Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
529 research outputs found
Sort by
Pemberdayaan Kelompok PKK Desa Welahan Wetan melalui Penguatan Ekonomi Lokal Berbasis Produk Alam: TOGA-LAMPOT
Pemberdayaan kelompok PKK Desa Welahan Wetan merupakan upaya strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi lokal berbasis potensi alam. Sebelum program dilaksanakan, komunitas sasaran menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan ekonomi rumah tangga, rendahnya keterampilan teknis dalam budidaya tanaman obat, serta belum optimalnya pemanfaatan lahan pekarangan yang relatif sempit. Hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen anggota PKK belum memiliki pengetahuan standar mengenai budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA), dan sekitar 70 persen pekarangan rumah belum dimanfaatkan secara produktif. Program ini berfokus pada pemanfaatan TOGA dan lahan pekarangan produktif dalam pot (TOGA-LAMPOT) sebagai basis pengembangan produk unggulan berbasis ekonomi lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan anggota PKK secara aktif melalui pemetaan kebutuhan mitra, penyuluhan potensi ekonomi TOGA-LAMPOT, serta pelatihan budidaya dan pengolahan di pekarangan rumah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan teknis peserta, ditandai dengan keberhasilan sekitar 70% anggota PKK dalam mempertahankan minimal tiga jenis tanaman obat hingga akhir program, serta terbentuknya inisiatif pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) TOGA-LAMPOT. Pemberdayaan kelompok PKK melalui integrasi TOGA-LAMPOT dan penguatan ekonomi lokal terbukti efektif dalam mengoptimalkan lahan terbatas menjadi sumber daya produktif, sekaligus melestarikan pengetahuan tradisional tentang tanaman obat. Program ini direkomendasikan sebagai model pemberdayaan ekonomi komunitas berbasis produk alam di wilayah pedesaan dengan keterbatasan lahan dan sumber daya.
Empowerment of the PKK Group in Welahan Wetan Village through Strengthening the Local Economy Based on Natural Products: TOGA-LAMPOT
Abstraks
The empowerment of the PKK women’s group in Welahan Wetan Village represents a strategic effort to improve community welfare through strengthening the local economy based on natural resources. Prior to program implementation, the target community faced several challenges, including limited household economic capacity, low technical skills in medicinal plant cultivation, and suboptimal utilization of relatively small home gardens. The initial needs assessment indicated that more than 60 percent of PKK members lacked standardized knowledge of Family Medicinal Plant (TOGA) cultivation, while approximately 70 percent of household yards had not been used productively. This program focused on utilizing TOGA and productive home-garden cultivation in pots (TOGA-LAMPOT) as a foundation for developing value-added local products. A participatory approach was employed, actively involving PKK members through partner needs mapping, education on the economic potential of TOGA-LAMPOT, and hands-on training in home-garden cultivation and processing. The results demonstrated an improvement in participants’ technical skills, as evidenced by approximately 70 percent of PKK members successfully maintaining at least three types of medicinal plants until the end of the program, as well as the initiation of plans to establish a TOGA-LAMPOT Joint Business Group (Kelompok Usaha Bersama). The empowerment of the PKK group through the integration of TOGA-LAMPOT and local economic strengthening proved effective in optimizing limited land into productive resources while preserving traditional knowledge of medicinal plants. This program is recommended as a replicable model for community-based economic empowerment using natural products in rural areas with limited land and resources
Promosi Kesehatan tentang Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Lombok Tengah
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, ditandai dengan demam tinggi, nyeri sendi dan otot hebat, serta ruam. Pada Tahun 2024 kasus Demam Berdarah Dangue di Lombok Tengah terjadi peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya, ialah sebanyak 238 kasus. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa dan siswi tentan pencegahan Deman Berdarah. Metode kegiatan ini meliputi beberapa tahap pelaksanaan, yaitu : a. Tahap Persiapan Tahap ini seluruh warga mengisi daftar hadir. b. Pembukaan kegiatan Pengabdian Masyarakat Pembukaan kegiatan, dilanjutkan dengan pre test/tes awal secara verbal bagi peserta untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan peserta tentang diare dan cara penanganannya sebelum diberikan penyuluhan, c. Penyampaian materi oleh Narasumber. Materi yang disampaikan adalah mengenai pengertian, penularan, gejala, fase penyakit, derajat keparahan, pencegahan 3M dan 3M Plus dan Penanganan. Penyampaian materi dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab. d. Kegiatan diakhiri dengan pemberian tes akhir menggunakan metode statistik analisis uji t pre-test dan post-test. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah terjadi peningkatan pegetahuan siswa(i) dengan nilai rata-rata pengetahuan siswa/siswi sebelum diberikan penyuluhan adalah 40.22 namun setelah diberikan penyuluhan tentang tentang DBD, rata-rata pengetahuan siswa/siswi meningkat menjadi 59.78 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat selisih atau perbedaan nilai pre-test dan post test dengan selisih 19.56 dengan nilai P Value 0.000 (P<0.005).
Improving Knowledge of Dengue Fever Prevention at State Elementary School 3, Central Lombok
Abstract
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a viral infectious disease transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito, characterized by high fever, severe joint and muscle pain, and rashes. In 2024, cases of Dengue Hemorrhagic Fever in Central Lombok increased from previous years, amounting to 238 cases. The purpose of this community service is to increase the knowledge of male and female students about preventing Dengue Fever. The method of this activity includes several stages of implementation, namely: a. Preparation Stage This stage all residents fill out the attendance list. b. Opening of Community Service Activities The opening of the activity, followed by a verbal pre-test/initial test for participants to determine the extent of participants' knowledge about diarrhea and how to handle it before being given counseling, c. Delivery of material by the resource person. Delivery of material is carried out using the lecture method, the material present is about definitions, transmission, symptoms, disease stages, severty levels, 3M and 3M plus prevention and treatment. The material delivery is done through lecture and question and answer methods. d. The end of the activity ends with a final test. The result of this community service activity is an increase in student knowledge (i) with the average value of student knowledge before being given counseling is 40.22 but after being given counseling about dengue fever, the average knowledge of students increased to 59.78 so it can be concluded that there is a difference or difference in pre-test and post-test values with a difference of 19.56 with a P Value of 0.000 (P <0.005)
Pemanfaatan Minyak Maggot untuk Lilin Aromaterapi sebagai Implementasi 3R dan Ekonomi Sirkular di Bank Sampah Sumur Batu
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan nilai tambah budidaya maggot di Bank Sampah Sumur Batu melalui hilirisasi minyak maggot menjadi produk lilin aromaterapi, sebagai bentuk implementasi konsep 3R dan ekonomi sirkular yang berkelanjutan. Mitra telah mampu mengolah sampah organik dengan maggot, namun belum memiliki produk turunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berdaya saing pasar. Kegiatan PkM meliputi pelatihan budidaya maggot berorientasi produksi minyak, teknik ekstraksi minyak maggot, formulasi dan pembuatan lilin aromaterapi, serta penguatan manajemen usaha dan pemasaran digital untuk mendukung keberlanjutan usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa formulasi optimal lilin aromaterapi menggunakan komposisi 30 g beeswax, 35 g soywax, dan 20 ml minyak maggot, yang menghasilkan kualitas aroma dan tekstur yang stabil. Perhitungan harga pokok produksi (HPP) menunjukkan biaya sebesar Rp22.500 per unit, dengan potensi harga jual Rp40.000, sehingga memberikan margin keuntungan yang menjanjikan bagi mitra. Evaluasi pre–post test menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan teknis peserta, khususnya pada keterampilan pembuatan lilin yang meningkat dari nilai rata-rata 2,71 menjadi 4,07. Tingkat kepuasan peserta terhadap pelaksanaan program berada pada kategori tinggi dengan skor antara 4,00–4,43. Keberlanjutan program dirancang melalui rencana pemasaran berbasis digital, pengembangan variasi aroma dan kemasan ramah lingkungan, serta penguatan kelembagaan usaha komunitas agar produk lilin aromaterapi berbahan minyak maggot dapat menembus pasar lokal hingga regional secara berkelanjutan dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Utilization of Maggot Oil for Aromatherapy Candles as an Implementation of 3R and Circular Economy at the Sumur Batu Waste Bank
Abstract
This Community Service Program (PkM) aims to increase the added value of maggot cultivation at the Sumur Batu Waste Bank through downstream processing of maggot oil into aromatherapy candles, as an implementation of the 3R concept and a sustainable circular economy. The partner community has been able to process organic waste using maggots; however, it has not yet developed high-value derivative products with market competitiveness. The program activities included training on maggot cultivation oriented toward oil production, maggot oil extraction techniques, formulation and production of aromatherapy candles, as well as strengthening business management and digital marketing to ensure business sustainability. The results indicate that the optimal candle formulation consists of 30 g of beeswax, 35 g of soy wax, and 20 ml of maggot oil, producing stable aroma quality and texture. The calculation of the cost of goods sold shows a production cost of IDR 22,500 per unit, with a potential selling price of IDR 40,000, indicating a promising profit margin for the partner community. Pre–post evaluation demonstrates a significant improvement in participants’ technical skills, particularly in candle-making, with the mean score increasing from 2.71 to 4.07. Participant satisfaction with the program implementation was high, with scores ranging from 4.00 to 4.43. The sustainability of the program is supported through a digital-based marketing plan, the development of diverse scents and eco-friendly packaging, and the strengthening of community-based business institutions, enabling maggot oil–based aromatherapy candles to expand into local and regional markets while enhancing long-term community economic independenc
Pelatihan Branding Produk Bagi Kelompok Umkm “Pade Angen” Desa Kediri Lombok Barat
Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas branding produk dan pemasaran digital pada Kelompok UMKM “Pade Angen” yang berlokasi di Desa Kediri, Kabupaten Lombok Barat, yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan, khususnya pada aspek identitas merek, standar kemasan, literasi teknologi, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi dan distribusi produk. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui serangkaian pelatihan dan pendampingan yang meliputi penguatan konsep branding produk, desain logo dan kemasan menggunakan aplikasi Canva, pembuatan serta pengelolaan akun media sosial dan marketplace, serta pendampingan manajemen usaha sederhana dengan pendekatan partisipatif dan praktik berbasis kebutuhan mitra. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya identitas merek dalam meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk, disertai dengan terbentuknya desain logo dan kemasan baru yang lebih representatif serta meningkatnya motivasi mitra dalam mengembangkan pemasaran berbasis digital. Guna menjamin keberlanjutan dan efektivitas penerapan hasil pengabdian, dirumuskan strategi tindak lanjut berupa pendampingan berkala, pelatihan lanjutan terkait pembuatan konten promosi dan evaluasi kinerja pemasaran digital, serta penguatan jejaring kemitraan dengan pemerintah desa dan pemangku kepentingan terkait. Secara keseluruhan, program pengabdian ini berkontribusi dalam meningkatkan daya saing UMKM lokal, mendorong kemandirian usaha, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 8 tentang pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Product Branding Training for the "Pade Angen" UMKM Group in Kediri Village, West Lombok
Abstract
This community service program aims to improve the product branding and digital marketing capacity of the "Pade Angen" MSME Group located in Kediri Village, West Lombok Regency, which has so far faced various limitations, particularly in aspects of brand identity, packaging standards, technological literacy, and the use of digital media as a means of product promotion and distribution. Community service activities are carried out through a series of training and mentoring that includes strengthening the concept of product branding, logo and packaging design using the Canva application, creation and management of social media and marketplace accounts, and mentoring on simple business management with a participatory approach and practices based on partner needs. The results of the implementation of the activities show an increase in understanding and awareness of MSME actors regarding the importance of brand identity in increasing added value and product competitiveness, accompanied by the creation of new, more representative logo and packaging designs and increased motivation of partners in developing digital-based marketing. To ensure the sustainability and effectiveness of the implementation of community service results, a follow-up strategy is formulated in the form of regular mentoring, advanced training related to promotional content creation and digital marketing performance evaluation, and strengthening partnership networks with village governments and related stakeholders. Overall, this community service program contributes to increasing the competitiveness of local MSMEs, encouraging business independence, and supporting the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) point 8 on inclusive and sustainable economic growth
Pemberdayaan Masyarakat di Bulan Ramadhan: Meningkatkan Kualitas Ibadah dan Keberlanjutan Lingkungan
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mubaligh Hijrah kelompok 008 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dilaksanakan di Masjid Al-Amin, Jomboran, Sendangagung, Minggir, Sleman, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kualitas ibadah dan pelestarian lingkungan selama bulan Ramadhan. Tujuan program ini adalah meningkatkan pemahaman dan praktik ibadah serta kesadaran lingkungan masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi observasi, sosialisasi, pendampingan, implementasi kegiatan, serta evaluasi partisipatif melalui diskusi dan umpan balik dari warga dan pengurus masjid untuk menilai efektivitas program. Kegiatan utama mencakup kajian keagamaan, pelatihan ibadah, dan penguatan aktivitas masjid, serta sosialisasi lingkungan, aksi bersih-bersih, dan penanaman pohon. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman keagamaan dan antusiasme masyarakat dalam beribadah, serta kesadaran lingkungan yang lebih tinggi. Partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan dan keberlanjutan program ini.
Community Empowerment During Ramadan: Enhancing the Quality of Worship and Environmental Sustainability
Abstract
The Community Service Program (KKN) "Mubaligh Hijrah" Group 008 from Universitas Muhammadiyah Yogyakarta was implemented at Al-Amin Mosque, Jomboran, Sendangagung, Minggir, Sleman, with a focus on community empowerment through enhancing the quality of religious practices and environmental preservation during the month of Ramadan. The program aimed to improve both the understanding and practice of worship, as well as raise environmental awareness among community members. The implementation methods included observation, outreach, mentoring, activity execution, and participatory evaluation through discussions and feedback from residents and mosque administrators to assess program effectiveness. The main activities encompassed religious studies, worship training, strengthening mosque-based activities, environmental awareness campaigns, clean-up actions, and tree planting. The results indicated an increase in religious understanding, greater enthusiasm for worship, and heightened environmental consciousness. Active community participation was a key factor in the success and sustainability of the progra
Pelatihan Pembuatan Silase Tebon Jagung dan Rumput Gajah Sebagai Pakan Ternak Kambing Desa Teladan:
Peternak kambing di Desa Teladan didominasi oleh sistem peternakan tradisional dengan kepemilikan ternak berkisar 1-5 ekor per peternak. Meskipun memiliki pengalaman dan motivasi tinggi dalam manajemen pemeliharaan, pemberian pakan, dan pemasaran, adopsi teknologi pengolahan pakan masih terbatas. Potensi limbah pertanian berupa tebon jagung dan rumput gajah tersedia melimpah di wilayah tersebut, namun belum dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan teknologi preservasi pakan.Teknologi silase merupakan solusi strategis untuk meningkatkan daya simpan dan kualitas nutrisi pakan ternak.Karena belum banyak program pelatihan di tingkat desa yang berfokus pada kombinasi silase dua jenis hijauan, seperti tebon jagung dan rumput gajah, sehingga programpengabdian pada masyarakat(PkM) ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kemampuan peternak dalam mengolah pakan ternak. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan kapasitas peternak dalam penguasaan teknologi silase tebon jagung dan rumput gajah melalui pendekatan komprehensif meliputi sosialisasi, pelatihan praktis, pendampingan intensif, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan.Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan peternak (31,5%), minat penerapan teknologi (13,71%), dan keterampilan teknis (44%). Analisis tersebut mengindikasikan bahwa program pelatihan silase memberikan dampak positif terhadap pengembangan kompetensi peternak dalam manajemen pakan ternak.Kesimpulannya, implementasi program pelatihan teknologi silase tebon jagung dan rumput gajah terbukti efektif meningkatkan kapabilitas praktis peternak kambing dalam pengolahan pakan alternatif berkualitas. Program ini berkontribusi pada pengembangan sistem peternakan berkelanjutan melalui optimalisasi pemanfaatan sumber daya lokal.
Training on Making Corn Stover and Elephant Grass Silage as Feed for Goats in Exemplary Villages
Abstract
Goat farmers in Teladan Village are dominated by traditional farming systems with livestock ownership ranging from 1-5 heads per farmer. Despite having high experience and motivation in husbandry management, feeding, and marketing, the adoption of feed processing technology is still limited. The potential for agricultural waste in the form of corn stover and elephant grass is abundant in the region, but has not been optimally utilized due to limitations in feed preservation technology. Silage technology is a strategic solution to improve the shelf life and nutritional quality of animal feed. Because there have not been many training programs at the village level that focus on the combination of silage of two types of forage, such as corn stover and elephant grass, so this community service program has great potential to improve the ability of farmers to process animal feed. This community service program aims to develop the capacity of farmers in mastering corn and elephant grass silage technology through a comprehensive approach including socialization, practical training, intensive assistance, and continuous monitoring and evaluation.The evaluation results showed a significant increase in the aspects of farmer knowledge (31.5%), interest in applying technology (13.71%), and technical skills (44%). The analysis indicated that the silage training program had a positive impact on developing farmers' competencies in animal feed management.In conclusion, the implementation of the corn stover and elephant grass silage technology training program proved effective in improving the practical capabilities of goat farmers in processing quality alternative feed. This program contributes to the development of a sustainable livestock system through optimizing the utilization of local resources
Pemberdayaan Masyarakat melalui Budidaya Ikan Nila Larasati di Sedayu Bantul Yogyakarta
Tren tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Bantul terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Salah satu komoditas unggulan yang diproduksi secara intensitf di seluruh dunia yaitu budidaya ikan nila. ikan Nila banyak dibudidayakan di berbagai daerah karena memiliki nilai ekonomis tinggi, tahan penyakit, dan mudah beradaptasi terhadap lingkungan. Analisis kondisi di mitra Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) kecamatan Sedayu Bantul yaitu mitra memiliki keterbatasan pengetahuan budidaya ikan nila, rendahnya produktivitas dan resiko kegagalan yang tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan mitra belum mampu memenuhi permintaan pasar sehingga tidak dapat memanfaatkan peluang untuk meningkatkan pendapatan. Solusi yang diberikan yaitu peningkatan pengetahuan, keterampilan, penggunaan teknologi siphon serta sensor kualitas air, dan kapasitas budidaya. Warga sasaran kegiatan pengabdian yaitu para petani ikan Nila yang tergabung di JATAM Argorejo Sedayu Bantul Yogyakarta. Kegiatan PkM dilaksanakan pada bulan Desember 2024 – Juni 2025 di kolam mitra yang terletak di dusun Bandut Lor RT 34, Argorejo, Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Tahapan kegiatan pengabdian yang dilakukan meliputi tahapan persiapan, pelaksanaan, pemeliharaan dan pemasaran. Hasil angket yang diberikan diperoleh hasil aspek kejelasan informasi 81.25%, transfer keterampilan 87.50%, keunggulan metode siphon 87.50%, peningkatan kemampuan mitra 87.50%, peningkatan pengetahuan 75%, manfaat kegiatan 93.75%, komitmen keberlanjutan program 100%, dampak pada mitra 81.25%, kontribusi ekonomi 81.25%. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat budidaya ikan Nila Larasati di Jamaah Tani Muhammadiyah kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul telah mencapai target indikator keberhasilan yang telah ditetapkan dan diperoleh hasil yang sangat baik.
Community Empowerment through Nile Tilapia Cultivation Larasati in Sedayu Bantul Yogyakarta
Abstract
The trend of fish consumption levels in Bantul Regency continues to increase yearly. One of the leading commodities that is produced intensively worldwide is tilapia aquaculture. Tilapia is widely cultivated in various regions because it has high economic value, disease resistance, and is easy to adapt to the environment. The analysis of the conditions at the Muhammadiyah Farmers Community (JATAM) partner in Sedayu, Bantul, shows that the partner has limited knowledge of tilapia aquaculture, low productivity, and a high risk of failure. These conditions have resulted in the partner being unable to meet market demand, thus failing to seize opportunities to increase income. The solutions provided include improving knowledge and skills, using siphon technology and water quality sensors, and cultivating capacity. The target participants of this community service activity are tilapia farmers who are members of JATAM Argorejo Sedayu Bantul, Yogyakarta. The community service activity was conducted from December 2024 to June 2025 at the partner's pond in Bandut Lor hamlet RT 34, Argorejo, Sedayu, Bantul, Yogyakarta. The methods used in this community service activity include counseling, training, and mentoring. The stages of the community service activities include preparation, implementation, maintenance, and marketing. The community service activities of tilapia farming Larasati at the Muhammadiyah Farmer Group in Sedayu District, Bantul Regency, have met the established success indicator targets. The technology transfer provided includes using the siphon method to remove NH3 deposits at the bottom of the pond and using temperature, pH, and NH3 sensors for real-time monitoring of pond water quality. The technology applied in tilapia farming is expected to maintain pond water quality so that tilapia growth can be optimal and healthy
Sinergi Penguatan Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi, dan Lingkungan Berbasis Desa: Upaya Mendukung SDGs Desa Batannyuh, Tabanan
Desa Batannyuh merupakan salah satu desa di Bali yang memiliki beragam potensi, mulai dari sektor pendidikan, UMKM, pengelolaan lingkungan, hingga wisata berbasis sungai. Namun desa ini masih menghadapi tantangan pembangunan berupa keterbatasan kapasitas masyarakat dalam bidang kesehatan, literasi pendidikan, pengelolaan usaha, serta kesadaran lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui KKN-PMM Universitas Warmadewa di Desa Batannyuh dirancang sebagai pendekatan multidisiplin berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) untuk memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat. Program ini dilaksanakan dengan kerangka metode partisipatif, di mana masyarakat terlibat aktif dalam setiap tahap kegiatan, serta kuantitatif, menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang terdiri atas 12 butir pertanyaan per bidang untuk mengukur perubahan pemahaman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman antara 15 hingga 25 persen pada aspek kesehatan, pendidikan, literasi keuangan, serta pengelolaan lingkungan. Selain data kuantitatif, teridentifikasi pula perubahan perilaku seperti kebiasaan mencuci tangan di sekolah, pencatatan kas sederhana pada UMKM, serta peningkatan kepedulian siswa terhadap kebersihan lingkungan. Capaian ini membuktikan bahwa sinergi mahasiswa dan masyarakat dapat memperkuat kapasitas desa, mengoptimalkan potensi lokal, dan mempercepat pencapaian pembangunan berkelanjutan. Dari sisi akademik, kegiatan ini menawarkan model integratif lintas bidang yang dapat dijadikan rujukan pengembangan KKN berbasis SDGs, sedangkan secara praktis program ini memperlihatkan peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung kemandirian desa dan menciptakan dampak pembangunan yang berkelanjutan.
Synergy in Improving Health, Education, Economy, and Environment Based on Villages: Efforts to Support Sustainable Development Goals (SDGs) in Batannyuh Village, Tabanan
Abstract
Batannyuh Village in Bali is a rural area with diverse potential, ranging from education and local micro enterprises to environmental management and river-based tourism. However, the village still faces development challenges such as limited community capacity in health knowledge, educational literacy, business management, and environmental awareness. The community service program through the Student Community Service – Community Empowerment (KKN-PMM) of Universitas Warmadewa was designed as a multidisciplinary approach explicitly based on the Sustainable Development Goals (SDGs) to contribute to improving the quality of life in the village. The program applied a participatory framework, involving local stakeholders in every stage of activity, combined with a quantitative framework, utilizing pre-test and post-test instruments consisting of 12 items per sector to measure changes in community understanding. The results indicate an increase of 15 to 25 percent in knowledge related to health, education, financial literacy, and environmental management. Beyond numerical findings, behavioral changes were observed, such as improved handwashing practices among school children, basic bookkeeping adoption by micro enterprises, and greater student awareness of waste sorting. These outcomes demonstrate that collaboration between students and the community can strengthen village capacity, optimize local potential, and accelerate the achievement of sustainable development. Academically, this program offers an integrative cross-sectoral model of SDGs-based student service that can serve as a reference for future KKN programs, while practically it highlights the strategic role of higher education institutions in fostering rural independence and generating sustainable development impacts
Transformasi Gaya Hidup Sehat Siswa Sekolah Dasar melalui Implementasi Pelatihan dan Kompetisi Senam Indonesia Hebat
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mentransformasi gaya hidup sehat siswa sekolah dasar melalui implementasi pelatihan dan kompetisi Senam Indonesia Hebat. Pelaksanaan kegiatan dilakukan menggunakan pendekatan partisipatif dan evaluasi untuk menilai perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa terhadap pola hidup sehat. Kebaruan kegiatan ini terletak pada integrasi metode pelatihan dan kompetisi senam yang dikemas sebagai strategi edukatif untuk membentuk budaya hidup sehat sejak usia dini. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya aktivitas fisik dan penerapan perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah. Kontribusi praktis dari program ini adalah menyediakan model pembinaan kesehatan berbasis olahraga yang dapat direplikasi oleh sekolah lain, sekaligus memberikan kontribusi ilmiah dalam memperkaya literatur intervensi pendidikan kesehatan melalui aktivitas senam tradisional. Program PKM ini berhasil dengan capaian 88-95%, yang menunjukkan bahwa pelatihan dan kompetisi senam Indonesia hebat efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan olahraga. Membentuk disiplin dan antusiasme dalam berolahraga. Pelaksanaan PKM menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesadaran dan praktik perilaku hidup sehat serta bersih pada siswa sekolah dasar. Melalui pendekatan pelatihan terstruktur dan kompetisi yang bersifat edukatif, siswa tidak hanya terlibat aktif dalam aktivitas fisik yang menyehatkan, tetapi juga terdorong untuk lebih disiplin menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekolah.
Transforming Elementary School Students' Healthy Lifestyles through the Implementation of Training and Competitions Great Indonesian Gymnastics
Abstract
This community service activity aims to transform the healthy lifestyles of elementary school students through the implementation of the Great Indonesian Gymnastics training and competition. The activity was implemented using a participatory approach and evaluation to assess changes in students' knowledge, attitudes, and behavior towards a healthy lifestyle. The novelty of this activity lies in the integration of gymnastics training and competition methods packaged as an educational strategy to foster a healthy lifestyle culture from an early age. The results of the activity showed an increase in students' understanding of the importance of physical activity and the implementation of healthy lifestyle behaviors in the school environment. The practical contribution of this program is to provide a sports-based health coaching model that can be replicated by other schools, while also providing a scientific contribution to enriching the literature on health education interventions through traditional gymnastics activities. This PKM program was successful with an achievement of 88-95%, indicating that the Great Indonesian Gymnastics training and competition are effective in increasing student participation in sports activities. They also foster discipline and enthusiasm in sports. The implementation of PKM shows that this activity is able to make a real contribution to increasing awareness and practice of healthy and clean lifestyle behaviors among elementary school students. Through a structured training approach and educational competitions, students are not only actively involved in healthy physical activities but are also encouraged to be more disciplined in maintaining personal hygiene and the school environment
Peningkatan Nilai Tambah Pengolahan dan Pemasar Abon Ikan pada Kelompok Home Industry Layang Mandiri di Kota Kendari
Aktivitas ekonomi rumah tangga yang berpotensi signifikan dalam meningkatkan nilai tambah produk perikanan lokal melalui proses pengolahan dan pemasaran salah satunya adalah usaha abon ikan skala mikro. Pengembangan pengolahan abon ikan di kota Kendari dipandang sebagai cara efektif untuk meningkatkan kualitas kesempatan kerja, menumbuhkan semangat wirausaha, memajukan industri kreatif dengan memanfaatkan sumber daya perikanan, serta mendorong pembangunan infrastruktur di tingkat regional. Tujuan kegiatan ini dilakukan untuk Meningkatkan pendapatan mitra melalui pengolahan abon ikan dengan varian rasa dan kualitas produk mulai dari pengadaan bahan baku sampai pengemasan; Memperluas target pasar dan pemasaran hasil produksi. Lokasi Pengabdian ini di Laksanakan di Kelompok Layang Mandiri Kelurahan Tipulu Kota Kendari. Pelaksanaan kegiatan dimulai dari Persiapan, Sosialisasi, Pelatihan, dan Penerapan Inovasi. Kegiatan dilaksanakan sejak bulan Juli sampai Agustus 2025. Hasil kegiatan ini memberikan pemahaman dan keterampilan baru bagi kelompok layang mandiri yang berjumlah 11 orang dalam mengolah abon ikan untuk memberikan nilai tambah dengan varian rasa yang berbeda, menjaga kualitas produk dan memasarkan abon ikan secara luas dan kreatif salah satunya melalui media sosial. Kesimpulan pengabdian ini bahwa kegiatan yang dilaksanakan menambah pemahaman baru mengenai pengolahan abon yang berkualitas dan mampu meningkatkan keterampilan dalam mengolah dan memasarkan abon ikan layang.
Increasing the Added Value of Processing and Marketing of Fish Floss in the Layang Mandiri Home Industry Group in Kendari City
Abstract
The household economic activity with significant potential to increase the added value of local fishery products through processing and marketing includes a micro-scale fish floss business in the Layang Mandiri Home Industry Group in Kendari City. The development of fish floss production in Kendari is seen as an effective way to improve the quality of employment opportunities, foster an entrepreneurial spirit, advance the creative industry by utilizing fishery resources, and encourage regional infrastructure development. The purpose of this activity is to increase the income of partners by processing fish floss with various flavors and improving product quality, from raw material procurement to packaging. It also aims to expand the target market and marketing of the products. This community service was conducted with the Layang Mandiri Group in Tipulu Village, Kendari City. The implementation of the activities included preparation, socialization, training, and innovation implementation, and took place from July to August 2025. The results of this activity provided new understanding and skills for the 11 members of the Layang Mandiri Group in processing fish floss to create added value with different flavors. It also taught them how to maintain product quality and market the fish floss widely and creatively, for example, through social media. In conclusion, this community service activity added new understanding regarding the processing of quality shredded fish and improved the skills of the group members in processing and marketing shredded layang fish