Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
    529 research outputs found

    Pemberdayaan Masyarakat Tani Desa Pringgabaya Lombok Timur Melalui Budidaya Jamur Tiram Sebagai Upaya Menuju Desa Mandiri

    No full text
    Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan beberapa kelompok masyarakat yang tidak produktif menjadi masyarakat yang mandiri secara ekonomi.Hasil kegiatan yang telah dicapai meliputi: (1) telah dilaksanakan proses seleksi dan rekruitmen peserta program KKN-PPM; (2) kegiatan pembekalan telah dilaksanakan sebanyak tiga tahap dengan tema pembekalan umum kegiatan KKN yang diberikan oleh pimpinan institut dan LPPM, dilanjutkan dengan pembekalan khusus tentang topik KKN-PPM yaitu biografi daerah sasaran KKN-PPM, pembuatan kumbung jamur, dan cara membuat budidaya jamur tiram; selanjutnya pelatihan budidaya jamur tiram;  (3) terbitnya buku petunjuk budidaya jamur yang bisa digunakan masyarakat sebagai panduan dalam budidaya jamur; (4) terlaksananya pelatihan budidaya jamur tiram; (5) terbentuknya duakumbung budidaya jamur tiram; (6) pemasaran dilaksanakan melalui penjualan langsung dan melalui media sosial.Empowerment of Farmers in Pringgabaya Village, Lombok Timur through Cultivating Oyster Mushrooms as Efforts Towards Independent VillagesAbstractThis service activity aims to empower several unproductive groups of people to become economically independent communities. The results of activities that have been achieved include: (1) a selection and recruitment process for participants in the KKN-PPM program has been carried out; (2) debriefing activities have been carried out in three stages with the theme of general debriefing for KKN activities provided by the institute and LPPM leaders, followed by special briefing on the KKN-PPM topic, namely biography of KKN-PPM target areas, making kumbung mushrooms, and how to make mushroom cultivation. oyster; then training in oyster mushroom cultivation; (3) publication of a manual for mushroom cultivation that can be used by the community as a guide in mushroom cultivation; (4) implementation of oyster mushroom cultivation training; (5) formation of two oyster mushroom cultivation basins; (6) marketing is carried out through direct sales and through social media

    Pelatihan Pembuatan Bata Ringan dari Pengolahan Limbah Emas Tradisional pada Siswa MA Intishor Tanjung Karang

    No full text
    Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk pelatihan, transfer teknologi, dan penyuluhan tentang pembuatan batako ringan dari limbah pengolahan emas kepada mitra. Pengabdian ini dilaksanakan di MA Al-Intishor Tanjung Karang, Mataram. Dalam pengabdian ini siswa dan guru akan: 1) dijelaskan tentang bahaya limbah pengolahan emas serta bagaimana proses penanganannya sehingga menjadi ramah lingkungan; 2) dilatih/praktik bagaimana proses pembuatan batako ringan dari limbah pengolahan emas, sehingga menghasilkan batako ringan; 3) dilatih memvariasikan filler/penguat pada batako ringan dengan menggunakan bahan/material yang selama ini kurang dimanfaatkan sehingga batoko menjadi semakin kuat dan ringan. Luaran dari pengabdian ini yaitu bertambahnya ilmu siswa dan guru tentang pengelolaan limbah dan batako ringan hasil buatan sisw adan guru.Training of Making Lightweight Brick from Traditional Gold Processing Waste in Students of MA Intishor Tanjung KarangAbstractThe purpose of this service is to training, transfer technology, and knowledge about making lightweight brick from gold processing waste to partners. This devotion was carried out at MA Al-Intishor Tanjung Karang, Mataram. In this service students and teachers will: 1) learn about the dangers of gold processing and how the handling process becomes a friendly environment; 2) lightweight concrete building / processing process from gold processing waste, producing light brick; 3) Frying varies the filler / reinforcement on lightweight brick by using materials that have been underutilized so the brick becomes stronger and lighter. The output of this service is the increasing knowledge of students and teachers about the management of waste and light brick made by students and teachers

    Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Program Pemanfaatan Lahan Untuk Budidaya Ikan Gurame

    No full text
    Desa Varia Agung Kecamatan Seputih Mataram termasuk desa rawan pangan. Oleh karena itu pemanfaatan lahan pekarang untuk budidaya ikan gurame diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi kerawanan pangan. Pemberdayaan masyarakat di desa varia besar sudah berjalan selama 4 bulan. Kelompok pembudidaya ikan gurame yang telah mengikuti program budidaya ikan gurame dan memanfaatkan lahan pekarangan dapat meningkatkan produksi, pemanfaatan lahan yang sempit, sehingga dapat memperoleh penghasilan yang cukup besar. Komunitas yang berpartisipasi adalah 10 orang. Ada dua pendekatan: pendekatan teknis dan partisipatif. Berdasarkan pelatihan pemberdayaan kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan tentang budidaya ikan mas dari 25% menjadi 92%. Oleh karena itu pembudidaya ikan gurame memiliki kemampuan dalam budidaya ikan mas dengan memanfaatkan lahan pekarangan.Community Economic Empowerment through Land Use Programs for Gurame Fish CultivationAbstractThe village of Varia Agung Seputih Mataram sub-district is a food-prone village. Therefore, the use of pekarang land for Gurame fish farming, is expected to be an alternative to overcome food insecurity. Community empowerment in the village of great varia has been running for 4 months. The cultivation groups who have participated in the Gurame fish farming program and utilize the lands of the yard can increase the production, utilization of narrow land, so as to earn substantial income. The participating communities are 10 people. There are two approaches: technical and participatory approaches. Based on the training in the empowerment of this activity successfully increased knowledge about carp culture from 25% to 92%. Therefore, carp cultivators have the ability in carp culture by utilizing the yard land

    Membangun Community Of Active English Communication Di Daerah Wisata Gili Meno Lombok

    No full text
    Program pelatihan bahasa asing diberikan secara langsung di lokasi pelaku wisata menjalankan profesinya masing-masing. Peserta dilatih dengan materi bahasa asing yang aplikatif atau kalimat-kalimat yang sering digunakan dalam melayani wisatawan pengguna jasa kusir cidomo, penyewa sepeda, pemandu wisata, supir speedboat dan pedagang asongan. Pelatihan dan pendampingan dilaksanakan setiap hari selama 1 bulan. Peserta difasilitasi pula dengan buku panduan praktis bahasa inggris. Kegiatan KKN-PPM telah dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2018 dengan hasil capaian yaitu: (1) buku panduan praktis bahasa inggris bagi pelaku wisata Gili Meno sudah diterbitkan dengan ISBN 978-602-50418-9-1, (2) pelaksanaan KKN-PPM telah dipublikasi di media cetak Lombok Post edisi 17 Agustus 2018, (3) mahasiswa peserta KKN-PPM telah diberikan pembekalan untuk mempersiapkan kompetensi dan penguasaan teknis kegiatan, (4) Kepala Dusun Gili Meno telah memberikan izin pelaskanaan KKN-PPM, (5) pelatihan dan pendampingan  bahasa inggris dilakukan setiap hari dengan teknis mahasiswa mengunjungi lokasi pelaku wisata menjalankan profesinya dan mendampingi pelaku wisata dalam melayani wisatawan asing, (6) kemampuan bahasa inggris masyarakat pelaku wisata mengalami peningkatan seperti penambahan penguasaan kosa kata (vocabulary), conversation dan tata kalimat yang lebih terstruktur sesuai tenses.Building a Community of Active English Communication in the Gili Meno Tourism Area, LombokAbstractForeign language training programs are provided directly at the location of tourism actors carrying out their respective professions. Participants are trained in applicable foreign language material or sentences that are often used in serving tourists using cidomo coachmen, bicycle renters, tour guides, speedboat drivers and hawkers. Training and mentoring are carried out every day for 1 month. Participants were also facilitated with practical English manuals. KKN-PPM activities have been carried out in June-August 2018 with the following results: (1) a practical English guidebook for Gili Meno tourism actors has been published with ISBN 978-602-50418-9-1, (2) implementation of KKN- PPM has been published in the Lombok Post print media August 17 2018 edition, (3) KKN-PPM participant students have been provided with training to prepare competency and technical mastery of activities, (4) Head of Gili Meno Hamlet has granted KKN-PPM implementation permit, (5) English language training and mentoring are carried out every day with technical students visiting the locations of tourism actors carrying out their profession and assisting tourism actors in serving foreign tourists, (6) the English language skills of the tourism actors have increased such as additional vocabulary mastery, conversation and sentence structure which is more structured according to tenses

    Pembinaan Guru MTs Maarif NU 6 Taman Negeri Menghadapi Kompetisi Sains Madrasah (KSM)

    No full text
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan bimbingan dalam menghadapi kompetensi ilmu madrasah yang diberikan kepada guru. Sasaran dalam kegiatan ini adalah para guru MTs Maarif NU 6 State Park. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode klasikal, latihan soal olimpiade, dan diskusi serta tanya jawab. Pembinaan ini melibatkan dosen Jurusan Teknik Elektro (yang erat kaitannya dengan Fisika) dan dosen Pendidikan Matematika bekerjasama dengan MTs Maarif NU 6 Taman Negeri, dengan melibatkan guru-guru Taman Kota MTs Maarif NU 6, sebagai mata pelajaran. Kendala yang dihadapi adalah guru belum memiliki pengetahuan awal tentang proses pembelajaran fisika dan matematika. Manfaat yang didapat dari peserta kegiatan bakti ini antara lain dapat mengembangkan dan mengembangkan pembelajaran fisika dan olimpiade matematika.Development of MTs Maarif NU 6 National Park Teacher in Facing Madrasah Science CompetitionAbstractThis community service activity aims to provide guidance in dealing with the competence of madrasah science that is given to teachers. The target of this activity is MTs Maarif NU 6 State Park teachers. This community service activity method uses classical methods, practice Olympic questions, and discussions and questions and answers. This coaching involves lecturers from the Electrical Engineering Department (which is closely related to Physics) and Mathematics Education lecturers in collaboration with MTs Maarif NU 6 Taman Negeri, involving Taman Kota teachers at MTs Maarif NU 6, as subjects. The obstacle faced is that the teacher does not have prior knowledge of the physics and mathematics learning process. The benefits obtained from the participants of this service activity include being able to develop and develop learning physics and mathematics olympiad

    Pelatihan Pembuatan Bata Tanpa Bakar Berbahan Dasar Limbah Batu Bara Di Desa Taman Ayu

    No full text
    Limbah batu bara di Desa Taman Ayu menunjukkan bahwa limbah batu bara akan tersebar ke mana-mana melalui aliran air di selokan sehingga limbah batu bara ini selain membuat pandangan yang tidak bagus juga akan mengakibatkan polusi bagi kehidupan di sekitarnya. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk kelompok produksi bata tanpa bakar dengan bahan dasar limbah batu bara. Seluruh peserta mendapatkan materi dalam 3 (tiga) kategori yaitu materi pelatihan pembuatan bata tanpa bakar, dengan materi seperti penyiapan alat dan bahan, pembuatan campuran, dan pencetakan dan pengeringan. Bahan baku yang digunakan pada pembuatan batu bata tanpa bakar terdiri dari limbah batu bara, semen Portland tipe I, dan larutan alkali. Kemudian semua bahan dicampur dan diaduk hingga merata dan homogen. Selanjutnya adonan dituang ke dalam cetakan yang yerbuat dari besi dengan ukuran 23 x 110 x 50 cm (SNI 15-2094-2000). Adonan dicetak dan dikeringkan dilakukan 1-2 hari pada suhu kamar lalu dilanjutkan dengan pemberian larutan alkali  untuk mengganti proses pembakaran. Pada penelitian ini membuat bata tanpa bakar dengan menggunakan bahan perekat semen dan limbah batu bara ini diharapkan dapat mengurangi limbah dan dapat menjaga kebersihan lingkungan serta dapat menjadi bahan bangunan alternatif pengganti bata merah yang ada dipasaran masyarakat sekarang yang pembuatannya memanfaatkan tanah pertanian dan merusak lingkungan.Training on making coal-based non-burning bricks at Taman Ayu VillageAbstractThe coal waste in Taman Ayu Village shows that coal waste will be scattered everywhere through the water flow in the gutter so that this coal waste will not only create a bad view but also cause pollution to the life around it. This activity aims to form a group of unburned brick production based on coal waste. All participants received material in 3 (three) categories, namely training materials for making bricks without burning, with materials such as preparing tools and materials, making mixtures, and printing and drying. The raw materials used in the manufacture of bricks without burning consist of coal waste, Portland cement type I, and alkaline solutions. Then all the ingredients are mixed and stirred until evenly and homogeneous. Then the dough is poured into a mold made of iron with a size of 23 x 110 x 50 cm (SNI 15-2094-2000). The dough is molded and dried for 1-2 days at room temperature and then followed by giving an alkaline solution to replace the combustion process. In this study, making bricks without burning using cement and coal waste adhesive is expected to reduce waste and be able to maintain environmental cleanliness and can be an alternative building material to replace red bricks on the market in today's society, which makes use of agricultural land and damages the environment

    Pelatihan Pembuatan Nata De Coco dan Nata De Soya pada Siswi Kelas XI MA Annajah

    No full text
    Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah edukasi pemanfaatan limbah cair kelapa dan limbah tahu berbentuk nata dan mengembangkan keterampilan Siswi di MA Annajah Yayasan Pendidikan Al-Halimy. Sasaran kegiatan adalah siswa putri kelas XI MA Annajah Yayasan Pendidikan Al-Halimy sejumlah 17 orang (tinggal di asrama sekolah). Kegiatan dilaksanakan selama 1 (satu) bulan meliputi survei lokasi, diskusi penentuan jadwal kegiatan dengan pihak sekolah (mitra), sosialisasi kegiatan kepada calon target binaan, pengenalan produk biologi terapan berbasis mikroorganisme, sosialisasi promosi IKIP Mataram, pelatihan sterilisasi alat dan bahan, pelatihan pembuatan nata (nata de coco dan nata de soya), monitoring hasil produk olahan, dan evaluasi kegiatan (respon kegiatan dan kualitas produk yang dihasilkan). Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan >90% peserta mengikuti kegiatan secara aktif, 94,12% menggap bahwa kegiatan sangat bermanfaat dan 5,88% cukup bermanfaat, 76,47% sangat tertarik untuk merintis usaha dan 23,53% cukup tertatik. Uji organoleptik/kesukaan produk yang dihasilkan menunjukkan tingkat kesukaan responden adalah pada produk nata de coco dibandingkan nata de soya. Hal ini disebabkan bahwa indikator kualitas nata (tekstur, warna, dan rasa) sebanyak 98% lebih menyukai nata de coco.Training on Making Nata De Coco and Nata De Soya for Class XI MA AnnajahAbstractThe aim of this community service is to educate the use of coconut liquid waste and tofu waste in the form of nata and to develop the skills of students at MA Annajah, the Al-Halimy Education Foundation. The target of the activity is 17 female students of class XI MA Annajah Al-Halimy Education Foundation (living in school dormitories). Activities carried out for 1 (one) month include a location survey, discussion on determining the schedule of activities with the school (partner), socialization of activities to target target candidates, introduction to microorganism-based applied biology products, promotion of IKIP Mataram, training on sterilization of tools and materials, training in manufacturing nata (nata de coco and nata de soya), monitoring of processed products, and evaluation of activities (response to activities and quality of products produced). The results of the evaluation of the activities showed that> 90% of the participants participated in the activities actively, 94.12% thought that the activities were very useful and 5.88% were quite useful, 76.47% were very interested in starting a business and 23.53% were quite interested. The organoleptic test / product preference showed that the respondent's preferred level was nata de coco compared to nata de soya. This is because 98% of the indicators of nata quality (texture, color and taste) prefer nata de coco

    PENGRAJIN BATIK SASAMBO DI DESA REMBITAN DALAM MEMBENTUK WISATA BERBASIS BATIK SASAMBO

    No full text
    Sasambo Rembitan Sasak (SRS) has opportunity to develop new business besidesproduce batik Sasambo. The new business is Batik Sasambo tour. Problems faced by the SRS to build Batik Sasambo tour concerned with man resources and information media such as 1). Description about batik Sasambo in English is not available; 2). A few of the craftsmen can speak English. This community service activity aimed to: 1) give information about batik Sasambo produced by Sasambo Rembitan Sasak in English through booklet and brochure; 2) increase craftsmen and staffs’ ability in English; 3) prepare the establishment of Batik Sasambo Tour. The community service is done in three steps are establishment, partner participation and evaluation. Establishment is done through English training, made booklet and brochure in English and initial development of Batik Sasambo tour. Partner participation is active during the implementation the program. Evaluation and sustainability is done after the program and both community service team and partners together not only to prepare SRS to build Batik Sasambo tour but also to be a location for research and working practice. Result of community service showed 1) craftsmen’s performance in English is good; 2) booklet and brochure about Batik Sasambo are provided; 3) preparation to build  Batik Sasambo tour

    IbM PEMBERDAYAAN PENGRAJIN TAHU BERBASIS ENTREPRENEURSHIP

    No full text
    Kekalik merupakan salah satu penghasil tahu terbesar di Kota Mataram. Selain produk utama yang diinginkan berupa tahu, industri tahu juga menghasilkan produk sampingan berupa limbah cair, limbah padat basah, limbah padat kering dan limbah gas. Minimnya pengetahuan yang dimiliki kelompok pengrajin tahu Kekalik menjadi kendala dalam mengelola limbah produksi tahu secara baik. Pengolahan limbah cair tahu menjadi Nata de Soya dapat mengurangi pencemaran lingkungan atau permasalahan lingkungan. Program kemitraan ini diharapkan akan mampu membina pengrajin tahu untuk memproduksi Nata de Soya dan menghasilkan satu jenis minuman komersil yang berbahan Nata de Soya dan siap untuk dipasarkan dengan nilai ekonomi yang bersaing.Prosedur kerja dalam proses IbM ini dibagi menjadi beberapa tahap yaitu (1) Korodinasi mitra; (1) Persiapan alat dan bahan; (3) Penyuluhan; (4) Pelatihan dan pendampingan pembuatan Nata de Soya dan minuman kemasan. Peserta dilengkapi dengan VCD tutorial. Pelaksanaan IbM beserta luaran yang dihasilkan yaitu (1) Tim IbM telah menyiapkan alat, bahan dan lokasi pelatihan pembuatan Nata de Soya; (2) Pelatihan dan pendampingan pembuatan Nata de Soya dan minuman kemasan telah dilaksanakan 4 kali dengan 15 peserta; (3) Tim IbM mensosialisakan konsep, tujuan dan teknik pelaksanaan kegiatan IbM kepada masyarakat; (4) Pelatihan dan pendampingan dilakukan dengan teknik demonstrasidan praktik; (5) Peserta memiliki pemahaman dan keterampilan yang cukup baik dalam membuat Nata de Soya dan minuman kemasan; (6) Peserta telah menghasilkan Nata de Soya dengan ketebalan ± 2 cm, warna putih dan tekstur kenyal; (7) Peserta telah menghasilkan minuman kemasan berbahan Nata de Soya yang enak dikonsumsi

    PELATIHAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

    No full text
    Telah dilaksanakan pelatihan penulisan karya tulis ilmiah penelitian tindakan kelas (PTK) bagi guru di SMA Negeri 1 Sukamulya. Metode pelaksanaan yang digunakan, yaitu pelatihan (in service training/IST) dan pendampingan (on service training/OST). Pada proses IST peserta mendapatkan materi yang berkaitan dengan penelitian tindakan kelas, sedangkan pada proses OST peserta didampingi dalam melakukan penulisan naskah PTK. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang tujuan utamanya adalah memberikan pemahaman tentang penulisan karya ilmiah mendapat apresiasi yang baik dari pihak sekolah. Kehadiran guru dalam kegiatan mencapai 80% dari total semua guru yang direncanakan terlibat. Dalam pelaksanaan kegiatan peserta nampak bersemangat, hal ini dapat dilihat dari antusiasnya para guru dalam mengikuti seluruh kegiatan pelatihan, baik dalam pemberian materi maupun pada proses diskusi atau tanya jawab

    0

    full texts

    529

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇