Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
529 research outputs found
Sort by
Pelatihan Pembuatan Sabun Cair di SMP dan SMA Islam Ponpes Abu Abdillah Gunungsari untuk Meningkatkan Kompetensi dan Kecakapan Hidup Santri
Proses pembelajaran kimia yang inovatif, menyenangkan, aplikatif dan berkaitan langsung dengan real life, dan memfasilitasi kebutuhan life skill yang dapat bernilai wirausaha berupa pelatihan langsung manipulasi bahan-bahan kimia untuk kebutuhan sehari-hari seperti sabun cair di sekolah masih jarang dilakukan khususnya di sekolah swasta. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melatih santri dalam pembuatan sabun dan pewangi pakaian sebagai upaya pengenalan kimia di sekolah dan pembekalan lifeskill bagi santri. Kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi santri dan mendorong minat dalam mempelajari kimia dan mendorong terbentuknya usaha baru untuk wadah berwirausaha bagi santri. Metode pelaksanaan PKM transfer of knowledge dan technology degan langkah-langkah kegitan 1) persiapan, 2) pelaksanaan, dan 3) evaluasi. Hasil kegitan antara lain 1) mitra dapat memahmi dengan baik tentang prosedur pembuatan sabun cair, 2) terbentuknya keterampilan mitra dalam mebuat produk berupa sabun cair. Kegitan pendampingan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mitra dapat berinovasi dalam pembuatan produk-produk yang dilatih.Liquid Soap Making Training in Islamic Junior and Senior High School Abu Abdillah Gunungsari Islamic Boarding School to Improve the Competence and Life Skills of SantriAbstractThe learning process for chemistry that is innovative, fun, applicable and directly related to real life, and facilitates the needs of life skills that can be entrepreneurial in the form of direct training on the manipulation of chemicals for daily needs such as liquid soap in schools is still rarely done, especially in private schools. This community service activity aims to train students in making soap and clothing fragrances as an effort to introduce chemistry in schools and provide lifeskills for students. This activity is expected to be useful for students and encourage interest in studying chemistry and encourage the formation of new businesses as a forum for entrepreneurship for students. The method of implementing PKM is transfer of knowledge and technology with activity steps 1) preparation, 2) implementation, and 3) evaluation. The results of activities include 1) partners can understand well about the procedure for making liquid soap, 2) partners' skills are formed in making products in the form of liquid soap. Assistance activities need to be carried out on an ongoing basis so that partners can innovate in the manufacture of trained products
Pelatihan Pengumandangan Adzan dan Iqomah di Masjid Al-Iman, Desa Pisang Baru, Kecamatan Bumi Agung, Kabupaten Waykanan, Lampung
Adzan dan iqomah merupakan bagian dari dakwah, yang berisi kalimat tauhid dan adzan untuk hadir dalam shalat berjamaah. Adzan sangat penting sebagai tanda bahwa masuknya waktu shalat telah tiba, sedangkan iqomah sebagai tanda shalat akan segera dilaksanakan. Pengumuman adzan dan iqomah tidak bisa dilakukan sembarangan. Namun, anak-anak di Desa Pisang Baru belum dapat mengumandangkan adzan dengan benar sesuai dengan pengajian, dan sesuai dengan tata cara teguran. Berdasarkan hal tersebut maka perlu diadakan pelatihan pekerjaan rumah adzan dan iqomah untuk anak-anak di desa Pisang Baru. Tahap pelaksanaan kegiatan pelatihan yaitu (1) melakukan survey peserta pelatihan, (2) memberikan informasi kepada warga sekitar yang memiliki anak usia sekolah dasar untuk mengikuti pelatihan, dan (3) melaksanakan kegiatan pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mempraktikkan adzan dan iqomah dengan baik, sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan pengumandangan azan dan iqomah berjalan dengan lancar dan sesuai yang diharapkan.Adhan and Iqomah Publication Training at Al-Iman Mosque, Pisang Baru Village, Bumi Agung District, Waykanan Regency, LampungAbstractAdhan and iqomah are part of the da'wah, that contains monotheism sentences and a call to be present in the congregational prayer. Adhan is very important as a sign that the entry of prayer times has arrived, while iqomah is a sign of prayer will soon be held. Adhan and iqomah announcements cannot be done haphazardly. However, children in the village of Pisang Baru were not been able to recite the call to prayer correctly in accordance with the recitation, and are well in accordance with the procedures for admonition. Based on this, it is necessary to hold adzan and iqomah homework training for children in the Pisang Baru village. The implementation stage of the training activities are (1) conducting a survey of training participants, (2) providing information to local residents who have elementary school age children to attend training, and (3) carrying out training activities. The results of the activity showed that the participants were able to practice the call to prayer and iqomah well, so it can be concluded that the training activities for the call to prayer and iqomah were running smoothly and as expected
Pemberdayaan Kesehatan Mandiri Santri Melalui Teknologi Budidaya Toga Berbasis Peningkatan Imun Tubuh di Pondok Pesantren Aliyah Nurul Islam Sekarbela
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengalaman pribadi bagi santri, ustadz dan ustadzah Pondok Pesantren Aliyah Nurul Islam Sekarbela dalam menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Adapun tahap-tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian ini meliputi tahap pendahuluan berupa kegiatan pembukaan dan tahapan inti berupa pemberian materi tentang tananam-tanaman herbal dan pola hidup sehat, dan pembuatan minuman sehat. Kegiatan ini diikuti oleh 45 santri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa santri sangat aktif dalam diskusi selama penyampaian materi, dan antusiasn dalam pembuatan minuman dan penanaman tanaman obat. Berdasarkan hasil kegiatan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan santri akan pola hidup sehat dan tanaman obat kesehatan keluarga yang dapat berperan sebagai imunomodulator dalam upaya meningkatkan system imunitas ditemukan meningkat.Independent Health Empowerment of Santri through Toga Cultivation Technology Based on Increasing Immunity at the Aliyah Nurul Islam Islamic Boarding School SekarbelaAbstractThis service activity aims to provide personal experiences for santri, ustadz and ustadzah of the Aliyah Nurul Islam Sekarbela Islamic Boarding School in implementing a healthy lifestyle in everyday life. The stages of the implementation of this service activity include the preliminary stage in the form of opening activities and the core stage in the form of providing material on herbal plants and healthy lifestyles, and making healthy drinks. This activity was attended by 45 students. The results of the activity showed that the students were very active in discussions during the delivery of the material, and were enthusiastic in making drinks and planting medicinal plants. Based on the results of the activities carried out, it can be concluded that the knowledge of students about healthy lifestyles and family health medicinal plants that can act as immunomodulators in an effort to increase the immune system was found to be increasing
Pembuatan Hand Sanitizer Alami di tengah Upaya Mengatasi Kelangkaan pada Masa Pandemi COVID-19 di SMK Bhakti Kencana Mataram
Tujuan dari kegitan PKM ini adalah pelatihan pembuatan handsanitizer alami sebagai upaya mengatasi kelangkaan dimasa Pandemi covid 19. Mitra dalam kegiatan siswa SMK Bhakti Kencana Mataram. Metode trasfer pengetahuan dan trasfer teknologi dengan tahapan kegiatan 1) pembekalan materi, 2) praktik pembuatan, dan 3) evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah 1) siswa dapat memahmi dengan baik teknik pembuatan handsanitizer dengan bahan alami hal ini terlihat dari indikator peningkatan kemampuan mencapai 56%, 2) adanya keterampilan membuat handsanitizer alami dari bahan alam, dan 3) tersedianya produk handsanitizer alami di lingkungan sekolah SMK Bhakti Kencana Mataram. Kegitan pelatihan pembuatan handsanitizer perlu dilakukan secara berkala dengan memanfaatkan bahan alam yang tersedia.Making Natural Hand sanitizer amid Efforts to Overcome Scarcity during the COVID-19 Pandemic at SMK Bhakti Kencana MataramAbstractThe purpose of this PKM activity is training in making natural handsanitizers as an effort to overcome scarcity during the Covid 19 Pandemic. Partners in the activities of students of SMK Bhakti Kencana Mataram. Methods of knowledge transfer and technology transfer with activity stages 1) material provision, 2) manufacturing practice, and 3) evaluation. The results of this activity are 1) students can understand well the technique of making handsanitizers with natural ingredients, this can be seen from the indicator of increasing their ability to reach 56%, 2) the ability to make natural handsanitizers from natural ingredients, and 3) the availability of natural handsanitizer products in the school environment. SMK Bhakti Kencana Mataram. Handsanitizer making training activities need to be carried out regularly by utilizing available natural ingredients
Pelatihan Pemandu Wisata Bagi Siswa Jurusan Pariwisata Di SMKN 1 Batulayar Lombok Barat
Berkembang pariwisata di Nusa Tenggara Barat di tandai dengan pemberian anugrah destinasi wisata halal terbaik dunia, sudah menjadi kaharusan untuk menyiapkan SDM dibidang pariwisata dengan sungguh-sungguh sehingga SDM akan tetap mempertahankan anugrah tersebut. Salah satu bentuk partisifasi perguruan tinggi adalah dengan memberikan pembekalan dan pelatihan di masyarakat sekolah dan masyarakat pelaku wisata melalui kegiatan PKM. Tujuan PKM ini adalah melatih siswa jurusan pariwisata di SMK Negeri 1 Batulayar Lombok Barat untuk menjadi pemandu wisata. Kegiatan ini dilakukan di SKM Negeri 1 batu layar Metode kegiatan adalah cermah, diskusi dan praltik dengan tahapan pemberian materi, praktik, pendampingan dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah pengetahuan dan pemahaman siswa meningkat tentang menjadi pemandu pariwisata, keterampilan-keterampilan dalam memandu meningkat dilihat dari kemampuan mereka dalam menerapkan strategi-strategi pemandu wisata yang profesional. Meskipun ada peningkatan sebagai calon pemandu para siswa masih kekuranga dalam berkomunikasi menggunakan bahasa inggris, sehingga kedepan perlu adanya pelatihan dan pendampingan lebih banyak, sehingga saat mereka lulus dari sekolah mereka siap menjadi pemandu yang profesional.Tour Guide Training for Tourism Department Students at SMKN 1 Batulayar West LombokAbstractThe development of tourism in West Nusa Tenggara is marked by the awarding of the best halal tourist destination in the world, it has become a necessity to prepare HR in the tourism sector seriously so that HR will continue to maintain the gift. One form of university participation is to provide training and training in the school community and tourism community through PKM activities. The purpose of this PKM is to train students majoring in tourism at SMK Negeri 1 Batulayar West Lombok to become a tour guide. This activity was carried out in SKM Negeri 1 Batu Layar. The method of activity was a reflection, discussion and practice with the stages of providing material, practice, assistance and evaluation. The results of this activity are increased students' knowledge and understanding about becoming a tourism guide, and the skills in guiding are increasing in terms of their abilities to implement professional tour guide strategies. Although there are improvements as prospective guides students still lack communication in using English, so in the future there needs to be more training and mentoring, so that when they graduate from school they are ready to become professional guides
Penyuluhan dan Pembuatan Settling Pond dalam Upaya Pengurangan Pencemaran Limbah Tambang
Berdasarkan hasil pengujian di laboratorium penguji Balai Pengkajin Teknologi Pertanian (BPTP) NTB bahwa batuan tambang yang ada di daerah Sekotong tidak hanya mengandung emas tetapi terdapat beberapa kandungan mineral lainnya seperti P, Zn, Fe, Cu, Al, dan S, metode yang digunakan dengan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). Logam berat Fe merupakan logam berat essensial yang keberadaannya dalam jumlah tertentu sangat dibutuhkan oleh organisme hidup, namun dalam jumlah yang berlebih dapat menimbulkan efek racun. Untuk mengatasi masalah maka melakukan dua kegiatan yakni: a) penyuluhan tentang pentingnya kebersihan terhadap lingkungan. b) pembuatan saluran limbah agar tidak mencemari lingkungan yakni pembuatan kolam pengendapan (settling pond). Selain itu dari kolam pengendapan (settling pond) didapat lumpur dari sisa pengolahan atau penggelondongan emas, lumpur tersebut dapat dimanfaatkan menjadi barang bernilai ekonomi dan memiliki harga jual seperti bata tanpa bakar. Hasil dari kegiatan yang dilakukan yaitu pengetahuan masyarakat penambang tentang pentingnya lingkungan yang bersih dan kolam pengendapan (settling pond) dan kemampuan masyarakat tambang dalam mengolah limbah menjadi barang bernilai jual yaitu dengan membuat bata tanpa bakar. Keberhasilan dari kegiatan ini terlihat dari banyaknya masyarakat yang hadir dan antusiasnya mereka dalam mendukung kegiatan ini yakni dengan terjun langung membantu.Counseling and Making Settling Pond in an Effort to Reduce Mine Waste PollutionAbstractBased on the test results at the NTB Agricultural Technology Center (BPTP) examiner laboratory that mining rocks in the Sekotong area not only contain gold but there are several other mineral contents such as P, Zn, Fe, Cu, Al, and S, the method used with AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). Heavy metal Fe is an essential heavy metal whose existence in a certain amount is needed by living organisms, but in excessive amounts can cause toxic effects. To overcome the problem, two activities are carried out, namely: a) counseling about the importance of cleanliness to the environment. b) making sewage lines so as not to pollute the environment, namely the creation of settling ponds. Besides that, from settling ponds, sludge is obtained from the processing waste or gold rolling, the sludge can be utilized as economic value goods and has a selling price such as brick without burning. The results of the activities carried out are the knowledge of the mining community about the importance of a clean environment and settling ponds and the ability of the mining community to process waste into valuable goods, by making bricks without burning. The success of this activity can be seen from the large number of people present and their enthusiasm in supporting this activity by jumping in to help
Pemanfaatan Sampah Plastik untuk Dijadikan Barang Bernilai Ekonomis di Desa Ganti Kecamatan Praya Timur
Pencemaran lingkungan disebabkan oleh banyaknya tumpukan sampah yang sangat mengganggu di lingkungan. Pemanfaatan sampah pelastik menjadi hiasan dan atau bahan alternatif pengisian bantal merupakan salah satu bentuk kegiatan mengurangi penumpukan sampah pelastik. Oleh karena itu, penting dilakukan pelatihan dan pembimbingan tata cara pemanfaatan sampah pelastik menjadi barang-barang bernilai ekonomis. Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu rumah tangga di Desa Ganti Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah NTB. Kegitan tersebut berjalan sesuai tahapan yang direncanakan sebagai berikut: a) memberikan penjelasan umum tentang materi pemanfaatan sampah, b) pengadaan alat dan bahan, c) pembuatan barang-barang bernilai ekonomis. Hasil dari kegitan antara lain 1) adanya peningkatan pengetahuan mitra dalam pengolahan sampah plastik menjadi produk yang memeiliki nilai guna dan ekonimis, 2) terbentuknya keterampilan mitra dalam pengolahan sampah plastik menjadi beberapa produk, seperti sarung bantal, bunga dan beberapa barang yang bernilai ekonomis, dan 3) terbentuknya kesadaran mitra bahwa sampah platik merupakan masalah yang harus diatasai baik dengan cara meminimalisir penggunaan dan pengolahan.Utilization of Plastic Waste to Become Economical Value Goods in the Village of Change, Praya Timur DistrictAbstractEnvironmental pollution is caused by a large pile of garbage which is very disturbing in the environment. The use of plastic waste for decoration and / or alternative materials for filling pillows is one form of activity to reduce plastic waste buildup. Therefore, it is important to carry out training and guidance on how to use plastic waste into items of economic value. This activity involved housewives in the village of Ganti Praya Timur, Central Lombok, NTB. These activities run according to the planned stages as follows: a) provide a general explanation of waste utilization materials, b) procurement of tools and materials, c) manufacture of goods of economic value. The results of these activities include 1) an increase in partners 'knowledge in processing plastic waste into products that have use and economic value, 2) the formation of partners' skills in processing plastic waste into several products, such as pillowcases, flowers and several items of economic value, and 3) the formation of partner awareness that plastic waste is a problem that must be addressed properly by minimizing its use and processing
Pembinaan Penyusunan Karya Ilmiah Sebagai Upaya Meningkatkan Profesionalisme Guru IPA Di MA Nurul Islam Sekarbela
Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk membina guru-guru dalam penyusunan karya ilmiah, sebagai upaya meningkatkan profesionalisme guru IPA di MA Nurul Islam Sekarbela. Kegiatan ini melibatkan 15 orang guru IPA di MA Nurul Islam Sekarbela sebagai mitra kegiatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian adalah workshop, dengan rangkaian kegiatan yang meliputi pemberian materi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan guru tentang langkah-langkah penulisan karya ilmiah dan artikel ilmiah, serta kemampuan menulis artikel ilmiah di kalangan guru MA Nurul Islam Sekarbela. Hal ini terlihat dari hasil artikel guru yang telah dipaparkan melalui presentasi, yang menunjukkan peningkatan kualitas artikel dan sesuai dengan harapan. Untuk mencapai hasil yang lebih baik, kegiatan pendampingan perlu dilakukan secara kontinu agar guru dapat mandiri dalam membuat karya ilmiah berupa artikel yang dapat dipublikasikan di jurnal-jurnal nasional.
Training on Scientific Writing to Improve the Professionalism of Science Teachers at MA Nurul Islam Sekarbela
The aim of this community service activity is to provide training to science teachers in scientific writing, as an effort to improve the professionalism of science teachers at MA Nurul Islam Sekarbela. This activity involves 15 science teachers at MA Nurul Islam Sekarbela as partners. The method used in this community service activity is a workshop, with a series of activities including material delivery, training, mentoring, and evaluation. The results of this activity show an improvement in the knowledge of teachers about the steps of scientific writing and scientific articles, as well as the ability to write scientific articles among teachers at MA Nurul Islam Sekarbela. This is evident from the results of the articles presented by teachers through presentations, which show an improvement in the quality of the articles and are in line with expectations. To achieve better results, continuous mentoring activities need to be carried out so that teachers can independently create scientific works in the form of articles that can be published in national journals
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pengolahan Sampah Plastik Menggunakan Portable Garbage Reducer-Energy Producers (Po Grep) Di Gunungsari Kabupaten Lombok Barat
Target khusus yang ingin dicapai melalui kegiatan Program KKN-PPMÂ ini adalah: (a) meminimalisir limbah plastik yang sulit terurai khususnya di Gunungsari Kabupaten Lombok Barat, (b) meningkatkan efisiensi biaya pengelolaan sampah, (c) melakukan perbaikan pada sistem teknologi pengolahan sampah melalui pengolahan sampah plastik menggunakan Portable Garbage Reducer-Energy Producers (Po GREP), (d) meningkatkan partisipasi masyarakat agar lebih bersemangat dalam melakukan pengolahan sampah plastik menggunakan Portable Garbage Reducer-Energy Producers (Po GREP), (e) membangun kemitraan dan kerjasama yang efektif antara Perguruan Tinggi, Pemerintah Daerah dan masyarakat di Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan KKN-PPM ini dilaksanakan selama 3 bulan pada semester genap tahun akademik 2019/2020. Adapun metode kegiatan KKN-PPM ini adalah metode workshop dalam bentuk pelatihan dan pendampingan. Berdasarkan hasil pelatihan yang telah dilakukan didapatkan tingkat pemahaman dan keterampilan masyarakat di Desa Gunungsari terkait pengolahan sampah plastik menjadi BBM masih kurang sehingga perlu adanya pendampingan dalam pengolahan sampah plastik menjadi BBM melalui PoGREP.Community Empowerment through Training on Plastic Waste Management Using Portable Garbage Reducer-Energy Producers (Po Grep) in Gunungsari, West Lombok RegencyAbstractSpecific targets to be achieved through the KKN-PPM Program activities are: (a) minimizing plastic waste that is difficult to decompose, especially in Gunungsari, West Lombok Regency, (b) increasing the efficiency of waste management costs, (c) making improvements to the waste processing technology system through processing plastic waste using Portable Garbage Reducer-Energy Producers (Po GREP), (d) increasing community participation to be more enthusiastic in processing plastic waste using Portable Garbage Reducer-Energy Producers (Po GREP), (e) building effective partnerships and cooperation between Universities, Local Government and the community in Gunungsari, West Lombok Regency. This KKN-PPM activity was carried out for 3 months in the even semester of the 2019/2020 academic year. The KKN-PPM activity method is a workshop method in the form of training and mentoring. Based on the results of the training that has been carried out, it is found that the level of understanding and skills of the people in Gunungsari Village regarding processing plastic waste into fuel is still lacking so there is a need for assistance in processing plastic waste into BBM through PoGREP
Pelatihan Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Konservasi (Pbk) Pada Anak Usia Dini Di Lembaga Paud Al-Khair Udayana Mataram
Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dalam bentuk pelatihan penerapan model pembelajaran berbasis konservasi di Lembaga PAUD Al- Khair Udayana Mataram ini adalah: 1) Untuk mendeskripsikan rancangan  model pembelajaran berbasis konservasi (PBK) pada anak usia dini; 2) Untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada para pendidik tentang pentingnya menerapkan model pembelajaran berbasis konservasi (PBK) pada anak usia dini. Hal ini didasarkan atas masih kurangnya efektifitas dan bermaknaan dalam mengembangkan karakter peduli lingkungan bagi anak, hal ini dibuktikan dengan rendahnya rasa cinta dan peduli lingkungan pada diri anak misalnya membuang sampah di sembarang tempat. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelatihan dan pendampingan yang bersifat partisipatif. Hasil dari pelatihan ini adalah peserta pelatihan memahami dan menguasai rancangan  model pembelajaran berbasis konservasi (PBK) Adapun dampak dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan kebermanfaatan bagi para pendidik dalam hali ini adalah guru PAUD supaya bisa memilih model pembelajaran berbasis konservasi sebagai alternatif dalam proses pembelajaran pada anak usia dini dalam usaha menanamkan karakter peduli lingkungan pada anak sehingga terlahir anak-anak yang mau menjaga kelstarian lingkungan sekitar serta sehat jasmani maupun rohani.Training on the Application of Conservation-Based Learning Model (Pbk) in Early Childhood at the Institute of Paud Al-Khair Udayana MataramAbstractThe objectives of community service activities carried out in the form of training in the application of conservation-based learning models at the Al-Khair Udayana Mataram PAUD Institution are: 1) To describe the design of conservation-based learning models (PBK) in early childhood; 2) To provide knowledge and experience to educators about the importance of applying conservation-based learning models (PBK) in early childhood. This is based on the lack of effectiveness and meaning in developing the character of caring for the environment for children, this is evidenced by the lack of love and care for the environment in children, for example, throwing trash in any place. The method used in community service activities is participatory training and assistance. The results of this training are training participants to understand and master the design of conservation-based learning models (PBK). The impact of this community service activity is to provide benefits for educators in this matter, PAUD teachers so they can choose conservation-based learning models as alternatives in the learning process for children. early age in an effort to instill the character of caring for the environment in children so that children are born who want to maintain the environment surrounding environment and healthy physically and spiritually