Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
529 research outputs found
Sort by
Peningkatan Nilai Tambah Produksi Nira Aren di Kabupeten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan melalui Transfer Teknologi Pengolahan Gula Semut
Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) merupakan salah satu sentra penghasil nira aren di Provinsi Kalimantan Selatan. Saat ini usaha gula aren di Kabupaten HSS belum dilakukan secara serius oleh masyarakat setempat. Semakin meningkatnya gaya hidup masyarakat modern yang cenderung lebih memilih pemanis alami yang lebih sehat dengan mengganti konsumsi gula tebu telah mendorong meningkatnya potensi ekonomi gula aren. Peningkatan permintaan pasar terhadap gula aren dalam bentuk gula semut belum mampu dibarengi dengan pasokan yang mencukupi dikarenakan keterbatasan sarana produksi dan implementasi teknologi yang lebih efisien. Program ini ditujukan untuk menjawab permasalahan tersebut dengan mitra kelompok masyarakat petani dan perajin gula aren di Kabupaten HSS. Metode yang digunakan berupa diseminasi dan transfer teknologi proses, mesin produksi, dan kecakapan manajerial. Terdapat sepuluh tahapan yang dilakukan dimulai dari focus group discussion dengan mitra, perencanaan pola diseminasi, pemahaman konsep produk, transfer pengetahuan dan ketrampilan produksi, transfer pengetahuan dan ketrampilan pengemasan, pelatihan berbasis manajemen, pendampingan, evaluasi, perencanaan pengembangan, dan standarisasi produk dan proses. Penggunaan mesin produksi memberikan dampak terhadap percepatan waktu proses hingga 50% sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan tenaga kerja. Dampak lainnya adalah dihasilkannya produk gula semut aren dengan mutu yang lebih baik, yaitu warna dan aroma yang lebih netral/alami, kadar air lebih rendah, serta tekstur yang lebih seragam. Mutu dan penampilan produk mampu memenuhi standar kelayakan untuk dipasarkan sebagai gula semut dengan kelas premium. Melalui transfer teknologi ini pihak mitra merasakan manfaat yang besar.
Enhancing the Added Value of Arenga pinnata Sap Production in Hulu Sungai Selatan Regency by Utilizing Granulated Palm Sugar Processing Technology
Abstract
Hulu Sungai Selatan Regency (HSS) is one of the largest palm sap production centers in South Kalimantan Province. Currently, the palm sugar business in HSS has not been carried out seriously by the local community, so it has not had a significant economic impact. The natural sugar business from palm oil has enormous economic potential, especially with the increasing lifestyle of modern society, which wants a healthy natural sweetener with a low glycemic index to replace cane sugar. Market demand for original ant sugar products shows an increasing trend but has not been fully met due to production facilities. This program was designed to address the problems that occur in the community groups of palm sugar farmers and craftsmen in the HSS Regency palm center, which includes aspects of process technology, managerial, and production equipment. The method offered was to transfer process technology, small industry management, and palm sugar production machines to palm sap-producing centers. There were ten stages carried out starting from focus group discussions with partners, planning dissemination patterns, understanding product concepts, transfer of knowledge and production skills, transfer of knowledge and packaging skills, management-based training, mentoring, evaluation, development planning, and standardization of products and processes. The use of processing machines was able to speed up processing time by up to 50%, which can increase labor efficiency. The resulting product also showed good quality with a more neutral or natural color and aroma, lower water content, and a uniform texture. The quality and appearance of the product really fulfilled its suitability for being marketed as premium-quality ant sugar. Through this technology transfer, partners experienced a great benefit
Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani Dalam Mendukung Pencapaian Kegiatan Ekonomi Di Desa Bahomante, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali
Penguatan kelompok tani merupakan langkah awal dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Kelompok tani memiliki peran penting dalam mendorong pembangunan pertanian. Meskipun banyak kelompok tani telah dibentuk, saat ini cukup sulit menemukan kelompok tani yang aktif, di mana anggotanya memanfaatkan lembaga tersebut untuk meningkatkan kinerja usaha tani dan kesejahteraan mereka. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menambah wawasan, pemahaman, dan pengetahuan anggota kelompok tani mengenai kelembagaan kelompok yang ada di Desa Bahomante, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali. Untuk mencapai tujuan tersebut, kegiatan ini dilaksanakan melalui tahapan observasi, pelatihan, dan evaluasi. Kontribusi unik dari pelatihan ini adalah penggunaan pendekatan pendidikan orang dewasa (Andragogi) yang disertai dengan simulasi berbasis kasus nyata di Desa Bahomante, yang mendorong partisipasi aktif peserta dalam memahami dan mengimplementasikan kelembagaan kelompok tani. Hasil kegiatan PkM menunjukan tingkat keberhasilan yang signifikan dengan perolehan persentase pemahaman setelah kegiatan yakni 6% peserta sangat memahami materi kegiatan pelatihan yang diberikan, 85% paham, 7% cukup paham dan hanya ada 2% yang tidak paham. Data ini mengindikasikan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan kelompok tani, yang pada akhirnya dapat mendukung keberlanjutan usaha tani dan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.
Institutional Strengthening of Farmer Groups in Supporting the Achievement of Economic Activities in Bahomante Village, Bungku Tengah District, Morowali Regency
Abstract
Strengthening farmer groups is the first step in improving farmers' welfare. Farmer groups play an important role in promoting agricultural development. Although many farmer groups have been formed, it is currently quite difficult to find an active farmer group, where members utilise the institution to improve the performance of their farming business and welfare. This Community Service activity aims to increase insight, understanding, and knowledge of farmer group members regarding group institutions in Bahomante Village, Bungku Tengah District, Morowali Regency. To achieve this goal, this activity was carried out through the stages of observation, training, and evaluation. The unique contribution of this training is the use of an adult education approach (Andragogy) accompanied by real case-based simulations in Bahomante Village, which encourages active participation of participants in understanding and implementing farmer group institutions. The results of the PkM activities showed a significant level of success with the acquisition of the percentage of understanding after the activity, namely 6% of participants really understood the material of the training activities provided, 85% understood, 7% understood enough and there were only 2% who did not understand. This data indicates the effectiveness of the training in increasing the institutional capacity of farmer groups, which in turn can support the sustainability of farming businesses and the welfare of farmers in the region
Pelatihan Pengembangan LKPD Berbasis Keterampilan Proses Sains Berbantuan ChatGPT Bagi Calon Guru Fisika
Pelatihan pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Keterampilan Proses Sains (KPS) dengan bantuan teknologi ChatGPT dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi calon guru fisika dalam menyusun perangkat pembelajaran yang inovatif. Pelatihan ini menggunakan metode workshop yang dilakukan secara hybrid, melibatkan sesi daring dan luring dengan lima narasumber yang berkompeten. Mitra kegiatan adalah mahasiswa semester 7 Program Studi Fisika Universitas Pendidikan Mandalika. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 36,7 meningkat menjadi 80,1 pada post-test, serta rata-rata N-Gain sebesar 0,66 (kategori sedang). Mayoritas peserta memberikan tanggapan positif terhadap pelatihan, dengan 40% berada pada kategori Sangat Baik dan 60% pada kategori Baik. Kesimpulan menunjukkan bahwa pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual dan keterampilan teknis peserta. Direkomendasikan untuk menyertakan pendalaman fitur teknologi AI seperti ChatGPT dan simulasi praktis untuk pelatihan berikutnya.
Science Process Skills-Based LKPD Development Training Assisted by ChatGPT for Prospective Physics Teachers
Abstract
The training for developing Student Worksheets (LKPD) based on Science Process Skills (SPS) assisted by ChatGPT technology was conducted to enhance the competence of prospective physics teachers in designing innovative learning tools. The training employed a workshop method conducted in a hybrid format, combining online and offline sessions with five expert instructors. The participants were 7th-semester students from the Physics Education Program at Universitas Pendidikan Mandalika. The evaluation results showed a significant improvement in participants' understanding, with the average pre-test score increasing from 36.7 to 80.1 in the post-test, and an average N-Gain of 0.66 (moderate category). Most participants provided positive feedback, with 40% rating the training as Excellent and 60% as Good. The findings concluded that this training effectively improved conceptual understanding and technical skills. Future recommendations include integrating advanced AI features such as ChatGPT and practical simulations to further enhance training effectiveness
Peningkatan Kompetensi Mahasiswa KKN Melalui Pelatihan Penggunaan Teknologi Membran Bioreaktor untuk Pengolahan Air Limbah di Sekotong Barat
Kegiatan penambangan emas di Sekotong Barat telah menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan, seperti erosi tanah, pencemaran air sungai, dan kerusakan habitat. Masalah ini diperburuk oleh penggunaan metode penambangan tradisional yang menghasilkan limbah berbahaya. Salah satu solusi yang potensial adalah penerapan teknologi pengolahan air limbah menggunakan Membran Bioreaktor (MBR). Namun, hingga saat ini belum terdapat pelatihan penggunaan teknologi MBR yang dirancang secara sistematis melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah tersebut. Kegiatan KKN-PMM ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan memberikan pelatihan teknologi MBR kepada mahasiswa KKN agar mampu menerapkan teknologi ini dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Metode kegiatan mengadopsi pendekatan action research melalui empat tahap: perencanaan, tindakan, observasi-evaluasi, dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi mahasiswa secara signifikan, yang ditandai dengan indikator keberhasilan berupa 100% peserta memahami prinsip kerja MBR dan 90% telah berhasil mempraktikkannya dalam pengolahan air limbah menjadi air bersih. Antusiasme peserta selama pelatihan juga menunjukkan efektivitas pendekatan pelatihan berbasis KKN ini. Dengan demikian, program ini tidak hanya berkontribusi terhadap penyelesaian masalah lingkungan lokal, tetapi juga memperkuat kapasitas mahasiswa dalam teknologi tepat guna berbasis masyarakat.
Improving the Competency of KKN Students Through Training on the Use of Bioreactor Membrane Technology for Wastewater Treatment in West Sekotong
Abstract
Gold mining activities in West Sekotong have caused various environmental problems, such as soil erosion, river water pollution, and habitat destruction. These issues are exacerbated by the use of traditional mining methods that generate hazardous waste. One potential solution is the application of wastewater treatment technology using a Membrane Bioreactor (MBR). However, to date, there has been no systematically designed training on the use of MBR technology implemented through a Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata or KKN) in the area. This KKN-PMM activity aims to address that gap by providing MBR technology training to KKN students, enabling them to apply the technology in community service activities. The method of implementation adopts an action research approach through four stages: planning, action, observation-evaluation, and reflection. The results indicate a significant improvement in student competency, as evidenced by key success indicators: 100% of participants understood the basic principles of MBR operation, and 90% successfully practiced it in wastewater treatment to produce clean water. The participants’ enthusiasm throughout the training also reflects the effectiveness of the KKN-based training model. Therefore, this program not only contributes to solving local environmental problems but also enhances students’ capacity in applying appropriate community-based technologies
Integrasi Pencatatan Keuangan, Akses Pemasaran, dan Rencana Pengembangan Usaha dalam Mendukung Keberlanjutan UMKM Boga Harum, Denpasar, Bali
Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas manajemen usaha dan keberlanjutan UMKM Boga Harum di Desa Tegal Harum, Denpasar. Permasalahan mitra meliputi pencatatan keuangan yang tidak terstruktur, pemasaran yang masih tradisional, serta ketiadaan rencana usaha jangka panjang. Metode yang digunakan adalah partisipatif berbasis keterlibatan aktif, di mana mitra terlibat sejak tahap identifikasi masalah, perumusan solusi, hingga implementasi program yang meliputi pelatihan pencatatan keuangan sederhana, pelatihan digital marketing berbasis media sosial yang dipadukan dengan partisipasi pameran kuliner, serta pendampingan penyusunan business plan sederhana. Program ini juga memberikan bantuan teknologi tepat guna berupa oven dan kompor gas untuk meningkatkan kapasitas produksi. Kebaruan (novelty) dari pendekatan ini adalah integrasi tiga intervensi yakni literasi keuangan, digital marketing, dan business plan dalam satu kerangka model partisipatif, berbeda dari studi terdahulu yang cenderung parsial. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan mitra sebesar 15–25% di seluruh variabel, dengan uji-t berpasangan menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,01; CI 95%). Observasi lapangan memperlihatkan bahwa mitra sudah mulai menerapkan pencatatan keuangan rutin, mengelola akun media sosial resmi, serta meningkatkan kapasitas produksi dengan peralatan baru. Wawancara dan dokumentasi juga menegaskan adanya dampak sosial berupa peningkatan motivasi dan rasa percaya diri anggota kelompok. Temuan ini tidak hanya memiliki implikasi praktis bagi penguatan UMKM, tetapi juga kontribusi teoretis berupa model integratif berbasis partisipasi yang dapat menjadi kerangka baru dalam pengembangan teori pemberdayaan UMKM berkelanjutan. Dengan demikian, program ini mendukung pencapaian SDGs 8, 9, dan 12, sekaligus menghadirkan kebaruan dalam praktik dan teori pengabdian masyarakat.
Integration of Financial Record Keeping, Marketing Access, and Business Development Plans in Supporting the Sustainability of Boga Harum MSMEs, Denpasar, Bali
Abstract
This community service program aimed to enhance the business management capacity and sustainability of UMKM Boga Harum in Tegal Harum Village, Denpasar. The main problems faced by the partner included unstructured bookkeeping, reliance on traditional marketing, and the absence of long-term business planning. The method employed was participatory engagement, in which the partner was actively involved from problem identification and solution formulation to program implementation. The activities included training in basic bookkeeping, digital marketing through social media combined with participation in culinary exhibitions, and assistance in preparing a simple business plan. The program also provided appropriate technology in the form of an oven and gas stove to increase production capacity. The novelty of this program lies in the integration of three interventions financial literacy, digital marketing, and business planning into a single participatory model, in contrast to previous studies that typically focused on partial approaches. The pre-test and post-test results demonstrated an increase of 15–25% in knowledge across all variables, with paired t-tests confirming significant differences (p < 0.01; 95% CI). Field observations confirmed that the partner began to apply routine bookkeeping, manage an official social media account, and expand production capacity with the new equipment. Interviews and documentation also highlighted social impacts such as improved confidence and motivation among group members. Beyond practical implications, this study contributes theoretically by offering an integrative, participatory model that can serve as a new framework for the theory of sustainable MSME empowerment. Therefore, this program supports the achievement of SDGs 8, 9, and 12 while simultaneously presenting novelty in both practice and theory of community service
Peningkatan Produktivitas dan Nilai Tambah melalui Perbaikan Teknik Budidaya, Pengolahan, dan Pemasaran Digital Kopi di Desa Sumberduren
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Panca Marga dilaksanakan di Desa Sumberduren, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo dengan tujuan meningkatkan produktivitas, nilai tambah, dan daya saing petani kopi melalui perbaikan teknik budidaya, pengolahan pascapanen, serta pemasaran digital. Permasalahan mitra meliputi rendahnya produktivitas lahan, teknik budidaya yang belum optimal, pengolahan pascapanen yang masih tradisional, serta keterbatasan akses pasar modern. Untuk menjawab tantangan tersebut, program ini menerapkan pendekatan partisipatif berbasis teknologi. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta serah terima alat berupa mesin pulper, mesin huller, dan oven pengering. Selain itu, disusun standar operasional prosedur (SOP) budidaya kopi ramah lingkungan, SOP pengolahan pascapanen, serta strategi pemasaran digital berbasis marketplace dan media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petani terhadap teknik budidaya kopi, perbaikan kualitas biji kopi melalui proses washed coffee dan honey process, serta lahirnya produk olahan kopi kemasan dengan merek lokal. Pemasaran produk mulai merambah platform daring seperti Shopee, Tokopedia, dan Instagram, sehingga jangkauan konsumen meluas. Pendampingan keuangan sederhana juga dilakukan untuk meningkatkan kemandirian mitra dalam mengelola usaha. Program ini membuktikan bahwa kolaborasi perguruan tinggi, petani, dan masyarakat desa mampu menghasilkan peningkatan produktivitas, diversifikasi produk, serta perluasan pasar yang berkelanjutan.
Enhancing Productivity and Value Addition through Improved Cultivation Techniques, Postharvest Processing, and Digital Marketing of Coffee in Sumberduren Village
Abstract
The Community Partnership Program (PKM) of Universitas Panca Marga was implemented in Sumberduren Village, Krucil District, Probolinggo Regency, with the aim of improving coffee farmers’ productivity, value addition, and competitiveness through enhanced cultivation techniques, postharvest processing, and digital marketing. The partners’ main challenges included low productivity, suboptimal cultivation methods, traditional postharvest practices, and limited access to modern markets. To address these issues, a participatory and technology-based approach was employed. The methods consisted of socialization, training, mentoring, and the transfer of equipment such as pulping machines, hulling machines, and drying ovens. Standard operating procedures (SOP) for environmentally friendly coffee cultivation, postharvest processing, and digital marketing strategies using online marketplaces and social media were also developed. The results indicated an increased understanding of improved cultivation practices, better quality coffee beans through washed coffee and honey process techniques, and the introduction of packaged coffee products under a local brand. Product marketing has expanded to online platforms such as Shopee, Tokopedia, and Instagram, enabling wider consumer reach. Basic financial management training was also provided to strengthen the partners’ business independence. This program demonstrates that collaboration between universities, farmers, and rural communities can effectively enhance productivity, diversify products, and achieve sustainable market expansion
Pelatihan Pendidikan Karakter Anak dan Keluarga bagi Kader PKK untuk Mendukung SDGs Desa Pandan Wangi
Desa Pandan Wangi di Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, menghadapi permasalahan rendahnya skor SDGs (43,10) yang mencerminkan lemahnya ketahanan keluarga dan belum optimalnya pemenuhan hak dasar anak usia dini. Kondisi ini diperburuk oleh migrasi kepala keluarga ke luar negeri serta rendahnya kapasitas kader PKK dalam menjalankan program pembinaan. Untuk menjawab tantangan tersebut, Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kapasitas kader PKK dalam pengembangan pendidikan karakter dan kesehatan anak usia dini. Metode yang digunakan adalah Participatory Learning and Action (PLA) dengan pendekatan mezzo melalui dinamika kelompok. Kegiatan meliputi tahap sosialisasi, pelatihan dan penerapan teknologi, evaluasi, serta keberlanjutan program. Teknologi yang diterapkan berupa buku Membangun Karakter Anak Usia Dini dengan Metode Cerita, Contoh, Biasakan, dan Apresiasi (CCBA). PKM ini menyasar 30 kader PKK Desa Pandan Wangi pada periode Juli–September 2025. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan: kategori pemahaman “sangat baik” meningkat dari 6 menjadi 12 peserta, dan tidak ada lagi kader dengan kategori “kurang”. Monitoring dan evaluasi di PAUD Al-Ikhlas mengonfirmasi keterampilan kader dalam mempraktikkan metode CCBA melalui bercerita, pembiasaan, dan pemberian apresiasi. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader PKK, memperkuat peran mereka sebagai penggerak kesejahteraan keluarga, sekaligus mendukung pencapaian SDGs tujuan 3 (kehidupan sehat dan sejahtera), tujuan 4 (pendidikan berkualitas), dan tujuan 5 (kesetaraan gender). Kegiatan ini memperkenalkan pendekatan integratif berbasis metode CCBA yang belum banyak diterapkan secara sistematis dalam pelatihan kader PKK, sehingga memberikan kontribusi inovatif dalam pembinaan karakter anak usia dini.
Child and Family Character Education Training for PKK Cadres to Support the SDGs in Pandan Wangi Village
Abstract
Pandan Wangi Village in Jerowaru District, East Lombok, faces challenges reflected in its low SDGs score (43.10), which indicates weak family resilience and suboptimal fulfillment of early childhood rights. This condition is exacerbated by the migration of family heads abroad and the limited capacity of PKK cadres in carrying out family development programs. To address these issues, a Community Partnership Program (PKM) was implemented to strengthen the capacity of PKK cadres in promoting character education and child health within families. The program applied the Participatory Learning and Action (PLA) method with a mezzo approach through group dynamics. Activities included socialization, training and technology implementation, evaluation, and program sustainability. The technology introduced was the book Building Early Childhood Character through the Story, Example, Habituation, and Appreciation (CCBA) Method. The program involved 30 PKK cadres from Pandan Wangi Village during July–September 2025. Evaluation results indicated a significant improvement: the “very good” category increased from 6 to 12 participants, and no cadres remained in the “poor” category. Monitoring at PAUD Al-Ikhlas confirmed that cadres successfully applied the CCBA method through storytelling, habituation, and appreciation in early childhood character building. This program effectively enhanced the knowledge and skills of PKK cadres, reinforced their role as agents of family welfare, and contributed to the achievement of SDGs Goal 3 (good health and well-being), Goal 4 (quality education), and Goal 5 (gender equality). This activity introduces an integrative approach based on the CCBA method, which has not yet been widely and systematically implemented in PKK cadre training, thereby providing an innovative contribution to character development in early childhood.Desa Pandan Wangi di Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, menghadapi permasalahan rendahnya skor SDGs (43,10) yang mencerminkan lemahnya ketahanan keluarga dan belum optimalnya pemenuhan hak dasar anak usia dini. Kondisi ini diperburuk oleh migrasi kepala keluarga ke luar negeri serta rendahnya kapasitas kader PKK dalam menjalankan program pembinaan. Untuk menjawab tantangan tersebut, Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kapasitas kader PKK dalam pengembangan pendidikan karakter dan kesehatan anak usia dini. Metode yang digunakan adalah Participatory Learning and Action (PLA) dengan pendekatan mezzo melalui dinamika kelompok. Kegiatan meliputi tahap sosialisasi, pelatihan dan penerapan teknologi, evaluasi, serta keberlanjutan program. Teknologi yang diterapkan berupa buku Membangun Karakter Anak Usia Dini dengan Metode Cerita, Contoh, Biasakan, dan Apresiasi (CCBA). PKM ini menyasar 30 kader PKK Desa Pandan Wangi pada periode Juli–September 2025. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan: kategori pemahaman “sangat baik” meningkat dari 6 menjadi 12 peserta, dan tidak ada lagi kader dengan kategori “kurang”. Monitoring dan evaluasi di PAUD Al-Ikhlas mengonfirmasi keterampilan kader dalam mempraktikkan metode CCBA melalui bercerita, pembiasaan, dan pemberian apresiasi. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader PKK, memperkuat peran mereka sebagai penggerak kesejahteraan keluarga, sekaligus mendukung pencapaian SDGs tujuan 3 (kehidupan sehat dan sejahtera), tujuan 4 (pendidikan berkualitas), dan tujuan 5 (kesetaraan gender)
Pijat Laktasi dan Manajemen Stres: Strategi Pencegahan Mastitis pada Ibu Menyusui
Mastitis sering muncul akibat bendungan ASI yang tidak hanya berdampak pada kesehatan ibu, tetapi juga mengganggu pemberian ASI eksklusif bagi bayi. Program Laras ASI (Pelatihan Rumat ASI) dilaksanakan untuk menurunkan risiko mastitis pada ibu menyusui melalui edukasi pijat laktasi, manajemen stres, dan pemenuhan nutrisi bagi ibu menyusui. Program ini berbeda dari studi sebelumnya karena menerapkan pendekatan baru yang mengintegrasikan pijat laktasi, manajemen stres, dan edukasi pemenuhan nutrisi dalam satu rangkaian intervensi terpadu. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di wilayah Mojokerto dengan melibatkan 13 ibu menyusui sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, demonstrasi, simulasi, dan konsultasi, yang dilengkapi dengan media e-modul untuk memudahkan pemahaman peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil analisis menunjukkan adanya kenaikan rata-rata skor dari 79,08 pada pre-test menjadi 82,77 pada post-test yang menggambarkan peningkatan pemahaman peserta terhadap pijat laktasi, manajemen stres, dan pemenuhan nutrisi. Selain itu, program ini memperkuat kesadaran akan pentingnya perawatan payudara guna mendukung keberhasilan ASI eksklusif dan pencegahan mastitis.
Breast Massage and Stress Management: Strategies for Preventing Mastitis in Breastfeeding Mothers
Abstract
Mastitis often occurs due to milk stasis, which not only affects maternal health but also interferes with exclusive breastfeeding for infants. The Laras ASI (Pelatihan Rumat ASI) program was implemented to reduce the risk of mastitis among breastfeeding mothers through education on lactation massage, stress management, and nutritional fulfillment. Unlike previous studies, this program adopts a novel approach by integrating lactation massage, stress management, and nutritional education into a single, comprehensive community-based intervention. Conducted in Mojokerto with 13 breastfeeding mothers as participants, the program employed lectures, demonstrations, simulations, and consultations, supported by e-modules to facilitate understanding. Evaluation using pre-test and post-test assessments revealed an increase in the average score from 79.08 to 82.77, indicating improved knowledge on lactation massage, stress management, and nutrition. Additionally, the program enhanced awareness of breast care, thereby supporting the success of exclusive breastfeeding and the prevention of mastitis.Program Laras ASI (Pelatihan Rumat ASI) dilaksanakan untuk menurunkan risiko mastitis pada ibu menyusui melalui edukasi pijat laktasi, manajemen stres, dan gizi seimbang bagi ibu menyusui. Mastitis yang sering muncul akibat bendungan ASI tidak hanya berdampak pada kesehatan ibu, tetapi juga mengganggu pemberian ASI eksklusif bagi bayi. Kegiatan pengabdian dilakukan di wilayah kerja UPT Puskesmas Tawangsari, Mojokerto dengan melibatkan 13 ibu menyusui sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, demonstrasi, simulasi, dan konsultasi, yang dilengkapi dengan media e-modul untuk memudahkan pemahaman peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil analisis menunjukkan adanya kenaikan rata-rata skor dari 79,08 pada pre-test menjadi 82,77 pada post-test, menandakan peningkatan pemahaman peserta terhadap pijat laktasi, manajemen stres, dan gizi seimbang. Partisipasi aktif peserta dalam praktik langsung memperlihatkan keberhasilan program dalam mengubah perilaku menjadi lebih positif. Temuan ini memperlihatkan bahwa pendekatan edukatif dan partisipatif mampu menjadi solusi nyata dalam mencegah mastitis, sekaligus mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Program ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) poin 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera serta poin 4 tentang pendidikan berkualitas dengan menekankan pentingnya transfer pengetahuan yang aplikatif
Pemberdayaan Kelompok Petani Muda Desa Buahan Kaja melalui Literasi Keuangan, Evaluasi Biaya Eksternalitas, dan Strategi Distribusi Berkelanjutan
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk meningkatkan keberlanjutan usaha pertanian Kelompok Petani Muda Keren di Desa Buahan Kaja melalui integrasi pelatihan pencatatan keuangan sederhana, analisis biaya eksternalitas, dan penguatan strategi pemasaran. Metode yang digunakan berupa pendampingan berbasis partisipatif, pelatihan, dan bimbingan teknis yang melibatkan dosen dan mahasiswa. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta pada aspek pencatatan keuangan dari 42% menjadi 81%, analisis biaya eksternalitas dari 38% menjadi 76%, dan strategi pemasaran dari 45% menjadi 84%. Petani mulai menerapkan sistem pencatatan keuangan manual, memahami dampak lingkungan dari input kimia, serta membangun kemitraan distribusi dengan koperasi dan pasar lokal. Program ini memberikan kontribusi terhadap penguatan kapasitas manajerial petani muda, peningkatan efisiensi usaha, serta pergeseran menuju praktik pertanian yang lebih berkelanjutan. Secara umum, kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 1, 2, 8, 12, dan 13. Selain itu, implementasi program juga mendukung kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Model pemberdayaan yang terintegrasi ini dapat direplikasi di wilayah lain sebagai praktik baik penguatan petani muda berbasis keuangan, lingkungan, dan distribusi.
Community Empowerment of Young Farmers in Buahan Kaja through Financial Management, Sustainability Assessment, and Local Market Strategies
Abstract
This Community Service Program (PKM) was implemented to improve the sustainability of the farming enterprise of the Petani Muda Keren Group in Buahan Kaja Village through the integration of basic financial record-keeping training, externality cost analysis, and marketing strategy development. The program utilized a participatory mentoring model involving lecturers and students through training and technical guidance. Pre-test and post-test results showed increased participant understanding in financial record-keeping (from 42% to 81%), externality cost analysis (from 38% to 76%), and marketing strategy (from 45% to 84%). Farmers began applying manual bookkeeping systems, recognized the environmental impact of chemical inputs, and initiated distribution partnerships with local markets and cooperatives. This program contributed to strengthening the managerial capacity of young farmers, improving business efficiency, and fostering a shift toward more sustainable agricultural practices. Overall, the program supported the achievement of SDGs 1, 2, 8, 12, and 13. Moreover, the implementation aligns with the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) policy and the Key Performance Indicators (IKU) of higher education institutions. This integrated empowerment model is replicable in other rural areas as a best practice for youth farmer development based on finance, environment, and distribution systems
Ecoprint Sebagai Basis Pemberdayaan Lansia: Kajian Persepsi Ekologi, Estetika, Sosial, Ekonomi, dan Keberlanjutan
Jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia terus meningkat dan telah mencapai 10,48% dari total populasi (BPS, 2022). Kondisi ini menuntut adanya strategi pemberdayaan yang menempatkan lansia sebagai subjek pembangunan yang aktif dan produktif. Salah satu pendekatan potensial adalah pengembangan ecoprint, yaitu industri kreatif ramah lingkungan yang memanfaatkan bahan alami seperti daun dan bunga untuk menciptakan motif artistik pada kain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi lansia terhadap ecoprint ditinjau dari lima dimensi, yaitu ekologis, estetika, sosial, ekonomi, dan keberlanjutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan jumlah responden 25 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling di Argosari, Sedayu. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi ekologis memperoleh skor tertinggi (90,4%), diikuti dimensi sosial (89,3%), estetika (88,1%), keberlanjutan (85,7%), dan pengetahuan (85,7%), sedangkan dimensi ekonomi memiliki skor terendah (59,5%). Temuan ini menunjukkan bahwa lansia memiliki persepsi positif terhadap nilai ekologis dan sosial ecoprint, namun masih ragu terhadap potensi ekonominya. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa ecoprint berpotensi menjadi sarana edukasi ekologis, penguatan kohesi sosial, dan pemberdayaan ekonomi kreatif lansia. Diperlukan dukungan kelembagaan, penguatan jejaring pemasaran, dan pelatihan kewirausahaan agar ecoprint dapat berkelanjutan.
Ecoprint as a Basis for Elderly Empowerment: A Multidimensional Study of Ecological, Aesthetic, Social, Economic, and Sustainability Perceptions
Abstract
The elderly population in Indonesia continues to increase, reaching 10.48% of the total population (BPS, 2022). This demographic shift indicates the need for empowerment strategies that enable the elderly to become active and productive contributors to sustainable development. One promising approach is ecoprint, an environmentally friendly creative industry that utilizes natural materials such as leaves and flowers to produce artistic textile patterns. This study aims to analyze the perceptions of elderly individuals toward ecoprint from five dimensions: ecological, aesthetic, social, economic, and sustainability perspectives. The research employed a quantitative descriptive method with 14 respondents selected through purposive sampling in Argosari, Sedayu. Data were collected using Likert-scale questionnaires and analyzed using descriptive statistics. The findings show that the ecological dimension scored the highest (90.4%), followed by social (89.3%), aesthetic (88.1%), sustainability (85.7%), and knowledge (85.7%), while the economic dimension received the lowest score (59.5%). These results indicate that elderly participants appreciate ecoprint as an environmentally sustainable and culturally valuable craft but remain uncertain about its economic potential. The study concludes that ecoprint holds significant promise as a medium for ecological education, social cohesion, and creative economic empowerment for the elderly. Strengthening institutional support, marketing networks, and entrepreneurship training is essential to enhance its sustainability