BERAKIT

    No full text
    Air merupakan komponen penting untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Beberapa parameter kualitas air yaitu paramater fisika, kimia dan biologi. Salah satu parameter kimia kualitas air yaitu kesadahan air. Permasalahan yang dihadapi oleh warga Desa Berakit yaitu air yang digunakan mengandung ion Ca2+ dan Mg2+ yang ditunjukkan dengan berkurangnya kemampuan mencuci dari sabun dan menghasilkan kerak di dinding ketel/panci saat pemasakan air sehingga merugikan warga. Oleh sebab itu tujuan dari Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menghasilkan alat yang dapat mengolah air sadah, pemberian sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat sehingga dihasilkan air yang bebas dari kesadahan yaitu ion Ca2+ dan Mg2+. Metode pelaksanaan ini dilakukan dengan metode: 1) survey dan wawancara, 2) desain alat pengolahan air sadah. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu mendapatkan informasi mengenai permasalahan air warga yang disebabkan oleh air sadah dan besi serta menghasilkan desain alat pengolahan air sadah

    Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengelolaan Sampah Skala Rumah Tangga Menggunakan Metode Komposting

    No full text
    Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk di suatu wilayah, akan mengakibatkan bertambahnya volume sampah. Pola konsumsi masyarakat ikut memberi kontribusi dalam peningkatan volume sampah yang semakin beragam. Sejauh ini penggelolaan sampah yang dilakukan oleh masyarakat di lingkungan RT 04 Pejeruk Bangket masih terbatas pada sistem pengumpulan sampah, pengangkutan sampah, dan pembuangan ke TPSA, sedangkan daya tampung TPSA semakin terbatas. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memberdayakan masyarakat dalam pengolahan sampah skala rumah tangga dengan metode komposting. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah  tangga dan pemuda di lingkungan RT 04 Pejeruk Bangket tentang pengeloaan sampah menggunakan metode komposting. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan mulai bulan Desember 2019 – Februari 2020. Pelaksanaan kegiatan pengabdian secara keseluruhan terlaksana dengan baik. Hal ini terlihat dari jumlah peserta pelatihan sebesar 85.07%, pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menguasai materi sebesar 73.13%, dan respon peserta pelatihan 91.88%. Faktor pendukung kegiatan pengolahan sampah skala rumah tangga adanya dukungan dari Kepala Lingkungan, Ketua RT 04 dan antusiasme peserta pengabdian, sedangkan faktor penghambat kegiatan adalah sinergi antara masyarakat dengan pemerintah lokal belum optima

    Front Matter

    No full text

    Front Pages

    No full text
    Cover, Kata Pengantar, Dewan Redaksi, dan Daftar Is

    Pengembangan Desa Wisata Mini Rafting Jurang Sate

    No full text
    The purpose of this community service activity is to develop a mini rafting vehicle for satay cliff tourism as a tourist attraction which has an impact on improving the economy of the people of the village of Soccerek Pringgarata, Central Lombok. Mini rafting satay gorge as a means of promotion, sports, recreation to attract tourists so that it fosters the economy of the soccer village community. The method of implementing activities is the community development method, which is an approach in community development activities where the community is directed to achieve better social, economic and cultural conditions and the Participatory method of implementation steps, namely Problem posing, problem analysis, problem determination objectives (objectives) and objectives (objectives), actions plans (action planning), the stage (implementation) of the implementation of activities and evaluation (evaluation). The material provided in this training and assistance includes 1) introduction of rafting equipment; 2) basic rafting techniques; 3) rescue rafting; 4) practice of using rafting equipment; 5) the practice of rescue rafting. 25 participants took part in the training and mentoring activities. The results of the training and assistance of mini rafting and rescue rafting showed that as many as 84% of participants understood "mini rafting" and 80% of participants understood "rescue rafting". Activities of structuring the Jurang Sate Tourism Area, PPIP IKIP Mataram Team in partnership with the Youth Organization "Duta Taruna", Pokdasrwis "Kanak Jarin", and Bumdes "Sahara Jaya" in the Village of Soccer, Pringgarata District, Central Lombok. Implementation of the arrangement of this tourist area also involves the people of the Village of Soccer to work together to organize the tourist area and prepare for the opening of a mini rafting vehicle

    Penguatan Pendidikan Lingkungan Hidup dan Budaya Hijau Di SDN Kemiri 3 Menuju Green School

    No full text
    Elementary School 3 of kemiri, located in Jabung District, is a school that is experiencing difficulties in developing Green school programs. the surface of the land in the schoolyard is rarely found. Most of the teachers assume that the program must require sufficient land and land media. Limited land and several facilities in the learning process to realize the green school program requires the right solution. Hydroponic technology has been known as an alternative technology for crop cultivation in limited land. In hydroponic technology, there is plant cultivation technology without the use of soil. The utilization of used objects as planting media can be arranged in stages with a vertical garden (vega) pattern, which is called vega hydroponic technology. Therefore, the purpose of this activity is to provide strengthening of environmental education through planting with hydroponic technology. To achieve the targets and outcomes, the activities carried out are as follows: 1) counseling the school about the importance of environmental education, 2) Training on management and cultivation of various types of vegetable and ornamental plants with vega hydroponic technology to create a green, and beautiful school;3) Hydroponic technology installation with vertical garden patterns, and 4) Assistance in planting vegetables and ornamental with vertical garden pattern hydroponic technology. In addition, the average pretest obtained by the teacher was 6.87, while the average understanding of students was 5.5. While the results of the post-test, the understanding of the teacher and students were 8.37 and 6.625. This shows that there is an increase in teacher understanding by 1.5 points and 1.13 points for students so that students' and teachers' knowledge of environmental education has increased

    Pembuatan Media Pembelajaran IPA Berbasis Lesson Study di SMPN 16 Mataram

    No full text
    The science learning media available at the Science Laboratory of SMPN 16 Mataram is still incomplete and some are damaged. The purpose of this community service activity is to create learning media based on lesson study at SMPN 16 Mataram. Lesson studies have 3 stages: the plan, do and see stages. At the planning stage, the activity participants are given information about the learning media and the practice of lesson study, after that, it is determined the learning media to be made and the model teacher who will simulate the media in the class. In the do stage, the model teacher simulates the application of instructional media, while the observer observes the activities of the teacher and students. In the see stage, the model teacher describes his experience doing media simulations in the classroom, while the observer provides input and suggestions for improvement in the application of further learning media. The planning phase is carried out on Tuesday, August 6, 2019, while they do and see phase is carried out on Saturday, September 7, 2019. The science learning media produced from lesson study activities according to the agreement on the planning stage consist of a hydraulic system (excavator), alarm earthquake, and portable microscope. The learning media that is simulated for use in the classroom is a portable microscope. The simulation activity of the application of learning media was participated by 30 students of SMPN 16 Mataram, with 4 observers. The making of instructional media with lesson study patterns in community service activities has increased the number of science laboratory equipment at SMPN 16 Mataram

    0

    full texts

    434

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇