Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
    529 research outputs found

    Implementasi Pembuatan Free Energy Water Pump untuk Mengatasi Ketersediaan Kebutuhan Air pada Lahan Pertanian Masyarakat Desa Manarwi Bangil Pasuruan

    No full text
    Bangil adalah salah satu kecamatan yang ada di Pasuruan sekaligus sebagai ibukota Kabupaten. Secara Geografis, letak Kecamatan Bangil merupakan daerah paling utara di Kabupaten Pasuruan. Pemanfaatan lahan pertanian di bangil tidak hanya digunakan untuk menanam padi, tetapi jenis tanaman dan jenis ikan air tawar bisa menjadi alternatif sebagai pemanfaatan lahan yang ada di wilayah Bangil. Menurut Badan Statistik pada tahun 2021 hasil produksi padi mengalami penurunan sebesar 0,43%. Penurunan produksi pertanian terutama di daerah bangil kelurahan Manarwi terjadi akibat kurangnya pemerataan ketersediaan air dan mengandalkan ketersediaan air di musim hujan saja. Untuk itu agar pemerataan air tercukupi dengan baik, perlu adanya alat alternatif sebagai penyalur ketersediaan kebutuhan air. Pompa air berbasis energi terbarukan bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi hal tersebut. Dengan konsep pompa air yang ramah lingkungan, mudah dibuat dan di aplikasikan, tidak membutuhkan bahan bakar atau peralatan elektronik menjadi alternatif baru dan memberikan keuntungan dalam menekan pengeluaran dan tergolong sebagai alat yang murah serta bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama. Hal ini mendorong tim PKM untuk memberikan pengarahan dan pembuatan pompa air berbasis free energy kepada masyarakat di wilayah Manarwi. Komponene masyarakat diajak untuk terlibat dalam pembuatan dan pemanfaatan pompa air berbasis free energi ini, meliputi pemerintahan tingakat desa, dan masayarakat di wilayah manarwi. Tahapan pelatihan dan pembuatan Pompa free energy ini meliputi pengetahuan tentang free energy water pump, menjelaskan prinsip kerja free energy water pump, pembuatan free energy water pump, dan menjelaskan serta pengaplikasian free energy water pump dalam bidang pertanian. Keberhasilan pelatihan ini dievaluasi baik pelaksanaannya maupun hasilnya. Evaluasi tersebut dilakukan dengan menggunakan angket respon peserta pelatihan terhadap pelaksanaan kegiatan pelatihan. Hasil angket respon adalah sebagai berikut : terhadap perlunya kegiatan PKM ini sebesar 85%, wawasan system kerja water pump 85%, wawasan tentang prinsip gaya gravitasi pada sistem water pump 82,5%, kegiatan diskusi 80%, pembuatan alat 90%, dan perlunya perkembangan alat 92,5%. The Implementation of Making a Free Energy Water Pump to Improve the Availability of Water Needs on Agricultural Land for the Community of Manarwi Bangil Pasuruan Village Bangil is one of the sub-districts in Pasuruan, which is also the district capital. Geographically, the location of Bangil District is the northernmost area in Pasuruan Regency. The utilization of agricultural land in Bangil is not only used for planting rice, but types of plants and freshwater fish can be an alternative for land use in the Bangil area. According to the Statistics Agency, in 2021, rice production will decrease by 0.43%. The decline in agricultural production, especially in the Bangil area of ??the Manarwi sub-district, occurred due to the lack of equal distribution of water availability and reliance only on water availability in the rainy season.For this reason, so that water distribution is fulfilled correctly, it is necessary to have an alternative tool as a distributor of the availability of water needs. Renewable energy-based water pumps can be an alternative to overcome this. With the concept of a water pump that is environmentally friendly, easy to make and apply, and does not require fuel or electronic equipment, it is a new alternative. It provides the advantage of reducing expenses, is classified as a cheap tool, and can be used for a long time. This prompted the PKM team to give directions and manufacture water pumps based on free energy for the people in the Manarwi area. Community components are invited to be involved in the manufacture and use of this free energy-based water pump, including village-level government and the community in the Manarwi area. The stages of training and making this free energy pump include knowledge, explaining the working principles, making free energy water pumps, and explaining and applying free energy water pumps in agriculture. The success of this training is evaluated both in its implementation and results. The evaluation was carried out using a questionnaire from the training participants' responses to the performance of the training activities. The results of the response questionnaire are as follows: regarding the need for this PKM activity by, 85%, insight into the working system of the water pump 85%, insight into the principle of gravitational force in the water pump system 82.5%, discussion activities 80%, tool making 90%, and the need for tool development 92.5%

    Pelatihan Rancangan Pembelajaran Konservasi Lingkungan Berbasis Local Wisdom Melalui Lesson Study pada Lembaga Penjaga Hutan Kampung (LPHK) di Kabupaten Bener Meriah

    No full text
    Trauma yang diakibatkan bencana banjir bandang di Desa Damaran Baru Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah telah menggerakkan hati masyarakat untuk menjaga hutan di sekitar tempat tinggal mereka. Para perempuan bergerak melindungi kampung dengan membentuk Lembaga Pengelolaan Hutan Kampung (LPHK). Permasalahan pencegahan atau konservasi lingkungan melalui jalur edukasi (pendidikan) belum dilaksanakan secara formal. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah menyusun Kompetensi Konservasi lingkungan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan Melakukan Pelatihan model Pembelajaran Konservasi Lingkungan Berbasis Lesson Study kepada mitra yaitu Lembaga Pengelolaan Hutan Kampung Damaran Baru yang beranggotakan 20 orang. Hasil pengabdian berupa tersedianya modul pembelajaran konservasi berbasis local wisdom bagi perempuan-perempuan penjaga hutan di Desa Damaran Baru. Tahapan dalam pelatihan pembelajaran kepada perempuan penjaga hutan dan juga guru berbasis local wisdom tentang konservasi lingkungan melalui lesson study yaitu: (1). Plan yaitu Merancang Rencana Pembelajaran (lesson design) berbasis local wisdom tentang konservasi lingkungan melalui lesson study secara kolaborasi antara guru dan perempuan penjaga hutan, (2). Do (penerapan), pada tahap ini perempuan penjaga hutan menjadi model pembelajaran (guru) secara peer teaching untuk mendemonstrasikan rencana pembelajaran yang telah disusun secara bersama sebelum dilakukannya open class di sekolah. (3). Reflection (refleksi) yaitu mendiskusikan permasalahan yang ditemukan selama proses pembelajaran oleh observer pada tahap Do Hasil kegiatan menunjukkan tingkat pemahaman terkait lesson study oleh peserta mitra cukup tinggi, yaitu antara 85-92.  Local Wisdom-Based Environmental Conservation Learning Design Training Through Lesson Study at the Village Forest Ranger Institute (LPHK) in Bener Meriah Regency The trauma caused by the flash flood in Damaran Baru Village, Timang Gajah District, Bener Meriah Regency, has moved the hearts of the people to protect the forests around their homes. The women moved to protect the village by forming a village forest management institution (LPHK). The problem of environmental prevention or conservation through education (education) has not been implemented formally. The purpose of this community service is to develop Environmental Conservation Competence through Focus Group Discussions (FGD) and to Conduct Lesson Study-Based Environmental Conservation Learning Model Training to partners, namely the Kampung Damaran Baru Forest Management Institute, which has 20 members. The result of the dedication was in the form of the availability of local wisdom-based conservation learning modules for women forest rangers in Damaran Baru Village. The stages in learning training for women forest rangers and also local wisdom-based teachers on environmental conservation through lesson study are: (1). Plan, namely Designing Lesson Designs based on local wisdom about environmental conservation through collaborative lesson study between teachers and women forest rangers, (2). Do (implementation), at this stage the female forest ranger becomes a peer teaching learning model (teacher) to demonstrate the lesson plans that have been prepared together before conducting open classes in schools. (3). Reflection, namely discussing the problems found during the learning process by observers at the Do stage. The results of the activity show that the level of understanding related to lesson study by partner participants is quite high, namely between 85-92

    Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pengolahan Ubi Kayu Menjadi Tepung Singkong

    No full text
    Melimpahnya hasil pertanian berupa ubi kayu didesa Raba belum dapat meningkatakan pendapatan para petani, selama ini hasil panen ubi kayu hanya dijadikan bahan makanan tambahan, dan beberapa olahan tradisional untuk di jual. Kondisi ini disebabkan masih kurang pamahaman dan keterampilan dari warga dalam pengolahan ubi kayu yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Kondisi ini menjadi sadar dilakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tujuan  memberdayakan masyarakat desa Raba dalam pengolahan ubi kayu sebagai bahan dasar pebuatan tepung singkong. Kegitan ini bermitra dengan kelompok usaha ruamahan olahan singkong di Desa Raba yang berjumlah dua kelompok. Metode dalam kegitan PkM ini adalah metode knowledge transfer dan Model Community development yaitu pendekatan yang melibatkan mitra secara langsung sebagai obyek dan subyek dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Adapun tahapan-tahapan dalam kegitan PkM ini adalah persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegitan pemberdayaan antara lain 1) meningkatkan pemahaman mitra dalam pengolahan ubi kayu, 2) terbentuknya keterampilan mitra dalam pengolahan ubi kayu menjadi tepung singkong, 3) produk berupa tepung singkong dalam bentuk kemasan, dan 4) terbentuknya unit usaha baru dalam pengelolaan dan pengolahan singkong berbasis ruamh tangga. Kegitan masih perlu dilakukan pendampingan secara kontinu agar mitra benar-benar dapat mandiri dalam pengelolaan dan pengolahan ubi kayu menjadi priduk tepung yang higienis memiliki sertifikat halal. Community Empowerment Through Training in Processing Cassava into Cassava Flour  The abundance of agricultural products in the form of cassava in Raba village has not been able to increase the income of farmers, so far the cassava harvest has only been used as additional food ingredients, and some traditional preparations are for sale. This condition is due to the lack of understanding and skills of the residents in processing cassava which has a higher selling value. This condition became aware that Community Service (PkM) activities were carried out with the aim of empowering the Raba village community in processing cassava as a basic ingredient for making cassava flour. This activity is in partnership with two groups of cassava processed domestic businesses in Raba Village. The methods in this PkM activity are the knowledge transfer method and the Community development model, namely an approach that involves partners directly as objects and subjects in the implementation of community service activities. The stages in this PkM activity are preparation, implementation, and evaluation. The results of the empowerment activities include 1) increasing the understanding of partners in processing cassava, 2) forming partner skills in processing cassava into cassava flour, 3) products in the form of cassava flour in the form of packaging, and 4) the formation of a new business unit in the management and processing of cassava. household-based. Activities still need continuous assistance so that partners can truly be independent in the management and processing of cassava into hygienic flour products that have a halal certificate

    Pelatihan Manajemen Produksi dan Pemasaran Usaha Pangan Beku Bagi Calon Entrepreneur Muda

    No full text
    Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu meningkatnya pemahaman dan minat calon entrepreneur muda atas produksi dan pemasaran usaha pangan beku.  Peserta pelatihan terdiri dari 15 lulusan perguruan tinggi/mahasiswa tahap akhir di Kota Kendari. Metode pelaksanaan melalui pelatihan dan sosialisasi. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dari aspek produksi dan  pemasaran. Kegiatan produksi berupa pelatihan pembuatan frozen food yang terdiri dari bakso daging, bakso tahu, gorengan, dan roti. Instrumen evaluasi kegiatan menggunakan observasi dan kuisioner pre-post kegiatan.  Observasi dilakukan untuk menilai kemampuan peserta dalam pembuatan pangan beku, sementara kuisioner digunakan untuk menilai tingkat pemahaman dan minat peserta akan usaha pangan beku. Kegiatan pengabdian masyarakat telah efektif yang ditunjukkan dengan hasil evaluasi  dimana peningkatan pemahaman pengelolaan usaha pangan beku peserta berada pada kategori sangat tinggi. Minat peserta untuk membuka usaha pangan beku juga sangat tinggi. Peserta mempersepsikan bahwa kendala utama yang dihadapi  membuka usaha pangan beku yaitu permodalan. Rekomendasi yang diajukan berupa ketersediaan lembaga keuangan yang dapat melayani pembiayaan modal kerja bagi wirausaha baru yang merintis usaha. Frozen Food Production Management and Marketing Management Training for Prospective Young Entrepreneurs The aim of community service activities is to increase the understanding and interest of prospective young entrepreneurs in the production and marketing of frozen food businesses. Participants in the activity consisted of 15 college graduates/final stage students in Kendari City. The method of implementation is through training and socialization. Service activities are carried out from the production and marketing aspects. Production activities are in the form of training on making frozen food consisting of meatballs, tofu meatballs, fried foods, and bread. The activity evaluation instrument used observation and pre-post activity questionnaires. Observations were made to assess the ability of participants in making frozen food, while questionnaires were used to assess the level of understanding and interest of participants in the frozen food business. Community service activities have been effective as shown by the evaluation results where the increased understanding of frozen food business management by participants is in the very high category. The participants' interest in opening a frozen food business is also very high. Participants perceived that the main obstacle faced by opening a frozen food business is capital. The recommendation put forward is the availability of financial institutions that can serve working capital financing for new entrepreneurs starting businesses

    Pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter dengan Penerapan Literasi dalam Pembelajaran sebagai Upaya Inovasi Pembelajaran dalam Merdeka Belajar pada Pandemi Covid-19

    No full text
    Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) melalui literasi dapat memenuhi salah satu program merdeka belajar yang implementasinya masih dipertanyakan di berbagai sekolah di Indonesia. Pengembangan literasi melalui pendekatan PPK Berbasis Kelas di masa pandemic Covid-19 ini dilakukan melalui pembelajaran daring. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi permasalahan dalam mempraktikkan inovasi pembelajaran dalam Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) pada masa pandemi Covid-19 melalui pelatihan dan pendampingan pengembangan perencanaan inovasi pembelajaran melalui gerakan literasi untuk merdeka belajar. Pelaksanaan pendampingan menggunakan metode pelatihan dan pendampingan yang mengacu pada analisis situasi program-program yang telah disepakati bersama. Sasaran pengabdian ini meliputi guru IPA, kepala sekolah dan wakil kepala sekolah SMP Muhammadiyah 02 Kota Batu. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data adalah deskriptif. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya wawasan dan kompetensi guru dalam menyusun RPP berbasis PPK melalui gerakan literasi, meningkatnya ketrampilan guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas sesuai Kurikulum 2013 yang menerapkan, serta terlaksananya pembelajaran yang kaya akan literasi yang dapat memenuhi salah satu program merdeka belajar. Menindaklanjuti hasil pengabdian ini maka inovasi pembelajaran dalam Penguatan Pendidikan Karakter harus lebih dioptimalkan melalui kegiatan literasi. Implementation of Strengthening Character Education by Applying Literacy in Learning as an Effort for Learning Innovation in Independent Learning in the Covid-19 Pandemic Strengthening Character Education (PPK) through literacy can fulfill one of the independent learning programs whose implementation is still being questioned in various schools in Indonesia. Literacy development through the Class-Based PPK approach during the Covid-19 pandemic was carried out through online learning. This activity aims to solve problems in practicing learning innovations in Strengthening Character Education (PPK) during the Covid-19 pandemic through training and assistance in developing learning innovation planning through the literacy movement for independent learning. The implementation of mentoring uses training and mentoring methods that refer to the situation analysis of programs that have been mutually agreed upon. This service targets include natural science teachers, school principals, and deputy principals of Muhammadiyah 02 Kota Batu junior high school. The data collection technique was observation and documentation, while the data analysis technique was descriptive. The conclusion of this service activity is to increase the insight and competence of teachers in preparing PPK-based learning practice plans through the literacy movement. Improve teacher skills in carrying out classroom learning according to the 2013 curriculum. The implementation of literacy-rich learning can fulfill one of the independent learning programs. Following up on the results of this service, learning innovations in Strengthening Character Education must be optimized through literacy activitie

    Pemberdayaan Keterampilan Masyarakat Melalui Pengolahan Sampah Plastik di Desa Anyar Kecamatan Bayan

    No full text
    Tujuan kegiatan masyarakat ini ialah memberi pelatihan keterampilan kepada masyarakat untuk mengolah sampah plastik menjadi produk yang bernilai ekonomis agar meningkatkan nilai sampah plastik dimasyarakat, terutama kepada Mitra pengabdian Kelompok Muslimah Kreatif Bayan. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan selama 2 minggu meliputi persiapan awal kegiatan, yakni analisis situasi dan analisis kebutuhan. Kegiatan di lapangan dilakukan dengan metode sosialisasi dan pelatihan praktek langsung serta pendampingan pengelolaan sampah plastik menjadi barang kerajinan yang bernilai ekonomis. Kegiatan-kegiatan ini mencakup teori dan praktek yang meliputi: (1) Sosialisasi; (2) Pengenalan produk; dan (3) Pembuatan produk (praktek langsung). Keberhasilan kegiatan ini terukur dari terciptanya keterampilan peserta dalam mengolah sampah disertai hasil keterampilan dalam olah kreasi sampah kresek dan sedotan plastik menjadi bunga artificial, beberapa kebutuhan rumah tangga seperti celemek, taplak meja, penutup kulkas, topi dan lukisan wajah yang terbuat dari plastik kemasan makanan dan minuman. Empowering Community Skills Through Plastic Waste Processing in Anyar Village, Bayan District Abstract The purpose of this community activity is to provide skills training to the community to process plastic waste into products that have economic value in order to increase the value of plastic waste in the community, especially to the service partners of the Bayan Creative Muslimah Group. The implementation of the activities was carried out for 2 weeks including the initial preparation of activities, namely situation analysis and needs analysis. Activities in the field are carried out using socialization methods and direct practical training as well as assistance in managing plastic waste into handicrafts that have economic value. These activities cover theory and practice which include: (1) Socialization; (2) Product introduction; and (3) Product manufacture (hands-on practice). The success of this activity is measured by the creation of participants' skills in processing waste along with the results of skills in processing the creation of crackle and plastic straws into artificial flowers, some household necessities such as aprons, tablecloths, refrigerator covers, hats and face paintings made of plastic food packaging and straws

    Penulisan Artikel dan Strategi Publikasi di Jurnal Nasional dan Internasional: Usaha Internasionalisasi Perguruan Tinggi

    No full text
    Menulis di jurnal nasional bereputasi dan internasional bereputasi merupakan salah satu cara meningkatkan kolaborasi dan koneksi antarpeniliti, namun masih dianggap sebagai sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Pengabdian ini bertujuan untuk membantu peneliti (dosen pemula dan mahasiswa pascasarjana) menulis dan mempublikasikan artikel di jurnal nasional maupun internasional bereputasi secara efektif. Pengabdian ini menerapkan metode Virtual-Based Active Participatory Action. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini berjumlah 332 peserta melalui virtual meeting. 30 peserta terlibat dalam intensive meeting dan didesain dalam sesi Article Schools. Peserta intensive meeting dibatasi berdasarkan kualitas artikel yang direview oleh tim pengabdian. Berdasarkan hasil pelaksanaan pengabdian ini, bahwa dosen pemula dan mahasiswa pascasarjana dapat mengatasi kesulitan dalam menentukan kebaharuan (novelty) penelitian, topik atau isu-isu penelitian yang up-to-date secara nasional dan internasional, mempresentasikan review of related literature dalam artikel dengan baik, dan menentukan jurnal tempat publikasi yang tepat. Article Writing and Publication Strategies in National and International Journals: Efforts to Internationalize Higher Education Abstract Writing in reputable national and international journals is one of techniques to improve authors or researchers’ collaboration and connection but it is considered as a uneasy action to be done. This dedication aims to help researchers (novice lecturers and postgraduate students) write and publish articles in reputable national and international journals effectively. This service applies the Virtual-Based Active Participatory Action method. Participants involved in the service totaled 332 participants in virtual meetings. Thirty participants were engaged in intensive meetings and were designed in Article Schools sessions. Participants in this intensive meeting are limited based on the quality of the articles reviewed by the service team. Based on the results of this service, the findings show that the novice lecturers and the postgraduate students can diminish their difficulties in determining the novelty of their studies; their topics or research issues are up-to-date nationally and internationally; they overcome their problems in presenting reviews of related literature in articles; and determine the reputable publication journals

    Pendampingan Penerapan GMP Pada Pengolahan Terasi Tutok Di Desa Kuala Pusing Kapal

    No full text
    Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk melakukan pendampingan penerapan Good Manufacturing Practice (GMP) pada mitra sebagai salah satu syarat dalam memperoleh sertifikat P-IRT dan legalitas produk lainnya. Mitra kegiatan pengabdian adalah masyarakat pengolah dan produksi terasi tutok di Desa Kuala Pusong Kapal Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang berjumlah 40 orang. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pendampingan penerapan GMP dalam proses pengolahan dan produksi terasi tutok, dengan bentuk kegiatan yang dilakukan antara lain : 1) Peningkatan kualitas SDM, 2) Pemisahan ruang produksi dan ruang penyimpanan, 3) Pembuatan rak pengering yang terstandarisasi, 4) Penggunaan Alat Pelindung Diri, 5) Pengadaan wadah fermentasi yang sesuai standar,  dan 6) Pengadaan mesin penggiling/penghancur. Hasil kegiatan adalah adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang proses produksi terasi tutok yang terstandar, selain itu pasilitas produksi tersi tutok yang terstandar dapat diadakan dengan kerjasama antara tim pengabdian dan swadaya mitra. Kegiatan pendampingan masih perlu dilakukan secara kontinu sehingga mitra benar-benar dapat memproduksi tersi tutok secara mandiri.Assistance for the Implementation of GMP in Tutok Shrimp Processing in Kuala Pusing Kapal VillageAbstractThe purpose of this community service is to provide assistance to the implementation of Good Manufacturing Practice (GMP) to partners as one of the requirements for obtaining a P-IRT certificate and other product legality. The community service partners consist of 40 people who process and produce shrimp paste in Kuala Pusong Kapal Village, Seruway District, Aceh Tamiang Regency. The method used in this community service activity is assistance in implementing GMP in the processing and production of terasi tutok, with the following activities: 1) Improving the quality of human resources, 2) Separation of production space and storage space, 3) Making standardized drying racks ,4) Use of Personal Protective Equipment, 5) Procurement of fermentation containers in accordance with standards, and 6) Procurement of grinding / crushing machines. The result of the activity is an increase in knowledge and understanding of the standardized tutu terasi production process, besides that standardized terasi tutu production facilities can be held in collaboration between the community service team and partner self-help. Assistance activities still need to be carried out continuously so that partners can actually produce teri tutok independently

    Penyuluhan Stop Bullying Sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Perundungan yang Terjadi Pada Siswa di Sekolah

    No full text
    Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa terkait dengan perilaku perundungan atau bullying. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan memberikan penyuluhan dalam bentuk sosialisasi informasi bagi siswa di sekolah. Melalui kegiatan ini diharapkan guru dapat menyampaikan informasi terkait dengan cara meminimalisir perundungan yang terjadi di sekolah terhadap para siswa. Adapun peserta di dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini berjumlah 150 orang siswa yang terdiri dari berbagai kelas dan jurusan yang ada di SMK Negeri 3 Mataram. Hasil dari pengabdian masyarakat ini menunjukkan partisipasi aktif dari siswa, di mana sebanyak 10 orang siswa mengajukan pertanyaan terkait dengan materi perundungan dan 3 orang guru mengajukan pertanyaan tentang bagaimana peran para guru atau sekolah di dalam membantu siswa untuk mengurangi perundungan yang terjadi di sekolah. Dari pertanyaan yang diajukan tersebut terjadi interaksi aktif antara narasumber dengan peserta yang diselingi dengan permainan dan games untuk menghangatkan suasana. Providing Information Services as an Effort to Prevent Bullying Behavior in Students in Schools Abstract The purpose of this community service activity is to increase students' knowledge and understanding related to bullying or bullying behavior. This community service activity is carried out by providing counseling in the form of information dissemination for students at school. Through this activity, it is hoped that teachers can convey information related to how to minimize bullying that occurs in schools against students. The participants in this community service activity amounted to 150 students consisting of various classes and majors at SMK Negeri 3 Mataram. The results of this community service show active participation from students, where as many as 10 students ask questions related to bullying material and 3 teachers ask questions about how the role of teachers or schools in helping students to reduce bullying that occurs in schools. From the questions asked, there was an active interaction between the resource persons and the participants, interspersed with games and games to warm the atmosphere

    Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh Dan Kegiatan Pruning Dalam Optimalisasi Budidaya Gaharu Di Desa Duman Kecamatan Lingsar Lombok Barat

    No full text
    Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pembinaan bagi para petani Desa Duman khususnya istri mereka untuk mengoptimalkan pertumbuhan pohon gaharu mereka melalui aplikasi pendorong pertumbuhan dan pemangkasan. Peserta pengabdian masyarakat ini adalah istri Petani Desa Duman. Pengabdian masyarakat ini diawali dengan sosialisasi tentang pentingnya mendorong pertumbuhan dan pemangkasan pada budidaya gaharu. Kemudian, para peserta diberi kesempatan untuk mempraktekkan teori yang mereka peroleh dari sosialisasi. Fitohormon giberelin adalah penginduksi pertumbuhan yang digunakan dalam kegiatan ini. Dosis fitohormon tersebut adalah 1 gr untuk 2 liter air. Pemangkasan dilakukan dengan menebang cabang pucuk pohon gaharu menggunakan gunting tanaman. Daun dari cabang yang sudah dipotong pada kegiatan pemangkasan dapat diolah menjadi teh gaharu. Dapat disimpulkan bahwa peserta telah memahami tentang penerapan pendorong pertumbuhan dan pemangkasan untuk mengoptimalkan pertumbuhan pohon gaharu.Application of Growth Regulators and Pruning Activities in Optimizing Agarwood Cultivation in Duman Village, Lingsar District, West LombokAbstractThe aim of this community service is to give training for farmers of Duman Village, especially their wife, to optimize growth of their agarwood tree by application of promoting growth inducer and pruning. The participants on this community service were Farmers’s wife of Duman Village. This community service started by socialization about the important of promoting growth inducer and pruning activity on agarwood cultivation. Then, the participants were given an opportunity to practice the theory that they got from the socialization. Gibberellins phytohormone was the promoting growth inducer that was used in this activity. The dose of that phytohormone was 1 gr for 2 liter water. Pruning activity was conducted by cutting top branch of agarwood tree using plant scissors. Leaves from branch that has been cut on the pruning activity could be processed to produce agarwood tea. It could be concluded that participant has already understood about application of promoting growth inducer and pruning activity to optimize growth of agarwood tree

    0

    full texts

    529

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇