Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
    529 research outputs found

    IbM KOTA MATARAM YANG MENGALAMI MASALAH SAMPAH RUMAH TANGGA

    No full text
    Waste management that conventionally performed  has brought a heavy burden on the government because it must provide many sufficient supporting infrastructure, as is also the case in the city of Mataram. Availability of infrastructure that used to transport waste from the source to get to the final disposal (landfill) is not sufficient so that they obtained a pile of trash on the roadside. On the other hand, a good waste management can produce useful products that have a selling value is to transform organic waste into compost or charcoal briquettes and inorganic waste into handicrafts. In this activity, fielded the devotion trying to empower communities in the Environment Monjok and Karang Sukun to manage waste household  by  establishing  a  bank  of  waste  that  can accommodate  household  waste produced by its citizens and turning it into useful products (compost / charcoal and craft) or sell  to  waste  bank  holding  established  the Environment  Agency  (BLH)  Mataram

    MEMBANGUN COMMUNITY OF ACTIVE ENGLISH COMMUNICATION DI DAERAH WISATA GILI AIR LOMBOK

    No full text
    Gili air merupakan surga untuk wisata bawah laut dan memiliki sarana transportasi utama yaitu cidomo, sepeda gayung dan speedboat. Pada area pantai dan spot favorit di gili air, ditemukan pedagang asongan produk kreatif asli Lombok. Kelancaran dan kenyamanan berwisata di gili air sangat dipengaruhi oleh kualitas pelayanan para kusir cidomo, penyewa sepeda, supir speedboot, guide, dan pedagang asongan. Oleh sebab itu, diperlukan program pelatihan dan pembinaan bahasa asing bagi masyarakat pelaku wisata di gili air. Program pelatihan bahasa asing akan diberikan secara berkelompok berdasarkan sektor jasa yang ditawarkan sehari-hari. Peserta dilatih dengan materi bahasa asing yang aplikatif atau kalimat-kalimat yang sering digunakan dalam melayani wisatawan pengguna jasa kusir cidomo, penyewa sepeda, pemandu wisata, supir speedboat dan pedagang asongan. Pelatihan akan dilaksanakan 2 kali seminggu selama 3 bulan. Peserta difasilitasi pula dengan buku pedoman bahasa inggris praktis. Pelaksanaan dan luaran KKN-PPM ini dirincikan sebagai berikut: (1) buku panduan praktis bahasa inggris untuk pelaku wisata Gili Air sudah diterbitkan dengan ISBN 978-602-73458-8-1, (2) pelaksanaan KKNPPM telah dipublikasi di media cetak Lombok Post edisi 22 Agustus 2017, (3) mahasiswa peserta KKN-PPM telah diberikan pembekalan untuk mempersiapkan kompetensi dan penguasaan teknis kegiatan, (4) Kepala Desa Gili Indah telah memberikan izin pelaskanaan KKN-PPM, (5) pelatihan dilakukan dua kali dalam satu minggu dengan teknis mahasiswa mengunjungi lokasi pelaku wisata menjalankan profesinya, (6) pendampingan dilakukan empat kali dalam satu minggu dengan teknis mendampingi pelaku wisata dalam melayani wisatawan asing, (7) kemampuan bahasa inggris masyarakat pelaku wisata mengalami peningkatan seperti penambahan penguasaan kosa kata (vocabulary), menggunaan kalimat dalm berkomunikasi bahasa inggris (speaking) dan tata kalimat yang lebih terstruktur sesuai grammer/tenses

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENDIDIKAN KELUARGA BERBASIS POSDAYA SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN GENERASI EMAS NTB (GEN)

    No full text
    Tujuan dari pelaksanaan program KKN-PPM ini adalah untuk mengoptimalkan peran dan fungsi keluarga, mensosialisasikan pentingnya pendidikan keluarga melalui pengkondisian lingkungan yang asri, nyaman, dan ramah terhadap perkembangan anak, serta menumbuhkembangkan pendidikan keluarga berbasis Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). Sedangkan target khusus dari pelaksanaan program KKN-PPM ini yakni memberdayakan masyarakat melalui peningkatan aktivitas pendidikan keluarga melalui kegiatan-kegiatan keluarga dalam bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan, lingkungan hidup, dan kewirausahaan dengan membentuk Pos Pemberdayaan Keluarga (POSDAYA) sebagai modal sosial mewujudkan generasi emas NTB (GEN) di desa Sesela Kabupaten Lombok Barat. Program KKN PPM ini telah terlaksana dengan kegiatan berupa rekrutmen mahasiswa KKN PPM, pembekalan materi, survey dan koordinasi dengan mitra, sosialisasi program, pembentukan POSDAYA bersama mitra dan aparat desa Sesela dengan perangkat kegiatan perintisannya. Pada tahap rekrutmen mahasiswa KKN PPM telah dilakukan melalui proses seleksi dengan memenuhi persyaratan akademik dan administratif. Selanjutnya kegiatan penyampaian materi program kerja KKN PPM telah dilakukan melalui tahap pembekalan materi yang disampaikan oleh pimpinan kampus dan LPPM IKIP Mataram serta pembekalan materi khusus oleh tim pelaksana bersama DPL. Dalam upaya mengoptimalkan pelaksanaan program dilapangan, tim pelaksana telah melakukan kegiatan survey lokasi dan koordinasi dengan mitra (PKBM Ceria) serta aparat desa dalam mempersiapkan dan memfasilitasi berbagai perangkat kebutuhan program. Sosialisasi program KKN PPM ini telah dihadiri oleh kepala desa beserta jajarannya, pihak mitra, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kader PKK, warga masyarakat dan mahasiswa dengan tujuan untuk menyamakan persepsi dan penguatan dukungan dari masyarakat. Hasil dari pelaksanaan program KKN-PPM ini antara lain; (1) terbentuknya Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) di desa Sesela dan telah memiliki legalitas dari kepala desa; (2) peningkatan partisipasi keluarga dalam pelaksanaan kegiatan pemberdayaan keluarga baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, keagamaan, dan lingkungan hidup; (3) terciptanya produk unggulan Posdaya dalam bidang kewirausahaan yakni Stick Jagung Manis dan  Peyek Kacang; (4) publikasi kegiatan KKN-PPM pada media massa cetak (Lombok Post); (5) tersusunnya draft buku panduan pendidikan keluarga berbasis Posdaya; (6) publikasi artikel ilmiah pada Jurnal Lumbung Inovasi (ber-ISSN)

    PEMBERDAYAAN PETANI JAGUNG MELALUI PENGEMBANGAN USAHA DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN JAGUNG DI LABUAPI KABUPATEN LOMBOK BARAT

    No full text
    In general the problem and the main obstacle in the Corn Growers Labuapi area is the lack of effort and a good development in the processed product diversification efforts highly selling corn and economic value. This condition is due Labuapi local farming communities are not familiar with the processing technology. Moreover, public interest in the corn-based food is still low. This is caused by lack of knowledge of some people about the nutritional value of corn, corn display food products less attractive, and the assumption that maize is only consumed by the economically weak. KKN PPM activities that have been carried out aims to increase the diversity of corn refined products through the application of technology diversified development of corn processing products are cheap and easily applied by farmers maize. KKN-PPM have been conducted for 3 months in the second semester of the academic year 2016. The activities that have been undertaken include: increased KKN-PPM on the student, training and assistance directly to the corn farmers in the form of diversified products such as milk processed maize corn, noodles corn, corn and soybean corn dodol. Based on the results of the training has been done obtained a level of understanding and skills of the communities (farmers corn) in the village of telagawaru satisfactory, while the quality of the corn processed products produced successful or maximum

    COMMUNITY EMPOWERMENT THROUGH THE SMALL SCALE BIO-DEGISTER TO ACCOMPLISH CATTLES WASTE IN THE KIDANG VILLAGE

    No full text
    The purpose of this KKN-PPM program is to accomplish a problem from cattles waste that has not been managed properly. Further management is directed towards making small-scale biodegesters into energy-independent villages. This devotion is implemented in Kidang Village of East Praya in Central Lombok Regency. The availability of an abundant source of cattle dung is spread in each private cowshed (there is no collective cowshed) because of the distribution pattern of Kidang Village residents in small groups, supporting the implementation of this program. The soil texture of cracked clay in the dry season, as well as the limitations of the water source cause the degister model are suitable for the condition. Degister applied is a small-scale biodegister, designated for 1 family with the number of cattle at least 2 cattles (cow). Biodigester is installed in 6 different location as a pilot program to Kidang Village community. Digester uses a 1200 liter plastic tank, with in let, out let, and out putt gas using a piping system. The digester is filled with ¾ part of the cattle dung, and ¼ of the part as the gas reservoir. The gas produced from the digester model shows a mixture of water : cattle dung with a 2: 1 ratio is faster than the 1: 1 mixture. In the mixture with a ratio of 2: 1, the gas has begun formed on day 11 with increasing pressures day by day, with the pressures of 73.26 Pa, 106.36 Pa, and 112.00 Pa

    PELATIHAN GURU PKN DALAM MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DI DESA BARABALI KECAMATAN BATUKLIANG KABUPATEN LOMBOK TENGAH

    No full text
    Penggunaan media pembelajaran interaktif oleh para guru sehingga pengembangan materi pembelajaran interaktif dengan komputer kurang optimal. Kondisi ini diperparah lagi dengan metode pengajaran yang masih mengandalkan ceramah, one-way communication, tidak tersedianya media dan ketidakmampuan membuat media, yang menyebabkan siswa menjadi cepat bosan dan tidak paham akan apa yang diajarkan sehingga materi yang disampaikan guru tidak sampai pada tujuannya. Oleh karena itu, melalui kegiatan PKM yang akan dilakukan ini setidaknya dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada guru untuk dapat menggunakan media pembelajaran yang interaktif dan menarik sehingga minat dan hasil belajar siswa meningkat. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk mengetahui pelatihan guru PKn dalam menggunakan media pembelajaran interaktif di Desa Barabali Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah. Langkah-langkah yang akan ditempuh dalam kegiatan PKM ini mencakup beberapa tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, evaluasi dan penyempurnaan karya media pembelajaran oleh tim PKM, dan refleksi dan penutupan program PKM. Hasil yang dicapai melalui kegiatan ini menujukkan (1) adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan para guru tentang pembuatan media pembelajaran interaktif pada pembelajaran PKn. (2) tersedianya media pembelajaran interaktif PKn bagi guru-guru SD dan SMP di kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah

    PEMBERDAYAAN IBU-IBU PKK MELALUI PELATIHAN PRODUKSI DETERJEN CAIR DI DESA SUKARAJA LOMBOK TENGAH

    No full text
    Kondisi masyarakat yang makin konsumtif menjadikan setiap individu semakintertarik pada hal-hal yang instan, selain itu jika kondisi ini tidak diperbaiki maka akanmembuat masyarakat tidak memiliki kreatifitas dan menghilangkan jati diri. Desa Sukaraja yang terletak di kabupaten Lombok Tengah belum tersentuh sepenuhnya oleh programprogram pemberdayaan dan pembinaan khusunya tentang keterampilan dan kewirausahaan. Perbaikan kesejahteraan sosial dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan, seperti pemberdayaan Ibu-ibu PKK di Desa Sukaraja melalui pelatihan produksi deterjen cair. Tujuan dari kegitan ini adalah 1) meningkatkan kesadaran tentang hidup produktif dengan menigkatkan keterampilan, 2) meningkatan motivasi untuk berwirausaha, 3) membekali pengetahuan tentang deterjen cair, 4) meningkatkan keterampilan membuat deterjen cair, dan 4) ibu PKK diberi pengetahauan tentang peluang bisnis rumahan. Kegiatan pemberdayaan ini telah dilakukan dengan hasil adanya penigkatan pemahaman dan keterampilan tentang pembuatan deterjen cair, selain itu ibu PKK telah memulai memproduksi baik dengan cara kelompok dan individu untuk di gunakan sendiri dan di jual. Hasil tersebut menggambarkan bahwa kegiatan pengabdianyang dilakukan dapat dinyatakan berhasil, hal ini ditunjukkan adanya kesadaran Ibu PKK tentang pentingnya hidup produktif dan mandiri memalui berwirausaha

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA GUNUNGSARI MELALUI PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK DAN LOGAM

    No full text
    Artikel ini akan mendeskripsikan tentang kegiatan pemberdayaan masyarakat desa Gunungsari melalui pengelolaan sampah plastik dan logam. Kegiatan ini merupakan progran KKN-PPM yang dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2017. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan yakni sosialisasi pemilahan sampah, pembentukan bank sampah, pelatihan pembuatan produk kerajinan berbahan baku sampah plastik dan logam, dan pemasaran produk. Sasaran utama kegiatan ini adalah ibu-ibu rumah tangga dan PKK, remaja putri dan karang taruna desa gunungsari. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan 30 orang mahasiswa KKN. Luaran dari kegiatan ini adalah terbentuknya kesadaran masyarakat desa gunungsari tentang manfat ekonomis sampah plastik dan logam, terbentuknya wadah ekonomi kreatif yakni Bank Sampah Al-Furqon Desa Gunungsari, terbentuknya kelompok pengumpul sampah dan pengerajin, pemasaran produk dilaksankan melalui penjualan langsung, pameran-pameran yang bekerjasama dengan Humas IKIP Mataram, dan melalui media sosial

    PELATIHAN PENYUSUNAN InTASC STANDARD-BASED MODULE UNTUK GURU SMP LOMBOK BARAT

    No full text
    Pelaksanaan kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk: (1)meningkatkan kreativitas dan produktivitas Guru Bahasa Inggris SMP dalam menyusun need analysis, assessment tool dan instruksi pengajaran yang bervariasi yang kemudian disusun menjadi sebuah modul berbasis InTASC  (InTASC Standard-Based Module) dimana modul ini berisi 10 standard yang memuat seluruh langkah pengajaran dan refleksi yang bisa dilakukan guru sehingga proses belajar mengajar akan berjalan dengan efektif dan menyenangkan, apa yang diajarkan guru akan mudah dimengerti oleh siswa dan proses belajar mereka tidak hanya terhenti didalam kelas tetapi juga bisa dilakukan diluar kelas. (2) Dengan begitu, siswa nantinya akan mampu berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris dengan lancar dan bisa menggunakannya dalam mendapatkan pekerjaan khususnya dunia pariwisata dimana mereka mampu memberikan pelayanan yang jauh lebih baik yaitu mampu berkomunikasi dengan para wisatawan secara lancar. (3) Semakin baiknya pelayanan yang diberikan, semakin banyak pula wisatawan yang datang dimana hal ini tentunya akan membuaka lapangan pekerjaan yang lebih banyak dan menjadikan Pariwisata Lombok Barat menjadi destinasi wisata yang mampu bersaing di kancah Internasional. Dalam pelaksanaan pelatihan ini, tim terlebih dahulu berkoordinasi dan memberikan pengenalan InTASC standard kepada kepala Sekolah, ketua MGMP, dan peserta, Setelah itu tim memberikan pelatihan 10 standard InTASC yang berisi need analysis, assessment tool dan instruksi pengajaran yang bervariasi yang akhirnya disusun menjadi sebuah modul berbasis InTASC yang digunakan dalam pengajaran Bahasa Inggris selanjutnya, sehingga manfaat pelatihan ini bisa dirasakan sampai seterusnya. Berdasarkan hasil pelatihan dan pendampingan dapat disimpulkan bahwa pihak sekolah sangat mendukung kegiatan pelatihan tersebut dan antusiasme peserta dapat terukur dari modul berbasis InTASC yang diselesaikan sebagai buku pendamping kurikulum yang sedang berlaku

    PELATIHAN PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF BAGI GURU DI KABUPATEN SUMBAWA

    No full text
    Implementasi kurikulum 2013 di berbagai sekolah, khususnya pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Sumbawa, belum terdistribusi secara merata. Sebagian sekolah masih menggunakan kurikulum 2006 sebagai acuan rencana pembelajaran. Salah satu aspek penting dalam kurikulum 2013 adalah penggunaan pendekatan scientific (ilmiah) yang meliputi proses mengamati, menanyakan, menalar, mencoba, dan membentuk jejaring. Namun didalam penerapannya, perangkat kurikulum 2013 masih belum dilengkapi dengan lembar kerja scientific yang dapat digunakan oleh siswa untuk mengkonstruksi pengalaman belajarnya secara tertulis menggunakan kaidah-kaidah scientific (ilmiah), meliputi mengamati, bertanya, menyelidiki, menganalisis, dan menyimpulkan. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pelatihan pengembangan perangkat pembelajaran inovatif bagi guru di Kabupaten Sumbawa adalah untuk melatih para guru SMP dari berbagai bidang studi agar mampu menyusun rencana pedoman pembelajaran (RPP) menggunakan kurikulum 2013 yang dilengkapi dengan perangkat media lembar kerja scientific dan instrumentasi penilaian digital menggunakan software Test Analysis Program (TAP). Sebelum digunakan dalam pelatihan, perangkat yang telah disediakan terlebih dahulu divalidasi oleh Pakar terkait bidang perangkat yang dikembangkan. Perangkat yang telah direvisi sesuai arahan validator selanjutnya digandakan sebagai perangkat penunjang kegiatan pelatihan yang dilaksanakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan di SMP Negeri 1 Alas Barat diikuti oleh 40 guru peserta yang berasal dari 5 sekolah di Kecamatan Alas dan Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa, yaitu SMPN 1 Alas Barat, SMPN 2 Alas Barat, SMPN 3 Alas Barat, SMPN 1 Alas, dan SMPN 2 Alas. Kemajuan pelaksanaan kegiatan hingga laporan ini dibuat telah mencapai 85% mengacu pada proposal yang telah disusun sebelumnya. Harapan dari para guru peserta dan mitra adalah agar kegiatan serupa dapat dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang

    0

    full texts

    529

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇