Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
529 research outputs found
Sort by
Diseminasi Teknologi Pembuatan Haylage Plus untuk Mengatasi Kesulitan Pakan Sapi Potong pada Musim Kemarau
Tujuan diseminasi teknologi pembuatan haylage plus melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan merubah sikap anggota kelompok tani agar mampu mengolah dan menyimpan bahan pakan ternak yang melimpah pada musim hujan (panen) sebagai solusi untuk mengatasi kesulitan penyediaan pakan sapi potong yang terbatas pada musim kemarau. Metode diseminasi yang digunakan untuk memecahkan masalah tersebut adalah kombinasi metode penyuluhan tatap muka langsung sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19 dengan gelar teknologi (showcase technology). Berdasarkan hasil kajian ini sebanyak 28,69% anggota kelompok tani yang pernah mendengar teknologi pembuatan haylage plus dari jerami padi dan hanya 13,79% yang sudah mengikuti pelatihan pembuatan haylage. Berdasarkan hasil kegitan, dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan, keterampilan dan sikap anggota kelompok tani terhadap teknologi pembuatan haylage plus masih rendah, sehingga masih perlu ditingkatkan dalam rangka peningkatan kapasitas petani-peternak.
Dissemination of Haylage Plus Production Technology to Overcome Difficulties in Feeding Beef Cattle in the Dry Season
Abstract
The purpose of disseminating the technology for making haylage plus through community service activities is to increase knowledge, skills and change the attitude of farmer group members so that they are able to process and store abundant animal feed ingredients during the rainy season (harvesting) as a solution to overcome difficulties in providing beef cattle feed. limited to the dry season. The dissemination method used to solve this problem is a combination of face-to-face counseling methods in accordance with the Covid-19 health protocol with a technology title (showcase technology). Based on the results of this study, 28.69% of farmer group members had heard of the technology of making haylage plus from rice straw and only 13.79% had attended training on making haylage. Based on the results of the activity, it can be concluded that the level of knowledge, skills and attitudes of farmer group members towards the technology of making haylage plus is still low, so it still needs to be improved in order to increase the capacity of farmers and breeders
Pelatihan Tanda Tangan Digital dalam Perkuliahan Online untuk Mengurangi Manipulasi Presensi
Perguruan tinggi di Indonesia, telah meliburkan kegiatan pembelajaran tatap muka dan meminta dosen untuk melakukan aktivitas belajar dari rumah secara daring. Aturan tentang kewajiban hadir dalam perkuliahan minimal 75 % dan kehadiran memiliki bobot nilai 20%. Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam mengatasi hal tersebut adalah dengan menggunakan aplikasi tanda tangan digital dan memanfaatkan aplikasi yang dimiliki google yaitu google drive yang dapat difungsikan untuk mengisi kehadiran online. Tujuan dari pelatihan ini adalah ingin membuat presensi yang mudah dan transparan bagi mahasiswa. Jumlah peserta dalam pelatihan adalah 20 mahasiswa pendidikan teknologi informasi. Metode yang digunakan dalam pelatihan yakni metode diskusi dan metode latihan. Materi yang akan disampaikan, antara lain: a) cara menginstal TTDigital; b) cara mengoprasian TTDigital; c) cara mengisi absen online. Hasil dari pelatihan ini yakni memperlihatkan bahwa mahasiswa mampu membuat TTDigital untuk mengisi presensi online yakni terbukti dengan hasil tanda tangan mahasiswa pada link drive yang saya kirim, apabila terdapat mahasiswa dengan kosong TTDigital berarti mahasiswa tersebut tidak mengikuti perkuliahan. Sehingga, pelatihan ini membantu mahasiswa dalam pengisian kehadiran dan membantu dosen dalam melihat dan merekapitulasi kehadiran mahasiswa.
Digital Signature Training in Online Lectures to Reduce Attendance Manipulation
Abstract
Most universities in Indonesia have closed face-to-face learning activities and asked lecturers to carry out learning activities from home online. The rules regarding the obligation to attend lectures are at least 75% and attendance has a score of 20%. One way that can be done to overcome this is by using a digital signature application and utilizing an application owned by Google, namely Google Drive, which can be used to fill online presence. The purpose of this training is to create an easy and transparent presence for students. The number of participants in the training was 20 students of information technology education. The methods used in the training are the discussion method and the training method. The materials to be delivered include: a) how to install TTDigital; b) how to operate TTDigital; c) how to fill in online timesheet. The results of this training showed that 100% of the students attended the lecture, which was proven by having 16 TTDigital which were filled online and if there were students with blank TTDigital, it meant that the student was not taking the lecture. So, this training helps students in filling in attendance and helps lecturers to see and recapitulate student attendance
Pelatihan Pembuatan Konten Online Learning untuk Guru Mts Darussalam Kota Bengkulu
Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) adalah pelatihan pembuatan konten online learning guru MTs Darussalam Kota Bengkulu. Mitra PkM adalah MTs Darussalam Kota Bengkulu yang berjulah 30 orang. Metode pelaksanaan ceramah, tanya jawab, praktik, dan evaluasi. Hasil pembuatan konten online learning guru MTs Darussalam Kota Bengkulu telah menunjukkan keberhasilan dan telah tercapai dengan baik sesuai dengan harapan. Para peserta pelatihan merasakan manfaat dari program ini dari sisi pengetahuan maupun teknis. Melalui kegiatan ini, diharapkan ketrampilan dan pemahaman peserta meningkat terkait pembuatan konten online learning dengan power point. Kegitan pendampinga masih perlu dilakukan secara kontinu untuk mematangkan keterampilan guru-guru dalam pembutan konten online yang dikembangkan dari bahan ajar.
The Online Learning Content Creation for Teachers in MTs Darussalam, Bengkulu City
Abstract
The purpose of the Community Service (PkM) activity is training in the creation of online learning content for teachers at MTs Darussalam Bengkulu City. PkM partners are MTs Darussalam Bengkulu City with a total of 30 people. Methods of implementation of lectures, questions and answers, practice, and evaluation. The results of creating online learning content for MTs Darussalam teachers in Bengkulu City have shown success and have been achieved well as expected. The training participants benefit from this program from a piece of knowledge and technical perspective. Through this activity, it is hoped that the skills and understanding of participants will increase regarding the creation of online learning content with power points. Mentoring activities still need to be carried out continuously to mature the skills of teachers in making online content developed from teaching materials.
Pelatihan Penggunaan Semiotika Ikon dan Simbol dalam Komunikasi Sains pada Komunitas Videographer LinkpictureID Depok
Sebuah tuntutan bagi para content creator, yakni para pembuat acara atau program pada youtube untuk memberikan hasil karya yang kreatif sehingga bisa menarik perhatian para penontonnya. Sekarang, kegandrungan untuk memberikan konten pendidikan yakni memberikan penonton literasi, cara mengerti dan memahami bisa membuka kesempatan dalam memanfaatkan permintaan pasar. Komunikasi sains sebuah bidang kajian komunikasi yang khusus pada bidang sains, adalah pendekatan yang tepat dalam memberikan literasi dan juga bisa dijadikan konten. Komunitas linkpictureID yang mewadahi beberapa videographer, berperan sebagai content creator yang mencoba menyampaikan literasi sains untuk menjelaskan industri kreatif terutama pada perfilman, dan juga masalah sosial lainnya untuk pelaku industri seperi videographer dan penulis pemula. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan komunikasi sains dengan menggunakan semiotika ikon dan simbol dengan pendekatan naratif untuk menambah keterampilan dalam menyampaikan literasi mengenai ekologi industri kreatif dalam memenuhi konten pendidikan pada youtube. Hasil pengabdian mayarakat yang dilakukan di linkpictureID dapat memenuhi kebutuhan untuk membuat konten yang menarik dalam prihal film dengan menggunakan ikon dan simbol, dengan rekommendasi perlunya pengukuran secara berkala terjadap pengerjaan konten tersebut terutama dalam bobot materi penulisan narasi (storytelling).
Use of Semiotics Icons and Symbols in Science Communication in the Videographer Community, LinkpictureID Depok
Abstract
A demand for content creators, namely the creators of events or programs for YouTube, is to provide creative works so that they can attract attention of the audience. Now, a passion for providing educational content is a way to give the audience literacy, namely a way of knowing and understanding and also opening up opportunities to take advantage of market demands. Science communication, a field of communication study that is specialized in the field of science, would be the right approach in providing such literacy and also can be used as content. The linkpictureID community, which accommodates several videographers, acts as a content creator who tries to convey scientific literacy to explain films, the film industry and also behavioral science on the phenomenon of “writing stories” for videographers and beginner writers. Science communication using semitical icon and symbol can be used as a foundation for building skills in conveying literacy behind science about writing stories, namely using narration through semiotics. The results of this community service us carried out at lkinpictureID which can meet the needs of making creative works, namely interesting content in terms of films using icons and symbols, with recommendations the need for periodic measurements of the outpu
Pelatihan dan Pendampingan Penulisan Buku Ajar Bagi Dosen Pemula Melalui Whatsapp Group
Terbatasnya kemampuan guru dan dosen dalam menghasilkan karya tulis ilmiah berupa buku ajar dan karya tulis lainnya disinyalir menjadi kendala pembangunan sistem pendidikan yang baik di Indonesia. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengalaman bagi dosen pemula terkait penyusunan buku ajar dari Rencana Pembelajaran Semester (RPS) matakuliah yang diampu dan mengahasilkan buku ajar yang dapat digunakan di kampus masing-masing. Subjek dalam pengabdian ini adalah dosen pemula dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Indonesia yang berjumlah 956 orang yang terbagi menjadi empat group WhatsApp. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi, dan praktik. Tanggapan peserta yang mengikuti pelatihan penulisan buku ajar diperoleh dari testimoni peserta. Hasil testimoni peserta menunjukkan bahwa group menulis buku ajar yang diikuti sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman peserta dan sangat membantu dalam proses penyusunan buku ajar bagi masing-masing peserta.Training and Assistance in Writing Textbooks for Novice Lecturers through Whatsapp GroupAbstractThe limited ability of teachers and lecturers to produce scientific papers in the form of textbooks and other written works is allegedly an obstacle to the development of a good education system in Indonesia. This community service aimed to provide understanding and experience for novice lecturers related to the preparation of textbooks from the Semester Learning Plan (RPS) for taught courses and produce textbooks that can be used on their respective campuses. The subjects in this service are novice lecturers from various universities in Indonesia, totaling 956 people who are divided into four WhatsApp groups. This service activity is carried out using lecture, discussion, and practice methods. The responses of participants who took part in the textbook writing training were obtained from participant testimonials. The results of participant testimonials show that the group writing textbooks that are followed is very useful in increasing participants' understanding and is very helpful in the process of compiling textbooks for each participant
Pemberdayaan Kelompok Karang Taruna Desa Kekait Pucang dalam Optimalisasi Investasi Gaharu dari Jenis Gyrinops Versteegii
Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan tentang pengelolaan budidaya gaharu sebagai investasi prospektif bagi anggota Kelompok Karang Taruna di Desa Kekait Puncang. Pengabdian masyarakat ini menggunakan dua tahap, yaitu tahap teori dan tahap praktek. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa anggota kelompok Karang Taruna Kekait Puncang telah memahami diversifikasi produk dari skema investasi gaharu dan metode pemanfaatan produk-produk tersebut dari berbagai organ gaharu. Berdasarkan hasil kegiatan, dapat disimpulkan bahwa anggota Kelompok Karang Taruna Kekait Puncang telah memahami produk investasi gaharu dan juga telah memulai investasi gaharu dengan pengelolaan pembibitan gaharu yang baik. Uraian detail terkait hasil kegiatan disajikan dalam badan artikel ini.Empowerment of Karang Taruna Group of Kekait Pucang Village on Optimization of Agarwood Investment from Gyrinops Versteegii SpeciesAbstractThis community service aims to provide training on the management of agarwood cultivation as a prospective investment for members of the Karang Taruna Group in Kekait Puncang Village. This community service uses two stages, namely the theory stage and the practical stage. The results of this activity indicate that the members of the Karang Taruna Kekait Puncang group have understood the product diversification of the agarwood investment scheme and the methods of using these products from various gaharu organs. Based on the results of the activity, it can be concluded that the members of the Puncang Kekait Youth Organization have understood the investment product of agarwood and have also started agarwood investment with good management of agarwood nurseries. Detailed descriptions related to the results of the activities are presented in the body of this article
Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Desa Ketapang Raya Melalui Usaha Produktif Terasi Rebon Pasca Gempa Lombok
Masyarakat Ketapang Raya pada umumnya belum memanfaatkan potensi lokal/sumber daya alam sekitar secara optimal. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk membelajarkan keterampilan dalam memilih bahan baku dan cara pembuatan terasi, keterampilan dalam pengawetan terasi tanpa bahan kimia, pengemasan terasi, serta keterampilan memasarkan prosuk yang dihasilkan, sehingga terbentuk usaha produktif terasi rebon melalui penggalaman dengan memaksimalkan sumber daya alam sekitar. Kegiatan ini berbentuk penyuluhan, pelatihan dan pendampingan secara berkala dan berkelanjutan yang dilaksanakan dalam tahapan-tahapan (1) persiapan dan pembekalan, (2) sosialisasi, (3) penyuluhan, (4) pelatihan dan pendampingan, (5) analisis data, dan (6) evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa potensi tenaga lokal (mitra) dalam mengelola sumber daya local menjadi usaha produktif terasi rebon ditemukan mengalami perkembangan yang baik. Di samping itu, masyarakat terampil dalam memilih bahan baku terasi, terampil dalam proses pembuatan terasi, terampil dalam menggunakan pengawet tanpa bahan kimia, terampil dalam pengeringan dan pengemasan produk (packaging). Berdasarkan hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa, kegiatan pengabdian ini dapat memunculkan potensi tenaga local dalam mengelola sumber daya local dan meningkatkan keterampilan mitra untuk lebih produktif.Empowerment of Ketapang Raya Village Community Groups through Productive Efforts of Rebon Paste After the Lombok EarthquakeAbstractThe people of Ketapang Raya in general have not optimally utilized the local potential / natural resources around them. The service activity aims to teach skills in choosing raw materials and how to make shrimp paste, skills in preserving shrimp paste without chemicals, packaging shrimp paste, and marketing skills for the resulting products, so that a productive business of rebon shrimp paste is formed through experience by maximizing the surrounding natural resources. This activity takes the form of regular and continuous counseling, training and mentoring carried out in the stages (1) preparation and debriefing, (2) outreach, (3) counseling, (4) training and mentoring, (5) data analysis, and ( 6) evaluation of activities. The results of this activity indicate that the potential of local workers (partners) in managing local resources to become productive businesses of rebon shrimp paste was found to have experienced good development. In addition, people are skilled in selecting raw materials for shrimp paste, skilled in the process of making shrimp paste, skilled in using preservatives without chemicals, skilled in drying and product packaging (packaging). Based on the results of the activity, it can be concluded that, this service activity can bring out the potential of local workers in managing local resources and improving partners' skills to be more productive
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Online Bagi Guru di SMPN 1 Batulayar Kabupaten Lombok Barat
Permasalahan dan kendala utama yang dihadapi oleh guru-guru di SMPN 1 Batulayar adalah tidak tersedianya media pembelajaran online, keterbatasan pengetahuan tentang teknologi pembuatan media pembelajaran online serta ditambah lagi dengan metode pengajaran yang masih bertumpu pada komunikasi satu arah yang menyebabkan siswa mudah bosan dan kesulitan memahami isi pengajaran. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan skill para guru di SMPN 1 Batulayar dalam pembuatan media pembelajaran online. PKM dilaksanakan menggunakan metode transfer pengetahuan melalui tahapan-tahapan penyajian materi, praktek dan pendampingan pembuatan media. Berdasarkan hasil analisis dari kegiatan pelatihan dan penugasan yang diberikan saat pelatihan dapat diketahui semua peserta mampu membuat kelas baru, mengupload bahan ajar dalam bentuk file, link dan video, menyimpan bahan ajar dalam layanan Google Drive, mengundang siswa untuk bergabung di kelas. Sedangkan kendala selama pelatihan antara lain belum seluruh siswa memiliki akun Gmail sehingga ini menjadi bagian tugas para guru untuk mengarahkan siswa membuat akun Gmail. Berdasarkan hasil kegiatan yang dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa terjadi transfer pengetahuan tentang kemampuan dan skill dalam membuat media pembelajaran online menggunakan aplikasi Google Classroom yang merupakan salah satu aplikasi pendukung pembelajaran daring.Training on Making Online Learning Media for Teachers at SMPN 1 Batulayar, West Lombok RegencyAbstractThe main problems and obstacles faced by teachers at SMPN 1 Batulayar are the unavailability of online learning media, limited knowledge of online learning media creation technology and added with teaching methods that still rely on one-way communication which causes students to easily get bored and have difficulty understanding teaching content. This PKM activities aimed to improve the abilities and skills of teachers at SMPN 1 Batulayar in making online learning media. PKM is carried out using the knowledge transfer method through the stages of presenting material, practice and assistance in making media. Based on the results of the analysis of the training activities and assignments given during the training, it can be seen that all participants are able to create new classes, upload teaching materials in the form of files, links and videos, save teaching materials in the Google Drive service, invite students to join the class. Meanwhile, the obstacles during the training included that not all students had Gmail accounts, so this was part of the teachers' duties to direct students to create Gmail accounts. Based on the results of the activities carried out, it can be concluded that there is a transfer of knowledge about abilities and skills in making online learning media using the Google Classroom application, which is one of the supporting applications for online learning
Membatik Shibori Bersama Siswi Kelas XI IPA MA Annajah
Tujuan akhir kegiatan ini adalah memberikan pelatihan dasar membatik shibori dengan motif ragam hias kreasi local untuk membantu perekonomian di masa pandemic covid-19. Metode pelaksanaan kegiatan ini memilikilima tahap yaitu komunikasi; observasi dan legalisasi; strategi; eksekusi; dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada bulan september 2020 bertempat di MA Annajah Yayasan Pendidikan Al Halimy dan rumah komunitas Kagamacare NTB. Tahapan sosialisasi diikuti sebanyak 11 siswi kelas XI IPA dan selanjutnya diseleksi berdasarkan domisili sejumlah 6 orang, sedangkan prosesi pelatihan diikuti sejumlah 12 orang bersama mahasiswa perwakilan pengurus HMPS Biologi Undikma. Hasil kegiatan menunjukkan setiap peserta telah berhasil membatik teknik Shibori dengan teknik pelipatan dan pewarnaan berdasarkan kreasi sendiri berupa jilbab dan slayer. Berdasarkan hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa peserta pelatihan dapat mengimplementasikan teknik membatik shibori. Selain itu, respon yang diberikan sangat positif dan telah ikut serta ke dalam komunitas membatik yang telah disediakan.Making Shibori Batik with Class XI IPA MA AnnajahAbstractThe ultimate goal of this activity is to provide basic training in making shibori batik with local decorative motifs to help the economy during the Covid-19 pandemic. The method of implementing this activity has five stages, namely communication; observation and legalization; strategy; execution; and evaluation. The activity was carried out in September 2020 at the MA Annajah Al Halimy Education Foundation and the home of the Kagamacare NTB community. The socialization stage was attended by 11 students of class XI IPA and then selected based on the domicile of 6 people, while the training procession was attended by 12 people with representatives of Undikma Biology HMPS management. The results of the activity showed that each participant had succeeded in making Shibori batik techniques with folding and coloring techniques based on their own creations in the form of a veil and a slayer. Based on the results of the activity, it can be concluded that the training participants can implement the shibori batik technique. In addition, the response has been very positive and has participated in the batik community that has been provided
Pengenalan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dan Pengembangan Rancangan Pembelajarannya untuk Merintis Pembelajaran Kimia dengan Sistem SKS di Kota Madiun
Tujuan dari kegitan ini adalah untuk pengenalan dan pengembangan rancangan pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dalam meningkatkan Kompetensi Guru Kimia SMA dan SMK di Kota Madiun. Mitra dalam kegitan ini adalah guru kimia yang tergabung dalam MGMP kimia SMA dan SMK di Kota Madiun. Kegiatan diikuti oleh 21 orang guru. Metode dalam kegitan ini adalah trasfer of knowledge melalui kegitan workshop. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: (1) mampu mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi guru kimia di Kota Madiun, ditunjukkan oleh peningkatan capaian pemahaman melalui diklat sebesar 26,36% (dilihat dari tes awal dan tes akhir), dan (2) Pemahaman guru terhadap STEM sebesar 83,81%. Harapan peserta dan mitra kolaborasi (MGMP Kimia Kota Madiun), kegiatan semacam ini dapat secara berkesinambungan, terutama menyusun dan mengembangkan Desain Pembelajaran Berbasis STEM pada materi kimia di Sekolah Menengah dan implementasi pembelajarannya.Introduction to STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) and the Development of Learning Designs to Pioneering Chemistry Learning with the Credit System in Madiun CityAbstractThe purpose of this activity is to introduce and develop STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) learning designs in improving the Competence of High School and Vocational School Chemistry Teachers in Madiun City. Partners in this activity are chemistry teachers who are members of the High School and Vocational High School Chemistry MGMP in Madiun City. The activity was attended by 21 teachers. The method in this activity is the transfer of knowledge through workshop activities. The results of this community service activity are: (1) being able to find solutions to problems faced by chemistry teachers in Madiun City, indicated by an increase in understanding achievement through training by 26.36% (seen from the initial test and final test), and (2) Teachers' understanding of STEM was 83.81%. The hope of the participants and collaboration partners (MGMP Kimia Kota Madiun), this kind of activity can be sustainable, especially compiling and developing STEM-Based Learning Designs on chemistry materials in secondary schools and the implementation of learning