Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
    529 research outputs found

    Pendampingan Penyusunan Jadwal Proyek dengan Presedence Diagram Method (PDM) sebagai Upaya Optimalisasi Sumber Daya Konstruksi

    No full text
    Keberhasilan suatu proyek konstruksi sangat dipengaruhi oleh kemampuan tenaga teknik dalam menyusun jadwal kerja yang terencana dengan baik. Sayangnya, masih banyak tenaga teknik yang menghadapi keterbatasan dalam memahami metode penjadwalan modern, khususnya Presedence Diagram Method (PDM), sehingga efisiensi penggunaan sumber daya serta pencapaian target biaya, mutu, dan waktu belum optimal. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan keterampilan tenaga teknik di CV. PANCA BERSAUDARA melalui pendampingan penyusunan jadwal proyek berbasis PDM guna mengantisipasi keterlambatan dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Program ini diikuti oleh 15 tenaga teknik CV. PANCA BERSAUDARA dengan menggunakan studi kasus proyek Pembangunan gedung kantor dinas di Palembang. Ruang lingkup teknis terbatas pada penyusunan WBS, identifikasi jalur kritis, dan alokasi sumber daya menggunakan PDM. Proses pendampingan dilaksanakan secara sistematis, mencakup pengenalan teori, praktik langsung, penyelesaian studi kasus, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil kegiatan memperlihatkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, di mana nilai rata-rata pretest sebesar 50% meningkat menjadi 80% pada posttest. Peserta berhasil menguasai teknik penyusunan Work Breakdown Structure (WBS), penentuan jalur kritis, serta pengalokasian sumber daya secara lebih efisien. Implikasi strategis dari kegiatan ini tidak hanya memperkuat kesiapan perusahaan dalam mendukung proyek-proyek pemerintah berskala regional maupun nasional yang menuntut akurasi penjadwalan, tetapi juga mendorong terciptanya sistem kontrol waktu dan biaya yang lebih terukur dalam operasi perusahaan ke depan. Kontribusi kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi individu, tetapi juga memperkuat efektivitas manajemen proyek perusahaan secara umum, terutama dalam pengambilan keputusan dan mitigasi risiko keterlambatan.   Mentoring in Project Scheduling Using the Precedence Diagram Method (PDM) as an Effort to Optimize Construction Resources Abstract The success of a construction project is strongly determined by the technical personnel’s ability to develop a well-structured and accurate project schedule. However, many field engineers still face limitations in understanding modern scheduling methods, particularly the Precedence Diagram Method (PDM), which results in suboptimal resource utilization and challenges in achieving cost, quality, and time targets. This community engagement program was aimed at enhancing the scheduling competency of technical personnel at CV. PANCA BERSAUDARA through guided implementation of PDM-based project scheduling to mitigate potential delays in construction execution. The program involved 15 technical staff members and utilized a real case study of a government office building construction project in Palembang. The technical scope was deliberately limited to Work Breakdown Structure (WBS) formulation, critical path identification, and resource allocation using PDM.The intervention was conducted through a structured process comprising theoretical exposure, hands-on simulation, case-based problem solving, and performance evaluation using pretest and posttest assessment. The results demonstrated a significant improvement in participants’ understanding, with the average score increasing from 50% to 80% after the training. Participants were able to successfully apply WBS development, critical path determination, and more efficient resource allocation strategies. Strategically, this program strengthens the company’s readiness to support regional and national-scale government projects that demand high scheduling accuracy, while also promoting a more measurable system of time and cost control within its future operational practices. Beyond individual capacity building, the program contributed to enhancing the company’s overall project management effectiveness, particularly in decision-making and delay risk mitigation

    Pala Hangat, Raga Sehat: Edukasi dan Produksi Balsem Herbal sebagai Terapi Penghilang Lelah

    No full text
    Desa Seith, Maluku Tengah, memiliki potensi pala (Myristica fragrans) yang selama ini hanya dimanfaatkan dalam bentuk mentah tanpa pengolahan lanjutan. Belum adanya upaya sistematis dalam mengembangkan produk turunan pala menyebabkan nilai tambah ekonomi dan manfaat kesehatan dari tanaman ini belum optimal. Padahal, minyak atsiri pala diketahui memiliki khasiat antiinflamasi, analgesik, dan relaksan sehingga berpotensi besar dikembangkan menjadi produk kesehatan, salah satunya balsem herbal. Padahal, minyak atsiri pala berkhasiat antiinflamasi, analgesik, dan relaksan sehingga berpotensi dikembangkan menjadi produk kesehatan, salah satunya balsem herbal. Program Pala Hangat, Raga Sehat bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat melalui edukasi dan pelatihan produksi balsem herbal pala. Metode yang digunakan adalah participatory rural appraisal (PRA) melalui sosialisasi, penyuluhan, pelatihan berbasis praktik langsung, serta pendampingan. Peserta berjumlah 10 orang petani pala dengan evaluasi menggunakan pre-test, post-test, dan observasi. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan dari 52,0 ± 8,6 menjadi 83,5 ± 7,1 (delta 31,5). Peserta juga mampu memproduksi sekitar ±50 pot balsem herbal (30 g) dan membentuk 1 kelompok pengolah herbal yang berkomitmen melanjutkan usaha. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis potensi lokal. Kebaruan program ini terletak pada integrasi edukasi, pelatihan, dan pendampingan berbasis PRA yang secara khusus memanfaatkan pala sebagai bahan utama produk kesehatan. Dengan demikian, temuan ini tidak hanya memperlihatkan efektivitas program dalam meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga menawarkan model inovatif pemberdayaan berbasis tanaman herbal lokal yang potensial direplikasi di wilayah serupa. Warm Nutmeg, Healthy Body: Education and Herbal Balm Production as a Fatigue-Relieving Therapy Abstract Seith Village, Central Maluku, has the potential of nutmeg (Myristica fragrans), which has so far only been utilized in its raw form without further processing. The absence of systematic efforts to develop nutmeg-derived products has resulted in suboptimal economic value and health benefits from this plant. In fact, nutmeg essential oil is known to have anti-inflammatory, analgesic, and relaxant properties, making it highly potential for development into health products, one of which is herbal balm. The Pala Hangat, Raga Sehat program aims to improve community knowledge, skills, and independence through education and training in nutmeg herbal balm production. The method used was participatory rural appraisal (PRA) through socialization, counseling, hands-on training, and mentoring. The participants consisted of 10 nutmeg farmers, with evaluation conducted using pre-test, post-test, and observation. The results showed an increase in average knowledge scores from 52.0 ± 8.6 to 83.5 ± 7.1 (delta 31.5). Participants were also able to produce approximately ±50 jars of herbal balm (30 g) and formed one herbal processing group committed to continuing the initiative. This program proved effective in enhancing community capacity while simultaneously opening up local potential–based economic opportunities. The novelty of this program lies in the integration of education, training, and PRA-based mentoring that specifically utilizes nutmeg as the main ingredient for health products. Thus, the findings not only demonstrate the effectiveness of the program in improving community skills but also offer an innovative model of empowerment based on local herbal plants that can be replicated in similar regions.Desa Seith, Maluku Tengah, memiliki potensi pala (Myristica fragrans) yang selama ini hanya dimanfaatkan dalam bentuk mentah tanpa pengolahan lanjutan. Padahal, minyak atsiri pala berkhasiat antiinflamasi, analgesik, dan relaksan sehingga berpotensi dikembangkan menjadi produk kesehatan, salah satunya balsem herbal. Program Pala Hangat, Raga Sehat bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat melalui edukasi dan pelatihan produksi balsem herbal pala. Metode yang digunakan adalah participatory rural appraisal (PRA) melalui sosialisasi, penyuluhan, pelatihan berbasis praktik langsung, serta pendampingan. Peserta berjumlah 10 orang petani pala dengan evaluasi menggunakan pre-test, post-test, dan observasi. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan dari 52,0 ± 8,6 menjadi 83,5 ± 7,1 (delta 31,5). Peserta juga mampu memproduksi sekitar ±50 pot balsem herbal (30 g) dan membentuk 1 kelompok pengolah herbal yang berkomitmen melanjutkan usaha. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis potensi loka

    Pelatihan Strategi dan Taktik Bermain Pada Tim Sepakbola Wanita Banjarbaru

    No full text
    Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan taktik bermain, khususnya strategi menyerang, pada tim sepakbola wanita Kota Banjarbaru. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh lemahnya pemahaman strategi bermain pada tim sepak bola wanita Kota Banjarbaru, terutama dalam penerapan pola dan strategi menyerang yang efektif. Kondisi ini berdampak pada kurang optimalnya koordinasi tim dan efektivitas permainan di lapangan. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan taktik bermain, khususnya strategi menyerang, pada tim sepak bola wanita Kota Banjarbaru. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan pelatihan terstruktur yang meliputi penyampaian teori strategi bermain, diskusi interaktif, demonstrasi pola serangan, serta simulasi pertandingan. Peserta kegiatan berjumlah 25 orang pemain sepakbola wanita yang aktif berlatih di bawah binaan pelatih daerah. Evaluasi dilakukan menggunakan tes pemahaman strategi bermain yang diberikan sebelum dan sesudah pelatihan (pre-test dan post-test). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan peserta. Nilai rata-rata tes awal sebesar 53,8 meningkat menjadi 87,8 pada tes akhir, atau terjadi peningkatan sekitar 63%. Sebanyak 92% peserta menunjukkan peningkatan pemahaman dan kemampuan menerapkan strategi menyerang dalam simulasi pertandingan. Strategy and Tactics Training for the Banjarbaru Women's Football Team Abstract This Community Service (PkM) activity was carried out with the aim of improving the understanding and skills of playing tactics, particularly attacking strategies, in the Banjarbaru City women's soccer team. This activity was motivated by the weak understanding of playing strategies in the Banjarbaru City women's soccer team, especially in the implementation of effective attacking patterns and strategies. This condition has an impact on suboptimal team coordination and game effectiveness on the field. Therefore, this Community Service (PkM) activity was carried out with the aim of improving the understanding and skills of playing tactics, particularly attacking strategies, in the Banjarbaru City women's soccer team. The method of implementation was carried out through a structured training approach that included the delivery of playing strategy theory, interactive discussions, demonstrations of attack patterns, and match simulations. The activity participants numbered 25 female soccer players who actively train under the guidance of local coaches. Evaluation was carried out using a test of understanding of playing strategies given before and after the training (pre-test and post-test). The results of the activity showed a significant increase in the participants' abilities. The average score of 53.8 in the initial test increased to 87.8 in the final test, or an increase of approximately 63%. As many as 92% of participants showed an increase in understanding and ability to apply attacking strategies in match simulations.Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan taktik bermain, khususnya strategi menyerang, pada tim sepakbola wanita Kota Banjarbaru. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi awal yang menunjukkan bahwa sekitar 50% pemain belum memahami pola dan strategi menyerang secara optimal, sehingga berdampak pada efektivitas permainan tim di lapangan.Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan pelatihan terstruktur yang meliputi penyampaian teori strategi bermain, diskusi interaktif, demonstrasi pola serangan, serta simulasi pertandingan. Peserta kegiatan berjumlah 25 orang pemain sepakbola wanita yang aktif berlatih di bawah binaan pelatih daerah. Evaluasi dilakukan menggunakan tes pemahaman strategi bermain yang diberikan sebelum dan sesudah pelatihan (pre-test dan post-test). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan peserta. Nilai rata-rata tes awal sebesar 53,8 meningkat menjadi 87,8 pada tes akhir, atau terjadi peningkatan sekitar 63%. Sebanyak 92% peserta menunjukkan peningkatan pemahaman dan kemampuan menerapkan strategi menyerang dalam simulasi pertandingan

    Implementasi AI untuk Otomatisasi dan Desain Cerdas dalam Media Presentasi Pendidikan di SMKN 10 Semarang

    No full text
    Integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pendidikan vokasi menjadi kebutuhan strategis untuk meningkatkan efisiensi, kualitas visual, dan kesiapan lulusan menghadapi industri kreatif berbasis teknologi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMKN 10 Semarang dengan tujuan membekali siswa kompetensi implementatif AI dalam otomatisasi pembuatan media presentasi yang cerdas, menarik, dan profesional. Permasalahan utama mitra meliputi keterbatasan literasi AI, rendahnya keterampilan desain grafis visual, serta inefisiensi waktu dalam penyusunan materi presentasi yang masih dilakukan secara manual. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui hands-on workshop yang mencakup pengenalan konsep Generative AI, praktik prompt engineering, serta pendampingan intensif pemanfaatan fitur otomatisasi desain berbasis AI pada platform Canva. Kegiatan yang dilaksanakan pada 3 September 2025 ini diikuti oleh 32 siswa jurusan Rekayasa Perangkat Lunak. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kompetensi yang signifikan, ditandai dengan 87,5% peserta mencapai kategori baik pada post-test. Secara kualitatif, siswa mampu menghasilkan presentasi tematik seperti profil startup digital dan proposal aplikasi dengan struktur narasi yang runtut, konsistensi visual, serta kualitas estetis yang mendekati standar industri. Dampak jangka panjang kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kesiapan siswa dalam menghadapi kebutuhan industri kreatif dan teknologi informasi. Keberlanjutan program diarahkan melalui integrasi materi AI ke pembelajaran produktif serta pemanfaatan AI sebagai alat bantu pengembangan portofolio siswa. Implementation of AI For Automation and Smart Design in Educational Presentation Media at SMKN 10 Semarang Abstract The integration of artificial intelligence (AI) in vocational education is a necessary strategy to improve efficiency, visual quality, and graduate readiness to face the technology-based creative industry. This community service activity was carried out at SMKN 10 Semarang with the aim of equipping students with AI implementation competencies in the automation of creating intelligent, attractive, and professional presentation media. The main problems of partners include limited AI literacy, low visual graphic design skills, and time inefficiency in preparing presentation materials which are still done manually. The implementation method used a participatory approach through a hands-on workshop that included an introduction to the concept of Generative AI, practice of prompt engineering, and assistance in intensifying the use of AI-based design automation features on the Canva platform. The activity, which was held on September 3, 2025, was attended by 32 students majoring in Software Engineering. The training results showed a significant increase in competency, marked by 87.5% of participants achieving a good category in the post-test. Qualitatively, students were able to produce thematic presentations such as digital startup profiles and application proposals with a coherent narrative structure, visual consistency, and aesthetic quality approaching industry standards. The long-term impact of this activity contributes to improving student preparedness for the needs of the creative and information technology industries. The sustainability program is guided by the integration of AI materials into productive learning and the use of AI as a tool to develop student portfolios

    Strategi Promosi Digital dan Penguatan Citra Kelembagaan Perguruan Tinggi  Menuju Kampus Unggul  Berdaya Saing Global

    No full text
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kapasitas promosi digital dan lemahnya citra kelembagaan pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS), khususnya di wilayah VII Sumatera Selatan, berdampak menurunnya minat calon mahasiswa. Kondisi ini menjadi isu strategis yang memerlukan solusi inovatif melalui penguatan strategi komunikasi, digital branding, dan kolaborasi kelembagaan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi pimpinan PTKIS dalam merancang dan mengimplementasikan strategi promosi digital yang efektif, membangun citra kelembagaan yang profesional dan bernuansa Islami, serta memperkuat jejaring kerja sama antarpengelola perguruan tinggi sebagai fondasi peningkatan daya saing jangka panjang. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk workshop interaktif dan pendampingan strategis yang diselenggarakan di Ballroom UIN Raden Fatah Palembang pada 8 Oktober 2025, dengan pendekatan participatory action learning. Data dikumpulkan melalui   wawancara semi-terstruktur dengan pimpinan PTKIS dan Koordinator Perguruan Tinggi Keagmaan Islam Wilayah (Kopertais) VII Sumatera Selatan, kemudian dianalisis secara kualitatif dan deskriptif kuantitatif menggunakan teknik triangulasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan literasi digital pimpinan PTKIS sebesar 32%, khususnya pada pemahaman strategi digital branding, pengelolaan media sosial institusi, dan keinginan untuk pemanfaatan platform digital untuk promosi penerimaan mahasiswa baru. Selain itu, 85% peserta menyatakan kesiapan institusinya untuk mengimplementasikan strategi promosi digital terintegrasi, dan 78% peserta berkomitmen menyusun langkah strategis promosi digital kelembagaan secara berkelanjutan. Secara jangka panjang, program ini diproyeksikan berkontribusi pada peningkatan visibilitas PTKIS di tingkat regional dan nasional, serta berpotensi mendorong pertumbuhan jumlah pendaftar mahasiswa baru melalui penguatan reputasi dan eksistensi digital masing masing perguruan tinggi. Implikasi kegiatan ini menegaskan bahwa transformasi promosi digital berbasis nilai-nilai Islam, didukung kolaborasi kelembagaan yang berkelanjutan menjadi strategi penting dalam meningkatkan daya saing, reputasi, dan keberlanjutan PTKIS menuju kampus unggul yang berdaya saing global. Digital Promotion Strategy and Strengthening University Image Towards a Competitive Global Campus Abstract This community service activity is motivated by the limited digital promotion capacity and weak institutional image of Private Islamic Religious Higher Education Institutions (PTKIS), particularly in Region VII of South Sumatra, which has resulted in declining interest from prospective students. This condition has become a strategic issue that requires innovative solutions through strengthening communication strategies, digital branding, and institutional collaboration. The objective of this activity is to improve the competence of PTKIS leaders in designing and implementing effective digital promotion strategies, building a professional and Islamic-nuanced institutional image, and strengthening collaborative networks among higher education administrators as a foundation for increasing long-term competitiveness. The activity was carried out in the form of an interactive workshop and strategic mentoring held at the Ballroom of UIN Raden Fatah Palembang on October 8, 2025, using a participatory action learning approach. Data were collected through semi-structured interviews with PTKIS leaders and the Coordinator of Islamic Religious Higher Education Institutions (Kopertais) VII in South Sumatra. These were then analyzed qualitatively and descriptively using triangulation techniques. The evaluation results showed a 32% increase in digital literacy among PTKIS leaders, particularly in their understanding of digital branding strategies, institutional social media management, and their desire to utilize digital platforms for new student admissions promotions. Furthermore, 85% of participants stated their institutions' readiness to implement an integrated digital promotion strategy, and 78% committed to developing strategic steps for sustainable institutional digital promotion. In the long term, this program is projected to contribute to increasing the visibility of PTKIS at the regional and national levels, and has the potential to drive growth in the number of new student applicants by strengthening the reputation and digital presence of each university. The implications of this activity emphasize that digital promotion transformation based on Islamic values, supported by ongoing institutional collaboration, is a crucial strategy for enhancing the competitiveness, reputation, and sustainability of PTKIS towards becoming superior, globally competitive campuse

    Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Asam Urat melalui Program Edukasi dan Aktivitas Fisik ‘ASIK’ di Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur

    No full text
    Penyakit Asam Urat (Gout) adalah salah satu penyakit tidak menular yang terus mengalami kenaikan setiap tahun. Data Puskesmas Mujur menunjukkan peningkatan kasus sebesar 304 dari tahun sebelumnya, hal ini dipicu oleh pola makan tinggi purin dan rendahnya pengetahuan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di Desa Mujur terhadap pencegahan dan penanganan asam urat melalui intervensi terintegrasi. Kegiatan dilaksanakan di Dusun Pendem, Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, dengan melibatkan 10 orang sasaran. Intervensi dilakukan melalui program ASIK (Asam Urat Sehat dengan Olahraga dan Informasi Kesehatan) yang meliputi penyuluhan kesehatan, aktivitas fisik berupa senam bersama, dan demonstrasi pembuatan jus sehat berbahan nanas, timun, dan jahe. Evaluasi dilakukan secara kuantitatif menggunakan instrumen berbentuk kuesioner berupa pre-test dan post-test yang berisi 10 butir pertanyaan untuk mengukur tingkat pengetahuan sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sasaran setelah intervensi, ditandai dengan pergeseran kategori pengetahuan dari dominan kurang pada saat sebelum intervensi menjadi cukup dan baik pada saat setelah dilakukan intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang disertai praktik langsung efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya terkait penyakit asam urat. Model intervensi yang mengintegrasikan edukasi, aktivitas fisik, dan promosi diet sehat merupakan pendekatan yang efektif dan direkomendasikan untuk mendukung program promotif-preventif di tingkat komunitas. Enhancing Community Knowledge of Gout through Integrated Education and Physical Activity in Mujur Village Abstract Gout is a non-communicable disease that continues to rise every year. Data from the Mujur Health Center shows an increase of 304 cases compared to the previous year, triggered by a high purine diet and low public awareness. This community service activity aims to increase knowledge and awareness among the people of Mujur Village about the prevention and management of gout through integrated interventions. The activity was held in Pendem Hamlet, Mujur Village, East Praya District, Central Lombok, involving 10 participants. The intervention was carried out through the ASIK program (Healthy Gout with Exercise and Health Information), which included health counseling, physical activities such as group exercise, and a demonstration of making healthy juice with pineapple, cucumber, and ginger. Evaluation was conducted quantitatively using a pre-test and post-test questionnaire containing 10 questions to measure the participants' level of knowledge. The results showed an increase in knowledge after the intervention, indicated by a shift in knowledge categories from predominantly low before the intervention to sufficient and good after the intervention. These findings suggest that health education, accompanied by direct practice, is effective in improving public understanding, particularly regarding gout. The intervention model that integrates education, physical activity, and the promotion of a healthy diet is an effective approach and is recommended to support promotive-preventive programs at the community level.Penyakit Asam Urat (Gout) adalah salah satu penyakit tidak menular yang terus mengalami kenaikan setiap tahun. Data Puskesmas Mujur menunjukkan peningkatan kasus sebesar 304 dari tahun sebelumnya, hal ini dipicu oleh pola makan tinggi purin dan rendahnya pengetahuan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Dusun Pendem, Desa Mujur terhadap pencegahan dan penanganan asam urat melalui intervensi terintegrasi. Pengabdian dilaksanakan di Dusun Pendem, Desa Mujur wilaya Puskesmas Mujur, melibatkan 10 orang sasaran. Intervensi bertema "ASIK" (Asam Urat Sehat dengan Olahraga dan Informasi Kesehatan), meliputi: 1) Aktivitas Fisik (senam); 2) Penyuluhan Kesehatan; dan 3) Demonstrasi pembuatan jus sehat. Evaluasi kuantitatif dilakukan menggunakan pre-testdan post-test (10 pertanyaan) untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil pre-test menunjukkan 70% peserta memiliki pengetahuan kurang. Setelah intervensi ASIK, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan: responden berpengetahuan baik meningkat menjadi 60%, dan berpengetahuan cukup baik menjadi 40%. Peningkatan pengetahuan ini membuktikan efektivitas metode edukasi terintegrasi. Program ASIK berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat Dusun Pendem tentang asam urat. Model intervensi yang mengintegrasikan edukasi, aktivitas fisik, dan promosi diet sehat merupakan pendekatan yang efektif dan direkomendasikan untuk mendukung program promotif-preventif di tingkat komunitas

    Pendampingan UMKM Halal Pada Usaha Kuliner di Desa Tembeng Putik, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur

    No full text
    Peningkatan pemahaman dan penerapan standar halal pada produk UMKM sangat penting untuk menjawab kebutuhan pasar yang semakin berkembang, terutama di sektor kuliner. Seiring dengan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk halal, pelaku UMKM di Desa Tembeng Putik menghadapi tantangan dalam memenuhi standar tersebut. Oleh karena itu, program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membantu pelaku UMKM memahami dan mengimplementasikan prinsip halal, serta memperoleh sertifikasi halal yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Program ini melibatkan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan teknis mengenai proses pengajuan NIB, sertifikasi halal, serta penerapan prinsip halal dalam produksi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelaku UMKM kini lebih percaya diri dan memahami proses sertifikasi halal, serta menyadari manfaatnya dalam memperluas pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Meskipun demikian, tantangan utama yang dihadapi adalah menjaga konsistensi kualitas produk halal pasca-sertifikasi, yang memerlukan pendampingan berkelanjutan. Pelatihan tentang inovasi produk halal dan pemasaran juga terbukti efektif dalam meningkatkan daya saing produk. Secara keseluruhan, program ini memberikan dampak positif dalam pemberdayaan UMKM dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan standar halal yang lebih baik. Community Assistance for Halal MSMEs in the Culinary Sector: A Case Study in Tembeng Putik Village, Wanasaba District, East Lombok Abstract The enhancement of understanding and application of halal standards in MSME products is crucial to meet the growing market demand, especially in the culinary sector. With the increasing consumer awareness of halal products, MSME actors in Desa Tembeng Putik face challenges in meeting these standards. Therefore, this community service program was carried out with the aim of helping MSME actors understand and implement halal principles, as well as obtain halal certification in accordance with applicable regulations. The program involved socialization, training, and technical assistance regarding the process of applying for NIB, halal certification, and the implementation of halal principles in production. The evaluation results showed that MSME actors are now more confident and understand the halal certification process, as well as recognize its benefits in expanding the market and increasing consumer trust. However, the main challenge faced is maintaining the consistency of halal product quality post-certification, which requires continuous assistance. Training on halal product innovation and marketing also proved effective in increasing product competitiveness. Overall, this program has had a positive impact on MSME empowerment and can encourage local economic growth with better halal standards

    Sosialisasi Manajemen Perkandangan Dan Pakan Kerbau di Desa Tambun Raya, Kapuas

    No full text
    Pengembangan budidaya ternak kerbau merupakan usaha yang berpotensi untuk mendukung ketercukupan protein hewani, meningkatkan taraf ekonomi dan mengembangkan desa. Sosialisasi manajemen perkandangan dan pakan kerbau bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Tambun Raya mengenai manajemen pemeliharaan kerbau. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu survey untuk mengidentifikasi masalah pada mitra, penyusunan materi yang sesui dengan hasil identifikasi masalah, sosialisasi untuk penyampaian materi secara tatap muka, evaluasi sebelum dan sesudah sosialisasi. Sosialisasi berjalan dengan baik ditunjukan dari antusiasme masyarakat yang tinggi. Materi sosialisai yaitu keunggulan ternak kerbau,majemen perkandangan dan menejemen pakan. Setelah itu, dilanjutkan dengan sesi diskusi. Hasil evaluasi sebelum dan sesudah pelaksanaan sosialisasi dilakukan menggunakan kuisioner.  menunjukan adanya kenaikan tingkat pengetahuan rata-rata 57%. Peningkatan yang cukup tinggi ini, mengindikasikan bahwa masyarakat Desa Tambun Raya telah memahami dan memiliki tingkat pengetahuan yang cukup mengenai manajemen perkandangan dan pakan kerbau. Hasil pengamatan minat terhadap ternak kerbau mengalami kenaikan setelah sosialisasi sebesar 60%. Hasil ini mengindikasikan bahwa materi yang disampaikan mampu mendorong minat masyarakat untuk mengembangkan sektor peternakan kerbau. Meningkatnya tingkat pengetahuan dan minat masyarakat Tambun Raya mengenai ternak kerbau menunjukan adanya pemahaman yang baik terhadap metode manajemen budidaya ternak kerbau

    SEHATI (Sehat dengan Herbal Sendiri): Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Kapsul Bawang Putih bagi Penderita Hipertensi

    No full text
    Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis dengan prevalensi tinggi pada kelompok lansia dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Terapi komplementer berbasis herbal, seperti bawang putih, memiliki potensi dalam membantu menurunkan tekanan darah, namun pengetahuan masyarakat masih terbatas, terutama terkait keterampilan praktis dalam pengolahan herbal. Untuk menjawab kebutuhan ini, dikembangkan Program SEHATI (Sehat dengan Herbal Sendiri) yang mengombinasikan edukasi kesehatan, pelatihan, dan pendampingan pembuatan kapsul bawang putih dengan pendekatan pemberdayaan komunitas. Program dilaksanakan pada 21 September 2024 dengan melibatkan 10 orang lansia penderita hipertensi sebagai peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test melalui kuesioner pengetahuan. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan rata-rata skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari 54,0 ± 8,7 menjadi 83,5 ± 7,0 atau sebesar 54,6%. Peningkatan tertinggi terlihat pada pemahaman terkait potensi bawang putih sebagai terapi komplementer, dari 52,0 ± 9,1 menjadi 85,0 ± 6,8 (kenaikan 63,5%). Temuan ini menegaskan bahwa SEHATI tidak hanya efektif meningkatkan pemahaman lansia tentang hipertensi dan terapi herbal, tetapi juga memiliki kebaruan karena mengintegrasikan transfer teknologi sederhana dengan pemberdayaan komunitas. Dengan demikian, program ini berkontribusi pada pengembangan model terapi komplementer berbasis lokal yang mendukung kesehatan lansia sekaligus membuka peluang peningkatan kemandirian ekonomi. SEHATI (Healthy with Your Own Herbs): Training and Assistance in Making Garlic Capsules for Hypertension Patients Abstract Hypertension is one of the most prevalent chronic diseases among the elderly and a major risk factor for cardiovascular disorders. Complementary therapies using herbal remedies, such as garlic, have shown potential in reducing blood pressure. However, public knowledge remains limited, particularly regarding practical skills in herbal processing. To address this gap, the SEHATI Program (Sehat dengan Herbal Sendiri/Healthy with Self-Made Herbal) was developed, combining health education, training, and mentoring in the production of garlic capsules with a community empowerment approach. The program was conducted on September 21, 2024, involving 10 elderly participants with hypertension. Evaluation employed a pre-test and post-test design using a structured knowledge questionnaire. Data were analyzed descriptively by comparing mean scores before and after the intervention. Results showed an increase in knowledge scores from 54.0 ± 8.7 to 83.5 ± 7.0, representing a 54.6% improvement. The greatest increase was observed in understanding the potential of garlic as a complementary therapy, rising from 52.0 ± 9.1 to 85.0 ± 6.8 (a 63.5% gain). These findings highlight that SEHATI is not only effective in improving elderly knowledge of hypertension and herbal therapy, but also novel in integrating simple technology transfer with community empowerment. Thus, the program contributes to the development of a locally based complementary therapy model that supports elderly health while fostering opportunities for community economic independence.Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis dengan prevalensi tinggi pada lansia. Pemanfaatan terapi komplementer berbasis herbal, seperti bawang putih, memiliki potensi dalam membantu pengendalian hipertensi. Namun, pengetahuan masyarakat terkait hal ini masih terbatas. Program SEHATI (Sehat dengan Herbal Sendiri) dirancang untuk memberikan edukasi, pelatihan, dan pendampingan pembuatan kapsul bawang putih bagi penderita hipertensi. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 21 September 2024 dengan jumlah peserta sebanyak 10 orang lansia penderita hipertensi. Desain evaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta mengenai hipertensi dan potensi bawang putih sebagai terapi komplementer. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan rata-rata skor sebelum dan sesudah intervensi. Rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat dari 54,0 ± 8,7 (kategori rendah–sedang) menjadi 83,5 ± 7,0 (kategori tinggi) setelah intervensi, dengan peningkatan sebesar 54,6%. Peningkatan terbesar terdapat pada aspek pemahaman tentang potensi bawang putih sebagai terapi komplementer, yaitu dari 52,0 ± 9,1 menjadi 85,0 ± 6,8 (kenaikan 63,5%). Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan yang dilakukan mampu meningkatkan pemahaman peserta secara signifikan. Program SEHATI efektif dalam meningkatkan pengetahuan lansia mengenai hipertensi dan pemanfaatan bawang putih sebagai terapi komplementer. Kegiatan ini berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat untuk lebih mandiri dalam mengelola kesehatan dengan memanfaatkan sumber daya lokal secara berkelanjuta

    Pendampingan Pengembangan Modul Ajar Matematika Berbasis Deep Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMPN 1 Narmada

    No full text
    Dalam menghadapi tuntutan kompetensi abad ke-21, terutama kemampuan berpikir kreatif, proyek pengabdian ini bertujuan mengembangkan dan mendampingi penerapan modul pembelajaran matematika berbasis prinsip deep learning bagi guru di SMPN 1 Narmada. Intervensi dilakukan melalui dua fase: pelatihan tatap muka (in-service) dan pendampingan jarak jauh (on-service). Pada fase in-service, 60 guru diperkenalkan pada teori dan praktik deep learning serta strategi pengembangan berpikir kreatif, sekaligus diarahkan merancang modul ajar matematika. Pada fase on-service, guru mendapatkan mentoring digital saat menyempurnakan modul mereka. Berbeda dari pendekatan pelatihan guru konvensional, kegiatan ini menggabungkan fase pelatihan tatap muka dan pendampingan daring berbasis prinsip deep learning yang kontekstual. Meskipun berbagai pelatihan guru telah dilakukan sebelumnya, belum tersedia model pengabdian yang secara terpadu mengombinasikan deep learning, kreativitas matematis, dan skema pendampingan berkelanjutan, sehingga pendekatan ini menawarkan kontribusi baru dalam penguatan kapasitas guru. Hasil menunjukkan bahwa 85% guru berhasil mengintegrasikan prinsip deep learning dan indikator berpikir kreatif (tugas multi-solusi, konteks budaya, refleksi siswa) dalam modul pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa dukungan berkelanjutan, desain kontekstual, dan bimbingan bertahap sangat penting dalam mewujudkan inovasi pedagogis di sekolah. Proyek ini berkontribusi pada pengabdian masyarakat dengan memberdayakan kapasitas guru dalam merancang pembelajaran kreatif berbasis deep learning. Untuk pengembangan selanjutnya, direkomendasikan evaluasi dampak langsung terhadap siswa serta perluasan model ke konteks sekolah lain.Kata Kunci: Pengabdian Inovatif; Deep Learning Pedagogi; Berpikir Kreatif; Desain Instruksional Matematika; Pengembangan Kapasitas Guru. Assistance in Developing Deep Learning–Based Mathematics Teaching Modules to Enhance the Creative Thinking Skills of Students at SMPN 1 Narmada Abstract In response to the demands of 21st-century competencies, particularly creative thinking, this community service project aimed to develop and mentor the implementation of mathematics instructional modules based on deep learning principles for teachers at SMPN 1 Narmada. The intervention was carried out in two phases: face-to-face training (in-service) and remote mentoring (on-service). During the in-service phase, 60 teachers were introduced to the theory and practice of deep learning and creative thinking, and were guided in designing mathematics learning modules. In the on-service phase, teachers received digital mentoring as they refined their modules. Distinct from conventional teacher-training approaches, this program integrates face-to-face instruction with online mentoring grounded in contextual deep-learning principles. Although various professional development initiatives have been implemented in Indonesia, there remains a lack of community-service models that simultaneously combine deep-learning pedagogy, mathematical creativity development, and sustained mentoring—representing a key gap that this project uniquely addresses. The results indicate that 85% of participants successfully integrated deep-learning principles and creative-thinking indicators (multiple-solution tasks, cultural contextualization, student reflection) into their modules. These findings highlight the importance of continuous support, contextualized design, and scaffolded guidance in enabling pedagogical innovation. This project contributes to community-service scholarship by empowering teachers to design creative mathematics learning grounded in deep-learning practices. Future work should include direct evaluation of student outcomes and broader implementation across diverse school contexts

    0

    full texts

    529

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇